Tag: kalimantan

  • 15 Tanaman Aquascape yang Mudah Dirawat, Cocok untuk Pemula!


    Jakarta

    Pernahkah kamu melihat akuarium ikan dengan taman indah di dalamnya? Nah, itu disebut aquascape. Aquascape bisa dibilang seni mempercantik akuarium atau media serupa dengan komponen seperti tanaman hias.

    Pemilik akuarium tidak sebatas memelihara ikan saja tetapi juga memperhatikan ekosistemnya. Tanaman hias dan objek lain diatur sedemikian rupa agar tercipta tampilan estetis yang sekaligus mirip dengan habitat asli ikan. Tak jarang aquascape dijadikan interior rumah karena penampilannya yang sedap dipandang mata.

    Untuk komponen tanaman hias di aquascape, kira-kira jenis apa saja ya yang biasa digunakan?


    Tanaman Aquascape yang Mudah Dirawat

    Selain menambah unsur keindahan akuarium, tanaman hias yang disusun berguna untuk menjaga kualitas air dan memberi tempat berlindung bagi ikan dan hewan lain di dalamnya. Dilansir Tropica Aquarium Plants A/S, berikut beberapa jenis tanaman aquascape yang mudah perawatannya:

    1. Anubias nana

    Anubias termasuk tanaman aquascape yang paling populer, terlebih varietas nana. Tanaman asal Kamerun ini dapat tumbuh subur di atas batu atau kayu. Jika ditanam di dasar, rimpangnya tidak boleh ditutup karena cenderung membusuk.

    Anubias nana bisa tumbuh mencapai 5-10 cm. Pertumbuhannya agak lambat tapi daunnya bisa tahan cukup lama. Tanaman hias ini tidak akan dimakan oleh ikan herbivora.

    2. Cryptocoryne wendtii

    Cryptocoryne wendtii berdaun hijau dengan panjang mencapai 10-30 cm. Varietas berasal dari Sri Lanka satu ini akan tumbuh melebar jika diletakkan di dasar. Lebar rosetnya berkisar 8-15 cm. Cryptocoryne termasuk tanaman aquascape yang populer di kalangan pemula.

    3. Bacopa caroliniana

    Bacopa caroliniana dapat tumbuh setinggi 10-30 cm. Pertumbuhan tanaman ini lambat tetapi mudah diperbanyak dengan metode stek. Tunas yang dipotong akan cepat membentuk tanaman baru.

    Tanaman batang asal Amerika Utara ini cocok untuk pemula dalam aquascaping. Lantaran tidak membutuhkan perawatan khusus dan cukup berada di pencahayaan dan tingkat CO2 yang rendah.

    4. Bucephalandra pygmaea

    Di alam, Bucephalandra pygmaea tumbuh di bebatuan atau kayu di aliran sungai. Tanaman yang mudah tumbuh ini mempunyai daun berwarna hijau dengan tepi bergelombang. Lebar daun sekitar 2 cm dan panjangnya 5 cm. Bintik-bintik putih akan muncul pada daun yang tumbuh sempurna.

    Bucephalandra pygmaea lebih suka tingkat cahaya yang rendah. Batang dan rimpangnya tidak boleh ditutupi saat ditanam karena bisa menyebabkan tanaman membusuk dan mati.

    5. Anubias coin leaf

    Sesuai namanya, kultivar anubias barteri satu ini mempunyai daun yang berbentuk agak bulat dengan diameter 4-6 cm. Warnanya hijau pekat yang cerah dan pertumbuhannya merambat tapi cenderung lambat.

    Anubias coin leaf mudah tumbuh di pencahayaan yang relatif rendah. Tanaman ini bisa diletakkan di atas batu atau kayu dalam akuarium. Tingginya dapat mencapai 5-15 cm dan tidak memerlukan tingkat CO2 yang tinggi.

    6. Java moss

    Taxiphyllum barbieri atau dikenal java moss tidak membutuhkan banyak cahaya untuk hidup. Lumut ini dapat setebal 3.010 cm dan mampu tumbuh di permukaan apa pun. Sangat ideal untuk menghiasi batu, akar pohon, atau tempat persembunyian ikan-ikan di aquascape.

    Untuk menanamnya, ikat java moss dengan tali hingga lumut ini melekat pada dekorasi. Jika pertumbuhannya terlalu lebat maka dapat dipangkas dengan gunting.

    7. Cryptocoryne tropica

    Cryptocoryne varietas satu ini memiliki daun berwarna gelap dan bergerigi. Ukuran daunnya sekitar 10-20 cm dengan roset selebar 10-20 cm. Apabila ditanam di tempat terbuka, daunnya akan tergeletak melebar di dasar. Tanaman ini menyukai akuarium dengan tingkat CO2 rendah dan cahaya redup.

    8. Helanthium tenellum

    Helanthium tenellum sebelumnya bernama Echinodorus tenellus. Tanaman ini mudah tumbuh membentuk bak hamparan rumput setinggi 5-10 cm bila cahayanya bagus. Meski begitu, tingkat pencahayaan tanaman rosulat ini cukup rendah saja.

    9. Anubias caladiifolia

    Anubias caladiifolia dikembangkan di Australia. Meski pertumbuhannya lambat, tanaman ini dapat tumbuh subur membentuk sekelompok besar anubias. Batang kecilnya bisa menjalar setinggi 50 cm dan daunnya bisa awet sampai tahunan.

    Anubias varietas satu ini hanya memerlukan pencahayaan redup dan tingkat CO2 yang rendah. Tanaman ini cukup ditempel di potongan kayu dan batu untuk tumbuh

    10. Egeria densa

    Egeria densa cocok untuk pemula di aquascaping. Tanaman ini tumbuh cepat dengan batang setinggi 40-100 cm dan lebarnya 2-4 cm saja. Laju pertumbuhan bergantung pada cahaya dan nutrisi yang didapatkannya.

    Pertumbuhan Egeria densa juga tidak berhenti meski dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Hanya saja warna daunnya berubah menjadi terang dan sulurnya menipis. Tanaman ini bantu menciptakan keseimbangan di akuarium sedari awal dan mencegah alga.

    11. Bucephalandra kedagang

    Kedagang dari famili Bucephalandra berasal dari Kalimantan. Tanaman ini memiliki ciri khas daun panjang berwarna hijau tua dengan bintik-bintik putih. Panjang daunnya bisa mencapai 6 cm dengan lebar 1-2 cm.

    Saat terendam air, warna biru metalik dapat muncul pada daunnya. Bucephalandra kedagang tidak lebih menyukai tingkat cahaya dan CO2 yang rendah.

    12. Hottonia palustris

    Hottonia palustris mudah ditanam dan dapat tumbuh rapat serta lebat. Tinggi setiap batangnya bisa mencapai 10-30 cm. Warnanya yang hijau cerah dan pertumbuhan tanaman ini yang membentuk kelompok rapat, menciptakan kontras yang menawan di taman aquascape.

    13. Anubias petite

    Anubias petite memiliki tinggi kurang dari 5 cm dengan daun berukuran kecil dan rimpang sepanjang 5-10 cm. Rimpangnya ini akan bercabang dengan baik dan menumbuhkan banyak daun.

    Varietas yang muncul di Singapura ini ideal ditanam di atas potongan kayu dan batu. Sama seperti anubias lain, tanaman ini perlu diikat terlebih dahulu dengan tali sampai bisa menempel sendiri. Anubias petite tidak membutuhkan intensitas cahaya yang tinggi.

    14. Spiky moss

    Tanaman spiky moss dapat tumbuh setinggi 2-10 cm. Pertumbuhannya cepat pada intensitas cahaya sangat rendah. Lumut berasal dari Asia ini timbul paling baik di permukaan vertikal tempat tunas bercabang terlihat. Tanaman akan berbentuk bak karpet indah jika ditanam di selipan substrat bawah dengan celah kecil.

    15. Java fern

    Microsorum pteropus atau dikenal java vern atau pakis Jawa bisa tumbuh 15-30 cm. Idealnya tanaman ini tumbuh di atas komponen batu atau kayu di dalam akuarium. Perlu diikat terlebih dahulu dengan tali dan dilepas jika sudah kuat berdiri sendiri.

    Java fern mudah diperbanyak cukup dengan membelah rimpang secara horizontal. Tanaman ini juga tahan hidup di berbagai kondisi. Bintik-bintik hitam di bawah daun adalah sporangia dan bukan tanda-tanda penyakit.

    Nah, itu tadi sejumlah jenis tanaman aquascape yang mudah dirawat dan cocok untuk pemula. Jadi, kamu tertarik dengan tanaman yang mana nih?

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Jakarta Bakal Diguyur Hujan, Ini 5 Cara Cegah Rumah Bocor


    Jakarta

    Wilayah Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan dilanda hujan ringan pada Kamis (26/9/2024). Hujan tersebut diperkirakan akan terjadi pada malam hari.

    Dalam postingan story Instagram resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, hanya Kepulauan Seribu saja yang tidak dilanda hujan. Sementara untuk wilayah lainnya, akan dilanda hujan ringan pada malam hari.

    Walau demikian, BPBD menyebutkan ada potensi hujan dapat disertai kilat/petir dan angin kencang untuk beberapa wilayah.


    “Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada waktu sore dan malam hari di sebagian wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok,” tulis BPBD di Instagram, dilihat Kamis (26/9/2024).

    Belakangan ini, hujan kerap melanda sejumlah daerah. BMKG memprediksi puncak musim hujan di Indonesia bagian barat akan terjadi pada November-Desember 2024 yang mencakup Pulau Sumatera, pesisir selatan Jawa, dan Kalimantan.

    Saat terjadi hujan, salah satu hal yang sering terjadi adalah rumah bocor. Kamu sudah pastikan belum atap rumah nggak ada yang bocor?

    Dalam catatan detikcom, berikut ini tips mencegah rumah bocor meski dilanda hujan lebat.

