Tag: kebakaran

  • Ini Cara Aman Pakai APAR di Mobil Listrik



    Jakarta

    Alat Pemadam Api Ringan (APAR) menjadi perangkat yang wajib ada di kendaraan roda empat yang dijual di Indonesia, tak terkecuali mobil listrik. Ini cara aman memakai perangkat APAR di mobil listrik.

    Sebagai informasi, penyematan APAR di kendaraan roda empat, sejalan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia No. KP.972/AJ.502/DRJD/2020, yang mengatur tentang penyediaan APAR pada kendaraan bermotor, termasuk kendaraan listrik.

    APAR berfungsi sebagai alat penyelamatan pertama dalam kondisi darurat, seperti kebakaran ringan yang dapat terjadi akibat korsleting listrik atau insiden teknis lainnya.


    Dijelaskan Neta Auto Indonesia dalam keterangan resminya, berikut tips menggunakan APAR yang aman di mobil listrik:

    1. Mengetahui Letak APAR

    Letak APAR pada mobil listrik Neta ada di dalam laci dashboard pada sisi penumpang depan (sebelah kiri). Konsumen Neta cukup membuka laci tersebut untuk mengambil APAR saat dibutuhkan. Penempatan ini dirancang agar mudah diakses dalam kondisi darurat, sekaligus tetap rapi dan tidak mengganggu kenyamanan kabin.

    2. Cek APAR

    Setelah mengambil APAR yang terletak di dalam laci dashboard (di sisi penumpang depan), pengguna mobil disarankan terlebih dahulu memeriksa kondisi APAR. Pastikan segel pengaman pada tabung masih utuh, sebagai tanda bahwa APAR belum pernah digunakan. Selain itu, periksa informasi tanggal kedaluwarsa atau expired date yang tercantum pada tabung, karena masa pakai APAR ini mencapai hingga 8 tahun sejak tanggal produksi. Jika APAR akan digunakan, konsumen bisa melanjutkan dengan membuka segel berwarna kuning yang terdapat pada tabung sebelum mengoperasikannya.

    Tips aman pakai APAR di mobil listrikTips aman pakai APAR di mobil listrik Foto: Dok. Neta Auto Indonesia

    3. Pemakaian APAR

    Setelah membuka segel berwarna kuning, pengguna mobil dapat menekan katup merah yang terletak di bagian atas tabung. Pastikan bubuk atau asap putih keluar dari tabung sebagai indikasi bahwa APAR berfungsi dengan baik. Arahkan semprotan ke sumber api ringan untuk membantu memadamkan kebakaran dalam kondisi darurat. Jangan lupa baca petunjuk manual yang tertera langsung pada badan tabung APAR.

    “Penggunaan tabung APAR pada kendaraan diperuntukkan khusus dalam kondisi darurat atau emergency, seperti munculnya panas berlebih, percikan api, atau api ringan di dalam kendaraan. Meski demikian, penggunaan APAR hanya sebagai tindakan penanganan awal. Konsumen tetap sangat disarankan untuk segera menghubungi petugas pemadam kebakaran atau pihak berwenang setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, aman, dan menyeluruh,” kata Raditio Hutomo selaku After Sales Director PT Neta Auto Indonesia.

    “Sebagai bagian dari edukasi keselamatan, penting bagi setiap pemilik mobil listrik Neta untuk memahami potensi risiko yang dapat menyebabkan korsleting listrik (short circuit), percikan api, atau panas berlebih. Salah satu penyebab umum dari risiko tersebut adalah penambahan atau modifikasi perangkat kelistrikan yang tak sesuai standar, seperti instalasi audio system, lampu, GPS, atau aksesori elektronik lainnya yang tidak dianjurkan oleh pihak Neta, yang di mana dapat menghilangkan atau membatalkan garansi kendaraan tersebut,” sambung Raditio.

    Dengan mengikuti tips-tips di atas, konsumen mobil listrik dapat meningkatkan kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat secara sigap dan tepat.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Tentara Buntung Ikut Upacara Bendera



    Jakarta

    Kepulauan Seribu begitu populer sebagai tempat wisata, khususnya snorkeling. Tapi siapa sangka, ada ‘pantangan’ untuk masuk ke pulau yang satu ini.

    Pulau Karya berada di seberang Pulau Panggang, cukup dekat dari Pulau Pramuka. Pulau ini menjadi tempat pemakaman umum (TPU) bagi warga pulau sekitar.

    Namun ada yang menarik dari pulau itu. Masa lalunya membuat pulau itu kosong tak berpenghuni dan menjadi seperti sekarang.


    Sopyan Hadinata (38), seorang warga asli Pulau Panggang bercerita bahwa Karya hanyalah hutan belantara di masa lalu. Era Soeharto membuat pulau itu berganti status menjadi tempat latihan tembak tentara.

