Tag: kebanggaan

  • 6 Inspirasi Gaya Hijab Merah Putih untuk Rayakan Kemerdekaan

    Jakarta

    Berencana tampil kompak saat perayaan 17 Agustus nanti? Ini dia inspirasi gaya hijab merah putih untuk rayakan hari kemerdekaan Indonesia.

    Menggunakan pakaian merah putih saat hari kemerdekaan adalah cara yang indah untuk menunjukkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap Tanah Air. Baju merah putih juga bisa menunjukkan semangat nasionalisme sebagai euforia saat 17 Agustus.

    Kamu bisa memadupadankan dengan hijab tanpa khawatir terlihat norak karena padu padan yang mencolok. Tidak perlu padu padan yang kaku tapi dibuat lebih santai dan semi formal agar mudah beraktivitas ketika mengikuti perlombaan 17 Agustus.


    Belum terpikir padu padan hijab merah putih yang pas untuk hari kemerdekaan? Berikut inspirasi gaya hijab merah putih dari selebriti yang mungkin bisa menjadi pencerahan:

    1. Matching dengan pasangan

    Inspirasi Gaya Hijab Merah Putih untuk Rayakan KemerdekaanInspirasi Gaya Hijab Merah Putih untuk Rayakan Kemerdekaan Foto: dok. Instagram @dindahw

    Inspirasi gaya hijab merah putih datang dari pasangan Dinda Hauw dan Rey Mbayang. Kamu bisa tampil feminin dengan setelan rok pleats putih serta atasan merah maroon.

    Tidak perlu menerapkan merah terang seperti bendera tapi bisa dibuat lebih soft sehingga membuatmu tampak manis. Lihat saja Rey Mbayang yang memilih kemeja merah bata dan celana putih membuat gaya serasinya dengan Dinda tetap adem dan tidak terlihat norak.

    2. Gamis polos

    Inspirasi Gaya Hijab Merah Putih untuk Rayakan KemerdekaanInspirasi Gaya Hijab Merah Putih untuk Rayakan Kemerdekaan Foto: dok. Instagram @dindahw

    Tampil syar’i dengan gamis panjang yang longgar tanpa embel-embel apa pun juga memberikan kesan feminin. Seperti Shireen Sungkar yang memadukan gamis warna bata dan pashmina putih polos.

    Jika ingin mempermanis penampilan, tambahkan bros pada bagian dada untuk gamis polos. Pilihan warna merah bata tidak selalu salah kok untuk dipakai saat 17 Agustus.

    3. Colorful

    Inspirasi Gaya Hijab Merah Putih untuk Rayakan KemerdekaanInspirasi Gaya Hijab Merah Putih untuk Rayakan Kemerdekaan Foto: dok. Instagram @tantrinamirah

    Buat kamu yang ingin tampil beda dan semarak saat hari kemerdekaan bisa melihat inspirasinya dari Tantri Namirah. Perpaduan setelan celana putih dan outerwear merah sudah mewakili euforia 17 Agustus.

    Untuk tampil lebih unik, penerapan kemeja bernuansa pink dan kerudung hitam polos memberikan kesan yang semarak.

    4. Matching sekeluarga

    Inspirasi Gaya Hijab Merah Putih untuk Rayakan KemerdekaanInspirasi Gaya Hijab Merah Putih untuk Rayakan Kemerdekaan Foto: dok. Instagram @anisarahma_12/Alimoto

    Ingin tampil matching dengan keluarga saat 17 Agustus? Coba saja tampilan Anisa Rahma bersama keluarga kecilnya. Bayi kembarnya pun dipilihkan baju serupa yang matching dengan dia dan Anandito Dwis.

    5. Baju kurung

    Inspirasi Gaya Hijab Merah Putih untuk Rayakan KemerdekaanInspirasi Gaya Hijab Merah Putih untuk Rayakan Kemerdekaan Foto: dok. Instagram @okkyasokawati

    Mau pakai setelan merah-putih dengan hijab yang lebih formal untuk upacara 17 Agustus di kantor? Lihat gaya Okky Asokawati.

    Setelan kain dan model baju kurung nuansa putih ditambah selendang batik merah membawa nuansa semarak kemerdekaan. Belum ditambah kalung etnik khas Indonesia yang memberikan kesan cantik serta feminin.

