Tag: kasih sayang

  • Jadikan Hari Valentine Lebih Seru dengan Hadiah NFT Ini!

    Selain ulang tahun, salah satu hari yang dinanti kebanyakan orang di dunia adalah Valentine’s Day atau hari kasih sayang. Hari valentine dirayakan setiap tanggal 14 Februari yang akan jatuh pada hari Senin di tahun 2022 ini.

    Apa Itu Hari Valentine dan Bagaimana Sejarahnya?

    Hari valentine adalah hari dimana orang-orang merayakan kebersamaan dengan orang-orang tercinta. Dalam moment ini mereka menyatakan perasaan kasih sayangnya melalui beberapa hal sederhana, sepeti quality time, bertukar hadiah, atau bahkan mengirimkan kartu ucapan bertemakan kasih sayang.

    Mengapa orang-orang merayakan valentine? bagaimana sejarah hari valentine terjadi?

    Sebenarnya ada beberapa versi yang menceritakan bagaimana sejarah hari valentine. Nah, pada salah satu versi yang dilansir dari Tirto.id, secara singkat dijelaskan bahwa hari valentine sebenarnya adalah peringatan untuk mengenang hari kematian St. Valentine, seorang pendeta yang memberikan seluruh hidupnya kepada Kaisar Claudius II.

    Kaisar Claudius II dikenal sebagai pemimpin yang kejam karena menjadi salah satu alasan dari banyak pertumpahan darah di Roma. Hal tersebut disinyalir Ia lakukan agar Roma selalu menjadi pemenang dalam setiap pertempuran melalui kehebatan tentaranya.

    Namun, hal ini tidak berjalan sesuai dengan kemauan Kaisar Claudius II karena tentara miliknya enggan menuju medan perang karena terikat cinta sang istri atau kekasihnya. Oleh karena itu, Kaisar Claudius II membuat kebijakan yaitu melarang semua pernikahan atau pertunangan di Roma kala itu.

    Valentine pun tidak terima dengan kebijakan Sang Kaisar dan diam-diam menikahkan sepasang pria & wanita. Akan tetapi, tindakan Valentine terendus oleh Claudius II dan pada akhirnya Pendeta Valentine dihukum serta dipancung pada 14 Februari 278 Masehi.

    Kesimpulannya adalah kegigihan Pendeta Valentine untuk mempersatukan dua hati menjadi satu adalah salah satu alasan Hari Valentine diperingati sebagai hari kasih sayang.

    4 Opsi Hadiah Hari Valentine untuk Orang Terkasih

    Setelah mengetahui sejarah hari valentine, berikut beberapa opsi hadiah yang kerap diberikan untuk orang terkasih:

    1. Quality time

    Yep, salah satu hadiah sederhana dan mudah diwujudkan adalah dengan menghabiskan waktu bersama orang terkasih. Jika Anda terlalu sibuk, coba luangkan waktu dengan movie marathon dan ditemani dengan camilan/minuman favorit.

    Hal sederhana seperti itu pun juga termasuk wujud dari rasa cinta dan kasih sayang kita kepada mereka, lho!

    2. Cokelat

    tipe coklat untuk hadiah hari valentine

    Memiliki bentuk yang beragam dengan dominasi rasa manis adalah alasan mengapa cokelat dijadikan sebagai pilihan hadiah saat hari valentine.

    Selain bentuknya yang beragam, cokelat juga memiliki varian rasa yang variatif, seperti white chocolate, dark chocolate, atau milk chocolate yang bisa Anda sesuaikan dengan selera.

    Baca Juga: Tidak Hanya Dinikmati, Kini Kopi Barista Merambah ke Project NFT!

    3. Bunga

    Bunga identik dengan simbol kecantikan, keanggunan, dan memiliki harum wangi yang semerbak. Oleh karena itu, bunga adalah pilihan hadiah yang cocok saat hari valentine.

    Kini, nampaknya bunga memiliki jumlah yang sangat beragam. Bahkan, Anda pun bisa sampai kebingungan memilih bunga apa yang cocok karena tentu saja bunga-bunga tersebut memiliki arti sendiri.

    4. Kartu ucapan 

    Last but not least, kartu ucapan! Anda bisa menorehkan kata-kata romantis penuh puitis pada orang terkasih melalui kartu ucapan. Selain mudah dibuat, membaca kata romantis dari orang tersayang tentu sangat priceless.

    Biasanya, kartu ucapan dibuat secara manual yaitu dengan kertas dan pulpen, kini kartu ucapan untuk hari valentine sudah hadir dalam bentuk NFT, lho!

    Kartu Ucapan Valentine’s Day Berbentuk NFT

    kartu ucapan valentine berbentuk nft

    Perkembangan NFT ini memang sangat pesat, sampai-sampai Anda bisa memberikan kartu ucapan yang abadi dan memiliki value lebih kepada orang terkasih. Anda bisa menemukan beragam kartu ucapan hari valentine berbentuk NFT pada OpenSea dengan berbagai macam desain dan pesan khusus.

    Selain kartu ucapan hari valentine, Anda juga bisa menemukan kartu ucapan untuk perayaan hari besar lainnya, sebut saja seperti hari ulang tahun, halloween, independence day, hingga kartu ucapan “Get Well Soon” untuk menghadiahi kepada mereka yang sedang sakit.

    Itulah serba-serbi mengenai hari valentine hingga inovasi baru berupa kartu ucapan berbentuk NFT. Untuk menemukan berbagai NFT art lainnya, yuk, segera kunjungi TokoMall di https://www.tokomall.io/ dan temui karya NFT favorit Anda!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Keindahan Laut dan Kasih Sayang Ibu Disatukan Jadi Koleksi Busana Ibu-Anak

    Jakarta

    Keindahan laut yang beraneka ragam, kerap menjadi inspirasi bagi para desainer dan pelaku usaha fashion Tanah Air dalam menciptakan karya. Seperti Swistya Ardiana sebagai pemilik brand Little Missmos yang baru saja mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari laut.

    Swistya membuat acara yang intim dan hangat lewat gathering peluncuran koleksi yang bertajuk The Tales of The Sea. Ia menceritakan kisah di balik koleksi teranyarnya tersebut.

    “Koleksi Tales of The Sea by Little Missmos, berbicara tentang keindahan laut, seolah tanpa batas. Sama halnya dengan perasaan seorang ibu yang begitu indah terhadap anaknya. Perasaan yang bernama cinta,” kata wanita yang akrab disapa Tya itu ketika ditemui di Lorong Kopi, Jakarta Selatan.


    Foto koleksi Tales of The Sea Intimate Gathering by Little MissmoFoto koleksi Tales of The Sea Intimate Gathering by Little Missmos. Foto: Dok. Little Missmos.

    Brand lokal yang berasal dari Depok, Jawa Barat ini dikenal lewat koleksi ready-to-wear untuk ibu dan anak bernuansa pastel yang feminin. Tya menuturkan kedalaman laut sama dengan makna sebuah cinta.

    “Cinta itu bisa jadi terlihat sederhana di permukaan, tetapi di dalamnya mengandung banyak lapisan dan emosi,” ujarnya.

    Wanita yang berusia 39 tahun ini menjelaskan koleksi terbaru Little Misssmos sekaligus menjadi kisah jatuh-bangunnya berbisnis. Koleksi dirilis menjelang akhir tahun sehingga bisa menjadi inspirasi busana liburan.

    “Ada juga ornamen laut di dalam koleksinya. Sengaja dibikin senyaman mungkin dan cuttingannya oke dipakai ibu dan anak-anak untuk liburan dan sehari-hari,” ungkp Tya.

    Foto koleksi Tales of The Sea Intimate Gathering by Little MissmoFoto koleksi Tales of The Sea Intimate Gathering by Little Missmos. Foto: Dok. Little Missmos.

    Tya mengucapkan peluncuran koleksi Tales of The Sea juga untuk memperingati Hari Ibu sedunia, pada 22 Desember 2024 mendatang. Menurutnya sosok ibu dan laut memiliki fungsi yang mirip.

    “Seperti halnya ekosistem laut yang saling melindungi dan menjaga, seorang ibu berperan sebagai pelindung dan pengasuh bagi anaknya. Tema Tales of The Sea bisa merefleksikan cinta dan perhatian yang diberikan oleh seorang ibu,” jelas Tya.

    Foto koleksi Tales of The Sea Intimate Gathering by Little MissmoFoto koleksi Tales of The Sea Intimate Gathering by Little Missmos. Foto: Dok. Little Missmos.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Franco Mastantuono Tak Berharap Jadi Bintang di Madrid


    Jakarta

    Franco Mastantuono menegaskan tugasnya di Real Madrid adalah membantu tim. Dia tidak terfokus untuk menjadi bintang besar.

    Mastantuono diperkenalkan Madrid sebagai pemain anyar pada Agustus lalu. Dia sampai saat ini sudah tampil 12 kali di semua ajang dengan torehan satu gol dan satu assist.

    “Saya tidak fokus menjadi bintang, tetapi membantu rekan satu tim saya, dan kemudian semuanya akan berjalan sesuai keinginan saya,” kata Mastantuono di Cadena SER.


    “Saya merasakan kasih sayang mereka sejak hari pertama tiba di sini. Itu nilai tambah yang sangat besar bagi seorang pemain. Saya juga ingin melihat performa terbaik saya.”

    Mastantuono sedang mengalami cedera pubalgia. Belum diketahui kapan bakal pulih dan kembali bermain.

    “Itu adalah rasa sakit yang sudah saya alami selama beberapa waktu. Sudah waktunya untuk memulihkan diri dengan benar agar saya bisa mencapai kondisi 100%,” Mastantuono mengungkapkan.

    Mastantuono masih berusia 18 tahun. Dia sudah menorehkan catatan tiga penampilan bersama Timnas Argentina.

    (ran/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Ujaran Kasih Sayang, Mengubah Kabut Menjadi Terang



    Jakarta

    Imam Ahmad meriwayatkan dalam sebuah alHadits, bahwa waktu itu muncul seorang pemuda yang menghadap Rasulullah SAW. Dengan berterus terang ia pamit mohon dijinkan melakukan zina. Berzina dengan seorang perempuan.

    Waktu itu Rasulullah bersama para sahabat beliau. Terbayang betapa suasana pada saat pemuda itu melapor begitu membuat para sahabat geram. Sangat marah, walau tidak berani lancang melangkahi Rasulullah. Mereka bahkan, ada yang hendak memenggal saja kepala pemuda itu. Pada waktu itu pedang dan senjata yang serupa memang biasanya dibawa tanpa ijin kepolisian.

    Namun apa yang mereka perhatikan pada wajah Rasulullah. Beliau tenang. Tidak sekali pun tampak wajah marah, geram sebagaimana para sahabat yang emosional.
    Rasulullah menasihati pemuda itu dengan penuh kasih sayang. Rasulullah bertutur dengan lembut dan bijaksana. Rahasia bertutur yang wajib dijadikan tauladan. Bagi setiap kita apalagi yang berjuang menjadi pimpinan. Pemimpin yang semestinya menjadi panutan.


    “Apakah kamu rela kalau ibumu dizinai orang?” tanya Rasulullah.
    Pemuda itu langsung menjawab,” pasti tidak.”
    “Demikian juga orang lain, tidak suka bila ibu-ibu mereka dizinai.”
    “Apakah engkau suka bila perbuatan zina menimpa anak gadismu?” lanjut Rasulullah.
    “Tidak, sungguh demi Allah,” jawab sang pemuda.
    “Demikian pula orang lain, tidak suka bila itu dilakukan pada anak gadis mereka.”
    “Apakah engkau suka bila saudarimu yang dizina?”
    Dengan tegas pemuda itu mengatakan tidak sembari bersumpah.
    “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari mereka,”
    “Apakan engkau suka bila perbuatan zina dilakukan kepada saudari ibumu?”
    Pemuda itu menjawab dengan jawaban yang sama, bahkan bersumpah dengan nama Allah tidak menginginkannya.
    “Demikian juga orang lain tidak suka bila itu menimpa saudari ibu mereka.”
    Setelah itu, Rasulullah berdoa dan meletakkan tangannya di dada pemuda itu, “Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan lindungilah kemaluannya.”
    Nasihat Rasulullah ditutup dengan doa kepada Allah. Doa tulus dari Rasul pilihan. Dikabulkan Tuhan.
    Pemuda tersebut akhirnya menjadi orang yang paling membenci zina.

    Pada masa menjadi Ibu Negara, Ibu Tien Soeharto pernah berpesan. Yang intinya agar jangan membiasakan putra-putri yg masih kecil. Mendengarkan kosa kata/ujaran kurang baik dari para orang tuanya. Biasakan mereka selalu menerima pelajaran cinta dan kasih sayang. Melalui percakapan keseharian di dalam rumah-rumah tempat mereka tinggal. Nanti mereka akan berkembang menjadi generasi penerus yang ujarannya selalu mengarah kepada kebaikan, pujian, ujaran penuh kasih sayang. Mereka sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya menghina orang. Bahkan mereka tak pernah memiliki selera berucap yang bermakna makian.
    Semoga nasihat bu Tien kita praktikkan!

    Terpapar kisah seorang Lurah Mbah Singo yang hanya memiliki putra semata wayang.
    “Cah bagus (Anak baik/ganteng), mari ke sini ke pendopo.”

    Terbayang panggilan sebutan, bukan panggilan nama. Ialah sebutan penuh kasih sayang, penuh rasa kepemilikan yang sangat dalam. Panggilan lembut seorang bapak kepada putranya.

    Sebelum itu, boleh jadi sebagian sidang pembaca menduga bahwa putra semata wayang Mbah Lurah anaknya ngganteng, pinter dan shaleh.

    Sabar tunggu dulu! Putra Mbah Lurah tidak pernah sekolah, pun tidak pernah mengaji. Tumbuh menjadi dewasa. Menjadi pencuri! Padahal bapaknya pimpinan kelurahan.

    “Ada apa Pak,” yang dipanggil menjawab sekenanya. “Aku ini sumpek (saya ini sedang kesal).”
    “Sumpek opo (kesal karena apa)?” sambut Mbah Lurah.
    “Aku ini kan maling. Setiap malam dikepung orang, malam berikutnya dikepung orang lagi. Saya ini ingin menjadi sakti. Supaya saya bisa mengamati seluruh orang sedang orang-orang tidak satu pun yang bisa melihat saya.” Dia meluncurkan maksudnya melalui kata-kata lalu berhenti.
    “Gampang, ya cari saja tempat yang gelap sehingga tidak terlihat,” Mbah Lurah menjawab datar.
    “Sudah Pak, tapi disenter,” putranya menjawab seraya mendesak bapaknya agar mengabulkan permintaannya.
    Ketika itu waktu ba’da shalat Ashar menuju Maghrib.
    “Oh, kalau gitu hayo mandi dulu. Bersihkan badan lalu ganti baju. Nanti diberitahu bagaimana caranya.”
    Setelah putranya sudah bersih dan berpakaian rapi, Mbah Lurah melanjutkan pembicaraan.
    “Gini loh, kalau kamu ingin sakti gampang. Pokonya hari ini ikut saya sowan (berkunjung) ke Ndresmo. InsyaAllah kamu akan menjadi sakti.”
    “Iya Pak,” berangkatlah mereka berdua.
    Sampai di Ndresmo Mbah Yai dawuh (berkata),
    “Mbah Lurah,”
    “Njih Mas,” sambut Mbah Lurah.
    “Tidak biasanya ke sini bersama putranya?”
    Lanjut Mbah Yai.
    “Begini Mas, putra saya ini maling. Setiap malam dikejar-kejar orang. Dia ingin menjadi orang sakti. Sekiranya dia tidak dilihat orang sedang dia mampu mengawasi setiap orang.”

    Stop! Sampai di sini sebagian kita mungkin tak pernah menyangka dengan keterbukaan Mbah Lurah. Meminta pemuka agama Mbah Yai pewaris Nabiy mengabulkan perbuatan yang tidak dihalalkan agama. Tidak persis sama dengan kisah pemuda yang ijin berzina. Namun beda-beda tipis. Bahkan ijin mengajak berbuat ‘maksiyat’ berjemaah. Mendukung pekerjaan mencuri yang pastinya haram.

    Tapi sekali lagi sabar. Rupanya Mbah Yai tipe pemimpin yang meneladani Nabiy.
    “Baik. Pokoknya tolong tinggallah di sini dulu. Nanti pulang akan menjadi orang sakti,” ujar Mbah Yai seolah tidak perduli apakah kesaktiannya akan digunakan untuk maslahat atau untuk sebaliknya.

    Selanjutnya, Mbah Yai ternyata mendidik, membina putra Mbah Lurah dengan penuh kasih sayang. Melalui masa yang cukup panjang, pelan, disiplin. Diiringi doa kepada Tuhan, sambil terus mendahulukan utamanya kasih sayang, akhirnya sang pemuda memang sakti betulan.

    Dulunya yang bercita-cita menjadi maling tampa bisa kelihatan. Setelah dibina oleh Mbah Yai, putra Mbah Lurah berubah menjadi pelopor agama yang berilian.

    Putra Mbah Lurah Singo itu kemudian terkenal dengan sebutan Mbah yai Mustofa. Wali Allah yang karomahnya diketahui banyak orang. Cita-cita menjadi maling, berubah menjadi Mbah Yai yang alim. Subhaanallah.

    Semoga kita pun selalu membiasakan ujaran yang bermakna kasih-sayang. Betapa indahnya jika itu bisa mengubah kabut menjadi terang. Dari maksiat betulan menjadi maslahat sungguhan.

    Hayo kita sama bermohon kepada Tuhan. Agar selamanya mendahulukan ujaran yang berisikan makna kasih sayang. Meneladani kasih sayang Tuhan, aamiin!

    Abdurachman

    Penulis adalah Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Pemerhati spiritual medis dan penasihat sejumlah masjid di Surabaya

    Artikel ini adalah kiriman dari pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Hadits tentang Kasih Sayang yang Patut Diteladani Seluruh Umat Muslim



    Jakarta

    Kasih sayang merupakan fitrah setiap umat manusia. Islam mengajarkan pemeluknya untuk selalu menebarkan kasih sayang kepada segala ciptaan Allah SWT.

    Dikatakan dalam buku Pendidikan Karakter oleh Ridwan Abdullah Sani dan Muhammad Kadri, kata “kasih sayang” termasuk salah satu dari nama-nama Allah, yaitu Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Sebagaimana dijelaskan melalui ayat pertama surat Al-Fatihah, Allah SWT berfirman:

    بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ


    Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Fatihah: 1).

    Selain dari ayat tersebut, ajaran tentang kasih sayang dalam Al-Qur’an juga termaktub dalam surat Al-Balad ayat 17, Allah SWT berfirman:

    ثُمَّ كَانَ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْمَرْحَمَةِ

    Artinya: “Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.” (QS Al-Balad: 17).

    Rasulullah SAW pun kerap menganjurkan kaumnya untuk saling menebarkan kasih sayang. Dalam artikel ini, akan dijelaskan beberapa hadits tentang kasih sayang yang dapat menjadi teladan.

    Kumpulan Hadits tentang Kasih Sayang

    Berikut hadits tentang kasih sayang yang dirangkum dari buku 60 Hadits Shahih karya Faqihuddin Abdul Kodir dan buku Nabi Sang Penyayang karya Raghib As-Sirjani.

    1. Hadits Pertama

    Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

    مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ

    Artinya: “Barangsiapa yang tidak menyayangi, niscaya ia tidak akan disayangi.” (HR Al-Bukhari No. 328, dalam Kitab Al-Tayamum).

    Maksud dari hadits tersebut menegaskan secara mutlak bahwa orang yang tidak menyayangi hamba-hamba Allah SWT, maka ia juga tidak akan disayang oleh pencipta-Nya.

    2. Hadits Kedua

    Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk menyayangi siapapun yang ada di muka bumi. Sebagaimana sabda beliau,

    ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمُكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ.

    Artinya: “Sayangilah siapa yang ada di muka bumi, niscaya kamu akan disayangi oleh siapa saja yang ada di langit” (HR At-Tirmidzi no. 1924).

    3. Hadits Ketiga

    Rasulullah SAW pernah mengajarkan umatnya untuk menyayangi orang yang lebih muda, termasuk anak kecil. Hal ini sebagaimana dikatakan dalam hadits,

    عن أنين ، قال : قال رسول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَا أَنسُ وَقَر الكبير وَارْحَمِ الصَّغِيرَ تُرَافِقْنِي فِي الْجَنَّةِ

    Artinya: Dari Anas, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Wahai Anas, hormati yang lebih tua dan sayangi yang lebih muda, maka kau akan menemaniku di surga.’” (HR Baihaqi).

    4. Hadits Keempat

    Orang yang tidak memiliki rasa kasih sayang kepada sesamanya dapat dikatakan bahwa dirinya termasuk orang yang celaka dan sengsara. Dikatakan dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda,

    لا تَنْزَعُ الرَّحْمَةُ إِلَّا مِن شَقِيَ

    Artinya: “Tidaklah kasih sayang itu dicabut kecuali dari orang yang sengsara.” (HR Abu Dawud No. 4942).

    5. Hadits Kelima

    Dalam kitab Al-Baqiyatus Shalihat oleh Rabi’ Abdul Rauf Az-Zawawi disebutkan bahwa kasih sayang antar sesama muslim layaknya kebersamaan dalam satu tubuh. Rasulullah SAW bersabda,

    مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوادِهِمْ، وتَراحُمِهِمْ ، وتَعَاطْفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذا اشْتَكَى مِنهُ عُضْقَ تَداعَى لَهُ سَائِرُ الجَسَدِ بِالسَّهَرِ والحُمّى

    Artinya: “Perumpamaan sesama kaum mukminin dalam menjaga hubungan kasih sayang dan kebersamaan seperti satu tubuh, jika satu anggota merasakan sakit, maka akan membuat seluruh tubuhnya terjaga dan merasakan demam.” (HR Muslim No. 2586).

    6. Hadits Keenam

    Rasa kasih sayang juga diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada binatang. Ketika seseorang menyembelih binatang, hendaknya penyembelihannya tersebut didasari dengan kasih sayang. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:

    إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسَنُوا الديح وليحدٌ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ.

    Artinya: “Sesungguhnya Allah menentukan kebaikan terhadap segala sesuatu. Jika kalian membunuh, maka hendaknya membunuh dengan baik. Jika kalian menyembelih, maka hendaknya menyembelih dengan baik, hendaknya kalian menajamkan pisaunya dan senangkanlah binatang itu pada saat disembelih.” (HR Muslim).

    7. Hadits Ketujuh

    Anjuran Rasulullah SAW untuk menebarkan kasih sayang kepada binatang juga disebutkan dalam suatu riwayat, bahwa ada seorang wanita yang masuk neraka karena ia pernah membunuh kucing semasa hidupnya. Sebagaimana sabda beliau,

    “Ada seorang wanita masuk ke dalam neraka karena seekor kucing yang diikatnya dan tidak diberi makan, serta tidak membiarkannya makan rerumputan yang tumbuh di bumi.” (HR Al-Bukhari).

    Itulah beberapa hadits tentang kasih sayang yang patut diteladani seluruh umat muslim kepada seluruh makhluk hidup ciptaan Allah SWT.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Hadits Tentang Menyayangi Hewan, Jangan Disakiti Ya



    Jakarta

    Saling menyayangi dan mengasihi merupakan bentuk rasa ketakwaan seorang hamba kepada Allah SWT. Terdapat beberapa dalil dari Al-Qur’an dan hadits yang memerintahkan umat Islam untuk menyayangi hewan.

    Termaktub dalam surah Al Maidah ayat 2 Allah SWT berfirman,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَاۤىِٕدَ وَلَآ اٰۤمِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۗوَاِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوْا ۗوَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اَنْ تَعْتَدُوْاۘ وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ ٢


    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-syiar (kesucian) Allah, jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qalā’id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula mengganggu) para pengunjung Baitulharam sedangkan mereka mencari karunia dan rida Tuhannya! Apabila kamu telah bertahalul (menyelesaikan ihram), berburulah (jika mau). Janganlah sekali-kali kebencian(-mu) kepada suatu kaum, karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.”

    Tidak hanya mengajarkan kasih sayang kepada sesama manusia, Islam juga mengajarkan untuk menyayangi hewan. Hewan diciptakan untuk diambil manfaatnya seperti dagingnya, susunya, bulunya, dan sebagainya.

    Maka dari itulah umat manusia harus menyayangi hewan. Berikut beberapa hadits tentang menyayangi hewan.

    Hadits Tentang Menyayangi Hewan

    “Barang siapa yang menganiaya binatang, maka ia akan mendapat laknat dari Allah, malaikat, dan semua manusia.” (HR Thabrani)

    Dari Ibnu Mas’ud, dia berkata: “Kami pernah bersama Rasulullah dalam suatu perjalanan, lalu beliau pergi untuk membuang hajat. Ketika itu, kami melihat seekor burung kecil bersama dua anaknya, kemudian kami ambil keduanya. Setelah itu, induknya datang seraya mengepakkan kedua sayapnya. Nabi pun datang seraya berkata: “Siapa yang membuat burung ini risau karena anaknya? Kembalikanlah anak burung itu kepadanya.” Sesudah itu, beliau melihat sebuah sarang semut yang telah kami bakar. Beliau pun bertanya: “Siapa yang telah membakar ini?” Kami jawab: “Kami.” Beliau bersabda: “Tidaklah sepantasnya ada yang menyiksa dengan cara itu, kecuali Rabb (pemilik) api itu sendiri.” (HR Abu Dawud)

    Hewan yang Dilarang untuk Dibunuh

    Terdapat beberapa hewan yang dilarang untuk dibunuh. Dirangkum dari buku Yuk, Mengenal Hewan Halal & Hewan Haram karya Rian Hidayat, berikut hadits yang menyebutkan tentang hewan yang dilarang untuk dibunuh.

    Semut, lebah, burung hudhud, dan burung shurad

    “Nabi SAW melarang untuk membunuh empat hewan: semut, lebah, burung hudhud, dan burung shurad.” (HR Abu Daud dan lainnya)

    Katak

    “Sesungguhnya seorang tabib bertanya kepada Rasulullah SAW tentang katak untuk keperluan obat, maka Rasulullah melarang membunuhnya.” (HR Nasa’i)

    Kelelawar

    Dari Abdullah bin Amru, ia berkata, “Janganlah kalian membunuh katak karena suaranya adalah tasbih. Jangan kalian pula membunuh kelelawar karena ketika Baitul Maqdis roboh, ia berkata, ‘Wahai Rabb, berikanlah kekuasaan kepadaku atas lautan hingga aku dapat menenggelamkan mereka.” (HR Al-Baihaqi)

    Akibat bagi Orang yang Menyakiti Hewan

    Allah SWT akan melaknat hamba-Nya jika menganiaya hewan. Dikutip dari buku Menyayangi Hewan dan Menolong Saudara Seagama: Seri Karakteristik Nabi SAW karya Muhammad Abdul Azis Al-Khuly, disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim,

    عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ حَبَسَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ جُوْعًا فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ . وَفِي رِوَايَةٍ : دَخَلَتِ امْرَأَةُ النَّارَ فِي هِرَّةٍ رَبَطَتْهَا فَلَمْ تُطْعِمْهَا وَلَمْ تَدَعْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ

    “Dari Abdullah bin ‘Umar, bahwa sesungguhnya Rasulullah bersabda: “Ada seorang perempuan disiksa karena seekor kucing yang ia kurung sampai mati kelaparan, maka ia masuk ke dalam neraka karenanya.” Dalam riwayat lain: “Seorang perempuan masuk neraka karena seekor kucing yang ia ikat, ia tidak memberinya makan juga tidak membiarkannya makan binatang-binatang kecil/ serangga tanah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Hadits tersebut menunjukkan bahwa menyiksa hewan tanpa sebab adalah maksiat yang ada hukumnya. Begitu pula membunuhnya jika ia tidak menyakiti. Hal ini tersirat dalam firman Allah SWT yang termaktub dalam surah Az Zalzalah ayat 7-8 https://www.detik.com/hikmah/quran-online/az-zalzalah

    فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ ٧ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ࣖ ٨

    Artinya: “Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya. Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.”

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com