Tag: kalori

  • 6 Makanan Rendah Kalori untuk Diet, Mudah Didapatkan dan Bikin Kenyang

    Jakarta

    Ketika seseorang sedang menjalani diet, penting untuk memilih makanan yang tidak hanya rendah kalori namun juga bisa membuat kenyang lebih lama.

    Kalori adalah salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, bahkan ketika sedang menjalani diet. Kalori berperan sebagai sumber energi untuk menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari bergerak, berpikir, bernapas, hingga menjaga suhu tubuh. Tanpa kalori yang cukup, tubuh tidak akan bisa bekerja secara optimal.

    Namun saat sedang diet, seseorang perlu mengurangi asupan kalori yang dikonsumsi. Hal ini bertujuan agar jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh sesuai dengan kebutuhan, sehingga tidak menyebabkan penumpukan yang berujung pada kenaikan berat badan.


    Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan rendah kalori. Makanan-makanan ini sebenarnya tidak sulit untuk didapat. Bahkan, ada beberapa makanan rendah kalori yang tetap bisa memberikan rasa kenyang hingga waktu makan selanjutnya.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut daftar makanan rendah kalori yang murah dan mengenyangkan.

    1. Telur

    Selain tergolong makanan rendah kalori, telur juga padat akan nutrisi. Satu butir telur dapat mengandung sekitar 72 kalori, 6 gram protein, dan berbagai vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan.

    Studi menunjukkan mengonsumsi telur saat sarapan dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi sepanjang hari.

    Penelitian lain juga mengungkapkan mengonsumsi makanan tinggi protein saat sarapan, seperti telur, dapat mengurangi kecenderungan ngemil, memperlambat pengosongan perut, dan menurunkan tingkat hormon penyebab lapar.

    2. Kentang

    Kentang adalah salah satu makanan yang kerap dikonsumsi sebagai pengganti nasi saat sedang diet. Selain rendah kalori, kentang juga kaya akan protein dan serat yang tak kalah penting untuk menurunkan berat badan.

    Protein dapat membantu meningkatkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan. Di sisi lain, serat dapat memperlambat penyerapan makanan di saluran pencernaan, meningkatkan rasa kenyang, dan melancarkan buang air besar (BAB).

    Sebuah penelitian juga menyebutkan kentang memiliki komponen inhibitor protease yang dapat menekan nafsu makan dan mengurangi jumlah asupan makanan untuk meningkatkan rasa kenyang.

    3. Dada ayam

    Dada ayam merupakan menu yang sudah tidak asing lagi buat para pejuang diet. Sebab, potongan dada merupakan bagian daging ayam yang paling rendah lemak dan kalori.

    Misalnya, 100 gram daging dada ayam yang dimasak dapat mengandung hingga 160 kalori dan 32 gram protein. Kombinasi ini tidak hanya membantu mencukupi kebutuhan kalori harian tubuh, tapi juga menekan nafsu makan dan rasa lapar.

    4. Ikan

    Selain dada ayam, daging ikan juga menjadi salah satu sumber protein hewani yang baik dikonsumsi saat diet. Sebuah studi juga mengungkapkan protein dari daging ikan dapat memberikan efek kenyang yang lebih besar dibanding daging ayam atau sapi.

    Beberapa jenis ikan, seperti salmon dan makerel, juga mengandung asam lemak omega-3 yang penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.

    5. Legum

    Legum atau polong-polongan juga termasuk makanan rendah kalori yang mengenyangkan. Tak hanya itu, legum juga mengandung protein dan serat tinggi yang dapat membantu mengurangi nafsu makan dan rasa lapar.

    Adapun contoh legum antara lain kacang kedelai, buncis, lentil, kacang tanah, kacang arab, kacang hijau, dan lain sebagainya.

    6. Semangka

    Semangka adalah salah satu buah terbaik untuk dikonsumsi oleh orang yang sedang menurunkan berat badan. Satu cangkir semangka potong (sekitar 150 gram) hanya mengandung 46 kalori saja. Tak hanya itu, semangka juga kaya akan mikronutrien penting, seperti vitamin A dan C.

    Studi menunjukkan konsumsi makanan dengan kepadatan kalori rendah, seperti semangka, dapat memberikan efek kenyang yang serupa dengan makanan padat kalori. Selain itu, mengonsumsi makanan dengan kepadatan kalori yang lebih rendah dikaitkan dengan penurunan asupan kalori dan berat badan.

    (ath/suc)



    Sumber : health.detik.com

  • 7 Makanan Berkalori Tinggi yang Sering Bikin Diet Gagal, Termasuk Kopi Kekinian

    Jakarta

    Hampir seluruh program diet fokus untuk membatasi asupan kalori harian. Salah satu caranya adalah dengan mengurangi konsumsi makanan berkalori tinggi.

    Dikutip dari NHS, kalori adalah nilai yang menunjukkan seberapa banyak energi yang dapat diperoleh dari makanan dan minuman. Kalori diubah menjadi energi melalui proses metabolisme. Energi tersebut kemudian digunakan untuk mendukung kinerja dan fungsi berbagai organ tubuh, seperti bergerak, bernapas, berpikir, dan masih banyak lagi.

    Sisa kalori yang tidak diubah menjadi energi akan disimpan sebagai lemak di dalam tubuh. Inilah alasan mengapa mengonsumsi makanan berkalori tinggi dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas.


    Orang-orang yang sedang diet mungkin sering tidak sadar mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Akibatnya, proses penurunan berat badan terhambat atau tidak optimal. Karena itu, penting untuk mengenali jenis makanan berkalori tinggi yang bisa mengganggu program diet.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut makanan berkalori tinggi yang perlu dibatasi saat sedang diet.

    1. Minuman Bersoda

    Minuman bersoda cenderung mengandung gula yang sangat tinggi. Gula, seperti halnya karbohidrat lain, memiliki kandungan kalori. Inilah alasan mengapa orang yang sering mengonsumsi minuman bersoda rentan mengalami kenaikan berat badan.

    Tak hanya itu, kandungan gula dalam minuman bersoda juga dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes tipe 2.

