Tag: kecanduan

  • Kenapa Makanan Ringan Ultra Processed Food Rasanya Selalu ‘Nagih’?


    Jakarta

    Pasti pernah, niatnya cuma makan satu bungkus makanan ringan, tapi ujung-ujungnya malah menghabiskan beberapa bungkus? Atau niatnya hanya minum sedikit minuman bersoda, tapi tangan reflek ambil lagi dan lagi?

    Fenomena ini tidaklah aneh. Makanan seperti itu memang dibuat agar terasa nagih, gurihnya pas, manisnya bikin puas, dan teksturnya membuat mulut ingin terus mengunyah. Tanpa sadar, tubuh jadi sulit berhenti meski sudah banyak makan tanpa merasa kenyang.

    Jenis makanan seperti inilah yang dikenal dengan sebutan ultra-processed food atau UPF. Dalam jangka panjang, konsumsi berlebih bisa memicu pola makan tak terkendali yang mirip dengan kecanduan.


    Apa itu UPF?

    Ultra-processed food (UPF) adalah istilah untuk makanan yang telah melalui banyak tahap pemrosesan industri. Bukan sekadar dimasak atau diawetkan, UPF biasanya dibuat dari bahan hasil ekstraksi seperti pati, protein terisolasi, atau minyak terhidrogenasi.

    Bahan-bahan ini kemudian dicampur dengan berbagai zat aditif, mulai dari pemanis buatan, pewarna, penguat rasa, pengawet, hingga pengemulsi, yang jarang kita temukan di dapur rumah.

    Ciri khas UPF mudah dikenali: tampilannya menarik, rasanya intens, praktis dikonsumsi, dan tahan lama. Jadi produk seperti mi instan, biskuit manis, sosis, nugget, snack kemasan, minuman bersoda, hingga makanan beku siap saji termasuk dalam kategori ini.

    Kenapa Bisa Bikin Kecanduan?

    Produk UPF sengaja diproduksi dengan kombinasi rasa yang sangat menggugah selera (highly palatable) yaitu tinggi gula, lemak, dan garam. Perpaduan ini memicu lonjakan hormon dopamin di otak yang memberi rasa senang dan puas setiap kali kita makan. Akibatnya, tubuh mengingat sensasi tersebut dan ingin mengulanginya lagi dan lagi.

    Tak berhenti di situ, konsumsi UPF juga bisa mengacaukan sistem alami pengatur nafsu makan. Kandungan gula dan lemak tinggi dapat meningkatkan kadar hormon pemicu lapar (ghrelin) sekaligus menurunkan sensitivitas terhadap hormon yang memberi sinyal kenyang (leptin). Akibatnya, tubuh sulit membedakan waktu saat benar-benar lapar dan waktu saat sudah cukup makan.

    Selain itu, asupan UPF berlebihan dapat menimbulkan resistensi insulin, yaitu saat hormon insulin tidak lagi efektif menekan rasa lapar dan mengontrol kadar gula darah. Kondisi ini membuat seseorang lebih mudah terdorong untuk terus makan, terutama makanan dengan kandungan tinggi karbohidrat.

    Kombinasi antara gangguan hormonal dan pelepasan dopamin inilah yang membuat UPF terasa begitu nagih dan sulit dikendalikan. Dari sisi otak dan tubuh, efeknya sangat mirip dengan mekanisme kecanduan pada zat adiktif.

    Kenali 5 Tahapan Sebelum Kecanduan UPF

    Kecanduan terhadap makanan ultra-proses tidak muncul begitu saja. Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Metabolic Health tahun 2024 menunjukkan bahwa ada tahapan yang bisa dikenali sedari awal sebelum tubuh benar-benar kehilangan kendali:

    1. Tahap Pra-Adiksi

    Konsumsi UPF mulai berlebihan, tetapi belum menimbulkan ketergantungan nyata. Dorongan makan masih bisa dikendalikan, meski rasa “ngidam” mulai muncul saat tidak makan.

