Tag: kartu kredit

  • Cara Mendapatkan Corporate Card Dengan Mudah! 

    Corporate card semakin populer di kalangan perusahaan karena memudahkan pengelolaan keuangan dan pengeluaran bisnis. 

    Dengan kartu ini, kamu bisa lebih mudah melacak setiap transaksi, mengontrol budget, dan menikmati berbagai keuntungan seperti cashback, akses fasilitas kredit, hingga otomatisasi manajemen pengeluaran. 

    Tak hanya itu, corporate card juga membantu menjaga transparansi dalam pengeluaran tim, memudahkan pencatatan laporan keuangan, dan mempercepat proses reimbursement.

    Kenapa perusahaan kamu harus menggunakan corporate card? Karena di era digital ini, efisiensi dan kemudahan akses terhadap keuangan adalah kunci. Corporate card memungkinkan pengelolaan yang lebih terstruktur, mengurangi risiko kebocoran biaya, dan memberikan fleksibilitas dalam pengaturan anggaran.

    Lantas, bagaimana cara mendapatkan corporate card dengan mudah? Mari kita bahas beberapa cara yang bisa kamu tempuh, baik melalui bank tradisional maupun platform teknologi finansial (fintech) digital.

    Cara Mendapatkan Corporate Card dari Bank

    Mengajukan corporate card melalui bank memang memerlukan waktu, sering kali lebih dari dua minggu. Tapi, meskipun prosesnya cukup panjang, bank menawarkan sejumlah keuntungan, seperti program loyalitas yang kuat dan jaringan global. Ini penting terutama jika bisnis kamu sering beroperasi di luar negeri.

    Berikut langkah-langkah untuk mengajukan corporate card dari bank:

    1. Pilih bank yang tepat untuk bisnis kamu

    Setiap bank punya penawaran berbeda untuk corporate card. Kamu perlu membandingkan beberapa opsi dengan memperhatikan hal-hal berikut:

    • Suku Bunga dan Biaya Tahunan: Cari bank yang menawarkan suku bunga dan biaya tahunan yang kompetitif.
    • Program Loyalitas: Banyak bank menawarkan keuntungan seperti cashback atau poin reward yang bisa ditukar dengan tiket pesawat, akomodasi, dan lainnya.
    • Jaringan Internasional: Jika bisnismu beroperasi lintas negara, pastikan bank yang kamu pilih punya jaringan internasional yang luas agar transaksi berjalan lancar.

    2. Persiapkan dokumen yang dibutuhkan

    Sebelum mengajukan, pastikan kamu sudah menyiapkan semua dokumen yang diperlukan. Beberapa di antaranya meliputi:

    • Akte Pendirian Perusahaan yang terbaru.
    • NPWP perusahaan yang aktif.
    • Laporan keuangan terbaru yang sudah diaudit.
    • SIUP yang masih berlaku.
    • KTP dan NPWP direktur atau pemilik perusahaan

    3. Ajukan Permohonan Corporate Card

    Setelah semua dokumen siap, kamu bisa langsung mengajukan permohonan corporate card ke bank pilihan. Proses ini bisa dilakukan secara online atau dengan mendatangi cabang bank. Bank akan melakukan analisis kredit sebelum menyetujui pengajuan kamu.

    Tips Agar Pengajuan Corporate Card Disetujui

    • Perbarui Dokumen: Pastikan semua dokumen yang kamu lampirkan sudah diperbarui, terutama SIUP dan laporan keuangan.
    • Tunjukkan Keuangan yang Sehat: Bank cenderung menyetujui pengajuan dari perusahaan yang memiliki arus kas positif dan rasio utang yang rendah (idealnya di bawah 40%).
    • Hindari Sengketa Hukum: Reputasi bisnis yang baik tanpa masalah hukum bisa meningkatkan peluang pengajuan kamu diterima.

    Cara Mendapatkan Corporate Card Melalui Platform Digital (Fintech)

    Jika kamu mencari proses yang lebih cepat, kamu bisa mengajukan corporate card melalui platform digital atau fintech

    Proses ini biasanya lebih sederhana dan bisa diselesaikan dalam hitungan hari. Platform fintech cocok bagi perusahaan yang membutuhkan akses cepat ke fasilitas kredit dengan proses pengajuan yang lebih praktis.

    Berikut langkah-langkah untuk mendapatkan corporate card secara digital:

    1. Pilih platform digital yang sesuai

    Banyak platform fintech yang menawarkan corporate card dengan fitur yang berbeda-beda. Perhatikan beberapa hal penting seperti:

    • Biaya: Platform digital biasanya memiliki biaya yang lebih rendah dibanding bank tradisional. Periksa biaya aktivasi, bulanan, atau biaya lainnya.
    • Keamanan Data: Pastikan platform yang kamu pilih memiliki sistem keamanan yang kuat dan sesuai dengan regulasi perlindungan data.
    • Fitur Tambahan: Beberapa platform menawarkan integrasi dengan software akuntansi, laporan transaksi real-time, dan manajemen pengeluaran otomatis.

    2. Persiapkan dokumen dalam format digital

    Meskipun prosesnya lebih sederhana, kamu tetap perlu menyiapkan dokumen seperti data perusahaan, KTP direktur, serta rekening bank perusahaan. Pastikan semua dokumen ini dalam format soft copy dan siap diunggah.

    3. Ajukan melalui aplikasi atau website

    Proses pengajuan corporate card digital dilakukan sepenuhnya melalui aplikasi atau situs web. Ikuti instruksi yang diberikan, unggah dokumen, dan tunggu proses verifikasi. Biasanya, verifikasi hanya memakan waktu 1-3 hari kerja. 

    Tips Agar Pengajuan Corporate Card Kamu Disetujui

    Apakah kamu mengajukan corporate card melalui bank tradisional atau platform fintech digital, ada beberapa langkah penting yang bisa meningkatkan peluang persetujuan. Berikut beberapa tips yang perlu kamu perhatikan agar proses pengajuan berjalan lancar dan cepat:

    1. Pastikan data dan dokumen terbaru 

    Selalu cek keakuratan dan validitas dokumen yang kamu serahkan. Dokumen seperti Akta Pendirian, SIUP, dan NPWP perusahaan harus diperbarui. Data yang tidak akurat atau kadaluwarsa bisa menjadi alasan utama pengajuan kamu ditolak, baik di bank maupun platform digital.

    2. Tunjukkan laporan keuangan yang sehat 

    Salah satu faktor penentu dalam pengajuan corporate card adalah kondisi keuangan perusahaan. Pastikan laporan keuangan perusahaan menunjukkan profitabilitas yang konsisten dan arus kas yang positif. Bank atau platform fintech lebih cenderung menyetujui pengajuan dari perusahaan yang punya rekam jejak keuangan yang kuat.

    3. Jaga rasio utang yang sehat 

    Rasio utang perusahaan yang ideal berada di bawah 40%. Jika rasio ini terlalu tinggi, bank atau fintech mungkin akan ragu memberikan persetujuan karena dianggap terlalu berisiko. Pastikan perusahaan kamu memiliki kemampuan untuk melunasi utang dengan baik.

    4. Baca dan pahami syarat serta ketentuan 

    Setiap penyedia corporate card, baik bank maupun fintech, punya kebijakan yang berbeda. Sebelum mengajukan, pastikan kamu membaca syarat dan ketentuan dengan cermat. Pahami bagian tentang biaya, limit kartu, dan persyaratan dokumen. Ini akan menghindarkan kamu dari masalah di kemudian hari.

    5. Aktif menggunakan platform digital 

    Jika kamu mengajukan melalui fintech, platform digital sering kali memprioritaskan pengguna yang aktif menggunakan aplikasi atau layanan mereka. Pastikan kamu sudah familiar dan aktif bertransaksi atau menggunakan layanan platform sebelum melakukan pengajuan untuk meningkatkan peluang persetujuan.

    Dengan mengikuti tips di atas, kamu akan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan corporate card yang kamu butuhkan, baik melalui bank maupun platform digital. Pastikan kamu mempersiapkan semua dengan baik dan sesuai syarat yang diminta.

    Baik pengajuan corporate card melalui bank maupun fintech memiliki kelebihan masing-masing. Kamu perlu menilai opsi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnismu, terutama dari segi limit, reward, dan kemudahan dalam memantau transaksi.

    Perbedaan Paper Horizon Card dari Corporate Card Lainnya (Sumber: Paper.id)

    Untuk kamu yang ingin proses pengajuan cepat, coba gunakan Paper Horizon Card. Kartu kredit dari Paper.id ini menawarkan proses pengajuan hanya 5 hari kerja, kamu bisa menikmati berbagai keuntungan seperti cashback 0,5%, biaya transaksi rendah sebesar 1,1%, serta tambahan tempo pembayaran hingga 60 hari. Semua transaksi bisa kamu pantau real-time dalam satu dashboard.

    Cek info lebih lanjut tentang Paper Horizon Card di sini!

    *Artikel ini hasil kerja sama antara Paper.id dan Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solusi Modern untuk Pebisnis Kecil

    Virtual Credit Card (VCC) semakin populer di kalangan pebisnis kecil, terutama di Amerika Serikat. Dengan kemajuan teknologi dan peningkatan kebutuhan akan keamanan dalam transaksi bisnis, VCC muncul sebagai solusi yang praktis dan efisien.Penting untuk menyadari manfaat yang bisa kamu dapatkan dari penggunaan VCC. 

    Yuk, kita bahas lebih lanjut tentang keuntungan menggunakan VCC untuk bisnismu.

    Popularitas Virtual Credit Card di Dunia

    Virtual credit card adalah versi digital dari kartu kredit fisik yang kamu gunakan untuk melakukan transaksi bisnis. VCC biasanya digunakan sekali pakai atau memiliki masa berlaku tertentu, yang menjadikannya lebih aman untuk transaksi daring. 

    Menurut laporan dari PYMNTS, penggunaan VCC diperkirakan akan mendorong transaksi B2B otomatis hingga mencapai $3 triliun pada tahun 2024. Ini menunjukkan bahwa VCC semakin diadopsi oleh berbagai bisnis, termasuk usaha kecil.

    Keuntungan Menggunakan Virtual Credit Card untuk Bisnis

    Sebagai pebisnis, kamu perlu memahami berbagai keuntungan yang bisa diperoleh dari penggunaan VCC. Berikut adalah beberapa keuntungan utama:

    1. Keamanannya terjamin 

    VCC memiliki nomor kartu yang unik dan biasanya hanya berlaku untuk satu transaksi atau periode tertentu, risiko pencurian data berkurang. Jika detail VCC dicuri, kartu tersebut tidak dapat digunakan untuk transaksi lain. 

    2. Pengeluaran lebih terkontrol

    VCC memungkinkan kamu untuk mengatur batas pengeluaran pada setiap kartu, sehingga memudahkan pengelolaan anggaran bisnis. Kamu bisa mengalokasikan dana tertentu untuk setiap transaksi atau departemen, yang membantu mengendalikan pengeluaran dan mencegah pemborosan.

    3. Transaksi mudah dilacak

    Dengan VCC, setiap transaksi dapat dilacak dengan mudah karena setiap kartu memiliki nomor yang unik. Ini memudahkan kamu dalam mencatat dan memantau pengeluaran bisnis secara real-time. Proses rekonsiliasi keuangan pun menjadi lebih sederhana dan cepat, menghemat waktu dan tenaga.

    4. Penggunaan yang fleksibel 

    VCC dapat digunakan untuk berbagai keperluan bisnis, mulai dari pembelian peralatan kantor hingga pembayaran layanan online. Fleksibilitas ini menjadikan VCC sebagai alat pembayaran yang serbaguna dan praktis untuk memenuhi berbagai kebutuhan bisnis.

    Baca juga: 5 Keuntungan Menerima Pembayaran Pakai Kartu Kredit, Makin Cuan!

    Virtual credit card adalah solusi pembayaran yang semakin populer di kalangan pebisnis kecil. Dengan berbagai manfaat yang ditawarkannya, mulai dari peningkatan keamanan hingga kemudahan pelacakan transaksi. 

    VCC dapat menjadi alat yang sangat berguna untuk bisnismu. Jadi, jika kamu belum mempertimbangkan untuk menggunakan VCC, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai mengeksplorasi opsi ini dan melihat bagaimana VCC bisa membantu bisnismu berkembang.

    Untuk ini, gunakanlah VCC dari Paper.id, dimana ada banyak manfaat dari Paper Virtual Credit Card yang bisa kamu dapatkan termasuk fitur lainnya. Klik di sini untuk mendaftar dan mendapatkan informasi lebih lanjut!

    *Artikel ini hasil kerja sama antara Paper.id dan Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 6 Kartu Kredit untuk Bisnis, Ayo Manfaatkan Keuntungannya!

    Founder Virgin Group, Richard Branson, pernah mengatakan bahwa peluang bisnis itu seperti bus, selalu ada yang datang. Melihat dinamika bisnis saat ini, keputusan keuangan yang bijak, termasuk memilih kartu kredit yang tepat, bisa menjadi penentu sukses atau gagalnya bisnis, lho!

    Menurut survei Visa pada tahun 2022, 69% dari 2.000 pengguna kartu kredit korporat di Amerika Serikat percaya bahwa credit card dapat meningkatkan produktivitas perusahaan mereka.

    Namun, memilih kartu kredit yang terbaik untuk kebutuhan bisnis bisa menjadi tantangan di tengah banyaknya pilihan yang tersedia, terutama jika ini adalah pengalaman pertama kamu dalam memilih credit card bisnis.

    Berikut ini adalah 6 kartu kredit bisnis terbaik yang bisa kamu pertimbangkan untuk memanfaatkan segala keuntungannya. Simak selengkapnya di bawah!

    1. PAPERCARD

    Keunggulan kartu kredit PAPERCARD.

    PAPERCARD adalah rekomendasi pertama untuk kamu. Diterbitkan pada 15 Juli 2023 oleh Bank BRI bekerja sama dengan PT Pakar Digital Global atau Paper.id dan didukung oleh jaringan Visa, kartu ini menawarkan segudang keuntungan.

    Bagaimana tidak? PAPERCARD memberikan keuntungan menarik secara eksklusif yang bisa menjadi solusi atas transaksi atau operasional bisnis sekaligus memberikan manfaat secara personal.

    PAPERCARD memiliki dua jenis kartu kredit, yaitu SPACECARD dan UNIVERSECARD. SPACECARD cocok untuk kebutuhan dasar bisnis, seperti mengatur cash flow dan memantau transaksi secara real-time dengan cashback 0,1% di Paper.id setiap kelipatan transaksi Rp 100.000 dan bebas iuran tahunan selamanya.

    Sementara itu, UNIVERSECARD memiliki semua keunggulan dari SPACECARD dan dilengkapi berbagai manfaat tambahan, seperti konversi transaksi ke GarudaMiles (12 GarudaMiles untuk setiap transaksi kelipatan Rp 100 ribu atau Rp 8.333 per mil) dan akses gratis ke Airport Lounge secara eksklusif.

    Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan tambahan tempo pembayaran hingga 55 hari dengan PAPERCARD jenis apa pun. Jadi, kesempatan untuk membayar tagihan bisnis tepat waktu makin besar, cash flow makin lancar, dan hubungan dengan mitra bisnis jadi makin harmonis.

    PAPERCARD bisa menjadi pilihan utama karena cocok untuk berbagai skala bisnis, mulai dari mikro, kecil, menengah, hingga besar. Menarik sekali, bukan? Yuk, klik tombol di bawah ini untuk informasi selengkapnya!

    Tentang PAPERCARD

    Baca juga: Trik Bayar Supplier Tanpa Pusing Jatuh Tempo Pakai Kartu Kredit

    2. Mandiri Distribution Card

    Untuk kebutuhan bisnis, Mandiri Distribution Card menjadi pilihan yang cocok, terutama bagi kamu yang bergerak di bidang ritel. Fitur Visa Distribution memungkinkan kamu menjalin hubungan dengan agen-agen distribusi di seluruh Amerika, Asia, dan beberapa negara lainnya.

    Menariknya lagi, Mandiri Distribution Card memiliki suku bunga bulanan hanya 0,99%. Selain itu, kartu kredit ini juga bisa digunakan untuk berbagai macam transaksi di seluruh dunia yang memiliki logo Visa atau Mastercard.

    Namun, credit card ini menawarkan limit yang cukup rendah, hanya sekitar Rp 40 juta saja. Hal ini bisa menjadi kendala jika kamu membutuhkan akses dana yang lebih besar untuk berbagai kebutuhan bisnis. 

    3. Danamon Corporate American Express

    Selanjutnya ada kartu kredit Danamon Corporate American Express yang bisa menjadi pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan bisnismu. Fitur Central Billing Account menjadi daya tarik utama kartu ini, mempermudah pengelolaan cash flow bisnis kamu.

    Kartu kredit ini juga menawarkan diskon hingga 50% di berbagai merchant pilihan dan gratis iuran hingga 3 tahun pertama. Benefit ini bisa kamu manfaatkan untuk menghemat pengeluaran sekaligus meningkatkan arus kas bisnis.

    Sayangnya, opsi cicilan 0% dengan jangka waktu hanya 6 bulan mungkin terasa terlalu singkat dibandingkan beberapa credit card lainnya yang menawarkan fasilitas tersebut hingga 12 bulan. Pertimbangkan ini jika kamu membutuhkan cicilan 0% yang lebih lama.

    4. OCBC NISP Platinum Business Card

    Selanjutnya ada kartu kredit OCBC NISP Platinum Business Card yang menawarkan fasilitas kredit tanpa agunan dengan batas maksimal Rp 1 miliar, program cashback, dan diskon di berbagai merchant pilihan, baik lokal maupun internasional.

    Selain itu, kartu kredit ini memberikan akses ke Airport Lounge, layanan concierge, dan bantuan darurat 24/7. Credit card ini juga bisa digunakan di ATM, cabang, dan merchant OCBC NISP.

    Namun, kartu kredit ini tidak cocok untuk bisnis yang masih berskala mikro hingga menengah. Jika kamu ingin memiliki credit card ini, setidaknya bisnis harus mencapai minimal Rp 500 juta per bulan dan sudah berjalan minimal dua tahun.

    5. Bukopin Business Diamond

    Kartu kredit Bukopin Business Diamond menawarkan sejumlah keuntungan menarik yang menjadikannya pilihan yang tepat. Misalnya, cicilan 0% di tahun pertama untuk pembelanjaan di berbagai merchant pilihan.

    Dengan cicilan bulanan sebesar 2,90%, Bukopin Business Diamond juga relatif kompetitif di pasaran. Bunga ini tentunya bisa membantu kamu menghemat pengeluaran untuk transaksi belanja yang tidak bisa dilakukan dengan cara cicilan 0% (merchant non-Bukopin).

    Namun, credit card ini tidak didukung jaringan ternama seperti Visa dan Mastercard, sehingga penerimaannya sangat terbatas atau tidak diakui secara global.

    6. BCA Smartcash

    Terakhir, ada kartu kredit BCA Smartcash yang menawarkan fasilitas kredit tanpa agunan dengan limit hingga Rp 100 juta yang bisa kamu manfaatkan untuk menambah modal atau keperluan bisnis lainnya.

    Pembayaran tagihan kartu kredit BCA Smartcash bisa dilakukan dengan minimum sebesar 5% dari total tagihan atau minimal hanya Rp 50 ribu saja. Ini memberikan kemudahan bagi kamu yang memiliki keterbatasan cash flow tetapi tetap ingin memiliki credit cardt untuk kebutuhan bisnis.

    Sayangnya, kartu kredit ini memiliki persyaratan yang cukup ketat, termasuk kamu harus memiliki omset bisnis mencapai minimal Rp 30 juta per bulan dan sudah beroperasi minimal 2 tahun.

    Itulah 6 kartu kredit untuk bisnis terbaik yang bisa kamu pertimbangkan. Pada akhirnya, memilih credit card untuk bisnis harus dilakukan dengan hati-hati; pilihlah yang menyediakan fitur sesuai dengan kebutuhan bisnismu.

    Sebelum menentukan pilihan, pastikan kamu memahami semua detailnya, termasuk batas kredit, biaya-biaya terkait, dan bonus atau insentif yang ditawarkan oleh masing-masing kartu. Jadi, kartu kredit mana yang akan kamu pilih untuk bisnis?

    *Artikel ini hasil kerja sama antara Paper.id dan Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Keuntungan Menerima Pembayaran Pakai Kartu Kredit, Makin Cuan!

    Di era digital yang serba cepat ini, fleksibilitas dalam metode pembayaran menjadi salah satu faktor krusial bagi kelangsungan dan pertumbuhan bisnis. Terutama dalam hal penerimaan pembayaran tagihan bisnis. 

    Bagi kebanyakan pebisnis menerima pembayaran tagihan bisnis dengan berbagai metode pembayaran merupakan hal yang sangat menguntungkan bagi mereka, kenapa? Karena dengan itu buyer mereka bisa dengan mudah memilih ingin menggunakan metode pembayaran seperti apa. 

    Salah satu metode pembayaran yang sering digunakan ialah kartu kredit, banyak sekali keuntungan yang didapat jika pebisnis menerima pembayaran dengan menggunakan kartu kredit. Yuk simak penjelasannya dibawah ini. 

    Keuntungan Terima Pembayaran dengan Kartu Kredit

    1. Meningkatkan penjualan

    Penerimaan pembayaran dengan kartu kredit dapat secara signifikan meningkatkan penjualan bisnismu. Pelanggan yang menggunakan kartu kredit cenderung melakukan pembelian lebih besar dibandingkan dengan mereka yang membayar tunai. 

    Kartu kredit tentu dapat memberikan fleksibilitas kepada pelanggan untuk membeli produk atau layanan bahkan ketika mereka tidak memiliki dana tunai yang cukup. Selain itu, dengan menerima berbagai jenis kartu kredit, bisnismu bisa dapat menarik lebih banyak pelanggan dari berbagai kalangan.

    2. Kenyamanan dan kecepatan transaksi

    Proses pembayaran dengan kartu kredit sangat cepat dan efisien, baik untuk pelanggan maupun bisnis. Dalam hitungan detik, transaksi dapat diselesaikan tanpa perlu mengandalkan uang tunai atau menunggu konfirmasi pembayaran melalui transfer bank.

    3. Keamanan transaksi

    Transaksi menggunakan kartu kredit memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Penyedia layanan kartu kredit biasanya memiliki sistem proteksi terhadap penipuan dan pelanggaran keamanan. 

    Selain itu, standar keamanan seperti PCI DSS (Payment Card Industry Data Security Standard) diterapkan untuk melindungi data transaksi pelanggan. Hal ini memberikan rasa aman bagi pelanggan dan bisnis, mengurangi risiko penipuan dan kerugian finansial.

    4. Peningkatan arus kas

    Dengan menerima pembayaran menggunakan kartu kredit, bisnismu dapat meningkatkan arus kasnya. Pembayaran dengan kartu kredit biasanya diproses dan diterima dalam beberapa hari kerja, jauh lebih cepat dibandingkan metode pembayaran lainnya seperti cek atau transfer bank.

    Arus kas yang lebih lancar berarti bisnis dapat lebih baik mengelola keuangan, membayar supplier tepat waktu, dan mengurangi jumlah piutang yang belum dibayar. 

    5. Meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas bisnis

    Menerima pembayaran dengan kartu kredit dapat meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas bisnismu di mata pelanggan. Metode pembayaran yang modern dan aman mencerminkan profesionalisme dan keseriusan bisnis dalam memberikan layanan terbaik. 

    Pelanggan merasa lebih nyaman dan percaya untuk melakukan transaksi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan loyalitas dan kepuasan pelanggan.

    6. Kemudahan dalam pelacakan dan pembukuan

    Pembayaran dengan kartu kredit memberikan kemudahan dalam pelacakan dan pembukuan transaksi. Setiap transaksi yang dilakukan akan tercatat secara otomatis dalam sistem, memudahkan bisnis untuk mengelola laporan keuangan dan pembukuan nantinya. 

    Biar lebih gampang tanpa harus repot mengurusnya ke bank, kamu bisa lho mempertimbangkan menggunakan aplikasi invoice yang sudah terintegrasi dengan metode pembayaran lewat kartu kredit. 

    PAPERCARD, Kartu Kredit Bisnis yang Memiliki Beragam Manfaat

    (Sumber: Paper.id)

    Berbicara mengenai kartu kredit, buat kamu yang seorang pebisnis dan ingin menggunakan kartu kredit sebagai untuk membayar tagihan bisnis, kamu kamu bisa mencoba untuk menggunakan PAPERCARD kartu kredit bisnis dari Paper.id.

    PAPERCARD merupakan kartu kredit co-branding yang diterbitkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (Bank BRI) berkolaborasi dengan PT Pakar Digital Global atau Paper.id dan didukung oleh jaringan Visa. Di mana PAPERCARD menggabungkan manfaat bisnis dan personal dalam satu tempat.

    Perbedaan PAPERCARD dengan Kartu Kredit Personal dan Korporat (Sumber: Paper.id)

    Ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan ketika menggunakan kartu kredit bisnis PAPERCARD dari Paper.id, seperti kamu bisa mendapatkan tambahan tempo hingga 55 hari dan limit yang didapatkan cukup besar, dibanding dengan kartu kredit pribadi. Terlebih lagi, ada pula cashback 0,1% tanpa batas di setiap pembayaran invoice di Paper.id, sehingga biaya transaksi di Paper.id yang tadinya 1,5% makin murah, yaitu hanya 1,4%!

    Selain itu dengan menggunakan PAPERCARD, kamu pun bisa melakukan business expense management dengan mudah. Yang artinya, kamu bisa melacak, membuat, serta melihat laporan pengeluaran dari penggunaan kartu kredit ini untuk membuat bisnismu tetap berjalan. Jadi transaksi bisnismu akan terekap secara otomatis, jadi pencatatan untuk bisnis jauh lebih mudah, dan tidak ribet.

    Lalu, pengajuan PAPERCARD jauh lebih mudah, dan sepenuhnya dilakukan dengan cara online. Dengan hanya terdaftar sebagai pengguna Paper.id, dengan usia akun minimal tiga bulan, dan beberapa syarat yang lain, kamu sudah memiliki kesempatan untuk mendapatkan kartu kredit bisnis PAPERCARD. 

    Menarik bukan? Yuk #SwipeUpYourLife bersama PAPERCARD biar bisnis up, hidup juga up! Cari tahu PAPERCARD sekarang juga dengan cara daftarkan terlebih dahulu bisnis kamu di Paper.id dengan klik di sini!

    Daftar Sekarang
    *Artikel ini hasil kerja sama antara Paper.id dan Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trik Bayar Supplier Tanpa Pusing Jatuh Tempo Pakai Kartu Kredit

    Dalam bisnis B2B, salah satu kekhawatiran yang sering diungkapkan supplier adalah soal tempo pembayaran. Menurut Concentric, banyak buyer yang meminta agar jatuh tempo mereka diperpanjang. Alasannya yang sering terjadi adalah, cash flow mereka macet.

    Di sisi lain, supplier bisa saja mengabulkan hal ini. Tapi, konsekuensinya adalah cash flow mereka juga bisa macet karena harus menerima pembayaran jadi lebih lama. Mereka bisa saja kehilangan dana segar yang bisa diputar untuk kebutuhan bisnis lainnya.

    Buyer perlu mencari cara agar mereka dapat melunasi tagihan tepat waktu, tapi dana harus tetap di tangan agar bisnis tetap to the moon. Nah, untuk itu, ada lho, salah satu instrumen keuangan yang bisa digunakan dengan mudah dan menjadi solusi, yakni kartu kredit.

    Trik Jitu Kartu Kredit: Jaminan Cash Flow Bisnis yang Terjaga

    Selama ini, kita sering menggunakan kartu kredit untuk kebutuhan pribadi. Let’s say, beli baju, makan, beli gadget, atau laptop, yang mana merupakan pembelian konsumtif. Padahal, tren menggunakan kartu kredit untuk pembelian produktif seperti bisnis sudah dimulai oleh Small medium enterprises (SME) di Amerika.  Menurut JP Morgan, tren ini sudah dimulai dari 2018 dan sudah 53% SME di Amerika menggunakan opsi cerdas ini. 

    Banyak yang tidak tahu bahwa kartu kredit bisa menjadi senjata utama untuk memperlancar cash flow bisnis. Kenapa? Pembayaran dengan kartu kredit memberikan tambahan tempo kepada bisnismu. Secara umum, konsepnya sama dengan belanja pribadi. 

    Contoh dalam transaksi bisnis

    Pak Andi membeli 2 buah mesin pengaduk tepung untuk pabrik rotinya seharga Rp 200 juta di tanggal 11 Desember 2023, umumnya transaksi seperti itu dibayarkan secara cash, tetapi jika dibayar dengan kartu kredit, pak Andi akan memiliki “nafas” untuk membayar tagihan 30 hari kemudian dan barang tetap dimiliki langsung.

    Cara ini sangat membantu bagi business owner yang:

    • Harus membayar banyak tagihan dalam waktu yang berdekatan.
    • Atau membayar tagihan dengan jumlah yang sangat besar.
    • Butuh tempo lebih dari yang dibutuhkan tanpa harus repot negosiasi panjang
    • Meningkatkan credit scoring untuk kebutuhan pendanaan bisnis (financing)  di masa depan

    Mudah Cek Riwayat Transaksi

    Setiap awal bulan, bank penerbit kartu kredit akan mengirimkan rekap transaksi yang kamu lakukan. Ini mempermudahmu dalam mengecek ulang sekaligus menyatukan dengan pencatatan bisnismu.

    Tentunya, ini dapat memudahkan tim finance dalam melakukan pencatatan. Mereka dapat melakukan rekapan langsung tanpa adanya miss. Selain itu, data transaksi juga hanya dapat diakses oleh orang-orang tertentu, keamanannya terjamin. 

    Dengan segala manfaat yang didapat, tentunya penting bagimu untuk menggunakan kartu kredit di setiap transaksi. Apalagi, kamu bisa mendapatkan tambahan tempo 30 – 45 hari. Tapi, bagaimana kalau kamu bisa mendapatkan tempo hingga 55 dan cashback di setiap transaksimu? Jawabannya adalah PAPERCARD

    Mengenal PAPERCARD

    PAPERCARD adalah kartu kredit bisnis yang diterbitkan oleh BRI dan Paper.id serta didukung oleh jaringan Visa. Mengusung tagline #ItsBusinessAndItsPersonal, kartu ini menjadi kartu pertama yang menggabungkan manfaat untuk bisnis dan pribadi. Kamu bisa mendapatkan tambahan tempo hingga 55 hari serta cashback di setiap transaksinya sebesar 0,1% setiap kelipatan transaksi. 

    Cashback ini tidak ada batasan dan bisa kamu dapatkan terus. Tentunya lebih untung daripada cashback kartu kredit umumnya yang ada kuota kan? Kapan lagi bayar tagihan bisnis malah jadi cuan

    Bonus GarudaMiles & Pencatatan Transaksi Otomatis

    Dengan PAPERCARD, setiap kelipatan transaksi yang kamu lakukan akan terkonversi dengan poin & miles yang biasanya hadir di kartu kredit personal. 12 miles PAPERCARD bisa didapatkan dengan transaksi kelipatan Rp100.000 (Rp8.333/miles). 

    Yang terpenting, setiap transaksi yang dilakukan tercatat otomatis. Kamu bisa mengeceknya langsung di dashboard PAPERCARD. Mudah kan? Tidak perlu double check di tempat yang berbeda. 

    Otomatis, ini mengurangi resiko pencatatan yang kurang lengkap. Sekaligus, menjadi bukti untuk pelaporan pajak bisnis. Tentunya, pastikan agar memisahkan transaksi pembelian dan penjualan agar mempermudah proses pelaporan pajak. 

    Tunggu Apa Lagi?

    Dengan beragam manfaat yang bisa kamu dapatkan, mulailah beralih ke kartu kredit. Ini menjadi senjata rahasia agar mendapatkan tambahan tempo, tanpa harus repot nego-nego.
    Untuk itu, gunakanlah PAPERCARD dari Paper.id. Cek selengkapnya tentang kartu kredit dengan sejuta manfaat ini di sini.

    Artikel ini hasil kerja sama antara Tokocrypto dan Paper.id



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Rekomendasi Corporate Card Terbaik untuk Bisnismu

    Kartu kredit tidak hanya berguna untuk kebutuhan pribadi, tapi juga sangat efektif dalam bisnis. Untuk perusahaan, ada corporate credit card yang dirancang khusus dengan limit lebih tinggi dan manfaat yang sesuai kebutuhan operasional.

    Kartu ini biasanya diberikan kepada karyawan dengan jabatan tertentu, memudahkan mereka melakukan pembelian atas nama perusahaan. Semua transaksi tercatat secara transparan, sehingga perusahaan bisa mengontrol pengeluaran dengan lebih baik.

    Mengapa tidak menggunakan kartu kredit pribadi? Pemisahan antara keuangan pribadi dan bisnis sangat penting, terutama untuk laporan pajak dan audit. Kartu kredit korporat memastikan pengeluaran bisnis tetap terpisah, plus kamu mendapat limit lebih besar yang cocok untuk kebutuhan bisnis.

    Tertarik? Berikut beberapa pilihan kartu kredit korporat yang bisa kamu pertimbangkan.

    1. Paper Corporate Card 

    Perbedaan Paper Corporate Card dengan Kartu Kredit Korporat Lain (Sumber: Paper.id).

    Paper Corporate Card merupakan kartu kredit korporat yang paling menguntungkan untuk digunakan dalam bisnis, mulai dari UMKM, hingga bisnis yang sudah skala besar. 

    Kartu korporat dari Paper.id ini bisa diterima oleh merchant internasional untuk SaaS, bisnis, belanja perjalanan, memudahkan proses rekonsiliasi, pembayaran ke supplier, hingga memisahkan pengeluaran pribadi dan bisnis. 

    Pengajuan Paper Corporate Card sangatlah gampang, kamu bisa mengajukannya secara online dan hanya dalam hitungan menit kamu bisa mendapatkannya. 

    Syarat yang ditawarkan pun sangat mudah, kamu hanya perlu mendaftar sebagai user Paper.id dan sering-sering melakukan transaksi di sana.

    Manfaat Paper Corporate Card

    Ada banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari Paper Corporate Card ini, diantaranya adalah sebagai berikut: 

    • Biaya transaksi sebesar 1,1% sangat terjangkau untuk kebutuhan perusahaan, memudahkan pengelolaan dan pencatatan biaya operasional tanpa membebani arus kas.
    • Tambahan waktu hingga 60 hari memungkinkan perusahaan memiliki lebih banyak ruang untuk mengelola arus kas.
    • Cashback sebesar 0,5% untuk pembayaran platform online, seperti Google Ads, Meta Ads, dan Slack, membantu perusahaan menjalankan operasional dengan lebih fleksibel.
    • Satu dashboard untuk semua transaksi, memudahkan perusahaan melacak setiap transaksi bisnis secara real-time.
    • Efisiensi dalam proses rekonsiliasi, karena semua transaksi tercatat otomatis dan bisa diakses kapan saja.

    Gimana menarik bukan? Kamu ingin tahu lebih lanjut tentang corporate card? Kunjungi laman Paper Corporate Card di sini!

    2. Mandiri Corporate Card 

    Kartu kredit dari Bank Mandiri ini cocok untuk perusahaan yang ingin mengontrol transaksi dan perjalanan bisnis karyawan. Ada dua varian:

    • Mandiri Corporate Card Gold dengan limit Rp 10-40 juta.
    • Mandiri Corporate Card Platinum dengan limit hingga Rp 1 miliar.

    Berikut keuntungan dari Mandiri Corporate Card untuk bisnismu:

    • Kontrol Pengeluaran yang Lebih Baik
      Dengan fitur Expense Management, kamu bisa memisahkan transaksi bisnis dan pribadi, sehingga lebih mudah mengelola pengeluaran karyawan dan menjaga keuangan perusahaan tetap teratur.
    • Laporan Tagihan kamu untuk Transparansi
      Fitur Dual Billing Statement memungkinkan perusahaan dan pemegang kartu untuk memantau penggunaan dengan detail. Ini memudahkan kontrol dan pengawasan atas setiap transaksi yang dilakukan.
    • Kelola Arus Kas Lebih Fleksibel
      Perusahaan bisa menikmati grace period hingga 50 hari, memberikan keleluasaan lebih dalam pengaturan cash flow. Jadi, kamu bisa lebih fokus mengembangkan bisnis tanpa khawatir tentang likuiditas jangka pendek.

    3. BNI Corporate Card 

    Kartu kredit ini ditujukan untuk karyawan dengan jabatan tertentu dalam perusahaan, dan bisa digunakan untuk berbagai transaksi bisnis.

    BNI menawarkan dua pilihan:

    • BNI Corporate Card Gold
    • BNI Corporate Card Platinum

    Berikut keuntungan dari BNI Corporate Card

    • Memudahkan monitoring pengeluaran. Kantor dapat lebih mudah di monitor melalui rincian transaksi (billing statement).
    • Meningkatkan citra perusahaan. Nama perusahaan akan dicetak pada kartu sehingga citra perusahaan akan lebih dikenal.
    • Memperlancar cash flow perusahaan. Setiap pemegang BNI Corporate Card dapat melakukan pembayaran atas transaksi.

    4. Mega Corporate Card 

    Bank Mega menawarkan kartu kredit korporat yang fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, terutama untuk hiburan, perjalanan dinas, dan jamuan. Manfaatnya antara lain:

    • Limit yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
    • Jumlah kartu dan limit yang diatur sesuai kebijakan perusahaan.
    • Fitur pengawasan dan kontrol tagihan melalui Dual Control.

    5. Maybank Corporate Card 

    Kartu kredit korporat dari Maybank menawarkan berbagai keuntungan, seperti:

    • Kurs kompetitif untuk transaksi internasional.
    • Akses ke lounge nakamura domestik.
    • Solusi kendaraan operasional melalui aplikasi transportasi online.
    • Personalisasi kartu dengan logo perusahaan.
    • Asuransi perjalanan hingga Rp 1 miliar.

    Baca juga: Virtual Credit Card: Solusi Modern untuk Pebisnis Kecil

    Nah itulah beberapa rekomendasi kartu corporate card yang bisa digunakan bisnismu. Menggunakan corporate credit card bisa menjadi langkah strategis bagi perusahaan untuk mempermudah pengelolaan keuangan dan pengeluaran bisnis. 

    Selain memudahkan transaksi karyawan, perusahaan juga bisa mendapatkan kontrol yang lebih baik atas pengeluaran, serta berbagai manfaat tambahan seperti cashback, perpanjangan tempo, hingga fitur pengawasan yang canggih. 

    Pilih kartu kredit korporat yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnismu untuk kelancaran operasional yang lebih efisien.

    *Artikel ini hasil kerja sama antara Paper.id dan Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Virtual Credit Card Terbaik di Indonesia, Pebisnis Wajib Punya!

    Pernah kesulitan membayar supplier karena terkendala metode pembayaran? Atau belanja kebutuhan bisnis pakai kartu kredit tapi limitnya terbatas? Virtual Credit Card (VCC) bisa jadi solusi praktis!

    Di era digital ini, penggunaan VCC semakin populer karena menawarkan kemudahan dalam bertransaksi tanpa harus bergantung pada kartu fisik, mulai dari membayar digital adsl, berlangganan software, hingga transaksi lintas negara.

    Tapi, dengan banyaknya pilihan yang tersedia, mana yang paling cocok untuk kebutuhan bisnismu? Untuk itu, yuk simak rekomendasi 5 Virtual Credit Card terbaik di Indonesia, kamu wajib punya!

    1. Paper Pioneer Card

    Paper Pioneer Card (Sumber: Paper.id).

    Paper.id, sebagai platform invoicing dan pembayaran B2B, menghadirkan Paper Pioneer Card yang bikin pembayaran bisnis jadi lebih mudah. Dengan virtual credit card ini, kamu bisa dapetin tempo pembayaran sampai 50 hari dan pencatatan keuangan bisnis jadi lebih rapi tanpa ribet.

    Lebih hemat? Jelas! Setiap transaksi di Paper.id, kamu bisa mendapatkan cashback 0,1%! Belum lagi ditambah promo lainnya, akan lebih hemat, kan?

    Paper Pioneer Card juga bisa kamu pakai buat bayar supplier atau menerima pembayaran dari buyer dengan lebih cepat dan efisien. Hasilnya, cash flow bisnis tetap lancar dan lebih terkontrol.

    Biar makin nyaman, ada fitur business expense management yang otomatis memisahkan pengeluaran bisnis dan pribadi. Jadi, kamu tidak perlu pusing ngecek satu per satu transaksi!

    Yuk, dapatkan Paper Pioneer Card sekarang dan manfaatkan semua keuntungannya. Klik tombol di bawah ini!

    Apply Paper Pioneer Card

    2. Monit Virtual Credit Card

    Monit menghadirkan virtual credit card yang dirancang untuk mempermudah transaksi bisnis kamu. Dengan dukungan dari jaringan pembayaran global seperti VISA dan Mastercard, kamu bisa lebih leluasa memilih jaringan transaksi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis.

    Keunggulan utama dari VCC Monit adalah fleksibilitasnya dalam digunakan di berbagai merchant, baik dalam negeri maupun internasional, kapan saja dan di mana saja. Lebih menarik lagi, kartu ini bebas dari bunga keterlambatan dan biaya tambahan lainnya, sehingga kamu bisa fokus mengembangkan bisnis tanpa khawatir ada biaya tak terduga.

    Selain itu, Monit memberikan kendali penuh atas pengeluaran bisnis kamu dengan fitur pengaturan limit transaksi yang fleksibel. Ditambah dengan dasbor yang menampilkan transaksi secara real-time, kamu bisa lebih mudah melacak dan mengelola pengeluaran tanpa harus repot mengecek satu per satu.

    Fitur tambahan seperti pengkategorian merchant, penentuan limit harian/bulanan, hingga pemberian nama merchant secara spesifik semakin memudahkan kamu dalam mengelola anggaran bisnis. Dengan sistem ini, pengeluaran lebih transparan dan efisien!

    Namun, meskipun Monit menawarkan kebebasan dari bunga dan biaya tambahan, ada baiknya tetap memeriksa syarat dan ketentuan dengan teliti. Beberapa biaya administrasi atau biaya tersembunyi mungkin tidak disebutkan secara eksplisit di awal, jadi pastikan kamu memahami semua detail sebelum menggunakannya.

    3. UOB Virtual Credit Card

    UOB menghadirkan virtual credit card yang dirancang khusus untuk memenuhi berbagai kebutuhan bisnis. Dengan fitur yang fleksibel, kamu bisa menyesuaikannya dengan jenis usaha yang kamu jalankan, sehingga pengelolaan keuangan bisnis jadi lebih efektif.

    Salah satu manfaat utama dari VCC UOB adalah kemampuannya dalam meningkatkan cash flow bisnis dan mengurangi risiko keuangan. Dengan akses yang lebih mudah dan kontrol yang lebih baik, pengeluaran bisnis bisa lebih terencana.

    Keunggulan lain dari UOB Virtual Credit Card adalah kemudahan akses melalui aplikasi mobile dan Business Internet Banking Plus (BIBPlus). Dengan fitur ini, kamu bisa mengelola berbagai rekening bisnis langsung dari ponsel, membuat transaksi keuangan lebih praktis dan efisien.

    Menariknya, UOB juga menyediakan berbagai jenis rekening bisnis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik usaha, termasuk rekening dalam mata uang rupiah maupun multi-mata uang asing, sehingga mempermudah bisnis yang sering bertransaksi dengan klien internasional.

    Namun, di balik semua kelebihannya, biaya bunga VCC UOB tergolong cukup tinggi, yakni 1,75% per bulan atau 21% per tahun. Jika dibandingkan dengan penyedia lain yang menawarkan suku bunga lebih rendah, ini bisa menjadi pertimbangan sebelum memilih kartu ini sebagai solusi pembayaran bisnis kamu.

    4. Virtual Credit Card Spenmo

    Spenmo menghadirkan kartu kredit virtual berbasis jaringan Mastercard yang dirancang untuk mempermudah transaksi bisnis. 

    Dengan fitur kustomisasi anggaran, setiap kartu dapat disesuaikan dengan batas pengeluaran yang telah ditetapkan, sehingga memudahkan kontrol finansial. Selain itu, laporan pengeluaran dapat diakses secara real-time, memungkinkan pemantauan cash flow dengan lebih akurat.

    Dari sisi keamanan, Spenmo dilengkapi sistem deteksi transaksi mencurigakan dan fitur merchant lock, yang memungkinkan pengguna membatasi transaksi hanya pada merchant tertentu. 

    Kamu juga bisa lebih hemat berkat cashback dan biaya remitansi yang lebih rendah. Ditambah lagi, Spenmo mendukung transaksi domestik maupun internasional, menjadikannya solusi keuangan yang fleksibel dan efisien bagi perusahaan.

    5. Kartu Kredit Virtual Volopay

    Volopay menawarkan kartu kredit virtual dengan masa tenggang (grace period), bebas bunga, dan tanpa jaminan, memberikan fleksibilitas lebih bagi bisnis dalam mengatur pembayaran tanpa beban tambahan.

    Akses ke kartu ini pun sangat praktis karena dapat dikelola langsung melalui aplikasi dan software Volopay. Dengan fitur ini, operasional bisnis jadi lebih terintegrasi, terutama berkat rekening bisnis Volopay yang mempermudah manajemen keuangan secara efisien.

    Selain itu, Volopay menyediakan laporan transaksi dan visibilitas cash flow secara realtime, memastikan kamu bisa memantau setiap pengeluaran bisnis dengan cepat dan akurat tanpa perlu menunggu laporan bulanan.

    Keunggulan lain yang ditawarkan adalah kemampuan membuat kartu yang terhubung langsung dengan dompet mata uang USD. Hal ini sangat menguntungkan bagi bisnis yang sering bertransaksi dengan merchant atau supplier dari Amerika Serikat, karena kamu bisa melakukan pembayaran tanpa dikenakan biaya tambahan untuk konversi mata uang (FX).

    Baca Juga: 7 Tips Kontrol Pengeluaran Bisnis dengan Kartu Kredit Korporat

    Itu dia adalah 5 Virtual Credit Card (VCC) terbaik di Indonesia yang bisa jadi pilihan tepat untuk bisnismu. Setiap VCC memiliki keunggulan yang berbeda, yang tentunya akan mempermudahmu dalam mengelola keuangan bisnis secara lebih efisien dan aman.

    Dengan memilih VCC yang sesuai, kamu bisa menikmati manfaat seperti cashback, biaya rendah, dan transaksi yang lebih aman. Nah, kira-kira, VCC mana yang cocok untuk mendukung kebutuhan bisnismu?
    *Artikel ini hasil kerja sama antara Paper.id dan Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tren Corporate Card di Indonesia, Perusahaan Wajib Pakai!

    Mengelola pengeluaran bisnis adalah tantangan besar bagi banyak perusahaan, terutama seiring dengan bertambahnya skala bisnis. Semakin banyak karyawan dan kebutuhan operasional, semakin kompleks pula pengeluaran yang harus dikelola.

    Jika tidak dikelola dengan baik, pengeluaran ini bisa menjadi tidak teratur dan sulit dipantau, yang pada akhirnya dapat memengaruhi stabilitas keuangan perusahaan.

    Salah satu solusi untuk menjawab tantangan tersebut adalah dengan menggunakan corporate card. Di Indonesia, penggunaan kartu kredit terus mengalami peningkatan yang signifikan, lho.

    Berdasarkan laporan CNBC Indonesia, jumlah kartu kredit yang beredar di Indonesia mencapai lebih dari 17 juta pada tahun 2023. Angka ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang dan perusahaan yang menyadari manfaat kartu kredit, termasuk untuk mempermudah pengelolaan pengeluaran bisnis.

    Dengan tren ini, penggunaan corporate card diperkirakan akan terus meningkat di masa mendatang. Perusahaan tidak hanya bisa mengontrol pengeluaran dengan lebih transparan, tetapi juga mengoptimalkan efisiensi keuangan secara keseluruhan. 

    Lantas, bagaimana perkembangan dan tren corporate card di tahun-tahun mendatang? Yuk, cari tahu lebih lanjut!

    Pertumbuhan Penggunaan Corporate Card di Dunia Bisnis

    Corporate card kini menjadi salah satu pilihan utama bagi perusahaan dalam mengelola pengeluaran secara lebih efisien. 

    Berdasarkan data Bank Indonesia, penggunaan kartu kredit oleh sektor korporasi telah meningkat lebih dari 25% dalam lima tahun terakhir. Kenaikan ini berkat berbagai manfaat yang diberikan oleh kartu korporat, seperti kemudahan dalam melacak pengeluaran, pengurangan risiko penipuan, serta peningkatan efisiensi operasional. 

    McKinsey memperkirakan bahwa penggunaan corporate card di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, akan tumbuh sebesar 25% per tahun hingga 2025, seiring dengan meningkatnya kesadaran perusahaan tentang pentingnya efisiensi dan pengelolaan keuangan yang lebih terkontrol.

    Fitur-fitur seperti pembatasan pengeluaran berdasarkan kategori dan laporan pengeluaran secara real-time membuat tim keuangan dapat memantau pengeluaran dengan lebih terstruktur.

    Manfaat Menggunakan Corporate Card bagi Perusahaan

    Corporate card menawarkan sejumlah manfaat bagi perusahaan, di antaranya:

    1. Efisiensi dalam pengelolaan pengeluaran

    Kartu kredit korporat secara otomatis mencatat pengeluaran operasional, seperti pembayaran tagihan dan pembelian bahan baku. Data yang tercatat ini mempermudah penyusunan anggaran dan pengambilan keputusan finansial.

    2. Kontrol pengeluaran yang lebih fleksibel

    Batas pengeluaran pada kartu dapat disesuaikan dengan kebutuhan karyawan atau departemen. Menurut studi Ramp (2023), 77% perusahaan melaporkan peningkatan kepatuhan terhadap kebijakan pengeluaran setelah menggunakan corporate card.

    3. Integrasi dengan sistem akuntansi

    Transaksi yang dilakukan secara otomatis tercatat dalam sistem akuntansi, sehingga mengurangi risiko kesalahan pencatatan yang sering terjadi pada metode manual.

    4. Kemudahan pengelolaan melalui smartphone

    Aplikasi dari penyedia kartu kredit korporat memudahkan pemantauan transaksi dan pengunggahan bukti pembayaran, membuat laporan menjadi lebih praktis.

    Proyeksi Penggunaan Corporate Card ke Depan

    Melihat tren yang ada, penggunaan corporate card diperkirakan akan terus berkembang, khususnya di kalangan perusahaan yang semakin mengutamakan efisiensi dan pengelolaan keuangan yang lebih baik. 

    Perkembangan teknologi juga akan mempercepat adopsi kartu korporat. Integrasi antara corporate card dan platform manajemen keuangan serta akuntansi akan memberikan wawasan yang lebih dalam tentang pengeluaran perusahaan, memudahkan proses pengambilan keputusan yang lebih tepat. 

    Perbedaan Paper Horizon Card dengan Corporate Card Lainnya (Sumber: Paper.id).

    Paper Horizon menawarkan fitur itu semua. Terlebih lagi, dengan biaya transaksi hanya 1,1% dengan supplier mana pun, kartu kredit korporat dari Paper.id ini menawarkan keuntungan tambahan, seperti tempo hingga 60 hari. Kartu ini juga dilengkapi dengan fitur pengelolaan pengeluaran yang memungkinkan perusahaan memantau pengeluaran dari setiap kartu. 

    Keamanan kartu terjamin, karena pemegang kartu dapat memblokirnya secara langsung tanpa perlu ke bank. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Paper Horizon Card, klik di sini!

    *Artikel ini hasil kerja sama antara Paper.id dan Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 7 Tips Kontrol Pengeluaran Bisnis dengan Kartu Kredit Korporat

    Mengelola keuangan bisnis adalah salah satu aspek paling krusial untuk memastikan kelangsungan dan pertumbuhan perusahaan. Kalau masih mempertahankan cara-cara lama misalnya memilah-milah alokasi keuangan secara manual, membagikan budget untuk setiap tim, dan semacamnya, kamu akan kehabisan banyak waktu untuk melakukan hal ini saja. Belum lagi, banyak penyelewengan yang bisa terjadi.

    Nah, ada suatu solusi yang layak jadi pertimbangan, yaitu kartu kredit korporat atau corporate credit card. Selain memberikan tempo yang lebih panjang, kartu kredit korporat juga meningkatkan keamanan dan menghindarkan penyalahgunaan kartu kredit untuk bisnis sehingga masalah keuangan bisa dihindari. Belum lagi, segala pencatatan pengeluaran sudah otomatis sehingga kamu hemat banyak waktu. 

    Yuk, pelajari bagaimana tips mengelola pengeluaran bisnis lebih baik dengan kartu kredit korporat!

    1. Atur Ketetapan Budget Setiap Tim

    Kartu korporat bisa dengan mudah diatur limit budget atau batasan pengeluarannya untuk masing-masing tim atau divisi dalam bisnismu. Misalnya, kamu menetapkan batasan Rp20 juta untuk tim sales, Rp25 juta untuk tim marketing, Rp10 juta untuk transportasi, dan lain-lain.

    Sebagai tahap awal, hal ini harus kamu lakukan agar bisa tahu pasti berapa besar biaya yang kamu alokasikan untuk masing-masing tim. Dengan begitu, pengeluaran lebih terkontrol dengan jelas.

    2. Pantau Pengeluaran Secara Berkala

    Dengan kartu kredit korporat, kamu bisa memantau transaksi secara real-time. Banyak penyedia kartu kredit korporat menawarkan fitur pelacakan pengeluaran yang memungkinkanmu untuk melihat transaksi langsung setelah dilakukan. 

    Jadi, pengawasan lebih ketat dengan pengecekan yang mudah, sehingga jika ada transaksi yang mencurigakan, kamu dapat menindaklanjutinya segera.

    3. Khususkan untuk Kategori Pengeluaran Tertentu Saja

    Jika memungkinkan, pisahkan penggunaan kartu kredit berdasarkan kategori pengeluaran. Misalnya, satu kartu khusus untuk pembelian inventaris, dan yang lain untuk perjalanan bisnis.

    Hal ini tidak hanya memudahkan pelacakan pengeluaran, tetapi juga membantu dalam analisis anggaran dan pengendalian biaya.

    4. Manfaatkan Laporan Pengeluaran Bulanan

    Sebagian besar kartu kredit korporat menawarkan laporan bulanan yang merinci semua transaksi. Gunakan laporan ini untuk mengevaluasi pengeluaran dan melihat area di mana penghematan bisa dilakukan. 

    Laporan ini juga berguna untuk audit internal dan pengaturan anggaran yang lebih baik di masa depan, lho.

    5. Berikan Pelatihan kepada Karyawan

    Penting bagi karyawan yang diberi tanggung jawab atas kartu kredit korporat untuk memahami bagaimana cara menggunakannya dengan bijak. 

    Pelatihan ini bisa mencakup cara melaporkan pengeluaran serta pentingnya menjaga keamanan informasi kartu, sehingga segala transaksi dapat dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan kehati-hatian.

    6. Manfaatkan Fitur Reward dengan Bijak

    Banyak kartu kredit korporat yang menawarkan program reward seperti cashback atau poin yang bisa ditukarkan dengan barang atau jasa, atau miles yang bisa kamu manfaatkan untuk perjalanan bisnis sehingga lebih hemat.

    7. Lakukan Audit Internal Secara Berkala

    Meski sudah banyak terotomatisasi, jangan lupakan audit internal dari waktu ke waktu.

    Audit internal rutin terhadap penggunaan kartu credit korporat akan membantu memastikan bahwa semua pengeluaran sesuai dengan kebijakan perusahaan. Audit juga dapat mengungkap potensi penyalahgunaan dan memastikan bahwa setiap transaksi didukung oleh dokumen yang sesuai.

    Nah, itulah beberapa tips untuk menggunakan kartu credit korporat sebagai tools praktis yang membantumu mengontrol pengeluaran bisnis. Masih bingung harus gunakan kartu kredit korporat yang mana?

    Corporate credit card dari Paper.id adalah opsi menarik yang bisa jadi pilihanmu. Dengan Paper Corporate Card, kamu bisa menikmati tambahan tempo hingga 60 hari dengan cashback 0,5%. Jadi lebih hemat, ‘kan?

    Cek detailnya dengan klik di sini, segera daftarkan bisnismu ke Paper.id untuk jadi eligible untuk memiliki Paper Corporate Card!

    *Artikel ini hasil kerja sama antara Paper.id dan Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ether.fi Cash, Kartu Kredit Berbasis Kripto Segera Meluncur

    Untuk memperkuat posisinya di dunia keuangan terdesentralisasi (DeFi), Ether.fi — platform staking non-kustodial berbasis Ethereum — mengumumkan peluncuran produk barunya, Ether.fi Cash, yang dijadwalkan rilis pada kuartal kedua tahun 2025.

    Produk ini dirancang untuk menjembatani dunia kripto dengan kehidupan nyata melalui sistem pembayaran modern yang berbasis aset digital.

    Apa Itu Ether.fi Cash?

    Ether.fi Cash merupakan kartu kredit berbasis kripto yang memungkinkan pengguna untuk membelanjakan kripto mereka di lebih dari 100 juta merchant secara global.

    Ini termasuk pembelian sehari-hari seperti makanan, minuman, kebutuhan rumah tangga, hingga pemesanan hotel dan tiket pesawat.

    Fitur paling menarik, pengguna tidak perlu menjual kripto mereka untuk melakukan transaksi karena aset tersebut hanya dijadikan jaminan, sehingga tetap berpotensi meningkat nilainya.

    Pergerakan harga Ether.fi (ETHFI/USDT) pada Minggu, 11 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ether.fi (ETHFI/USDT) pada Minggu, 11 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Market Sinyal Harian Kripto: Analisis Teknikal dan Peluang 9 Mei 2025

    Fitur dan Manfaat Unggulan

    1. Non-Kustodial dan Aman
      Ether.fi Cash menggunakan teknologi smart contract on-chain yang menjamin bahwa pengguna tetap mengontrol penuh aset mereka. Tidak seperti sistem kustodian yang mengharuskan pengguna menyimpan dana di pihak ketiga, Ether.fi memberikan tingkat desentralisasi dan keamanan lebih tinggi.
    2. Pembayaran Digital yang Praktis
      Ether.fi Cash mendukung integrasi dengan Apple Pay dan Google Pay, dua layanan dompet digital terpopuler di dunia. Hal ini memungkinkan pengguna menggunakan kartu mereka secara virtual di perangkat pintar tanpa perlu membawa kartu fisik.
    3. Cashback dan Program Loyalitas
      Pengguna Ether.fi Cash bisa mendapatkan cashback hingga 3% setiap kali bertransaksi. Selain itu, Ether.fi menawarkan akses eksklusif seperti lounge bandara, diskon hotel mewah, dan berbagai benefit lainnya, menjadikannya lebih dari sekadar alat pembayaran biasa.
    4. Teknologi Scroll zk-Rollup
      Ether.fi Cash dibangun di atas jaringan zk-Rollup dari Scroll, teknologi Layer-2 Ethereum yang menawarkan kecepatan tinggi dan biaya transaksi yang sangat rendah, ideal untuk transaksi harian dalam jumlah kecil.

    Implikasi Besar terhadap Dunia DeFi

    Langkah ini bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi mencerminkan pergeseran paradigma dalam adopsi kripto global.

    Dengan Ether.fi Cash, aset kripto seperti ETH kini bisa digunakan layaknya mata uang fiat, tetapi dengan keunggulan seperti apresiasi nilai, efisiensi, dan desentralisasi.

    Lebih dari itu, Ether.fi menempatkan dirinya sebagai pelopor dalam menciptakan sistem pembayaran terdesentralisasi yang tetap ramah pengguna, tidak hanya bagi komunitas DeFi, tetapi juga masyarakat umum yang belum terbiasa dengan dunia kripto.

    Ambisi Besar Ether.fi

    CEO Ether.fi, Mike Silagadze, menyatakan bahwa Ether.fi Cash mengalami pertumbuhan pesat bahkan sebelum peluncuran resminya. Ia menargetkan bahwa produk ini akan menjadi platform pembayaran kripto nomor satu di dunia pada akhir 2025.

    Dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis utilitas nyata, target ini bukanlah sesuatu yang mustahil.

    Baca Juga: 5 Keuntungan Menerima Pembayaran Pakai Kartu Kredit, Makin Cuan!

    Salah satu tantangan utama dalam dunia kripto adalah kurangnya kegunaan praktis di luar investasi dan trading.

    Ether.fi Cash hadir sebagai solusi nyata atas masalah ini, menjadikan kripto lebih dari sekadar aset spekulatif, tetapi sebagai alat yang dapat meningkatkan kualitas hidup pengguna.

    Selain itu, sistem non-kustodial Ether.fi juga menunjukkan komitmen terhadap kebebasan finansial dan privasi, dua nilai utama dalam gerakan Web3 dan DeFi.

    Maka dari itu, peluncuran Ether.fi Cash di kuartal kedua 2025 nanti menandai babak baru dalam adopsi kripto global.

    Dengan fitur yang inovatif, kemudahan penggunaan, dan keamanan terjamin, Ether.fi tidak hanya membangun produk — mereka menciptakan ekosistem keuangan masa depan yang terdesentralisasi, terbuka, dan inklusif.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com