Tag: kapolsek

  • Rekor Terbanyak Tahun Ini, MAG Run 2025 Diikuti 5.000 Peserta Lari


    Jakarta

    Mal Artha Gading (MAG) kembali menggelar ajang lari tahunan MAG Run 2025 di kawasan Mal Artha Gading, Jakarta Utara. Memasuki tahun ke-9 penyelenggaraan, kegiatan ini mencatat rekor baru dengan diikuti 5.000 peserta, jumlah terbanyak sepanjang sejarah MAG Run.

    Direktur Mal Artha Gading, Johan Sunarto mengatakan antusiasme peserta tahun ini menjadi yang tertinggi sejak pertama kali diselenggarakan.

    “Ini apresiasi luar biasa hadir Pak Wali Kota, hadir Pak Kapolres Jakut bersama Pak Dandim Jakut bersama masyarakat Jakarta Utara turut memeriahkan bahkan ikut lari di Mal Artha Gading. Di tahun ke 9 ini luar biasa karena peserta terbanyak, diantara MAG Run sebelumnya. Karena tahun ini kita diikuti peserta sebanyak 5.000,” ujarnya kepada wartawan dalam acara MAG Run 2025 di Mal Artha Gading, Minggu (19/10/2025).


    Dari pantauan detikcom, ribuan peserta memadati Mal Artha Gading sejak pagi. Antusiasme terlihat dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas pelari hingga keluarga dan anak-anak. Para peserta berlari menempuh rute 5 kilometer untuk kategori dewasa dan 2 kilometer untuk kategori anak-anak.

    Masing-masing peserta menerima starter pack berisi tote bag, jersey, BIB number, medali finisher, dan voucher dari sponsor. Untuk peserta anak-anak, panitia menyiapkan mini playground sebagai waiting zone agar mereka tetap nyaman sebelum dan sesudah berlari.

    MAG Run 2025MAG Run 2025 Foto: dok. Hafiz Khoerus Syifa/detikcom

    Suasana semakin meriah dengan penampilan Marching Band Sekolah Kemala Bhayangkari I, Zumba Class, hingga sing along bersama Angel & The Boys. Total door prize senilai Rp 90 juta turut menambah antusias peserta di area finis.

    Johan menargetkan peserta akan bertambah di tahun depan yang bertepatan dengan satu dekade penyelenggaraan.

    “Yang pastinya tahun depan MAG Run yang ke-10 akan lebih meriah lagi. Harapannya, tahun depan kita bisa target 10 ribu peserta,” tuturnya.

    Mengusung tema ‘Fun Run Bersama Keluarga & Komunitas’, MAG Run 2025 menjadi ruang kebersamaan antara warga, komunitas, dan pemerintah. Tahun ini, MAG berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara (Pemkot Jakut) yang melibatkan sejumlah kecamatan dan kelurahan dalam mendukung penuh pelaksanaan acara.

    Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat menyebut kegiatan ini bukan sekadar olahraga, melainkan juga ajang silaturahmi antar warga.

    “Kegiatan hari ini nggak cuma olahraga, ini ajang silaturahmi dari waga kami. Di sekitaran Artha Gading dan seluruh warga kota Jakarta Utara termasuk wilayah lain,” ujar Hendra.

    Ia turut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.

    “Terima kasih stakeholder terkait sudah mendukung acara ini, khususnya terkait soal keamanan, mulai pihak kepolisian, Satpol PP hingga internal Mal Artha Gading sendiri. Kegiatan ini turut membantu pelaku UMKM,” lanjutnya.

    Sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal, MAG menghadirkan jersey eksklusif MAG Run 2025 hasil kolaborasi dengan Mills. Ajang ini juga mendapat dukungan dari berbagai sponsor serta lembaga mitra yang turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan dan layanan kegiatan.

    Dukungan lintas instansi turut memperkuat penyelenggaraan tahun ini. Hadir di lokasi antara lain Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz, Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra, serta Dandim 0502/Jakarta Utara Kolonel Inf Dony Gredinand.

    General Manager Mal Artha Gading, Genta Ferdianto menegaskan MAG Run menjadi wujud komitmen pusat perbelanjaan dalam mengajak masyarakat hidup aktif dan sehat.

    “MAG Run bukan sekadar ajang olahraga, tapi juga momentum untuk menjalin kedekatan dengan pelanggan dan komunitas pelari di Jakarta,” jelasnya.

    Dengan semangat sportivitas dan kebersamaan, MAG Run 2025 menegaskan peran Mal Artha Gading bukan hanya sebagai pusat perbelanjaan, tetapi juga sebagai ruang publik yang mendukung gaya hidup sehat dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

    (prf/ega)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Terjadi Lagi, Mobil Nyasar ke Sawah Gara-gara Ikuti Google Maps



    Jakarta

    Mobil seorang pemudik tidak sengaja masuk ke area persawahan di Ponorogo, Jawa Timur. Gara-garanya, dia mengikuti petunjuk peta digital, Google Maps. Ini menjadi kasus kesekian kalinya pengendara mobil kesasar gegara mengikuti Google Maps.

    Diketahui mobil itu milik Ibnu, warga Yogyakarta. Ibnu berencana pergi ke Desa Sendang, Jambon, Ponorogo. Berbekal navigasi Google Maps, mobil yang ditumpangi olehnya justru terperosok ke dalam sawah di wilayah Balong.

    “Saya kan ngikuti arah google maps. Ternyata diarahkan ke sawah, akhirnya karena kurang menguasai medan malah tercebur ke sawah,” kata Ibnu kepada wartawan, Minggu (6/4/2025).


    Ibnu menambahkan, dia sudah berusaha mengeluarkan mobil berwarna merah itu dari sawah dengan bantuan warga sekitar. Namun usahanya gagal karena kurangnya tenaga bantuan. Akhirnya dia meminta bantuan Polsek Balong untuk mengeluarkan mobil yang diketahui bermerek Chevrolet Aveo tersebut.

    “Saya tadi minta tolong ke Polsek Balong, langsung ditangani. Alhamdulillah, berhasil mobilnya berhasil keluar dari sawah,” tandas Ibnu.

    Sementara itu, Kapolsek Balong, AKP Agus Wibowo, mengungkapkan bahwa insiden ini terjadi lantaran pemudik mengandalkan aplikasi peta digital dalam perjalanan mereka.

    “Mereka berangkat dari Yogyakarta dan tiba di Desa Sendang pada dini hari. Karena mengandalkan Google Maps, mereka tidak menyadari jalur yang dilewati adalah jalan persawahan hingga akhirnya terjebak,” papar Agus.

    Menurut Agus, meskipun mengikuti arahan Google Maps. Sebaiknya pengendara tetap memperhatikan area sekitar dan juga bertanya kepada warga agar tak terjadi kejadian serupa. “Ini tadi evakuasi tidak hanya dari pihak kepolisian, evakuasi juga melibatkan anggota Koramil Balong dan juga warga sekitar,” imbuh Agus.

    Cara mengevakuasi mobil warga yang masuk ke areal persawahan dengan menggunakan kayu papan untuk menyangga ban mobil. Kemudian mobil warga ditarik dengan mobil polisi dan akhirnya terbebas dari sawah.

    “Dengan semangat gotong royong, mobil tersebut akhirnya berhasil dikeluarkan dari area persawahan,” pungkas Agus.

    Baca artikel selengkapnya di sini

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kemenag Jamin Hak Kebebasan Beribadah di Garut Usai Insiden Penutupan Rumah Doa



    Jakarta

    Beberapa waktu lalu tersiar kabar mengenai penutupan rumah doa umat Kristen di Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Menanggapi hal itu, Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar menyampaikan saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kemenag Jabar dan Kabupaten Garut agar masalah bisa selesai secara dialogis dan sesuai peraturan perundang-undangan.

    Kemenag menyatakan komitmennya terkait hak setiap warga negara dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing.

    “Konstitusi menjamin kebebasan beragama dan beribadah bagi seluruh warga negara tanpa diskriminasi. Kementerian Agama berkewajiban memastikan hal tersebut terlaksana, termasuk di Garut,” ujar Gugun dalam keterangannya yang dikutip pada Sabtu (16/8/2025).


    Stafsus Menag itu juga mengunjungi Kecamatan Caringin sebagai bentuk keseriusan sekaligus melihat situasi di lapangan. Di sana, ia berdiskusi dengan warga setempat, tokoh agama, dan pemerintah setempat guna mendengarkan aspirasi dan mencapai solusi terbaik.

    “Saya mendengar langsung pandangan warga dan tokoh setempat. Prinsipnya, semua pihak menginginkan suasana damai dan saling menghormati. Kami akan memfasilitasi agar hak beribadah tetap terjaga, sekaligus memperkuat kerukunan,” sambung Gugun.

    Kemenag mengajak seluruh pihak mengedepankan musyawarah dan saling menghormati demi terciptanya kerukunan umat beragama. Proses mediasi akan terus dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah, tokoh agama, dan perwakilan jemaat rumah doa.

    “Kerukunan adalah modal penting bangsa ini. Perselisihan harus diselesaikan dengan jalan damai, bukan pembatasan hak ibadah,” tegas Stafsus Menag Gugun Gumilar.

    Kemenag berharap masyarakat Garut dan sekitarnya bisa terus menjaga suasana kondusif, serta memberikan ruang bagi semua pemeluk agama untuk beribadah dengan aman dan nyaman. Selain itu, Gugun juga menyampaikan bahwa Kemenag akan menyiapkan regulasi yang lebih jelas dan terperinci terkait pendirian dan penggunaan rumah doa.

    “Kami ingin memastikan regulasi ini mampu melindungi semua pihak, memberikan kepastian hukum, dan mencegah terulangnya peristiwa seperti di Garut,” ungkapnya.

    Kemenag juga mendorong pemerintah daerah untuk membuka ruang komunikasi antara seluruh pihak, sehingga penyelesaian dapat dilakukan secara damai tanpa mengorbankan hak-hak dasar masyarakat.

    “Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan kerukunan umat beragama tetap terjaga,” terang Gugun.

    Kemenag menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah tak hanya untuk penyelesaian masalah saat ini, melainkan juga dalam jangka panjang demi membangun mekanisme yang mampu mencegah terulangnya konflik serupa di masa depan.

    “Kita akan terus berkoordinasi guna memperkuat sistem deteksi dini agar setiap potensi permasalahan dapat diantisipasi sejak awal,” jelas Stafsus Menag.

    Melansir dari detikJabar, informasi mengenai penutupan paksa rumah doa umat Kristen di Garut ini mencuat ke publik usai unggahan di media sosial beberapa waktu lalu.

    “Penginjil Dani Nataniel yang melayani puluhan umat Kristen di Rumah Doa Imanuel, Caringin, Garut diusir oleh Forkopimcam pada 2 Agustus 2024. Seluruh aktivitas ibadah juga dilarang rumah doanya ditutup paksa,” tulis unggahan tersebut.

    Melalui unggahan itu, pengunggahnya menyebut jika penutupan rumah doa itu menjadi polemik. Pertama, karena rumah doa diduga ditutup paksa oleh pemerintah.

    Hal itu tertuang dalam sebuah surat kesepakatan bersama yang diteken Kapolsek Caringin Ipda Indra Koncara, Kasi Kesra Kecamatan Caringin Suat Setiawan dan perwakilan TNI, Peltu Rosidin.

    Surat tersebut, intinya menyatakan bahwa Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimda) telah bersepakat dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pengurus Gereja Beth-El Tabernakel Rumah Doa Imanuel (Pos Pelayanan Gereja Beth-El Tabernakel Suka Bungah).

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com