Tag: kebebasan finansial

  • Mau Mencapai Financial Freedom di Usia Muda? Ini Tipsnya!

    Jika dibandingkan dengan zaman dulu, kini kehadiran teknologi digital semakin memudahkan penyampaian informasi, termasuk mengenai finansial.

    Anak muda saat ini mendapatkan begitu banyak dukungan informasi dan aplikasi untuk mulai memerhatikan kondisi keuangannya sendiri. Melihat hal ini, akan mudah bagi mereka mencapai financial freedom atau kebebasan finansial. 

    Dilansir dari Kompas.com, Head of Investment Communication & Fund Development dari sebuah perusahaan asuransi swasta di Indonesia, Meta Lakhsmi Permata Dewi, mengatakan bahwa financial freedom akan lebih cepat dicapai dengan melakukan perencanaan keuangan yang tepat, yaitu dengan adaptasi terhadap kebutuhan dan situasi yang sedang dialami.

    Namun, sebenarnya apa itu financial freedom?

    Baca Juga: Harus Tahu! Ini Dia Perbedaan Menabung dan Investasi

    Apa itu Financial Freedom?

    Financial freedom adalah kondisi di mana seseorang sudah memiliki kekayaan yang mencukupi segala kebutuhan dasar, seperti makanan atau pakaian, tanpa harus bekerja aktif.

    Orang yang sudah mencapai kebebasan finansial akan menghasilkan lebih banyak uang daripada biaya hidupnya melalui aset yang mereka miliki.

    Selain itu, financial freedom juga berarti seseorang bebas melakukan apa pun yang ia inginkan tanpa harus memikirkan segi keuangannya karena ia pasti akan bisa mencukupi keinginannya.

    Tahapan financial freedom 

    Untuk mencapai kebebasan finansial, setidaknya ada tiga tahapan yang harus Anda lewati terlebih dulu. Berikut penjelasannya:

    1. Financial stability

    Tahapan pertama adalah kestabilan finansial, di mana Anda sudah bisa memenuhi kebutuhan dasar, bebas dari utang, dan memiliki dana darurat setidaknya sebesar 3-6 bulan penghasilan. Jika kondisi finansial Anda stabil, Anda pun bisa mulai berinvestasi.

    2. Financial Independency

    Pada tahap ini, Anda sudah memiliki dana yang cukup untuk mulai berinvestasi. Investasi harus dilakukan dengan uang dingin, yang berarti uang tersebut bukanlah uang yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti biaya sewa, sekolah, makan, dan lain sebagainya. 

    3. Financial freedom

    Tahap terakhir adalah tahap di mana akhirnya Anda mencapai financial freedom. Anda tidak lagi mengkhawatirkan pendapatan ketika Anda membutuhkan sesuatu. Anda juga tidak lagi berhutang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Anda bisa melakukan apa pun yang diinginkan tanpa mengkhawatirkan biaya.

    4 Tips Mencapai Financial Freedom

    tips mencapai financial freedomSemua orang tentu ingin bebas secara finansial. Agar bisa mencapai financial freedom, hal terpenting adalah melakukannya sedini mungkin. Selain itu, Anda juga bisa coba melakukan beberapa tips di bawah ini:

    1. Pahami kondisi keuangan Anda saat ini

    Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah memahami kondisi keuangan Anda terlebih dulu, terlepas dari umur dan jumlah pendapatan Anda.

    Kebebasan finansial tidak diukur dari jumlah pendapatan, melainkan apakah pendapatan Anda bisa mencukupi segala kebutuhan Anda.

    Kondisi keuangan bisa dipahami dengan mengetahui jumlah pengeluaran dan pemasukan Anda. Anda perlu melihat apakah pendapatan Anda sudah mampu membayar segala kebutuhan hidup.

    2. Buat tujuan keuangan

    Sebelum membuat agenda untuk jalan-jalan, tentunya Anda akan menentukkan terlebih dahulu ke mana Anda akan pergi.

    Begitu pula dengan mencapai financial freedom. Sebelum Anda menyusun strategi keuangan, tentukan dulu tujuan keuangan Anda. Misalnya, bulan depan Anda harus menambah 40% pendapatan Anda.

    Setelah menetapkan tujuan tersebut, Anda bisa menyusun strategi bagaimana agar pendapatan Anda bisa bertambah sebesar 40%.

    3. Passive Income

    Salah satu kunci dari financial freedom adalah memiliki aset yang mampu menghasilkan pendapatan tambahan atau passive income. Anda tidak perlu bekerja keras lagi karena aset Anda akan mengalirkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

    Untuk mendapatkan passive income, Anda bisa coba membuka bisnis. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan media sosial atau internet untuk berjualan online dan menambah pemasukan.

    4. Investasi 

    Dunia terus mengalami inflasi. Uang yang Anda miliki saat ini tidak akan sama lagi nilainya di masa depan. Artinya, nilai uang yang Anda tabung di bank terus berkurang mengingat tingkat bunga bank umumnya lebih rendah dari nilai inflasi.

    Sebagai solusi, Anda bisa mulai untuk berinvestasi. Dibandingkan bunga bank, potensi return investasi cenderung lebih tinggi dan bahkan melebihi nilai inflasi.

    Lantas, Anda harus berinvestasi pada instrumen apa, ya? Nah, salah satu instrumen yang sedang populer saat ini dan bisa Anda coba adalah investasi aset kripto.

    Nilai uang resmi atau uang fiat yang terus inflasi menyebabkan banyak orang akhirnya memutuskan untuk berinvestasi pada aset kripto. Apalagi aset kripto dinilai sebagai salah satu aset safe haven.

    Hal ini bisa dilihat saat awal Pandemi COVID-19 di mana semua instrumen investasi melonjak turun, harga aset kripto tetap bertahan dan diprediksi semua mata uang kripto akan naik jelang akhir tahun 2021. 

    Yuk lakukan investasi aset kripto yang mudah dan aman guna mencapai financial freedom hanya platform terpercaya seperti Tokocrypto.

    Tokocrypto merupakan sebuah platform pertukaran aset kripto yang memungkinkan Anda untuk membeli, menjual, dan menabung berbagai jenis aset  kripto. Yuk, kunjungi website resmi Tokocrypto dan dapatkan berbagai informasi menarik. 

    Masih bingung dengan investasi/trading kripto? Gabung dengan Group Telegram Tokocrypto! Anda juga bisa mengunjungi Instagram dan Twitter resmi Tokocrypto untuk dapatkan informasi promo menarik!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Ajak Perempuan #SiapLebih Wujudkan Kebebasan Finansial

    Dalam rangka merayakan momen International Women’s Day 2022, Tokocrypto menghadirkan rangkaian program diskusi interaktif yang insightful, membahas berbagai topik mengenai kesetaraan perempuan dalam dunia blockchain hingga finansial. Kesetaraan dan keadilan gender jadi hal substansial, sebab perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk dapat berperan utuh dalam tiap aktivitas.

    Dalam acara penutup rangkaian, Tokocrypto mengangkat tema “Women & Financial Wellness,” dengan mengundang tiga perempuan sukses, Dr. Dina Dellyana, MBA, Director of Business Incubation The Greater Hub ITB; Prof. Dian Masyita, PhD, Guru Besar FEB Unpad Bandung dan Dekan FEB UII; Serta Jenny Yusuf, seorang author, scriptwriter dan Women’s Empowerment Advocate. 

    Ketiga panelis tersebut mendiskusikan peran perempuan dalam mendobrak stigma negatif dan berjuang memberikan dampak positif bagi masyarakat hingga menciptakan kebebasan finansial dengan berinvestasi. Hal ini sejalan dengan banyak perempuan Indonesia yang mampu menembus batas untuk mencapai sesuatu. 

    “Hari perempuan adalah merayakan secara in general atas kekuatan, resiliensi, ketegaran sebagai perempuan. Kita itu sebagai perempuan adalah ciptaan yang sangat kuat. Momen ini sebagai reminder, mencintai diri sendiri dan untuk bersama-sama untuk menyingkirkan stigma negatif yang masih ada dalam pemberdayaan perempuan. Kita harus support satu sama lain,” kata Jenny Jusuf.

    Perempuan dan Dunia Finansial

    Pelibatan perempuan dalam dunia finansial berpotensi meningkatkan kesejahteraan. Perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam perekonomian dan finansial. Agar dapat mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan adanya dorongan dan dukungan, serta memberikan akses perempuan pada partisipasi ekonomi dan edukasi kesetaraan gender.

