Tag: keilmuan

  • 5 Fakta Unik tentang Beasiswa Djarum


    Jakarta

    Djarum Beasiswa Plus 2025/2026 masih dapat didaftar hingga 11 Juli 2025. Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa yang tengah menempuh S1/D4 semester IV dari bidang keilmuan mana pun.

    Ada beberapa keunikan dari beasiswa Djarum ini. Bagi kalian yang tertarik mendaftar, cek apa saja hal-hal menarik menyangkut beasiswa ini ya!

    Fakta Unik beasiswa Djarum

    1. Mendapat Pelatihan Soft Skills

    Penerima Djarum Beasiswa Plus atau yang disebut sebagai Beswan Djarum, akan mendapatkan pelatihan soft skills. Beberapa pelatihan tersebut adalah character building, nation building, leadership development, competition challenges, dan international exposure.


    Dikatakan dalam situs resmi, pada kegiatan ini penerima beasiswa akan dibekali enam kualitas dasar yakni keingintahuan, inisiatif, kegigihan, adaptabilitas, kepemimpinan, serta kesadaran akan isu sosial dan budaya.

    Setelah memperoleh pelatihan soft skills, Beswan Djarum akan mendapatkan kesempatan untuk menerapkan keterampilan lunak tersebut dengan cara melibatkan diri dalam memberikan jalan keluar terhadap suatu masalah sosial di lingkungan masing-masing.

    3. Program Nation Building

    Puncak pelatihan atau pembekalan bagi Beswan Djarum adalah nation building. Pelatihan ini adalah untuk menguatkan wawasan kebangsaan tentang makna serta hakikat bangsa dan kebangsaan.

    Agenda ini mencakup rangkaian acara diskusi kebangsan dan cultural visit.

    4. Kontes Esai

    Kegiatan ini bertujuan melatih kepedulian dan kepekaan penerima beasiswa mengenai masalah sosial di sekitarnya. Beswan Djarum juga didorong untuk mampu menuangkan ide dan gagasan secara autentik, sehingga ia dapat memberikan solusi yang valid melalui tulisannya dan mampu meyakinkan pembaca.

    5. Eksposur Internasional

    Penerima beasiswa akan difasilitasi untuk mengikuti berbagai kegiatan berskala internasional. Sehingga, mereka turut serta mengharumkan nama bangsa.

    Demikian fakta-fakta beasiswa Djarum. Jika kalian tertarik mendaftar, informasi persyaratannya bisa dicek di bawah ini:

    Syarat Djarum Beasiswa Plus 2025/2026

    • Sedang menempuh pendidikan S1/D4 pada semester IV dari semua bidang keilmuan
    • IPK minimal 3.0 pada semester 3 dan mampu mempertahankan IPK minimal 3.0 sampai akhir semester IV
    • Aktif dalam kegiatan organisasi baik di dalam ataupun di luar kampus
    • Tidak tengah menerima beasiswa dari pihak lain
    • Kuliah di perguruan tinggi mitra program Djarum Beasiswa Plus, yang daftarnya bisa dicek di sini. https://djarumbeasiswaplus.org/tentang_kami/daftar-perguruan-tinggi-program-djarum-beasiswa-plus#page-2

    Jadwal Djarum Beasiswa Plus 2025/2026

    • Pendaftaran online: 6 Mei-11 Juli 2025
    • Seleksi administrasi: 12-15 Juli 2025
    • Tes tulis online: 16-29 Juli 2025
    • Tes offline dan wawancara: 30 Juli-5 Oktober 2025
    • Pengumuman: 10 Oktober 2025.

    (nah/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey
  • Soal Lahan Kerja Alumni Beasiswa LPDP Kurang, Begini Saran Pakar UNY



    Jakarta

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan alasan penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air juga karena kurangnya lahan kerja yang cocok di Indonesia. Ia mengakui saat ini pemerintah juga masih kekurangan dana untuk mengatasi masalah ini.

    “Kalau yang orang bebas (tanpa ikatan dinas), dia belajar, kemudian kalau pulang, dia mungkin belum ada pekerjaan di sini. Pemerintah nggak mungkin juga mendanai mereka kan. Ya, hanya bisa kasih beasiswa,” ucapnya usai rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (6/11/2024).

    Evaluasi Bidang Ilmu di Beasiswa LPDP

    Soal pengkajian ulang tersebut, pakar kebijakan pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Dr Arif Rohman MSi menilai beasiswa LPDP pada dasarnya positif untuk mendorong penciptaan sumber daya manusia yang memang bermanfaat untuk Indonesia.


    Namun, merespons kondisi kurangnya lahan pekerjaan yang cocok untuk lulusan LPDP, ia menyarankan agar bidang ilmu yang dapat dilamar pada beasiswa LPDP dievaluasi kembali agar sesuai dengan kebutuhan di Indonesia.

    “Perlu ada semacam evaluasi, selama ini keilmuan mana yang dibutuhkan, apakah selama ini sudah match atau mismatch. Kan tidak semua ilmu yang dibutuhkan, ada kajian atau keilmuan yang oversupply lulusannya, ada yang undersupply,” kata Arif dalam detikSore: Saat Negara Menuntut Return dari Alumni LPDP, Kamis (7/11/2024).

    Arif mengatakan kuota beasiswa LPDP pada cabang keilmuan yang sangat membutuhkan talenta baru bisa ditambahkan. Sedangkan kuota pada cabang keilmuan yang sudah jenuh atau oversupply tidak perlu diberi terlalu banyak.

    Adapun pada bidang ilmu yang tidak dibutuhkan dan tidak relevan menurutnya tidak perlu dibuka dengan kuota tinggi.

    “Disesuaikan dengan kebutuhan agar tingkat relevansinya pas dengan kebutuhan. Ini perlu dilakukan, mumpung ada pemerintahan baru, pejabat kementerian baru, saya kira tepat untuk melakukan reevaluasi untuk kebijakan LPDP,” ucapnya.

    Ia menggarisbawahi, peninjauan ulang bidang keilmuan yang dibuka untuk pelamar beasiswa LPDP ke depannya diharapkan tidak mengurangi kuota penerimaan, tetapi justru meningkatkan dan mengembangkannya.

    Memilah Jurusan yang Dibuka di Beasiswa LPDP

    Arif menilai pengelola beasiswa LPDP ke depannya juga perlu mempertimbangkan orientasi beasiswa LPDP. Ia menyarankan perlu ada jalan tengah antara pilihan elitis dan populis.

    Ia menjelaskan, pada orientasi elitis, cabang keilmuan yang dapat diambil pelamar beasiswa LPDP akan harus benar-benar dibutuhkan. Pelamarnya juga hanya yang benar-benar berkompetensi. Mereka didorong dan difasilitasi untuk dapat mengakses pendidikan tinggi berkualitas kendati berbiaya tinggi.

    “Jadi terseleksi dari segi keilmuan dan pendaftar yang akan mengambil. Pada akhirnya, pemanfaatan alumninya sekaligus disusun, dirancang untuk pengembangan pembangunan ke depan,” jelas Arif.

    Sedangkan jika beasiswa LPDP akan diorientasikan populis, maka tujuannya untuk mencetak sebanyak mungkin ilmuwan, termasuk pada ilmu yang sudah oversupply. Pada orientasi populis, kuota yang diterima pada cabang ilmu yang sudah oversupply tetap dibuka dengan jumlah besar.

    “Atau tengah-tengah, tidak terlalu populis dan tidak terlalu populis. Ini menjadi kuasi. Sebab kalau elitis, banyak pihak kecewa. Jadi peminat yang melimpah ruah (tapi tidak lolos beasiswa),” ucapnya.

    Prioritas Beasiswa LPDP

    Sementara itu, Mendiktisaintek Satryo mengatakan penerimaan beasiswa LPDP ke depan akan fokus mendukung program Presiden Prabowo Subianto, yaitu dalam swasembada pangan, swasembada energi, persediaan air, dan hilirisasi.

    Ia mengatakan prioritas di atas tidak menutup kemungkinan bagi peminat beasiswa LPDP di bidang ilmu lain. Penerima beasiswa LPDP ke depan menurutnya juga diharapkan juga akan terus naik.

    “Yang bidang lain, kalau memang ada yang menonjol dan patut didanai, kita danai,” ucapnya.

    “Kalau jumlah penerimanya kita inginkan tiap tahun naik terus, berarti hanya fokusnya saja (yang ke program pemerintah),” sambung Satryo.

    Apa pendapatmu soal wacana penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air? Bagikan pandangan kamu di Point of View (PoV) detikEdu, klik di sini!

    (twu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Beasiswa Santri Berprestasi 2024 Dibuka, Cek Syarat Daftarnya di Sini!



    Jakarta

    Kementerian Agama (Kemenag) RI kembali membuka Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) pada tahun ini. Pendaftaran akan digelar mulai 3 hingga 13 Juli 2024.

    Plt Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag, Waryono Abdul Ghofur mengatakan beasiswa ini dibuka pada 35 pilihan perguruan tinggi mitra dan 97 program studi.

    “Alhamdulillah, pendaftaran PBSB secara online dibuka mulai 3 Juli 2024. PBSB ini peluang bagi para santri di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, kami mengundang para santri untuk mengambil kesempatan dan mendaftarkan diri dengan melengkapi persyaratan yang sudah ditentukan,” katanya, dilansir dari laman Kemenag, Rabu (3/7/2024).


    Kuota PBSB tahun 2024 sebanyak 1.000 santri. Beasiswa bisa dimanfaatkan untuk mendaftar studi ke jenjang S1, S2, hingga S3.

    “PBSB ini dirancang untuk memberikan peluang yang lebih luas bagi lulusan satuan pendidikan yang terintegrasi dengan Pesantren, dalam rangka mengembangkan minat bakat dan penguasaan disiplin keilmuan serta dalam rangka pengabdian kepada Pesantren,” terang Waryono.

    Syarat Pendaftaran Beasiswa Santri Berprestasi 2024

    • Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Santri yang berasal dari pesantren di bawah naungan Kemenag dibuktikan dengan kepemilikan Nomor Statistik Pesantren (NSP) dan aktif dalam pemutakhiran data pada EMIS Ditjen Pendidikan Islam
    • Santri dari satuan pendidikan PDF/SPM/PKPPS/Ma’had Aly dan/atau MAS/MAN/SMA/SMK yang menjadi bagian dari pesantren
    • Santri mukim minimal 3 tahun berturut-turut dibuktikan surat keterangan yang ditandatangani oleh pimpinan pesantren
    • Mempunyai akhlak terpuji dan layak mengikuti seleksi PBSB serta direkomendasikan oleh pimpinan pesantren dibuktikan surat rekomendasi
    • Mempunyai kemampuan berbahasa Arab
    • Mampu membaca dan memahami Kitab Kuning
    • Mempunyai wawasan dan komitmen dalam mengimplementasikan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil’alamin
    • Mempunyai prestasi akademik atau non akademik dibuktikan piagam atau sertifikat disertai lampiran nilai rapor satu tahun terakhir

    Berkas Persyaratan Beasiswa Santri Berprestasi 2024

    1. Jalur Reguler

    Program S1

    • Scan asli pas foto berwarna ukuran 3×4
    • Scan asli Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    • Jika belum memiliki KTP, bisa menggunakan akte kelahiran
    • Scan Kartu Keluarga (KK)
    • Scan asli rapor halaman identitas santri dan halaman nilai satu tahun terakhir
    • Hasil pindai asli salinan ijazah yang dilegalisir atau surat keterangan lulus SPM/PDF/PKPPS/MAS/MAN/SMA/SMK;
    • Scan asli piagam atau sertifikat prestasi akademik dan/atau non akademik (jika ada)
    • Scan surat keterangan mukim ditandatangani oleh pimpinan Pesantren
    • Scan asli surat rekomendasi dari pesantren asal santri ditandatangani oleh pimpinan pesantren
    • Scan asli surat pernyataan kebenaran data dan dokumen ditandatangani dan bermaterai Rp.10.000
    • Scan asli Surat Pernyataan Komitmen Calon Mahasantri PBSB bermaterai Rp.10.000,- dan bertanda tangan santri bersangkutan
    • Scan asli surat keterangan santri mampu membaca dan memahami Kitab Fathul Qarib bagi pendaftar pada Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah
    • Scan asli surat pernyataan bersedia mematuhi peraturan Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah bermaterai Rp.10.000 dan bertanda tangan santri bersangkutan

    Program S2

    • Scan asli pas foto berwarna ukuran 3×4
    • Scan asli Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    • Scan Akte Kelahiran
    • Scan Kartu Keluarga (KK)
    • Scan asli salinan ijazah S1/sederajat yang telah dilegalisir
    • Scan asli salinan transkrip nilai jenjang S1/sederajat yang telah dilegalisir
    • Proposal rencana penelitian untuk tesis
    • Scan asli surat izin dari pimpinan pesantren atau guru besar atau dosen atau atasan langsung bagi yang sudah bekerja
    • Daftar publikasi karya ilmiah telah diterbitkan (jika ada)
    • Scan asli piagam atau sertifikat prestasi akademik dan/atau non akademik (jika ada)
    • Scan asli surat rekomendasi dari pesantren asal pendaftar ditandatangani oleh pimpinan pesantren
    • Scan asli surat pernyataan kebenaran data dan dokumen bermaterai Rp 10.000, dan bertanda tangan santri bersangkutan
    • Scan asli surat pernyataan komitmen calon mahasantri PBSB bermaterai Rp.10.000 dan bertanda tangan santri bersangkutan
    • Scan asli surat keterangan santri mampu membaca dan memahami Kitab Fathul Qarib bagi pendaftar pada Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah
    • Scan asli surat pernyataan bersedia mematuhi peraturan Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah bermaterai Rp 10.000 dan bertanda tangan santri bersangkutan

    2. Jalur LoA

    Program S1

    • Scan asli pas foto berwarna ukuran 3×4
    • Scan asli Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    • Jika belum memiliki KTP, bisa menggunakan akte kelahiran
    • Scan Kartu Keluarga (KK)
    • Scan asli rapor halaman identitas santri dan halaman nilai satu tahun terakhir
    • Hasil pindai asli salinan ijazah yang dilegalisir atau surat keterangan lulus SPM/PDF/PKPPS/MAS/MAN/SMA/SMK
    • Scan asli piagam atau sertifikat prestasi akademik dan/atau non akademik (jika ada)
    • Scan surat keterangan mukim ditandatangani oleh pimpinan Pesantren
    • Scan asli surat rekomendasi dari pesantren asal santri ditandatangani oleh pimpinan pesantren
    • Scan asli surat pernyataan kebenaran data dan dokumen ditandatangani dan bermaterai Rp.10.000
    • Scan asli surat pernyataan komitmen calon Mahasantri PBSB bermaterai Rp.10.000 dan bertanda tangan santri bersangkutan
    • Scan asli surat keterangan santri mampu membaca dan memahami Kitab Fathul Qarib bagi pendaftar pada Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah
    • Scan asli surat pernyataan bersedia mematuhi peraturan Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah bermaterai Rp.10.000 dan bertanda tangan santri bersangkutan
    • Scan asli LoA Unconditional atau surat yang menyatakan dan menerangkan bahwa pendaftar telah diterima tanpa syarat pada perguruan tinggi

    Program S2

    • Scan asli pas foto berwarna ukuran 3×4
    • Scan asli Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    • Scan Akte Kelahiran
    • Scan Kartu Keluarga (KK)
    • Paspor bagi pendaftar program Double Degree dan pilihan studi S2 di Universitas Yordania
    • Sertifikat bahasa Inggris TOEFL/IELTS bagi pendaftar program Double Degree dan pilihan studi S2 di Universitas Yordania
    • Scan asli salinan ijazah S1/sederajat yang telah dilegalisir
    • Scan asli salinan transkrip nilai jenjang S1/sederajat yang telah dilegalisir
    • Proposal rencana penelitian untuk tesis
    • Scan asli surat izin dari pimpinan pesantren atau guru besar atau dosen atau atasan langsung bagi yang sudah bekerja
    • Daftar publikasi karya ilmiah telah diterbitkan (jika ada)
    • Scan asli piagam atau sertifikat prestasi akademik dan/atau non akademik (jika ada)
    • Scan asli LoA Unconditional atau surat yang menyatakan dan menerangkan bahwa pendaftar telah diterima tanpa syarat pada perguruan tinggi
    • Scan asli surat pernyataan kebenaran data dan dokumen ditandatangani dan bermaterai Rp.10.000
    • Scan asli surat pernyataan komitmen calon Mahasantri PBSB bermaterai Rp.10.000 dan bertanda tangan santri bersangkutan
    • Scan asli surat keterangan santri mampu membaca dan memahami Kitab Fathul Qarib bagi pendaftar pada Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah
    • Scan asli surat pernyataan bersedia mematuhi peraturan Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah bermaterai Rp.10.000 dan bertanda tangan santri bersangkutan

    Jadwal Seleksi Beasiswa Santri Berprestasi 2024

    1. Pendaftaran online: 3-13 Juli 2024
    2. Seleksi administrasi (tahap 1): 3-15 Juli 2024
    3. Pengumuman kelayakan lanjut Tes Berbasis Elektronik (tahap 2): 17 Juli 2024
    4. Sosialisasi bimbingan Tes Berbasis Elektronik: 18 Juli 2024
    5. Pelaksanaan Tes Berbasis Elektronik: 20 Juli 2024
    6. Pengumuman kelayakan lanjut wawancara (tahap 3): 24 Juli 2024
    7. Sosialisasi bimbingan wawancara: 26 Juli 2024
    8. Pelaksanaan wawancara: 28-31 Juli 2024
    9. Pengumuman kelulusan akhir: 7 Agustus 2024
    10. Daftar ulang di perguruan mitra PBSB: sesuai kalender akademik masing-masing kampus
    11. Masa perkuliahan: sesuai kalender akademik masing-masing kampus
    12. Pencairan dan penyaluran dana PBSB: September-Oktober 2024

    Nah, itulah syarat hingga jadwal seleksi Beasiswa Santri Berprestasi 2024. Ayo segera daftarkan dirimu lewat laman https://pendaftaran-beasiswa.kemenag.go.id/pbsb!

    (cyu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / aaron burden
  • 6 Tips Menulis Esai untuk Daftar Beasiswa Unggulan 2024, Jangan Asal!



    Jakarta

    Beasiswa Unggulan Berprestasi 2024 sudah dibuka pendaftarannya mulai 1 – 15 Juli 2024. Beasiswa ini menawarkan bantuan pendidikan S1, S2, dan S3.

    Salah satu syarat yang harus dipersiapkan pelamar mulai dari sekarang adalah esai. Kualitas esai yang dibuat akan menentukan apakah pelamar lolos seleksi administrasi atau tidak.

    Sehingga, pelamar perlu mengetahui ketentuan hingga format penulisan esai yang benar. Mengutip laman Beasiswa Unggulan Kemdikbud dan Puslapdik Kemdikbud, berikut ketentuan dan tips menulis esai untuk daftar Beasiswa Unggulan 2024:


    Ketentuan Penulisan Esai Beasiswa Unggulan 2024

    1. Beasiswa Program Sarjana

    • Judul/tema esai adalah “Karya Hebatku untuk Kemajuan Indonesia”
    • Esai ditulis pada kolom esai paling sedikit 1.000 kata dan paling banyak 1.500 kata
    • Esai berisi deskripsi diri, deskripsi tentang karya yang pernah dihasilkan, karya hebat yang akan dihasilkan setelah menyelesaikan studi, dan bagaimana karya hebat yang akan dihasilkan tersebut dapat berguna bagi kemajuan Indonesia

    2. Beasiswa Program Magister

    • Judul/tema esai adalah “Karya Hebatku untuk Kemajuan Indonesia”
    • Esai ditulis pada kolom esai paling sedikit 1.500 kata dan paling banyak 2.000 kata
    • Esai berisi deskripsi diri, deskripsi tentang karya yang pernah dihasilkan, karya hebat yang akan dihasilkan setelah menyelesaikan studi, dan bagaimana karya hebat yang akan dihasilkan tersebut dapat berguna bagi kemajuan Indonesia

    3. Beasiswa Program Doktor

    • Judul/tema esai adalah “Karya Hebatku untuk Kemajuan Indonesia”
    • Esai ditulis pada kolom esai paling sedikit 1.500 kata dan paling banyak 2.000 kata
    • Esai berisi deskripsi diri, deskripsi tentang karya yang pernah dihasilkan, karya hebat yang akan dihasilkan setelah menyelesaikan studi, dan bagaimana karya hebat yang akan dihasilkan tersebut dapat berguna bagi kemajuan Indonesia

    4. Beasiswa Penyandang Disabilitas

    • Judul/tema esai adalah “Karya Hebatku untuk Kemajuan Indonesia”
    • Esai ditulis pada kolom esai paling sedikit 1.500 kata dan paling banyak 2.000 kata
    • Esai berisi deskripsi diri, deskripsi tentang karya yang pernah dihasilkan, karya hebat yang akan dihasilkan setelah menyelesaikan studi, dan bagaimana karya hebat yang akan dihasilkan tersebut dapat berguna bagi kemajuan Indonesia

    Tips Menulis Esai untuk Daftar Beasiswa Unggulan 2024

    Agar esai yang dibuat detikers bisa memiliki bobot besar dalam seleksi Beasiswa Unggulan 2024, Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek dalam bukunya yang berjudul “Beasiswa Pemutus Mata Rantai Kemiskinan” (2022) telah membagikan tipsnya. Simak yuk!

    1. Hindari Membuat Esai di Hari Terakhir

    Dikarenakan berbagai kesibukkan atau alasan, terkadang pelamar beasiswa baru membuat esai saat mendekati hari terakhir pendaftaran. Menurut Abdul, hal ini perlu dihindari.

    Pelamar lebih baik membuatnya jauh-jauh hari. Hal tersebut dikarenakan esai perlu dirancang dengan baik agar isinya dapat menarik perhatian penilai.

    2. Kenali Tim Seleksi

    Tips ini jarang disadari oleh pelamar tetapi menjadi penting untuk mengetahui akan dibuat seperti apa esainya. Detikers bisa melihat tim seleksi di website penyedia beasiswa.

    Setelah mengetahui siapa saja tim seleksi beasiswa, tuliskan esai yang sesuai dengan keilmuan mereka. Jelaskan bahwa kepribadian hingga kemampuanmu memenuhi kriteria tim seleksi.

    3. Pilih Topik yang Dikuasai

    Meskipun tema esai sudah ditentukan, tetapi pelamar bisa memilih topik relevan yang sesuai dengan minat atau bakat pelamar. Jangan lupa, kaitkan juga topik dengan tujuan prodi yang dipilih.

    4. Tidak Bertele-tele

    Esai yang baik berisikan informasi yang jelas dan padat. Tulislah kontribusi yang ada hubungannya dengan prodi yang dipilih. Setelah itu, jabarkan strategi konkretnya.

    Abdul mengatakan biasanya tim seleksi mencari kandidat yang bisa menjelaskan visi, misi, dan strategi masa depannya secara jelas.

    5. Hindari Kesalahan Ejaan-Tulisan

    Tak cuma topik yang dipilih, tim seleksi juga akan menilai ejaan hingga tanda baca penulisan. Oleh karena itu, perhatian teknis menulis dengan baik.

    Begitu juga pada format penulisan. Usahakan mengecek kembali ketentuan format tulisan hingga jumlah maksimal dan minimal kata.

    6. Buat Kerangka

    Kerangka dapat memudahkan penulis esai dalam mencari data hingga pokok kalimat. Dengan begitu, susunan esai bisa lebih runtut dan tidak loncat-loncat.

    Itulah beberapa tips menulis esai untuk daftar Beasiswa Unggulan 2024. Jangan sampai ada salah ya!

    (cyu/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / aaron burden
  • Beasiswa Indonesia-Austria 2025 Khusus Dosen Dibuka Lagi, Ada Tunjangan Keluarga!



    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP) 2025. Beasiswa ini diberikan khusus kepada dosen di bawah binaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kementerian Diktisaintek) yang ingin melanjutkan pendidikan jenjang doktor (S3) di kampus Austria.

    Dibuka hingga 1 Maret 2025 mendatang, pendaftaran IASP dilakukan melalui http://beasiswadosen.kemdikbud.go.id/. Setiap tahunnya, beasiswa ini membuka kuota hingga 15 penerima dengan bidang studi atau penelitian yang fokus pada Ilmu Pengetahuan Alam, Teknik, Kedokteran, Ilmu Kesehatan, Pertanian, Ilmu Sosial dan Humaniora, serta Seni.

    Siap mendaftar? Berikut informasinya dikutip dari laman Ditjen Diktiristek, dan Austria’s Agency for Education and Internationalisation, Selasa (29/10/2024).


    Syarat Beasiswa IASP 2025

    Adapun syarat yang harus dipenuhi calon awardee beasiswa IASP 2025 yakni:

    1. Dosen tetap pada perguruan tinggi di bawah pembinaan Kementerian Diktisaintek
    2. Memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN)
    3. Memiliki surat izin dari pemimpin perguruan tinggi asal (untuk dosen perguruan tinggi negeri) dan/atau dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah masing-masing (untuk dosen PTS)
    4. Memiliki gelar magister (S2) dengan tahun kelulusan maksimal 5 tahun pada tahun pendaftaran
    5. Belum memiliki gelar doktor (S3) dan tidak sedang menempuh pendidikan jenjang doktor (on-going)
    6. Memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan ketentuan skor minimal yaitu: TOEFL iBT 90; atau TOEFL ITP 550; atau IELTS 6,5, yang masih berlaku (maksimal dua tahun terakhir)
    7. Mempunyai usulan penelitian yang telah disetujui calon pembimbing/supervisor di perguruan tinggi Austria
    8. Berusia maksimal 35 tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran
    9. Memiliki CV dalam bahasa Inggris
    10. Memiliki 2 buah surat rekomendasi akademik berbahasa Inggris
    11. Memiliki paspor yang masih berlaku minimal 1 tahun
    12. Memiliki Letter of Acceptance (LoA) yang masih berlaku dan tidak bersyarat (unconditional) dari perguruan tinggi tujuan atau dari calon pembimbing/supervisor di perguruan tinggi tujuan
    13. Memiliki ijazah dan transkrip nilai pendidikan program magister dalam bahasa Inggris sesuai dengan aslinya
    14. Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan dokter rumah sakit pemerintah
    15. Pelamar yang berstatus suami/istri dan memiliki bidang keilmuan yang sama, tidak diperkenankan melamar pada perguruan tinggi yang sama dan/atau dibimbing oleh supervisor yang sama.

    Manfaat Beasiswa IASP 2025

    • Biaya pendidikan hingga akhir
    • Tunjangan hidup bulanan sebesar EUR 1.150 atau sekitar Rp 19.543.560 (per kurs hari ini sebesar Rp 16.994)
    • Tiket pesawat dengan biaya maksimum EUR 1.000 atau sekitar Rp 16 juta
    • Tunjangan transportasi bulanan sebesar EUR 80 atau sekitar Rp 1,3 juta
    • Tunjangan keluarga bulanan maksimal sebesar EUR 250 atau Rp 4,2 juta untuk pasangan dan tambahan EUR 250 atau Rp 4,2 juta untuk maksimal satu anak. Tunjangan keluarga diberikan di tahun ke-2 dan ke-3 mahasiswa.

    Pendaftaran masih dibuka hingga bulan Maret 2025. Informasi lebih lengkap bisa lihat di sini atau mengunjungi tautan https://grants.at/en/. Selamat mendaftar!

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Soal Lulusan LPDP Tak Harus Pulang ke RI, Pakar BRIN dan Awardee Beri Tanggapan


    Jakarta

    Beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan pernyataan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro yang menegaskan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tidak harus kembali ke Indonesia.

    Hal ini bisa dilakukan karena menurutnya Indonesia belum bisa menjamin pekerjaan bagi para alumni. Oleh karena itu, ia menyarankan agar mereka bisa berkembang di luar negeri.

    “Kasihan dia nanti. Ilmunya tinggi, di sini tidak ada wadahnya. Lebih baik kamu teruskan ke sana saja. Yang penting merah putih,” kata Satryo, sebagaimana dikutip dari arsip detikEdu, Senin (25/11/2024).


    Mahasiswa diberikan kebebasan di luar negeri untuk meniti karier dan prestasi yang baik di perusahaan internasional atau bahkan multinasional. Kemudian ketika suatu hari ia menemukan inovasi, bisa ikut membanggakan Indonesia.

    “Kemudian, dia suatu hari menemukan inovasi. Kan kita bilang, Indonesia yang menemukan inovasi itu. Meskipun di luar negeri. Kan masih merah putih dia,” sambungnya.

    Respons dari Pakar BRIN

    Menanggapinya, Kepala Pusat Riset Kebijakan Publik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yanuar F Wismayanti PhD menjelaskan memang ada multitafsir dari pernyataan Mendiktisaintek. Bukan serta-merta tidak pulang ke RI, lulusan LPDP kini diberikan kesempatan untuk menjalin kolaborasi.

    “Dalam artian nggak pulang ke Indonesia itu maksudnya memang diberikan kesempatan untuk menjalin kolaborasi. Ke depannya (untuk) membangun bangsa kembali gitu, bukan berarti melepaskan,” kata Yanuar kepada detikEdu usai acara Berembuk Berdampak 10 tahun Seruni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) di Balai Sidang UI, Depok, Senin (25/11/2024).

    Lebih lanjut, Yanuar menjelaskan pemerintah Indonesia memiliki salah satu program bernama manajemen talenta atau pembangunan talenta. Pengalaman alumni LPDP yang bekerja di luar negeri bisa menjadi sebuah investasi.

    “Investasi tidak selalu dengan bisnis ekonomi dan seterusnya. Tetapi investasi supaya nanti begitu kita ada di sana akan bisa membawa 10 orang lagi ke sana. Manajemen talenta balik lagi ke Indonesia. Jadi sebenarnya prosesnya seperti itu,” sambung Yanuar.

    Menguntungkan Awardee LPDP

    Sementara dari sisi penerima beasiswa, Fathia Fairuza awardee LPDP 2022, menjelaskan bahwa keputusan pemerintah memperbolehkan alumni berkembang di luar negeri membuka banyak opsi. Karena saat kembali ke Indonesia, banyak sekali awardee yang justru sulit mencari pekerjaan.

    Terlebih bagi mereka yang mengambil bidang studi yang belum memiliki industri di Indonesia. Kondisi ini membuat mereka kebingungan ketika kembali ke Tanah Air.

    “Nah harapannya sih dengan adanya opsi tersebut kita bisa explore karier yang lebih luas,” ucap Fathia pada acara yang sama.

    Ketika keputusan ini berjalan, Fathia memberikan catatan bagi para awardee. Menurutnya, mereka (awardee) tetap harus memberikan kontribusi dengan cara apapun ke Indonesia.

    Selanjutnya, ia juga menegaskan bahwa awardee LPDP jangan sampai pindah kewarganegaraan ketika sudah bekerja di luar negeri.

    “Karena bagaimanapun juga kita bisa menempuh pendidikan tinggi S2 atau S3 dibiayai negara yang mana itu juga uang rakyat, uang pajak rakyat,” ungkapnya.

    “Jadi aku setuju kalau misalnya boleh berkarier di luar (negeri) tapi harus tetap berkontribusi. Jangan sampai pindah kewarganegaraan,” sambung Fathia dengan tegas.

    Evaluasi LPDP

    Yanuar menilai penyelenggaraan LPDP saat ini sudah tepat dan tidak ada masalah bila dilihat dari soal pengelolaan keuangannya ataupun mekanismenya. Sebab LPDP tidak bergantung pada APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

    “LPDP sudah mempunyai mekanisme yang bagus dan itu dirasakan teman-teman penerima beasiswa. Secara pengelolaan keuangannya (juga) sudah cukup bagus,” ungkap Yuniar.

    Alih-alih LPDP, Yuniar menyarankan untuk melakukan evaluasi pada penyelenggaraan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Karena BPI menggunakan anggaran APBN.

    Sedangkan dari sisi awardee, Fathia menilai perlu dilakukannya evaluasi terkait penerima LPDP. Menurutnya, banyak oknum-oknum yang malah memanfaatkan dana beasiswa bukan untuk pendidikan.

    “Masih ada oknum-oknum yang memanfaatkan beasiswa, (bukan) untuk pendidikan tapi misalnya flexing atau batu loncatan untuk berkarier di sana (luar negeri) dan keluar dari Indonesia,” urai Fathia.

    Evaluasi juga diperlukan perihal monitoring lulusan LPDP. Alumnus Columbia University jurusan Human Right Study itu menjelaskan setelah lulus, awardee hanya mengisi satu formulir tracer study.

    “Jadi, setelah lulus kita diberikan form dari LPDP. Padahal kan siapa tahu saat form itu dibagikan kita belum dapat pekerjaan. Lalu 2 tahun padahal masa baktinya itu misalnya 4 tahun kan gak ke track lagi, karena formnya itu hanya sekali,” ceritanya.

    “Nah mungkin bisa ditingkatkan lagi monitoring prosesnya setelah awardee lulus,” tambahnya lagi.

    Kalaupun nanti kebijakan tetap mengharuskan awardee pulang ke Indonesia, Fathia berharap agar pemerintah bisa memberikan rekomendasi pekerjaan yang sesuai bagi alumni. Agar tidak menambah angka pengangguran di Indonesia.

    Minta LPDP Dikaji

    Sebagai alumni LPDP, Fathia berharap agar beasiswa ini kembali dikaji ulang. Sehingga awardee-awardee bisa menciptakan kontribusi yang luar biasa di masa mendatang.

    “Aku sangat menantikan kontribusi awardee LPDP apalagi kalau misalnya bidangnya mirip dengan keilmuan ku. Aku sangat ingin sekali bekerja sama, berkolaborasi, dan bisa berjejaring dengan awardee LPDP lainnya,” ungkapnya.

    Fathia juga berharap agar Mata Garuda atau ikatan alumni LPDP bisa lebih aktif lagi, sehingga awardee pada tahun terbaru bisa mengenal alumni lain tahun-tahun sebelumnya.

    “Kebanyakan kenalnya yang satu angkatan atau di bawah angkatan. Tapi yang dahulu kurang kenal karena kurangnya ada acara bersama, sehingga nggak bisa networking ke angkatan yang jauh,” pungkas Fathia.

    (det/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • UNESCO Akan Buka Beasiswa Khusus Bidang Kebencanaan, Seperti Apa Skemanya?



    Jakarta

    United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB akan memfasilitasi beasiswa pendidikan bagi putra-putri Indonesia yang berprestasi dalam bidang mitigasi bencana.

    Pejabat Profesional untuk Disaster Risk Reduction and Tsunami Unit (DRRTIU) IOC-UNESCO, Ardito M Kodijat, mengatakan beasiswa ini merupakan bagian dari upaya memperluas pengetahuan mitigasi bencana di kalangan pelajar.

    Perlu diketahui jika beasiswa ini tidak langsung diberikan oleh UNESCO. Lembaga tersebut akan memberikan melalui Associated Schools Program Network, sebuah jaringan sekolah global yang mempromosikan nilai-nilai UNESCO melalui pendidikan.


    “Melalui Associated Schools Program siswa-siswa berprestasi di sekolah-sekolah memiliki kesempatan untuk mengikuti pertukaran pelajar dan berkolaborasi dengan sekolah lain di berbagai negara,” kata Ardito dalam Antara dikutip Sabtu (16/11/2024).

    Menurut Ardito, fasilitasi tersebut sebagaimana yang sudah dilakukan timnya dalam forum Second UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium. Selain melakukan sosialisasi pendidikan mitigasi bencana, tim UNESCO juga mengunjungi tiga sekolah yang aktif dalam mengembangkan kegiatan Tsunami Awareness di Banda Aceh.

    “Ketiganya di Banda Aceh sudah kita lihat, mereka anak-anak yang inovatif. Kemudian melalui UNESCO ini bisa terjadi pertukaran siswa di semua negara dari SD sampai SMA,” ujarnya.

    Tentang Associated Schools Program Network UNESCO

    Associated Schools Program Network UNESCO atau ASPnet adalah lembaga yang menghubungkan hampir 10.000 sekolah dengan tujuan memupuk perdamaian dalam kaum muda. Melalui tindakan langsung, sekolah-sekolah anggota ini mempromosikan cita-cita UNESCO yang menghargai hak dan martabat, kesetaraan gender, kemajuan sosial, kebebasan, keadilan dan demokrasi, penghormatan terhadap keberagaman dan solidaritas internasional.

    Menurut laman resmi UNESCO, ASPnet didirikan pada tahun 1953 ketika UNESCO meluncurkan sebuah proyek yang disebut Scheme of Co-ordinated Experimental Activities in Education for Living in a World Community.

    Dengan partisipasi 33 sekolah menengah di 16 negara anggota, mereka ingin mendorong perdamaian, dialog dan pemahaman antarbudaya, pembangunan berkelanjutan, dan pendidikan berkualitas.

    ASPnet mempromosikan perdamaian melalui jutaan siswa, guru, kepala sekolah, dan komunitas sekolah di seluruh dunia. Koordinator Nasional di 182 negara, yang ditunjuk oleh Komisi Nasional UNESCO, bertanggung jawab atas jaringan ASP nasional.

    ASPnet juga berkolaborasi dengan kantor-kantor regional dan lapangan UNESCO serta jaringan-jaringan UNESCO seperti Ketua, Geopark, Cagar Biosfer, dan Situs Warisan Budaya.

    (nir/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Djitu 2025 Gelombang 2 Dibuka, Kuliah Gratis Plus Dana Per Semester


    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa Djitu 2025 Gelombang 2 dibuka mulai 3 Maret-14 April 2025. Mahasiswi aktif, siswa kelas 12 SMA/SMK, maupun perempuan yang gap year maksimal 2 tahun terakhir bisa mendaftar beasiswa kuliah ini.

    Beasiswa DJITU adalah program pendidikan dari Yayasan Khouw Kalbe bagi perempuan agar dapat mengembangkan dan memberi perubahan positif di daerah asalnya. Beasiswa ini diperuntukkan bagi perempuan yang mengalami tantangan sosial-ekonomi tetapi berpotensi dan berkeinginan kuat untuk kuliah pada jenjang D3, D4, dan S1.

    Beasiswa DJITU 2025 Kuliah D3, D4, S1

    Komponen beasiswa DJITU 2025 meliputi:


    • Dana pendidikan sampai lulus, maksimal Rp 10 juta per semester, yang meliputi Sumbangan Pengembangan Institusi (SPP)/SKS/Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan skripsi atau penelitian
    • Dana penunjang pengembangan kapasitas Rp 1,2 juta per semester
    • Pelatihan kepemimpinan, kesehatan (wellness), komunikasi, dan inovasi
    • Mentoring adaptasi kuliah, karier, dan kontribusi pada masyarakat

    Syarat Beasiswa DJITU 2025 Gelombang 2

    • Perempuan
    • Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Usia 17-22 tahun
    • Belum menikah
    • Merupakan:
      • Siswi SMA/SMK/sederajat kelas 12
      • Perempuan yang gap year maksimal 2 tahun terakhir
      • Mahasiswi aktif maksimal semester 2 saat mendaftar dan tidak sedang menerima beasiswa dari institusi lain
    • Berasal dari 21 daerah target, dibuktikan dengan KTP/KK
    • Nilai rapor:
      • Siswi kelas 12: Rata-rata nilai rapor pengetahuan dan keterampilan 5 semester 1-5 minimal 80 setiap semester
      • Gap year/lulusan SMA/SMK: Rata-rata nilai rapor sekolah menengah minimal 80 setiap semester
      • Mahasiswi aktif: Rata-rata nilai rapor sekolah menengah minimal 80 setiap semester, IP semester 1 minimal 3,30 dari skala 4,00
    • Memiliki jiwa kepemimpinan dan keinginan besar untuk berkontribusi pada daerah asal, dibuktikan dengan pengalaman dan keaktifan dalam organisasi
    • Melengkapi formulir pendaftaran online yang disertakan persyaratan administrasi

    Syarat Dokumen

    • Formulir pendaftaran
    • Hasil scan KTP
    • Hasil scan KK
    • Pas foto 4×6 cm
    • Hasil scan rapor SMA/SMK/sederajat kelas 10-11 bagi siswa aktif atau 10-12 bagi perempuan gap year atau mahasiswa aktif
    • Surat keterangan mahasiswa aktif dan tidak sedang menerima beasiswa dari instansi pendidikan masing-masing bagi mahasiswa, contoh bisa dicek di https://bit.ly/SuratKeteranganMahasiswa-DJITU2025
    • Esai tulis tangan minimal 250 kata pada 1 halaman kertas A4 yang menjawab “Bagaimana kamu menjawab tantangan kondisi di daerahmu yang sesuai bidang keilmuan yang jadi potensi dan cita-cita masa depanmu? Tulis rencana dan langkah yang sudah, sedang, dan akan kamu lakukan dengan rinci.”

    Syarat Bidang Studi

    • Agrikultur
    • Bisnis dan ekonomi
    • Kesehatan
    • Sains, teknologi, teknik/rekayasa, dan matematika (STEM)
    • Pendidikan keguruan STEM

    Syarat Daerah

    Pelamar harus berasal dari salah satu daerah di bawah ini:

    • Kalimantan Barat
    • Kalimantan Tengah
    • Kalimantan Timur
    • Kalimantan Selatan
    • Kalimantan Utara
    • Bali
    • NTT
    • NTB
    • Sulawesi Utara
    • Gorontalo
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Tenggara
    • Sulawesi Barat
    • Maluku
    • Maluku Utara
    • Papua
    • Papua Barat
    • Papua Barat Daya
    • Papua Selatan
    • Papua Tengah
    • Papua Pegunungan

    Jadwal Beasiswa DJITU 2025 Gelombang 2

    • Pendaftaran: 3 Maret-14 April 2025
    • Seleksi administrasi: 15 April-8 Mei 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 9 Mei 2025
    • Tes akademik: 17 Mei 2025
    • Pengumuman tes akademik: 30 Mei 2025
    • Tes wawancara: 1-29 Juni 2025
    • Pengumuman hasil tes wawancara: 1 Juli 2025
    • Pertemuan induksi: 5 Juli 2025
    • Proses onboarding: 6-26 Juli 2025
    • Orientasi: 27 Juli 2025

    Cek info Beasiswa DJITU 2025 Gelombang 2 dengan klik DI SINI dan https://bit.ly/BukuPanduanDJITU2025-Gelombang2. Semoga bermanfaat, detikers!

    (twu/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa LPDP ke Prancis Tahun 2025 Dibuka, Cek Syarat & Cara Daftarnya!



    Jakarta

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membuka beasiswa doktor atau S3 ke Prancis. Pendaftaran beasiswa sudah dimulai sejak 2 Mei hingga 2 Juni 2025.

    Beasiswa ini ditujukan bagi calon mahasiswa umum, CPNS, PNS, TNI maupun Polri. Bidang-bidang keilmuan yang tersedia selaras dengan prioritas pembangunan Indonesia.

    Durasi maksimal pembiayaan beasiswa selama 48 bulan. Pelamar nantinya akan diseleksi secara administrasi maupun substansi.


    Apa saja syarat yang diperlukan agar bisa daftar beasiswa ini? Mengutip laman resmi LPDP, berikut informasi lengkapnya.

    Komponen Beasiswa LPDP S3 ke Prancis 2025

    Dana Pendidikan

    • Biaya kuliah (tuition fee)
    • Dana pendaftaran
    • Dana tunjangan buku
    • Dana penelitian tesis
    • Dana seminar internasional
    • Dana publikasi jurnal internasional.

    Dana Pendukung

    • Dana transportasi
    • Dana aplikasi visa
    • Dana asuransi kesehatan
    • Dana kedatangan
    • Dana hidup bulanan
    • Dana keadaaan darurat (jika diperlukan)
    • Dana tunjangan keluarga.

    Syarat Daftar Beasiswa LPDP S3 ke Prancis 2025

    • Warga Negara Indonesia
    • Warga umum, CPNS, PNS, TNI atau Polri
    • Berusia maksimal 47 tahun
    • Mempunyai IPK S2 minimal 3,00 pada skala 4,00
    • Mempunyai skor kemahiran bahasa minimal 27 untuk TOEFL iBT, 6.0 untuk IELTS, dan B2 untuk DELF
    • Melampirkan surat kesediaan promotor/co-promotor
    • Bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri harus membuat ijazah penyetaraan.
    • Bagi mahasiswa yang sedang on going dapat mendaftar dengan prodi dan pilihan kampus berbeda.
    • Pendaftar yang pernah mengikuti S3 tetapi tidak selesai juga boleh mencoba beasiswa ini tetapi dengan membuktikan surat pemberhentian/sejenisnya.
    • Melampirkan surat rekomendasi online dan offline
    • Menulis profil diri termasuk riwayat pendidikan
    • Menulis komitmen kembali ke Indonesia pasca studi
    • Menulis proposal penelitian.

    Cara Daftar Beasiswa LPDP S3 ke Prancis 2025

    1. Melakukan pendaftaran pada laman IFI/kampus di Prancis lewat laman https://www.ifi-id.com/pre-registration-lpdp-france-doctoral-scholarship-2025/
    2. Melakukan pendaftaran juga di https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
    3. Isi formulir yang ada dan submit formulir sebelum waktu yang ditentukan.

    Jadwal Seleksi Beasiswa LPDP S3 ke Prancis 2025

    • Pendaftaran: 2 Mei-2 Juni 2025
    • Seleksi administrasi: 3-12 Juni 2025
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 13 Juni 2025
    • Pengajuan sanggah: 14-16 Juni 2025
    • Pengumuman hasil sanggah: 25 Juni 2025
    • Pemrosesan LoA oleh kampus: 13 Juni-14 Juli 2025
    • Seleksi substansi: 14 Juli-15 Agustus 2025
    • Penerbitan LoA oleh mitra: 25 Agustus-1 September 2025
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 8 September 2025
    • Periode perkuliahan paling cepat: Oktober 2025.

    Bagaimana detikers, tertarik kuliah S3 lewat beasiswa ini? Ayo segera daftarkan diri kalian!

    (cyu/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Bantuan Riset hingga Rp 2 M, MoRA The Air Fund 2025 Segera Dibuka


    Jakarta

    Kementerian Agama (Kemenag) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali membuka pendaftaran program bantuan riset kolaboratif MoRA The Air Fund 2025. Pendaftaran akan dibuka mulai 13 Oktober 2025.

    Informasi ini disampaikan oleh Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Setjen Kemenag, Ruchman Basori, dalam kegiatan Sosialisasi Program Penelitian Kolaboratif MoRA The Air Fund 2025 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat (3/10/2025) lalu.

    “Riset berdampak sangat penting agar kehadiran periset PTKIN dirasakan kehadirannya oleh masyarakat dan juga menjadi penyelesai akan masalah-masalah kebangsaan dan kemasyarakatan,” kata Ruchman, dikutip dari laman Kemenag, Selasa (7/10/2025).


    4 Fokus Riset dengan Dana hingga Rp 2 M

    Program MoRA The Air Fund menyoroti empat fokus bidang riset yaitu sosial humaniora, ekonomi, lingkungan, dan sains teknologi.

    Setiap penerima akan disiapkan dana dihingga Rp500 juta per proposal. Adapun untuk bidang sains dan teknologi, anggaran bisa mencapai maksimal Rp 2 miliar.

    Sejak 2024, total anggaran bantuan riset ini mencapai Rp 50 miliar per tahun.

    Ruchman mengatakan, bantuan ini ditujukan untuk membantu para dosen dalam melakukan riset yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

    Syarat Mengajukan MoRA The Air Fund 2025

    Untuk menjadi periset utama MoRA The Air Fund, dosen harus memenuhi sejumlah kriteria, di antaranya:

    Syarat Dosen PTK

    • Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Berasal dari perguruan tinggi keagamaan (PTK) atau fakultas agama Islam di bawah binaan Kemenag
    • Memiliki rekam jejak akademik baik
    • Lulusan program doktor (S3) dengan jabatan minimal Lektor
    • Memiliki Sinta Score Overall minimal 100
    • Berkolaborasi dengan periset dari perguruan tinggi dalam atau luar negeri yang masuk 500 besar dunia versi QS World University Rankings
    • Hanya dapat mengusulkan satu proposal riset.

    Syarat Dosen Ma’had Aly

    • Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Memiliki rekam jejak akademik baik
    • Lulusan program magister (S2)
    • Memiliki karya akademik sesuai bidang keilmuan Melampirkan surat keputusan pengangkatan
    • Melampirkan surat rekomendasi dari Mudir Ma’had Aly

    Jika detikers tertarik daftar, informasi selengkapnya bisa dilihat di https://risprolpdp.kemenkeu.go.id/. Selamat mencoba!

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com