Tag: kebocoran

  • Belum Lama Servis tapi Mobil Mau Dibawa Pergi Liburan, Perlu Cek Lagi?



    Jakarta

    Berencana untuk berpergian jarak jauh dengan mobil? Jangan lupa melakukan pengecekan. Tapi kalau mobil belum lama diservis, perlu cek lagi nggak ya?

    Musim liburan sudah di depan mata. Ada sejumlah warga yang merencanakan pergi liburan jarak jauh menggunakan mobil pribadi. Kalau kamu salah satunya, jangan lupa untuk melakukan pengecekan kendaraan sebelum berangkat ya. Pastikan kondisi kendaraan kamu prima, sebelum diajak pergi jarak jauh.

    Ada baiknya, sebelum berangkat kamu melakukan servis berkala untuk memastikan mobil siap diajak liburan. Kepala Bengkel Auto2000 Jatiasih Wahono menjelaskan, sebaiknya untuk melakukan pengecekan menyeluruh pemilik kendaraan memilih paket servis berkala. Dengan begitu, biaya yang dikeluarkan bisa sedikit lebih hemat.


    “Kalau saran kita ini mending ngambil paket servis berkala aja lebih murah jasanya, kan kalau dicek semua, cek rem bayar, ganti oli bayar, per item, kalau paket udah semua jatuhnya jasanya lebih murah,” kata Wahono saat ditemui detikOto di kantornya belum lama ini.

    Adapun pengecekan yang dilakukan antara lain air radiator, wiper, aki, oli mesin. Tak kalah penting, kondisi rem juga harus prima. Tapi bagaimana kalau mobil yang mau diajak pergi jauh justru belum lama diservis? Perlukah dilakukan pengecekan ulang? Menurut Wahono, bila mobil belum lama diservis, tak dilakukan pengecekan ulang sebenarnya tak masalah. Pasalnya, saat servis berkala mekanik akan mengecek keseluruhan kondisi mobil.

    “Karena udah rutin tiap 6 bulan atau 10.000 km kan datang pemeriksaan udah kita setel semua, yang perlu dibersihkan dibersihkan, yang perlu diganti ganti. Kalau yang sudah rutin ini relatif sangat aman, kalau mau ngecek lagi boleh. Tapi kalau mau cek lagi boleh kita cek ulang,” lanjut Wahono.

    Lain halnya dengan mereka yang mobilnya jarang diservis. Kalau kondisinya demikian, sudah pasti mobil harus dicek secara keseluruhan.

    “Kalau di saya yang utama itu cek kelistrikan kalau jalan jauh, lampu-lampu pengisian dipastikan itu normal dan aman, sistem pendinginan, radiator, kipas radiator motor fan lah, terus kebocoran selang, pasti itu aman karena kalau netes kecil itu ya kemungkinan di jalan volume air berkurang kemungkinan overheat,” tutur Wahono.

    (dry/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • 6 Perbedaan Aki Kering dan Basah Mobil, Mana yang Lebih Baik?


    Jakarta

    Aki berfungsi untuk menyuplai energi listrik pada berbagai bagian kendaraan. Oleh sebab itu, aki termasuk komponen penting dalam sistem kelistrikan mobil.

    Aki mobil memiliki dua jenis utama, yakni aki kering dan basah. Meskipun keduanya punya fungsinya sama, tapi ada perbedaan dalam cara kerja hingga perawatannya.

    Aki Kering

    Dilansir laman Brava Batteries, aki kering disebut juga baterai yang bebas perawatan. Jadi, aki ini hanya cukup dipasang saja tak perlu perawatan.


    Kelebihan Aki Kering

    • Perawatannya yang sangat mudah.
    • Tak perlu ditambahkan air atau memeriksa levelnya.
    • Tidak ada risiko kebocoran atau kerusakan karena asam baterai.

    Kekurangan Aki Kering

    • Tidak bisa memberi daya pada mobil dalam waktu lama, karena umumnya punya kapasitas yang lebih rendah.
    • Harganya cenderung lebih mahal.

    Aki Basah

    Aki basah merupakan jenis yang paling umum digunakan di mobil. Baterai ini tutupnya bisa dilepas, sehingga kita bisa menambahkan air atau memeriksa levelnya.

    Kelebihan Aki Basah

    • Punya kapasitas lebih tinggi, sehingga baterainya bisa bertahan lebih lama.
    • Baterai sel basah umumnya lebih murah.

    Kekurangan Aki Basah

    • Rentan terhadap kebocoran dan kerusakan akibat asam baterai.
    • Memerlukan perawatan rutin.
    • Bisa mengeluarkan gas dari elektrolit yang bisa berbahaya apabila terhirup.

    Perbedaan antara Aki Kering dan Basah Pada Mobil

    Perbedaan utama antara baterai aki kering dan aki basah bisa dilihat dari konstruksi, harga, sisi perawatan, hingga tegangan.

    Mengutip laman Trans Track dan catatan detikOto, berikut adalah beberapa poin perbedaan aki kering dan aki basah mobil:

    1. Perawatan

    Supaya bisa berfungsi secara efisien, aki basah cenderung memerlukan perawatan rutin. Sementara, aki kering tidak perlu melakukan perawatan

    2. Harga

    Aki basah umumnya lebih ekonomis dibandingkan aki kering.

    3. Konstruksi

    Aki kering adalah unit yang disegel, sedangkan aki basah punya tutup yang bisa dilepas sehingga bisa menambahkan air atau memeriksa levelnya.

    4. Tegangan

    Aki kering mengusung teknologi yang lebih modern, sehingga tegangannya lebih stabil daripada aki basah.

    5. Perbaikan

    Apabila ada kerusakan, aki basah bisa diperbaiki dengan mudah karena boleh dibongkar.

    6. Isi Cairan

    Aki basah diisi dengan cairan belerang atau sulfuric acid. Sementara, aki kering isinya dikenal Maintenance Free Battery sebenarnya juga memiliki cairan elektroda (jadi bukan berarti benar-benar kering).

    (khq/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 8 Ciri-ciri Mesin Mobil Bekas Masih Bagus, Ketahui Sebelum Membeli


    Jakarta

    Membeli mobil bekas dapat menjadi solusi untuk mendapat kendaraan berkualitas. Meski begitu, tak semua mobil bekas menawarkan kondisi prima.

    Jadi, penting untuk mengetahui ciri-ciri mobil bekas yang masih bagus agar tidak menyesal di kemudian hari. Jangan sampai mesin mobil sudah tidak bagus dan harus dilakukan perbaikan.

    Ciri-ciri Mesin Mobil Bekas Masih Bagus

    Saat membeli mobil bekas, perhatikan beberapa ciri-ciri mesin yang masih bagus. Berikut di antaranya:


    1. Saat Menanjak Performanya Baik

    Menurut laman Auto2000, mobil bekas yang masih bagus akan mempunyai performa yang baik saat melalui tanjakan. Sebab, mesin mobil yang sehat mampu menghasilkan tenaga yang cukup saat menanjak.

    2. Tak Ada Indikasi Kebocoran

    Ciri selanjutnya adalah tidak ada indikasi adanya kebocoran pada oli dan juga bahan bakar. Perlu diketahui, kebocoran pada oli dan bahan bakar bisa menyebabkan kerusakan pada mesin mobil. Hal tersebut dapat mengakibatkan biaya perbaikan yang besar.

    3. Warna Asap Normal

    Mesin yang masih bagus atau tidak juga bisa dilihat dari warna asap kendaraan. Apabila warna asapnya normal, berarti mesin mobil masih dalam kondisi baik dan tidak menghasilkan emisi berlebihan.

    4. Getaran Mesin Normal

    Jika masih bagus, mobil bekas tidak akan menghasilkan getaran yang tidak normal. Sebab, getaran mesin yang tidak normal bisa menjadi ciri-ciri mobil yang tidak sehat. Jadi, kemungkinan besar mobil ini memerlukan perbaikan agar bisa digunakan dengan maksimal.

    5. Lampu Indikator Tidak Menyala

    Lampu indikator yang menyala menandakan adanya kondisi yang tidak normal pada mesin mobil. Pada mobil bekas yang masih bagus, lampu indikatornya tidak akan menyala.

    6. Bunyi Mesin Tidak Kasar

    Bunyi mesin yang kasar menjadi tanda dari mesin yang rusak. Sebaliknya, bunyi mesin yang normal menandakan mesin masih bagus. Jika ada tanda bunyi mesin yang kasar dari mobil, lebih baik urungkan niat membeli karena berisiko memerlukan biaya besar untuk perbaikan.

    7. Stick Oli Masih Bagus

    Stick oli pada mobil bekas yang masih bagus memiliki oli yang masih bagus. Sebagai informasi, oli yang bagus bisa menjadi tanda mesin yang masih sehat.

    8. Tidak Mengeluarkan Bau

    Sama seperti bunyi pada mesin, bau yang aneh juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada mesin mobil. Mengutip laman Caryanams, biasanya, bau ini disebabkan adanya kerusakan pada sistem pembuangan.

    Lebih jelas lagi, menurut laman Nissan, bau terbakar pada mobil bisa ditimbulkan karena beberapa hal, seperti kebocoran oli yang masuk ke sistem pembuangan, v-belt terbakar, hingga brake pads atau rotor mengalami overheat.

    (elk/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • 7 Cara Selamatkan Mobil yang Terendam Banjir: Jangan Langsung Dinyalain, Jangan!



    Jakarta

    Beberapa wilayah di Indonesia dilanda banjir. Banjir yang tinggi juga menggenangi beberapa perumahan warga. Bahkan, mobil milik warga sampai ada yang terendam.

    Mobil yang terendam banjir berisiko mengalami kerusakan. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa membuat beberapa komponen mobil menjadi rusak atau bahkan berkarat.

    Jika mobil sudah rusak karena banjir, tentu biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit. Apalagi jika mobil mengalami kerusakan pada bagian vital seperti sistem kelistrikan atau mesin.


    Dikutip dari situs resmi Daihatsu, ada beberapa langkah untuk menyelamatkan mobil yang terendam banjir. Yang penting, pemilik kendaraan tidak panik karena ketika panik penanganan menjadi tidak maksimal dan malah bisa menyebabkan mobil tambah rusak.

    Jangan Nyalakan Mesin

    Saat mobil terendam banjir, jangan langsung menyalakan mesinnya. Cukup memindahkannya ke area yang lebih aman, kalau bisa memindahkannya jangan sambil menyalakan mesin. Ketika mesin dinyalakan, justru bisa menyebabkan korsleting listrik. Korsleting listrik ini terjadi karena adanya air yang masuk ke area mesin mobil. Hal ini bisa menambah parah kerusakan yang terjadi pada komponen mobil.

    Putus Sumber Listrik

    Hal yang perlu dilakukan adalah memutus sumber listrik pada mobil, yaitu kabel-kabel pada aki. Lepas kabel di kutub negatif pada aki mobil untuk mencegah terjadinya korsleting. Sebab, meskipun mesin mobil sudah dimatikan, masih ada sisa aliran listrik pada aki mobil. Itulah mengapa kabel-kabel yang terpasang pada aki harus dilepaskan. Apalagi pada mobil-mobil keluaran terbaru, biasanya memiliki lebih banyak sistem otomatis yang tentunya lebih mengandalkan transmisi jaringan listrik.

    Ketahui Pergerakan Air

    Dalam kondisi curah hujan yang tinggi seperti akhir-akhir ini, tidak ada salahnya melakukan antisipasi dengan mengetahui pergerakan air hujan dan langsung membawa mobil ke area yang lebih tinggi. Jika berada pada area yang miring, sebaiknya sisi depan mobil berada di bagian paling tinggi. Hal ini untuk mengurangi risiko air masuk ke komponen-komponen penting mobil seperti ECU, alternator atau air intake.

    Bisa juga memanfaatkan dongkrak dan jack stand sebagai penopang agar posisi mobil bisa lebih tinggi. Dengan begitu meski mobil terendam banjir, paling tidak masih ada langkah penyelamatan yang bisa dilakukan.

    Kuras Tangki Bensin

    Mobil yang terendam banjir sangat berisiko untuk membuat air dan bensin menjadi tercampur. Untuk itu, sebaiknya dilakukan pengurasan bensin agar tangki bensin tidak mengalami karat yang terjadi akibat air yang masuk tersebut. Selain menyebabkan karat, air yang masuk ke tangki bensin juga bisa mengganggu sistem pengapian mobil. Tangki mobil yang berkarat juga berisiko mengalami keropos dan pada akhirnya mengalami kebocoran.

    Keringkan Pengapian

    Sistem pengapian mobil merupakan bagian mobil yang rentan mengalami kerusakan ketika terkena air. Untuk menghindarinya, keringkan sistem pengapian mobil agar tidak menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Jangan lupa untuk mengecek fungsinya, apakah masih normal atau ada gangguan.

    Gunakan Towing

    Pemilik mobil dengan sistem transmisi matik sebaiknya langsung menghubungi mekanik atau bengkel resmi yang terdekat. Hal ini dilakukan untuk melakukan pengecekan secara keseluruhan. Untuk membawa mobil, sebaiknya menggunakan towing dan hindari melakukan pemeriksaan mobil sendiri agar penanganan mobil dilakukan dengan baik.

    Keringkan Panel lampu

    Komponen lampu juga perlu menjadi perhatian karena memiliki arus listrik di dalamnya. Untuk memastikan lampu benar-benar kering, kamu bisa menjemurnya di bawah sinar matahari untuk menghindari korsleting.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • 6 Alasan Mobil Bekas Banjir Susah Laku



    Jakarta

    Bencana banjir yang melanda Jabodetabek akhir-akhir ini turut merendam sejumlah mobil milik warga. Mobil yang terendam banjir memiliki banyak risiko kerusakan. Makanya, mobil bekas banjir kerap dihindari oleh calon pembeli mobil bekas.

    Membeli mobil bekas memang menjadi solusi hemat. Tapi, tidak semua kendaraan bekas bebas masalah. Mobil yang pernah terendam air bisa membawa risiko kerusakan serius pada mesin dan sistem kelistrikan.

    Mobil bekas yang pernah terkena banjir sering kali membawa berbagai masalah tersembunyi yang tidak langsung terlihat. Dikutip dari situs resmi Suzuki Indonesia, setidaknya ada 6 risiko membeli mobil bekas yang terkena banjir.


    Kerusakan Mesin

    Salah satu dampak terburuk dari mobil bekas banjir adalah kerusakan mesin. Air yang masuk ke ruang mesin dapat merusak komponen penting, seperti sistem pembakaran dan transmisi. Mesin yang terendam berpotensi mengalami water hammer, yaitu kerusakan akibat tekanan air di dalam silinder. Akibatnya, mesin menjadi tidak berfungsi optimal dan membutuhkan perbaikan besar yang memakan biaya tinggi.

    Kerusakan Sensor dan Kelistrikan

    Air banjir dapat menyebabkan korsleting pada sensor dan sistem kelistrikan mobil. Komponen seperti ECU (Engine Control Unit) dan kabel kelistrikan sangat rentan terhadap kerusakan akibat air. Kerusakan ini tidak hanya mempengaruhi kinerja mesin, tetapi juga sistem pendukung lainnya, seperti lampu, wiper, hingga AC. Mungkin saja perbaikannya membutuhkan penggantian komponen yang harganya cukup mahal.

    Bagian Bawah Mobil Karatan

    Air banjir biasanya mengandung garam atau zat kimia lain yang mempercepat korosi pada logam. Bagian bawah mobil, seperti rangka dan sistem suspensi, menjadi area paling rentan terkena dampak ini. Jika dibiarkan, korosi dapat melemahkan struktur mobil dan membahayakan keselamatan pengemudi. Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh penting dilakukan untuk menghindari risiko ini.

    Masalah Sistem Rem

    Sistem rem juga sangat rentan terhadap dampak banjir. Air yang menggenangi rem dapat menyebabkan kelembapan berlebih, yang pada akhirnya mempengaruhi performa pengereman. Dalam beberapa kasus, komponen seperti kampas rem dan cakram bisa mengalami karat atau kerusakan permanen. Hal ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Juga membutuhkan penggantian komponen rem secara menyeluruh.

    Biaya Perbaikan Tinggi

    Mobil bekas banjir memerlukan perbaikan besar dan biayanya tidak sedikit. Masalah seperti perbaikan atau penggantian mesin, kelistrikan, hingga penghilangan karat membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Selain itu, risiko kerusakan yang terus muncul setelah perbaikan membuat pemilik harus mengeluarkan uang lebih banyak dalam jangka panjang. Membeli mobil semacam ini justru bisa merugikan daripada menguntungkan.

    Kebocoran Oli

    Kendaraan yang pernah terkena banjir rentan mengalami kebocoran oli. Sebab, mungkin seal melemah atau rusak. Air yang masuk ke dalam mesin dapat menyebabkan seal kehilangan elastisitasnya, sehingga oli dapat merembes keluar. Kebocoran ini berbahaya karena dapat merusak komponen internal mesin jika tidak segera ditangani. Selain itu, oli yang tercampur air juga dapat menurunkan performa mesin secara signifikan.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jangan Lupa Bawa Ban Cadangan saat Mudik, Ini Cara Menyiapkannya



    Jakarta

    Ingin mudik menggunakan mobil pribadi? Jangan lupa untuk membawa ban cadangan. Ban cadangan atau ban serep dibutuhkan saat salah satu ban utama mobil mengalami bocor. Lalu bagaimana cara menyiapkan ban cadangan mobil untuk perjalanan mudik?

    “Keselamatan berkendara bukan hanya soal cara mengemudi, tetapi juga kesiapan menghadapi situasi darurat di jalan. Ban utama sebaiknya segera diganti dengan ban serep jika mengalami kebocoran yang tidak bisa ditambal, dinding ban sobek atau benjol, serta jika tekanan angin turun drastis secara tiba-tiba. Selain itu, jika tapak ban sudah aus hingga kedalamannya kurang dari 1,6 mm, ban kehilangan daya cengkeramnya dan berisiko selip, terutama di jalan basah. Dalam situasi seperti ini, ban serep menjadi solusi darurat yang memungkinkan pengendara melanjutkan perjalanan dengan aman,” ungkap National Sales Manager (PCR) Passenger Car Radial Hankook Tire Sales Indonesia, Apriyanto Yuwono, dalam keterangannya.

    Berikut adalah cara menyiapkan ban cadangan mobil yang benar:


    1. Periksa Tekanan Angin

    Tekanan udara harus tetap sesuai standar agar ban cadangan atau ban serep siap digunakan secara optimal ketika diperlukan. Karena jarang digunakan, tekanan angin ban serep bisa berkurang hingga 3% per bulan. Sebaiknya, isi tekanan 5-10 psi di atas standar dan periksa secara rutin setiap bulan.

    2. Bersihkan Secara Rutin

    Letak penyimpanan ban serep yang jarang diakses, terutama di bawah sasis, sering kali membuatnya tertutup debu dan kotoran. Maka bersihkan secara berkala sebulan sekali beserta peleknya untuk menghindari karat dan risiko kerusakan akibat binatang liar seperti tikus.

    3. Periksa Kondisi Tapak Ban

    “Periksa ban serep secara rutin untuk memastikan tidak ada kerusakan fisik seperti retak atau sobek. Jika saat memasukkan uang logam atau ujung jari ke dalam tapak ban kedalamannya kurang dari setengah, itu menandakan tapak ban sudah menipis, dan harus segera diganti. Ban yang sudah tak layak pakai dapat kehilangan daya cengkeram, meningkatkan risiko selip, serta mengurangi stabilitas kendaraan,” bilang Apri.

    4. Hindari Kecepatan Tinggi saat Pertama Kali Digunakan

    Ban serep umumnya lebih ringan dan memiliki spesifikasi berbeda dari ban utama. Oleh karena itu, hindari melaju lebih dari 80 km/jam saat pertama kali menggunakannya. Ban serep dirancang sebagai solusi darurat, bukan untuk penggunaan jangka panjang atau berkendara dengan kecepatan tinggi.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Bikin Merinding! Ini Penampakan Evaporator AC Avanza Setelah Berumur 8 Tahun



    Jakarta

    Evaporator merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pendinginan (AC) di mobil. Maka itu komponen ini perlu dirawat secara berkala setiap 6 bulan sekali. Lalu seperti apa penampakan evaporator AC mobil yang sudah berumur 8 tahun ya?

    Mengutip website Auto2000, evaporator AC mobil bekerja dengan cara menyerap udara panas yang ada di dalam kabin, lalu mengubahnya menjadi udara sejuk alias dingin.

    Caranya, evaporator bekerja dengan menyerap panas yang dibawa udara. Lanjut blower AC akan mengalirkan udara hangat ke evaporator, di mana udara tersebut kemudian bersentuhan dengan refrigerant yang bersuhu rendah. Akibatnya, udara menjadi lebih dingin sebelum akhirnya disalurkan kembali ke dalam kabin.


    Seiring penggunaan, evaporator AC bisa mengalami penurunan kinerja, bahkan hingga berlendir. Disitat dari situs bengkel spesialis AC mobil, Rotary Bintaro, evaporator yang berlendir bisa membuat AC mobil tidak sejuk lagi.

    Penurunan kinerja AC mobil karena evaporator itu juga dialami tim detikOto yang memiliki Toyota Avanza Veloz lansiran 2017. Setelah berumur 8 tahun, evaporator AC mobil Avanza tampak berlendir parah, juga korosi.

    Ada beberapa faktor yang bikin evaporator berlendir, mulai dari kelembapan berlebih. Kelembapan tinggi di dalam kabin mobil dapat menyebabkan kondensasi berlebihan pada evaporator. Selain itu filter kabin yang kotor atau tersumbat juga dapat menghambat aliran udara, menyebabkan kelembapan menumpuk pada evaporator.

    Sebab lainnya bisa karena kebocoran refrigeran. Kebocoran refrigeran atau freon bisa mengubah suhu dan tekanan dalam sistem, mempengaruhi kinerja evaporator. Kemudian selanjutnya adalah faktor drainase tidak lancar. Sistem drainase yang tersumbat atau tidak berfungsi dengan baik dapat menyebabkan penumpukan air pada evaporator.

    Jika kondisinya sudah parah karena lendir dan korosi, hingga rusaknya kisi-kisi pada bagian evaporator, maka mau tidak mau komponen evaporator AC mobil itu harus segera diganti baru. Pengalaman detikOto, untuk mengganti evaporator original Avanza 2017, perlu merogoh kocek hingga Rp 1,9 juta.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Segini Biaya Ganti Evaporator AC Toyota Avanza 2017



    Jakarta

    Evaporator adalah salah satu komponen penting dalam sistem pendinginan (AC) mobil. Jika sudah rusak, berapa ya biaya penggantiannya? Sebagai contoh, ini adalah biaya penggantian evaporator AC di Toyota Avanza Veloz 2017.

    Mengutip website Auto2000, evaporator AC mobil bekerja dengan cara menyerap udara panas yang ada di dalam kabin, lalu mengubahnya menjadi udara sejuk alias dingin.

    Evaporator AC bekerja dengan menyerap panas yang dibawa udara. Kemudian, blower AC akan mengalirkan udara hangat ke evaporator, di mana udara tersebut kemudian bersentuhan dengan refrigerant yang bersuhu rendah. Akibatnya, udara menjadi lebih dingin, sebelum akhirnya disalurkan kembali ke dalam kabin.


    Seiring penggunaan, evaporator AC bisa mengalami penurunan kinerja, bahkan hingga berlendir. Disitat dari situs bengkel spesialis AC mobil, Rotary Bintaro, evaporator AC yang berlendir bisa membuat AC mobil tidak sejuk lagi.

    Penurunan kinerja AC mobil karena evaporator itu juga dialami tim detikOto yang memiliki Toyota Avanza Veloz tahun 2017. Setelah berumur 8 tahun, evaporator AC mobil Avanza tampak berlendir parah, juga korosi.

    Ada beberapa faktor yang bikin evaporator berlendir, mulai dari kelembapan berlebih. Kelembapan tinggi di dalam kabin mobil dapat membuat kondensasi berlebihan pada evaporator. Selain itu filter kabin yang kotor atau tersumbat juga menghambat aliran udara, menyebabkan kelembapan menumpuk pada evaporator.

    Sebab lainnya bisa karena kebocoran refrigerant. Kebocoran refrigerant atau freon bisa mengubah suhu dan tekanan dalam sistem, serta mempengaruhi kinerja evaporator.

    Kemudian selanjutnya adalah faktor drainase tak lancar. Sistem drainase yang tersumbat atau tak berfungsi dengan baik bisa menyebabkan penumpukan air pada evaporator.

    Biaya Ganti Evaporator AC Avanza

    Jika kondisinya sudah parah karena lendir dan korosi, hingga rusaknya kisi-kisi pada bagian evaporator, maka mau tidak mau komponen evaporator AC mobil itu harus segera diganti baru. Pengalaman detikOto, untuk mengganti evaporator original Toyota Avanza 2017, perlu merogoh kocek hingga Rp 1,9 juta.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mobil Terbakar Gegara Pasang Dashcam



    Jakarta

    Kebakaran mobil bisa saja terjadi akibat berbagai sebab. Tapi, ada beberapa penyebab umum yang bisa bikin mobil terbakar. Apa saja?

    Seperti dikutip Kantor Berita Bernama, Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sarawak mengatakan ada beberapa penyebab yang berisiko bikin mobil terbakar. Sebagian besar kebakaran mobil terjadi akibat sistem kabel listrik yang kelebihan beban. Hal itu bisa terjadi akibat modifikasi sembarangan.

    Direktur Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sarawak Jamri Masran mengatakan, ketika sistem kabel listrik kelebihan beban, suhu dapat naik dengan cepat dan menyebar. Hal itu dapat menyebabkan kebakaran.


    “Berdasarkan statistik dan temuan kami, ketika sebuah mobil terbakar, itu biasanya karena masalah elektrikal. Jarang karena masalah mesin. Kalau karena mesin, itu biasanya karena kebocoran oli,” katanya.

    “Pemilik kendaraan memodifikasi kendaraannya, menambahkan aksesori seperti sound system dan radio yang membutuhkan power tinggi. Jika mereka membuat klaim (garansi) ke pabrikan, tidak akan diterima karena kendaraan dimodifikasi,” sebutnya.

    Pemilik kendaraan disarankan untuk tidak melakukan modifikasi sembarangan yang dapat menyebabkan kelebihan beban pada sistem kabel listrik yang akhirnya bisa menyebabkan kebakaran.

    Mobil Terbakar karena Kesalahan Pemasangan Dashcam

    Di Malaysia, belum lama ini terjadi kebakaran mobil Jaecoo J7. Pabrikan Jaecoo langsung melakukan investigasi terhadap kebakaran mobil tersebut.

    Setelah penyelidikan menyeluruh, kebakaran mobil tersebut ternyata disebabkan oleh pemasangan dashcam yang tidak tepat di bengkel pihak ketiga di luar jaringan Jaecoo.

    “Kami sangat menyarankan kepada pelanggan agar demi keselamatan, hindari melakukan modifikasi di pusat layanan yang tidak resmi yang dapat membatalkan garansi kendaraan JAECOO Anda. Pastikan semua pekerjaan perawatan dan perbaikan hanya dilakukan oleh pusat layanan yang resmi,” tulis Jaecoo dalam pernyataannya.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jangan Anggap Sepele, Ini 9 Penyebab Ban Motor Goyang


    Jakarta

    Ban merupakan komponen penting pada sepeda motor. Apabila ban motor goyang saat dikendarai, hal tersebut bisa disebabkan oleh sejumlah masalah.

    Ketika sedang berkendara dan merasakan ban motor goyang, sebaiknya segera menepi atau mencari bengkel terdekat. Sebab, motor akan tidak stabil saat dikendarai sekaligus memicu kerusakan pada komponen lainnya.

    Hal terburuknya adalah ban motor yang goyang membuat kamu sulit mengendalikan motor. Kondisi ini bisa memicu terjadinya kecelakaan hingga menelan korban jiwa.


    Maka dari itu, penting untuk segera memperbaiki ban motor yang mengalami goyang. Lantas, apa penyebab ban motor goyang? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Penyebab Ban Motor Goyang

    Ada sejumlah penyebab ban motor mengalami goyang atau oleng saat dikendarai. Dilansir situs Astra Motor dan Yamaha Deta, berikut beberapa penyebabnya:

    1. Pemasangan Ban Tidak Rata

    Penyebab yang pertama karena pemasangan ban tidak pas. Saat kamu baru mengganti ban baru, mungkin proses pemasangannya tidak sesuai, sehingga ketika motor dikendarai akan terasa goyang.

    Untuk itu, cobalah kembali ke bengkel semula dan jelaskan kepada mekanik jika ada kesalahan pemasangan ban motor. Pastikan kamu mengecek ban jika terpasang secara pas.

    2. Tekanan Angin Tidak Pas

    Ban motor yang goyang bisa disebabkan oleh masalah kecil, yakni tekanan angin yang tidak pas. Sebab, tekanan angin terlalu tinggi menyebabkan ban jadi keras, sehingga getaran tidak dapat diredam

    Sebaliknya, jika tekanan angin terlalu rendah atau kempis maka ban akan terasa oleng seperti mengalami kebocoran.

    3. Velg Bengkok

    Kondisi velg bengkok atau tidak melingkar sempurna juga bisa menyebabkan motor terasa oleng ketika dikendarai. Masalah ini biasanya masih bisa diatasi dengan cara diservis, tapi jika kerusakannya terlalu parah maka harus mengganti dengan velg baru.

    4. Permukaan Ban Menipis

    Seiring penggunaan, ban motor akan menipis karena terjadi gesekan dengan jalan. Kondisi ban yang menipis juga memicu terjadinya goyang atau oleng pada motor. Bahkan, ban yang sudah tipis dapat dengan mudah mengalami ban bocor.

    5. Bearing Motor Aus

    Bearing merupakan komponen motor yang fungsinya mengurangi gesekan di sejumlah bagian motor, salah satunya adalah roda. Apabila bearing sudah rusak atau aus, maka ban akan berputar tidak stabil atau goyang.

    6. Tekanan Shockbreaker Tidak Seimbang

    Penyebab berikutnya karena tekanan shockbreaker tidak seimbang. Kondisi ini terjadi terutama saat melakukan pengereman, lalu ban motor akan terasa goyang atau oleng.

    7. Oli Garpu Tidak Sesuai

    Mengutip laman Motofomo, garpu motor merupakan bagian suspensi depan motor. Bagian ini berfungsi untuk meredam gesekan atau guncangan saat mengerem, berbelok, atau melalui jalanan yang berlubang.

    Agar kinerjanya optimal, garpu motor membutuhkan oli khusus. Jika oli ini jumlahnya terlalu sedikit atau banyak, maka dapat mempengaruhi ban sehingga terasa tidak stabil saat dikendarai,

    8. Rantai Aus dan Gir Belakang Kendur

    Kondisi rantai yang sudah aus atau gir belakang kendur juga bisa menyebabkan ban motor goyang. Hal ini bisa terjadi pada motor dengan penerus tenaga gerak rantai. Masalah ini akan berdampak pada ban belakang yang terasa goyang.

    9. Motor Pernah Jatuh atau Tabrakan

    Penyebab yang terakhir karena motor pernah jatuh atau mengalami tabrakan. Ketika motor mengalami tabrakan, kondisi itu mungkin menyebabkan sasis motor rusak sehingga membuat ban depan dan belakang menjadi tidak rata atau sejajar. Nah, kondisi tersebut yang memicu ban motor goyang saat dikendarai.

    Itu dia sembilan penyebab ban motor terasa goyang saat dikendarai. Semoga membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com