Tag: kelemahan

  • 6 Cara Minta Rangkuman Buku ke ChatGPT, Hemat Waktu!


    Jakarta

    Salah satu yang melelahkan saat tugas kuliah adalah banyaknya buku yang mesti kita baca. Inilah cara meminta rangkuman buku ke ChatGPT untuk menghemat waktu.

    Tugas kuliah yang banyak membuat kita berkejaran dengan waktu. Dilansir Zdnet, Senin (28/7/2025) ada cara untuk meminta rangkuman atau ringkasan bahan kuliah online lewat bantuan ChatGPT.

    Ini dia cara minta rangkuman buku ke ChatGPT:


    1. Koneksi internet dan akun OpenAI

    Minimal banget sebelum memulai ringkasan, kamu punya laptop atau smartphone dengan koneksi internet dan akun OpenAI baik berbayar atau gratisan.

    2. Siapkan bahan bacaan yang mau dirangkum

    Siapkan buku digital, publikasi paper riset atau bahan online lain yang hendak dirangkum. Bukalah di dalam tab terpisah pada browser.

    3. Masuk ke ChatGPT dan ketik permintaan

    Masuklah ke ChatGPT, lalu ke bagian chat box. Ketiklah, “Tolong buat rangkuman (judul tulisan/buku) karangan (nama).” Ini sesuai bahan tulisan yang kamu inginkan. Bisa juga mengetik begini, “Tolong buat rangkuman ini: (masukan URL).” Ini sesuai URL bahan online yang sudah Anda siapkan di tab lain.

    4. ChatGPT bisa diminta merespons lebih detil

    Jika ada topik tertentu yang ingin ditegaskan dari rangkuman itu, bisa ditambahkan ke prompt misalnya, “Jelaskan maksud dari (nama topik) dalam tulisan tersebut.” ChatGPT akan merespons dengan beberapa pointer atau kutipan.

    5. Cek jawaban ChatGPT dan pastikan akurasi

    Setiap jawaban dari ChatGPT jangan langsung ditelan mentah-mentah. Anda mesti review lagi hasil rangkuman ChatGPT terhadap buku online atau publikasi riset yang ia rangkum. ChatGPT sekarang masih ada kelemahan yaitu membuat sumber atau kutipan palsu, jadi harus dicek lagi jika ChatGPT membuat rujukan. Apakah sumbernya ada atau hanya rekaan ChatGPT.

    6. Pahami keterbatasan ChatGPT

    Pahamilah bahwa ChatGPT belum 100% sempurna, terkadang masih merespons dengan salah. Jika Anda meminta ChatGPT merangkum buku, masih ada kemungkinan informasinya bisa meleset dari sumber tulisan yang diberikan. Cek lagi ya untuk memastikan bebas dari kesalahan.

    Itulah cara meminta rangkuman buku online atau bahan tulisan lain dari ChatGPT. Anda bisa menghemat waktu, tapi tetap teliti memastikan respons ChatGPT ya. Selamat mencoba!

    (fay/agt)



    Sumber : inet.detik.com

  • Kesombongan Para Pemuja Ilmu Pengetahuan



    Jakarta

    Sebagaimana dalam firman-Nya pada surah al-Mujadalah ayat 11 yang artinya, “Allah akan meninggikan derajat orang yang berilmu di antara kalian dan orang yang dikaruniai ilmu beberapa derajat.”

    Maka kedudukan orang yang berilmu 700 derajat lebih tinggi daripada orang beriman tetapi tidak berilmu (menurut Ibnu Abbas RA) dan jarak untuk menempuh dua derajat mencapai lima ratus tahun perjalanan. Fath al-Mushali berkata, “Bukankah orang yang sakit kalau tidak diberi makan, minum, atau obat akan mati?”

    Mereka menjawab,” Ya, benar.”
    “Begitu juga hati manusia, kalau tidak diberi hikmah dan ilmu selama tiga hari, ia pasti mati.”


    Keterbatasan ilmu yang dimiliki seseorang adalah keniscayaan, tiada yang bisa klaim terhadap keahliannya kecuali dengan ijin-Nya. Apakah seorang yang berilmu tinggi dapat membuat telor? Tentu jawabnya, ” Ya bisa.” Sama halnya membuat biji-bijian tanaman. Namun jika kita bertanya lagi, “Apakah telor dan biji-bijian yang telah dibuat bisa dikembang biakan?” Maka jawabannya, ” Tidak bisa.” Kenapa?

    Inilah menunjukkan keterbatasan ilmu tadi dibandingkan ilmu Allah SWT sebagai pencipta kehidupan dunia dan akhirat. Ruh adalah wewenang-Nya, manusia tidak akan sampai. Kita hanya menerima atas ketetapan-Nya dan ridha.