    2. Tahap Awal Adiksi

    Frekuensi konsumsi meningkat tanpa kontrol yang jelas. Seseorang mulai sulit membatasi porsi, tapi belum sampai pada perilaku kompulsif. Biasanya disertai pembenaran seperti, “nggak apa-apa, cuma sekali ini”.

    3. Tahap Pertengahan Adiksi

    Muncul perilaku binge eating atau makan berlebihan secara kompulsif, disertai gejala mirip withdrawal (putus zat) seperti gelisah, murung, atau sulit fokus ketika makanan tertentu dihentikan.

    4. Tahap Lanjut Adiksi

    Konsumsi tetap dilakukan meski sadar akan dampak negatifnya. Kontrol diri menurun dan sering muncul perasaan bersalah setelah makan, tapi tetap sulit berhenti.

    5. Tahap Akhir Adiksi

    Toleransi meningkat dan tubuh butuh rasa atau jumlah yang lebih besar untuk mendapatkan kepuasan yang sama. Gejala putus zat makin jelas, dan makan berubah menjadi perilaku kompulsif untuk menjaga kestabilan psikologis maupun fisik yang mulai terganggu.

    Cara Mengurangi Konsumsi UPF

    Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kecanduan UPF:

    1. Pilih makanan utuh (whole foods)

    Mulailah mengganti sebagian UPF dengan cemilan alami seperti buah, sayur, telur, atau kacang-kacangan. Makanan utuh mengandung protein, lemak, karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral yang membantu menjaga keseimbangan hormon lapar dan kenyang secara alami.

    2. Kurangi UPF secara bertahap

    Hindari perubahan yang tiba-tiba atau mendadak. Jika biasanya ngemil keripik setiap hari, coba dikurangi jadi tiga kali seminggu. Pendekatan bertahap membantu tubuh dan otak menyesuaikan diri tanpa memicu craving berlebihan.

    3. Terapkan mindful eating

    Coba makan dengan penuh kesadaran: rasakan tekstur, aroma, dan rasa setiap suapan tanpa terburu-buru. Hindari makan sambil bermain ponsel atau menonton TV. Teknik ini membantu otak menangkap sinyal kenyang lebih cepat dan mengurangi dorongan makan berlebih.

    4. Tidur cukup dan kelola stres

    Kurang tidur dan stres kronis dapat meningkatkan kadar hormon rasa lapar (ghrelin) dan menurunkan hormon rasa kenyang (leptin), sehingga memicu keinginan makan tinggi gula dan lemak.

    (mal/up)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Cara Tobat dari Kecanduan Video Porno Menurut Ajaran Islam


    Jakarta

    Islam melarang umatnya menonton film dewasa. Hal ini dikarenakan menonton film dewasa sama seperti melakukan perbuatan yang mendekati zina.

    Allah SWT berfirman dalam surah Al Isra ayat 32,

    وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا ٣٢


    Artinya: “Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk.”

    Ibnu Katsir dalam tafsirnya menafsirkan bahwa surah Al Isra ayat 32 berisi larangan dari Allah SWT kepada hamba-Nya untuk berbuat zina, begitu pula mendekatinya dan melakukan hal-hal yang mendorong pada zina.

    Berdasarkan Tafsir Kementerian Agama RI, perbuatan yang mendekati zina itu bisa berupa menonton film dewasa, membaca konten-konten yang merangsang, dan semacamnya. Menonton film dewasa juga termasuk perbutan zina mata.

    Ibnu Qayyim Al Jauziyah melalui kitab At Taubah wal Inabah terjemahan Abdul Hayyie al Kattani dan Uniqu Attaqi menyematkan hadits terkait zina mata. Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Allah menetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, dia pasti mendapati bagiannya itu. Zina mata adalah memandang. Zina lidah adalah berbicara. Sedang nafsu berharap dan berkeinginan, dan kemaluan membenarkannya atau mendustakannya.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA)

    Turut diterangkan dalam buku Sexuality in Islam susunan Abdel Wahab Bouhdiba, menonton film dewasa dapat menghasilkan ilusi dan halusinasi dalam otak manusia. Hal ini dapat menimbulkan bangkitnya syahwat, yang sama statusnya dengan zina.