    6. Formal

    Inspirasi Gaya Hijab Merah Putih untuk Rayakan KemerdekaanInspirasi Gaya Hijab Merah Putih untuk Rayakan Kemerdekaan Foto: dok. Instagram @ollaramlan

    Jika tak ingin terlalu formal pakai kain maka bisa menerapkan gaya hijab merah-putih Olla Ramlan yang elegan dan formal. Perpaduan rok serta blouse dengan potongan lengan puff memberikan tampilan yang anggun dan feminin.

    Cukup padukan setelan baju merah dan hijab putih atau krem bisa membawa semangat kemerdekaan. Jika ingin lebih anggun dan formal maka bisa pakai high heels merah atau putih.

    (eny/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Unik! Fitrop & Fenita Arie Main Padel Pakai Hijab dan Baju Adat

    Gresnia Arela Febriani – wolipop

    Rabu, 20 Agu 2025 14:30 WIB





    Anda menyukai artikel ini

    Sejumlah selebriti merayakan HUT RI ke-80 dengan mengenakan busana daerah di lapangan padel.
    Foto: Dok. Instagram @dianayulestari.

    Jakarta
    Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia, para selebriti seperti Dian Ayu, Fitri Tropica hingga Fenita Arie bermain padel. Mereka memadukan hijab dengan kebaya, kain tenun, hingga aksesori khas Nusantara seperti kalung emas besar dan hiasan kepala etnik. Meski mengenakan busana tradisional, gaya mereka tetap terasa sporty dan fungsional, berkat pemilihan celana longgar, sneakers, dan hijab yang simpel serta praktis.

    Kebaya, kain songket, batik, hingga aksesoris khas daerah dikenakan serasi dengan hijab simpel dan sepatu olahraga. Perpaduan ini bukan hanya sekadar gaya, tapi juga bentuk kebanggaan terhadap kekayaan budaya Indonesia.

    Gaya ini bisa menjadi inspirasi untuk merayakan hari kemerdekaan dengan cara yang kreatif dan bermakna. Seperti apa gaya Fitrop, Dian Ayu hingga Fenita Arie saat main padel pakai baju adat?

    Pakai baju daerah adat di lapangan padel

    Halaman 2 dari 9

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”2″ dtr-id=”8070106″ dtr-ttl=”Unik! Fitrop & Fenita Arie Main Padel Pakai Hijab dan Baju Adat”>

    Pakai baju daerah adat di lapangan padel

    Sejumlah selebriti merayakan HUT RI ke-80 dengan mengenakan busana daerah di lapangan padel.

    Foto: Dok. Instagram @dianayulestari.

    Para selebriti seperti Dian Ayu, Fitri Tropica, dan Fenita Arie bermain padel dengan balutan busana adat dari berbagai daerah. Perpaduan hijab simpel dan busana adat seperti kebaya, kain nusantara, hingga aksesori tradisional memberi kesan stylish dan tetap sporty.

    Momen kompak selebriti beserta rekan di lapangan padel

    Halaman 3 dari 9

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”3″ dtr-id=”8070106″ dtr-ttl=”Unik! Fitrop & Fenita Arie Main Padel Pakai Hijab dan Baju Adat”>

    Momen kompak selebriti beserta rekan di lapangan padel

    Sejumlah selebriti merayakan HUT RI ke-80 dengan mengenakan busana daerah di lapangan padel.

    Foto: Dok. Instagram @dianayulestari.

    Para artis memadukan hijab netral dengan motif etnik, membuat tampilan tetap aktif tapi penuh budaya. Terlihat Fitri Tropica mengenakan hijab cream dan atasan coral.

    Ide unik dalam rangka HUT RI ke-80

    Halaman 4 dari 9

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”4″ dtr-id=”8070106″ dtr-ttl=”Unik! Fitrop & Fenita Arie Main Padel Pakai Hijab dan Baju Adat”>

    Ide unik dalam rangka HUT RI ke-80

    Sejumlah selebriti merayakan HUT RI ke-80 dengan mengenakan busana daerah di lapangan padel.

    Foto: Dok. Instagram @dianayulestari.

    Hijab polos bernuansa earth-tone dipadukan dengan vest tenun layer dan kalung aksen emas tradisional, cocok untuk gaya aktif tapi tetap elegan.

    Bergaya di net

    ” dtr-evt=”detail multiple page” dtr-sec=”button selanjutnya” dtr-act=”button selanjutnya” dtr-idx=”5″ dtr-id=”8070106″ dtr-ttl=”Unik! Fitrop & Fenita Arie Main Padel Pakai Hijab dan Baju Adat”>

    Terlihat Lulu Elhasbu, Dian Ayu dan dua orang rekannya tampil percaya diri berpose dengan outfit adat unik yang tetap stylish untuk bermain padel. Sentuhan hijab warna hitam tampil selaras dengan outfit adat dari berbagai daerah, memberi kesan anggun namun tetap fleksibel.



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Museum di Bali Dinobatkan Jadi Salah Satu yang Terindah di Dunia



    Badung

    Saat beberapa museum di Indonesia dalam kondisi yang cukup memprihatinkan, kabar bagus datang dari Bali. SAKA Museum dinobatkan sebagai salah satu World’s Most Beautiful Museums 2025.

    Penghargaan itu diberikan oleh Prix Versailles, lembaga asal Prancis yang menilai desain arsitektur, keberlanjutan, dan nilai budaya, pada 5 Mei 2025. Tahun ini, SAKA Museum menjadi satu-satunya museum dari Indonesia yang terpilih, bersama tujuh museum dunia lainnya seperti Grand Palais di Paris, Kunstsilo di Norwegia, dan Cleveland Museum of Natural History di Amerika Serikat.

    Penghargaan ini diberikan kepada museum yang tak hanya memiliki arsitektur luar dan dalam yang memukau, tapi juga mampu memberikan pengalaman bermakna bagi pengunjung yang mencerminkan nilai budaya, inovasi, dan keunikan lokasinya. Penghargaan ini menandai dimulainya edisi ke-11 Prix Versailles, yang akan terus mengumumkan proyek-proyek terbaik dunia dari berbagai kategori sepanjang tahun.


    Terletak di Ayana Bali di Jimbaran, SAKA Museum menambah daftar pengakuan internasional. Sejak dibuka pada 2024, museum itu dikenal luas sebagai salah satu destinasi budaya terbaik di Indonesia dan dinobatkan sebagai salah satu World’s Greatest Places 2024 oleh TIME Magazine, serta masuk dalam Top 100 Kyoto Global Design Awards atas inovasi dan keberlanjutan dalam desainnya.

    “SAKA Museum telah menjadi sumber kebanggaan budaya dan inspirasi bagi Bali. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas kreativitas dan kerja keras seluruh tim SAKA Museum, sekaligus menegaskan pentingnya ruang belajar budaya yang berkelanjutan, mudah diakses, dan inovatif,” ujar Dr. Judith E. Bosnak, Direktur SAKA Museum, dalam siaran pers yang diterima, Selasa (13/5/2025).

    Sebagai ruang yang hidup untuk mengekspresikan budaya, SAKA Museum terus menghadirkan program-program baru untuk membantu masyarakat memahami lebih dalam tentang identitas budaya Bali. Pameran-pameran terbaru menampilkan cerita spiritual dan alam Bali, dihadirkan dengan cara yang menarik dan berkelas dunia.

    SAKA Museum dinobatkan sebagai salah satu World's Most Beautiful Museums 2025.SAKA Museum dinobatkan sebagai salah satu World’s Most Beautiful Museums 2025. (SAKA Museum)

    “The Kasanga: Nyepi Exhibition” menghadirkan pengalaman mendalam tentang hari keheningan yang paling dihormati di Bali, menampilkan berbagai karya seni yang menggambarkan tahapan perayaan Nyepi.

    “Subak: The Ancient Order of Bali” membuka wawasan tentang sistem irigasi dan pura air tradisional Bali yang sudah diakui UNESCO dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat selama ratusan tahun.

    Pameran yang akan datang, “Heritage Gallery: The Five Elements”, mengangkat bagaimana lima unsur alam-tanah, air, api, udara, dan eter-dipahami secara spiritual oleh masyarakat Bali sebagai dasar keseimbangan alam pulau ini.

    (ddn/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Hari Batik Nasional, Ini Cara Bikin Twibbon Bingkai untuk WA dan IG Story


    Jakarta

    Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, salah satu yang terkenal, bahkan sudah diakui dunia adalah batik. Tahu nggak detikers, kalau hari ini, 2 Oktober 2024, adalah Hari Batik Nasional.

    Yuk, sama-sama kita rayakan Hari Batik Nasional dengan membuat Bingkai. Kamu bisa menggunakan bingkai Hari Batik Nasional untuk foto profil media sosial milik kamu.

    Selain menunjukkan kebanggaan kamu akan batik, desain Bingkai juga cantik banget. Jadi sayang untuk dilewatkan begitu saja.


    Cara menggunakan Bingkai.id untuk Hari Batik Nasional 2024

    1. Buka situs www.detik.com, temukan box ‘Bingkai’ di atas Berita Terpopuler. Klik ‘Yuk Ikutan!’. Opsi lainnya adalah langsung masuk ke situs Bingkai.id
    2. Setelah masuk ke website Bingkai.id, klik pilihan ‘Eksplor Bingkai’. Kamu akan diarahkan ke pencarian untuk ‘Hari Batik Nasional 2024’
    3. Pilih bentuk atau ukuran foto, ada opsi square (untuk feed dan foto profil) dan portrait (untuk story IG, FB, dan WA)
    4. Tentukan desain sesuai keinginanmu
    5. Sentuh ‘Lanjutkan’, kemudian pilih foto yang ingin kamu gunakan, sentuh ‘Lanjutkan’ lagi
    6. Pilih ‘Unduh’ untuk mengambil foto yang sudah kamu jadikan bingkai
    7. Jangan lupa untuk ‘SALIN HASTAG’ untuk kamu bagikan ke media sosial. Hashtag-nya ialah #RayakanSetiapDetik #RayakanBersamaBingkai.
    Sentuh 'Lanjutkan', kemudian pilih foto yang ingin kamu gunakan, sentuh 'Lanjutkan' lagiSentuh ‘Lanjutkan’, kemudian pilih foto yang ingin kamu gunakan, sentuh ‘Lanjutkan’ lagi Foto: Aisyah/detikINET

    Jadi, itulah cara menggunakan Bingkai.id untuk merayakan Hari Batik Nasional. Yuk, segera buat dan bagikan di media sosial. Semua orang harus tahu bahwa kamu bangga dengan batik yang merupakan warisan budaya Indonesia.


    (ask/afr)



    Sumber : inet.detik.com

  • Meremehkan Orang Lain



    Jakarta

    Manusia itu tidak boleh sombong karena yang berhak sombong hanya Allah SWT. tidak ada yang lain. Cukuplah Iblis menjadi pelajaran bagi hamba-hamba Allah SWT. akan bahayanya sifat sombong tersebut. Iblis tidak mau menaati perintah Allah SWT. untuk bersujud kepada Nabi Adam AS. karena sombong, meremehkan dan merasa lebih baik daripada Adam AS.

    Rasulullah SAW. bersabda : “Tidak akan masuk surga orang yang ada kesombongan walau sebesar zarah di dalam hatinya.” Seorang laki-laki bertanya, “Sesungguhnya semua orang senang bajunya bagus, sandalnya bagus, apakah itu kesombongan?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia” (HR Muslim).


    Ini penting bahwa orang yang sombong itu menolak kebenaran dan merendahkan manusia. Orang yang bersikap seperti ini tentu akan dijauhi oleh para sahabatnya dan akan terkucil dalam komunitasnya. Ajaran Islam yang luhur melarang seseorang berlaku sombong karena yang berhak memiliki sifat sombong hanya Allah SWT. Dia berfirman dalam sebuah hadis qudsi,”Sifat sombong adalah selendangku dan keagungan adalah busanaku. Barangsiapa yang merebut salah satunya dariku, maka akan Aku lemparkan dia ke neraka Jahanam.” (HR Ibnu Majah).

    Orang yang menolak kebenaran itu dalam diskusi maupun berdebat, biasanya semua orang yang tidak sesuai dengan dirinya dianggap berseberangan dan ia musuhi. Sejatinya ada kaum seperti itu selalu menolak kebenaran meskipun berulang diberitahu. Hal ini sebagaimana firman-Nya dalam surah Yasin ayat 9 yang terjemahannya, “Kami memasang penghalang di hadapan mereka dan di belakang mereka, sehingga Kami menutupi (pandangan) mereka. Mereka pun tidak dapat melihat.”

    Makna ayat di atas adalah : Telah digambarkan pula bahwa orang-orang yang tidak beriman itu memandang baik perbuatan jahat yang mereka kerjakan. Hal demikian menyebabkan mereka menjadi sombong, sehingga mereka enggan mengikuti ajaran rasul. Pikirannya tertutup dari kebenaran, dari apa yang dapat mendatangkan manfaat.

    Oleh karena itu, tidak ada yang bisa mereka pahami kecuali apa yang telah diwariskan dari nenek moyang mereka. Ringkasnya, mereka selalu berada dalam penjara kebodohan, seolah-olah hati mereka dipisahkan oleh dinding, sehingga mereka tidak bisa berpikir dan merenungkan dalil-dalil kebenaran ajaran yang dibawa rasul. Ada pula yang mengartikan dinding yang menghalangi itu dengan hijab; hingga berarti Allah SWT. menjadikan hijab yang menghalangi orang-orang musyrik untuk menyakiti Rasul. Sedang mata yang tertutup diartikan, mereka tidak bisa mengindra dengan baik sesuatu yang dilihatnya, dan tidak satu pun petunjuk yang dapat meluruskan pikiran mereka.

    Betapa ruginya jika seseorang muslim telah diuji dengan ditutupi ( diberi hijab ) sehingga meskipun matanya melihat, tetapi hatinya tetap keruh dan tiada bisa menangkap makna yang dilihatnya.

    Biasanya dalam kehidupan sehari-hari dia menjadi orang yang “merasa” paling benar hingga tidak mengindahkan opini orang lain. Itulah termasuk penyakit hati yang seharusnya kita jauhi.

    Jika diamati pada group-group medsos, akan muncul orang-orang yang berkarakter seperti ini. Bagaimana kita menyikapinya ? Tentu tidak perlu terbawa arus emosi untuk menjadi seperti itu, hindari dan jauhi ketika sudah tidak mempan diberitahu dengan lembut maupun terbuka. Berdo’alah pada Sang Pencipta agar hijab yang menutup mata hatinya untuk disingkapkan.

    Dalam pandangan Islam, Bani Israil, meskipun mengetahui akan datangnya utusan terakhir (Nabi Muhammad SAW), banyak yang mengingkari dan menolak kerasulan beliau. Ini karena ketidaktawaran sebagian besar dari mereka untuk menerima kebenaran, meskipun telah mengetahui tanda-tanda dan bukti-bukti kebenaran Islam.

    Hal ini dijelaskan dalam firman-Nya surah al-Baqarah ayat 83 yang terjemahannya, “Ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang.”

    Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT. telah mengambil perjanjian dari Bani Israil untuk tidak menyembah selain-Nya dan berbuat baik kepada sesama, namun mayoritas mereka mengingkari perjanjian tersebut.Para pengingkar selalu meremehkan orang lain, ini menjadi ciri-cirinya. Sikap meremehkan orang lain itu muncul dari dalam dirinya sebagai orang yang berderajat tinggi. Kebanggaan diri ini mengarah sikap ujub, padahal sikap jelas dilarang.

    Perasaan diri berderajat tinggi itu menjadikan dia sia-sia hidupnya. Ketinggian derajat yang menjadi ukuran di dunia seperti kepandaian, harta, kekuasaan maupun ketenaran. Semua itu tidaklah menjadi ukuran saat manusia dihisab karena timbangan amal perbuatan baik yang membawamu pada keselamatan. Semoga kita semua dalam lindungan-Nya, agar hidup dalam keselamatan di dunia dan di akhirat.

    Aunur Rofiq

    Penulis adalah Pendiri Himpunan Pengusaha Santri Indonesia

    Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih – Redaksi)

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Lagu Hari Santri, Bisa Dinyanyikan pada 22 Oktober 2025


    Jakarta

    Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober setiap tahunnya selalu dirayakan dengan penuh khidmat. Peringatan ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015, sebagai bentuk penghormatan atas peran besar santri dan ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan dan membangun bangsa.

    Salah satu elemen penting yang tak pernah absen dalam perayaan ini adalah lagu Hari Santri yang dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag). Lagu ini menjadi simbol kebanggaan, semangat juang, dan pengabdian santri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Penasaran dengan lirik lengkap lagu yang penuh pesan patriotisme dan spiritualitas ini? Simak di bawah ini dan nyanyikan bersama untuk merayakan Hari Santri 2025!


    Lirik Lagu Hari Santri

    Lagu Hari Santri memiliki makna mendalam, menggambarkan semangat juang yang berakar dari Resolusi Jihad. Berikut adalah lirik lengkap yang bisa Anda nyanyikan:

    22 Oktober 45
    Resolusi jihad panggilan jiwa
    Santri dan ulama tetap setia
    Berkorban pertahankan Indonesia

    Saat ini kita telah merdeka
    Mari teruskan perjuangan ulama
    Berperan aktif dengan dasar Pancasila
    Nusantara tanggung jawab kita

    Hari santri hari santri hari santri
    Hari santri bukti cinta pada negeri
    Ridho dan rahmat dari ilahi
    NKRI harga mati

    Ayo santri ayo santri ayo santri
    Ayo ngaji dan patuh pada kyai
    Jayalah bangsa, jaya Negara
    Jayalah pesantren kita

    Mari bersiap kita berangkat
    Ke pesantren dengan penuh semangat
    Raih cita-cita luruskan niat
    Mengabdi tuk kemaslahatan umat

    Hari santri hari santri hari santri
    Hari santri bukti cinta pada negeri
    Ridho dan rahmat dari ilahi
    NKRI harga mati

    Ayo santri ayo santri ayo santri
    Ayo ngaji dan patuh pada kyai
    Jayalah bangsa, jaya Negara
    Jayalah pesantren kita

    Jayalah bangsa Negara
    Jayalah Indonesia
    Jayalah Indonesia

    Selain lirik, video lagu Hari Santri juga menjadi sarana penting untuk memeriahkan perayaan ini. Video memberikan panduan visual dan musik pengiring yang memudahkan Anda dalam menyanyikan lagu dengan benar.

    Anda bisa mengakses video resmi lagu Hari Santri 22 Oktober 45 di channel resmi Kementerian Agama RI untuk merasakan semangatnya secara utuh. Atau klik link di SINI untuk akses videonya sekarang.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Memakan Yang Bukan Haknya



    Jakarta

    Dalam kehidupan saat ini, sebagian orang berlomba-lomba dengan kemewahan, kadang pamer kekayaan berupa mobil tumpangannya, bagi Ibu-ibu kegengsiannya pada tas yang dibawa serta perhiasan yang dipakainya. Tidak sampai di situ, ada keluarga orang yang berkedudukan saat liburan bersama mereka enggan menggunakan jasa transportasi komersil, mereka lebih suka menyewa private jet. Pameran atau perlombaan kekayaan ini tidak sepatutnya dipertontonkan, hanya mereka yang rendah diri dan kurang iman.

    Allah SWT. telah melarang para hamba-Nya untuk hidup berlebihan dan bermegah-megahan. Hal ini sebagaimana dalam firman-Nya surah at-Takatsur ayat 1 yang terjemahannya, “Berbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu.”

    Adapun makna ayat di atas adalah : Allah SWT. mengungkapkan bahwa manusia sibuk bermegah-megahan dengan harta, teman, dan pengikut yang banyak, sehingga melalaikannya dari kegiatan beramal. Mereka asyik dengan berbicara saja, teperdaya oleh keturunan mereka dan teman sejawat tanpa memikirkan amal perbuatan yang bermanfaat untuk diri dan keluarga mereka. Ingatlah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim. Rasulullah SAW. bersabda, “Anak Adam berkata, ‘Inilah harta saya, inilah harta saya. Nabi bersabda, “Wahai anak Adam! Engkau tidak memiliki dari hartamu kecuali apa yang engkau makan dan telah engkau habiskan, atau pakaian yang engkau pakai hingga lapuk, atau yang telah kamu sedekahkan sampai habis.”


    Ahli tafsir ada yang berpendapat bahwa maksud ayat ini adalah bangga dalam berlebih-lebihan. Seseorang berusaha memiliki lebih banyak dari yang lain baik harta ataupun kedudukan dengan tujuan semata-mata untuk mencapai ketinggian dan kebanggaan, bukan untuk digunakan pada jalan kebaikan atau untuk membantu menegakkan keadilan dan maksud baik lainnya. Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendau gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.

    Diteruskan dengan ayat 2 yang terjemahannya, “Sampai kamu masuk ke dalam kubur.”
    Makna ayat kedua ini adalah : Selanjutnya Allah SWT. menjelaskan keadaan bermegah-megah di antara manusia atau dengan usaha untuk memiliki lebih banyak dari orang lain akan terus berlanjut hingga mereka masuk lubang kubur. Dengan demikian, mereka telah menyia-nyiakan umur untuk hal yang tidak berfaedah, baik dalam hidup di dunia maupun untuk kehidupan akhirat.

    Jadi jelas bahwa larangan tersebut merupakan langsung dari-Nya, oleh sebab itu janganlah tergoda dengan kenikmatan sesaat di dunia dibandingkan dengan kenikmatan selamanya di akhirat.
    Kadang keserakahan susah dibendung karena engkau kalah dalam bertarung dengan nafsumu. Engkau akan tidak peduli cara untuk meraih harta itu benar atau dilarang ? Bahkan dirimu ( hati ) sejatinya sudah mengetahui kalau cara tersebut tidak seperti yang diajarkan Islam, namun tetap engkau lakukan.

    Ingatlah kisah ini, tentang mengambil makanan ( sangat sedikit ) yang bukan haknya. Abu Yazid al-Busthami menyembah Allah SWT. selama bertahun-tahun. Namun, ia tidak menemukan kenikmatan dan kelezatan ibadah. Untuk itulah ia pergi menemui Ibunya.

    “Wahai Ibu, sungguh, aku tidak menemukan manisnya ibadah dan taat selamanya. Tengoklah ke belakang, apakah engkau pernah memakan makanan haram pada saat aku masih dalam perutmu, atau pada saat aku dalam susuanmu?” tanya Abu Yazid al-Busthami.

    Sang Ibu berpikir lama untuk menjawab pertanyaan itu. Lalu Ibu menjawab, “Anakku, ketika engkau berada dalam perutku, aku naik di atas atap. Aku melihat sepotong keju berada di dalam sebuah wadah. Aku berselera. Maka, aku memakannya seukuran semut, tanpa izin pemiliknya.”

    “Tidak lain inilah alasannya. Wahai Ibu, pergilah kepada pemilik keju tersebut, dan beritahu masalah itu kepadanya.” Kata Abu Yazid.
    Kemudian sang Ibu pergi dan menceritakan hal tersebut kepada pemilik keju.
    Pemilik keju berkata, “Sekarang, engkau memperoleh halalnya keju itu.”

    Selanjutnya sang Ibu menyampaikan pertemuannya dengan pemilik keju kepada anaknya, Yazit al-Busthami. Setelat itu, Yazid baru dapat merasakan manisnya taat.

    Mari kita simak kisah di atas, bahwa bukan ukuran sedikit/kecilnya yang diambil tanpa hak, namun tindakan memakan makanan yang bukan haknya. Nah mari kita muhasabah, apakah kita pernah melakukan hal itu?

    Jika pernah dan beberapa kali karena ketidakmengertiannya ( penulis berpendapat jarang terjadi ) atau mengerti, maka segeralah bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak mengulanginya.

    Ya Allah, jauhkanlah kami dari nafsu serakah, sehingga mengambil sesuatu yang bukan haknya. Berilah penerangan dengan cahaya-Mu agar kami bisa menentukan dan membedakan yang hak dengan yang batil.

    Aunur Rofiq

    Ketua DPP PPP periode 2020-2025
    Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih – Redaksi)

    (erd/erd)



    Sumber : www.detik.com