Tag: kebosanan

  • 15 Cara Cegah Anak Rewel di Perjalanan agar Menyenangkan


    Jakarta

    Ketika mengajak anak bepergian dalam perjalanan jauh, orang tua harus menyiapkan banyak hal, termasuk bagaimana agar anak tidak rewel. Anak rewel tentu akan membuat perjalanan kurang nyaman.

    Di sini akan kita ulas 15 cara mencegah anak rewel di perjalanan jauh dengan naik mobil, mulai dari langkah persiapan hingga macam-macam kegiatan yang membuat anak senang di dalam perjalanan.

    Cara Cegah Anak Rewel di Perjalanan

    Berikut ini 15 cara cegah anak rewel di perjalanan jauh naik mobil agar tetap terasa menyenangkan:


    1. Libatkan Anak dalam Perencanaan

    Dikutip dari Fodors Travel, mulailah perencanaan perjalanan dengan melibatkan anak-anak. Beri tahu mereka, perjalanan membutuhkan waktu berapa lama, lewat mana saja, akan mampir di mana, dan sebagainya.

    Jika tujuannya untuk berwisata, berilah gambaran destinasi yang akan dikunjungi, apa saja yang menarik. Perlihatkan dengan gambar dan video. Bagikan juga rencana perjalanan secara detail.

    2. Cek Lokasi Toko Mainan atau Es Krim

    Cek dulu rute perjalanan terbaik. Pertimbangkan untuk melewati tempat yang menarik. Jika memungkinkan, mampir ke toko mainan atau toko es krim di tengah perjalanan agar anak tak bosan.

    3. Bawa Perlengkapan Lengkap

    Berdasarkan laman Road Trip Wanderers, orang tua juga harus mempersiapkan semua perlengkapan anak, terutama jika masih bayi. Jangan sampai kehabisan barang-barang perlengkapan di tengah jalan, misalnya popok dan tisu basah. Siapkan juga pakaian, selimut, alat makan, gendongan bayi, kotak P3K, dan kantong sampah.

    4. Siapkan Susu dan Camilan

    Jika anak terbiasa minum susu, jangan lupa untuk menyiapkannya dalam jumlah cukup. Siapkan juga camilan agar tidak bosan di jalan. Buat bayi, pastikan memilih camilan yang aman agar tidak tersedak.

    5. Bawa Mainan Kesukaan

    Yang juga tak boleh dilupakan adalah mainan kesukaan anak agar mereka tidak bosan duduk lama di dalam mobil. Kamu juga bisa membelikan mainan baru sebelum berangkat. Sehingga anak akan lebih antusias.

    6. Pastikan Anak dalam Kondisi Sehat

    Dilansir dari healthychildren.org, perlu diperhatikan juga kondisi anak sebelum melakukan perjalanan jauh. Kondisi kesehatan anak akan mempengaruhi kenyamanannya dalam perjalanan.

    Jika pada hari keberangkatan anak tiba-tiba tidak sehat, sebaiknya tidak memaksakan untuk berangkat di hari itu.

    Orang tua juga bisa mencegah anak sakit dengan menjaga pola tidur anak, makan teratur, dan tidak melakukan aktivitas melelahkan sejak beberapa hari sebelum jadwal keberangkatan.

    7. Bayi Duduk di Kursi Bayi dan di Belakang

    Balita dan anak kecil disarankan agar duduk di kursi anak yang nyaman dan aman ketika melakukan perjalanan jauh. Mereka harus duduk di belakang dan menggunakan sabuk pengaman khusus anak. Sabuk pengaman dewasa hanya efektif digunakan untuk usia 14 tahun ke atas.

    Jika menggunakan kursi bayi tambahan, letakkan di belakang kursi dan menghadap ke belakang. Hal ini menjaga keamanan anak. Namun jangan diletakkan di kursi dengan airbag.

    8. Beristirahatlah Secara Berkala

    Dalam perjalanan, berhentilah sejenak untuk beristirahat. Lakukan ini secara teratur, yakni 2-3 jam sekali. Ajak anak-anak keluar dari mobil sebentar untuk melakukan peregangan dan menghirup udara segar.

    9. Siapkan Permainan

    Dalam situs Nemours Kids Health, orang tua juga bisa menyiapkan berbagai permainan untuk menghabiskan waktu dan melawan kebosanan. Beberapa permainan yang bisa dicoba seperti permainan kata, tebak-tebakan, permainan kartu, dan sebagainya.

    10. Menyanyi Bersama

    Menyanyi juga menjadi kegiatan menarik selama perjalanan. Siapkan lagu-lagu anak yang membuat mereka ceria. Namun, pastikan musik tidak mengganggu konsentrasi agar perjalanan tetap aman.

    11. Bercerita

    Siapkan juga cerita-cerita menarik yang bisa dibacakan dalam perjalanan. Cari buku bergambar agar anak-anak lebih antusias.

    12. Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Prima

    Selain itu, pastikan juga kondisi kendaraan dalam kondisi prima. Cek oli, bensin, ban, rem, lampu, dan sebagainya agar perjalanan aman. Mobil mogok di jalan sering kali membuat situasi tak nyaman dan bisa membuat anak rewel.

    13. Buat Suhu Mobil Tetap Sejuk

    Dalam perjalanan jauh, terutama pada siang hari, pastikan AC berfungsi. Hal ini agar suhu ruangan tetap sejuk dan nyaman. Beberapa anak mungkin tidak nyaman jika berada di suhu yang panas.

    14. Hindari Bepergian Saat Jam Sibuk

    Di hari libur, kemacetan sering terjadi di rute-rute utama. Hindari bepergian pada jam sibuk. Kemacetan sering kali membuat kita pusing dan membuat anak rewel.

    15. Bersikap Fleksibel

    Jika terjadi hal-hal di luar perkiraan waktu, bersikaplah fleksibel. Tidak masalah waktu molor, asalkan perjalanan tetap nyaman dan menyenangkan.

    Nah, itulah 15 cara cegah anak rewel di perjalanan jauh menggunakan mobil agar tetap terasa menyenangkan.

    (bai/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • Anti Stres, Ini Cara Aman Hadapi Kemacetan saat Mudik


    Jakarta

    Mudik ke kampung halaman sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia saat merayakan Hari Raya Idulfitri. Ramainya warga yang mudik ke kampung halaman, membuat jalanan pun macet.

    “Kemacetan panjang saat mudik adalah hal yang hampir tidak bisa dihindari, terutama di jalur utama menuju kampung halaman,” tulis Founder Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu dalam keterangannya kepada detikOto.

    Jusri pun menyampaikan langkah-langkah yang bisa diterapkan para pemudik agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan tidak mudah stres. Berikut penjelasannya.


    1. Persiapan Sebelum Berangkat

    • Rencanakan rute perjalanan dengan baik. Gunakan aplikasi navigasi untuk mengetahui jalur alternatif dan titik rawan macet.

    • Berangkat lebih awal atau di luar jam sibuk. Hindari puncak arus mudik untuk mengurangi risiko kemacetan panjang.

    • Isi bahan bakar penuh sebelum masuk jalur macet. Jangan tunggu indikator bensin menyala agar tidak kehabisan bahan bakar di tengah kemacetan.

    • Siapkan makanan ringan dan air minum yang cukup. Hindari dehidrasi dan kelaparan saat terjebak macet.

    2. Tetap Tenang dan Fokus

    • Jaga emosi dan tetap bersabar. Jangan terpancing emosi karena kemacetan adalah hal yang wajar saat mudik.

    • Dengarkan musik atau podcastHal ini dapat membantu mengurangi kebosanan dan menjaga suasana hati tetap baik.

    • Gunakan AC dengan bijak. Jika macet panjang, atur penggunaan AC agar tidak boros bahan bakar.

    Sejumlah warga menonton kemacetan yang terjadi di ruas Tol Cikampek arah Jakarta saat pemberlakuan one way. Aksi itu dilakukan untuk membagikan informasi ke temannya yang mudik lewat grup WhatsApp (WA), Jumat, (6/5/2022).Sejumlah warga menonton kemacetan yang terjadi di ruas Tol Cikampek arah Jakarta saat pemberlakuan one way. Aksi itu dilakukan untuk membagikan informasi ke temannya yang mudik lewat grup WhatsApp (WA), Jumat, (6/5/2022). Foto: Agung Pambudhy

    3. Jaga Konsentrasi dan Keselamatan

    • Selalu jaga jarak aman. Hindari pengereman mendadak yang dapat meningkatkan risiko tabrakan beruntun.

    • Gunakan rem tangan saat berhenti lama. Ini untuk mengurangi risiko kendaraan bergerak tanpa sengaja.

    • Jangan terlalu sering berpindah jalur. Perpindahan jalur justru bisa memperlambat perjalanan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

    • Pastikan bahan bakar dan kondisi kendaraan tetap optimal. Jangan memaksakan kendaraan bekerja terlalu keras di tengah kemacetan.

    4. Manfaatkan Waktu Istirahat

    • Lakukan peregangan ringan di dalam mobil Gerakkan leher, bahu, tangan, dan kaki agar tubuh tetap rileks.