    “Bagaimana perempuan memulai investasi, jujur harus terjun langsung. Kemudian, join komunitas yang tepat untuk mengakselerasi semangat kita untuk terus belajar. Kita sebetulnya perlu trigger, kalo sudah into akan terus belajar. Terlebih investasi aset kripto rentan dengan isu-isu, join aja komunitas dan tetap DYOR (Do Your Own Research), Bisa praktekan dengan teman-teman yang tepat sudah join dulu, serta mulai dengan nominal yang kecil,” ungkap Dina Dellyana.

    Perempuan dan Dunia Aset Kripto

    Perempuan dapat memberikan dampak yang begitu besar pada industri investasi aset kripto. Karena itulah, menurut Dian, perempuan harus terus memperkuat motivasi lebih untuk ikut serta dalam memahami instrumen aset kripto. Dengan demikian, aset kripto dapat dijadikan investasi sebagai passive income yang signifikan dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

    Prof. Dian Masyita menekankan, di era digital ini, perempuan tidak hanya harus melek teknologi, namun juga mendapatkan edukasi terkait pengelolaan keuangan berbasis digital. Hal itu penting bagi perempuan agar tidak terjerumus investasi bodong. Apalagi, selama ini perempuan dikenal sebagai investor yang disiplin dan teliti dalam pengelolaan keuangan.

    Baik, perempuan atau laki-laki harus menyiapkan mental dalam melakukan pengelolaan keuangan, terutama ikut dalam investasi aset kripto. Menurutnya industri ini masih terbuka dengan sedikit barier, oleh karenanya siapa pun bisa ikut dan meraih keuntungan sekaligus kerugian yang cukup besar.

    “Apapun itu kamu harus punya portofolio, jangan taru di satu keranjang. Karena kripto ini sangat early, ada beberapa harganya yang masih murah. Tapi cari yang fundamentalnya baik dan use case-nya itu yang membuat the reason people buy itu hal penting. Whitepaper baca dulu, siapa orang dibaliknya. Jangan percaya investasi yang too good, to be true,” ungkap Prof. Dian Masyita.

    Sebagai salah satu perusahaan pedagang aset kripto yang fokus memberdayakan perempuan melek finansial, Tokocrypto turut mendorong kesetaraan akses dan edukasi. Tokocrypto selalu melibatkan perempuan dan perspektifnya pada setiap kegiatan edukasi agar terjadinya investasi aset kripto yang inklusif.

    “Saat ini jumlah nasabah atau investor Tokocrypto 30% adalah perempuan. Angka ini terus bertambah seiring pertumbuhan jumlah investor yang meningkat. Fakta ini, juga membuktikan kesetaraan gender di industri aset kripto semakin baik. Perempuan bisa memainkan peran penting di dalamnya, tidak hanya sebagai investor, melainkan turut aktif dalam pengembangan teknologi blockchain, kripto dan NFT,” papar Christine Natalia Ginting, Community Engagement Lead Tokocrypto.

    Diskusi Women & Financial Wellness dapat disaksikan secara lengkap di sini. Kemudian, semua program Perempuan #SiapLebih dari Tokocrypto selengkapnya bisa simak di sini. Download aplikasi Tokocrypto di Google Play Store dan Apple Store Apps.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mau Merdeka Finansial di Masa Depan? Ini Langkah Emas yang Harus Dilakukan


    Jakarta

    Masih dalam suasana Hari Kemerdekaan RI ke-80, langkah apa saja yang sudah kamu lakukan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera dan maju menuju Indonesia Emas 2045?

    Di era digital dan keterbukaan seperti saat ini, kita sebagai generasi penerus bangsa tentunya memiliki kendali seutuhnya atas manajemen keuangan pribadi. Dengan langkah emas yang tepat, Merdeka finansial bukan lagi sekadar impian, tetapi bisa jadi kenyataan.

    Lantas di era penuh tantangan ekonomi seperti saat ini, bagaimana mewujudkannya? Dikutip dari berbagai sumber berikut tipsnya:


    Menyiapkan Rencana Finansial dengan Baik

    Langkah awal untuk mengendalikan finance adalah menyusun perencanaan finansial yang tepat dan akurat sehingga hasil akhirnya lebih efektif dan efisien.

    Susun secara terstruktur mulai dari sumber penghasilan dan nilainya, pengeluaran rutin bulanan yang wajib dan yang masih bisa dikesampingkan, serta target finansial jangka pendek dan panjang.

    Melakukan Pekerjaan Sampingan

    In this economy, pekerjaan sampingan atau freelance bisa dilakukan untuk menambah pundi-pundi rupiah sesuai skill yang dimiliki. Namun, bila memiliki skill berwirausaha maka kamu bisa memulai bisnis sembari bekerja di kantor.

    Investasi

    Jika sudah memiliki dana darurat dan menyelesaikan tanggung jawab utang, sisihkan sebagian uang untuk berinvestasi. Salah satu langkah sederhana tapi powerful untuk menuju kemerdekaan finansial adalah membangun kebiasaan menabung emas.

    Emas sudah lama dikenal sebagai instrumen investasi yang aman, stabil, dan tahan terhadap inflasi. Cocok bagi kamu yang ingin menjaga nilai uang dan menyiapkan masa depan lebih pasti.

    Berinvestasi emas bisa dimulai dari nominal kecil. Dengan menabung emas secara konsisten, kamu bisa perlahan-lahan membangun aset tanpa harus terbebani.

    Kabar baiknya, kini investasi emas lebih mudah dengan emas digital di aplikasi Pegadaian Digital. Cukup gunakan promo Gajian Emas di Pegadaian, kamu bisa mendapatkan berbagai promo menarik GAJIAN EMAS.

    Jadi, jangan tunggu nanti untuk mulai. Langkah kecil seperti menabung emas bisa jadi fondasi penting menuju kebebasan finansial yang diimpikan.

    Yuk, manfaatkan momen kemerdekaan ini buat ambil kendali atas keuanganmu. Karena sejatinya, merdeka itu bukan cuma urusan negara-tapi juga tentang bebas dari tekanan finansial dan punya kendali penuh atas masa depan.

    (akn/ega)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Financial Freedom Jadi Target Banyak Orang, Bagaimana Cara Menggapainya?


    Jakarta

    Financial freedom alias kebebasan finansial menjadi target banyak orang. Saat kebebasan finansial dicapai, seseorang bisa memiliki ketenangan pikiran karena kondisi keuangan yang stabil dan semua kebutuhan pokok terpenuhi.

    Salah satu cara untuk menempuh kebebasan finansial adalah dengan cara mencari pemasukan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus tabungan. Namun nyatanya, terkadang saat seseorang pendapatannya naik terus tapi kehabisan finansialnya tak kunjung tercapai.

    Lantas apa yang salah? Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam unggahan resmi di akun Instagram @kontak157, Minggu (2/11/2025), disebutkan ada beberapa hal yang jadi kesalahan banyak orang sehingga kebebasan finansial sulit dicapai. Salah satunya adalah cara pengelolaan uang yang berantakan.


    “Terkadang, bukan uangnya yang kurang tapi caramu mengelola keuangan yang berantakan. Jangan tunggu nanti buat siapin dana darurat dan investasi,” tulis OJK dalam unggahan resminya.

    OJK merangkum setidaknya ada lima kesalahan umum yang membuat seseorang tak mampu meraih financial freedom. Pertama, gaya hidup yang terus naik saat pendapatan sedang naik.

    Kedua, tak punya rencana keuangan yang matang. Ketiga, kebiasaan berutang untuk kebutuhan konsumtif dan membayarnya dengan uang gaji. Keempat, seringkali tak menyiapkan dana darurat. Terakhir, latah berinvestasi tanpa melihat risikonya.

    Bicara financial freedom sendiri, menurut OJK, setiap orang bisa mengartikan masing-masing di posisi seperti apa financial freedom itu tercapai. Misalnya saja ada orang yang beranggapan kebebasan finansial telah tercapai saat punya uang untuk hidup tanpa banyak bergantung pada gaji.

    Ada lagi yang beranggapan kebebasan finansial telah tercapai saat hidup bisa tenang tanpa utang dan banyak tagihan. Ada juga yang bilang bebas finansial adalah saat seseorang bisa belanja dan membeli apapun sesukanya tanpa perlu takut uang habis.

    Semua orang bebas mengartikan. Namun, apapun definisinya, yang jelas mengatur rencana keuangan itu penting.

    “Uang nggak bisa beli bahagia… tapi bisa bikin hidup nggak banyak drama,” tulis OJK dalam unggahannya.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • In This Economy, Begini Cara Biar Uang Nggak Habis Dilibas Inflasi


    Jakarta

    Inflasi dapat membuat nilai sebuah mata uang menurun dari waktu ke waktu. Uang dalam jumlah tertentu bisa membeli dua atau lebih barang, namun dengan adanya inflasi bisa jadi uang dengan jumlah yang sama cuma bisa membeli satu barang.

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan tips yang bisa meminimalisir uang tabungan yang ada saat ini dari dampak inflasi. Untuk menjaga nilai, investasi bisa jadi pilihan.

    “Inflasi memang nyata, tapi ada cara biar kamu bisa minimalisir dampaknya. Caranya, mulai berinvestasi dari sekarang,” tulis OJK dalam unggahan resmi di akun @kontak157, Minggu (7/9/2025).


    “Investasi adalah salah satu cara mencapai kebebasan finansial di masa depan. Yuk jadi investor cerdas!” tambah OJK dalam keterangan unggahannya.

    Ada setidaknya 5 hal menurut OJK yang dapat menjadi alasan kuat mengapa masyarakat harus mulai melek investasi. Pertama, investasi mampu melindungi nilai uang dari inflasi.

    Kedua, investasi dapat membantu menumbuhkan aset yang dimiliki masyarakat. Ketiga, investasi dapat mengantarkan seseorang menuju gerbang tujuan finansial yang jelas.

    Keempat, investasi dapat membuka peluang pendapatan sampingan alias passive income. Terakhir, investasi dapat mendukung pengembangan diri dan karier.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • 7 Kesalahan Ini Bikin Orang Susah Jadi Kaya!

    Jakarta

    Investor ternama sekaligus penulis buku “Rich Dad Poor Dad”, Robert Kiyosaki, ada sejumlah kesalahan pengelolaan keuangan yang sering dilakukan anak muda. Semisal tidak menginvestasikan uang yang ada karena merasa masih muda dan memiliki banyak waktu di masa mendatang.

    Selain itu dirinya juga selalu menyarankan para kaum muda untuk tidak memprioritaskan keinginan mereka dengan hanya melakukan pekerjaan yang disukai daripada membangun kekayaan sejak dini.

    Melansir New Trader U, Sabtu (22/2/2025), ini 7 kesalahan pengelolaan uang ala Robert Kiyosaki:


    1. Terlalu Fokus pada Pekerjaan yang Disukai

    Menurutnya saat ini terdapat banyak anak muda tumbuh dengan keyakinan bahwa kunci menuju kesuksesan dan kehidupan yang memuaskan adalah menemukan pekerjaan yang disukai.

    Namun, ia berpendapat hanya melakukan apa yang disukai dapat menghambat seseorang dalam membangun kekayaan dan mencapai kebebasan finansial.

    Kiyosaki berargumentasi bahwa generasi muda harus fokus terlebih dahulu pada investasi, perolehan aset, dan membangun aliran pendapatan pasif dibandingkan hanya mengejar passion dalam karir mereka.

    2. Tak Investasi Sejak Dini

    Kiyosaki mengatakan banyak konglomerat yang memperoleh kekayaan mereka dari aset yang menghasilkan pendapatan di luar pekerjaan sehari-hari mereka. Aset yang dimaksudnya ini seperti real estat, bisnis, royalti, dan investasi.

    Menurutnya seringkali generasi muda hanya fokus pada jenjang pendidikan yang baik dan meniti karier di perusahaan alih-alih berinvestasi pada aset yang sesuai dan memperoleh pendapatan pasif.

    3. Mengutamakan Semangat Dibanding Kebebasan Finansial

    Kaum muda saat ini cenderung fokus pada karier yang mereka sukai. Namun Kiyosaki memperingatkan bahwa hasrat ini dapat membawa mereka ke jalur finansial yang salah.

    Dia menyoroti bahwa terkadang Anda harus menunda kepuasan dan melakukan kerja keras yang mungkin tidak Anda sukai dalam jangka pendek untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang.

    Sebagai contoh Kiyosaki sendiri tidak tertarik mempelajari ilmu akuntansi, hukum bisnis, dan investasi. Namun ia tahu bahwa memperoleh pengetahuan ini terkait hal-hal ini akan mempercepat kemampuannya menghasilkan pendapatan pasif dari aset seperti real estat dan kepemilikan bisnis.

    5. Hanya Bergantung pada Karier

    Kiyosaki menyarankan kaum muda untuk berinvestasi pada apa yang disukai daripada hanya mengejar karir di bidang yang mereka minati.

    “Meskipun Anda mungkin menyukai menulis atau seni, berinvestasi lah secara finansial pada aset yang dapat meningkatkan kekayaan Anda sehingga Anda dapat mengejar minat Anda sebagai karier,” tulis New Trader U dalam laporannya.

    Bagi Kiyosaki dengan cara seperti ini yang bersangkutan dapat menjalani pekerjaan yang disukai sambil tetap membangun kariernya sebagai wirausaha.

    6. Beralasan Masih Muda

    Kiyosaki mengatakan banyak orang menggunakan masa muda mereka sebagai alasan untuk menunda menginvestasikan waktu dan tenaga untuk membangun kekayaan.

    Mereka berpikir akan selalu ada waktu di masa depan setelah karier mereka mapan. Namun, ia menggarisbawahi bahwa semakin dini mulai memperoleh aset dan mengembangkan kecerdasan finansial, semakin mudah untuk membangun kekayaan besar seiring berjalannya waktu.

    7. Tak Banyak Luangkan Waktu untuk Belajar

    Kiyosaki menyoroti betapa sedikitnya waktu yang digunakan oleh kebanyakan orang untuk mempelajari ilmu keuangan dan investasi. Padahal menurutnya berbagai macam pengetahuan ini penting untuk mulai berinvestasi sejak dini.

    Ia mendesak generasi muda untuk mengambil tanggung jawab atas pendidikan keuangan mereka daripada menyerahkannya ke tangan sekolah tradisional. Dedikasikan waktu yang konsisten untuk mempelajari pengelolaan uang, penganggaran, dan investasi cerdas untuk membangun kekayaan.

    (fdl/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • Apakah Financial Freedom Cuma Sekadar Mimpi buat Pekerja?


    Jakarta

    Untuk mencapai kebebasan secara finansial, bagi sebagian orang dirasa hampir tidak mungkin. Ditambah, jika gajinya tidak berbanding jauh dengan upah minimum regional (UMR). Namun, perencana keuangan justru menyatakan bukan tidak mungkin untuk bisa mencapai kebebasan finansia di masa pensiun, meskipun gaji tak terpaut jauh dari UMR.

    Perencana Keuangan Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari, bilang bahwa berapapun besaran gaji kita, bisa jadi langkah buat mencapai kebebasan finansial yang kita inginkan. Hal ini lantaran kebebasan finansial atau financial freedom sangat berbeda buat tiap-tiap orang.

    “Financial freedom sangat berbeda untuk setiap orang, baik dalam jumlah Rupiah maupun kebebasan finansial yang mereka inginkan. Kalau kita menilainya secara finansial atau secara uang, maka tidak akan pernah ada batasan limit di langit ‘kan, ya,” ucapnya kepada detikcom.


    Menurut Tejasari, bagi setiap orang, kebebasan finansial sebenarnya bahkan bisa sangat sederhana. Tejasari bilang, berapapun gajinya, kebebasan finansial bisa digapai asalkan punya perencanaan dan komitmen yang baik.

    “Bagi setiap orang, sebenarnya kebebasan finansial bisa sangat sederhana sekali. Jadi, berapapun gajinya, asal kita bertekad membuat rencana dan mengejarnya, pasti akan bisa,” tambah Tejasari.

    Tejasari menyampaikan beberapa tips yang bisa diterapkan buat songsong masa pensiun dengan tenang. Salah satunya, dengan menyisihkan 20% dari nominal gaji untuk diinvestasikan yang sesuai dengan profil risiko kita.

    “Sisihkan di awal gajian 20% dari penghasilan kita, dan tempatkan di produk investasi yang sesuai dengan profil risiko kita. Kalau Rp 1 juta (20% dari gaji UMR Jakarta yang di kisaran Rp 5 juta), 30 tahun, target return 6% per tahun, maka future value-nya sekitar Rp 1 miliar,” terangnya.

    Tejasari mengelaborasi lebih lanjut, jika kita bisa meningkatkan profil risiko investasi kita, maka nominal Rp 1 juta untuk jangka waktu investasi 30 tahun dengan target return 10% per tahun, maka future value-nya menjadi Rp 2,2 miliar.

    “Lakukan secara konsisten setiap bulan pastinya, langsung saat kita menerima gaji dan ditempatkan di produk investasi yang legalitasnya jelas dan aman. Berikutnya, tentukan aset aktif apa yang kita ingin capai dalam financial freedom kita,” beber Tejasari.

    Aset aktif yang dimaksud Tejasari bisa berupa aset properti, surat berharga, atau pun bisnis. Tejasari bilang, dari aset aktif yang dipilih juga akan memberikan penghasilan secara rutin di masa pensiun.

    “Berikutnya, buat juga dana darurat dan bijak dalam mengambil utang. Pilih hanya utang produktif, jangan gunakan utang konsumtif. Karena, financial freedom dapat kita capai apabila kita memiliki dana darurat yang cukup, dan tentunya tanpa utang,” tandasnya.

    Sebagai informasi, beberapa waktu lalu HSBC Indonesia mengungkapkan riset soal nasabah tajir di Indonesia menganggap dana sebesar US$ 340.000 atau Rp 5,5 miliar (1 US$ = Rp 16.231) menjadi jumlah ideal untuk memasuki masa pensiun. Dana ini hanya cukup untuk keperluan sehari-hari.

    (hns/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • Dari Buruh Pengupas Mete Jadi Wisudawan Terbaik UB, Ini Kisah Annes



    Jakarta

    Senyum bangga dan bahagia terlihat di wajah gadis ini saat momen wisuda di Universitas Brawijaya (UB). Namanya adalah Try Bhuwaneswari yang dinobatkan sebagai wisudawan terbaik prodi Pendidikan Teknologi Informasi UB.

    Perempuan yang akrab disapa Annes ini bukan datang dari keluarga berada. Ia berhasil meraih prestasi tersebut berkat perjuangannya dan keteguhan hati.

    “Saya bukan berasal dari keluarga berkecukupan. Sejak ayah meninggal saat saya berusia sembilan tahun, saya harus berjuang bersama keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup,” tutur Annes dikutip dari laman UB, Selasa (14/10/2025).


    Sudah Terbiasa Bekerja dari Kecil

    Sejak kecil, Annes sudah terbiasa menanggung tanggung jawab besar. Di usia ketika sebagian anak sibuk bermain, ia justru harus bekerja demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

    Semasa SMA, Annes menghabiskan hari-harinya sebagai buruh kacip-pekerja pengupas mete-sembari tetap berjuang menuntaskan sekolah. Ketekunannya tak berhenti di situ. Berbekal kecerdasan dan semangat belajar tinggi, ia membuka les privat bagi anak-anak di sekitar rumahnya.

    “Pekerjaan itu memang berat, tapi saya jalani dengan ikhlas,” tutur Annes. “Saya tahu, satu-satunya jalan keluar dari keterbatasan adalah pendidikan.”

    Dari Jerih Payah Kini Jadi Prestasi

    Kerja keras itu akhirnya berbuah manis. Annes berhasil menyelesaikan kuliahnya dengan IPK 3,94 dan resmi menyandang gelar Wisudawan Terbaik Universitas Brawijaya Periode IV.

    Hal yang jauh lebih membanggakan adalah kini dirinya sudah bekerja di bidang yang sejalan dengan jurusannya. Dari sana ia kemudian semakin yakin bahwa perjuangan dan konsistensi tak pernah sia-sia.

    “Awalnya saya hanya ingin kuliah di bidang pendidikan saja, karena sejak SMA saya sudah sering menjadi asisten mengajar dan guru les. Tapi setelah masuk jurusan ini, saya justru jatuh cinta pada dunia teknologi,” kata Annes.

    Pekerjaan sekarang bagi Annes sangat membuatnya tertarik. Ia merasa sudah cukup banyak belajar selama 4 tahun di kampus untuk menjalankannya.

    “Butuh waktu hampir empat tahun untuk benar-benar bisa menikmati dunia baru ini,” tambahnya.

    Cita-Cita Sederhana, Semangat Luar Biasa

    Annes sudah melewati masa-masa sulitnya selama SMP, SMA dan kuliah. Setelah lulus, ia ingin memaksimalkan apa yang sudah dia peroleh dari bangku kuliah.

    Harapan Annes sekarang adalah ingin meraih kebebasan finansial (financial freedom). Besar harapan, Annes ingin menjadi orang yang memberikan inspirasi bagi banyak orang.

    “Cita-cita saya sederhana saya ingin anak-anak saya nanti tidak merasakan kesulitan seperti yang saya alami dulu,” harapnya.

    (cyu/pal)



    Sumber : www.detik.com