Tag: karatan

  • Begini Cara Mengatasi Drat Baut Dol dan Karatan


    Jakarta

    Drat baut dol merujuk pada kondisi uliran sekrup yang mulai longgar. Kondisi ini berisiko menurunkan fungsi dan kinerja kendaraan, hingga mengancam keselamatan pengendara.

    Jika menemui kondisi drat baut dol, pengendara tentu harus segera memperbaikinya. Selain dol atau longgar, masalah lain yang kerap terjadi pada baut adalah karatan. Berikut beberapa cara mengatasi drat baut dol dan karatan.

    Cara Mengatasi Drat Baut Dol

    Dirangkum dari laman Suzuki, berikut ini cara mengatasi uliran baut yang longgar:


    1. Gunakanlah kunci ring berpenampang segi enam dan jangan menggunakan kunci bergerigi.
    2. Jika mungkin, gunakanlah obeng untuk menyambung kunci agar kunci bisa lebih panjang sehingga lebih mudah digunakan.
    3. Pasanglah kunci pada baut yang sudah dol tersebut, lalu pukul-pukul beberapa kali menggunakan palu. Hal ini dilakukan agar lubang kunci bisa masuk dan mencengkeram baut.
    4. Tapi jika baut sudah terlalu keras, detikers bisa memukul tepat di kepala baut untuk membantu kunci ring agar bisa mencengkeram baut.
    5. Putar kuncinya berlawanan arah jarum jam sambil menekan secara perlahan agar baut ikut berputar.
    6. Jika berhasil, maka posisi baut akan berputar sedikit demi sedikit. Lanjutkan sampai dengan bautnya terlepas.

    Cara Mengatasi Drat Baut Karatan

    Karatan dapat diatasi dengan menghilangkan lebih dulu noda pada baut. Berikut langkah lengkapnya:

    1. Pertama-tama, bersihkan permukaan mur dan baut terlebih dahulu jika kotor. Bersihkan menggunakan sikat.
    2. Beri pelumas pada bagian kepala baut dengan minyak rem. Lalu oleskan juga ke bagian tubuh baut lewat celah-celahnya.
    3. Diamkan sekitar 15-30 menit agar minyak rem bisa meresap.
    4. Coba lepaskan mur dan baut menggunakan kunci yang sesuai. Putar mur bolak-balik dengan sedikit tekanan.
    5. Saat memutar mur, lakukan pelan-pelan agar baut tidak menjadi gundul yang membuatnya susah dilepas.
    6. Jika bautnya sudah bisa berputar, cukup putar terus secara perlahan sampai benar-benar lepas.

    Penyebab Drat Baut Dol dan Karatan

    Lantas apa saja yang menyebabkan drat baut dol dan karatan? Berikut penjelasan yang dirangkum dari situs Honda Bintang Motor dan Suzuki:

    • Pemasangan baut secara sembarangan, misalnya miring. Ini bisa membuat baut rusak.
    • Pemasangan baut terlalu kendur membuatnya mudah lepas. Jika terlalu kencang bisa membuat drat atau ulirnya aus atau dol.
    • Terjadi proses oksidasi pada mur atau baut yang menyebabkan karatan. Misalnya karena sering kehujanan, udara lembap, dll. Cara merawatnya adalah dengan membersihkan komponen dan memberinya pelumas.
    • Pemakaian spare part yang tidak standar juga bisa membuat baut menjadi dol karena terlalu dipaksakan.
    • Memasangkan baut dengan mur yang tidak sesuai atau mur bekas juga bisa menyebabkannya cepat berkarat dan sulit dilepas.

    Nah, itulah beberapa cara mengatasi drat baut dol dan karatan. Dengan mengetahui penyebabnya, maka lakukan perawatan dengan baik agar drat baut tidak dol atau karatan.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • 6 Alasan Mobil Bekas Banjir Susah Laku



    Jakarta

    Bencana banjir yang melanda Jabodetabek akhir-akhir ini turut merendam sejumlah mobil milik warga. Mobil yang terendam banjir memiliki banyak risiko kerusakan. Makanya, mobil bekas banjir kerap dihindari oleh calon pembeli mobil bekas.

    Membeli mobil bekas memang menjadi solusi hemat. Tapi, tidak semua kendaraan bekas bebas masalah. Mobil yang pernah terendam air bisa membawa risiko kerusakan serius pada mesin dan sistem kelistrikan.

    Mobil bekas yang pernah terkena banjir sering kali membawa berbagai masalah tersembunyi yang tidak langsung terlihat. Dikutip dari situs resmi Suzuki Indonesia, setidaknya ada 6 risiko membeli mobil bekas yang terkena banjir.


    Kerusakan Mesin

    Salah satu dampak terburuk dari mobil bekas banjir adalah kerusakan mesin. Air yang masuk ke ruang mesin dapat merusak komponen penting, seperti sistem pembakaran dan transmisi. Mesin yang terendam berpotensi mengalami water hammer, yaitu kerusakan akibat tekanan air di dalam silinder. Akibatnya, mesin menjadi tidak berfungsi optimal dan membutuhkan perbaikan besar yang memakan biaya tinggi.

    Kerusakan Sensor dan Kelistrikan

    Air banjir dapat menyebabkan korsleting pada sensor dan sistem kelistrikan mobil. Komponen seperti ECU (Engine Control Unit) dan kabel kelistrikan sangat rentan terhadap kerusakan akibat air. Kerusakan ini tidak hanya mempengaruhi kinerja mesin, tetapi juga sistem pendukung lainnya, seperti lampu, wiper, hingga AC. Mungkin saja perbaikannya membutuhkan penggantian komponen yang harganya cukup mahal.

    Bagian Bawah Mobil Karatan

    Air banjir biasanya mengandung garam atau zat kimia lain yang mempercepat korosi pada logam. Bagian bawah mobil, seperti rangka dan sistem suspensi, menjadi area paling rentan terkena dampak ini. Jika dibiarkan, korosi dapat melemahkan struktur mobil dan membahayakan keselamatan pengemudi. Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh penting dilakukan untuk menghindari risiko ini.

    Masalah Sistem Rem

    Sistem rem juga sangat rentan terhadap dampak banjir. Air yang menggenangi rem dapat menyebabkan kelembapan berlebih, yang pada akhirnya mempengaruhi performa pengereman. Dalam beberapa kasus, komponen seperti kampas rem dan cakram bisa mengalami karat atau kerusakan permanen. Hal ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Juga membutuhkan penggantian komponen rem secara menyeluruh.

    Biaya Perbaikan Tinggi

    Mobil bekas banjir memerlukan perbaikan besar dan biayanya tidak sedikit. Masalah seperti perbaikan atau penggantian mesin, kelistrikan, hingga penghilangan karat membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Selain itu, risiko kerusakan yang terus muncul setelah perbaikan membuat pemilik harus mengeluarkan uang lebih banyak dalam jangka panjang. Membeli mobil semacam ini justru bisa merugikan daripada menguntungkan.

    Kebocoran Oli

    Kendaraan yang pernah terkena banjir rentan mengalami kebocoran oli. Sebab, mungkin seal melemah atau rusak. Air yang masuk ke dalam mesin dapat menyebabkan seal kehilangan elastisitasnya, sehingga oli dapat merembes keluar. Kebocoran ini berbahaya karena dapat merusak komponen internal mesin jika tidak segera ditangani. Selain itu, oli yang tercampur air juga dapat menurunkan performa mesin secara signifikan.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com