    Namun demikian, seseorang yang berkemampuan dan berilmu bisa lalai tatkala ia membanggakan keilmuannya dan berkelompok serta meyakini bahwa ilmu pengetahuan merupakan kunci alam semesta. Mereka bisa mengelola sebagian isi alam semesta seperti manusia bisa menambang kekayaan alam, menciptakan sesuatu yang mempunyai nilai tambah tinggi dan bidang industri yang menghasilkan aneka produk. Mereka anggap bahwa kunci dari semua itu hanyalah ilmu pengetahuan yang mereka miliki.

    Dalam hal ini mereka lalai akan peran Allah SWT yang telah menundukkan semua itu untuk kemaslahatan hambanya. Ingatlah bahwa Allah SWT Sang Pencipta dan Maha Kuasa sebagaimana firman-Nya dalam surah ar-Rum ayat 54 yang terjemahannya, “Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”

    Ayat di atas bermakna menjelaskan bahwa manusia itu saat masih bayi berada dalam kondisi lemah, bahkan sebelum itu mereka dalam ketiadaan. Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, yakni pada masa bayi. Kemudian Dia menjadikan kamu setelah keadaan lemah itu menjadi kuat dan berdaya, yakni pada masa dewasa, sehingga kamu dapat melakukan banyak hal, kemudian Dia menjadikan kamu setelah kuat dan berdaya itu lemah kembali dan beruban, yakni masa tua. Demikianlah, Dia akan terus menciptakan apa yang Dia kehendaki, antara lain menciptakanmu dari lemah menjadi kuat dan sebaliknya. Dan Dia Maha Mengetahui atas segala pengaturan ciptaan-Nya, Mahakuasa atas segala sesuatu yang Dia kehendaki, termasuk membangkitkanmu kembali dari kematian.

    Titik akhir lemahnya kekuatan seseorang adalah kematian. Hal ini merupakan puncak kelemahan yang telah Allah SWT tetapkan untuk manusia. Kematian terkadang datang pada akhir tangga kelemahan, saat tua renta. Terkadang kematian datang pada saat seseorang masih muda dan kuat (puncak kekuatan). Kedua kematian ini termasuk dalam sunnatullah. Allah SWT berfirman dalam surah Yasin ayat 68 yang terjemahannya,”Siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami balik proses penciptaannya (dari kuat menuju lemah). Maka, apakah mereka tidak mengerti?

    Makna ayat di atas adalah: Dan ingatlah wahai anak cucu Adam, barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadiannya. Pada saat itu dia kembali lemah dan kurang akal, layaknya anak kecil, sehingga tidak kuat lagi melakukan ibadah yang berat. Maka, mengapa mereka tidak mengerti dan memanfaatkan kesempatan selagi muda?

    Manusia hanya boleh menggunakan hak kebebasannya di hadapan manusia lain yang berinteraksi dengannya. Kebebasan itu ada pada dirinya namun tidak boleh mengurangi atau merusak penghambaannya pada Allah SWT. Bahkan dengan penghambaan-Nya maka ia akan terlindungi kebebasannya dari perampasan atau pengurangan. Seseorang yang meyakini dirinya milik Allah SWT tidak akan membiarkan orang lain mengatur atau memaksanya untuk mengikuti atau melakukan sesuatu. Penghambaan ini adalah bukti/pengakuan adanya Sang Pencipta yang Maha Kuasa. Oleh sebab itu, tidaklah perlu menunjukkan kesombongan karena menguasai ilmu pengetahuan. Tahukah bahwa kemampuan berilmu itu merupakan pemberian-Nya.

    Sebagai contoh bahwa setiap orang akan kedatangan masa tua, kemampuan fisik yang semakin menurun, berbagai macam penyakit mulai berdatangan, kemampuan akal untuk mengingat menurun dan kadang menjadi pikun. Apakah penguasaan ilmu pengetahuan bisa mengatasi penuaan? Jawabannya, “Tidak.” Ekstremnya apakah mampu menunda atau sama sekali membatalkan kematian? Jawabannya sama.

    Bagi sebagian orang yang meyakini bahwa ilmu pengetahuan merupakan segala kehidupan ini, maka sia-sialah mereka dan masuk golongan yang merugi. Mereka lalai atas beberapa kejadian seperti: tidak bisa menghindari dari kebodohan setelah sebelumnya berilmu, mengontrol lupa sebelumnya bisa mengingat, menolak stres setelah fresh, gila setelah berakal. Ingatlah bahwa semua kepandaian yang manusia miliki statusnya adalah pinjaman bukan hak milik. Saatnya diminta kembali tatkala ia wafat.

    Jika benar bahwa ilmu pengetahuan adalah kunci pembuka atau alat untuk memudahkan segala yang susah dan solusi dari semua yang mustahil, maka seharusnya ilmu itu dari dulu bisa mengatasi permasalahan uban, membebaskan manusia dari penuaan dan menghindarkan manusia dari ajal yang datang. Sesungguhnya ilmu pengetahuan itu diberikan Allah SWT sebagai wasilah untuk memudahkan makhluk dalam membuka rahasia alam semesta.

    Jadi, yakinlah bahwa kemampuan menyerap ilmu pengetahuan merupakan karunia Allah SWT kepada manusia. