Tag: kecepatan lari

  • Ingin 5K di Bawah 30 Menit? Coba 7 Tips Lari Cepat Ini!

    Jakarta

    Lari 5K atau lari dengan jarak 5 kilometer merupakan salah satu kategori kompetisi lari yang cukup digemari pelari di seluruh dunia.

    Kategori ini dinilai menantang, khususnya bagi pelari profesional yang sudah berpengalaman. Namun tidak menutup kemungkinan dapat dicapai oleh pelari pemula dengan latihan rutin.

    Lari 5k pada umumnya memiliki rata-rata waktu tempuh 20-30 menit. Untuk mencapai waktu tempuh di bawah 30 menit, diperlukan latihan bertahap dan konsisten.


    Nah, pada artikel kali ini, detikSport telah merangkum beberapa tips bagi detikers yang ingin mencapai lari 5k di bawah 30 menit. Yuk, disimak sampai selesai!

    7 Tips Lari Cepat agar Mencapai Waktu di Bawah 30 Menit

    Jika detikers ingin memperbaiki catatan waktu 5k, dapat menyimak beberapa tips berikut ini.

    1. Latihan lari dengan intensitas tinggi

    Salah satu cara yang dapat dilakukan agar 5k mencapai waktu di bawah 30 menit yaitu dengan latihan interval. Detikers dapat berlatih dalam waktu singkat, contohnya lari cepat selama 1 menit lalu dilanjutkan dengan lari ringan selama 2 menit.

    Latihan ini mampu meningkatkan daya tahan tubuh sebelum memulai lari dengan jarak yang lebih jauh.

    2. Latihan angkat beban

    Selain latihan lari, detikers juga dapat melakukan angkat beban untuk memperkuat otot kaki agar tetap stabil saat berlari.

    Kegiatan berlariKegiatan berlari. Foto: Thinkstock

    3. Memenuhi kebutuhan nutrisi dengan tepat

    Selain latihan rutin, pemenuhan nutrisi yang tepat juga menjadi aspek penting sebelum mulai mengejar target lari 5k di bawah 30 menit.

    detikers perlu mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, terutama yang mengandung banyak karbohidrat dan protein sebagai sumber energi utama dalam berolahraga.

    4. Memahami teknik lari yang benar

    Selain meningkatkan kecepatan, teknik lari yang benar juga dibutuhkan saat lari 5k. detikers perlu memperhatikan postur tubuh ketika berlari. Selain itu, pernapasan yang teratur juga diperlukan agar daya tahan tubuh tetap stabil.

    5. Menentukan waktu istirahat yang tepat

    Istirahat yang cukup dibutuhkan selama sesi latihan. Hal ini bertujuan untuk menghindari masalah saat berlari, seperti cedera dan cepat lelah.

    Dengan memperhatikan waktu istirahat, detikers dapat meningkatkan kecepatan dan performa lari.

    6. Mengatur kecepatan lari dengan teknik pacing

    Teknik pacing mengacu pada metode yang digunakan untuk mempertahankan kecepatan yang konsisten selama berlari.

    Teknik ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu:

    • Pace per kilometer, teknik dimana pelari membagi jarak dengan waktu target dan berlari pada kecepatan yang sama setiap kilometer.
    • Pace per zona detak jantung, pada teknik ini, pelari memantau detak jantung agar tetap sesuai dengan target kecepatan.
    • Pace intuitif, yaitu teknik dimana pelari dapat berlari pada kecepatan yang terasa nyaman, namun tetap berkelanjutan.
      Saat latihan, kecepatan lari menjadi salah satu aspek yang penting. Sebaiknya, detikers jangan terlalu sering berlari dengan kecepatan tinggi agar daya tahan tetap stabil sehingga dapat menambah waktu latihan.

    7. Memperhatikan Rasa Lelah dan Cedera

    Selama latihan, detikers dapat meningkatkan jarak latihan. Namun, peningkatan ini juga dapat membuat tubuh merasa tidak nyaman. Jika sudah mulai merasa lelah atau sakit, detikers perlu beristirahat untuk mencegah cedera.

    Demikian beberapa tips yang bisa detikers terapkan selama latihan untuk memperbaiki catatan waktu lari 5k. Semoga membantu ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Berapa Kalori Terbakar Saat Lari 30 Menit? Yuk Hitung


    Jakarta

    Pernah penasaran dengan berapa kalori yang terbakar saat lari selama 30 menit? Jawabannya bervariasi, alias bergantung pada sejumlah aspek. Tapi ada estimasinya kok. Yuk coba hitung!

    Pada dasarnya jumlah kalori yang terbakar saat melakukan aktivitas seperti lari bergantung pada sejumlah aspek. Antara lain berat badan, kecepatan lari, durasi, tingkat elevasi medan, dan lainnya.

    Merujuk Harvard Health Publishing, berlari dengan kecepatan 8 km/jam (sekitar 7 menit, 27 detik per km) bisa membakar kalori secara variatif yakni 240 kalori (berat badan 57 kg), 155 (70 kg), dan 185 (83 kg).


    Estimasi itu akan berubah lagi jika lari dilakukan dengan kecepatan 9,6 km/jam (sekitar 6 menit, 12 detik per km). Ada 495 kalori terbakar (57 kg), 360 (70 kg), dan 420 (83 kg).

    Merujuk data American Council on Exercise, dicontohkan bahwa seseorang yang memiliki bobot 54 kg akan membakar 11,4 kalori per menit pada saat berlari.

    Patut dicatat bahwa ini pun sejatinya masih sekadar estimasi. Menurut peneliti Université Côte d’Azur, Prancis, pada dasarnya semakin banyak tenaga yang dikeluarkan, maka semakin banyak pengeluaran kalori dari tubuh.

    Pada dasarnya, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi pembakaran kalori saat berlari. Antara lain berat badan, kecepatan lari, durasi lari, dan intensitas lari.

    Untuk mengestimasikan itu semua, detikers bisa memakai sejumlah kalkulator kalori. Di runbundle, misalnya. Mari kita hitung berapa kalori yang terbakar saat beraktivitas lari selama 30 menit!

    Hitung KaloriMenghitung kalori lari selama 30 menit. Foto: Dok. Runbundle

    Di situs itu detikers terlebih dulu akan diminta untuk memasukkan berat badan, jarak lari, durasi/kecepatan lari, dan tingkat elevasi medan lari yang dilalui.

    Sebagai contoh, jika seseorang dengan berat badan 170 kg berlari sepanjang 1,5 km dalam waktu 30 menit dengan medan lari datar, kalori yang terbakar berada di kisaran 251 kcal.

    Tak cuma situs tersebut, ada sejumlah aplikasi yang bisa detikers pakai buat menghitung estimasi kalori terbakar saat lari 30 menit. Apalagi fitur calorie tracking semacam itu juga sudah dibenamkan ke sejumlah aplikasi lari populer.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Aplikasi Lari Terbaik 2025 buat Android dan iOS

    Jakarta

    Buat detikers yang lagi hobi lari dan ingin merekam aktivitas itu lewat aplikasi lari terbaik saat ini, simak informasi berikut!

    Dengan bantuan teknologi, pengalaman berlari detikers bisa menjadi lebih menyenangkan. Data yang tercatat di aplikasi lari ini pun bisa membuat aktivitas larimu menjadi lebih efektif.

    Berikut aplikasi lari yang bisa menemani detikers saat berlari, yang bisa di-install di HP berbasis Android dan iOS-nya iPhone.


    1. Strava: Run, Bike, Hike

    Seperti terindikasi dari namanya, aplikasi Strava tidak cuma bisa dipakai untuk berolahraga lari tapi juga buat aktivitas lain. Aplikasi ini memungkinkan detikers untuk melacak rute, kecepatan, dan jarak.

    Yang bikin Strava ini kian populer adalah fitur sosial yang memungkinkan penggunanya berbagi pencapaian dan mengikuti pengguna lain, termasuk atlet professional, untuk melihat perkembangan latihan mereka.

    2. Relive, Run, Ride, Hike & More

    Seperti halnya Strava, Relive juga tidak semata ditujukan untuk pengguna lari. Pelaku aktivitas olahraga lain juga bisa memaksimalkan aplikasi ini.

    Salah satu hal yang membuat Relive jadi buah bibir adalah kemampuannya untuk membuat video 3D dari aktivitas lari. Video ini menampilkan rute yang detikers tempuh, lengkap dengan foto dan video yang ambil selama berlari.

    3. Map My Run GPS Running Tracker

    Lewat aplikasi Map My Run, detikers bisa melacak dan memetakan rute lari. Tersedia pula analisis soal kecepatan lari dan elevasi.

    Ada pula fitur rencana pelatihan yang dapat disesuaikan dengan tingkat kebugaran dan tujuan pengguna, tip pelatihan yang dipersonalisasi dan pelatihan audio real-time.

    4. Running App – GPS Run Tracker

    Sesuai namanya, aplikasi lari ini memakai teknologi GPS untuk melacak rute, jarak, kecepatan, dan elevasi aktivitas lari penggunanya.

    Data itu disediakan untuk membantu para pelari dalam memahami performa mereka dan membuat penyesuaian yang diperlukan untuk mencapai target.

    5. Google Fit: Activity Tracking

    Lewat aplikasi Google Fit, detikers bisa memantau statistik larimu dengan memaksimalkan sensor pada HP (seperti akselerometer dan penghitung langkah).

    Bahkan setiap aktivitas dalam keseharian juga bisa terdeteksi secara otomatis, sehingga detikers bisa menambahkannya ke dalam jurnal Google Fit demi memastikan pergerakanmu tercatat.

    6. Nike Run Club – Running Coach

    Aplikasi lari dari perusahaan alat olahraga populer ini menawarkan sejumah fitur untuk para penggunanya. Mulai dari melacak rute, jarak, kecepatan, dan elevasi selama lari.

    Ada pula fitur komunitas yang memungkinkan interaksi antar pengguna Nike Run Club – Running Coach, atau membandingkan performa satu sama lain di papan peringkat.

    7. Adidas Running – Run Tracker

    Satu lagi aplikasi lari dari sebuah nama yang sebelumnya sudah kondang sebagai perusahaan alat olahraga, kali ini dari Adidas. Seperti aplikasi lain, ada fitur pencatat yang memaksimalkan teknologi di HP pengguna.

    Selain itu, Adidas Running – Run Tracker juga memiliki fitur tantangan dan komunitas, yang bukan cuma ditujukan demi memotivasi penggunanya tetap konsisten, tetapi juga menambahkan elemen kesenangan dan kompetisi sehat.

    (krs/pur)



    Sumber : sport.detik.com