    1. Pangkas Pohon di Dekat Rumah

    Keberadaan pohon di dekat rumah bisa menjadi berbahaya ketika terjadi hujan lebat atau badai, terlebih jika pohon tersebut berukuran besar. Pohon yang berukuran besar dan berumur tua lebih berisiko untuk tumbang.

    Apabila pohon seperti itu tidak dipangkas, bisa saja ranting dan batangnya menimpa rumah sehingga dapat mengakibatkan kebocoran.

    2. Bersihkan Talang Air

    Talang air memang salah satu komponen penting yang ada di rumah. Sebab, berfungsi untuk mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah air.

    Untuk mencegah terjadinya kebocoran di rumah, segera periksa kondisi talang air. Sering kali talang air tersumbat kotoran, seperti daun maupun sampah plastik yang beterbangan.

    Maka dari itu, jika terdapat kotoran segera bersihkan talang air. Jika tidak, maka aliran air akan terhambat bahkan bisa membuat talang air jebol.

    3. Ganti Atap yang Rusak

    Salah satu fungsi atap yaitu melindungi penghuni rumah dari air hujan. Apabila terdapat atap yang sudah rusak, segera ganti dengan yang baru. Hal itu untuk mencegah masuknya air hujan ke dalam rumah.

    4. Cek Lokasi Bocor

    Apabila sudah terjadi bocor, maka segera mengecek area yang bocor. Area-area yang bocor bisa saja terjadi di tempat yang tidak terduga, seperti kamar mandi, dak beton, serta atap.

    Terlebih jika musim penghujan tiba, retak halus pada atap bisa jadi lebih parah dan menyebabkan rembesan semakin luas. Maka dari itu, perlu dilakukan pengecekan secara cepat agar dapat memperbaiki area-area yang mengalami kebocoran.

    5. Lapisi Area yang Rawan Bocor

    Untuk mencegah terjadinya kebocoran di rumah, ada baiknya segera lapisi area-area yang rawan bocor, misalnya atap dan dinding. Kalian bisa gunakan pelapis kedap air pada bagian atap, salah satunya yang berbahan semen antiair. Sementara untuk bagian dinding dapat menggunakan cat waterproof.

    Itulah beberapa tips mencegah rumah bocor kala dilanda hujan lebat. Semoga bermanfaat!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Aleza, Brand Modest Fashion Beberkan Strategi Ekspansi Hadapi Persaingan

    Cibinong

    Di tengah tekanan ekonomi yang membuat banyak pelaku bisnis menahan ekspansi, brand hijab dan busana siap pakai Aleza justru melangkah berani. Melalui pembukaan gerai fisik terbaru di Cibinong City Mall, Aleza menunjukkan strategi agresif dalam memperluas pangsa pasar dan memperkuat kehadirannya di wilayah Bogor dan sekitarnya.

    Langkah ini bukan sekadar perluasan titik penjualan, melainkan bagian dari pendekatan menyeluruh Aleza untuk membangun koneksi lebih personal dengan konsumennya. Aleza menggandeng Warna Modern Indonesia (WMI) sebagai growth accelerator bagi brand lokal kenamaan dalam memperluas jaringan toko dan ekspansi bisnis. Pada hari ini, WMI menjalin kemitraan strategis dengan Aleza untuk hadir di Cibinong City Mall.

    Kehadiran brand Aleza di Cibinong City Mall sendiri akan menghadirkan koleksi modest fashion yang variatif dan menjawab kebutuhan para wanita yang berdomisili di sekitar Jakarta dan Bogor. Kerjasama ini menandai toko ke-37 milik WMI yang tersebar di seluruh Indonesia.


    Dia Demona sebagai Managing Director Aleza mengatakan tahun ini merupakan tahun ke-9 perjalanan bisnis Aleza. Tentunya, Dia melihat ini saat yang tepat untuk memperkuat fondasi brand dan menyiapkan langkah strategis untuk terus relevan dan hadir bagi pelanggan.

    Brand hijab dan busana siap pakai, Aleza Label membuka gerai terbaru di Cibinong City Mall.Brand hijab dan busana siap pakai, Aleza Label membuka gerai terbaru di Cibinong City Mall. Foto: Dok. Aleza Label.

    “Kita berkolaborasi dengan WMI, untuk brand membuka toko offline kalau sendiri mungkin ada keterbatasan. Jika berkolaborasi bisa mempermudah untuk bekerja sama sebagai pemilik brand investasi besar offline itu besar dan terbantu,” ungkap Dia Demona sebagai managing director Aleza, kepada Wolipop, Sabtu (6/8/2025).

    Dia menuturkan cara untuk bertahan di tengah persaingan industri modest fashion, terus menghasilkan produk yang berkualitas.

    Brand Aleza membuka gerai terbaru di Cibinong City Mall.Brand Aleza membuka gerai terbaru di Cibinong City Mall. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    “Tahun ini ke-9 Aleza, ada masa up and down. Dimana kita melihat memang lebih banyak menggali kekurangan dan paling penting improvisasi lagi dan terjadi di luar sana sehingga internal dan tim juga berkembang. Segi produk, tim dan value. Ketika brand sudah banyak dan tipikal yang terlihat mirip dan harga semakin bersaing dan kita tawarkan value sebuah brand,” jelasnya.

    Kemitraan strategis bersama WMI merupakan komitmen Aleza untuk memperluas akses, meningkatkan customer experience yang lebih baik. Dia mengucapkan melihat WMI sudah berpengalaman dalam mengelola brand kenamaan tanah air, dengan track record yang kuat dan jaringan yang luas, Dia yakin akan semakin memperkuat posisi Aleza di industri modest fashion.

    Brand hijab dan busana siap pakai, Aleza Label membuka gerai terbaru di Cibinong City Mall.Brand hijab dan busana siap pakai, Aleza Label membuka gerai terbaru di Cibinong City Mall. Foto: Dok. Aleza Label.

    Menurut Dia, pembukaan gerai di pusat perbelanjaan strategis seperti Cibinong City Mall adalah cara efektif untuk menjangkau pasar lokal yang potensial, terutama kalangan perempuan muda dan ibu-ibu muda yang menjadi target utama brand ini.

    “Ini kerja sama perdana dengan WMI, karena memang kesempatannya ada di sini. Aku melihat di sini punya potensi yang cukup besar dan industri banyak di sini. Harapannya bisa mencoba menggarap potensi tersebut,” jelasnya.

    Dengan merancang interior gerai yang modern dan menghadirkan koleksi terkini langsung di etalase, Aleza berharap bisa memberikan pengalaman belanja yang tak tergantikan oleh kanal daring. Di tengah situasi ekonomi yang menuntut efisiensi dan inovasi, strategi ini menunjukkan bahwa brand dengan posisi yang kuat dan pemahaman pasar yang tajam masih bisa tumbuh bahkan berkembang di era penuh tantangan ini.

    Brand hijab dan busana siap pakai, Aleza Label membuka gerai terbaru di Cibinong City Mall.Brand hijab dan busana siap pakai, Aleza Label membuka gerai terbaru di Cibinong City Mall. Foto: Dok. Aleza Label.

    “Untuk menarik pengunjung kita punya mall organic traffic dan juga Aleza Women yang terkait produk dan komunitas. Karena first impression pelanggan itu adalah produk,” kata Dia.

    “Sedangkan jangka panjangnya memberikan pengalaman lebih buat pelanggan dan akan kembali lagi ke Aleza,” lanjutnya lagi.

    Dia berharap dengan membuka gerai terbaru, bisa memperluas pangsa pasar Aleza dan mendapatkan pelanggan baru. Dan pelanggan yang sudah eksis bisa lebih dekat untuk mendapatkan produk Alexa.

    Brand hijab dan busana siap pakai, Aleza Label membuka gerai terbaru di Cibinong City Mall.Brand hijab dan busana siap pakai, Aleza Label membuka gerai terbaru di Cibinong City Mall. Foto: Dok. Aleza Label.

    Bima Laga selaku CEO WMI menuturkan Cibinong City Mall merupakan lokasi strategis di area kota Bogor, dapat menjawab kebutuhan konsumen akan brand fashion yang menunjang kegiatan sehari-hari mau pun seasonal.

    “WMI itu merupakan akselelator untuk brand lokal dalam pengembangan toko offline. Kita didirikan November 2022, sudah punya 40 store dan Aleza bagian 38. Semuanya wajib brand lokal,” ujar Bima.

    WMI yang saat ini juga tengah berekspansi aktif di luar pulau Jawa khususnya Kalimantan dengan kemitraan strategis dari berbagai brand lokal kenamaan. WMI meyakini potensi brand lokal untuk menjadi pemain besar dengan dukungan kapital dan operasional dengan tata kelola yang baik.

    “Tantangan in this economy, untuk ekspansi dengan selektif dan mudah-mudahan ekonomi Indonesia lekas membaik. Dengan tantangan ekonomi ini tentunya kita bisa hadir. Semoga ke depannya akan ada store baru,” pungkas Bima.

    Brand hijab dan busana siap pakai, Aleza Label membuka gerai terbaru di Cibinong City Mall.Brand hijab dan busana siap pakai, Aleza Label membuka gerai terbaru di Cibinong City Mall. Grand opening Aleza, Dia Demona (kiri), Bima Laga (tengah), Indira Hapsari (kanan). Foto: Dok. Aleza. Label.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • East Coast Phase II Destinasi Kuliner Asia Otentik di Kawasan PIK



    Jakarta

    Destinasi kuliner di Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) kini semakin lengkap dan beragam dengan kehadiran East Coast Phase II. Berlokasi strategis di jantung kawasan Golf Island PIK, destinasi terbaru ini menawarkan deretan gerai F&B yang siap memanjakan pengunjung dengan pilihan kuliner Asia yang otentik.

    Tidak hanya untuk bersantap, masing-masing gerai memiliki area yang luas dan nyaman. Sehingga bisa menjadi tempat yang ideal untuk menggelar acara family gathering, hangout bersama teman dan komunitas, maupun acara spesial lainnya.

    Salah satu keunggulan utama dan daya tarik dari East Coast Phase II adalah kehadiran gerai premium, termasuk Michelin Guide Restaurant yang merupakan satu-satunya di Jakarta, yaitu Un-Yang-Kor-Dai. Di bawa langsung dari Singapura, restoran ini menyajikan hidangan khas Thailand & Isaan yang menggugah selera.


    Tidak hanya itu, pilihan kuliner Asia yang dikurasi turut memperkaya ragam pilihan, mulai dari Halal hingga Non-halal, seperti restoran Padang modern-Tuan Mudo, Loong Ge, Dong Khoi Café, Yi Mian, Porky’s Express, dan masih banyak lagi lainnya.

    adv pikDok. Arkana

    Destinasi yang dikonsepkan oleh Arkana, salah satu subsidiary dari Agung Sedayu Group (ASG) ini, tidak hanya hadir sebagai perpanjangan dari fase pertamanya. Tetapi tempat tersebut juga memberikan peningkatan dalam hal keberagaman dan kualitas pengalaman bersantap. Dengan segala keunikan yang ditawarkannya, East Coast Phase II tentunya menjadi destinasi kuliner baru yang wajib dikunjungi di kawasan PIK.

    “Destinasi kuliner dengan konsep terbaru ini akan memberikan pengalaman bersantap yang unik dan inovatif. Berlokasi strategis dan didesain dengan suasana yang cozy, East Coast Phase II akan semakin melengkapi deretan fasilitas di sisi timur Golf Island PIK,” kata Commercial Retail 2 Division Head Lina Huwan dalam keterangan tertulis, Senin (30/9/2024).

    Bagi para pencinta kuliner, pilihan bersantap juga bisa dinikmati di East Coast PIK Phase I yang merupakan pengembangan awal dari destinasi fase kedua ini. Hadir dengan konsep alfresco dining, pengunjung dapat menikmati waktu bersantai dan berkumpul di ruang terbuka sambil menikmati udara sore.

    adv pikDok. Arkana

    Mulai dari kuliner lokal hingga internasional, pengunjung tentunya tidak akan kehabisan opsi bersantap. Adapun tenant yang tersedia seperti Hong Tang, Bao Face, Native, Fu You, Daikoku Suteki, Kayatiam, Secret Sushi, Nasi Tempong Bu Lika, Mugimido, Kasima, dan Spaghetto.

    Selain itu, terdapat juga restoran Bipang Ambawang yang menyajikan hidangan tradisional khas Kalimantan Barat yang memanjakan lidah. Baik bersantap di East Coast PIK Phase I maupun Phase II, pengunjung dapat dengan nyaman mencicipi makanan tanpa harus berjalan jauh, karena kedua destinasi ini saling terintegrasi.

    Selain tenant yang beraneka ragam, East Coast Phase II juga sangat mudah dijangkau oleh pengunjung yang tinggal di area sekitar maupun di luar PIK. Sebab karena lokasinya yang dekat dengan halte TransJakarta di Jalasena Timur. Selain itu, bagi para residen di Kawasan PIK, destinasi ini dapat dijangkau dengan layanan bus commuter gratis.

    Memiliki lokasi yang strategis dan pilihan kuliner Asia otentik yang dikurasi, East Coast Phase II akan menjadi salah satu ikon kuliner di kawasan PIK untuk memanjakan lidah serta merayakan kebersamaan dengan teman maupun keluarga.

    (Content Promotion/East Coast Phase II)



    Sumber : travel.detik.com

  • Bekantan, Maskot Ancol, Ada di Faunaland



    Jakarta

    Siapa bilang harus pergi jauh ke Kalimantan untuk melihat bekantan? Di Faunaland Ancol pengunjung dapat menikmati pengalaman dekat dengan bekantan.

    Bekantan (Nasalis larvatus) merupakan primata langka yang berasal dari Kalimantan. Lewat hidungnya, traveler akan langsung mengingat maskot tempat wisata di Dufan.

    Bekantan memiliki warna bulu yang bervariasi yaitu coklat kemerahan hingga orange. Bukan cuma memiliki pembeda pada hidung panjangnya, ternyata primata ini pandai berenang lho!


    Faunaland Berlokasi di Ecovention Building – Ecopark, Jalan Lodan Raya, Pademangan, Ancol, Jakarta Utara, dekat juga dengan Stasiun KRL Ancol.

    detikTravel datang ke sana, Selasa (24/09/2024) untuk bertemu langsung dengan primata endemik Kalimantan itu. Saat tiba, kami menyebrangi jembatan berwarna coklat tua dengan nuansa keasrian pohon-pohon, menjadikan perjalanan menuju primata unik ini semakin mengesankan.

    Saat tiba, bekantan sedang santai. Di sini traveler bisa mengamati perilaku, karakteristik, warna bulu, cara makan, dan bentuk fisiknya secara lebih dekat.

    Bekantan di Faunaland, Ancol, Jakarta UtaraBekantan di Faunaland, Ancol, Jakarta Utara (Amalia Novia Putri/detikcom)

    “Ciri fisik khas bekantan ada di hidungnya, perbedaan fisik terlihat jelas pada 1 bekantan jantan bernama Simon memiliki hidung yang besar dan panjang, 2 bekantan betina bernama Melani dan Stephani anaknya memiliki hidung cenderung lebih pendek. Hidung pada bekantan jantan jika semakin besar dan panjang menjadi daya tarik lebih bagi bekantan betina,” kata Febri, dokter hewan di Faunaland.

    Selain memiliki ciri fisik yang mencolok yaitu hidung besar dan panjang yang khas, bekantan juga memiliki kemampuan luar biasa dalam hal berenang. Mereka hidup di sepanjang sungai dan hutan bakau, menjadikannya primata yang sangat terampil menyelam di dalam air.

    “Tak hanya bergelantungan di ranting-ranting pohon maupun di pagar kandang, bekantan juga pandai berenang karena memiliki selaput di sela-sela jari kakinya,” ujar Febri.

    Selain adanya edukasi kepada pengunjung, Faunaland juga mengambil langkah dalam menjaga kelestarian bekantan, dari ancaman kepunahan melalui upaya konservasi. Itu sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan peluang kelangsungan hidup bekantan yang terancam punah, dengan memantau dan menjaga perkembang-biakan bekantan dengan teknologi USG, agar memastikan kesehatan dan pertumbuhan janin bekantan.

    “Kita mencoba untuk mengembangbiakan bekantan. kita terus pantau perkembangannya, biasanya saat sudah satu bulan kemungkinan perkembangbiakan berhasil, kita terus pantau dan USG untuk menjaga kehamilan bekantan betina” kata Febri.

    Dikutip dari WWF.id masa depan bekantan berada dalam keadaan yang bisa dibilang kritis. Satwa khas dari Kalimantan ini banyak diburu untuk dikonsumsi dagingnya karena dipercaya dapat menambah stamina. Selain itu, bekantan banyak diperdagangkan untuk dipelihara. Karena inilah populasi bekantan di habitatnya terus menerus dan terancam punah (9/01/2024).

    Faunaland Ancol bisa dikunjungi mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 16.30 WIB setiap hari. detikTravel menyarankan datanglah pagi karena selain bisa melihat primata bekantan traveller juga bisa melihat siamang putih di pulang amang dengan menaiki sampan di perairan Faunaland.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Museum Kayu Tuah Himba, Isinya Wasiat Hutan Kalimantan yang Amat Kaya



    Kutai Kartanegara

    Di tengah isu deforestasi yang makin parah, sebuah oase berdiri di Kutai Kartanegara untuk mencerdaskan anak bangsa tentang kayu dan segala seluk beluknya.

    Namanya Museum Kayu Tuah Himba. Lokasinya berada di Tenggarong, Kutai Kartanegara. Ia berdiri tegak melawan
    gencarnya pembangunan dan laju deforestasi yang kian menggerogoti hutan Kalimantan.

    Bukan sekadar etalase benda mati, museum ini berisi wasiat tentang hutan Kalimantan yang teramat kaya. Wasiat dari hutan Kalimantan di museum ini akan terus berteriak tentang kekayaan yang kian menipis dan warisan alam yang nyaris sirna.


    Berdiri di kawasan Waduk Panji Sukarame, museum ini menyajikan napas sejarah dan geologi Kalimantan yang terangkum dalam jejeran koleksi kayu, fosil, hingga artefak budaya di Tanah Borneo.

    Samiudin, pengelola Museum Kayu Tuah Himba, menjelaskan bahwa museum ini bukan hanya tempat penyimpanan, melainkan cerminan kepedulian atas maraknya kerusakan hutan.

    “Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api, tapi satu batang korek api dapat membakar jutaan pohon,” begitu bunyi pepatah yang terpampang di salah satu sudut museum yang disebut Samiudin sebagai mantra yang terus-menerus didengungkan.

    Gagasan untuk membangun Museum Kayu Tuah Himba bukanlah tanpa alasan. Cikal bakal pendirian museum ini berawal dari keprihatinan mendalam atas kerusakan hutan yang masif di Kalimantan Timur, pada 1990-an. Hutan-hutan yang tadinya perkasa porak-poranda oleh ekspansi industri ekstraktif dan aktivitas ilegal.

    Kondisi itu memicu kegelisahan para pemerhati lingkungan dan mendorong pemerintah daerah untuk mengambil tindakan konkret. Pemerintah daerah kemudian merespons desakan tersebut dan melihat pentingnya sebuah institusi yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk memberi pengenalan, penanaman, pemanfaatan, serta penyimpanan terhadap berbagai jenis kayu yang sudah mulai langka dan hampir punah akibat dari kerusakan hutan yang terjadi.

    Maka lahirlah sebuah ide untuk membangun Museum Kayu Tuah Himba. Pembangunan museum itu dimulai pada 1 Januari 1994 dan diresmikan secara umum pada 25 September 1996.

    Museum kayu yang berada di Tenggarong, Kukar.Museum Kayu yang berada di Tenggarong, Kukar. Foto: Museum kayu yang berada di Tenggarong, Kukar. (Muhammad Budi Kurniawan/detikcom)

    Momentum peresmian ini pun bertepatan dengan Hari Jadi ke-214 Kota Tenggarong, sebuah simbolisasi bahwa pelestarian alam adalah bagian tak terpisahkan dari identitas daerah.

    Nama Tuah Himba menyimpan makna filosofis. Museum Kayu adalah “Odah” (dalam bahasa Kutai) atau tempat untuk menyimpan berbagai jenis kayu.

    Tuah mengandung makna sakti, keramat, berkat (pengaruh), yang mendatangkan keberuntungan. Himba berarti hutan (dalam bahasa Kutai).

    Dengan demikian, Museum Kayu Tuah Himba secara harfiah dapat dimaknai sebagai tempat yang menyimpan berbagai jenis kayu, yang memiliki tuah atau keberkatan dari hutan. Sebuah nama yang merefleksikan harapan agar museum ini menjadi penjaga dan pelestari keberkahan hutan Kalimantan.

    Menyimpan Koleksi Kayu Langka hingga Buaya

    Melangkahkan kaki ke dalam Museum Kayu Tuah Himba adalah memasuki lorong yang menampilkan keanekaragaman hayati dan budaya Kalimantan. Samiudin mengungkapkan bahwa koleksi yang tersimpan di museum ini mencapai kurang lebih 855 jenis. Koleksi yang mencerminkan kekayaan alam dan kreativitas manusia di Kalimantan.

    Mayoritas koleksi, tentu saja, berfokus pada kayu, dengan sekitar 305 jenis kayu, 250 jenis herbarium (spesimen tumbuhan kering yang diawetkan), 105 jenis arboritum (spesimen pohon yang diawetkan), dan 50 jenis rotan.

    Tak hanya kayu dan tumbuhan, museum ini juga memamerkan hasil olahan kayu dan artefak budaya lokal, seperti 35 jenis olahan dari kayu, 12 jenis peralatan dapur tradisional, 17 jenis alat musik, dan 12 jenis alat tangkap ikan tradisional.

    Di antara koleksi kayu dan artefak yang artistik, perhatian pengunjung seringkali tertuju pada sebuah koleksi yang paling mencolok dan punya unsur misteri, buaya Sangatta.

    Museum kayu yang berada di Tenggarong, Kukar.Museum Kayu yang berada di Tenggarong, Kukar. Foto: Museum kayu yang berada di Tenggarong, Kukar. (Muhammad Budi Kurniawan/detikcom)

    Buaya raksasa yang diawetkan ini memiliki cerita yang menjadi legenda lokal. Buaya Sangatta hidup di di daerah rawa-rawa yang bermuara ke laut atau air payau, sebagaimana narasi yang tertera di dekat awetan buaya.

    Buaya itu ditangkap pada 8 Maret 1996 setelah memangsa seorang wanita bernama Hairani (35 tahun), yang tinggal di daerah Sungai Kenyamukan, Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.

    Buaya ini saat ditangkap memiliki panjang 6,8 meter dan berat 850 kilogram. Kemudian lingkar perut 1,8 meter serta berjenis kelamin jantan dan berumur sekitar 70 tahun.

    Selain buaya Sangatta, tepat di sampingnya juga dipamerkan buaya Muara Badak yang diawetkan. Ukurannya juga tampak besar namun lebih kecil dari buaya Sangatta.

    Punya Koleksi Kayu yang Sangat Langka

    Di museum ini, pengunjung dapat melihat berbagai jenis kayu, mulai dari yang masih lestari hingga yang sudah langka.

    “Kayu-kayu yang dipamerkan ini, sebagian masih ada dan ada juga yang sudah hampir punah,” kata Samiudin.

    Museum ini berada di bawah pengelolaan Dinas Pendidikan, Bidang Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Museum Kayu Tuah Himba adalah sebuah monumen. Monumen peringatan atas kerentanan hutan Kalimantan, sekaligus monumen harapan akan masa depan yang lebih lestari.

    Di setiap serat kayu yang terpampang, di setiap awetan hewan yang membisu, dan di setiap artefak yang bercerita, terkandung wasiat tentang menjaga hutan, sebab hutan adalah jantung kehidupan.

    Museum Kayu Tuah Himba juga memamerkan koleksi kayu berkhasiat yang telah lama dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat Kutai Kartanegara, khususnya suku Dayak pedalaman.

    Beberapa jenis kayu yang dipamerkan dengan khasiat luar biasa antara lain Kayu Pasak Bumi atau Tongkat Ali (Eurycoma longifolia jack), sejenis tumbuhan asli Kalimantan yang tumbuh di dataran tinggi tropis yang belum rusak. Kayu ini terkenal sebagai tonikum bagi ibu melahirkan, obat kuat pria, mengatasi demam hingga malaria.