    • Gunakan rest area untuk beristirahat. Jika memungkinkan, manfaatkan rest area untuk tidur sejenak atau sekadar berjalan-jalan.

    • Jika berkendara dengan anak-anak, siapkan hiburan, mainan, film, atau buku cerita bisa membantu mereka tetap nyaman selama perjalanan.

    5. Alternatif Saat Terjebak Macet Parah

    • Cek rute alternatif melalui aplikasi navigasi, jika ada jalan tikus yang lebih lancar, pertimbangkan untuk beralih.

    • Gunakan jalur darat dan transportasi umum secara kombinasi. Misalnya, menggunakan kendaraan pribadi ke titik tertentu lalu beralih ke kereta atau bus untuk menghindari macet ekstrem.

    • Tetap update kondisi lalu lintas dari berita atau media sosial. Ini membantu mengetahui titik macet terparah dan jalur yang lebih lancar.

    (lth/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • 60 Arti Emoji WA Terpopuler Beserta Gambarnya


    Jakarta

    Ketika mengirim pesan melalui WhatsApp (WA), detikers kerap menggunakan emoji, bukan? Munculnya emoji di dunia perpesanan membuat aktivitas chatting semakin menarik.

    Namun kadang, kesalahpahaman bisa saja terjadi akibat penggunaan emoji yang tidak tepat. Maka dari itu, ada baiknya untuk mengetahui masing-masing arti emoji yang biasa dipakai saat mengirim pesan.

    Mau tahu arti emoji WA yang kerap digunakan? Cari tahu pada uraian di bawah ini, ya.


    Arti Emoji WA Beserta Gambarnya

    Ada sejumlah emoji yang biasa dipakai pengguna WA di Indonesia. Berikut beberapa arti emoji WA beserta gambarnya yang dikutip dari laman Emojipedia:

    1. Arti Emoji Tangan

    • Emoji Tangan Terlipat (🙏): Dua tangan yang dirapatkan melambangkan tolong, terima kasih, berdoa, dan salam hormat.
    • Emoji Tepuk Tangan (👏): Dua tangan tepuk tangan digunakan untuk bertepuk tangan.
    • Emoji Mengangkat Tangan ke Udara (🙌): Dua tangan terangkat ini dipakai untuk merayakan keberhasilan atau peristiwa menggembirakan lainnya.
    • Emoji Jabat Tangan (🤝): Dua tangan berjabat sebagai tanda persetujuan atau persahabatan.
    • Emoji Telapak Tangan Menyatu (🤲): Dua telapak tangan menghadap ke atas dan saling menempel ini untuk merepresentasikan doa atau meditasi.
    • Emoji Melambaikan Tangan (👋): Tangan dengan jari-jari melambai ditujukan untuk menyampai dan mengucapkan selamat tinggal.
    • Emoji Angkat Tangan (✋): Tangan terangkat dengan jari-jari menyatu dipakai untuk menandakan berhenti.

    2. Arti Emoji Love

    • Emoji Love Merah (❤️): Melambangkan cinta, kasih sayang, dan emosi yang kuat.
    • Emoji Love Hijau (💚): Menyimbolkan alam, pertumbuhan, dan harmoni.
    • Emoji Love Biru (💙): Menunjukkan kesetiaan, kepercayaan, dan ketenangan.
    • Emoji Love Ungu (💜): Melambangkan cinta, spiritualitas, dan kemewahan.
    • Emoji Love Kuning (💛): Mengekspresikan kegembiraan, kebahagiaan, dan persahabatan.
    • Emoji Love Putih (🤍): Menyimbolkan kemurnian, kedamaian, dan kepolosan.
    • Emoji Love Hitam (🖤): Melambangkan kesedihan, duka, dan selera humor yang gelap.
    • Emoji Love Oranye (🧡): Mengekspresikan kehangatan, persahabatan, dan perhatian.
    • Emoji Love Cokelat (🤎): Menandakan stabilitas, kenyamanan, dan kesederhanaan.

    3. Arti Emoji Hati

    • Emoji Patah Hati (💔): Hati yang patah menjadi dua mengekspresikan patah hati dan kesedihan.
    • Emoji Seruan Hati (❣️): Hati dengan tanda seru (titik merah di bawah) menunjukkan kasih sayang atau kegembiraan yang kuat.
    • Emoji Dua Hati (💕): Dua hati yang berdampingan ini melambangkan cinta dan kasih sayang.
    • Emoji Hati yang Berputar (💞): Dua hati yang berputar mengelilingi satu sama lain menandakan cinta yang bergerak.
    • Emoji Hati yang Berdetak (💓): Hati dengan garis-garis menyimbolkan jantung berdetak yang menandakan emosi atau cinta yang kuat.
    • Emoji Hati yang Tumbuh (💗): Hati berwarna pink yang dikelilingi garis-garis melambangkan hati yang sedang tumbuh atau berkembang penuh dengan cinta.
    • Emoji Hati Berkilau (💖): Hati dengan bintang berkilauan melambangkan rasa senang atau kekaguman.
    • Emoji Hati dengan Panah (💘): Hati yang tertusuk panah menandakan sedang jatuh cinta.
    • Emoji Hati dengan Pita (💝): Hati dengan pita sering digunakan untuk pemberian hadiah dan tanda cinta.

    4. Arti Emoji Wajah

    • Emoji Wajah Senyum (😊): Wajah tersenyum lebar dan bahagia menunjukkan kebahagiaan atau keramahan.
    • Emoji Wajah Sedikit Senyum (🙂): Menggambarkan kebahagiaan yang halus.
    • Emoji Wajah Menyeringai dan Memejamkan Mata Senyum (😄): Menunjukkan gembira dan kebahagiaan murni.
    • Emoji Wajah Menyeringai Lebar dan Mata Senyum Menonjol (😃): Mengekspresikan kebahagiaan, keramahan, dan kegembiraan.
    • Emoji Wajah Senyum Lebar Klasik (😀): Menunjukkan kebahagiaan atau keramahan.
    • Emoji Wajah Senyum Terbalik (🙃): Menunjukkan keceriaan atau kondisi emosi yang campur aduk.
    • Emoji Wajah Senyum dengan Lingkaran Cahaya (😇): Mewakili kepolosan, kebaikan, atau sifat-sifat malaikat.
    • Emoji Wajah Menyeringai dengan Menyipitkan Mata (😆): Menandakan tawa dan kegembiraan.
    • Emoji Wajah Menyeringai dengan Keringat ( 😅): Menunjukkan kelegaan atau sedikit rasa malu.
    • Emoji Wajah Tertawa Sambil Berguling-guling (🤣): Menggambarkan tawa yang berlebihan sampai berguling-guling di lantai.
    • Emoji Wajah Senyum Lebar dengan Air Mata Kegembiraan (😂): Melambangkan kegembiraan yang luar biasa.
    • Emoji Wajah Senyum dengan Mata Hati (😍): Menyampaikan perasaan cinta, tergila-gila, dan pemujaan yang antusias.
    • Emoji Wajah Senyum dengan Mata Bintang (🤩): Mengekspresikan bahwa seseorang atau sesuatu itu luar biasa, mempesona, mengesankan, atau menggairahkan.
    • Emoji Wajah Senyum dengan Hati (🥰): Mengekspresikan berbagai perasaan bahagia dan penuh kasih sayang, terutama saat jatuh cinta.
    • Emoji Wajah dengan Tangan Terbuka (🤗): Dapat digunakan untuk mengucapkan terima kasih dan dukungan, menunjukkan cinta dan kepedulian, atau mengekspresikan perasaan hangat dan positif secara umum.
    • Emoji Wajah dengan Tangan Menutup Mulut (🤭): Menunjukkan tawa malu-malu atau malu.
    • Emoji Wajah Mencium dengan Mata Tertutup (😚): Menyimbolkan kasih sayang dan kelembutan.
    • Emoji Wajah Sedih (😔): Menunjukkan perenungan atau kesedihan.
    • Emoji Wajah Menahan Air Mata (🥹): Mewakili kesedihan atau duka.
    • Emoji Wajah Memelas (🥺): Wajah dengan mata besar yang memohon dan mulut yang menunduk, digunakan untuk meminta atau memelas.
    • Emoji Wajah Menangis dengan Keras (😭): Mengekspresikan kesedihan yang mendalam atau emosi yang kuat.
    • Emoji Wajah Cemberut (🙁): Menunjukkan ketidakbahagiaan atau kekecewaan.
    • Emoji Wajah Bingung (😕): Menunjukkan ketidakpastian atau kebingungan.
    • Emoji Wajah Khawatir (😟): Menggambarkan kekhawatiran atau kegelisahan.
    • Emoji Wajah Lelah (😩): Melambangkan kelelahan atau kepenatan.
    • Emoji Wajah Resleting Mulut (🤐): Menyimbolkan bahwa seseorang akan menyimpan rahasia.
    • Emoji Wajah Meleleh (🫠): Untuk membicarakan rasa malu dan rasa takut yang perlahan-lahan tenggelam, atau merasa kewalahan dalam suatu hal.
    • Emoji Wajah Mengintip ( 🫣): Mengekspresikan dualitas keinginan untuk berpaling dari sesuatu karena menakutkan, menjijikkan, atau memalukan, tetapi tidak bisa.
    • Emoji Mata Melihat ke Atas (🙄): Menunjukkan penghinaan, ketidaksetujuan, frustrasi, atau kebosanan yang sedang.
    • Emoji Kepala Meledak ( 🤯): Melambangkan keterkejutan atau ketakjuban.
    • Emoji Wajah Berpesta ( 🥳): Digunakan untuk perayaan dan acara-acara yang menggembirakan.
    • Emoji Wajah Pusing ( 🥴): Wajah dengan mulut miring dan bergelombang menandakan pusing atau merasa pusing.
    • Emoji Wajah Bersin ( 🤧): Wajah dengan tisu di dekat hidung menandakan sedang bersin atau pilek.
    • Emoji Wajah Panas ( 🥵): Wajah merah dan berkeringat menggambarkan panas yang ekstrem atau merasa kepanasan.
    • Emoji Wajah Muntah (🤮): Wajah dengan mulut terbuka hijau menandakan sedang muntah.

    Itu dia sederet arti emoji WA yang kerap digunakan. Jadi, kamu bisa mengekspresikan berbagai objek, ide, hingga emosi yang tidak dapat diterjemahkan dalam teks melalui ikon emoji.

    Karena sekarang sudah tahu arti-arti emoji di atas, jadi jangan ada lagi kesalahpahaman ya!

    (azn/fyk)



    Sumber : inet.detik.com

  • Cerita Diet Pria Turun 57 Kg, Begini Triknya yang Bisa Ditiru


    Jakarta

    Seorang pria asal Jerman yang tinggal di Shanghai, China bernama Thomas Derksen (36) menceritakan pengalamannya sukses menurunkan 57 kg berat badan menjadi 83 kg dalam 5 tahun. Ia mengaku berhasil menurunkan berat badannya tanpa obat dan tanpa diet ketat.

    Ia mengalami masalah berat badan sejak sekolah dasar. Ia sempat mencoba beberapa kali diet ketat dan berhasil turun, tapi akhirnya berat badannya justru naik lagi dan semakin parah. Bobot terberatnya pernah mencapai 140 kg.

    Semasa sekolah, ia sering diejek oleh teman-temannya dan Derksen menyebut itu pengalaman yang menyakitkan. Bahkan ketika sudah dewasa, dirinya masih sering menerima komentar dan saran yang tidak diminta untuk menurunkan berat badan.


    Sampai pada tahun 2020 di masa pandemi, isolasi mandiri membuatnya lebih banyak merenung soal berat badan dan kesehatan. Ini juga didorong komplikasi medis yang ia alami akibat berat badan berlebih.

    “Aku mulai menurunkan berat badan saat COVID melanda. Aku tahu harus menurunkan berat badan dan bahwa gaya hidupku tidak sehat. Aku punya masalah hati berlemak, nyeri dada, dan sendi yang sakit,” katas Derksen dikutip dari SCMP, Jumat (1/8/2025).

    Semenjak itu, Derksen jadi sering jalan-jalan, berolahraga, hingga pergi ke gym. Ia melakukan latihan kekuatan tiga kali seminggu dan kardio dua kali seminggu.

    Derksen juga selalu memilih jalan kaki jika pergi ke tempat yang jaraknya kurang dari 5 km. Menurutnya, jalan kaki adalah aktivitas fisik terbaik.

    Alih-alih diet ketat, Derksen justru makan 3-4 kali sehari tapi dengan porsi yang lebih kecil. Ia pernah mencoba intermittent fasting, tapi memutuskan berhenti karena menurutnya terlalu berat. Derksen bahkan bisa makan bebas seperti kentang dan hamburger sesekali.

    “Aku tidak pernah berkata pada diriku, ‘Kamu tidak boleh makan ini atau itu’. Sebaliknya, aku bilang, ‘Kamu boleh makan apa pun, tapi 80 persen waktunya harus makan sehat’. Pergeseran itu membuatku merasa jadi pelaku aktif, bukan pasif,” katanya.

    Dulu, ia menganggap makanan sebagai hiburan dan harus enak. Derksen kini lebih sering memasak sendiri dengan bahan sehat dan sederhana.

    Derksen tidak mempertimbangkan obat GLP-1 karena ia menyadari bahwa pola makannya selama ini bukan disebabkan oleh rasa lapar, melainkan oleh faktor emosional seperti stres atau kebosanan. Baginya, menekan nafsu makan saja tidak cukup untuk mengatasi akar permasalahan.

    (avk/kna)



    Sumber : health.detik.com