Tag: kalori

  • 10 Minuman untuk Mengecilkan Perut, Alami dan Mudah Ditemui

    Jakarta

    Ada banyak minuman yang bisa dikonsumsi untuk menghilangkan lemak di perut sehingga dapat membuatnya terlihat ramping. Menurut penelitian, minuman menyumbang lebih dari 20 persen kalori harian.

    Jadi, jika ingin mengecilkan perut, pilihlah minuman yang sehat ditambah dengan olahraga yang cukup. Berikut beberapa pilihan minuman untuk mengecilkan perut.

    Minuman untuk Mengecilkan Perut

    Mungkin minuman yang manis terlihat menggiurkan, tapi bisa membuat perut semakin buncit. Untuk itu, kamu bisa memilih minuman ini untuk mengecilkan perut.


    1. Air Putih

    Air putih menjadi pilihan minuman utama untuk menurunkan berat badan dan mempertahankannya. Mengutip laman Eat This Not That, penelitian pada 2019 menunjukkan bahwa intervensi penurunan berat badan yang merekomendasikan air putih sebagai pengganti minuman manis menghasilkan rata-rata penurunan berat badan sebesar 5,15%. Adapun strategi yang sering direkomendasikan adalah minum air putih sebelum makan.

    2. Teh Hijau

    Teh hijau seringkali dianggap jenis teh paling sehat. Hal ini karena banyak penelitian yang menunjukkan manfaat kesehatannya.

    Kombinasi epigallocatechin gallate (EGCG) dan kafein dalam teh hijau dapat membantu meningkatkan metabolisme, meningkatkan pembakaran lemak, dan membantu mempertahankan massa tubuh tanpa lemak dan menurunkan berat badan.

    3. Cuka Sari Apel

    Cuka sari apel mengandung senyawa yang bisa merangsang penurunan berat badan dengan menurunkan kadar insulin. Senyawa tersebut adalah asam asetat.

    Cuka sari apel memperlambat pengosongan perut. Sehingga, menurut Healthline, hal ini bisa membuat kenyang lebih lama dan akan mengurangi makan yang berlebihan.

    Tapi, sebaiknya konsumsi cuka sari apel secukupnya. Sebab, minuman asam semacam ini bisa mengikis gigi. Jangan lupa berkumur dengan air setelah mengkonsumsinya.

    4. Kopi Hitam

    Kopi merupakan minuman sehat yang memberi sejumlah besar antioksidan bermanfaat dan senyawa bioaktif nabati lainnya. Ada bukti yang menunjukkan bahwa kopi hitam atau kopi susu rendah lemak bisa membantu menghilangkan lemak perut dan menurunkan berat badan.

    Sebuah penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition melibatkan peserta penelitian untuk minum empat cangkir kopi per hari. Hasilnya, di antara peserta terdapat rata-rata penurunan 4% lemak tubuh selama 6 bulan. Para peneliti berpendapat bahwa kopi meningkatkan metabolisme sekaligus bertindak seperti penekan nafsu makan.

    5. Air Lemon

    Baik panas maupun dingin, air lemon yang minum saat sarapan bisa membanu menghilangkan lemak perut. Menurut penelitian dalam Nutrition Journal, suplemen hesperidin, flavonoid utama lemon, ditambah kafein meningkatkan penurunan berat badan dan lemak.

    6. Jus Sayuran Mentah

    Membuat jus sayuran merupakan cara yang bagus untuk menurunkan berat badan. Dengan jus sayuran, kamu juga bisa menambahkan tambahan nutrisi yang bermanfaat.

    Mungkin banyak yang tidak mendapatkan porsi sayuran yang direkomendasikan setiap hari. Jadi, jus sayuran menjadi minuman yang tepat. Adapun beberapa sayuran yang baik untuk dijadikan jus adalah wortel, vi, bayam, seledri, dan kangkung.

    7. Teh Jahe

    Jahe seringkali digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati sejumlah penyakit seperti pilek dan radang sendi. Menurut penelitian, jahe mempunyai efek menguntungkan pada penurunan berat badan.

    Sebuah studi yang melibatkan 10 pria yang kelebihan berat badan meminum 2 gram bubuk jahe yang dilarutkan dalam air panas saat sarapan. Hasilnya, mereka merasakan peningkatan rasa kenyang dan penurunan rasa lapar dibandingkan dengan hari-hari ketika teh jahe tidak dikonsumsi.

    8. Jus Nanas

    Jus nanas dipercaya menjadi obat yang baik untuk mengatasi lemak di perut. Menurut NDTV, enzim penting dalam nanas, bromelain dapat membantu metabolisme protein dan membakar kelebihan lemak perut.

    9. Teh Peppermint

    Peppermint membantu mencerna makanan dengan cepat, sehingga mencegah penumpukan lemak. Selain itu, peppermint membantu meredakan kembung yang menyebabkan penumpukan lemak karena makanan tak dicerna dengan baik.

    10. Teh Kayu Manis

    Kayu manis meningkatkan laju metabolisme, sehingga mempercepat penurunan berat badan. Rempah ini sangatlah efektif dalam mengendalikan gula darah dan mengurangi resistensi insulin (IR). IR sendiri yang menjadi penyebab utama peningkatan penimbunan lemak di perut.

    (elk/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Makanan Enak Ini Rendah Kalori dan Cocok untuk Menu Diet


    Jakarta

    Kalori menjadi faktor utama dalam menurunkan berat badan. Karenanya, saat diet menurunkan berat badan pilih beberapa makanan yang rendah kalori.

    Kalori merupakan jumlah energi yang terkandung pada makanan dan minuman. Kalori tentu dibutuhkan oleh tubuh, tetapi masing-masing memiliki batas maksimalnya.

    Rata-rata pria dewasa membutuhkan sekitar 2.500 kalori, sementara wanita dewasa membutuhkan 2.000 kalori. Jika batas asupannya berlebihan maka berpengaruh pada kenaikan berat badan.


    Kuncinya adalah harus memilih makanan yang rendah kalori dan bijak dalam menentukan porsi. Dikutip dari Indiana Express (10/01/24) berikut 5 makanan rendah kalori tersebut.

    1. Jamur

    Fresh mushrooms cookingDalam 100 gram jamur, rata-rata hanya hanya mengandung 22,2 kalori Foto: Getty Images/iStockphoto/goir

    Jamur merupakan makanan yang kaya nutrisi. Jamur kaya akan vitamin B esensial, seperti niasin, riboflavin, asam pantotenat, dan biotin.

    “Jamur dapat mendukung sistem kekebalan tubuh, membantu pencernaan, dan berkontribusi pada pengelolaan berat badan karena rendah kalori,” ujar ahli gizi Pooja Shinde.

    Dalam 100 gram jamur, rata-rata hanya hanya mengandung 22,2 kalori. Karena rendah kalori dan tinggi serat, jamur cocok untuk diet. Kamu bisa mengolah jamur untuk menu harian selama diet. Diolah jadi sup, salad, tumisan atau campuran omelet.

    2. Strawberry

    Strawberry menawarkan banyak manfaat kesehatan. Buah yang asam segar ini mengandung mikronutrien penting seperti vitamin C, mangan, dan serat.

    Menurut ahli gizi Deepti Khatuja, strawberry mengandung polifenol yang tinggi untuk mendukung kesehatan jantung dan membantu mengatur kadar gula darah.

    Rendahnya kalori membuat strawberry cocok jadi camilan sehat. Dalam 100 gram strawberry hanya terdapat 32,5 kalori. Selain bisa dimakan langsung, strawberry juga enak untuk smoothie, salad buah, atau jus segar.

    3. Blueberry

    Ilustrasi blueberryDalam 100 gram blueberry hanya tersedia 57 kcal. Foto: Getty Images/bernie_photo

    Tingginya antioksidan pada blueberry membuat buah ini baik dikonsumsi karena bisa dijadikan sebagai pembangkit tenaga.

    “Ada juga kandungan vitamin C, serat dan mangan yang tinggi mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh, seperti menjaga kadar gula darah hingga kesehatan mata,” tutur ahli gizi.

    Blueberry juga bisa membantu menurunkan berat badan karena kalori di dalamnya terbilang rendah. Dalam 100 gram blueberry hanya tersedia 57 kcal.

    Lebih lanjut, ahli gizi juga menuturkan bahwa rutin mengonsumsi blueberry dapat mengurangi risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan kanker. Blueberry paling enak dibuat smoothie, campuran puding, salad buah atau dipadukan dengan yogurt.

    4. Timun

    Timun juga bagus untuk dikonsumsi dalam menu harian. Khususnya bagi pelaku diet, karena timun termasuk yang rendah kalori.

    Dalam 100 gram timun hanya mengandung kalori sekitar 15 kcal. Selain itu, timun juga bagus untuk menghidrasi tubuh, karena kadar airnya mencapai 96%.

    Menurut ahli gizi Khatuja, sifat mentimun yang rendah kalori dan menghidrasi tubuh membuatnya cocok dikonsumsi bagi penderita diabetes.

    “Timun juga kaya akan vitamin K, yang membuatnya bagus untuk kekuatan dan kesehatan tulang,” tutur Khatuja.

    5. Paprika

    Ternyata Tidak Hanya Berbeda Warna, Paprika Juga Punya Jenis KelaminDalam 100 gram paprika hanya mengandung 20,1 kcal Foto: iStock

    Paprika tinggi akan vitamin C yang berperan besar terhadap fungsi kekebalan tubuh dan kesehatan kulit. Selain itu, juga ada vitamin A yang bagus untuk penglihatan.

    Kalori yang terkandung pada paprika juga terbilang rendah. Dalam 100 gram paprika hanya mengandung 20,1 kcal sehingga cocok dikonsumsi untuk pelaku diet.

    Perannya dalam membantu menurunkan berat badan juga didukung dengan kandungan capsaicin. Senyawa tersebut juga mampu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Ini Rahasia Orang Jepang dan China Tetap Sehat Meski Sering Makan Mie


    Jakarta

    Makanan olahan dari tepung seperti mie instan kerap dikonsumsi oleh orang Jepang, Korea, hingga China. Walau suka makan mie tapi banyak dari mereka yang tetap sehat lagi kurus. Rupanya, ada rahasia nih yang bikin mereka demikian.

    Sesuai namanya, mie instan menawarkan penyajian yang praktis. Dengan bahan dasar tepung yang bisa mengenyangkan serta dilengkapi paket kecil bumbu, membuatnya semakin mudah untuk dikonsumsi.

    Karena itu, tak heran kalau mie jadi hidangan favorit bagi sebagian orang. Termasuk mereka yang tinggal di beberapa negara Asia, seperti China, Hong Kong, Korea, serta Jepang. Negara-negara tersebut bahkan dikenal memiliki berbagai merek dan jenis mie instan tersendiri.


    Namun, memakan terlalu banyak mie instan disebut mampu memberi dampak negatif bagi kesehatan, yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, kanker, sampai sindrom metabolik.

    Menurut laman Healthline, ini lantaran mie instan kekurangan nutrisi penting bagi tubuh, termasuk protein, serat, hingga vitamin. Makanan ini juga kurang mengandung antioksidan dan fitokimia yang berdampak baik bagi kesehatan.