    Ada pula Kayu Gading, atau dalam bahasa Dayak disebut Kayu Ulas, yang banyak tumbuh di sekitar pegunungan Meratus. Teksturnya keras, dan setelah kulit luarnya dibersihkan, warnanya putih kekuningan.

    Kayu gading berkhasiat dapat menolak binatang buas, santet, teluh, guna-guna, dan berbagai ilmu hitam lainnya. Sebuah kepercayaan dan praktik tradisional dalam melindungi diri.

    Selanjutnya, Kayu Sepang atau Kayu Secang (Caesalpinia sappan. L) berkhasiat sebagai pengusir setan, penambah darah setelah melahirkan, penangkal radikal bebas, digunakan sebagai tanda untuk mengetahui kelahiran, dan sebagai pewarna alami berwarna merah.

    Terakhir, ada Kayu Kernanga Hutan (Canangium odoratum) yang berkhasiat sebagai obat malaria, asma, sesak napas, penangkal racun, obat kudis, obat luar untuk pembesaran limpa, demam, bronkitis, dan jamu setelah melahirkan.

    Koleksi ini tidak hanya mendidik pengunjung tentang keanekaragaman hayati Kalimantan, tetapi juga menghargai pengetahuan lokal yang telah diwariskan turun-temurun.

    Selain itu, museum ini juga menyoroti koleksi kerajinan rotan (Calamus). Rotan adalah tumbuhan yang hidup dan berkembang biak di daerah pepohonan lebat atau hutan tropis. Rotan berduri, hampir seluruh batangnya dari pangkal hingga ujung dipenuhi duri kecil yang sangat tajam.

    Untuk di Kabupaten Kutai Kartanegara, etnis yang membudidayakan rotan adalah etnis Kutai dan Dayak, yang biasanya digunakan sebagai bahan pengikat bangunan rumah seperti tiang, atap, lantai, dan dinding.

    Kalimantan memiliki rumpun rotan terbanyak dengan 137 jenis, diikuti 91 jenis di Sumatera, 19 jenis di Jawa, 48 jenis di Irian, 11 jenis di Maluku, satu jenis di Timor-Timor, dan satu jenis di Sumbawa.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Indonesia ‘Terpanggang’, Berapa Suhu Maksimum yang Bisa Ditahan Tubuh Manusia?



    Jakarta

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu maksimum di Indonesia mencapai 37,6°C. Kondisi ini diprakirakan masih akan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025.

    Deputi Bidang MeteorologiBMKGGuswanto menjelaskan penyebab utama suhu panas ini adalah posisi gerak semu Matahari yang berada di selatan ekuator. Faktor lainnya adalah penguatan angin timuran atau Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan hangat.


    “Posisi ini membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan, seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua, menerima penyinaran matahari yang lebih intens sehingga cuaca terasa lebih panas di banyak wilayah Indonesia” kata Guswanto dalam laman BMKG dikutip Jumat (17/10/2025).

    Dengan suhu tinggi, BMKG mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan pada pukul 10.00 hingga 16.00 WIB. Tak hanya itu, BMKG juga meminta warga mewanti-wanti dehidrasi bahkan heatstroke akibat panas ekstrem ini.

    Di tengah suhu panas ini, muncullah pertanyaan baru, berapa suhu maksimum yang bisa ditahan tubuh manusia?

    Suhu Maksimum yang Bisa Ditahan Tubuh Manusia

    Berdasarkan sebuah studi tahun 2020 di jurnal Science Advances, suhu maksimum yang bisa ditahan tubuh manusia adalah 35°C. Hal ini juga disebut dengan suhu bola basah.

    Suhu bola basah tidak sama dengan suhu udara. Sebaliknya, suhu bola basah diukur menggunakan termometer yang dilapisi kain yang dibasahi air, dan metrik yang dihasilkan memperhitungkan panas dan kelembapan.

    “Jika kelembapan rendah tetapi suhu tinggi, atau sebaliknya, suhu bola basah kemungkinan besar tidak akan mendekati titik kritis tubuh manusia,” kata Colin Raymond, penelitipascadoktoral di Laboratorium Propulsi JetNASA yang mempelajari panas ekstrem.

    Namun, ketika kelembapan dan suhu sangat tinggi, suhu bola basah dapat mendekati tingkat yang berbahaya.

    Dilansir dari Live Science, alasan manusia tidak dapat bertahan hidup dalam suhu panas dan kelembapan tinggi adalah karena kita tidak dapat lagi mengatur suhu internal tubuh. Pada titik ini, tubuh menjadi hipertermia, mengalami sengatan panas pada suhu internal di atas 40°C. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti denyut nadi cepat, kebingungan, delirium, kulit gatal, pingsan, dan koma.

    Namun, suhu bola basah 34°C tidak akan langsung menyebabkan kematian. Dibutuhkan waktu sekitar 3 jam agar suhu panas tersebut bisa mematikan.

    (nir/nwk)



    Sumber : www.detik.com