Tag: kebiasaan

  • Bisa Ditiru! Kebiasaan Orang Jerman yang Bikin Hunian Jadi Lebih Sejuk


    Jakarta

    Memiliki hunian yang sejuk menjadi dambaan setiap orang. Namun dalam kondisi tertentu, rumah bisa saja terasa pengap dan membuat penghuninya jadi tidak nyaman.

    Jika sudah seperti ini, alhasil penghuni rumah perlu menyalakan Air Conditioner (AC) atau kipas angin sepanjang hari. Sayangnya, cara ini justru bikin tagihan listrik melonjak dan isi dompet terkuras.

    Agar rumah terasa sejuk tanpa perlu pendingin ruangan, kamu bisa mengikuti kebiasaan orang Jerman yang satu ini, yakni lüften. Apakah itu?


    Apa Itu Lüften?

    Dilansir dari situs The Spruce, Jumat (16/5/2025), lüften merupakan salah satu cara tradisional orang Jerman untuk menyejukkan rumah. Caranya cukup sederhana, yakni dengan membuka jendela agar udara bisa masuk ke dalam.

    “Lüften merupakan cara tradisional untuk membuka jendela rumah agar udara segar bisa masuk dan mengeluarkan udara pengap dari dalam rumah,” kata Lauren Riddei, seorang desainer interior Health Home Wellness dan CEO Haus Holistics.

    Riddei mengatakan, lüften dapat dilakukan dengan sejumlah cara, tergantung dari ukuran rumah hingga waktunya. Jika memiliki rumah yang kecil, membuka seluruh jendela selama beberapa menit sudah cukup untuk meningkatkan kualitas udara di dalam rumah.

    Apabila rumah kamu cukup besar, sebaiknya buka semua jendela saat pagi, sore, atau keduanya. Cara ini dianggap mampu mengeluarkan udara lembap dan hangat sekaligus memasukkan udara sejuk ke dalam rumah.

    Cara Kerja Lüften dalam Mengeluarkan Udara Pengap

    Lüften bertujuan untuk meningkatkan jumlah oksigen di dalam rumah sekaligus mengeluarkan kelebihan karbon dioksida dan kelembapan.

    “Lüften bekerja dengan cara membuka jendela secara manual, baik di pagi atau malam hari untuk melepaskan kelebihan karbon dioksida, jamur, bakteri, alergen, atau kondensi, sekaligus memungkinkan oksigen masuk ke dalam rumah,” ujar Riddei.

    Proses lüften dapat berbeda-beda tergantung dari musimnya. Saat musim panas, disarankan membuka jendela sebanyak dua kali sehari selama 30 menit untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan. Ketika musim hujan, cukup membuka jendela dua kali sehari selama 5-10 menit.

    Apakah Lüften Efektif Bikin Rumah Lebih Sejuk?

    Riddei mengatakan, menerapkan praktik lüften dapat efektif meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan, mengganti udara kotor dengan udara segar, hingga membantu meminimalisir risiko timbulnya jamur.

    Selain itu, udara sejuk yang kaya oksigen juga membantu penghuni rumah tidur lebih nyenyak di malam hari. Cara ini juga dapat menghemat tagihan listrik karena tak perlu menyalakan AC atau kipas angin sepanjang hari.

    “Lüften bukan hanya sekadar kebiasaan yang mudah dilakukan, tapi juga merupakan cara yang bagus untuk melepaskan senyawa organik yang mudah menguap, kondensasi, jamur, alergen, atau bakteri yang dapat menumpuk di dalam ruangan tertutup,” pungkasnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jurus Jitu Membersihkan Rumah, Cukup 15 Menit Setiap Hari



    Jakarta

    Menjaga kebersihan rumah mungkin pekerjaan yang sulit bagi sebagian orang, terutama kalau sibuk. Meski begitu, sebaiknya penghuni rumah tetap menyempatkan untuk membersihkan rumah.

    Kalau penghuni rumah susah meluangkan waktu, pekerjaan itu bisa dicicil kok. Coba luangkan 15 menit saja setiap hari khusus untuk membersihkan rumah.

    Metode ini bisa dicoba daripada tidak memulai sama sekali, sehingga rumah berantakan begitu saja. Sebagian besar rutinitas 15 menit ini memang belum termasuk serangkaian tugas harian lain seperti mencuci piring, merapikan tempat tidur, dan membersihkan meja dapur. Namun, penghuni bisa menyelesaikan banyak pekerjaan selama 15 menit.


    Lalu, bagaimana cara menerapkan metoda bersihkan rumah 15 menit setiap hari? Simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari Real Simple.

    Berdasarkan Ruangan

    Tentukan ruangan mana yang akan dibersihkan setiap hari dalam seminggu. Misalnya, tetapkan ruangan yang berbeda untuk setiap hari, dengan serangkaian aktivitas yang harus dilakukan di setiap ruangan. Contohnya sebagai berikut.

    • Senin: kamar tidur
    • Selasa: kamar mandi
    • Rabu: dapur
    • Kamis: ruang keluarga
    • Jumat: barang yang dibersihkan bulanan (peralatan atau lemari)
    • Sabtu: Pekarangan

    Berdasarkan Aktivitas

    Selain itu, penghuni bisa menentukan tugas harian berdasarkan aktivitas. Penghuni akan fokus pada satu jenis kegiatan setiap hari selama 15 menit. Contohnya berikut ini.

    • Senin: kamar mandi
    • Selasa: bersihkan debu
    • Rabu: menyapu
    • Kamis: mengepel
    • Jumat: sisa pekerjaan yang terlewat
    • Sabtu: ganti seprai tempat tidur

    Berdasarkan Prioritas

    Nggak harus membuat jadwal, penghuni rumah bisa memilih untuk memprioritaskan kekacauan yang terlihat paling buruk hari itu. Misalnya lantai jika melihat debu beterbangan di sudut-sudut, atau toilet jika kamar mandi terlihat agak kotor.

    Buat Rutinitas Tetap

    Cara terbaik untuk memulai kebiasaan adalah menentukan waktu spesifik buat mengerjakannya. Mungkin penghuni rumah lebih suka membersihkan rumah di malam hari setelah pulang kerja. Penghuni juga bisa mengerjakannya di pagi hari sebelum mulai beraktivitas.

    Ajak Semua Penghuni Rumah

    Banyak pekerjaan rumah bisa diselesaikan kalau bekerja sama. Sebaiknya ajak semua penghuni untuk ikut membereskan rumah selama 15 menit setiap hari. Nah, kalau melibatkan orang lain, jangan lupa membagi tugas tertentu untuk masing-masing orang.

    Itulah beberapa cara menjaga kebersihan rumah 15 menit setiap hari. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Posisi Ideal Pasang Stop Kontak dan Sakelar yang Aman Tak Terendam Banjir



    Jakarta

    Pemasangan stop kontak dan sakelar di rumah, ternyata ada aturan mengenai ketinggian dan posisinya lho, tidak bisa dipasang sembarangan. Hal ini untuk memastikan sistem kelistrikan di rumah aman dari jangkauan anak kecil dan terhindar dari rendaman air apabila rumahnya berada di area rawan banjir.

    Sebagai informasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), stop kontak adalah tempat menghubungkan arus listrik. Sementara, sakelar adalah penghubung dan pemutus aliran listrik atau alat untuk menghidupkan dan mematikan lampu.

    Lantas di mana posisi yang dianjurkan untuk memasang stop kontak dan sakelar?


    Arsitek Denny Setiawan menyarankan letak stop kontak sebaiknya berada di area yang dekat dengan lokasi aktivitas penghuninya seperti ranjang, meja, atau area hiburan seperti TV. Pastikan lokasi tersebut memang tidak mudah diakses oleh anak kecil dan pilihlah stop kontak yang memiliki pelindung anti-korsleting.

    “Yang ideal adalah yang tidak terakses langsung atau tidak mudah dijangkau oleh anak kecil, tapi cukup dekat dengan kebiasaan pengguna melakukan kegiatan. Yang ideal adalah colokan itu ada di samping ranjang, di atas nakas, kayak di hotel. Lalu di atas area TV,” sebutnya saat dihubungi detikProperti, Selasa (27/5/2025) lalu.

    Dalam catatan detikcom pada Februari 2024 lalu, Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta Ranu Scarvia Ria Fitri mengatakan, pemasangan sakelar di dinding sebaiknya sekitar 90 cm dari lantai. Ketinggian ini dianggap ideal karena sakelar lebih mudah diraih dan bisa menghindari terendam banjir.

    “Rumah kita yang kita bangun itu di daerah banjir, artinya sakelar harus di atas minimal 90 cm dari lantai,” kata Ranu dalam acara Innovation Talk: Rumah Nyaman Listrik Aman di Jakarta pada Rabu (2/10/2024) lalu.

    Sakelar yang berada di kamar tidur, bisa diletakkan di lokasi yang mudah diraih, salah satunya di samping tempat tidur. Ia tidak mewajibkan untuk memasangnya di samping pintu atau di samping stop kontak.

    “Jadi sakelar tempatnya dengan (bersebelahan) stop kontak itu juga tidak. Itu kadang sudah kebiasaan. Kebiasaan ada stop kontak, ada saklar sebelahnya. Jadi tidak diharuskan,” tegasnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Hal Remeh yang Ternyata Bikin Listrik di Rumah Jadi Boros


    Jakarta

    Banyak pemilik rumah yang terkadang menganggap sepele terhadap penggunaan listrik. Namun jika tagihan listrik sudah membengkak tentu bikin kepala pusing tujuh keliling.

    Penggunaan listrik yang boros bikin tagihan jadi naik atau token listrik cepat habis. Hal ini bisa terjadi karena penghuni rumah tidak sadar telah menggunakan listrik secara boros.

    Terkadang, listrik rumah boros tak melulu disebabkan penggunaan barang elektronik dengan daya besar, tapi ada juga kebiasaan kecil yang ikut memicu tagihan listrik membengkak. Apa saja? Simak dalam artikel ini.


    Kebiasaan Remeh yang Ternyata Bikin Boros Listrik

    Ada sejumlah kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele tapi membuat listrik boros. Dikutip dari situs Alliance to Save Energy, Kamis (10/7/2025), berikut penyebabnya:

    1. Tidak Mematikan Lampu

    Kebiasaan yang satu ini masih banyak dilakukan oleh penghuni rumah. Salah satu alasannya karena lupa untuk mematikan lampu.

    Padahal, lampu yang dibiarkan menyala sampai siang hari dapat menyebabkan listrik boros. Jika kamu orangnya pelupa, cobalah untuk menggunakan lampu sensor cahaya yang akan menyala saat kondisi gelap dan mati ketika terang.

    2. Kipas Angin dan AC Terus Menyala

    Suhu di Indonesia saat kemarau memang panas dan bikin gerah, sehingga banyak yang menghidupkan kipas angin dan AC seharian. Meski ruangan jadi sejuk, tapi siap-siap tagihan listrik bulan depan akan melonjak.

    Jika memang ingin menggunakan kedua barang tersebut sebaiknya dinyalakan seperlunya saja. Jadi, pakailah kipas angin atau AC saat dibutuhkan dan matikan setelah tidak digunakan.

    3. Suhu AC Terlalu Rendah

    Menyalakan AC dengan suhu paling rendah memang membuat ruangan lebih cepat dingin. Namun, kebiasaan itu dapat membuat kompresor pendingin ruangan harus bekerja lebih ekstra dalam mengatur suhu yang diinginkan. Alhasil, penggunaan daya jadi lebih besar dan tagihan listrik semakin mahal.

    4. Sering Buka Tutup Lemari Es

    Terkesan sepele memang, tapi ternyata hal ini bisa bikin token listrik di rumah cepat bunyi. Perlu diketahui, setiap kali membuka pintu lemari es atau bahkan hanya mengintip sekilas dapat menambah hingga 7% energi dari total penggunaan daya listrik kulkas.

    Kebiasaan memasukkan makanan dan minuman panas ke dalam lemari es juga bisa menyebabkan boros listrik. Soalnya, kulkas perlu menyedot lebih banyak daya untuk mendinginkan hidangan tersebut. Di sisi lain, kulkas kosong tak berisi dan dibiarkan tetap menyala juga akan memakan daya listrik cukup besar.

    5. Kabel Dibiarkan Tersambung ke Stopkontak

    Kebiasaan yang satu ini juga masih sering dilakukan banyak orang. Perlu diketahui, kabel yang tersambung ke stopkontak membuat barang elektronik dalam mode siaga. Ternyata, mode ini disebut dapat menyokong hingga 10% dari total penggunaan listrik di rumah.

    Jadi, jika berencana akan pergi keluar rumah dalam waktu lama atau hingga berhari-hari, sebaiknya cabut kabel dari stopkontak agar lebih hemat listrik.

    6. Masih Menggunakan Barang Elektronik Lama

    Penggunaan barang elektronik lama ternyata juga membuat listrik boros. Sebab, barang tersebut tidak dirancang mengikuti teknologi terkini yang lebih hemat energi. Alhasil, menggunakan barang tersebut setiap hari dapat memakan energi yang lebih besar.

    7. Berendam di Bak Mandi

    Ada beberapa rumah yang memiliki bathtub di kamar mandi dengan fungsi untuk berendam. Meski terasa nyaman, tapi kebiasaan ini dapat menyebabkan listrik boros karena harus mengisi air hingga penuh ke bathtub.

    Disarankan untuk beralih ke pancuran air (shower) atau menyediakan bak air untuk mandi. Selain hemat listrik, cara ini juga dapat menghemat air agar tidak terbuang sia-sia dalam jumlah banyak.

    Itulah tujuh hal remeh yang ternyata bikin boros listrik. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lupa Cabut 5 Benda Ini dari Stopkontak biar Nggak Boros Listrik


    Jakarta

    Rumah biasanya diisi dengan berbagai perangkat elektronik seperti TV, lemari es, dan mesin cuci. Benda elektronik akan menyala kalau mendapat aliran listrik dari stop kontak.

    Benda tersebut memakan daya listrik ketika dinyalakan. Apalagi kalau perangkat mempunyai watt yang cukup besar, semakin banyak listrik terpakai.

    Penggunaan listrik yang berlebihan dapat membuat tagihan listrik membengkak. Oleh karena itu, penghuni perlu bijak dalam menggunakan benda elektronik.


    Selain mematikan perangkat ketika tidak digunakan, penghuni rumah sebaiknya mencabut aliran listrik dari stop kontak juga. Sebab, aliran listrik masih bisa terserap selama benda tersambung ke stop kontak.

    Benda yang Sebaiknya Dicabut dari Stop Kontak

    Inilah sederet benda elektronik yang sebaiknya dicabut aliran listriknya ketika tidak digunakan, dilansir dari Better Homes & Gardens.

    1. Pengisi Daya atau Charger

    Sebagian orang masih punya kebiasaan meninggalkan pengisi daya atau charger laptop dan ponsel tetap tersambung ke stop kontak. Padahal, penghuni tidak sedang mengisi daya perangkatnya. Meski terkesan sepele, sebenarnya charger menguras daya listrik yang besar. Hal ini pun bisa membuat charger cepat rusak.

    2. TV

    Kemudian, TV juga sering kali dibiarkan tersambung ke stop kontak saat tidak digunakan. Belum lagi, ada saja penghuni meninggalkan TV terus menyala semalaman ketika sedang tidur. Kedua hal tersebut bikin boros listrik.

    3. Peralatan Dapur

    Sejumlah peralatan dapur memang harus terus mendapat aliran listrik, seperti lemari es dan freezer. Akan tetapi, beberapa peralatan dapur lebih baik dicabut dari stop kontak setelah selesai digunakan. Peralatan tersebut di antaranya rice cooker, microwave, dan coffee maker.

    4. Komputer

    Selanjutnya, komputer juga sebaiknya tidak dibiarkan terus terhubung ke listrik kalau tak terpakai. Walaupun dalam mode ‘sleep’ atau ‘hibernate’, komputer sebenarnya tidak benar-benar mati.

    5. Perangkat Multimedia dan Hiburan

    Beberapa rumah dilengkapi dengan peralatan multimedia, misalnya home speaker dan soundbar. Colokan listrik pada perangkat tersebut harus segera dicabut jika memang tidak digunakan. Peralatan hiburan seperti konsol gim juga sebaiknya dicabut dari stop ketika menganggur.

    Itulah beberapa benda yang tak boleh lupa dicabut jika ingin hemat listrik. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingat! Cabut 5 Barang Ini dari Stopkontak Kalau Nggak Dipakai


    Jakarta

    Rumah dilengkapi dengan berbagai barang elektronik untuk mendukung aktivitas penghuninya, misalnya lemari es, mesin cuci, dan TV. Benda ini mendapat aliran listrik dengan dari stopkontak.

    Sering kali perangkat elektronik dibiarkan tersambung ke stopkontak meski sudah tidak digunakan. Padahal, aliran listrik masih bisa terserap selama perangkat masih tersambung ke stopkontak, lho.

    Hal ini bisa membuat tagihan listrik menjadi boros, apalagi kalau alat elektroniknya punya watt cukup besar. Oleh karena itu, sebaiknya cabut perangkat yang tidak digunakan.


    Benda yang Sebaiknya Dicabut dari Stopkontak

    Inilah deretan benda yang sebaiknya dicabut dari stopkontak kalau sudah selesai digunakan, dikutip dari Better Homes & Gardens.

    1. TV

    Terkadang TV suka dibiarkan menyala meski tidak ditonton. Lalu, penghuni juga tidak mencabut aliran listrik TV dari stopkontak saat tidak digunakan. Kedua hal ini membuat tagihan listrik menjadi lebih mahal.

    2. Peralatan Dapur

    Peralatan dapur seperti kulkas memang terus tersambung ke stopkontak. Namun, peralatan dapur secara umum sebaiknya dicabut dari stopkontak kalau udah selesai, di antaranya rice cooker, microwave, dan coffee maker.

    3. Pengisi Daya atau Charger

    Banyak orang masih suka meninggalkan pengisi daya atau charger laptop dan ponsel tersambung ke stopkontak mesti tak dipakai. Meski sepele, kebiasaan ini dapat menguras daya listrik dan membuat charger cepat rusak.

    4. Komputer

    Kemudian, komputer yang menganggur sebaiknya tidak dibiarkan tersambung ke stop kontak. Walaupun dalam mode ‘sleep’ atau ‘hibernate’, komputer sebenarnya tidak benar-benar mati dan menyerap listrik.

    5. Perangkat Multimedia dan Hiburan

    Kalau ada peralatan multimedia seperti home speaker atau soundbar, pastikan untuk mencabut aliran listrik saat tidak digunakan. Peralatan hiburan seperti konsol game pun perlu dicabut dari stopkontak usai dipakai.

    Itulah beberapa barang elektronik yang perlu dicabut kalau nggak dipakai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Don’t Try This At Home! Kebiasaan Pakai AC yang Bikin Tagihan Listrik Bengkak


    Jakarta

    Saat cuaca panas, paling enak menyalakan AC di rumah. Tak perlu tunggu gerah pun, banyak penghuni rumah menyalakan AC di kamar setiap malam.

    Embusan udara segar dari AC memang melegakan, tetapi pemilik rumah dapat terbayang-bayang tagihan listrik yang semakin mahal. Pasalnya, AC mengonsumsi listrik yang cukup signifikan.

    Meski demikian, bukan berarti penghuni tidak boleh pakai AC sama sekali kok. Namun, sebaiknya hindari beberapa kebiasaan yang bikin tagihan listrik membengkak.


    Apa saja yang membuat AC boros listrik? Simak penjelasannya berikut ini.

    Kebiasaan Pakai Listrik yang Boros

    Inilah beberapa kebiasaan yang perlu dihindari agar tagihan listrik tidak mahal, dikutip dari Times of India.

    1. Menyalakan AC Terlalu Lama

    Tagihan listrik tentu akan semakin mahal kalau sering menggunakan AC, apalagi dalam jangka durasi yang lama. Penghuni dapat menghemat biaya dengan mematikan AC ketika tidak digunakan.

    2. Pasang Suhu AC Terlalu Rendah

    Banyak yang mengira memasang AC dengan suhu yang rendah dapat mendinginkan ruangan dengan cepat. Padahal, cara itu justru bikin AC bekerja lebih keras serta mengonsumsi lebih banyak energi.

    Menurut Biro Efisiensi Energi India, suhu AC yang ideal dan efisien adalah 24 derajat celsius. Suhu tersebut membuat AC menggunakan usaha lebih sedikit untuk mendinginkan ruangan dibandingkan dengan pengaturan suhu terendah.

    3. Tidak Rutin Servis AC

    Penghuni perlu melakukan perawatan atau servis AC secara rutin. Sebab, AC dapat menimbun kotoran dan debu sehingga menghalangi aliran udara serta mengurangi efisiensi. Hal ini menyebabkan beban AC lebih tinggi dan meningkatkan konsumsi listrik.

    Salah satu aspek penting untuk mendinginkan ruangan secara efektif adalah memastikan udara dingin terperangkap di dalam ruangan. Dengan begitu, AC bisa mendinginkan ruangan dengan lebih cepat. Oleh karena itu, sebaiknya ruangan dalam keadaan tertutup selama menyalakan AC.

    Itulah beberapa hal yang membuat tagihan listrik mahal saat pakai AC. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Suka Lupa Cabut Charger Ponsel dari Stopkontak? Awas Ini Bahayanya


    Jakarta

    Setelah selesai mengisi daya ponsel, seharusnya charger langsung dicabut dari stopkontak. Namun, masih ada aja orang yang lupa mencabut charger ponsel.

    Kebiasaan ini ternyata bisa merugikan penghuni rumah lho. Charger yang dibiarkan menancap ke stopkontak terlalu lama bakal panas sehingga berpotensi memicu masalah lainnya.

    Memang apa saja risiko tidak cabut charger ponsel? Berikut ini penjelasannya.


    Risiko Charger Tidak Dicabut dari Stopkontak

    Inilah beberapa hal yang bisa terjadi kalau tidak mencabut charger ponsel dari stopkontak, dikutip dari Voice7 News.

    1. Boros Listrik

    Selama charger masih tersambung ke stopkontak, daya listrik akan terus tersedot. Jika dibiarkan, penghuni malah boros energi sehingga tagihan listrik membengkak.

    2. Perangkat Rusak

    Selain itu, adaptor akan panas kalau terlalu lama tercolok ke stopkontak. Kondisi ini membuat performa charger berkurang, bahkan cepat rusak.

    3. Kebakaran

    Kasus ekstremnya, charger yang terus menempel ke stopkontak bisa memicu percikan api. Panas yang berlebih dari aliran listrik berisiko menimbulkan ledakan atau kebakaran.

    Cara Aman Pakai Charger Ponsel di Rumah

    Untuk menjaga keselamatan penghuni rumah dan kondisi charger, ikuti cara aman menggunakan charger ponsel berikut ini.

    • Segera cabut charger dari stopkontak saat daya ponsel sudah penuh.
    • Gunakan charger berlisensi dan spesifikasinya cocok dengan ponsel.
    • Isi daya ponsel di tempat dengan ventilasi yang baik.
    • Jangan mengisi daya ponsel semalaman.

    Itulah alasan penghuni rumah harus mencabut charger ponsel dari stopkontak usai. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pilih Toilet Jongkok atau Toilet Duduk? Ini Perbandingannya



    Jakarta

    Saat memilih perlengkapan untuk hunian, urusan toilet tidak bisa dianggap sepele. Toilet sangat penting karena digunakan untuk buang hajat para penghuni rumah dan tamu yang datang.

    Di Indonesia, toilet jongkok masih banyak ditemukan, sementara toilet duduk makin populer seiring hadirnya hunian modern. Lalu, mana yang lebih tepat untuk rumah Anda? Simak perbandingannya.

    Toilet Jongkok

    Asia, Turkey, Istanbul Area, 2017: View Of Toilet In Turkish RestaurantToilet jongkok. Foto: Getty Images/Kypros

    Dilansir dari laman Bladder & Bowel UK, Minggu (2/11/2025), posisi jongkok dinilai mendukung proses buang air besar lebih alami. Hal ini sejalan dengan kebiasaan banyak orang Asia yang sudah terbiasa menggunakan toilet jongkok.


    Toilet jongkok cenderung tidak membutuhkan banyak ruang, cocok untuk kamar mandi kecil dan area servis seperti kamar mandi ART. Bentuknya sederhana dan menyatu dengan lantai, membuat ruangan lebih efisien.

    Secara struktur, toilet jongkok lebih sederhana sehingga cenderung membutuhkan perawatan lebih minim. Namun karena lantai cenderung basah, kebersihan material lantai perlu diperhatikan agar tidak licin.

    Toilet Duduk

    Ilustrasi ToiletIlustrasi Toilet Duduk. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawf8

    Dilansir dari Teaching Nomad, toilet duduk dinilai lebih ramah untuk anak-anak, lansia, hingga ibu hamil karena tidak perlu tenaga ekstra untuk berjongkok. Tak heran, toilet duduk banyak digunakan di rumah modern, apartemen, dan hotel.

    Penggunaan toilet duduk menghadirkan tampilan lebih modern pada hunian. Dilansir dari Architectural Digest, tren kamar mandi saat ini menonjolkan desain minimalis dan compact yang kerap dipadukan dengan toilet duduk untuk kesan bersih dan rapi.

    Untuk toilet duduk, perhatian lebih dibutuhkan pada bagian dudukan dan engsel. Dilansir dari Martha Stewart, pembersihan rutin dengan cairan lembut dan lap microfiber disarankan demi menjaga ketahanan porselen dan kebersihan permukaan.

    Perlu diingat, penggunaan toilet jongkok atau duduk tergantung pada kebutuhan masing-masing penghuni rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Minim Literasi, Mudah Terjebak Tren

    Minim Literasi, Mudah Terjebak Tren


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa indeks literasi keuangan dan inklusi keuangan generasi Z atau Gen-Z menjadi yang terendah dalam skala nasional. Bahkan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Frederica Widyasari Dewi, Agustus lalu mengungkapkan kelompok usia 15-17 tahun memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang paling rendah.

    Hal ini senada dengan hasil riset kredit Karma pada 2018 lalu dimana ditemukan bahwa sebanyak 39% Gen-Z memiliki utang untuk mengikuti tren dalam komunitasnya. Sedangkan berdasarkan Research Institute pada 2019, alokasi tabungan dari pendapatan pada Gen-Z hanya 10,17%. Ini menekankan bahwa mereka juga minim investasi, meski secara umum mereka dianggap mengerti tentang pengetahuan menabung.

    Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika ekonomi global yang semakin kompleks, Gen-Z, juga tumbuh dengan internet dan kecenderungan mencari solusi finansial yang cepat dan efisien, sehingga menghadapi tantangan besar dalam mengelola keuangan secara bijak. Mencermati hal tersebut, platform literasi investasi Tumbuh Makna bekerja sama dengan Universitas Serang Raya mengadakan webinar bersama puluhan mahasiswa dengan tema “Financial Cerdas Gen-Z: Strategi Kelola Dana dan melek Digital Menuju Masa Depan Sejahtera”.


    Benny Sufami, Co-Founder Tumbuh Makna, memberikan sejumlah tips penting agar Gen-Z dapat mengelola keuangan dengan benar, yakni melalui membangun kebiasaan finansial yang sehat, dan menghindari risiko kerugian di masa depan.

    “Keberhasilan finansial tidak datang dalam semalam, melainkan melalui kebiasaan yang dibentuk secara konsisten, seperti menabung, mengelola pengeluaran, dan merencanakan keuangan dengan disiplin. Kebiasaan yang sehat akan menjadi fondasi kuat bagi kestabilan keuangan di masa mendatang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (17/11/2024).

    Benny menekankan bahwa memiliki anggaran atau budgeting yang jelas adalah kunci menuju kebebasan finansial, sekaligus pentingnya pemahaman terhadap investasi. Ia mencatat banyak investor muda yang sering kali mengalami kerugian karena terjebak dalam tren investasi tanpa mempertimbangkan profil risiko pribadi.

    “Banyak yang ikut-ikutan membeli saham hanya karena melihat orang lain melakukannya,” ungkapnya. Benny mengingatkan bahwasetiap individu memiliki toleransi risiko yang berbeda, sehingga penting untuk menyesuaikan jenis investasi dengan profil risiko masing-masing agar terhindar dari kerugian besar.