    Tak ada yang curiga, latihan singkat dilakukan dan suara senapan bergaung sampai Pulau Panggang. Warga akhirnya tahu apa makna ‘latihan tembak’ itu setelah kerusuhan tahun 1998 terjadi.

    Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

    Pembangunan dilakukan di sana, rencananya pulau itu akan dijadikan sebagai pusat pemerintahan. Rumah dinas pejabat, Polres, markas pemadam kebakaran hingga TNI direncanakan.

    “Waktu pembangunan kita kaget ada puluhan tengkorak di sana,” ucap Iyan (sapaan akrab) lewat sambungan telepon pada Jumat (25/4).

    Waktu berlalu, semua fasilitas telah dibangun. Tapi tak ada yang betah di sana. Kabar bahwa pulau itu angker mulai tersebar.

    “Yang paling terkenal itu tiap 17an, ada upacara bendera di sana. Tapi yang baris itu hantu tentara,” ucap pria beranak empat itu.

    Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

    Menurut pengakuan warga, mereka seakan diberi penampakan singkat sewaktu upacara. Sesekali penampakan bendera merah putih yang hendak dikibarkan, sedang yel-yel, atau tentara yang sedang baris-berbaris.

    “Tapi ya gitu, badan tentaranya nggak lengkap. Ada yang buntung tangannya, kepalanya, matanya jatuh,” jelasnya.

    Dari cerita yang beredar, ternyata tak hanya Pulau Karya yang jadi tempat eksekusi. Pulau-pulau kecil tak berpenghuni di Kepulauan Seribu memang kerap jadi ‘latihan tembak’ pada saat itu.

    Tidak ada larangan resmi, namun wisatawan yang hendak kemping di sana harus berhati-hati. Tak jarang, mereka datang untuk meminta bantuan.

    “Dulu kan rumah dinas itu masih dipakai sama pejabat yang datang ke sini. Tentara itu suka datang minta odol atau sabun, pakai seragam lengkap. Begitu ditanya ke markas TNI, nggak ada yang ngaku. Dari situ tahu, kalau itu hantu,” jawabnya.

    Kini Polres telah dipindahkan. Rumah dinas hampir rubuh, dengan karat dan rayap yang menggerogoti bangunan. Warga masih sering ke sana karena merasa tidak perlu takut, toh mereka hidup berdampingan.

    Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

    “Warga suka nyuci ramai-ramai di sana karena airnya bagus, tidak seperti di Panggang, asin. Pantainya juga bagus. Anak muda juga main bola kalau sore di sana,” ungkapnya.

    Pulau ini dibuka untuk umum, meski begitu traveler yang ingin berwisata ke sana wajib ziarah ke makam leluhur untuk izin.

    “Dulu itu ada juru kunci, namanya Uwa Man. Kalau kita mau main di sini, dia nanti panggil penunggu-penunggunya terus bilang kalau anak-anak ini jangan diganggu,” kenangnya.

    Kini Uwa Man telah meninggal. Istrinya yang dulu menemaninya sudah pindah dari sana. Itulah mengapa, wisatawan diminta untuk ziarah ke makam bersama warga pulau untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Tanda Baterai HP Sudah Rusak dan Tidak Dapat Diisi Daya

    Jakarta

    Pernahkah kamu mengalami situasi ponsel sulit untuk diisi daya, baterai sering tidak bertambah meski sudah di-charge, atau HP mendadak mati? Masalah seperti ini bisa jadi pertanda bahwa baterai ponselmu mulai mengalami kerusakan.

    Baterai merupakan komponen vital dalam perangkat telepon seluler yang berperan sebagai sumber utama daya. Tapi, seiring waktu dan penggunaan, performa baterai akan mengalami penurunan, hingga pada akhirnya tidak mampu lagi menyimpan atau menerima daya dengan optimal.

    5 Tanda Baterai HP Sudah Rusak

    Adam Harper, direktur operasi Fire & Evacuation Services, dikutip dari laman Wales Online United Kingdom menjelaskan setidaknya ada lima tanda saat baterai ponselmu sudah rusak dan harus diganti. Selain baterai sudah sulit atau tak bisa lagi terisi daya meski sudah dicharge, ada beberapa tanda lainnya. Berikut tandanya:


    1. Baterai Menggembung

    Salah satu tanda paling mencolok mudah terjadi pada baterai lithium-ion, yakni munculnya pembengkakan atau baterai jadi menggembung. Biasanya, bagian belakang ponsel akan terlihat menonjol akibat akumulasi gas di dalam baterai, dan kondisi ini sangat berisiko.

    Menggunakan ponsel dengan baterai yang menggembung bisa memicu kerusakan bahkan kebakaran. Jika kamu mengalami hal ini, segera matikan perangkat dan bawa ke tempat servis terpercaya untuk penggantian baterai.

    2. Ponsel Jadi Sangat Panas

    Memang normal jika ponsel terasa hangat dan mungkin bisa sedikit panas saat digunakan, apalagi untuk aktivitas berat seperti bermain game atau video call. Tapi kalau perangkat tetap panas meskipun tidak digunakan, misalnya hanya disimpan di saku, ini merupakan tanda adanya masalah.

    Suhu tinggi yang tidak wajar biasanya menandakan adanya kerusakan internal, salah satunya pada baterai.

    3. Daya Baterai Cepat Habis

    Kalau ponselmu mudah kehabisan baterai dengan begitu cepat, bahkan saat tidak kamu gunakan, bisa jadi ada kerusakan yang lebih serius. Penurunan daya secara perlahan umumnya normal, tapi bila penurunan daya terasa drastis, maka sudah waktunya untuk mempertimbangkan penggantian baterai.

    4. Pengisian Daya Tidak Stabil

    Salah satu masalah umum adalah saat ponsel mengalami kesulitan saat mengisi daya. Kadang-kadang daya baterai terisi dengan mudah, tapi ada saatnya proses pengisian terhenti begitu saja, lalu daya bateraimu tidak bertambah.

    Masalah ini bisa jadi disebabkan oleh baterai yang mulai rusak, meskipun ada kemungkinan kerusakan juga berasal dari charger. Cobalah menggunakan pengisi daya lain, dan bila masalah berlanjut, segera periksa kondisi baterai.

    5. Muncul Suara Aneh Saat Isi Daya

    Meski jarang terjadi, ponsel yang mulai mengeluarkan suara mendesis terutama saat sedang di-charge, merupakan peringatan serius. Kalau kamu mendengar suara atau perubahan HP yang tak biasa, segera matikan perangkat dan bawa ke teknisi profesional. Bisa jadi itu tanda adanya kerusakan internal atau tekanan berlebihan dalam baterai yang berpotensi membahayakan keselamatan.

    Bagaimana Jika Baterai HP Tidak Bertambah Saat Diisi Daya?

    Apakah kamu pernah mengalami situasi persentase baterai ponsel tidak naik meski sudah lama disambungkan ke charger? Meski berkaitan erat dengan baterai, tapi kondisi yang satu ini juga bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

    Seperti mungkin adanya kerusakan pada kabel atau adaptor, kotoran yang menumpuk di port pengisian daya, hingga kerusakan pada baterai itu sendiri. Selain itu, sistem operasi yang belum diperbarui juga bisa memengaruhi proses pengisian daya.

    Bahkan, aplikasi yang tidak resmi kadang-kadang bisa mengganggu sistem pengisian, membuat baterai ponsel tidak bertambah meskipun sudah dicas dalam waktu lama. Dilansir dari Lifewire, ada beberapa alasan kenapa baterai ponsel tidak kunjung terisi walaupun sudah tersambung ke charger. Beberapa penyebab yang sering ditemui antara lain:

    • Kerusakan pada kabel charger atau adaptor
    • Masalah pada stop kontak atau sumber listrik
    • Port pengisian daya yang kotor atau tersumbat
    • Aplikasi yang menyedot daya terlalu banyak
    • Penggunaan aplikasi modifikasi pihak ketiga
    • Sistem operasi yang belum diperbarui.

    Jadi, kalau kamu belum yakin ada kerusakan pada baterai HP, tapi ponselmu mulai sulit untuk di-charge, kamu mungkin bisa lakukan cara berikut:

    1. Periksa Kabel dan Adaptor Charger

    Jika baterai tidak terisi meski sedang di-charge, kemungkinan masalah ada pada kabel atau adaptor. Cobalah gunakan charger lain untuk memastikan. Jika ponsel bisa terisi dengan charger pengganti, berarti masalahnya ada pada kabel atau adaptor yang sebelumnya digunakan.

    2. Cek Stop Kontak

    Bisa jadi sumber listrik yang kamu gunakan bermasalah. Sambungkan charger ke stop kontak lain atau gunakan power bank sebagai alternatif untuk memastikan apakah aliran listrik berjalan dengan normal.

    3. Bersihkan Port Pengisian Daya

    Debu dan kotoran yang menumpuk di port USB dapat menghalangi proses pengisian. Pastikan port charger ponsel bersih dengan meniup atau membersihkan bagian dalamnya secara hati-hati.

    4. Lepas Casing HP

    Beberapa casing ponsel bisa menghalangi kabel charger terhubung sempurna. Lepas casing untuk memastikan pengisian daya berjalan lancar.

    5. Tutup Aplikasi yang Aktif Saat Charge

    Aplikasi yang berjalan di latar belakang dapat menguras baterai selama pengisian. Tutup semua aplikasi dan kalau bisa, hindari menggunakan ponsel saat sedang di-charge.

    6. Hapus Cache Aplikasi

    Cache yang menumpuk bisa membuat aplikasi terus berjalan meski sudah tidak digunakan, yang bisa menghambat pengisian daya. Membersihkan cache secara berkala bisa membantu mengatasi hal ini.

    7. Restart atau Matikan Ponsel

    Kadang, gangguan pada sistem operasi bisa menyebabkan pengisian daya tidak berjalan normal. Restart atau matikan ponsel, lalu sambungkan kembali charger. Mengaktifkan mode pesawat juga bisa membantu mempercepat pengisian.

    8. Update Sistem Operasi

    Jika ponsel belum diperbarui ke versi perangkat lunak terbaru, proses pengisian daya bisa terganggu. Lakukan update software untuk memperbaiki bug atau sistem yang bermasalah.

    9. Ganti Baterai

    Jika semua cara sudah dicoba namun baterai tetap tidak terisi, besar kemungkinan baterai memang sudah rusak. Bila ponselmu menggunakan baterai yang bisa dilepas, pertimbangkan untuk membeli baterai baru sebagai solusinya.

    Nah, itulah tadi penjelasan tentang tanda mungkin baterai handphone kamu sudah rusak dan perlu diganti. Semoga membantu, ya!

    (aau/fds)



    Sumber : inet.detik.com

  • Tak Cabut Charger dari Colokan Listrik, Ini Bahayanya


    Jakarta

    Kita dikelilingi perangkat elektronik yang dapat diisi ulang seperti ponsel, laptop, smartwatch, headphone, sepeda listrik, dan banyak lagi. Anda mungkin memiliki charger ponsel terpasang di samping tempat tidur tanpa pernah repot-repot mematikannya atau mencabutnya saat tak digunakan.

    Nah, apakah itu berisiko untuk dilakukan? Dan apakah ada biaya tersembunyi yang terkait dengan membiarkan pengisi daya terpasang sepanjang waktu?

    Memang tak semua charger sama. Tergantung aplikasi dan kebutuhan daya, struktur internalnya dapat sangat sederhana hingga rumit. Namun umumnya charger mengambil AC (arus bolak-balik) dari colokan dinding dan mengubahnya menjadi DC (arus searah) tegangan rendah yang sesuai untuk baterai gadget.


    Charger mengonsumsi daya

    Nah, charger rupanya mengonsumsi daya bahkan saat tidak mengisi daya. Maka jika dibiarkan terpasang, pengisi daya akan terus-menerus menarik sedikit daya. Sebagian daya dipakai untuk menjaga agar rangkaian kontrol dan perlindungan tetap berjalan, sementara sisanya hilang sebagai panas.

    Untuk charger kecil, ‘daya vampir’ ini yang juga dikenal sebagai daya siaga memang dapat diabaikan. Namun, jika menjumlahkan semua charger di rumah untuk berbagai perangkat, seiring waktu energi yang terbuang bisa signifikan.

    Daya siaga juga tidak terbatas pada charger, perangkat elektronik seperti TV juga menggunakan sedikit daya siaga. Tergantung pada berapa banyak perangkat yang Anda biarkan tetap terhubung, sepanjang tahun, daya tersebut bisa mencapai beberapa kilowatt jam.

    Meskipun demikian, charger modern dirancang meminimalkan konsumsi daya siaga. Ia dilengkapi komponen manajemen daya pintar yang menjaganya dalam mode tidur hingga perangkat eksternal mencoba mengambil daya.

    Risiko lain

    Charger akan aus seiring waktu ketika listrik mengalir melaluinya, terutama ketika tegangan jaringan listrik naik. Jaringan listrik adalah lingkungan yang kacau dan berbagai peristiwa kenaikan tegangan terjadi dari waktu ke waktu.

    Membiarkan pengisi daya Anda terpapar peristiwa ini akan memperpendek masa pakainya. Penuaan dini ini seharusnya bukan masalah bagi perangkat modern, berkat desain dan kontrolnya yang lebih baik. Namun hal ini mengkhawatirkan bagi charger murah yang tak bersertifikat. charger ini seringkali tidak memiliki tingkat perlindungan yang memadai dan dapat menimbulkan bahaya kebakaran.

    Dengan demikian, meski charger modern umumnya sangat aman dan seharusnya hanya menggunakan daya siaga minimal, pertimbangkan untuk tetap mencabutnya jika memungkinkan. Jika pengisi daya menjadi lebih panas dari biasanya, mengeluarkan suara, atau rusak, sudah waktunya untuk menggantinya.

    (fyk/fay)



    Sumber : inet.detik.com

  • Ini Penyebab Barcelona Belum Boleh Pulang ke Camp Nou


    Jakarta

    Barcelona sedianya akan pulang ke Camp Nou di akhir September ini. Demi faktor keamanan, Blaugrana masih belum boleh balik dulu!

    Dilansir dari Tribuna, Barcelona sedianya kembali ke Camp Nou pada laga LaLiga kontra Real Sociedad pada Minggu (28/9) malam WIB. Hal itu diurungkan.


    Pihak klub sudah memberikan pernyataan kalau keputusan kembalinya Barcelona ke Camp Nou harus melalui persetujuan Dewan Kota Barcelona. Namun hingga kini, lampu hijau belum diberikan.

    Wali Kota Barcelona, Jaume Collboni mengaku sebenarnya ingin sekali Barcelona kembali ke Camp Nou secepatnya setelah mengungsi untuk renovasi sejak tahun 2023. Apalagi, kapasitas stadionnya kini jadi 105 ribu kursi!

    Apa daya, faktor keamanan masih jadi perhatian. Jangka waktunya pun tidak bisa ditentukan.

    “Hubungan kami dengan pihak klub sangat terbuka. Saya ingin mengatakan bahwa Barcelona dan Dewan Kota berharap agar pembangunan berjalan lancar karena stadion ini akan penting bagi kota ini sendiri,” jelasnya.

    “Namun prioritasnya adalah menjamin keselamatan. Jika Kepolisian Kota dan Dinas Pemadam Kebakaran tidak memberi lampu hijau atau mengesahkan keselamatan, izin tidak dapat diberikan,” ungkapnya.

    “Kami harus menghormati pekerjaan setiap orang yang harus bekerja secara teliti dan tanpa tekanan,” tutupnya.

    (aff/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Bukan Tawon, Tapi Lebah Hutan


    Jakarta

    Seorang nenek bernama Walbiyah (65) dikabarkan tewas usai disengat tawon gung di Wirosutan, Srigading, Sanden, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (7/10/2025).

    Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan seorang saksi, Suhartini, semula sedang menyapu di halaman, sekitar pukul 15.00 WIB. Ia lalu berteriak karena sekawanan tawon terbang ke arahnya. Teriakan Suhartini didengar tetangga, yang menyuruhnya lari.

    “Setelah saksi lari, korban atas nama Walbiyah kebetulan lewat di lokasi kejadian,” kata Rita, Rabu (8/10/2025), melansir detikJogja.


    Sementara itu, Walbiyah justru menjadi korban sengatan kawanan tawon hingga tidak sadarkan diri. Warga lalu memberikan pertolongan dan anak Walbiyah membawanya ke RSUD Saras Adyatma, Bambanglipuro, Bantul. Di RS, Walbiyah dinyatakan meninggal dunia.

    Pakar IPB: Bukan Tawon Gung, tapi Lebah Hutan

    Tawon Asia (Vespa velutina).Tawon Vespa velutina. Foto: Siga/Wikimedia Commons

    Pakar serangga IPB University Prof Tri Atmowidi mengatakan, berdasarkan foto yang beredar di media, serangan di Bantul bukan oleh tawon, melainkan lebah hutan besar (Apis dorsata).

    Sedangkan tawon gung merupakan nama umum untuk spesies Vespa affinis atau Vespa velutina.

    “Dari ciri sarangnya, tampaknya itu bukan sarang tawon, melainkan sarang lebah besar yang hanya terdiri dari satu sisiran besar dan biasa menggantung di batang pohon tinggi,” kata Tri dalam laman kampus, dikutip Rabu (15/10/2025).

    Ciri-ciri Tawon Gung (Vespa affinis / Vespa velutina)

    Tri menjelaskan perbedaan tawon gung dan lebah hutan. Berikut ciri-ciri tawon gung:

    • Badan ramping
    • Warna coklat kehitaman
    • Belang mencolok di bagian perut.

    Ciri-ciri Lebah Hutan (Apis dorsata)

    • Ukuran badan sekitar 17-20 mm
    • Warna coklat, belang kuning kecoklatan di abdomen
    • Perilaku sangat defensif
    • Tidak bisa dibudidayakan karena sering migrasi.

    Bahaya Sengatan Lebah Hutan dan Tawon Gung

    Tri menjelaskan, baik sengatan lebah maupun tawon dapat memicu reaksi alergi berat dan bahkan kematian, khususnya pada orang yang sensitif atau menerima banyak sengatan sekaligus.

    Umumnya, tawon lebih berbahaya karena bisa menyengat berkaali-kali. Sedangkan lebah hanya bisa menyengat satu kali karena sengatnya tertinggal di kulit korban.

    “Venom lebah jumlahnya memang lebih banyak, namun racun tawon (terutama Vespa) memiliki daya toksik yang lebih kuat,” kata Prof Tri.

    Bahaya Sengatan Lebah

    Racun lebah (apitoksin) mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti protein, peptida, dan amina biogenik seperti histamin, dopamin, melittin, serta fosfolipase.

    Berikut reaksi yang bisa timbul:

    • Nyeri, panas, bengkak, dan gatal di area sengatan
    • Kulit kemerahan
    • Pembengkakan pada bibir dan kelopak mata
    • Sesak napas
    • Pingsan
    • Korban yang menerima racun dari sengatan banyak tawon sekaligus dapat mengalami kerusakan organ vital seperti hati dan ginjal, harus mendapat penanganan medis darurat.

    Langkah Pertama Jika Disengat Tawon atau Lebah

    Tri mengingatkan, lakukan hal ini jika disengat tawon atau lebah:

    • Menjauh dari lokasi sarang agar tidak diserang lagi
    • Jika disengat lebah:
      • Cabut sengat yang tertinggal di kulit
      • Cuci area sengatan dengan air sabun
      • Kompres area sengatan dengan air dingin
    • Minum obat antihistamin untuk mengurangi reaksi alergi
    • Jika korban sesak napas atau pingsan, segera bawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut

    “Jangan melakukan gerakan mendadak atau berisik di sekitar sarang karena bisa memicu serangan kawanan lebah atau tawon. Cukup beri tanda peringatan di lokasi dan menjauh dengan tenang,” ucapnya.

    Sementara itu, Tri menggarisbawahi, jangan mengusir tawon dan lebah sendiri. Minta bantuan ahli lebah atau tawon, pemadam kebakaran, atau dinas terkait yang ahli agar tidak timbul korban.

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Sejarah Bangunan Asrama Haji Medan yang Alami Kebakaran


    Jakarta

    Gedung Asrama Haji Medan, Sumatera Utara mengalami kebakaran. Dikabarkan, area yang terbakar adalah gedung Madinah Al Munawwarah di area Asrama Haji Kota Medan. Bagaimana sejarah bangunan yang jadi tempat transit jemaah haji asal Sumut ini?

    Kompleks Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji Embarkasi Medan telah mengalami berbagai transformasi sejak awal berdirinya. Fungsinya yang utama sebagai tempat singgah sementara bagi jamaah haji sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci kini telah diperluas menjadi pusat kegiatan keislaman dan pengembangan budaya religi di Sumatera Utara.

    Salah satu tonggak penting dari perkembangan ini adalah pembangunan Gedung Revitalisasi Asrama Haji yang dinamai Madinah Al-Munawwarah.


    Revitalisasi Asrama Haji Medan

    Dilansir dari laman Kementerian Agama (Kemenag), salah satu sudut kompleks Asrama Haji Medan kini berdiri megah sebuah gedung lima lantai yang diresmikan langsung oleh Menteri Agama saat itu, Lukman Hakim Saifuddin pada Jumat, 13 Mei 2016.

    Gedung ini dibangun sebagai bagian dari upaya revitalisasi fasilitas asrama, dengan standar layanan setara hotel bintang tiga, sehingga para jamaah haji dan masyarakat umum dapat menikmati kenyamanan dan pelayanan yang maksimal.

    Dalam laporannya saat peresmian, Kepala UPT Asrama Haji Medan, Sutrisno, menjelaskan bahwa pembangunan gedung ini dibiayai dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan total anggaran sebesar Rp74 miliar. Proyek pembangunan dimulai pada tahun 2014 dan rampung pada Februari 2015.

    Gedung Madinah Al-Munawwarah memiliki luas total 10.120 meter persegi dan dilengkapi berbagai fasilitas modern, termasuk 4 unit lift untuk mendukung akses vertikal. Setiap lantai dirancang untuk memenuhi kebutuhan penginapan dan kegiatan sosial keagamaan.

    Detail Fasilitas Gedung Madinah Al-Munawwarah

    Gedung yang terdiri dari lima lantai ini menawarkan berbagai tipe kamar dan fasilitas, sebagai berikut:

    Lantai 1:

    Kamar VIP (1 unit)

    Superior (1 unit)

    Standard (46 unit)

    Ruang fitnes

    Restoran

    Lantai 2:

    VVIP (1 unit)

    VIP (2 unit)

    Superior (1 unit)

    Standard Plus (3 unit)

    Standard (46 unit)

    Lantai 3:

    VIP (3 unit)

    Superior (1 unit)

    Standard Plus (3 unit)

    Standard (47 unit)

    Lantai 4:

    Standard (31 unit)

    Aula berkapasitas 500 orang

    Lantai 5:

    Aula dengan kapasitas 200 orang

    Keberadaan fasilitas-fasilitas tersebut menjadikan gedung ini tidak hanya representatif untuk penginapan jamaah haji, tetapi juga cocok digunakan untuk berbagai kegiatan seperti pelatihan, seminar, dan acara keagamaan lainnya.

    Dari Tempat Transit Menjadi Pusat Kegiatan Umat

    Menariknya, meskipun gedung telah rampung sejak 2015, namun pada musim haji tahun itu belum dapat digunakan karena belum teraliri listrik. Baru pada awal Februari 2016, aliran listrik mulai menyuplai gedung tersebut, dan pertama kali digunakan pada 30 Maret 2016 dalam kegiatan Rapat Evaluasi Peningkatan Asrama Haji yang juga bertepatan dengan Milad Pertama UPT Asrama Haji Embarkasi Indonesia.

    Menurut Sutrisno, keberadaan Asrama Haji Medan kini telah melampaui fungsinya sebagai tempat transit jamaah semata. Gedung ini telah menjadi pusat aktivitas keagamaan dan sosial, seperti pelestarian haji mabrur, syiar dakwah Islam, dan pengembangan budaya Islam di Sumatera Utara.

    “Keberadaan asrama haji ini tidak hanya untuk kepentingan jamaah haji sebelum masa maupun saat operasional, tetapi juga di luar musim haji,” ujar Sutrisno.

    Pusat Pengembangan Islam di Sumut

    Sutrisno menaruh harapan besar agar Asrama Haji Medan menjadi pusat pengembangan Islam di Sumatera Utara. Ia juga menyampaikan bahwa peresmian Gedung Madinah Al-Munawwarah merupakan bentuk sosialisasi perubahan citra terhadap Asrama Haji Medan, dari sekadar tempat bermalam yang “ala kadarnya” menjadi fasilitas pelayanan berstandar hotel bintang tiga.

    Gedung ini juga menjadi simbol perubahan pelayanan haji yang semakin profesional dan manusiawi, sejalan dengan meningkatnya jumlah jamaah dan tuntutan pelayanan yang lebih baik dari tahun ke tahun.

    Gedung Madinah Al-Munawwarah, Asrama Haji Medan tidak hanya hadir sebagai tempat persinggahan bagi para tamu Allah, tetapi juga sebagai simbol kemajuan pelayanan umat Islam di bidang penyelenggaraan haji dan umrah. Tempat ini pun kini menjadi lokasi strategis untuk menyelenggarakan berbagai acara keagamaan, pelatihan, hingga pertemuan organisasi Islam.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Pembakaran Masjid Al-Aqsa pada 1969 Disebut Rencana ‘Israel Raya’



    Jakarta

    Peristiwa pembakaran Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem 56 tahun lalu menggegerkan umat Islam Palestina dan dunia. Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yaman menyebut insiden itu bagian dari rencana sistematis untuk ‘Israel Raya’.

    Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada peringatan 56 tahun pembakaran Masjid Al-Aqsa, Kamis (21/8/2025) kemarin, dilansir kantor berita SABA, Yaman menegaskan pembakaran Masjid Al-Aqsa dan rentetan kejahatan seperti penyerbuan Al-Quds saat ini, penodaan tempat sucinya, hingga penggalian yang mengancam fondasi masjid hanya kelanjutan dari kejahatan untuk menghapus identitas Arab dan Islam Al-Quds serta me-Yahudikannya.

    “Merupakan bagian tak terpisahkan dari skema yang lebih luas dan lebih berbahaya yang dikenal sebagai ‘Israel Raya’,” kata Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yaman seperti dinarasikan SABA.


    Pernyataan tersebut menunjukkan impian Israel, yang ditegaskan lagi oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu baru-baru ini, bukan khayalan melainkan roadmap yang tengah dijalankan.

    Kisah Pembakaran Masjid Al-Aqsa 21 Agustus 1969

    Pembakaran Masjid Al-Aqsa memicu kemarahan umat Islam dan tanggal kejadiannya kini diperingati sebagai Hari Masjid Sedunia. Sejumlah media Arab menyebut pelakunya adalah ekstremis Yahudi.

    Peristiwa itu terjadi pada 21 Agustus 1969 pukul 7 pagi waktu setempat. Warga Palestina digegerkan dengan kepulan asap dari Masjid Al-Aqsa. Seseorang yang kemudian diketahui bernama Michael Dennis Rohan telah membakar area salat dan mimbar masjid tersebut.

    Rohan, menurut The New Arab, merasa mendapat pesan dari Tuhan agar membakar Masjid Al-Aqsa dan ingin orang-orang Yahudi menjadikannya sebagai kuil. Dalam kepercayaan Yahudi, lokasi berdirinya Masjid Al-Aqsa saat ini diyakini sebagai tempat berdirinya kuil Yahudi kuno, mereka menyebut wilayah itu Temple Mount.

    Turis Australia itu lantas membakar aula salat al-Qibli dan mimbar Shalahuddin al-Ayyubi. Area tersebut ludes terbakar.

    Warga Palestina di sekitar lokasi bergegas masuk masjid untuk menyelamatkan sebanyak mungkin artefak dan mencoba memadamkan api. Tim pemadam kebakaran akhirnya tiba, setelah sempat dihadang oleh pasukan pendudukan Israel.

    Rohan kemudian ditangkap pada 23 Agustus dan ditetapkan sebagai tersangka atas kejahatan pembakaran Masjid Al-Aqsa.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Peran Cicak saat Terbakarnya Baitul Maqdis, Ini Haditsnya


    Jakarta

    Baitul Maqdis atau Masjid Al Aqsa adalah salah satu tempat suci bagi umat Islam yang bersejarah dengan dinamika yang panjang. Masjid ini pernah menjadi titik keberangkatan Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj bahkan pernah menjadi kiblat salat sebelum berpindah ke Makkah.

    Tidak diketahui kapan tepatnya masjid ini dibangun karena ada beragam versi yang menyatakan pendapatnya. Namun, masjid ini pernah mengalami kehancuran hingga kebakaran di masa lalu yang menyebabkan dilakukan renovasi beberapa kali.

    Terakhir, peristiwa tragis lagi-lagi terjadi di Baitul Maqdis pada 21 Agustus 1969. Saat itu, Yahudi melakukan kejahatan besar yakni membakar tempat ibadah bersejarah dalam Islam tersebut.


    Dikutip dari buku Sejarah & Keutamaan Masjid Al-Aqsha dan Al-Quds oleh Mahdy Saied Rezk Karisem, seorang Yahudi bernama Dennis Michael Rohan menyalakan api di tiga tempat dengan bahan-bahan kimia yang mudah terbakar hingga api pun berkobar dengan sangat besar. Insiden ini pun melenyapkan mimbar kuno bernama Shalahuddin Al Ayyubi’.

    Peristiwa ini lalu mengundang murka umat Islam dunia hingga terlahir ide pembentukan organisasi negara-negara Islam atau negara-negara yang mayoritas penduduknya Islam yakni Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

    Peran Cicak saat Baitul Maqdis Terbakar

    Diriwayatkan dalam salah satu hadits, ada satu hewan yang turut membantu dalam berkobarnya peristiwa kebakaran di Baitul Maqdis. Hewan yang dimaksud adalah cicak.

    Dikutip dari laman Organisasi Islam di Arab Saudi, Al Durar Al Sunni, keterangan hadits tersebut bersumber dari Kitab Al Sunan Al Kubra (9/318) dengan hadits mauquf yang rantai penyebarannya shahih. Dari Al Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr yang mengutip perkataan Aisyah RA menyebutkan,

    عن عائشةَ رضِيَ اللهُ عنها أنَّها قالتْ: كانتِ الأَوْزاغُ يَومَ أُحرِقتْ بَيتُ المَقدِسِ جعَلتْ تَنفُخُ النارَ بأفواهِها، والوَطواطُ تُطفِئُها بأجنِحَتِها

    Artinya: Dari Aisyah RA, dia berkata: “Pada hari Tempat Suci terbakar, cicak mengobarkan api dengan mulutnya dan kelelawar memadamkannya dengan sayapnya.” (HR Al Baihaqi [19863])

    Dijelaskan dalam laman tersebut, hadits di atas menjelaskan peran cicak meniup-niupkan api untuk memperbesar kobaran api tersebut. Riwayat ini pula yang menjadi landasan perintah untuk membunuh cicak dalam Islam.

    Riwayat serupa juga bersumber dari bekas budak Al Fakih bin Al Mughirah yang saat itu menemui Aisyah RA dan melihat ada tombak tergeletak di rumahnya. Ia pun bertanya pada Aisyah, “Wahai ummul mukminin, apa yang engkau lakukan dengan tombak ini?”

    Aisyah menjawab, “Kami menggunakannya untuk membunuh cicak. Karena Rasulullah SAW memberitahu kami bahwa tatkala Ibrahim RA dilemparkan ke dalam api, semua binatang di atas bumi berusaha memadamkan kobaran api kecuali cicak. Ia justru meniup-niupkan apinya supaya berkobar semakin besar. Maka Rasulullah pun memerintahkan untuk membunuhnya.” (HR Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam Shahih-nya, Syaikh Syu’aib menyatakan bahwa sanadnya shahih)

    Rasulullah SAW bahkan pernah menyebutkan dalam hadits keutamaan dari membunuh cicak. Dikisahkan oleh Abu Hurairah RA yang mengutip sabda Rasulullah SAW,

    مَنْ قَتَلَ وَزَغًا فِى أَوَّلِ ضَرْبَةٍ كُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَفِى الثَّانِيَةِ دُونَ ذَلِكَ وَفِى الثَّالِثَةِ دُونَ ذَلِكَ

    Artinya: Barang siapa membunuh cicak dengan sekali pukulan, maka dia mendapat kebaikan sekian dan sekian. Barang siapa membunuh cicak dengan dua kali pukulan, maka dia memperoleh kebaikan sekian dan sekian, yang lebih sedikit daripada yang pertama. Jika dia membunuh cicak dengan tiga kali pukulan, maka dia memperoleh kebaikan sekian dan sekian, yang lebih sedikit daripada yang kedua. (HR Muslim)

    Imam Nawawi dalam Syarh An Nawawi ‘ala Shahih Muslim menafsirkan, pahala kebaikan yang berbeda tingkatannya itu merupakan balasan Allah SWT pada kecermatan dalam kesulitan membunuh cicak. Tingkat kesulitan tersebut dimaknai sebagai perbuatan yang ikhlas mengerjakan karena Allah SWT.

    (rah/erd)



    Sumber : www.detik.com