    2. Gorengan

    Meski tidak mengandung gula, gorengan juga termasuk makanan berkalori tinggi. Kalori gorengan berasal dari minyak, lemak jenuh, dan garam yang digunakan saat memasak makanan tersebut.

    Ketika digoreng di dalam minyak, makanan akan kehilangan kandungan air dan menyerap lebih banyak lemak. Inilah yang menyebabkan makanan yang digoreng memiliki kalori tinggi.

    Kandungan kalori gorengan juga semakin meningkat ketika disantap bersama saus tomat atau mayones yang juga tinggi kalori.

    3. Olahan Daging

    Sama seperti gorengan, produk olahan daging juga cenderung mengandung garam dan lemak yang sangat tinggi. Inilah yang membuat produk olahan daging tergolong makanan berkalori tinggi.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasi produk olahan daging, seperti ham, dendeng, salami, dan frankfurt sebagai kelompok 1 karsinogenik, atau makanan yang dapat memicu kanker. Terlalu sering mengonsumsi olahan daging dikaitkan dengan risiko kanker perut dan usus besar.

    4. Keripik

    Jangan tertipu dengan bentuk keripik yang tipis dan kecil. Sebab, makanan ini memiliki kalori yang cukup tinggi.

    Kalori keripik umumnya berasal dari garam yang digunakan saat memproses mekanan tersebut. Selain itu, keripik cenderung diolah dengan cara digoreng menggunakan minyak, sehingga semakin meningkatkan kandungan kalorinya.

    5. Roti Tawar

    Makanan yang kerap dijadikan menu sarapan ini tak hanya tinggi kalori, tapi juga mengandung karbohidrat sederhana. Karbohidrat sederhana adalah jenis karbohidrat yang cepat dicerna oleh tubuh dan dapat mengakibatkan lonjakan gula darah yang signifikan. Kombinasi inilah yang membuat roti tawar dapat dengan mudah menyebabkan seseorang mengalami kenaikan berat badan.

    6. Es Krim

    ‘Cheat day’ dengan makan es krim? Sebaiknya pikirkan lagi. Pasalnya, es krim termasuk makanan berkalori tinggi yang bisa dengan mudah mengacaukan program diet.

    Kalori es krim berasal dari berbagai macam hal, seperti gula, karbohidrat, lemak, dan bahkan garam. Tak hanya itu, es krim juga mengandung sejumlah kolesterol yang bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

    7. Kopi Kekinian

    Kopi sejatinya adalah minuman yang rendah kalori. Tapi lain cerita jika kopi ditambahkan dengan susu, krim, atau pemanis tambahan lain.

    Dikutip dari Healthline, kopi latte (kopi yang ditambahkan susu) dapat mengandung hingga 72 kalori. Jumlah tersebut bisa meningkat jika latte ditambahkan dengan perasa, seperti sirup atau bubuk coklat.

    Selain itu, menambahkan gula, susu, dan pemanis dapat merusak khasiat kesehatan yang dimiliki oleh kopi. Jadi jika ingin mendapat manfaat dari minum kopi, hindari menambahkan bahan-bahan tersebut.

    (ath/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 7 Minuman Ini Bisa Hambat Penurunan Berat Badan, Hindari Saat Diet

    Jakarta

    Selain untuk menjaga kesehatan, salah satu tujuan diet adalah menurunkan berat badan. Saat berdiet, orang umumnya memperhatikan apa yang dimakan dan menghindari makanan yang menghambat penurunan berat badan.

    Tetapi tak hanya makanan, minuman pun juga harus diperhatikan. Sebab, beberapa jenis minuman mengandung gula dan kalori yang bisa menghambat penurunan berat badan, sehingga diet menjadi kurang berhasil.

    Apa saja minuman yang harus dibatasi demi diet yang sukses? Simak artikel berikut.


    Minuman yang Menghambat Penurunan Berat Badan

    Berikut beberapa minuman yang perlu dihindari saat berdiet.

    1. Soda

    Mengutip WebMD, minuman bersoda memiliki kandungan gula dan kalori yang tinggi, tetapi tidak memiliki banyak nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh.

    Pencinta soda masih bisa mengonsumsi soda tanpa gula atau diet soda, tetapi dalam porsi yang terbatas.

    2. Kopi Susu

    Minuman kopi susu yang sering ditemukan di toko kopi kekinian sebaiknya dihindari karena kandungan kalorinya yang tinggi. Misalnya, menurut FatSecret, 1 gelas kopi latte mengandung 135 kalori. Sementara 1 gelas kopi moccha mengandung 394 kalori.

    Pencinta minuman jenis ini masih bisa meminumnya asal mengurangi kalori yang terdapat di dalamnya. Pesanlah kopi dengan takaran gula yang lebih sedikit atau tanpa gula. Jika bisa, pesanlah kopi yang memakai susu skim (susu murni yang lemak susunya telah dibuang) alih-alih susu biasa. Terakhir, hindari whipped cream untuk mengurangi asupan kalori.

    3. Minuman Beralkohol

    Mengutip Eat This Not That, minuman beralkohol seperti cocktail dan bir kerap dicampur dengan perasan buah, soda, atau sirup yang meningkatkan kandungan gula secara signifikan.

    Alkohol juga memiliki efek buruk pada metabolisme tubuh. Mengutip Healthline, alkohol umumnya mengandung kalori kosong tanpa tambahan nutrisi bagi tubuh.

    Selain itu, alkohol yang masuk ke dalam tubuh akan digunakan sebagai sumber energi utama. Jadi, glukosa dari karbohidrat dan lipid dari lemak yang harusnya dibakar menjadi energi justru akan menumpuk pada tubuh.

    4. Minuman Berenergi

    Minuman berenergi kerap mengandung tambahan gula dan kafein yang menghambat penurunan berat badan. Jika seseorang memiliki pola makan sehat dan tidur dengan cukup dan teratur, seharusnya ia tidak lagi membutuhkan tambahan energi dari minuman berenergi.

    5. Jus Buah

    Meski terkesan sehat, jus buah yang sudah diproses sering mendapat tambahan gula sehingga bisa mengurangi kesuksesan diet.

    Selain itu, jus buah memiliki lebih sedikit serat dibandingkan buah utuh. Untuk merasa kenyang lebih lama, sebaiknya konsumsi buah utuh dibandingkan minum jus buah.

    6. Smoothie

    Sama seperti jus buah, smoothie juga sering dianggap minuman sehat. Tetapi, smoothie tanpa kandungan protein tidak membuat orang merasa kenyang cukup lama.

    Sebaiknya tambahkan sumber protein pada smoothie, misalnya Greek yogurt atau bubuk protein. Protein membuat kita merasa kenyang lebih lama dan menambah LBM (Lean Body Mass). Ini berarti, persentase lemak total berkurang, sehingga berat badan berkurang tetapi massa otot meningkat.

    7. Es Teh

    Kebanyakan es teh yang telah diproses atau dibeli di restoran dan rumah makan mengandung tambahan gula. 1 gelas es teh mengandung 90 kalori dan 22 miligram gula. Sehingga, minuman ini sebaiknya dihindari bagi yang berdiet.

    Sebagai alternatif, seduhlah teh sendiri di rumah sehingga kadar gula bisa dikontrol.

    Itu dia 7 minuman yang bisa menghambat penurunan berat badan. Bukan berarti detikers yang sedang berdiet tidak boleh mengonsumsi minuman ini sama sekali, ya. Minuman ini masih boleh dikonsumsi asalkan kalori dan gulanya dikurangi dan diminum dalam porsi yang terbatas.

    (fds/fds)



    Sumber : health.detik.com

  • Defisit Kalori untuk Turunkan Berat Badan, Ini Cara Melakukannya


    Jakarta

    Salah satu cara untuk menurunkan berat badan yakni dengan melakukan defisit kalori. Defisit kalori merujuk pada pengurangan asupan kalori dari yang dibutuhkan tubuh.

    Kalori diperoleh dari makanan dan minuman yang dikonsumsi. Tubuh memerlukan kalori untuk dibakar tiap harinya sehingga menjadi energi untuk beraktivitas. Adapun kebutuhan kalori harian tiap orang berbeda tergantung usia hingga kondisi kesehatan.

    Ketika seseorang mengkonsumsi kalori yang lebih sedikit daripada yang dibutuhkan, inilah yang disebut defisit kalori. Begitu juga yang dijelaskan dalam situs Medical News Today, defisit kalori adalah ketika seseorang mengurangi asupan konsumsi kalori dari yang diperlukannya.


    Sebaliknya, jika seseorang melebihkan asupan kalori dari yang dibutuhkan tubuh, ini dinamakan surplus kalori. Ketika ini terjadi maka berat badan seseorang akan bertambah.

    Defisit kalori bisa dilakukan ketika seseorang hendak diet menurunkan berat badannya. Untuk mengetahui cara melakukan defisit kalori, simak uraian di bawah ini.

    Cara Melakukan Defisit Kalori

    Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk defisit kalori, sebagai berikut:

    1. Pola Makan

    Untuk melakukan defisit kalori bisa dengan memperhatikan apa yang dimakan dan diminum setiap harinya. Jika ingin defisit maka dapat mengkonsumsi makanan yang bernutrisi tapi tetap rendah kalori.

    Pola makan sehat dengan lebih sedikit kalori yakni dengan konsumsi; sayuran, biji-bijian utuh, buah-buahan, protein tanpa lemak, produk susu rendah lemak, serta minyak sehat.

    Defisit kalori juga dilakukan dengan menghindari makanan minuman manis dan lemak trans.

    2. Olahraga

    Selain pola makan, seseorang perlu juga rutin berolahraga. Seseorang yang jarang aktif harus mulai coba meningkatkan tingkat aktivitas hariannya untuk mencapai defisit kalori.

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat merekomendasikan 150 menit aktivitas sedang dan 2 sesi latihan kekuatan per minggunya untuk memperoleh berat badan ideal.

    Itu karena semakin aktif seseorang secara aktif maka semakin banyak kalori yang dibakar. Ini membuat kebutuhan kalori yang dibutuhkan meningkat dan membuat defisit menjadi lebih mudah.

    Olahraga yang dapat dilakukan untuk defisit kalori, seperti berjalan kaki, naik turun tangga, hiking, bermain olahraga, dan bersepeda.

    Risiko Defisit Kalori

    Untuk menurunkan berat badan, seseorang bisa mengurangi sekitar 500 kalori setiap harinya. Perlu diperhatikan agar jangan melakukan defisit kalori yang terlalu ekstrem.

    Jika seseorang mengkonsumsi kalori yang terlalu sedikit sehingga tubuh tidak mendapatkan cukup nutrisi maka bisa berisiko pada kesehatan. Lantaran tubuh butuh jumlah kalori minimum agar bisa berfungsi dengan baik.

    Mengurangi terlalu banyak kalori dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, di antaranya:

    • Gangguan pemeliharaan massa tulang
    • Menurunkan metabolisme tubuh
    • Batu empedu.

    Tidak mengkonsumsi cukup kalori setiap harinya bisa mengalami gejala, seperti:

    • Sering jatuh sakit
    • Sulit menurunkan berat badan
    • Suasana hati dan perilaku yang menurun
    • Kesulitan tidur
    • Sembelit.

    Itu dia penjelasan mengenai defisit kalori, mulai dari pengertian, cara melakukan, serta risikonya.

    (fds/fds)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson
  • 7 Buah Tinggi Kalori yang Cocok untuk Menambah Berat Badan


    Jakarta

    Ingin menambah berat badan (BB) tapi mau dengan cara yang sehat? Bagaimana kalau mengkonsumsi buah tinggi kalori?

    Meski bukan makanan pertama yang terlintas ketika seseorang hendak menambah BB, tapi konsumsi buah yang mengandung kalori tinggi bisa cukup efektif kok untuk tambah berat badan.

    Selain kalori ekstra yang dikandungnya, buah-buahan ini juga memiliki beberapa nutrisi seperti vitamin dan mineral penting yang mampu dukung kesehatan tubuh. Demikian kamu bisa tambah BB dengan cara yang sehat.


    Penasaran ada jenis buah apa saja? Cari tahu deretan buah tinggi kalori pada uraian di bawah ini.

    Buah Tinggi Kalori

    Dilansir laman Healthline, ada beberapa buah tinggi kalori yang dapat dikonsumsi untuk bantu kamu menambah berat badan, yakni sebagai berikut:

    1. Alpukat

    Selain tinggi kalori, buah alpukat mengandung lemak sehat dan beragam nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Dalam 100 g daging alpukat terkandung; 161 kal, lemak 15 g, protein 2 g, dan karbohidrat 8,6 g. Serta alpukat memiliki nutrisi lain, seperti serat, folat, potasium, vitamin K, C, B5, dan B6.

    2. Mangga

    Sumber kalori yang dimiliki mangga berasal dari karbohidrat yang dikandungnya. Dalam 165 g mangga mengandung kalori sebanyak 99 kal. Selain itu, ada juga nutrisi lain, seperti protein 1,4 g, lemak 0,6 g, karbohidrat 25 g, serat 3 g, folat, mineral tembaga, vitamin C, B, A, dan E.

    3. Pisang

    Pisang merupakan sumber karbohidrat dan kalori. Dalam 118 g pisang mengandung kalori 105 g, protein 1 g, lemak 0,4 g, karbo 27 g, dan serat 3 g. Tak hanya itu, gizi baik lainnya juga dimiliki pisang seperti pati resisten yang tinggi.

    4. Kelapa

    Kelapa bagian dagingnya menjadi sumber kalori yang baik dengan tinggi lemak dan karbohidrat sedang. Untuk 28 g daging kelapa mengandung 99 kal, 1 g protein, 9,4 g lemak, 4,3 g karbohidrat, dan 2,5 g serat. Daging kelapa juga kaya akan mineral penting, seperti fosfor dan tembaga.

    5. Kurma

    Pohon kurma tumbuh di daerah tropis. Sebagian besar buah kurma yang diedarkan ke negara-negara lain dalam keadaan kering. Dalam 24 g kurma kering mengandung; 66,5 kalori, 18 g karbohidrat, 0,4 g protein, 0,1 g lemak, serat 1,6 g, kalium, dan magnesium. Nutrisi lain yang dikandung kurma, seperti tembaga, mangan, zat besi, serta vitamin B6.

    6. Kismis

    Kismis adalah buah anggur segar yang dikeringkan. Buah ini banyak mengandung nutris dan kalori yang dapat bantu menaikkan berat badan. Dalam 28 g kismis memiliki nutrisi; 85 kalori, 22 g karbohidrat, 1 g protein, 0,1 g lemak, dan 1 g serat. Selain itu, kismis juga mengandung kalium, zat besi, mineral tembaga, mangan, magnesium, dan vitamin B.

    7. Buah Ara

    Buah ara atau buah tin yang dalam bahasa Inggris disebut figs dapat dikonsumsi segar maupun kering. Untuk 28 g buah ini, mengandung nutrisi; 70 kal, 18 g karbohidrat, 1 g protein, 0,3 g lemak, 3 g serat, kalium, hingga kalsium.

    Itu dia sederet buah tinggi kalori yang bisa dikonsumsi untuk bantu tambah berat badan. Selain dimakan secara terpisah, buah-buah di atas dapat dipadukan dengan sumber protein atau lemak lain agar kadar gula darah kamu tetap stabil, ya.

    (fds/fds)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson
  • Bahaya! 5 Kebiasaan Ngopi Ini Bikin Berat Badan Melonjak


    Jakarta

    Sering dianggap sepele, beberapa kebiasaan saat minum kopi justru kurang sehat dan bahkan bisa memicu kenaikkan berat badan secara signifikan.

    Kopi sudah lama menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Dari sekadar teman begadang hingga ritual pagi sebelum beraktivitas, secangkir kopi dianggap mampu menambah energi dan fokus. Tak heran, kafe dengan beragam menu kopi terus bermunculan dan ramai pengunjung.

    Namun di balik kenikmatannya, kebiasaan minum kopi ternyata bisa membawa dampak yang tidak selalu baik. Apalagi jika dikombinasikan dengan bahan tambahan tertentu atau dikonsumsi dengan cara yang keliru.


    Alih-alih menyehatkan, kebiasaan ini justru berpotensi menambah asupan kalori, mengacaukan pola makan, bahkan memengaruhi kondisi hormon.

    Dilansir dari Parade (24/09/2025), penting bagi penikmat kopi untuk memahami kebiasaan kecil yang sering dilakukan tanpa sadar, tetapi diam-diam bisa menaikkan berat badan.

    Berikut ini 5 kebiasan ngopi yang bikin berat badan melonjak:

    1. Kopi dengan Perisa

    how to make coffee latte artcoffee latte art Foto: Ilustrasi Getty Images/iStockphoto/

    Kopi hitam sejatinya rendah kalori dan aman untuk dikonsumsi. Namun, masalah muncul ketika berbagai perisa seperti vanila, moka, atau karamel ditambahkan ke dalamnya. Umumnya, kafe tidak menggunakan bahan alami murni untuk racikan kopi, melainkan sirup gula yang membuat kandungan kalori melonjak.

    Sebagai contoh, segelas cinnamon dolce latte ukuran grande di Starbucks mencapai 340 kalori, setara dengan seporsi makanan berat. Untuk menyiasati hal ini, ahli gizi merekomendasikan menaburkan kayu manis asli sebagai pengganti rasa atau perisa di atas kopi.

    Selain menambah aroma dan rasa, bubuk kayu manis juga memiliki sifat antiinflamasi serta membantu menstabilkan kadar gula darah. Dengan begitu, kenikmatan kopi tetap terjaga tanpa harus mengorbankan kesehatan maupun timbangan tubuh.

    2. Tambahan Pemanis Buatan

    Banyak orang mengganti gula dengan pemanis buatan, berharap kopi tetap manis tanpa tambahan kalori. Namun, penelitian menunjukkan bahwa bahan seperti aspartam, sukralosa, atau sakarin justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan usus. Selain itu, rasa manis yang terlalu intens membuat lidah terbiasa sehingga tubuh semakin menginginkan makanan manis.

    Akibatnya, risiko kenaikan berat badan tetap ada meski kalori lebih sedikit. Sebagai alternatif, madu atau sirup maple bisa digunakan dalam jumlah terbatas, misalnya satu sendok makan.

    Meski tetap mengandung gula, keduanya menawarkan vitamin B dan mineral seperti zinc serta mangan. Pilihan lain adalah rempah alami, seperti kayu manis lebih aman dan menyehatkan.

    3. Kopi Sebagai Pengganti Sarapan

    Benarkah Minum Kopi Sebelum Sarapan Picu Maag?Sarapan kopi. Foto: Getty Images/hxyume

    Banyak orang melewatkan sarapan demi mengurangi kalori, lalu hanya mengandalkan secangkir kopi. Menurut pakar gizi, kebiasaan ini tidak selalu buruk, terutama jika dilakukan sebagai bagian dari pola intermittent fasting. Minum kopi hitam di pagi hari lalu makan sekitar pukul 11 siang dapat membantu mengontrol gula darah sekaligus menjaga berat badan. Namun, ada pengecualian.

    Bagi mereka yang berolahraga di pagi hari, tubuh membutuhkan asupan lebih cepat karena olahraga menurunkan kadar gula. Jika hanya minum kopi, rasa lapar berlebih bisa muncul dan memicu makan berlebihan di kemudian waktu.

    Jadi meski bisa bermanfaat bagi sebagian orang, pola ngopi ini tetap harus disesuaikan dengan kondisi tubuh dan tujuan kesehatan masing-masing.

    4. Kopi Bisa Ganggu Hormon

    Meski terkenal sebagai penyemangat, kopi juga bisa menimbulkan dampak negatif, terutama jika diminum saat perut kosong. Kafein dapat merangsang produksi hormon kortisol, dikenal sebagai hormon stres, yang terkait dengan peningkatan berat badan. Alih-alih merasa segar, sebagian orang justru mengalami cemas, jantung berdebar, atau kelelahan setelah efek kopi mereda.

    Hal ini menandakan adanya gangguan pada sistem hormonal yang bekerja ekstra keras. Jika tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman setelah minum kopi, sebaiknya konsumsi dikurangi atau diganti dengan minuman lain yang lebih ringan.

    Intinya, memperhatikan reaksi tubuh adalah langkah penting agar kopi tetap menjadi teman produktivitas, bukan pemicu masalah kesehatan.

    5. Menikmati Kopi dengan Pastry

    Slice of Sachertorte or Chocolate cake served with fresh cream and coffeeMenikmati Kopi dengan Pastry. Foto: iStock

    Pasangan klasik kopi dan pastry memang sulit ditolak. Donat, muffin, hingga roti pisang sering menjadi teman minum kopi yang praktis. Sayangnya, pilihan ini jarang memberi nilai gizi berarti, justru menambah asupan gula dan kalori berlebih. Sebagai ilustrasi, satu biji muffin rata-rata mengandung 510 kalori dan 49 gram gula, angka yang cukup tinggi hanya untuk camilan pagi.

    Jika kebiasaan ini dilakukan rutin, usaha menurunkan berat badan bisa berakhir sia-sia. Bukan berarti harus sepenuhnya menghindari, tetapi cobalah lebih selektif.

    Memilih camilan kaya serat atau protein, seperti roti gandum atau buah segar, bisa menjadi alternatif lebih sehat tanpa mengurangi kenikmatan menyeruput kopi hangat.

    (sob/dfl)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد Source : unsplash.com / Rachel Park

  • Ternyata Minum Kopi Juga Bisa Bikin Gendut, Ini Faktanya!


    Jakarta

    Tak hanya khasiat, kopi juga bisa menimbulkan kenaikan berat badan. Kok bisa? Ternyata begini penjelasan dari ahlinya.

    Di samping manfaatnya, kopi juga bisa memberikan efek negatif, seperti kenaikan berat badan. Hal tersebut disebabkan karena kandungan kafein pada kopi yang bisa mengganggu kualitas tidur hingga meningkatkan kortisol.

    Kopi diklaim sebagai minuman berkhasiat. Manfaatnya tidak lain dan tidak bukan berkat kandungan kafein dan senyawa lain pada kopi. Namun, kafein tidak selamanya memberi efek positif, tetapi juga negatif.


    Beberapa efek negatif yang dapat dirasakan adalah mengganggu pola tidur hingga meningkatkan kadar kortisol. Semua efek tersebut kemudian memicu terjadinya kenaikan berat badan.

    Dikutip dariEatingwell.com(25/06/23) berikut fakta kafein yang menyebabkan kenaikan berat badan:

    1. Berkalori tinggi

    Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanBeberapa jenis kopi mengandung senyawa aditif yang berkalori tinggi. Foto: Ilustrasi iStock

    Meskipun latte atau frappucino di kafe-kafe menjadi menu favorit yang menyegarkan, tetapi kedua racikan kopi tersebut mengandung lebih dari sekadar kopi. Ada campuran beberapa bahan lainnya, seperti krim, sirup, dan pemanis tambahan yang menambah kalori dalam kopi.

    “Jika sudah dicampur dengan bahan-bahan lain, maka akan menyebabkan kelebihan kalori yang pada akhirnya dapat memicu kelebihan berat badan,” tutur Megan Rasmussen, M.S., RDN, pendiri Nutrition Undefined.

    Gula menjadi salah satu penambah kalori tertinggi. Menurut sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan dalam Polish Journal of Food and Nutrition Sciences, konsumsi gula terutama dalam minuman dikaitkan dengan penambahan berat badan dan obesitas.

    2. Mengganggu kualitas tidur

    Sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam Risk Management and Healthcare Policy menyebutkan bahwa efek kafein yang berkaitan dengan pola tidur.

    Para peneliti mencatat bahwa ketika kopi dikonsumsi 6 jam sebelum tidur, hal tersebut secara signifikan dapat mengganggu pola tidur. Akibatnya, kamu mungkin kehilangan 1-2 jam waktu tidur dan kondisi ini berkaitan dengan penambahan berat badan.

    Hal ini telah dibuktikan lewat studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam BMJ Open Sport & Exercise Medicine. Peneliti menemukan ketika jam tidur berkurang, maka kadar ghrelin atau hormon lapar meningkat, sehingga mengalami retensi garam yang kemudian menaikkan berat badan.

    3. Meningkatkan kadar kortisol

    Racikan kopi campur lada hitamKafein dapat meningkatkan kadar kortisol. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Setelah beristirahat semalaman, tubuh akan memproduksi dan melepaskan hormon yang disebut kortisol untuk membantu bangun di pagi hari. Pada dasarnya kortisol dikenal sebagai hormon stres, tetapi berperan dalam membantu kamu merasa waspada, responsif, dan fokus.

    Meskipun tubuh secara alami memproduksi kortisol saat bangun tidur, tetapi mengonsumsi kopi dapat meningkatkan kadar kortisol tersebut bahkan lebih banyak, seperti yang dijelaskan dalam sebuah penelitian tahun 2013 yang diterbitkan dalam Stress and Health.

    Akibatnya, kadar kortisol yang tinggi dapat meningkatkan keinginan untuk makan makanan yang tinggi gula dan lemak jenuh. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan kenaikan berat badan.

    Penjelasan tentang kopi yang bisa bermanfaat untuk membantu menurunkan berat badan ada di halaman berikutnya.

    4. Pilih kopi yang rendah kalori

    Jika butuh secangkir kopi di pagi hari atau sekadar ingin menikmatinya di waktu santai, pertimbangkan untuk memilih kopi hitam. Kopi hitam atau kopi tanpa gula tidak akan menyebabkan penambahan berat badan, karena hampir tidak mengandung kalori.

    “Mengganti minuman berkalori tinggi dengan minuman rendah kalori seperti kopi hitam dapat membantu mengurangi asupan kalori,” ujar ahli gizi Rasmussen.

    5. Kopi mengandung senyawa bermanfaat

    Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanKopi mengandung senyawa penting yang bisa merangsang pelepasan insulin. Foto: Ilustrasi iStock

    Kopi hitam tidak hanya rendah kalori, tetapi juga mengandung senyawa penting. Kopi dikemas dengan polifenol yang disebut asam klorogenat yang merangsang pelepasan insulin dan membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan.

    Menjaga kadar gula darah seimbang secara teratur akan mengurangi kemungkinan tubuh menyimpan lemak berlebih. Selain asam klorogenat, juga ada senyawa trigonelin yang terbukti bermanfaat untuk mencegah obesitas dengan mengurangi massa lemak, seperti yang disebutkan sebuah penelitian tahun 2019 yang diterbitkan dalam Nutriens.

    6. Kafein membakar lemak

    Minum kopi sebelum berolahraga akan membantu proses pembakaran lemak. Menurut sebuah penelitian tahun 2020, mengonsumsi lebih dari 3 miligram kafein per kilogram berat badan dapat meningkatkan penggunaan selam selama berolahraga.

    Para peneliti menemukan bahwa efek pembakaran lemak ini lebih tinggi pada individu yang tidak banyak bergerak atau tidak terlatih dibandingkan pada atlet yang terlatih.Oleh karena itu, asupan kafein yang dipadukan dengan olahraga dapat membantu penurunan berat badan bagi individu yang tidak banyak bergerak.

    (raf/dfl)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective

  • 5 Minuman Rendah Kalori, Alternatif Selain Minum Air Putih

    Jakarta

    Ketika sedang menjalani gaya hidup sehat dan mencari minuman rendah kalori, air putih sering kali menjadi pilihan utama untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Namun, ada kalanya kita sedang tak ingin minum air putih.

    Mereka yang tengah menjalani diet dan butuh minuman rendah kalori, akan mencari alternatif yang tetap menyegarkan selain air putih. Ternyata ada berbagai minuman rendah kalori yang bisa menjadi pilihan tanpa mengganggu pola hidup sehatmu.

    Meski minum air putih itu wajib setiap harinya, tapi saat kamu sedang ingin minuman berasa, mungkin minuman rendah kalori berikut bisa jadi pilihan. Mulai dari teh herbal hingga infused water, bisa menjaga agar tubuhmu tetap terhidrasi.


    Porsi Minum Air Putih Setiap Hari

    Sebelum membahas 5 minuman rendah kalori, perlu diketahui betapa pentingnya minum air putih sehari-hari. Air putih adalah minuman yang paling mudah ditemukan, paling murah, dan paling rendah kalori. Sebanyak apapun kamu minum, laman Healthline menulis besar kalori pada air putih yakni adalah 0.

    Air putih menjadi minuman yang paling minim resiko penyakit, jika dibandingkan dengan minuman berasa yang mengandung gula bahkan pengawet. Jika setiap hari minuman yang kamu pilih adalah kopi atau bahkan minuman kemasan, pasti akan berdampak buruk pada kesehatan lambung, ginjal, dan diabetes yang bisa menyebabkan komplikasi penyakit.

    Meskipun segala hal yang berlebihan itu tidak baik, termasuk minum air putih, tapi perlu kamu ketahui bahwa penting untuk minum air putih setiap hari. Tentunya, kamu bisa sesuaikan asupan air putih per hari sesuai kebutuhanmu.

    Danielle Hildreth, RN telah mengkonfirmasi artikel Healthline, yang menjelaskan bahwa para ahli menyarankan agar pria mengonsumsi 15,5 gelas (3,7 liter) air setiap hari. Sementara wanita dalam sehari baiknya minum air 11,5 gelas atau setara 2,7 liter.

    Namun, faktor lingkungan seperti suhu dan kondisi kesehatan lainnya dapat memengaruhi kebutuhan airmu. Tubuh kita terdiri dari sekitar 60% air. Tubuh terus-menerus kehilangan air sepanjang hari, terutama melalui urine, keringat, dan bahkan juga dari fungsi tubuh yang normal seperti bernapas.

    Seiring bertambahnya usia dan berat badan, ditambah dengan beragam kondisi, maka kebutuhan minum air putih pun bisa bertambah. Untuk mencegah dehidrasi, kamu harus mendapatkan cukup air dari minum dan makan setiap hari.

    5 Minuman Rendah Kalori

    Ahli Gizi, Vidhi Chawla dikutip dari laman Health Shots menjelaskan bahwa minuman rendah kalori dapat berperan dalam penurunan berat badan. Minuman ini dapat membantu kamu tetap terhidrasi, yang sangat penting untuk pencernaan dan metabolisme.

    Yang terpenting, wajib jaga agar tubuh tetap terhidrasi supaya kamu merasa lebih kenyang, sehingga lebih mudah menahan keinginan untuk makan camilan yang tidak sehat. Selain itu, minuman seperti air lemon atau kopi hitam bisa meningkatkan metabolisme dan membantumu membakar lebih banyak kalori. Berikut daftarnya:

    1. Infused Water

    Air yang dicampur dengan buah-buahan atau bahkan juga ditambah rempah-rempah, bisa jadi salah satu alternatif minuman. Bonusnya, bisa jadi minuman untuk membantu menurunkan berat badan.

    Tambahkan irisan buah-buahan seperti lemon, mentimun, atau buah beri untuk membuat air putihmu menjadi lebih beraroma dan lezat. Kamu juga dapat mencampurkan rempah-rempah segar seperti mint atau basil untuk sentuhan yang lebih menyegarkan. Semua bahan yang kamu tambahkan, tak menambah kalori air putih sedikitpun!

    “Infused water yang lezat ini tidak hanya mendorong kamu untuk minum lebih banyak air, tetapi juga mengandung vitamin dan antioksidan penting. Ini adalah cara yang sederhana namun efektif untuk mendukung penurunan berat badan dan kesehatan secara keseluruhan,” kata Chawla.

    2. Kopi Hitam

    Kopi hitam sedang jadi banyak perbincangan warganet yang tengah melakukan diet. Jika kamu tidak dapat membayangkan memulai hari tanpa kopi, jangan pilih kopi susu dengan gula, krimer, atau pengawet itu.

    Kopi hitam bisa jadi pilihan karena tidak hanya rendah kalori, tetapi juga kaya antioksidan. Kopi hitam bisa meningkatkan metabolisme berkat kandungan kafeinnya. Hal ini menjadikannya minuman yang cocok untuk menurunkan berat badan.

    Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Epidemiology, dijelaskan bahwa orang yang mengonsumsi kopi hitam memiliki risiko lebih rendah mengalami obesitas dan diabetes tipe 2. Tapi, karena kandungan kafeinnya tinggi, pastikan kamu tidak meminumnya 2-3 cangkir sehari. Secangkir saja cukup, kok!

    3. Air Kelapa

    Air kelapa mengandung banyak nutrisi seperti vitamin, mineral, dan asam amino. Air kelapa juga merupakan minuman rendah kalori, dan merupakan sumber elektrolit alami yang sangat baik.

    Dalam kandungan air kelapa asli, mengandung kalium dan magnesium yang cocok untuk rehidrasi setelah berolahraga. Dengan catatan, pastikan untuk menghindari penambahan gula agar jumlah kalori tetap rendah.

    “Air kelapa merupakan alternatif yang lebih sehat untuk minuman selepas olahraga. Minuman ini sudah mengandung gula dan dapat membantu terhindar dari dehidrasi. Rasa dehidrasi kerap disalah artikan sebagai rasa lapar, yang menyebabkan makan berlebihan,” tutur Chawla dalam artikel tersebut.

    4. Air Lemon

    Salah satu minuman rendah kalori yang sederhana dan paling efektif untuk perjalanan penurunan berat badan, adalah air lemon. Cukup peras setengah sari lemon ke dalam segelas air, kamu bisa tambahkan es batu, dan jadilah minuman segar.

    Air lemon bisa untuk membantu pencernaan dan mendukung detoksifikasi. Rasa segarnya kaya akan vitamin C, membantu menahan keinginan makan dan meningkatkan pembakaran lemak. Hal ini diungkap sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Current Developments in Nutrition.

    Selain itu, 1-2 seruput air lemon sebelum makan bisa membantumu merasa lebih kenyang, sehingga lebih mudah untuk mengontrol ukuran porsi. Tapi, perlu diperhatikan juga ya porsinya jika kamu adalah penderita Maag/Gerd.

    5. Jus

    Bagi siapa pun yang ingin menurunkan berat badan, jus mungkin bisa jadi pilihan minuman yang paling menyenangkan. Jus tomat, mentimun, seledri, atau sayuran hijau lainnya adalah pilihan terbaik yang paling rendah kalori.

    Agar rasanya lebih enak, kamu bisa tambahkan buah favoritmu, tapi tetap sediakan porsi besar untuk sayurannya. Minuman ini Rrendah kalori dan kaya serat, sehingga jus ini membantu meningkatkan rasa kenyang, mengurangi asupan kalori secara keseluruhan.

    Jus sayur dan buah juga mudah disiapkan di rumah. Kandungan airnya yang tinggi dapat membuat kami tetap terhidrasi dan dapat menahan keinginan makan. Selain itu, jus sayuran dapat meningkatkan metabolisme dan mendukung kesehatan pencernaan, sehingga lebih mudah untuk menghilangkan kelebihan berat badan.

    Nah, itulah tadi 5 minuman rendah kalori yang bisa jadi alternatifmu selain air putih. Adakah salah satu minuman favoritmu?

    (aau/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • Konsumsi Kurma Dapat Turunkan Berat Badan, Asalkan Ikuti Cara Ini


    Jakarta

    Dalam upaya menurunkan berat badan, banyak orang memilih makanan alternatif, seperti mengonsumsi kurma sebagai pengganti gula. Apakah bisa bantu turunkan berat badan?

    Menjaga pola makan tidak hanya dapat memberikan manfaat kesehatan pada tubuh, tetapi juga bisa membantu mendapatkan bentuk tubuh yang ideal.

    Salah satu tantangan dalam menjaga pola makan adalah tentang asupan gula. Karenanya, tak sedikit orang yang memilih makanan alternatif, seperti kurma untuk pengganti gula alami.


    Kurma dianggap sebagai alternatif makanan yang lebih sehat yang tidak hanya mengurangi asupan kalori, tetapi juga mengandung nutrisi penting yang diperlukan tubuh.

    kurmakurma dapat dijadikan sebagai pengganti gula alami, asalkan dibatasi konsumsinya. Foto: Getty Images/AnnaPustynnikova

    Lantas apakah kurma dapat membantu proses diet? Dikutip dari News18 (14/03/25) meskipun kurma bergizi, tetapi harus dikonsumsi dalam jumlah sedang karena kandungan kalorinya tinggi.

    Kurma secara alami mengandung gula yang tinggi. Ini berkontribusi terhadap jumlah kalorinya. Dikutip dari Healthline, 1 butir kurma mengandung sekitar 20 kalori.

    Oleh karena itu, mengonsumsi lima buah kurma akan menghasilkan sekitar 100 kalori. Perlu dicatat juga bahwa ukuran dan jenis kurma dapat memengaruhi kandungan kalorinya.

    Di samping itu, kurma juga mengandung serat, vitamin, dan mineral penting. Nutrisi tersebut menjadikan kurma tepat sebagai pilihan makanan yang bergizi.

    KurmaKurma mengandug serat yang bagus untuk melancarkan pencernaan. Foto: Getty Images/Enez Selvi

    Kandungan seratnya dapat membantu menahan rasa lapar dan meningkatkan rasa kenyang. Selain itu, kurma juga dapat meningkatkan kadar energi untuk tubuh.

    Namun, karena kepadatan kalorinya, mengonsumsi dalam takaran ideal adalah kunci saat mengonsumsi kurma jika ingin menurunkan berat badan. Batasi konsumsi kurma agar tidak berlebihan.

    Sementara itu, menggunakan kurma sebagai pengganti gula olahan bisa menjadi pilihan yang lebih sehat. Sirup kurma bisa dipilih untuk menyajikan makanan dan minuman.

    Namun, untuk menghindari konsumsi kalori berlebih, nikmati kurma secukupnya. Perhitungan kalori dari kurma dalam asupan kalori harian.

    Selain itu, jika kamu menderita diabetes atau kondisi kesehatan lainnya, konsultasikan dengan dokter sebelum menambahkan kurma ke dalam menu makan harian untuk menurunkan berat badan.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Kalori Nasi Goreng Bisa Lebih dari 200, Waspada bagi yang Diet

    Jakarta

    Kalori nasi goreng secara umum termasuk tinggi, bisa mencapai 267 dalam 1 porsi. Dikutip dari buku berjudul Ilmu Gizi Dilengkapi dengan Standar Penilaian Status Gizi Dan Daftar Komposisi Bahan Makanan dari Putri Ariani, seporsi nasi goreng dalam data tersebut setara dengan 100 gram.

    Jumlah kalori nasi goreng masih bisa meningkat bergantung pada bahan-bahan lainnya. Misal, minyak goreng atau mentega yang dipanaskan saat masak nasi goreng berubah menjadi lemak jenuh. Kandungan lemak jenuh berlebih meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gagal diet.

    Jumlah Kalori Setiap Jenis Nasi Goreng

    Dikutip dari laman Healthline, berikut jumlah kalori dalam berbagai variasi goreng seberat 198 gram


    1. Nasi Goreng Polos (Nasi Putih, Minyak Sayur, dan Tanpa MSG)

    • 242 kalori
    • 8 g lemak
    • 41 g karbohidrat
    • 706 mg natrium (1/3 asupan harian orang dewasa).

    2. Nasi Goreng Daging

    • 352 kalori
    • 16 g protein
    • 55 g karbohidrat
    • 8 g lemak.

    3. Nasi Goreng Udang

    • 329 kalori
    • 13 g protein
    • 55 g karbohidrat
    • 6 g lemak.

    4. Nasi Goreng Ayam

    • 343 kalori
    • 14 g protein
    • 55 g karbohidrat
    • 7 g lemak.

    5. Nasi Goreng Sayur

    • 289 kalori
    • 6 g protein
    • 54 g karbohidrat
    • 5 g lemak.

    6. Nasi Goreng Babi

    • 354 kalori
    • 15 g protein
    • 55 g karbohidrat
    • 8 g lemak.

    Dikutip dari laman Kemenkes, makanan berminyak biasanya mengandung lebih banyak kalori. Tidak hanya nasi goreng, contoh lain adalah kerupuk yang digoreng dengan banyak minyak. Jika kerupuk mentah mengandung 10 kalori, maka yang digoreng bisa mencapai 19 kalori.

    Solusi Makan Nasi Goreng bagi yang Diet

    Setiap orang pasti menyukai nasi goreng dan sulit sekali menolaknya. Bagi yang sedang diet, cara berikut mungkin bisa sedikit menekan jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh:

    • Mengganti nasi putih menjadi nasi merah atau nasi kembang kol untuk mengurangi karbohidrat dan kalori
    • Menambahkan sayuran tinggi serat, vitamin, dan mineral seperti polong, wortel, atau paprika yang ditumis dengan sedikit minyak sayur
    • Memasukkan protein seperti tahu orak arik atau udang
    • Menggunakan kecap asin dan minyak wijen untuk menambah cita rasa
    • Memilih potongan daging, ikan, atau unggas tanpa lemak sebagai sumber protein
    • Menghindari penggunaan garam berlebih pada nasi goreng.

    Kalori nasi goreng berbeda tergantung topping dan bahan lain yang digunakan. Dengan penjelasan ini, detikers bisa mempertimbangkan solusi yang baik bagi tubuh untuk menekan jumlah kalori. Detikers juga bisa menyeimbangkannya dengan olahraga atau asupan lain yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com