    Menurutnya, pemahaman risiko sebelum berinvestasi adalah hal krusial agar keputusan yang diambil lebih cerdas dan minim risiko. “Pastikan kamu memahami dengan jelas apa saja risiko yang terlibat,” jelas Benny. Selain itu, ia mengimbau agar setiap keputusan keuangan selalu didasarkan pada prinsip-prinsip yang legal dan logis. “Mindset yang perlu ditanamkan bukan hanya tentang bagaimana menghasilkan uang, tetapi juga bagaimana mengelolanya dengan tepat dan bijaksana. Pastikan setiap langkah finansial yang diambil mematuhi aturan yang berlaku dan tidak tergoda oleh iming-iming keuntungan instan,” pungkasnya.

    Sementara itu Direktur Utama PT. Persero Batam, Arham S. Torik, mengingatkan bahwa salah satu prinsip dasar dalam pengelolaan keuangan adalah menjaga pengeluaran agar tidak melebihi pemasukan.

    “Mereka harus membuat anggaran yang sesuai dengan gaya hidup. Perencanaan ini penting, khususnya untuk Gen-Z, karena hari ini kamu kerjakan, itu akan menentukan masa depan. Karena tantangan ke depan akan lebih dinamis,” ujarnya. Ia menekankan perlunya kesadaran diri dalam membatasi pengeluaran agar sesuai dengan anggaran yang ada.

    Arham juga menggarisbawahi pentingnya bagi Gen-Z untuk menetapkan anggaran yang realistis, yang mencerminkan kebutuhan mereka secara jujur tanpa mengikuti gengsi atau keinginan semata.

    “Banyak dari Gen-Z mungkin belum memiliki perencanaan yang matang, biasa disebut besar pasak daripada tiang. Untuk itu, kawan-kawan harus tahu pendapatan bersih, kemudian ukur pendapatan dan menyesuaikan pengeluaran. Jangan terlalu banyak keinginan. Prioritaskan kebutuhan, bukan keinginan,” tegasnya.

    Menurutnya, strategi perencanaan keuangan adalah upaya untuk melakukan perencanaan masa depan, termasuk membangun dana darurat secara terukur dan realistis. “Dana darurat ini penting sebagai perlindungan dari risiko tak terduga. Buat rekening terpisah untuk dana darurat, agar dana ini tidak tercampur dan sulit nantinya diakses, sehingga bisa dicairkan dengan segera. Lalu buat otomatis transfer untuk dana darurat,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa perencanaan adalah kunci dari semuanya sehingga harus dibuat dengan baik dan benar sesuai kebutuhan.

    Dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Serang Raya, Endang Tri Santi, menekankan pentingnya literasi bagi Gen Z yang tumbuh di era digital. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis sangat dibutuhkan untuk memilah informasi yang valid dari yang menyesatkan, terutama agar generasi ini terhindar dari keputusan finansial yang berisiko. “Di tengah tsunami informasi saat ini, sikap kritis sangat diperlukan. Kita harus selalu cek data dan verifikasi sumber dengan teliti, karena hal ini akan membantu kita terhindar dari keputusan finansial yang merugikan,” tegasnya.

    Santi juga mengingatkan bahaya Fear of Missing Out (FOMO) yang sering kali memicu kebiasaan buruk dalam pengelolaan keuangan. “FOMO sering mendorong keputusan impulsif yang justru merugikan, seperti membeli barang-barang viral tanpa pertimbangan matang. Kebiasaan ini bisa jadi bumerang karena menumbuhkan dorongan untuk selalu mengikuti arus,” ujarnya. Ia menasihati agar Gen-Z tidak mudah terpengaruh tren tanpa memahami risikonya dan lebih selektif dalam membuat keputusan keuangan.

    Lebih jauh, Santi mengajak generasi muda untuk memanfaatkan teknologi secara produktif dan positif. Menurutnya, era digital harus dimanfaatkan dengan literasi yang baik, bukan hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai kreator yang dapat menghasilkan produk sendiri. “Mari manfaatkan era digital untuk menjadi lebih kreatif dan produktif,” tambahnya, menggarisbawahi bahwa literasi yang baik bisa membuka banyak peluang bagi Gen-Z untuk berkarya.

    (fdl/fdl)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya