Tag: kdb

  • Begini Isi Rumah Subsidi Jika Luasnya Hanya 18 Meter, Nggak Ada Kamar!



    Jakarta

    Pemerintah berencana memperkecil batas luas minimal rumah subsidi dari yang semula 21 meter persegi menjadi 18 meter persegi. Kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan sehingga belum diterapkan.

    Jika melihat ukuran rumah subsidi yang saat ini berlaku yakni seluas 21-36 meter persegi, di dalamnya terdapat 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu, dapur yang berbagi dengan halaman belakang yang terbuka untuk area jemuran, dan terdapat halaman depan yang cukup untuk parkir mobil dan motor.

    Lantas, apabila rumah tipe 18 tersedia nantinya, kira-kira seperti apa ya isinya?


    Menurut Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembangan dan Pemasaran Rumah Nasional (Asprumnas) Muhammad Syawali Pratna rumah tipe 18 mirip dengan ukuran apartemen studio tanpa kamar tidur. Namun, tetap bisa memiliki kamar mandi, dapur, ruang jemur, dan halaman karena luas tanahnya lebih luas dari luas bangunan.

    “Jadi nggak ada kamar. Contoh aja kayak apartemen yang luasnya 18 meter persegi, disebut dengan studio,” kata Syawali saat dihubungi detikProperti, Selasa (3/6/2025).

    Satu-satunya ruangan di dalam rumah tersebut adalah kamar mandi. Luasnya juga tidak begitu besar hanya sekitar 1,2×1,5 meter. Kemudian dapur akan berada di belakang berbagi ruang dengan area jemuran.

    Ia menyebut sebenarnya rumah ini masih layak untuk ditempati, tetapi hanya untuk 2 orang dewasa, jika menghitung dari luas ruang ideal per individu, 9 meter persegi. Namun, apabila keluarga tersebut memiliki anak, rumah tipe 18 kurang ideal. Sebab, jika rumah dilebarkan ke samping hingga menutupi seluruh lahan yang tersedia, tetap tidak cukup. Sebab, batas minimal lahan paling kecil adalah 25 meter persegi.

    “Kalaupun dikembangin ke samping, anaknya kenanya cuma 25 meter. Nggak bisa, kan? Di situ aja 18 meter persegi itu, Koefisien Dasar Bangunan (KDB) udah lewat, ya? Jadi tidak manusiawi (ditempati) kalau misalnya udah punya anak,” ujarnya.

    Untuk memiliki kamar tidur, menurut Syawali luas minimal rumah tersebut adalah 21 meter persegi. Luas kamarnya pun hanya sekitar 2,5 x 2,5, 6 meter. Selain kamar, masih ada ruang tersisa di rumah tersebut untuk membuat ruang tamu, ruang makan, kamar mandi, ruang jemur, tempat memasak nasi, dan setrika.

    Senada, Arsitek Denny Setiawan mengatakan tipe rumah 18 mirip dengan luas apartemen studio.

    “Rasanya dengan 18 meter persegi, jadi kayak kecil banget ya. Karena itu mungkin seukuran apartemen studio ya. Apartemen studio pun (ada) 21 sampai 29 meter persegi,” kata Denny.

    Luas yang terbatas itu, dipastikan tidak bisa untuk membuat kamar tidur yang tertutup dan ruang keluarga atau ruang tamu.

    Kemudian, untuk dapur, kata Denny, masih memungkinkan untuk dibuat semi outdoor di belakang berbagi ruang dengan ruang jemur pakaian. Ruang belakang ini ia sarankan untuk memiliki ventilasi yang cukup untuk pencahayaan dan sirkulasi ke dalam rumah.

    Kamar mandi akan menjadi satu-satunya ruang di dalam rumah tersebut. Namun, luasnya pun tidak begitu lebar yakni sekitar 1×2 meter saja. Di mana di dalamnya hanya terdiri dari kloset, shower, dan ember.

    Denny menyampaikan pemerintah perlu membuat desain bangunan yang lebih kreatif dan berbeda dari rumah subsidi biasa. Sebab, tinggal di rumah kecil juga memiliki banyak tantangan, bukan sekadar pertimbangan layak atau tidak.

    “Ini bukan cuma masalah mengecilkan luasan, tapi membuat luasannya jadi efektif. Hunian itu memang boleh mengecil, tapi secara kualitas, dia tidak boleh tereduksi karena memang pemerintah perlu menjamin bahwa hunian yang ditempati setiap warga negaranya itu adalah hunian yang layak,” tutur Denny.

    Denny mengatakan ukuran rumah 18 meter persegi bukan bentuk hunian yang baru. Di Jepang banyak ditemukan rumah-rumah tipe 18 karena negara tersebut juga mengalami masalah yang sama yakni keterbatasan lahan. Di sana rumah tipe 18 seperti ini dibuat menjadi compact house.

    Namun, rumah-rumah tersebut bentuknya adalah apartemen yang jumlah lantainya pendek yakni satu gedung sekitar 4 keluarga yang mengisi tiap lantai.

    “Jepang juga menghadapi masalah yang sama bahwa lahan itu sudah sempit dan mereka harus berpikir kreatif tentang bagaimana menyiasati mahalnya harga bangunan. Mereka punya konsep namanya compact house,” ujarnya.

    Sebelumnya diberitakan, Kementerian PKP berencana memperkecil luas bangunan rumah subsidi dari yang semula 21-36 meter persegi menjadi 18-36 meter persegi. Begitu pula dengan luas tanah dari 60-200 meter persegi menjadi 25-200 meter persegi.

    Rencana tersebut tertera dalam draf aturan terbaru Keputusan Menteri PKP Nomor/KPTS/M/2025. Dalam draf yang beredar tersebut belum terdapat nomor keputusan yang dimasukkan. Aturan tersebut akan memuat aturan mengenai Batasan Luas Lahan, Luas Lantai, dan Batasan Harga Jual Rumah dalam Pelaksanaan Kredit/Pembiayaan Perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, serta Besaran Subsidi Bantuan Uang Muka Perumahan.

    Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menilai, luas lahan rumah subsidi 18 meter persegi sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan lahan yang semakin terbatas. Ia meyakini rumah subsidi dengan desain yang baik bisa dibangun bertingkat dan sesuai kebutuhan konsumen walaupun lahannya terbatas.

    “Sekarang saya mau lihat desain-desainnya. Bisa buat tingkat nggak? Soalnya tanahnya kan mahal. Masa kita kalah dari masalah? Kalau tanahnya mahal, selama ini ruang bisa dibangun tingkat jadi kita jangan mau kalah dari masalah? Desain-desain rumahnya dari dulu gitu-gitu aja. Kita bikin desain yang bagus. Nanti tunggu kejutannya. Saya akan expose desain-desain rumah yang bagus,” katanya seperti yang dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (3/6/2025).

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jakarta Water Sport 2025 Jadi Momen Promosi Olahraga Air & Budaya Lokal


    Jakarta

    Ajang olahraga air Jakarta Water Sport 2025 resmi ditutup pada Minggu (3/8) di Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara. Digelar selama dua hari, acara yang diadakan oleh Dinas Pariwisata DKI Jakarta ini menghadirkan perpaduan berbagai cabang olahraga air yang tengah tren mulai dari jetski, kayak, paddling, hingga perahu naga.

    Tidak hanya itu, Jakarta Water Sport 2025 juga menjadi ruang edukasi, eksplorasi, dan hiburan yang membaurkan semangat olahraga, budaya, dan pariwisata Jakarta.

    “Jakarta Water Sport 2025 bukan sekadar ajang olahraga, tapi juga momentum untuk membangkitkan semangat maritim di tengah masyarakat. Kami ingin menjadikan kawasan pesisir Jakarta sebagai ruang publik yang hidup, tempat berkumpulnya kreativitas, olahraga, dan budaya,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata dalam keterangannya, Senin (4/8/2025).


    Melalui kegiatan ini, kami berharap generasi muda makin mencintai olahraga air dan menjadikan Jakarta sebagai destinasi unggulan wisata bahari Indonesia,” imbuhnya.

    Panggung Kompetisi dan Pembibitan Atlet Muda

    Jakarta Water Sport 2025 Foto: Jakarta Water Sport 2025

    Diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) DKI Jakarta dan didukung oleh Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) DKI Jakarta, Jakarta Water Sport 2025 mempertemukan lebih dari 370 peserta.

    Adapun para peserta terdiri dari 300 atlet dayung dan 70 peserta jetski, yang bertanding dalam berbagai kategori seperti kayak, stand up paddle board (SUP), perahu naga (dragon boat), dan jetski endurance.

    Kepala Dispora DKI Jakarta, Andri Yansyah, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara ini.

    “Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi kemajuan olahraga air di Jakarta dan Indonesia. Tujuan utamanya adalah membina atlet muda agar dapat berprestasi di level nasional hingga internasional,” ujar Andri.

    “Dengan mengucap syukur alhamdulillah, Jakarta Water Sport 2025 secara resmi saya nyatakan ditutup,” tambahnya.

    Sementara itu, Ketua Umum PODSI DKI Jakarta, Wibowo Suseno Wirjawan berterima kasih kepada peserta, sponsor, dan seluruh elemen yang terlibat.

    “Ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga momentum penting untuk membangkitkan gairah olahraga air di Jakarta. Kami harap event seperti ini bisa rutin diadakan,” tuturnya.

    Keseruan Jakarta Water Sport 2025

    Jakarta Water Sport 2025Jakarta Water Sport 2025 Jadi Momen Promosi Olahraga Air & Budaya Lokal Foto: Jakarta Water Sport 2025

    Selama dua hari penuh, pengunjung Jakarta Water Sport 2025 disuguhkan berbagai atraksi menarik. Atraksi ini meliputi, Freestyle Jetski Show dari atlet internasional, eksibisi perahu naga, hingga Free Trial Jetski & Dayung bersama pelatih profesional. Ada pula atraksi memukau dari atlet jetski kebanggan Indonesia Aero Sutan Aswar dan Aqsa Sutan Aswar.

    Tak hanya itu, pengunjung juga menikmati bazar UMKM serta booth asosiasi olahraga air seperti PODSI dan komunitas Jetski Indonesia. Hadirnya berbagai pameran ini tentunya memperkaya pengalaman wisata sekaligus memperluas wawasan olahraga.

    Jakarta Water Sport 2025 juga diramaikan oleh bazar 18 UMKM lokal, booth komunitas olahraga seperti PODSI dan Jetski Indonesia, hingga pertunjukan budaya khas Betawi seperti Palang Pintu dan tarian tradisional, serta konser musik dari musisi tanah air seperti Nyoman Paul dan Hura-Hura Club.

    Antusiasme Para Atlet & Pengunjung

    Hadirnya Jakarta Water Sport 2025 mendapat antusiasme positif dari para atlet dan pengunjung. Kanina Ramadhina, juara 3 kategori Jetski Endurance Runabout Open mengaku senang dengan hadirnya acara ini.

    Meski baru pertama kali ikut serta, Kanina tampil tangguh meski sempat mengalami kendala teknis.

    “Jet ski-ku sempat bermasalah, tapi berhasil diperbaiki. Rasanya lega bisa tetap finis dan naik podium. Ombak besar di Ancol juga jadi tantangan, karena harus cepat membaca arah gelombang,” jelas Kanina.

    Senada, Gigin Praginanto, juara 1 kategori SUP Pria mengatakan bertanding di perairan terbuka seperti Ancol merupakan tantangan baru setelah terbiasa berlatih di danau.

    “Angin dan ombak di laut berbeda sekali. Harus benar-benar jaga keseimbangan dan tenaga ekstra. Tapi ini pengalaman yang penting buat saya,” ungkapnya.

    Selain antusiasme para peserta, para pengunjung yang telah menang giveaway pun begitu bersukaria karena bisa mengikuti free trial jetski dan Eh Dayung Nyok.

    Apresiasi pun datang dari para pengunjung. Salah satu pengunjung muda, Muntaz (19), mengaku senang bisa mencoba olahraga air lewat program free trial ‘Eh Dayung Nyok’.

    “Saya penasaran dan akhirnya coba langsung. Harapannya acara ini bisa rutin digelar karena bisa jadi pengalaman seru bagi siapa pun yang belum pernah coba olahraga air,” ucapnya.

    Daftar Pemenang Jakarta Water Sport 2025

    Tak hanya sekadar kompetisi, Jakarta Water Sport 2025 juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi atlet-atlet muda Indonesia. Sederet atlet muda berhasil menjadi pemenang dalam ajang Jakarta Water Sport 2025.

    Penyerahan hadiah diberikan Ketua Umum PODSI DKI Jakarta, Wibowo Suseno Wirjawan; Ketua Umum Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA) Ketua Umum Jetski Asia(IJSBA Asia), Saiful Sutan Aswar; dan Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Helma Dahlia. Berikut daftar para pemenang:

    Women Kayak
    1 Aini (SMPN 261)
    2 Zarifah (SMPN 5)
    3 Zefanya (SMPN 266)

    Men Kayak
    1 M Farhan (SMPN 266)
    2 Fahmi (SMPN 261)
    3 Adit (SMPN 282)

    Men Dragon Boat
    1 Paddle Kids
    2 KDB Community
    3 SMAN 114

    Women SUP
    1 Aisyah Alzuba (Cathy Water Sport)
    2 Wanti Nouvlesya (Cathy Water Sport)
    3 Erinda (KDB Community)

    Men SUP
    1 Gigin Praginanto (Cathy Water Sport)
    2 M Sudais Suraiem (Wakeboss)
    3 Wahyudi Syahputra (Lampung 1)

    Mix Dragon Boat
    1 Pelajar Jakarta
    2 Paddle Kids
    3 KDB Community

    (ega/ega)



    Sumber : sport.detik.com