    Imam Nawawi lewat Syarah Muslim-nya juga menegaskan terkait hukum haram menonton film dewasa. Beliau berkata,

    “Haram lelaki melihat aurat lelaki lain, perempuan melihat aurat perempuan lain. Ini kesepakatan ulama. Begitu juga, haram lelaki melihat aurat perempuan, dan perempuan melihat aurat laki-laki. Keharamannya secara ijmak. Nabi mengingatkan keharaman lelaki melihat aurat lelaki lain dan lelaki melihat aurat perempuan. Hal itu dari segi keharaman lebih besar. Keharaman ini pada selain suami.”

    Lalu, bagaimana cara bertobat dari kecanduan film dewasa jika sudah terlanjur sering menontonnya?

    Cara Tobat dari Kecanduan Video Porno Menurut Ajaran Islam

    Menyadur dari laman About Islam, Mufti Agungg Oman Syekh Ahmad ibn Hamad Al Khalili menjabarkan terkait cara bertobat dari kecanduan film porno. Berikut bahasannya,

    1. Mengakui Hanya Allah yang Dapat Menolong dari Masalah Ini

    Pertama-tama, muslim harus mengakui bahwa hanya Allah SWT yang dapat menolongnya keluar dari kecanduan film dewasa. Seseorang harus yakin dirinya ingin bertobat dan berhenti menontonnya seraya berharap pertolongan Allah SWT atas tobatnya.

    2. Introspeksi Diri

    Lakukan evaluasi diri dengan jujur dan tulus. Pahami bahwa yang dilakukan adalah salah, penting bagi seseorang yang ingin bertobat untuk mengintrospeksi diri dan mengetahui letak kesalahannya.

    3. Tobat dengan Tulus kepada Allah SWT

    Tobat harus dilakukan dengan tulus semata-mata karena Allah SWT. Tobat juga harus diiringi dengan niat yang kuat dari diri sendiri dan yakin tidak akan mengulanginya.

    4. Memohon kepada Allah SWT agar Dihapuskan Dosa

    Ketika bertobat dari kecanduan film dewasa, hendaknya muslim memohon dengan sungguh-sungguh agar Allah SWT menghapuskan dosa-dosa yang diperbuatnya selama melihat pornografi. Hal ini bisa membantu terulangnya dosa yang dilakukan pada masa lalu.

    5. Perbanyak Doa kepada Allah SWT dan Tingkatkan Ketakwaan

    Langkah lain yang dapat dilakukan muslim untuk bertobat adalah memperbanyak doa kepada Allah SWT. Upayakan kedekatan dengan Sang Khalik dan yakin bahwa Dia selalu ada di mana pun dan kapan pun, sehingga menumbuhkan rasa takut untuk mengulangi dosa karena Allah SWT selalu mengawasi.

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bolehkah Suntik Botox? Begini Penjelasan Hukumnya dalam Islam



    Jakarta

    Islam memang memerintahkan agar perempuan senantiasa mempercantik diri di hadapan suaminya. Akan tetapi kini banyak cara instan yang digunakan wanita agar tampak terlihat muda dan cantik, salah satunya menggunakan botox.

    Botox adalah suntikan yang dimaksud untuk menghilangkan kerutan di sudut mata dan dahi. Dikutip dalam buku The Book of Anti Aging: Rahasia Awet Muda tulisan Srikandi Waluyo, nama Botox adalah singkatan dari Botulinum Toxin yaitu racun yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium Botulinum.

    Menurut Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 01 Tahun 2010 mengenai Penggunaan Mikroba dan Produk Mikrobial menyatakan bahwa produk dari mikroba yang tumbuh pada media najis tetap halal jika mikroba tersebut dapat dipisahkan dari medianya dan disucikan.


    Proses penyucian menurut syariat (tathhir syar’an) dilakukan menggunakan air mutlak minimal dua qullah (±270 liter). Namun, jika mikroba dibudidayakan pada media yang mengandung unsur babi, maka hukumnya haram.

    Dalam laman resmi Halal MUI, Dr. Ir. Mulyorini R. Hilwan, M.Si., dari Halal Audit Quality Board LPPOM MUI menegaskan, pada prosedur penyuntikan botox biasanya digunakan bahan pelarut yang berpotensi tidak halal, misalnya berasal dari serum darah manusia atau human serum albumin.

    Hal ini selaras dengan Fatwa MUI No. 26 Tahun 2013 tentang Standar Kehalalan Produk Kosmetika, yang menetapkan bahwa kosmetik yang mengandung bahan dari mikroba hasil rekayasa genetika dengan gen babi atau gen manusia, hukumnya haram.

    Berikut ini ketentuan dari Majelis Ulama MUI terkait tentang penggunaan botox:

    Pertama: Ketentuan Umum

    1. Botulinum Toksin (Botox) adalah protein bersifat neurotoksin yang diproduksi oleh bakteri Clostridium botulinum dan dapat menimbulkan kelumpuhan otot sementara.
    2. Suntik botox adalah prosedur medis dengan menyuntikkan botox ke area tubuh tertentu sesuai kebutuhan.

    Kedua: Ketentuan Hukum

    1. Penggunaan suntik botox untuk tujuan estetika atau perawatan seperti mengatasi kerutan, mengencangkan otot wajah, memperbaiki asimetri wajah (alis dan dahi), memperbaiki bekas luka, mengurangi kemerahan, dan mengatasi kulit wajah berminyak diperbolehkan dengan syarat:

    a. Tidak bertentangan dengan ajaran syariat.
    b. Menggunakan bahan yang halal dan suci.
    c. Prosesnya terjamin aman.
    d. Tidak menimbulkan bahaya bagi diri sendiri, orang lain, atau lingkungan.
    e. Dilakukan oleh tenaga profesional yang kompeten dan terpercaya.

    2. Suntik botox yang menimbulkan risiko berbahaya, mengandung unsur penipuan, menyebabkan ketergantungan, atau melibatkan hal-hal yang diharamkan, hukumnya haram demi mencegah terjadinya pelanggaran.

    Ketiga: Rekomendasi

    1. Tenaga medis dan umat Islam yang melakukan prosedur suntik botox diharapkan mematuhi ketentuan fatwa ini.
    2. Lembaga Pemeriksa Halal diminta menjadikan fatwa ini sebagai acuan dalam proses audit sertifikasi halal terhadap bahan yang digunakan pada suntik botox yang diperbolehkan.

    Meskipun diperbolehkan, akan tetapi Quraish Shihab dalam buku M Quraish Shihab Menjawab 101 Soal Perempuan Yang Patut Anda Ketahui yakni perlu dicatat bahwa menurut pakar, efek dari suntikan itu hanya sementara sehingga ini menimbulkan dorongan kepada perempuan untuk melakukannya dari saat ke saat, yang pada gilirannya menimbulkan kecanduan dan pemborosan yang keduanya terlarang dalam agama.

    “Kalau tinjauan terarah ke sana, maka saya lebih cenderung melarang penggunaan suntikan tersebut. Apalagi banyak cara lain yang dapat digunakan untuk maksud tersebut walaupun boleh jadi kurang populer atau kualitasnya tidak sebaik suntikan-suntikan itu. Demikian, wa Allah Alam,” tulis Quraish Shihab.

    (lus/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Fetish Seksual Aneh Bikin Geleng-geleng Kepala, Termasuk Terangsang oleh Kentut


    Jakarta

    Fetish mengacu pada kelainan kejiwaan yang muncul saat seseorang memiliki ketertarikan pada benda mati atau suatu bagian tubuh, guna memenuhi kebutuhan atau kepuasan seksual. Kelainan ini masuk dalam kategori parafilia, perilaku seksual tidak normal dengan gejala dorongan seksual dan fantasi berkelanjutan.

    Seorang ahli Kecanduan Perilaku di Universitas Nottingham Trent mengatakan parafilia adalah jenis ekspresi seksual yang tak umum dan sering digambarkan sebagai penyimpangan seksual atau gangguan preferensi seksual.

    Dalam sebuah artikel baru di The Conversation, Profesor Griffiths mengungkap ada lima obsesi seksual paling aneh yang pernah ia temukan dalam penelitiannya.


    “[Parafilia] biasanya disertai dengan gairah seksual yang intens terhadap rangsangan yang tidak konvensional atau non-seksual seperti enema (klismaphilia), patung (agalmatophilia), gigi (odontophilia) dan muntah (emetophilia),” tulis Griffiths, dikutip dari NY Post.

    “Bagi banyak orang, parafilia mungkin tampak aneh atau tidak dapat diterima secara sosial, mewakili ujung ekstrem dari kontinum seksual – dan dalam beberapa kasus, seperti zoofilia (berhubungan seks dengan hewan) dan nekrofilia (berhubungan seks dengan orang mati), mungkin ilegal,” lanjutnya.

    Walaupun parafilia tampak aneh atau tidak dapat diterima secara sosial bagi kebanyakan orang, Profesor Griffiths berpendapat bahwa para ilmuwan harus mempelajarinya. Berikut fetish aneh yang pernah ia temukan.

    1. Vorarephilia

    Profesor Griffiths mengatakan vorarephilia atau “vore” mengacu pada gairah seksual terhadap gagasan dimakan, memakan orang lain, atau mengamati proses ini untuk kepuasan seksual.

    “Sebagian besar fantasi para pengidap nafsu birahi adalah tentang menjadi orang yang dimakan,” katanya.

    “Melahap seseorang dapat dilihat sebagai tindakan dominasi tertinggi oleh predator dan tindakan penyerahan tertinggi oleh mangsa,”

    Profesor Griffiths menyoroti kasus salah satu kasus Vorarephilia. Hal ini dialami oleh seorang pria bernama Armin Meiwes, yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah membunuh dan memakan seorang pria.

    Setelah memasang iklan daring, Meiwes mendapat tanggapan dari Bern Jurgen Brandes, yang setuju untuk dimakan.

    “Mereka hanya bertemu satu kali. Meiwes menggigit penis Brandes, lalu mereka berdua memasak dan memakannya,” Profesor Griffiths menjelaskan.

    “Brandes direkam saat ditikam sampai mati oleh Meiwes di bak mandinya. Mayatnya kemudian disimpan untuk dimakan Meiwes.”

    2. Dacryphilia

    Dacryphilia adalah perasaan terangsang yang dialami seseorang saat melihat orang lain menangis. Prof Griffiths menyebut pengidap dakrifil akan terangsang secara seksual oleh rasa iba dalam menenangkan orang yang menangis.

    “Dakrifil yang dominan atau submisif terangsang secara seksual baik dengan menyebabkan pasangannya yang submisif menangis atau dibuat menangis oleh pasangan dominan yang setuju,” katanya.

    “Para dakrifil yang memiliki “bibir melengkung” terangsang secara seksual oleh melengkungnya bibir bawah yang menonjol saat menangis.,” imbuhnya lagi.

    3. Eproctophilia

    Eproctophilia adalah kelainan seksual yang menyebabkan seseorang terangsang secara seksual oleh kentut.

    Profesor Griffiths pertama kali menjumpai eproctophilia pada tahun 2013, ketika ia bertemu dengan seorang pria lajang berusia 22 tahun dari Illinois, bernama Brad (bukan nama sebenarnya).

    Di sekolah, Brad jatuh cinta pada seorang gadis yang kentut di kelas, dan ini ‘memicu ketertarikan aneh’ dalam dirinya.

    4. Apotemnofilia

    Apotemnophilia adalah gairah seksual yang disebabkan oleh fantasi atau kenyataan bersama orang yang diamputasi.

    “Beberapa apotemnofil mungkin berpura-pura menjadi orang yang diamputasi,” kata Profesor Griffiths.

    Menurutnya, bagi sebagian kecil orang, perilaku tersebut melibatkan rencana licik untuk meyakinkan dokter bedah agar melakukan amputasi yang secara medis tidak diperlukan.

    “Bagi kebanyakan orang, ini mungkin tampak seperti jenis masokisme, tetapi studi kasus menunjukkan bahwa tidak ada erotisasi rasa sakit – hanya pada tunggul yang diamputasi yang telah sembuh,” katanya lagi.

    5. Salirophilia

    Profesor Griffiths juga menyoroti salirophilia, yaitu gairah seksual akibat mengotori atau mengacak-acak seseorang yang menarik.

    Hal ini dapat mencakup merobek atau merusak pakaian mereka, menutupinya dengan lumpur, atau mengacak-acak rambut atau riasan mereka.

    Pada tahun 2019, Profesor Griffiths bertemu Jeff (bukan nama sebenarnya) – seorang pria berusia 58 tahun dengan salirophilia. Saat masih muda, Jeff bercerita bahwa ia ingin melakukan masturbasi di tempat asing, seperti berbaring di bawah lemari di garasi yang kotor.

    “Dia juga penggemar acara televisi Fear Factor di mana para kontestan melakukan tugas-tugas menjijikkan demi hadiah uang, seperti memakan makanan busuk atau tenggelam dalam cairan busuk,” tambah Profesor Griffiths.

    “Aku hanya merasa kekotoran tubuh wanita yang menarik itu erotis.”

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ilmuwan Teliti Efek Pornografi pada Otak Pria, Begini Temuannya


    Jakarta

    Penelitian baru yang diterbitkan dalam Human Brain Mapping menunjukkan bahwa gambar-gambar porno lebih memicu pusat penghargaan di otak dibandingkan prospek mendapatkan uang atau bermain game pada pria dewasa yang sehat.

    Dikutip dari NYPOst, studi ini mengeksplorasi bagaimana otak manusia dikondisikan untuk menerima rangsangan terkait internet, khususnya pornografi, perjudian, dan video game bahkan dalam konteks yang sehat dan non-patologis.

    Eksperimen tersebut melibatkan 31 partisipan pria berusia 19 hingga 38 tahun dengan kondisi sehat. Setiap peserta kemudian diminta untuk memilih rangsangan yang mereka sukai: gambar pornografi, tangkapan layar video game, dan gambar uang sebesar 50 sen. Faktor personalisasi ini memastikan rangsangan benar-benar bermanfaat bagi setiap peserta.


    Penelitian sudut pandang lain menyelidiki bagaimana otak merespons rangsangan netral ketika dikaitkan dengan hasil yang bermanfaat. Untuk melakukan hal ini, setiap gambar yang diberi hadiah juga dipasangkan dengan bentuk geometris di tengah barisan, sedangkan bentuk keempat dipasangkan tanpa hadiah sama sekali.

    Para peneliti mengumpulkan data dari pemindaian MRI, tes konduktivitas kulit – yang mengukur gairah fisiologis – dan penilaian subjektif dari peserta.

    Dalam semua uji coba, bentuk geometris yang terkait dengan salah satu dari tiga gambar yang bermanfaat dinilai lebih menyenangkan dan menggairahkan dibandingkan bentuk yang tidak bermanfaat, dengan gambar pornografi muncul di urutan teratas. Khususnya, bentuk-bentuk yang terkait dengan pornografi ini mendorong jalur pemrosesan hadiah di otak lebih cepat daripada bermain game dan uang.

    Temuan ini menunjukkan bahwa pornografi – dan, mungkin lebih jauh lagi, seks – terasa lebih bermanfaat dibandingkan game atau uang, dan dengan demikian mungkin dianggap lebih membuat ketagihan dibandingkan kecanduan game atau perjudian.

    Penelitian sebelumnya setuju dengan hasil tersebut, menunjukkan pornografi lebih membangkitkan gairah dan efektif dibandingkan beberapa aktivitas adiktif lainnya.

    Dengan memahami mekanisme saraf di balik pemrosesan penghargaan di otak, penelitian semacam itu adalah kunci untuk menemukan dan mengembangkan terapi baru untuk pengobatan kecanduan.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy