Tag: kehamilan

  • Tak Kunjung Hamil? 6 Posisi Bercinta Ini Bisa Bikin Cepat Dapat Momongan!


    Jakarta

    Mendapatkan momongan banyak menjadi impian pasutri. Berbagai cara pun dijajal demi mencapai kehamilan. Namun, tak jarang pasangan dihadapkan berbagai hambatan sehingga sulit untuk mencapai kehamilan.

    “Tidak ada cara ajaib untuk bisa mempertemukan sperma dan sel telur dan memastikan hal tersebut akan terjadi,” ucap spesialis infertilitas, dr Joshua Hurwitz, SpOG, dikutip dari Cafe Mom.

    “Terdapat banyak mitos yang berkeliaran yang melakukan tindakan merugikan kepada para pasangan, karena mereka pikir mereka tidak melakukanya dengan benar dan itu yang membuat mereka tidak bisa hamil,” sambungnya.


    Meski belum ada banyak riset mendalam terkait, terdapat sejumlah riset yang menunjukkan potensi bahwa sejumlah posisi memang bisa membantu mencapai kehamilan. Berikut adalah 6 posisi yang direkomendasikan:

    1. Spooning sebelum seks

    dr Hurwitz menjelaskan bahwa jumlah sperma pada pria saat berejakulasi umumnya akan meningkat jika pria mengalami rangsangan lebih banyak. Untuk itu, penting untuk melakukan ‘pemanasan’ sebelum bercinta, yakni dengan melakukan foreplay.

    Foreplay tidak hanya bisa membantu meningkatkan gairah seksual dan rangsangan, tetapi juga bisa membantu meningkatkan kadar sperma saat ejakulasi.

    2. Rear Entry

    Penetrasi yang dilakukan dari arah belakang bisa membantu meningkatkan kemungkinan untuk hamil. Menurut riset yang dirilis dalam Journal of Sex & Marital Theraphy, posisi penetrasi dari sisi belakang bisa memudahkan penis untuk dapat mencapai bagian belakang serviks atau dinding rahim. Hal ini memungkinkan untuk sperma bisa lebih mudah masuk ke dalam serviks dan meningkatkan kemungkinan kehamilan.

    3. Doggy style

    Hampir mirip dengan rear entry tadi, poissi ini juga meliputi penetrasi yang dalam sehingga dapat membantu sperma untuk ‘lebih dekat’ dengan sel telur.

    4. Jangan dengan posisi berdiri dan duduk

    Melakukan seks dalam posisi berdiri ataupun duduk bisa menghambat sperma untuk bergerak sesuai dengan alur yang seharusnya. Lebih baik untuk menghindari posisi berdiri dan duduk agar sperma bisa benar-benar masuk ke dalam rahim. Meski tak akan sepenuhnya menghilangkan kemungkinan kehamilan, namun ada baiknya untuk mencoba posisi lain yang lebih menguntungkan.

    5. Misionaris

    Posisi klasik satu ini dikenal sebagai salah satu posisi terbaik bagi pasutri yang ingin cepat-cepat mendapat momongan. Ketika bercinta dalam posisi berbaik, sperma juga akan lebih mudah untuk bisa melalui serviks dan masuk ke dalam uterus.

    “Meletakkan bantal di bawah pelvis atau pinggul saat berhubungan seks dalam posisi misionaris mungkin bisa meningkatkan posisi kemiringan ke atas pada vagina, sehingga berpotensi meningkatkan penerimaan semen,” jelas dr Anate Brauer, SpOG.

    6. Berbaring setelah seks

    “Direkomendasikan bagi wanita untuk melakukan ini (berbaring setelah seks) selama 5 sampai 10 menit,” jelas spesialis fertilitas dari Albany IVF, dr Sonia Elguero.

    Pasalnya, berbaring setelah seks mungkin bisa membantu sperma bisa masuk ke dalam serviks.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Yakin ‘Keluar di Luar’ saat Bercinta Nggak Bikin Hamil? Padahal Ini Temuan Studi


    Jakarta

    Kondom atau pil kb kerap menjadi pilihan pasangan yang sedang menunda kehamilan. Meski begitu, ada pula pasangan yang lebih memilih untuk ‘keluar di luar’ saat berhubungan seksual. Faktanya, precum yang keluar tetap dapat menyebabkan kehamilan.

    Precum atau pra-ejakulasi adalah cairan yang terkadang muncul di ujung penis sebelum ejakulasi. Ini bisa terjadi kapan saja selama muncul gairah seksual.

    Dikutip dari Flo, precum memiliki fungsi untuk membantu uretra bersiap mengeluarkan air mani. Cairan ini dapat membuat uretra dan vagina menjadi lebih ramah bagi sel sperma yang sedang dalam perjalanan untuk membuahi sel telur. Selain itu, precum juga memberikan pelumas untuk membantu sperma dalam perjalanannya sekaligus membuat ujung penis licin dan siap untuk berhubungan.


    Meskipun mirip, precum berbeda dengan air mani. Precum diproduksi di kelenjar Cowper dan terdiri dari enzim dan lender. Jadi, dalam bentuknya yang paling murni, precum sebenarnya tidak mengandung sel sperma hidup sama sekali, Namun, precum sering terkontaminasi dengan sperma saat bergairah.

    Maka dari itu, precum dapat menyebabkan kehamilan. Meskipun memang secara alami tidak mengandung sperma, jika seorang pria baru saja mengalami ejakulasi maka sisa sperma dapat tetap berada di dalam uretra.

    Sebuah studi pada 2013 menemukan bahwa jejak sperma hidup 41 persen orang yang melakukan survey memiliki jejak sperma hidup di precum mereka. Ingatlah bahwa hanya dibutuhkan satu sperma untuk membuahi sel telur dan memulai kehamilan.

    Meskipun tidak mungkin mengetahui apakah precum pasangan mengandung sperma, yang jelas adalah metode ‘keluar di luar’ sangat berisiko dalam hal mencegah kehamilan. Faktanya, sebuah studi pada 2017 menemukan bahwa 20 persen orang yang mengandalkan penarikan untuk kontrasepsi berakhir dengan kehamilan yang tidak diinginkan.

    Penting juga untuk diketahui bahwa meskipun pasangan menarik penis keluar dari vagina sebelum ejakulasi, beberapa air mani masih bisa berakhir di dekat vagina dan sperma bisa berenang ke saluran vagina.

    Jika tidak berencana untuk hamil, lebih baik menggunakan metode kontrasepsi yang lebih aman. Metode pengendalian kelahiran berikut terbukti lebih efektif daripada ‘keluar di luar’, seperti:

    Kehamilan juga bukan satu-satunya risiko yang datang dengan metode penarikan. Precum juga dapat menyebarkan infeksi menular seksual (IMS). Menurut WHO, IMS biasanya menyebar melalui kontak seksual. HIV, klamidia, hepatitis B, dan gonore dapat menyebar melalui cairan, termasuk precum.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ingin Cepat Hamil? 7 Menu Sarapan Ini Boleh Dicoba buat Tingkatkan Kesuburan


    Jakarta

    Banyak pasutri mencoba berbagai cara demi bisa memiliki momongan. Nyatanya, merencanakan kehamilan memang membutuhkan banyak usaha, misalnya terkait gaya hidup dan pola makan yang sehat.

    Sarapan penting untuk tubuh memulai hari. Selektif soal menu sarapan di pagi hari juga bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesuburan, khususnya untuk pasutri yang tengah merencanakan kehamilan.

    Dikutip dari Romper, menurut studi yang dilakukan oleh Harvard Medical School, pola makan yang kaya akan zat besi dan lemak sehat umumnya bisa meningkatkan fertilitas atau kesuburan.


    Berikut adalah 7 ide menu sarapan yang bisa membantu menjaga kesehatan organ reproduksi dan membantu meningkatkan kesuburan.

    1. Telur

    Telur rebus, telur mata sapi, omelet, dan telur orak-arik adalah sebagian dari begitu banyaknya masakan berbahan telur yang bisa dijadikan menu sarapan. Pada dasarnya, telur mengandung banyak vitamin D yang baik untuk kesehatan organ reproduktif wanita.

    Berdasarkan sebuah studi pada 2018, wanita dengan kadar vitamin D yang lebih tinggi mengalami kemungkinan tingkat kehamilan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki kondisi defisiensi vitamin D.

    2. Salmon

    Selain telur, ikan salmon juga memiliki kandungan vitamin D yang dibutuhkan oleh tubuh. Diketahui, satu porsi ikan salmon mengandung sekitar 670 IU vitamin D. Tak hanya itu, salmon juga mengandung lemak sehat yang baik untuk tubuh dan juga kesuburan.

    3. Sereal yang diperkaya zat besi

    Kabar baik bagi para penggemar sereal! Pasutri dapat memilih menu sarapan sereal yang mengandung zat besi untuk menjadi menu sarapan. Hal ini dapat dilihat pada bagian label nutrisi di kemasan sereal favorit anda.

    Merujuk pada studi yang dilakukan oleh Harvard Medical School, makanan yang kaya akan zat besi bisa berdampak baik pada kesuburan wanita.

    4. Yogurt full fat

    Menurut profesor ahli nutrisi dan epidemologi di Harvard School of Public Health, Walter Willet, MD, produk-produk susu low fat atau rendah lemak bisa menganggu proses seseorang untuk hamil.

    “Lebih banyak produk susu full fat yang dikonsumsi, lebih kecil kemungkinan terjadinya permasalahan (pada kehamilan),” jelas Walter lebih lanjut.

    5. Alpukat

    Alpukat dikenal sebagai salah satu makanan yang penting untuk menjaga kesehatan organ reproduksi dan kesuburan, baik pada wanita maupun pria.

    Menurut studi yang dirilis oleh Harvard Health Publishing, kandungan lemak sehat yang ada pada alpukat bisa membantu tubuh merespons pada insulin, yang juga membantu pada tingkat kesuburan.

    Alpukat bisa anda konsumsi secara langsung ataupun dipadukan dengan roti panggang untuk menambah kelezatan.

    6. Buah-buahan beri

    Buah beri, seperti rasberi, stroberi, dan bluberi, memiliki kandungan antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Terlebih, kandungan antioksidan ini dapat membantu menjaga kesehatan sel-sel pada organ reproduksi.

    Buah-buahan ini bisa dikonsumsi dengan sendirinya atau dipadukan dengan yogurt ataupun sereal untuk menambah manfaatnya.

    7. Buah sitrus

    Dikutip dari Healthline, buah sitrus bisa membantu tubuh untuk dapat menyerap zat besi dengan lebih baik dan maksimal. Beberapa contoh buah sitrus yang bisa dikonsumsi, yakni jeruk, lemon, grapefruit, hingga jeruk nipis.

    Buah-buahan ini dapat anda kombinasikan dengan menu sarapan lainnya atau olah dalam bentuk jus sebagai opsi sarapan yang cepat dan praktis.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy