Tag: kanker

  • Tak Perlu ke LN, Radioterapi Canggih untuk Kanker Bisa di RSCM Pakai BPJS


    Jakarta

    Pelayanan radioterapi untuk pasien kanker di RSCM kini disebut makin canggih. Alat yang dipakai menggunakan high precision radioterapi.

    Walhasil, tingkat keberhasilan penanganan berada di atas 90 persen dengan peluang kesembuhan lebih besar. Kabar baiknya, pelayanan ini bisa diakses gratis melalui BPJS Kesehatan.

    Direktur RSCM Supriyanto menyayangkan banyak pasien kanker yang selama ini enggan menjalani pengobatan lantaran khawatir dengan antrean, terlebih bila mendaftar sebagai peserta BPJS.


    “Ini kita ketersediaan alatnya banyak, jadi tidak usah antre panjang. Itu kan uang selama ini jadi kekhawatiran. Silakan saja datang, dimanfaatkan, karena bisa BPJS,” tuturnya saat ditemui detikcom di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (13/7/2024).

    Dalam kesempatan yang sama, Prof Dr dr Soehartati A Gondhowiardjo, SpRad(K), OnkRad, menyebut pengobatan high precision radioterapi sebetulnya sudah dilakukan sejak 2016. Namun, alat yang kini tersedia merupakan generasi baru produksi 2023.

    “Hampir selalu kita menggunakan dengan high precision radioterapi. Sehingga kita memberikan terapi radiasi yang aman dan nyaman bagi pasien dengan tingkat kesembuhan yang tinggi,” tuturnya.

    “Kita bisa kasih lebih tinggi dari dosis yang biasa, itu pertama. Yang kedu, kita bisa merubah metode radiasi yang biasanya diberikan 30 dalam dua kali. Sekarang kita bisa berikan misalnya, tadi kita berikan seperti 35 dalam 5 kali.”

    Semua kasus jenis kanker bisa ditangani dengan radioterapi tersebut termasuk kanker di otak, mulut rahim, payudara, paru-paru sampai prostat.

    Efek samping yang timbul dari radiasi dengan tingkat presisi tinggi juga disebutnya relatif minim.

    “Efek samping yang lebih rendah, sehingga kita menjamin quality of life juga lebih baik,” pungkasnya.

    (sao/naf)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Makanan Paling Disukai Sel Kanker Ini Masih Sering Dikonsumsi


    Jakarta

    Kanker merupakan penyakit mematikan yang dapat dicegah lewat pola makan tepat. Batasi konsumsi makanan yang memicu pertumbuhan sel kanker. Waspada karena makanan ini masih banyak dikonsumsi.

    Kanker disebabkan oleh faktor keturunan (genetik) dan faktor eksternal, seperti gaya hidup. Mengutip Healthline (27/6/2025), penelitian bahkan menunjukkan 80 hingga 90 persen tumor ganas terkait dengan faktor eksternal.

    Salah satu faktor gaya hidup terpenting yang perlu dipertimbangkan adalah pola makan. Banyak penelitian menunjukkan konsumsi beberapa makanan ini terlalu banyak dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap jenis kanker tertentu.


    Berikut 5 makanan yang paling disukai sel kanker dan memicu pertumbuhannya:

    1. Daging olahan

    Daging olahan adalah jenis daging yang sudah diawetkan dengan cara diasap, diasinkan, atau dikalengkan. Kebanyakan berasal dari daging merah, seperti sosis, salami, ham, dan daging kornet.

    Konsumsi daging olahan perlu dibatasi karena jika terlalu banyak bakal meningkatkan risiko kanker. Menurut sebuah penelitian tahun 2019, daging olahan merupakan faktor risiko utama kanker kolorektal. Penelitian lain pada tahun yang sama juga menemukan bahwa daging olahan dikaitkan dengan kanker perut.

    Tak hanya itu, para peneliti mengungkap lewat studi tahun 2018, bahwa konsumsi daging olahan yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

    2. Gorengan

    Ciri-ciri makanan mengandung minyak babiProses menggoreng makanan menghasilkan senyawa akrilamida yang memicu kanker. Foto: jcomp/Freepik

    Makanan lain yang disukai sel kanker adalah gorengan atau makanan yang digoreng. Ketika bahan makanan berpati diproses dalam suhu tinggi, bakal menghasilkan senyawa akrilamida. Contohnya kentang goreng dan keripik kentang.

    Penelitian tahun 2018 mengungkap, akrilamida ditemukan bersifat karsinogenik dalam penelitian yang dilakukan pada tikus. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) juga menganggap gorengan bersifat mungkin karsinogenik bagi manusia.

    Mengonsumsi banyak makanan yang digoreng juga meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan obesitas. Kondisi ini dapat meningkatkan stres oksidatif dan peradangan, yang selanjutnya memicu kanker.

    3. Makanan yang terlalu lama dimasak

    Makanan yang terlalu lama dimasak alias overcooked food, terutama daging, dapat menghasilkan karsinogen. Menurut sebuah artikel tahun 2020, memasak daging dengan suhu tinggi menghasilkan PAH dan heterocyclic amines (HCAs) yang bersifat karsinogenik. Zat-zat ini dapat meningkatkan risiko kanker lewat cara mengubah DNA sel-sel.

    Karenanya, hindari mengonsumsi terlalu sering makanan yang dipanggang (grilling), dibakar di atas bara api (BBQ), atau digoreng di wajan. Sebagai solusi, kurangi risiko karsinogen.

    Kamu bisa menghindari proses masak dengan suhu tinggi. Cobalah menggunakan metode memasak yang lebih sehat, seperti merebus dan memasak dengan api kecil (slow cooker).

    Selengkapnya di halaman selanjutnya.

    4. Produk olahan susu

    5 Produk Olahan Susu Ini Cocok Dikonsumsi saat DietKonsumsi terlalu banyak produk olahan susu disebut bisa memicu sel kanker prostat. Foto: Getty Images/alvarez

    Beberapa bukti penelitian menunjukkan konsumsi produk olahan susu dapat meningkatkan risiko kanker prostat. Di antaranya susu, keju, dan yogurt.

    Penelitian tahun 2020 mengungkap, mengonsumsi produk susu meningkatkan kadar faktor pertumbuhan mirip insulin 1 (IGF-1). Hal ini dikaitkan dengan risiko kanker prostat yang lebih tinggi. IGF-1 dapat meningkatkan proliferasi atau produksi sel-sel kanker prostat. Namun, bukti untuk hal ini cenderung tidak konsisten.

    5. Makanan manis dan karbohidrat olahan

    Makanan manis dan karbohidrat olahan secara tidak langsung dapat meningkatkan risiko kanker. Beberapa contoh makanan ini adalah minuman kemasan, pasta putih, roti tawar, nasi putih, dan sereal manis.

    Mengonsumsi makanan manis dan bertepung dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 dan obesitas. Menurut sebuah studi tahun 2020, kedua kondisi tersebut memicu peradangan dan stres oksidatif. Hal ini dapat meningkatkan risiko terkena jenis kanker tertentu.

    Menurut sebuah tinjauan tahun 2019, diabetes tipe 2 meningkatkan risiko kanker ovarium, payudara, dan endometrium (rahim). Konsumsi gula dan karbohidrat olahan yang tinggi juga dapat menyebabkan kadar glukosa darah tinggi, yang pada akhirnya menjadi faktor risiko kanker kolorektal.

    (adr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective

  • Hindari 4 Makanan dan Minuman Ini untuk Cegah Risiko Kanker


    Jakarta

    Kanker merupakan penyakit berbahaya yang pasti ingin dihindari. Untuk mencegah risiko terkena penyakit ini, seorang ahli mengungkap 4 makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi.

    Setiap makanan yang dikonsumsi bisa berpengaruh kepada kesehatan seseorang. Makanan bernutrisi bisa memberikan efek baik, sedangkan makanan yang kurang bernutrisi bisa berisiko membahayakan.

    Oleh karena itu, memilih makanan yang sehat sangat penting untuk menurunkan peluang perkembangan kanker.


    Penelitian yang disebut nypost.com juga menunjukkan, pola makan seseorang dapat memengaruhi peluang mereka terkena beberapa jenis kanker. Para ahli menganjurkan konsumsi biji-bijian, sayur-sayuran, sampai kacang-kacangan untuk menurunkan risiko.

    Selain memerhatikan makanan apa yang dikonsumsi, kamu juga perlu menghindari makanan-makanan yang bisa meningkatkan risiko kanker lebih tinggi.

    Ahli gizi Matthew Lambert membagikan daftar makanan yang perlu dihindari agar risiko kanker berkurang. Melansir nypost.com (06/04), berikut daftarnnya!

    1. Daging olahan

    5 Sosis dan Sate-Satean Kaki Lima Enak Mulai Rp2 Ribuan!Sosis bakar atau daging olahan lain sebaiknya dihindari karena berisiko menyebabkan kanker. Foto: Istimewa

    Daging olahan merupakan daging yang diproses dan telah diawetkan dengan penambahan garam dan zat lainnya. Daging itu juga biasanya sudah melalui proses diasapi, dikeringkan, atau dikemas dalam kaleng.

    Daging olahan banyak digemari karena punya rasa yang enak dan harganya lebih terjangkau. Namun, mengonsumsinya secara berlebihan bukan hal yang tepat.

    Pada tahun 2015, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) dibawah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklarifikasi daging olahan sebagai ‘karsinogenik’ bagi manusia.

    Menurut WHO, Daging olahan biasanya telah diasinkan, diawetkan, dan difermentasi untuk meningkatkan rasa atau supaya lebih awet. Beberapa metode ini dapat menghasilkan bahan kimia yang berpotensi menyebabkan kanker.

    Contoh daging olahan yang sebaiknya dihindari mulai dari hot dog, sosis, ham, hingga kornet.

    Untuk menghindarinya dari risiko kanker, American Heart Association merekomendasikan, membatasi daging olahan sebanyak 100 gram dalam seminggu.

    2. Daging merah

    Jijik! Penjual Ini Lepaskan Tulang dari Daging Mentah Pakai MulutnyaDaging merah juga sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu banyak. Foto: Site News

    Selain daging olahan, konsumsi daging merah juga perlu dihindari.

    Pada tahun 2015, IARC juga menyatakan daging merah, seperti daging sapi, daging babi, daging domba, mungkin bersifat karsinogenik.

    Menurut Lambert, daging ini Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakitmengandung zat besi heme yang dapat memfasilitasi produksi bahan kimia berpotensi karsinogenik.

    “Heme yang mengandung zat besi dan memberi warna pada daging merah. Itu yang dapat memicu pembentukan senyawa penyebab kanker yang terbukti merusak lapisan usus, kemudian dapat meningkatkan risiko kanker ususm” ujar Lambert.

    Batasi konsumsi daging merah menjadi tiga porsi per minggu atau setara dengan sekitar 350 sampai 500 gram.

    Makanan lain yang perlu dihindari bisa dilhat pada halaman selanjutnya!

    3. Makanan manis dan gorengan

    Hobi Makan Gorengan? Bisa Netralisir Pakai Teh Hijau hingga BuahMakan gorengan juga bukan ide baik karena bisa menyebabkan obesitas yang berisiko terkena kanker juga. Foto: Ilustrasi iStock

    Makanan manis dan gorengan merupakan dua makanan yang cukup sulit dihindari banyak orang. Mengingat makanan ini menawarkan kelezatan yang tidak tertandingi.

    Sayangnya, kedua makanan ini berbahaya bagi kesehatan. Makan terlalu banyak makanan manis dan gorengan bisa menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas.

    Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), masalah tersebut telah dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena 13 jenis kanker.

    Lambert menyatakan, memang tidak ada bukti bahwa makanan manis dapat secara langsung menyebabkan kanker. Namun, dalam jumlah kecil makanan tersebut mengandung banyak kalori.

    Jika dimakan berlebihan, bisa menyebabkan penambahan berat badan dan berisiko menyebabkan kanker.

    4. Alkohol

    Muslim Makan di Resto yang Jual Minuman Alkohol, Bolehkah?Minuman alkohol juga bukan pilihan bagus, baik diminum sedikit atau banyak. Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages

    Bagi sebagian orang, alkohol adalah minuman yang menenangkan. Namun, perlu diingat minuman ini berbahaya jika dikonsumsi terlalu banyak.

    Menurut CDC, minum alkohol dapat meningkatkan risiko kanker mulut dan tenggorokan. Konsumsinya juga bisa menyebabkan risiko terkena kanker laring, kerongkongan, usus besar, hati, dan payudara.

    Lambert mengungkap, “Berbicara soal alkohol, tidak ada manfaat kesehatan dari minumnya. Karena alkohol dalam jumlah kecil sekalipun dapat meningkatkan risiko kanker.”

    Pusat Promosi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Nasional AS menyarankan perempuan untuk membatasi minum alkohol satu gelas sehari. Sedangkan laki-laki tidak lebih dari dua gelas sehari.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Jannis Brandt
  • 4 Makanan untuk Turunkan Risiko Diabetes dan Kanker Menurut Ahli


    Jakarta

    Salah satu cara mengurangi risiko penyakit kanker dan diabetes adalah mengubah pola hidup, termasuk pola makan. Ahli kesehatan mengungkap 4 makanan yang bisa membantunya.

    Pola hidup yang baik, termasuk menjaga pola makan sehat sangat penting diterapkan.

    Meskipun sebagian orang mungkin hanya memusatkan perhatian pada banyak jumlah asupan kalori, tetapi menentukan jenis makanan yang dikonsumsi juga penting.


    Seorang ahli kesehatan memperingatkan, kebanyakan makanan yang umum dikonsumsi sebenarnya bisa membuat seseorang berisiko terkena penyakit. Misalnya, makanan tinggi lemak, gula, dan karbohidrat.

    Makanan-makanan seperti kue, roti tawar, atau gorengan memang terasa sangat nikmat. Namun, makanan ini bisa menyebabkan peradangan tubuh.

    Peradangan bisa berbahaya dan sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan serius, seperti diabetes tipe 2, penyakit Alzheimer, obesitas, radang sendi, bahkan kanker.

    Berbicara kepada The Mirror, ahli gizi Dr Carrie Ruxton mengungkap, “Apa yang kita makan membuat perbedaan besar bagi kesehatan.”

    Ia menjelaskan beberapa jenis makanan yang dapat memicu peradangan kronis. Makanan tersebut terdiri atas olahan biji-bijian olahan, makanan yang digoreng dengan banyak minyak, serta makanan dan minuman tinggi gula.

    Mengonsumsi makanan seperti itu tidak hanya menyebabkan peradangan, tetapi juga memicu nyeri sendi dan masalah kesehatan lainnya.

    Oleh karena itu, ia merekomendasikan untuk mulai mengonsumsi makanan-makanan yang memiliki sifat anti-inflamasi.

    Dr Ruxton menyarankan konsumsi 4 makanan ini, seperti yang dilansir dari express.co.uk (12/03).

    1. Ikan berminyak yang kaya omega-3

    5 Fakta Garis-garis Putih yang Ada pada Daging Ikan SalmonIkan berminyak seperti salmon merupakan makanan terbaik untuk mengatasi peradangan. Foto: iStock

    Dr Ruxton menyebut ikan berminyak merupakan makanan anti-inflamasi (peradangan) paling baik karena kaya akan asam lemak omega-3.

    Menurut laporannya, ada sebuah studi tentang nutrisi yang menemukan bahwa osteoartritis (penyakit inflamasi sendi) membaik setelah pasien diberi tambahan asupan omega 3. Para peneliti juga melihat pengurangan rasa sakit.

    Ikan berminyak yang bisa dikonsumsi, mulai dari salmon, sarden, hingga makarel. Namun, jika kamu mengikuti pola makan vegetarian, bisa menggantinya dengan kacang merah, biji chia, biji rami yang juga mengandung omega-3 serupa.

    2. Buah dan sayur-sayuran

    Cara sehat masak sayuranBuah buahan dan sayuran tidak kalah penting dikonsumsi. Foto: iStock

    Buah dan sayuran juga merupakan makanan esensial yang perlu dikonsumsi sehari-hari.

    Dr Ruxton menjelaskan, sebuah penelitian menunjukkan jika makan lebih banyak buah dan sayuran mengurangi peradangan dalam darah, disebut protein C-reaktif.

    Dengan menurunkan peradangan, buah dan sayuran ini juga menolong mengontrol gula darah, serta menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol.

    Dr Ruxton juga mengungkap, peradangan merupakan inti perkembangan penyakit Alzheimer. Sebuah penelitian yang diterbitkan tahun lalu di Jurnal Neurologi menunjukkan orang yang jarang konsumsi buah dan sayur berisiko lebih tinggi terkena penyakit Alzheimer.

    Daftar makanan yang direkomendasikan ahli kesehatan lainnya bisa dilihat pada halaman berikut ini!

    3. Makanan fermentasi

    Ilustrasi KimchiKimchi hingga yogurth menjadi makanan fermentasi yang bisa dikonsumsi untuk mengurangi risiko penyakit kronis. Foto: iStockphoto/Getty Images/Zania Studio

    Makanan fermentasi juga baik untuk mengurangi risiko penyakit kronis ini. Makanan fermentasi diketahui dapat meningkatkan kesehatan usus.

    “Ketidakseimbangan mikrobiota usus berhubungan dengan peradangan,” ujar Dr Ruxton.

    Makanan fermentasi disebut dapat meningkatkan spesies bakteri ‘baik’ di usus dan membantu mengurangi peradangan. IIni dapat membantu mengatasi kondisi usus tertentu, seperti sindrom iritasi usus.

    Kamu bisa menikmati makanan fermentasi, seperti yogurt, kimchi, hingga acar atau sayur asin.

    4. Kacang-kacangan

    Ilustrasi edamameKacang-kacangan seperti edamame juga bisa menurunkan penanda peradangan dalam darah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Magone

    Menurut Dr Ruxton, kacang-kacangan juga dapat mengurangi peradangan sebagai akibat dari menurunkan penanda peradangan dalam darah. Hal ini dapat mengurangi peradangan pada orang obesitas atau penderita diabetes.

    “Protein dari kedelai secara khusus telah terbukti meringankan gejala osteoartritis,” jelasnya.

    Selain kacang kedelai, kamu bisa mengonsumsi kacang almond dan edamame. Namun, konsumsinya juga perlu dibatasi. Tidak boleh terlalu banyak karena sebagian kacang mengandung kalori tinggi.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Anna Pelzer

  • 5 Buah dengan Nutrisi Super Ini Berkhasiat Cegah Kanker


    Jakarta

    Tidak hanya pengobatan khusus, kanker juga bisa dilawan dengan mengonsumsi makanan berkhasiat alami. Contohnya 5 buah ini yang mengandung nutrisi untuk melawan kanker.

    Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan. Mereka yang sudah terserang kanker, umumnya akan melakukan pengobatan khusus.

    Namun, selain obat-obatan atau pengobatan khusus, kanker juga bisa dilawan dengan konsumsi makanan berkhasiat.


    Beberapa jenis buah ternyata ‘dibenci’ oleh sel kanker dan dapat mencegah pertumbuhan sel kanker lebih lanjut dalam tubuh.

    Makanan ini baik dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat untuk mengurangi risiko kanker. Namun, penting juga untuk menghindari konsumsi makanan yang tidak sehat, seperti junk food, makanan olahan, atau makanan lain yang mengandung pemanis yang bisa meningkatkan risiko kanker.

    Lantas, buah apa saja yang bisa membantu melawan sel kanker secara alami? Melansir webmc.com (18/06/2024), berikut daftranya!

    1. Jeruk

    Fantastis! Satu Buah Jeruk Mandarin Mikan Dijual Rp 14,2 Juta di JepangBuah jeruk dan sejenisnya juga menjadi salah satu yang bisa atasi kanker. Foto: iStock

    Buah-buahan yang termasuk dalam golongan citrus, seperti jeruk, jeruk limau, dan lemon memiliki peran dalam melawan kanker. Pasalnya, buah-buahan tersebut mengandung vitamin C dan antioksidan tinggi yang dibenci oleh sel kanker.

    Dalam studi besar di Jepang ditemukan bahwa mereka yang mengonsumsi buah-buahan jeruk atau minum jusnya selama 3-4 hari dalam seminggu memiliki risiko lebih kecil terkena kanker dibandingkan mereka yang mengonsumsinya hanya 2 hari atau kurang dari seminggu.

    Meskipun hasil penelitiannya belum begitu jelas, tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa buah citrus bisa membantu menangkal beberapa jenis kanker. Mulai dari kanker saluran pencernaan, seperti kanker usus besar, kanker paru-paru, kanker pankreas, kanker payudara, dan lain sebagainya.

    2. Apel

    apple isolated on wood backgroundKonsumsi apel juga baik untuk melawan kanker karena kandungan antioksidan di dalamnya. Foto: iStock

    Apel juga termasuk buah-buahan yang bisa menurunkan risiko kanker karena nutrisi di dalamnya.

    Melansir Klik Dokter, dr. Devina Irine Putri mengungkap bahwa apel merupakan buah kaya vitamin dan antioksidan. Kandungan tersebut dipercaya bisa menangkal radikal bebas, membantu meningkatkan daya tahan tubuh, serta mencegah perkembangan kanker.

    Selain itu, kandungan polisakarida, sejenis karbohidrat, dan quercetin, pigmen tumbuhan di dalam apel juga bisa membantu melawan sel kanker.

    Sebuah meta-analisis yang disebut situs Web Md juga mengaitkan apel dengan risiko kanker lebih rendah, terutama dalam melawan kanker paru-paru.

    Daftar buah yang bisa lawan kanker lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Buah beri

    White bowl filled with fresh mixed organic berries on blue garden table. Some berries are scattered outside the bowl. DSRL studio photo taken with Canon EOS 5D Mk II and Canon EF 100mm f/2.8L Macro IS USMBerbagai macam jenis beri-berian juga bisa membantu melawan kanker. Foto: Getty Images/iStockphoto/fcafotodigital

    Berbagai macam jenis beri-berian juga bisa membantu melawan kanker. Hal ini disebabkan oleh kandungan vitamin C dan antioksidan di dalamnya.

    Misalnya blackberry yang kaya akan antioksidan antosianin dan mengandung zat polifenol yang mampu mengatasi peradangan penyakit jantung dan kanker.

    Blueberry juga bisa dikonsumsi karena kandungan antioksidannya bisa membantu melawan pertumbuhan sel kanker. Dalam sebuah penelitian yang disebut situs sayurbox.com, sifat anti peradangan yang dimiliki buah ini juga bisa mencegah pertumbuhan kanker payudara pada tikus.

    4. Anggur

    Viral Mitos Makan Anggur di Bawah Meja Datangkan Jodoh, Begini ArtinyaKonsumsi anggur juga merupakan pilihan tepat untuk membantu melawan kanker. Foto: Getty Images/martin-dm

    Buah dengan kandungan antioksidan dan vitamin tinggi ini juga bisa dikonsumsi untuk melawan kanker.

    Anggur juga mengandung likopen, sebuah karotenoid yang memiliki sifat anti kanker. Selain likopen, buah anggur juga kaya vitamin C yang berperan sebagai antioksidan.

    Asupan antioksidan tinggi bisa membantu mencegah terjadinya kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas. Jika sel tubuh dibiarkan rusak begitu saja, dapat berpotensi menjadi sel kanker.

    5. Pir

    Pir yang kaya akan serat, tembaga, vitamin C dan vitamin K ini menjadi salah satu pilihan buah terbaik untuk membantu melawan sel kanker.

    Utamanya kandungan tembaga dalam pir yang memegang peranan penting dalam berlangsungnya fungsi sistem imun tubuh, serta mengurangi kerentanan tubuh dari infeksi.

    Di dalam buah pir juga terkandung pigmen yang disebut antosianin. Pada penelitian test-tube, antosianin dalam buah pir telah dikaitkan dengan melambatnya pertumbuhan kanker dan tumor dalam tubuh.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Minum Kopi Bisa Cegah Perkembangan Sel Kanker karena 4 Komponen Ini


    Jakarta

    Banyak ahli mencoba membuktikan khasiat kopi terhadap tubuh. Salah satu yang menarik ialah komponen aktif yang dapat mencegah perkembangan sel kanker pada tubuh.

    Segarnya kopi selama ini lebih terkenal untuk membantu meningkatkan fokus dan menyegarkan mata saja. Tetapi sudah banyak penelitian yang dilakukan ahli untuk melihat lebih jauh dari khasiatnya tersebut.

    Sebagaimana diketahui bahwa kopi berasal dari sebuah tanaman yang tentu memiliki komponen kimia alami di dalamnya. Ada beberapa komponen yang ditemukan ahli dan dipercaya dapat meminimalisir serta mencegah perkembangan kanker.


    Untuk mendapatkan khasiatnya tersebut konon kopi cukup diminum dengan rutin merujuk pada dosis aman, yakni tak lebih dari 4 cangkir setiap hari. Mulai dari kafein, antioksidan, hingga asam klorogenat di dalamnya terbukti dapat mengatasi sel kanker.

    Baca juga: Kacau! Harga Makanan Kemahalan, 5 Pengunjung Restoran Kabur Tak Bayar

    Berikut ini 4 komponen aktif dalam kopi yang dapat mencegah perkembangan kanker:

    Menurut Ahli Ini 4 Faktor yang Pengaruhi Rasa Kopi Secara PsikologisKafein di dalam kopi berperan sebagai antiinflamasi yang mencegah kerusakan sel dan perkembangan sel kanker. Foto: Getty Images/Farknot_Architect

    1. Kafein

    Kafein yang paling banyak terkandung di dalam kopi merupakan komponen antagoni dari adenosis pada otak. Alasan minum kopi dapat mencegah kantuk ialah karena kafein memblokir reseptor adenosin.

    Secara umum kafein yang terserap pada orak akan menstimulasi baik fisik maupun kemampuan kognitif. Setelah diserap oleh reseptor adenosin, kafein baru disebarkan ke seluruh tubuh termasuk usus halus dan organ lainnya.

    Melansir National Library of Medicine, masuknya kafein ke dalam tubuh juga berperan sebagai inflamasi dan mengurangi terjadinya proses inflamasi yang merusak sel tubuh. Ketika sel tubuh rusak dan terpapar stres oksidatif serta pengaruh lainnya sel kanker akan lebih mudah berkembang.

    2. Cafestol dan Kahweol

    Ada molekul-molekul terstruktur di dalam kopi yang bernama cafestol dan kahweol. Pada berbagai hasil penelitian ahli dikonfirmasi bahwa kedua senyawa tersebut memiliki peran sebagai antiinflamasi dan antiangiogenik.

    Peran antiangiogenik ini dibutuhkan guna mencegah inflamasi angiogenesis. Jenis inflamasi tersebut merupakan salah satu cara sel kanker dan tumor akan memperluas paparannya dan menjadi ganas.

    Sementara ini, pada penelitiannya terhadap manusia, cafestol dan kahweol terbukti potensial dalam menghentikan pertumbuhan tumor. Namun tetap dibutuhkan penelitian yang lebih mendalam guna melihat berbagai efek yang mungkin terjadi.

    Komponen pencegah kanker dalam kopi lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Asam Klorogenat

    Asam klorogenat merupakan kadar asam yang berada di tengah-tengah kafein dan asam quinat. Komponen ini merupakan jenis polifenol yang secara alami terbentuk pada tanaman.

    Asam klorogenat dalam kopi ditemukan dalam kadar yang cukup tinggi yaitu mencapai 98%. Walaupun kadarnya tinggi tetapi konsentrasi dalam darah akan menjadi rendah karena transformasi metabolik.

    Jenis asam dari tumbuhan ini memiliki kapasitas antikanker yang mampu menurunkan jumlah radikal bebas dan oksigen tunggal. Sehingga konsumsi kopi yang memiliki asam klorogenat tinggi dapat menghambat pembentukan karsinogen atau zat yang memicu terjadinya kanker.

    7 Kebiasan Minum Kopi yang Lebih SehatKandungan antioksidan di dalam kopi berperan mencegah peradangan hingga perkembangan kanker. Foto: Getty Images/VioletaStoimenova

    4. Antioksidan

    Pada jurnal yang dipublikasi ScienceDirect, kopi disebut memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Pembuktiannya dilakukan dengan eksperimen terhadap tiga konsentrasi kopi yang sudah disiapkan.

    Melalui lima eksperimen yang dilakukan ditemukan bahwa kandungan antioksidan pada kopi cukup tinggi. Adalah aktivitas eksperimen Folin-Ciocalteu yang membuktikan kandungan fenolik di dalam kopi melihat berbagai jenis antioksidan yang ditemukan.

    Mulai dari fenolik hingga asam galat yang keduanya memiliki fungsi antikanker. Kemampuannya menangkal radikal bebas memiliki efek terapeutik untuk mengatasi alergi, radang, hingga perkembangan kanker.

    Baca juga: Viral! Ada Gerai Kopi Nescafe Buka di Yogya, Harganya Rp 5 Ribuan

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Makanan dan Minuman yang Konsumsinya Tak Disarankan oleh Ahli Kanker


    Jakarta

    Ahli kanker mengungkap makanan yang konsumsinya perlu dibatasi karena dapat memicu kanker. Jenisnya berupa makanan olahan hingga makanan tinggi gula yang populer dikonsumsi masyarakat.

    Pola makan punya peran penting dalam menentukan status kesehatan seseorang. Jangan sampai ‘tertipu’ dengan tekstur atau rasa makanan yang enak karena nutrisinya bisa jadi tidak sebaik itu.

    Dalam hal penyakit kanker, ahli kanker mengungkap makanan dan minuman yang konsumsinya perlu diwaspadai dan bahkan dibatasi. Sebab makanan dan minuman ini memicu perkembangan sel kanker dalam tubuh.


    Berikut 5 makanan dan minuman yang konsumsinya tak disarankan oleh ahli kanker:

    1. Daging olahan

    Gokil! Pria Ini Habiskan 58 Hot Dog Demi Hadiah Rp 300 JutaDaging olana seperti hot dog atau sosis sebaiknya tidak dikonsumsi karena bisa memicu perkembangan sel kanker. Foto: X / @espn

    Daging olahan seperti sosis, bacon, salami, hingga hot dog memang cocok untuk dipilih guna mengenyangkan dengan cepat. Rasanya yang enak dan sederhana juga membantu ketika tak memiliki waktu banyak untuk memasak.

    Ternyata makanan olahan ini diungkapkan ahli sangat cepat untuk memicu risiko perkembangan sel kanker. Hal tersebut lantaran adanya penambahan bahan pengawet yang dimaksudkan untuk membuat produk makanan bertahan lebih lama.

    Penambahan kimia hingga proses yang dilalui begitu mengkhawatirkan bagi kesehatan. Alasan lain daging olahan dapat memicu kanker ada pada proses pengasapan hingga penambahan garam yang terlalu berlebihan.

    2. Alkohol

    Ilustrasi keracunan alkoholAlkohol juga bisa memicu perkembangan kanker. Foto: (Getty Images/Dagjoh)

    Bagi peminumnya, alkohol sering diasosiasikan dengan minuman yang membantu tubuh untuk relaksasi. Namun hal ini tidak sejalan dengan temuan Matthew Lambert selaku ahli gizi di World Cancer Research Fund (WCRF).

    “Ketika berbicara tentang alkohol, sebenarnya tidak ada keuntungan untuk meminumnya. Kami memiliki bukti ilmiah bahwa semua jenis minuman beralkohol dapat menyebabkan setidaknya enam jenis kanker, termasuk kanker payudara dan perut,” papar Lambert.

    Bahkan bagi Lambert asupan alkohol sedikit pun juga dapat berdampak buruk untuk tubuh. Apalagi ketika diserap oleh tubuh alkohol dapat memicu kerusakan sel dan menghentikan kemampuan tubuh memperbaiki selnya secara alami.

    3. Daging merah

    dagingDaging mentah juga sebaiknya tidak banyak dikonsumsi karena bisa memicu kanker. Foto: Getty Image/Shutterstock

    Daging merah sering diandalkan sebagai asupan protein utama untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh. Apalagi bagi mereka yang merupakan pegiat kebugaran dan tengah menjalani program peningkatan massa otot.

    Namun mengonsumsi daging merah secara sembarangan dan berlebihan juga tidak dianjurkan oleh ahli kanker. Steak, burger, hingga lamb chop atau daging domba panggang tidak disarankan dikonsumsi terlalu sering.

    Banyak hasil penelitian yang telah berhasil mengungkapkan kaitan konsumsi daging merah dengan perkembangan beberapa jenis sel kanker di dalam tubuh. Walaupun begitu masih dibutuhkan pengamatan lebih dalam agar memperjelas bukti dan efek yang disebabkan dari konsumsi daging merah terhadap kanker.

    4. Makanan tinggi gula

    resep kue cokelat tanpa tepungKue cokelat atau makanan manis lainnya memang enak tetapi asupannya perlu diminimalisir. Foto: instagram@fitwafflekitchen

    Manisnya makanan dengan kadar gula yang tinggi bikin siapapun sulit menolaknya. Apalagi ketika menerimanya sebagai makanan penutup yang legit untuk cuci mulut.

    “Kami (sebagai ahli) menyarankan untuk meminimalisir asupan makanan olahan, berlemak dan manis. Seperti kue, biskuit, pastry, hingga minuman-minuman yang manis,” lanjut Lambert.

    Gula merupakan asupan yang baik untuk bakteri di dalam tubuh. Namun, ketika dikonsumsi berlebihan dampaknya dapat memperparah inflamasi dan membuat tubuh berisiko tinggi atas perkembangan sel-sel kanker.

    5. Gorengan

    Banyak orang Indonesia merasa belum puas jika tidak melengkapi menu makanan dengan gorengan yang renyah. Konsumsi gorengan juga seolah melekat dengan kuat dengan kebiasaan orang Indonesia.

    Ayam goreng, ikan goreng, hingga camilan seperti singkong goreng atau risol tak pernah absen dari kehidupan orang Indonesia. Sayangnya di balik teksturnya yang renyah, gorengan justru mengancam kesehatan tubuh dan sel-sel di dalamnya.

    Penggunaan minyak untuk menggoreng makanan dapat meningkatkan endapan lemak jenuh di dalam tubuh manusia. Semetara ketika lemak jenuh terlalu banyak ada ancaman perkembangan setidaknya 13 jenis kanker di dalam tubuh manusia.

    Artikel ini sudah tayang di detikfood dengan judul Makanan dan Minuman Ini Tak Disarankan oleh Ahli Kanker, Hindari Konsumsinya

    Baca artikel detikfood, “Makanan dan Minuman Ini Tak Disarankan oleh Ahli Kanker, Hindari Konsumsinya”

    (Tim detikfood/Tim detikfood)



    Sumber : food.detik.com

  • 6 Makanan dan Minuman yang Berpotensi Memicu Kanker

    Jakarta

    Ada sederet makanan dan minuman yang tak direkomendasikan oleh para ahli kanker. Mengonsumsi makanan minuman tersebut, dinilai cukup berbahaya bagi tubuh dalam jangka waktu panjang.

    Pola makan yang sehat tentu berperan penting dalam sistem organ di tubuh dan mencegah berbagai penyakit, salah satunya penyakit kronis seperti kanker. Ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari, sebab para ahli telah mengidentifikasi sejumlah makanan dan minuman berpotensi meningkatkan risiko kanker.

    Baik karena adanya kandungan kimiawi berbahaya, metode pengolahan, maupun dampaknya terhadap tubuh dalam jangka panjang. Dengan memahami makanan dan minuman apa saja yang sebaiknya dihindari, kamu dapat mengambil keputusan yang lebih baik untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga.


    6 Makanan dan Minuman yang Berpotensi Memicu Kanker

    Beberapa makanan dan minuman berikut mungkin punya rasa yang lezat, tetapi dapat memberikan dampak yang negatif bagi tubuh. Jika ingin tubuh lebih sehat dan berumur panjang, segera batasi dan hindari untuk mengonsumsi beberapa makanan pemicu kanker ini secara rutin. Berikut daftarnya, dikutip dari laman Healthline:

    1. Gula dan Karbohidrat Olahan

    Dalam artikel yang telah ditinjau Katherine Marengo LDN, R.D., Nutrition, semakin banyak makanan dengan gula dan karbohidrat olahan. Ciri khas rasa yang terlalu manis, dikatakan berpotensi meningkatkan kemungkinan kanker.

    Sebut saja minuman dengan kandungan pemanis yang tinggi, makanan yang dimasak terlalu lama, olahan seperti pasta, roti, hingga sereal juga menjadi makanan yang mungkin kini dikenal dengan sebutan ultra processed food (UPF). Itu adalah makanan yang telah diproses dengan bahan-bahan asing seperti zat kimia, pengawet, pewarna, garam dan gula berlebih.

    Mengonsumsi makanan bertepung dengan konsentrasi tinggi dan manis dapat membuat kamu lebih berisiko terkena diabetes tipe 2 dan obesitas. Menurut sebuah studi tahun 2020, kondisi tersebut mendorong peradangan dan stres. Hal ini dapat meningkatkan risiko untuk jenis kanker tertentu.

    Makanan yang bermula dari memicu diabetes tipe 2, meningkatkan risiko kanker ovarium, payudara, dan endometrium (uterus). Maka, untuk membatasinya bisa konsumsi makanan alternatif yang lebih sehat seperti beras merah, roti dari tepung gluten free, dan makanan real food yang minim olahan lainnya.

    2. Daging Olahan

    Siapa yang tak suka dengan daging olahan? Kita sangat dekat dengan makanan yang satu ini seperti sosis dan nuget, yang memang praktis dan bisa mengenyangkan dengan cepat. Rasanya yang enak juga membantu ketika tak memiliki waktu banyak untuk memasak, tapi ingin makan dengan lahap.

    Nyatanya, daging olahan terdiri dari daging yang hanya sedikit persenannya, diberi pengawet dan banyak tepung serta bahan asing lainnya. Metode yang digunakan untuk membuat daging olahan dapat menciptakan karsinogen.

    Mengonsumsi daging olahan yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Ternyata makanan olahan ini diungkapkan ahli sangat cepat untuk memicu risiko perkembangan sel kanker.

    Hal tersebut lantaran adanya penambahan bahan pengawet yang dimaksudkan untuk membuat produk makanan bertahan lebih lama. Selain itu, proses pengasapan hingga penambahan garam pada daging olahan juga terlalu berlebihan.

    3. Alkohol

    Alkohol dapat mengganggu fungsi kekebalan tubuhmu, sehingga menyulitkan tubuh untuk menargetkan sel-sel prakanker dan kanker. Pada wanita, alkohol meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh dan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk memicu kanker payudara.

    Bagi peminumnya, alkohol sering diasosiasikan dengan minuman yang membantu tubuh untuk relaksasi. Namun ahli gizi di World Cancer Research Fund (WCRF), Matthew Lambert menjelaskan bahwa alkohol tak punya kaitan positif untuk tubuh. Bahkan, minuman beralkohol dapat menyebabkan setidaknya enam jenis kanker.

    4. Makanan yang Dimasak Berlebihan

    Memasak makanan secara berlebihan dapat menghasilkan karsinogen. Seperti daging yang dimasak terlalu lama, hingga penggunaan wajan dengan bahan tak sehat juga bisa mempengaruhi.

    Memasak daging dengan panas tinggi menciptakan PAH karsinogenik dan amina heterosiklik (HCA). Zat-zat ini dapat meningkatkan risiko kanker dengan mengubah DNA sel. Maka untuk mengurangi risiko karsinogen dari memasak dengan panas tinggi, bisa menggunakan metode memasak yang lebih sehat seperti memanggang pada suhu yang lebih rendah atau masak perlahan dalam slow cooker.

    5. Gorengan

    Gorengan memang selalu jadi teman makan favorit orang Indonesia. Mengonsumsi gorengan, melekat dengan kebiasaan orang Indonesia. Ayam goreng, ikan goreng, bala-bala, hingga camilan seperti singkong goreng atau risol tak pernah absen dari kehidupan orang Indonesia.

    Namun, penggunaan minyak untuk menggoreng makanan dapat meningkatkan endapan lemak jenuh di dalam tubuh manusia. Apalagi minyak tersebut sudah digunakan untuk menggoreng berkali-kali. Ketika lemak jenuh terlalu banyak, ada ancaman setidaknya 13 jenis kanker berkembang di dalam tubuh manusia.

    6. Segala Makanan UPF

    American Institute for Cancer Research dan American Cancer Society, bahwa pola hidup menghindari makanan olahan ultra atau ultra processed food (UPF) menjadi kunci mencegah kanker.

    Mengonsumsi makanan yang tak banyak diolah atau real food seperti sayur, buah, daging dengan cara masak dan bumbu dapur asli, menjadi makanan yang paling aman dan sehat. Kuncinya, konsumsi bahan yang datang dari alam dan bukan yang dibuat di pabrik.

    Rata-rata orang Amerika mengkonsumsi setidaknya 63% makanan ultraproses seperti pizza, keripik, muffin, daging olahan, dan minuman berpemanis. Studi kanker menunjukkan bahwa makanan ultraproses tidak hanya meningkatkan risiko terjadinya kanker, tetapi setelah diagnosis kanker, makanan ini meningkatkan risiko kematian.

    Penelitian menunjukkan bahwa langkah yang terbaik adalah menghindari makanan tersebut. Sumber protein bisa diperoleh dari makanan seperti tahu, edamame, tempe, ikan, ayam, dan kacang-kacangan.

    Nah itulah tadi 6 daftar makanan pemicu kanker yang tidak direkomendasikan para ahli. Yuk kita hidup sehat, dan jauhi makanan yang berdampak buruk bagi tubuh!

    (aau/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • Legit dan Berkhasiat! 5 Manfaat Konsumsi Durian Menurut Ahli Kimia


    Jakarta

    Durian kerap dikaitkan dengan efek samping yang membahayakan. Namun banyak penelitian yang menemukan manfaatnya, seperti mencegah kanker hingga mendetoks tubuh.

    Durian merupakan jenis buah tropis yang identik dengan aroma menyengat. Meskipun sering dipandang sebelah mata, tetapi durian memiliki sederet manfaat kesehatan.

    Hal tersebut diungkap oleh Dr. Dan Gubler Ph.D, seorang ahli kimia organik. Dalam Instagramnya @drdangubler (23/7) ia mengungkap manfaat durian yang belum diketahui banyak orang.


    Dikutip dari berbagai sumber, berikut 5 manfaat durian:

    1. Mengurangi risiko kanker

    Hands peeling a Monthong durian seasonal fruit in ThailnadDurian dapat mengurangi risiko leukimia. Foto: Getty Images/Yopin Mekkawan

    Menurut sebuah penelitian di National Library of Medicine, durian dapat menurunkan risiko leukemia atau kanker darah. Hal tersebut karena kandungan flavonoid pada durian.

    Flavonoid berperan sebagai antioksidan, sehingga dapat mengurangi aktivitas apoptosis atau proses yang memicu perkembangan sel kanker dalam tubuh.

    2. Menambah energi

    Durian mengandung karbohidrat yang dapat menjadi sumber energi tambahan. Temuan ini telah dibuktikan lewat studi yang diterbitkan di Journal of the American Nutrition Association.

    Menurut peneliti, karbohidrat pada durian seperti sukrosa, glukosa, dan fruktosa dapat memberikan energi secara instan.

    Dengan bantuan insulin, karbohidrat tersebut akan diserap oleh sel-sel tubuh untuk dijadikan energi, Durian juga mengandung serat yang membantu melancarkan pencernaan.

    Manfaat durian ada di halaman berikutnya.

    3. Mengobati PCOS

    efek samping dari makan durian berlebihanDurian dapat mengobati PCOS Foto: Getty Images/iStockphoto

    Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS) kondisi di mana sel telur wanita tidak berkembang secara normal karena ketidakseimbangan hormon.

    Kondisi tersebut dapat diatasi dengan mengonsumsi durian. Durian mengandung fitoestrogen, senyawa yang berperan sama seperti estrogen pada wanita.

    Menurut studi pada Journal of Integrative Medicine, senyawa tersebut dapat membantu melawan efek ketidakseimbangan hormon pada wanita dan membantu meningkatkan kesuburan.

    4. Mendetoks tubuh

    Durian dapat mendetoks tubuh dengan baik. Hal tersebut karena durian merupakan sumber antioksidan yang baik, seperti glutathione, asam kafeat, quercetin, dan karotenoid.

    Antioksidan tersebut khususnya glutathione akan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Dengan begitu, tubuh akan terdetoks dengan baik dan sel terlindungi.

    5. Menciptakan Rasa Senang

    Gerai Ini Jual Durian Mao Shan Wang Pakai Mesin OtomatisDurian dapat menciptakan rasa bahagia. Foto: 8days

    Meskipun bagi sebagian orang aroma durian sangat mengganggu, tetapi sebenarnya sangat bermanfaat untuk kesehatan.

    Aroma durian tersebut dapat memicu respons emosional melalui sistem limbik, bagian otak yang terkait dengan emosi dan memori. Dengan begitu dapat membantu mengurangi stres.

    Selain itu, aroma durian juga dapat menimbulkan respons emosional positif yang dapat berkontribusi suasana hati yang lebih baik dan sebagai relaksasi.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Cegah Kanker dengan Konsumsi Rutin 5 Makanan Kaya Serat Ini


    Jakarta

    Asupan serat dari makanan ternyata memiliki khasiat yang lebih kompleks. Salah satunya dapat mencegah perkembangan kanker seperti yang diungkapkan ahli.

    Pemilihan makanan bagi sebagian orang merujuk pada kenyamanan atau selera makan saja. Padahal asupan makanan juga penting sebagai sumber nutrisi tubuh.

    Salah satunya kandungan serat yang memiliki peran penting untuk kesehatan. Serat tidak hanya dapat membantu menjaga kesehatan dan kelancaran pencernaan saja, tetapi juga meregulasi hormon.


    Pengendalian hormon yang stabil akan mencegah pembentukan kanker yang menyerang tubuh. Dilansir dari Times of India, (24/8), secara spesifik ada beberapa makanan tinggi serat yang disarankan oleh pakar kesehatan untuk mencegah potensi berkembangnya sel kanker.

    Baca juga: Restoran Dituntut! Makanan Wanita Ini Diduga Mengandung Jari Manusia

    Berikut ini 5 makanan tinggi serat untuk mencegah kanker:

    Makanan cegah kankerKacang lentil menjadi sumber serat dan protein nabati yang disarankan oleh pakar kesehatan. Foto: Getty Images/MEDITERRANEAN

    1. Kacang Lentil

    Kacang lentil memiliki kandungan serat yang tinggi dan termasuk sumber protein nabati yang disarankan pakar kesehatan. Banyak penelitian telah membuktikan khasiat asupan makanan ini.

    Salah satunya adalah kemampuannya untuk meningkatkan kesehatan pencernaan. Kacang lentil juga dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, sehingga cocok untuk penderita pre-diabetes.

    Dalam kacang yang kecil ini juga terdapat pati yang menjadi asupan untuk bakteri baik di dalam usus besar. Komponen butyrate di dalamnya mampu mengurangi inflamasi dan mengurangi risiko kanker usus besar.

    2. Apel

    Bukan sekadar anggapan, apel dipercaya sebagai buah paling bernutrisi sebab memiliki kandungan detoks alami di dalamnya.

    Apel memiliki kandungan serat yang tinggi juga polifenol. Kolaborasi kedua komponen tersebut dapat mencegah senyawa berbahaya yang dapat merusak DNA.

    Para peneliti juga menyarankan apel untuk dikonsumsi setiap hari jika ingin mencegah kanker. Khasiatnya, terutama pada pencernaan, terbukti dapat menurunkan risiko perkembangan beberapa jenis kanker.

    3. Pir

    Mirip dengan apel, buah pir juga tak kalah menyegarkan. Kandungan airnya yang tinggi membuat pir disarankan untuk menjaga keseimbangan hidrasi tubuh.

    Selain kandungan air yang tinggi, pir juga dilengkapi serat yang padat. Konsumsi pir secara rutin dapat membantu mengurangi kontak karsinogen dengan usus besar melalui manfaatnya melancarkan pencernaan.

    Ketika membantu usus besar bergerak dan membuang kotoran secara perlahan, pir dapat mencegah penumpukan toksin. Sebagaimana diketahui, jika toksin mengendap terlalu lama di dalam tubuh dapat menjadi salah satu pemicu kanker.

    Makanan cegah kankerKandungan beta glukan pada oatmeal dapat mencegah berkembangnya sel abnormal yang memicu terbentuknya kanker. Foto: Getty Images/MEDITERRANEAN

    4. Oatmeal

    Oatmeal menjadi asupan makanan yang cukup populer akhir-akhir ini. Termasuk dalam golongan gandum dan biji-bijian, oatmeal punya kandungan serat yang baik.

    Di dalam seporsi oatmeal juga terdapat beta glukan yang dapat memperkuat sel imunitas. Sehingga tubuh akan lebih efektif untuk mendeteksi dan menghancurkan sel-sel abnormal yang dapat terbentuk sebagai pemicu kanker.

    Konsumsi oatmeal dapat memberikan dua khasiat sekaligus. Pertama menguatkan sistem tubuh mencegah kanker dan kedua, membersihkan arteri untuk melancarkan aliran darah.

    5. Kol

    Hampir selalu hadir sebagai lalapan saat makan, ternyata kol tak sekadar ‘absen’ di atas piring. Kol memiliki kandungan serat dan vitamin C yang dapat membantu mencukupi kebutuhan harian tubuh.

    Ketika dikunyah atau dicincang, kol akan melepaskan komponen bernama glukosinolat. Komponen ini dapat berubah menjadi molekul bioaktif yang membantu detoksifikasi di dalam tubuh.

    Fungsinya di dalam tubuh salah satunya adalah menetralkan karsinogen yang sudah terendap dalam tubuh. Jika dipadukan dengan asupan makanan tinggi serat lainnya, maka kol dapat berperan sebagai tameng tubuh melawan sel kanker.

    Baca juga: Amankan Tiketnya! Yuk Daftar Kelas Kopi detikFood Bareng Barista Profesional

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com