    Terlebih, kalori dan kadar sodium yang dikandungnya juga sangat tinggi. Satu bungkus mie instan diperkirakan mengandung 1.760 mg natrium, atau 88% dari rekomendasi 2 gram yang disarankan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Demikian jika mengkonsumsi mie secara rutin, baik setiap hari maupun beberapa kali dalam sehari, bisa menyebabkan masalah kesehatan bagi tubuh.

    Tapi, apa rahasia yang membuat orang-orang China, Jepang, serta Korea tetap sehat meski sering makan mie?

    Rahasia Sehat Orang Jepang dan China Meski Sering Makan Mie

    Dalam salah satu kajiannya, dr Zaidul Akbar pernah mengungkap rahasia sehat warga Jepang, Korea, Hong Kong, hingga China meski sering makan mie. Rahasianya adalah bahwa mereka punya kebiasaan dan hobi berjalan kaki.

    “Kalau yang pernah ke Hong Kong lihat orang jalan ke stasiun itu bisa 14.000 langkah,” ujar dr Zaidul Akbar.

    “Meskipun makan mie gak sehat ya, mungkin lemak atau kalori jadi terbakar pas jalan kaki. Masalahnya kan di kebiasaan. Kalau orang Indonesia kan jarang jalan kaki,” tambahnya.

    Jalan kaki termasuk olahraga yang ringan dan mudah, tapi ia disebutkan punya segudang manfaat. Dilansir situs Better Health Channel, berjalan kaki di antaranya bisa membakar kalori, mengurangi kelebihan lemak tubuh, sampai menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, serta kanker.

    Bukan kebiasaan jalan kakinya saja, penggunaan bahan-bahan untuk memasak dikatakan berpengaruh bagi kesehatan. Orang-orang China hingga Jepang sering memakai jenis bawang-bawang dan sayuran pada masakannya.

    “Mereka sangat suka makan bawang-bawangan dan sayuran. Itu sehat punya banyak manfaat,” ucap dr Zaidul Akbar.

    Tak hanya itu, mereka juga terbiasa mengkonsumsi makanan segar. Dalam artian, tidak memakan hidangan yang dipanaskan kembali. Sebab masakan yang dipanaskan lagi akan teroksidasi.

    “Mereka pesan apa, masak, selesai, (kemudian makan) dan habis. Itu yang bagus masak, bukan yang dipanaskan. Semua yang dipanaskan pasti teroksidasi,” tutur dr Zaidul Akbar.

    Nah, itu dia rahasia mengapa orang China sampai Jepang tetap sehat walau kerap mengkonsumsi mie instan.

    (fds/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • Lari 30 Menit Bisa Bakar Ribuan Kalori? Ini Perhitungannya yang Bikin Kaget

    Jakarta

    Salah satu manfaat lari yang bisa kita rasakan yaitu pembakaran kalori. Apa detikers pernah penasaran berapa kalori terbakar saat lari 30 menit?

    Hal ini penting diketahui terutama bagi detikers yang sedang dalam program mengurangi berat badan atau ingin mendapatkan berat badan yang ideal.

    Selain durasi berlari, terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi jumlah kalori yang terbakar. Beberapa di antaranya seperti berat badan, kecepatan, berlari, lokasi lari, hingga tingkat elevasi medan lari yang dilalui.


    Pada artikel kali ini, detikSport telah merangkum perhitungan berapa kalori yang terbakar saat berlari 30 menit. Yuk, simak sampai selesai!

    Perhitungan Kalori yang Terbakar saat Berlari 30 Menit

    Beberapa aspek seperti berat badan, kecepatan lari, hingga usia juga mempengaruhi jumlah kalori yang dibakar saat berlari 30 menit.

    Harvard Health Publishing melaporkan bahwa berlari dengan kecepatan 8 km/jam mampu membakar kalori dengan jumlah yang berbeda-beda, yaitu bagi berat badan 57 kg (240 kalori), 70 kg (155 kalori), dan 83 kg (185 kalori).

    Estimasi tersebut dapat berubah jika kecepatannya juga diubah, misalnya menjadi 9,6 km/jam, maka akan membakar sebesar 495 kalori (57 kg), 360 kalori (70 kg), dan 420 kalori (83 kg).

    Namun, perhitungan tersebut masih berupa estimasi. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pembakaran kalori saat berlari. Beberapa di antaranya yaitu berat badan, durasi, dan identitas lari.

    Agar dapat mengestimasikan dengan tepat, detikers dapat menggunakan beberapa aplikasi kalkulator kalori seperti runbundle. Aplikasi ini memungkinkan kita untuk dapat menghitung jumlah kalori yang terbakar dengan menginput beberapa data seperti berat badan, jarak, durasi lari, hingga tingkat elevasi medan lari.

    Women running in to the shadowKalori yang terbakar saat olahraga lari punya rumus penghitungan. Foto: Getty Images/Primoz_Korosec

    Selain menggunakan aplikasi, detikers juga bisa menghitung kalori yang terbakar menggunakan rumus sederhana. Rumus ini digunakan dalam dunia olahraga untuk mengestimasi energy expenditure. Rumusnya sebagai berikut.

    Calories = (Time x MET x 3.5 x Weight) / 200

    Rumus ini memiliki keterangan dimana time merupakan waktu atau durasi berlari, weight (berat badan), 3.5 (konstanta angka konsumsi oksigen) dengan satuan ml/kg/min, 200 (faktor konversi kalori), dan MET (Metabolic Equivalent of Task), yaitu angka pada intensitas lari.

    Demikianlah pembahasan terkait perhitungan berapa kalori terbakar saat lari 30 menit. detikers dapat memilih untuk menggunakan aplikasi atau rumus sederhana. Semoga membantu ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • 6 Makanan Berkalori Tinggi yang Bisa Bikin Diet Gagal Total

    Jakarta

    Makanan berkalori tinggi jika dikonsumsi bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan menggagalkan diet. Dikutip dari laman Medical News Today, kalori adalah satuan yang menunjukkan jumlah energi yang bisa diperoleh dari makanan dan minuman. Tubuh membutuhkan kalori dalam jumlah yang cukup agar bisa beraktivitas setiap harinya.

    Kendati demikian, terlalu banyak mengonsumsi makanan berkalori tinggi juga tidak baik untuk kesehatan. Ketika mengonsumsi kalori melebihi apa yang dibutuhkan oleh tubuh, maka kelebihan kalori tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak. Hal inilah yang menyebabkan berat badan meningkat dan membuat perut terlihat buncit.

    Makanan Berkalori Tinggi yang Harus Dihindari

    Sebagian besar program diet berfokus pada membatasi asupan kalori harian guna membantu proses menurunkan berat badan. Salah satu caranya adalah dengan mengurangi konsumsi makanan-makanan yang berkalori tinggi. Apa saja jenis makanan tersebut? Berikut ulasannya.


    1. Roti tawar

    Roti tawar merupakan salah satu makanan yang sering disantap saat sarapan. Biasanya, roti tawar terbuat dari tepung gandum yang sudah dihaluskan.

    Dikutip dari laman Medical News Today, tepung jenis ini tidak baik dikonsumsi saat sedang diet lantaran mengandung karbohidrat dan kalori yang sangat tinggi. Selain itu, tepung gandum halus tersebut juga tidak memiliki kandungan serat, protein, serta nutrisi penting lain yang dibutuhkan tubuh saat sedang diet.

    2. Es krim

    Camilan lezat satu ini termasuk makanan berkalori tinggi yang harus dihindari saat sedang diet. Selain memiliki kandungan gula yang tinggi, es krim juga mengandung lemak yang tentunya dapat menghambat usaha menurunkan berat badan.

    3. Buah kering

    Buah kering adalah buah yang diproses dengan cara dikeringkan, baik dengan mesin pengering maupun bantuan sinar matahari. Meski terbuat dari buah segar, buah kering tidak bisa menggantikan manfaat yang dimiliki oleh buah aslinya.

    Selain memiliki kandungan air yang lebih sedikit, buah kering cenderung memiliki kalori yang lebih padat dibandingkan buah segar. Tak hanya itu, buah kering juga memiliki kandungan fruktosa yang lebih tinggi. Alhasil, kalori dalam buah kering jauh lebih tinggi dibandingkan buah segar meskipun dalam takaran yang sama. Karenanya, jangan mengonsumsi buah kering secara berlebihan saat sedang diet ya.

    4. Pizza

    Pizza adalah makanan tinggi kalori yang betul-betul harus dijauhi saat sedang melakukan diet. Pizza terbuat dari adonan tepung terigu yang kemudian ditambahkan dengan beraneka topping seperti peperoni, keju, mayonaise, saus, dan lain sebagainya.

    Kombinasi bahan-bahan tersebut membuat pizza menjadi makanan dengan kalori yang sangat tinggi. Bahkan, satu slice pizza saja bisa memiliki 285-300 kalori. Karena itu, sebisa mungkin hindari mengonsumsi pizza saat sedang diet.

    5. Keripik kentang

    Keripik kentang memang memiliki bentuk yang tipis, tapi di balik penampilannya camilan favorit ini memiliki kalori yang cukup tinggi. Proses memasak secara digoreng juga membuat keripik kentang memiliki kadar lemak sehingga bisa memicu kenaikan berat badan.

    Tak hanya itu, keripik kentang juga kerap ditambahkan dengan garam sebagai penyedap rasa. Akibatnya, camilan ini dapat dengan mudah menggagalkan diet dan membuat berat badan membengkak.

    6. Cokelat

    Kebanyakan jenis cokelat mengandung gula tambahan dan lemak yang cukup tinggi. Sehingga, mengonsumsi terlalu banyak cokelat dapat membuat seseorang mengalami peningkatan berat badan hingga bahkan memicu sejumlah penyakit kardiovaskular.

    Tapi perlu diingat, beberapa jenis cokelat tertentu dapat membantu menurunkan berat badan. Misalnya, cokelat hitam atau dark chocolate yang kaya akan antioksidan dan dapat membantu menekan rasa lapar. Kendati demikian, cokelat hitam juga memiliki kandungan gula dan lemak sehingga konsumsinya harus tetap dibatasi.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 8 Camilan Rendah Kalori untuk Diet, Nikmat dan Nggak Bikin Badan Melar

    Jakarta

    Diet adalah salah satu cara yang dilakukan banyak orang untuk menurunkan berat badan. Ketika menjalani diet, seseorang biasanya akan membatasi diri untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman tertentu yang bisa memicu kenaikan berat badan.

    Terdengar mudah memang, namun pada kenyataannya ada banyak sekali godaan yang bisa menggagalkan program diet. Misalnya, hasrat ingin ngemil.

    Permasalahannya adalah, camilan yang ‘lezat’ biasanya mengandung gula, karbohidrat, atau kalori tinggi yang dapat malah dapat membuat berat badan meningkat. Makanan-makanan tersebut tentunya dapat membuat usaha diet yang dilakukan menjadi sia-sia.


    Untungnya, ada sejumlah camilan sehat rendah kalori yang aman dikonsumsi saat diet. Nah, buat yang susah menahan keinginan buat ngemil saat sedang diet, berikut rekomendasi camilan rendah kalori yang bisa dicoba.

    Camilan Rendah Kalori untuk Diet

    1. Kacang Almond

    Kacang almond adalah salah satu makanan ‘superfood’ yang direkomendasikan untuk diet. Kacang almond mengandung protein nabati yang dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.

    Selain itu, kacang almond juga mengandung lemak tak jenuh yang bisa membantu menurunkan kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) dalam tubuh. Jadi selain untuk diet menurunkan berat badan, kacang almond juga cocok dikonsumsi oleh orang yang sedang diet untuk menurunkan kolesterol.

    2. Edamame

    Kacang polong khas Negeri Tirai Bambu ini cukup nikmat disantap sebagai camilan saat diet loh. Dikutip dari laman WebMD, edamame mengandung protein dan serat yang mengenyangkan. Bahkan, 1/3 cangkir kacang edamame hanya mengandung sekitar 63 kalori. Tak heran jika edamame cocok dijadikan kudapan saat sedang diet.

    3. Pisang dan Selai Kacang

    Kombinasi pisang dan selai kacang sangat cocok disantap oleh orang yang ingin ngemil makanan manis dan gurih. Tidak hanya dari segi rasa, khasiat pisang dan selai kacang juga bisa membantu menurunkan berat badan loh.

    Pisang mengandung potasium yang penting untuk menunjang fungsi saraf dan otot. Sementara, selai kacang mengandung protein tinggi dan karbohidrat rendah yang tak hanya mengenyangkan, tapi juga bisa memberikan energi untuk beraktivitas. Tapi ingat, selalu cek kemasan pada selai kacang untuk mengetahui apakah ada bahan tambahan seperti minyak atau pengawet.

    4. Hummus

    Hummus adalah hidangan berupa selai atau saus yang terbuat dari kacang arab yang digiling dan dicampur dengan bahan-bahan lainnya, seperti bawang putih, minyak zaitu, dan tahini (bumbu yang terbuat dari biji wijen dan kulit jagung).

    Karena terbuat dari kacang-kacangan, hummus memiliki kandungan protein dan serat yang cukup tinggi. Salah satu cara terbaik mengonsumsi hummus adalah dengan menjadikannya sebagai saus ‘cocol’ yang disantap dengan sayur-sayuran seperti wortel, timun, seledri, dan masih banyak lagi.

    5. Telur Rebus

    Ingin ngemil tapi nggak mau ribet? Maka telur rebuslah solusinya. Seperti yang sama-sama diketahui, telur merupakan salah satu sumber protein terbaik yang mudah untuk didapatkan. Protein dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga menjadi salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan saat sedang diet.

    Cukup rebus beberapa butir telur, kemudian simpan di dalam kulkas. Telur rebus dapat bertahan selama satu minggu dalam kulkas, jadi ketika ingin ngemil, tinggal ambil dan disantap. Tapi ingat, kuning telur memiliki kadar kolesterol yang cukup tinggi, sehingga konsumsinya harus dibatasi.

    6. Coklat Hitam

    Mungkin banyak yang menganggap coklat sebagai salah satu pantangan saat sedang menjalani diet. Tapi, tidak semua jenis coklat bisa menggagalkan diet kok.

    Misalnya coklat hitam. Coklat hitam yang terbuat dari kakao berkualitas kaya akan flavonoid, yakni senyawa antioksidan dan antiperadangan yang dapat melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Tak hanya itu, coklat hitam juga mengandung serat dan karbohidrat dalam jumlah yang tidak terlalu banyak, sehingga cukup mengenyangkan untuk disantap saat sedang diet.

    Sedikit tips dalam membeli coklat hitam berkualitas, carilah coklat hitam yang setidaknya memiliki kandungan kakao sebesar 70 persen. Semakin tinggi persentase kakaonya, maka semakin rendah pula gula dalam coklat tersebut.

    7. Popcorn

    Mungkin banyak yang bertanya-tanya, kok bisa popcorn jadi camilan buat diet? Dikutip dari WebMD, popcorn merupakan salah satu camilan yang disarankan untuk orang yang sedang diet, dengan catatan popcorn tersebut dimasak tanpa menggunakan mentega, garam, atau bahan penyedap lainnya.

    Satu cangkir popcorn mengandung sekitar 31 kalori. Selain itu, teksturnya yang ‘crunchy’ juga memuaskan hasrat orang-orang yang ingin ngemil makanan garing.

    8. Smoothie Buah

    Buah-buahan merupakan salah satu menu wajib bagi orang yang sedang diet. Tapi, mengonsumsi buah yang begitu-begitu saja setiap hari tentu akan membuat bosan.

    Nah, salah satu cara terbaik adalah dengan mengolah buah-buahan tersebut menjadi smoothie. Biasanya, buah yang sering dijadikan smoothie adalah beri-berian seperti stroberi, blackberi, blueberi, dan raspberi. Smoothie buah tersebut juga bisa dikombinasikan dengan berbagai camilan sehat lainnya, jadi pasti nggak bosan deh.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 4 Cara Simpel Meningkatkan Metabolisme Tubuh agar Cepat Kurus

    Jakarta

    Metabolisme adalah salah satu aspek penting dalam proses penurunan berat badan. Sebab, semakin cepat metabolisme tubuh maka semakin banyak pula kalori yang dibakar. Jika pembakaran kalori berjalan dengan baik, tentu proses penurunan berat badan berjalan lebih optimal.

    Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan metabolisme? Dikutip dari Cleveland Clinic, metabolisme adalah proses pembakaran kalori dari makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh untuk menghasilkan energi.

    Metabolisme dapat dipengaruhi sejumlah faktor, seperti usia, jenis kelamin, massa otot, berat badan, hingga tingkat aktivitas fisik. Selain itu, sejumlah kebiasaan simpel yang kita lakukan sehari-hari juga dapat memengaruhi metabolisme dan proses pembakaran kalori dalam tubuh.


    Dikutip dari berbagai sumber, berikut sederet kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan untuk meningkatkan metabolisme agar cepat kurus.

    1. Konsumsi Banyak Protein

    Mengonsumsi makanan tertentu dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Sebab, setiap makanan memiliki thermic effect of food (TEF) atau efek termis makanan yang berbeda.

    TEF adalah indikator yang mengacu pada jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna, menyerap, dan memproses kandungan gizi dalam makanan. Di antara seluruh nutrisi, protein memiliki efek termal paling besar, yakni 20-30 persen. Artinya, dari setiap 100 kalori yang dikonsumsi, 20-30 kalori akan digunakan untuk memproses protein tersebut.

    Karenanya, memperbanyak asupan protein dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran kalori. Selain itu, protein juga mampu mencegah penurunan massa otot yang sering terjadi akibat diet.

    2. Tidur yang Cukup

    Banyak orang yang menyepelekan manfaat tidur yang cukup dan berkualitas. Padahal, tidur malam yang nyenyak merupakan faktor penting dalam proses penurunan berat badan.

    Kurang tidur dapat memengaruhi kadar ghrelin, yakni hormon yang mengatur rasa lapar dan nafsu makan. Akibatnya, orang yang kurang tidur cenderung selalu merasa lapar dan sulit menurunkan berat badan.

    Sebuah studi yang dilakukan pada 2019 juga menemukan orang yang kurang tidur seslama empat malam atau lebih dapat mengalami penurunan metabolisme.

    3. Minum Kopi

    Kopi memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan, dan salah satunya adalah mendukung proses metabolisme tubuh.

    Penelitian menunjukkan kafein dalam kopi dapat memicu tubuh untuk melepaskan epinefrin, yakni hormon yang mengatur cara tubuh dalam memproses lemak.

    Namun, efek ini dapat bervariasi pada masing-masing orang. Contohnya, sebuah studi menunjukkan kafein lebih efektif meningkatkan pembakaran lemak selama berolahraga pada individu dengan gaya hidup kurang aktif (sedentary) dibandingkan atlet terlatih.

    4. Sering Berdiri dan Jalan Kaki

    Kebanyakan duduk dapat berdampak negatif pada kesehatan. Sebab, selama duduk tubuh akan membakar lebih sedikit kalori sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

    Sebuah ulasan yang diterbitkan pada 2018 mengungkapkan berdiri atau berjalan kaki saat bekerja dapat membantu menurunkan berat badan, lemak tubuh, lingkar pinggang, tekanan darah sistolik dan diastolik, trigliserida puasa, kolesterol total, dan insulin.

    Jika sering duduk saat bekerja, cobalah untuk sesekali berdiri dan berjalan kaki untuk mengimbangi waktu yang dihabiskan saat duduk. Hal ini dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan pengaturan kadar gula darah, yang tentunya berkontribusi terhadap penurunan berat badan.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Panduan Intermitten Fasting, Metode Diet yang Bikin Marshanda Turun 17 Kg

    Jakarta

    Aktris Marshanda sukses menurunkan berat badannya sebanyak 17 kg. Salah satu metode diet yang dia lakukan adalah puasa intermitten atau intermitten fasting.

    “Aku intermittent fasting, menunya ada, sama saja,” ujarnya Marshanda kepada awak media.

    Intermitten fasting (IF) adalah metode diet yang melibatkan siklus makan dan tidak makan secara bergantian. Ada banyak metode intermitten fasting yang bervariasi dalam jumlah hari puasa dan jatah kalori.


    Dikutip dari Medical News Today, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan ini dapat memberikan manfaat seperti menurunkan massa lemak, kesehatan yang lebih baik, dan peningkatan umur panjang.

    Pola intermitten fasting didasarkan pada jadwal yang ditetapkan dan tidak mengikuti waktu acak. Meskipun demikian, pengalaman setiap orang tentang intermitten fasting bersifat individual, dan gaya yang berbeda akan cocok untuk orang yang berbeda.

    Ada berbagai metode puasa intermitten, tiap orang bisa memiliki aturan yang berbeda. Berikut panduan intermitten fasting.

    1. Puasa selama 12 jam sehari

    Aturan untuk diet ini sederhana. Seseorang perlu memutuskan dan mematuhi jendela puasa 12 jam setiap hari.

    Menurut beberapa peneliti, berpuasa selama 10-16 jam dapat membuat tubuh mengubah simpanan lemaknya menjadi energi. Ini akan mendorong penurunan berat badan.

    Jenis rencana puasa intermitten ini mungkin merupakan pilihan yang baik untuk pemula. Ini karena jendela puasa relatif kecil, sebagian besar puasa terjadi saat tidur, dan orang tersebut dapat mengonsumsi jumlah kalori yang sama setiap hari.

    Cara termudah untuk melakukan puasa 12 jam adalah dengan memasukkan periode tidur dalam jendela puasa.

    Misalnya, seseorang dapat memilih untuk berpuasa antara pukul 7 malam dan 7 pagi. Mereka harus menyelesaikan makan malam sebelum pukul 7 malam dan menunggu hingga pukul 7 pagi untuk sarapan tetapi akan tertidur selama sebagian besar waktu di antaranya.

    2. Puasa selama 16 jam

    Puasa selama 16 jam sehari, menyisakan jendela makan selama 8 jam, disebut metode 16:8 atau diet Leangains.

    Selama diet 16:8, pria berpuasa selama 16 jam setiap hari, dan wanita berpuasa selama 14 jam. Jenis puasa berselang ini mungkin bermanfaat bagi seseorang yang telah mencoba puasa 12 jam tetapi tidak melihat manfaat apa pun.

    Pada metode puasa ini, orang biasanya menyelesaikan makan malam mereka pada pukul 8 malam dan kemudian melewatkan sarapan keesokan harinya, tidak makan lagi hingga tengah hari.

    3. Puasa selama 2 hari dalam seminggu

    Orang yang mengikuti diet 5:2 mengonsumsi makanan sehat dalam jumlah standar selama 5 hari dan mengurangi asupan kalori pada 2 hari lainnya.

    Selama 2 hari puasa, pria umumnya mengonsumsi 600 kalori dan wanita 500 kalori.

    Biasanya, orang memisahkan hari puasa mereka dalam seminggu. Misalnya, mereka mungkin berpuasa pada hari Senin dan Kamis dan makan secara teratur pada hari-hari lainnya.

    Harus ada setidaknya 1 hari tanpa puasa di antara hari-hari puasa.

    Ada penelitian terbatas tentang diet 5:2, yang juga dikenal sebagai diet Puasa. Sebuah studi yang melibatkan 107 wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas menemukan bahwa pembatasan kalori dua kali seminggu dan pembatasan kalori terus-menerus keduanya menyebabkan penurunan berat badan yang serupa.

    Studi tersebut juga menemukan bahwa diet ini mengurangi kadar insulin dan meningkatkan sensitivitas insulin di antara para peserta.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • 5 Kesalahan Saat Diet yang Malah Bikin Perut Makin Buncit, Segera Hentikan

    Jakarta

    Diet merupakan salah satu cara paling umum dan efektif untuk menurunkan berat badan. Namun, diet tidak bisa dilakukan asal-asalan loh.

    Pasalnya, mengadopsi kebiasaan diet yang salah justru dapat menghambat penurunan berat badan. Kebiasaan yang dikira ‘sehat’ malah membuat berat badan semakin membengkak.

    Dikutip dari Livestrong, berikut kesalahan paling umum saat diet yang bisa membuat berat badan tak kunjung turun.


    1. Asal-asalan minum smoothie

    Smoothie adalah salah satu minuman yang kerap dikonsumsi saat diet. Smoothie biasanya terbuat dari campuran buah, sayur, susu, biji-bijian, hingga gandum.

    Smoothie memang bisa menjadi tambahan yang sehat untuk diet. Namun jika dikonsumsi sembarangan, smoothie malah memberikan dampak buruk pada penurunan berat badan.

    Ahli gizi Amy Gorin, RDN mengungkapkan kesalahan saat membuat smoothie adalah menambahkan terlalu banyak bahan, sehingga menambah jumlah kalorinya.

    “Smoothie bisa menjadi makanan yang lezat dan seimbang. Di sisi lain, smoothie bisa saja mengandung hingga setengah kalori harian” ujarnya.

    Agar kandungan kalori dalam smoothie tetap terkendali, Gorin menyarankan untuk menggunakan satu jenis lemak sehat per porsi. Misalnya, menambahkan sepertiga alpukat, satu sendok makan selai kacang, atau seperempat cangkir kacang-kacangan.

    2. Terlalu membatasi makanan yang disukai

    Diet kerap ‘mewajibkan’ seseorang untuk tidak mengonsumsi makanan yang disukai. Namun, terlalu membatasi diri justru bisa memberikan dampak negatif terhadap penurunan berat badan.

    “Ini adalah pendekatan yang sering menjadi bumerang. Jika Anda menyukai kentang goreng, tetapi tidak boleh memakannya, akan sangat sulit untuk mengatasi larangan ini selamanya,” kata ahli diet dan nutrisi Samantha Cassetty, RD.

    Cassetty mengatakan sebenarnya tidak masalah untuk makan kentang goreng atau makanan apapun yang digemari. Menurutnya, hal terpenting dalam diet adalah konsistensi.

    “Jadi setelah makan burger atau kentang goreng pada hari Selasa, kembalilah ke kebiasaan sehat Anda pada waktu makan berikutnya,” imbuhnya.

    3. Mengkompensasi kelebihan makan dengan olahraga

    Godaan untuk mengonsumsi makanan yang tidak menyehatkan memang sulit dilawan, apalagi ketika sedang diet. Beberapa orang mungkin berpikir olahraga bisa mengenyahkan kalori usai bablas melahap makanan yang tidak sehat, akan tetapi faktanya tidak demikian.

    “Sebenarnya, olahraga hanya (berkontribusi) sekitar 20 persen dalam menurunkan berat badan. Jika Anda ingin menurunkan berat badan, hasilnya akan jauh lebih efektif dengan membuat perubahan pada apa yang Anda makan,” kata Cassetty.

    Cassetty menambahkan olahraga juga bisa meningkatkan nafsu makan pada sebagian orang. Alhasil, mereka malah makan lebih banyak sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

    4. Mengurangi kalori secara drastis

    Defisit kalori memang menjadi salah satu metode paling efektif untuk menurunkan berat badan. Namun, penurunan asupan kalori yang terlalu drastis bisa memicu sejumlah gangguan kesehatan.

    “Anda membutuhkan kalori yang cukup untuk mendukung tingkat aktivitas harian Anda, termasuk olahraga. Saya yakin merasa sengsara, lapar, dan kekurangan energi bukanlah cara ideal untuk mencapai tujuan Anda,” tutur Gorin.

    Mengonsumsi terlalu sedikit kalori juga dapat berdampak buruk pada metabolisme tubuh. Hal ini dapat mempersulit penurunan berat badan, dan bahkan menyebabkan kegemukan.

    5. Mengadopsi tren diet yang salah

    Sekarang ini, ada banyak tren diet yang diklaim ‘manjur’ menurunkan berat badan. Akan tetapi, metode diet yang efektif untuk satu orang belum tentu memberikan hasil yang sama pada orang lain.

    “Saya mengingatkan orang-orang bahwa hanya karena sahabat Anda berhasil menurunkan berat badan dengan mengikuti program tertentu, bukan berarti program itu tepat untuk Anda,” ucap Cassetty.

    Penelitian menunjukkan tidak ada metode diet terbaik yang berlaku untuk semua orang. Cassetty menyarankan orang-orang untuk memilih diet yang sesuai dalam hal jadwal, selera makan, dan preferensi agar mereka bisa menikmati proses penurunan berat badan tersebut.

    “Jadi sebaiknya ketahui apa yang penting bagi Anda dan apa saja pengorbanan yang mungkin ingin Anda lakukan, serta temukan cara menurunkan berat badan yang sejalan dengan nilai-nilai tersebut,” pungkas Cassetty.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Pakar Nutrisi Ungkap 7 Buah yang Baik untuk Diet, Apa Saja?

    Jakarta

    Buah-buahan adalah makanan yang sering dianjurkan untuk diet. Hal ini karena buah-buahan mengandung berbagai nutrisi yang dapat mendukung penurunan berat badan, yakni serat dan air.

    Pakar nutrisi Samantha Cassetty, RD, menjelaskan serat dan air yang ada pada buah-buahan dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.

    “Ini akan membantu Anda makan lebih sedikit dan mengurangi asupan kalori. Hal itu dapat mendorong penurunan berat badan,” ujar Cassetty dikutip dari Today, Senin (9/9/2024).


    Buah-buahan juga cenderung memiliki kalori yang rendah. Karenanya, mengonsumsi buah-buahan dapat membantu seseorang mencapai defisit kalori yang mendukung penurunan berat badan.

    Buah yang Baik untuk Diet

    Setiap jenis buah memiliki manfaat untuk kesehatan. Namun, ada beberapa jenis buah yang punya khasiat lebih untuk menurunkan berat badan.

    Berikut rekomendasi buah yang baik untuk diet dari Cassetty:

    1. Apel

    Menurut Cassetty, apel adalah rajanya buah untuk diet. Apel berukuran besar bisa mengandung 5 gram serat, yang terdiri atas serat larut (soluble fiber) dan serat tak larut (insoluble fiber).

    “Kedua jenis serat tersebut dibutuhkan untuk kesehatan, tetapi serat larut dapat membantu mengatur nafsu makan dengan cara memperlambat pengosongan lambung, sehingga Anda kenyang lebih lama,” tuturnya.

    Karena teksturnya yang renyah, apel membutuhkan waktu lebih lama untuk dikunyah dibandingkan buah-buahan lain. Cassetty mengatakan mengunyah makanan lebih lama terbukti dapat meningkatkan rasasa kenyang.

    “Apel juga menarik air ke dalam usus besar Anda, yang terbukti membantu mengurangi nafsu makan dan keinginan untuk makan di waktu berikutnya,” imbuhnya.

    2. Blueberry

    Blueberry kaya akan senyawa antioksidan bernama antosianin yang terbukti dapat membantu mengelola dan mencegah kenaikan berat badan yang signifikan.

    Sebuah studi yang dilakukan pada perempuan kembar menunjukkan asupan antosianin yang lebih tinggi dikaitkan dengan massa dan jumlah lemak yang lebih sedikit. Meski pasangan kembar tersebut memiliki penanda genetik yang sama, perempuan yang mengonsumsi blueberry lebih banyak memiliki persentase lemak tubuh yang lebih rendah dibanding saudara kembarnya yang mengonsumsi blueberry lebih sedikit.

    3. Semangka

    Penelitian menunjukkan semangka dapat membantu meningkatkan rasa kenyang dan menurunkan berat badan dengan mudah. Mengonsumsi semangka dapat secara signifikan mengurangi rasa lapar dan keinginan untuk makan sepanjang hari.

    “Mereka (yang rutin makan semangka) juga kehilangan lebih banyak berat badan dibandingkan orang yang mengonsumsi kue kering dengan jumlah kalori yang sama,” ucap Cassetty.

    4. Alpukat

    Alpukat adalah salah satu buah yang paling banyak mengandung lemak sehat. Sebuah studi yang dilakukan pada 2013 menunjukkan bahwa menambahkan 1/2 potong alpukat ke menu makan siang dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi keinginan untuk makan hingga 28 persen selama lima jam setelah makan.

    5. Kiwi

    Cassetty mengatakan mengonsumsi dua buah kiwi sebelum tidur terbukti meningkatkan kualitas dan durasi tidur sebesar 13 persen. Waktu tidur ekstra ini dapat membantu tubuh menghilangkan lebih banyak lemak.

    Studi lain juga menemukan konsumsi dua buah kiwi setiap hari dapat membantu mengurangi lemak tubuh pada orang dewasa muda yang mengalami obesitas.

    6. Pisang

    Mengonsumsi pisang yang belum matang ternyata dapat memberikan manfaat positif dalam menurunkan berat badan.

    Cassetty menjelaskan pisang yang belum matang mengandung zat bernama pati resisten. Pati resisten ini dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga memudahkan seseorang dalam menjaga asupan kalori hariannya.

    “Pati ini juga memiliki aktivitas prebiotik, yang meningkatkan kesehatan mikrobioma usus yang berperan dalam mengatur berat badan,” sambungnya.

    7. Pir

    Cassetty mengatakan pir mengandung sekitar 6 gram serat, dan sebagian besar terdiri dari serat larut. Serat jenis ini dapat membantu meningkatkan rasa kenyang, mengurangi porsi makan, dan mendorong penurunan berat badan.

    “Sebuah studi selama 12 minggu menemukan mengonsumsi dua buah pir sehari (dibandingkan dengan jus pir) dikaitkan dengan ukuran pinggang yang lebih kecil,” tandasnya.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto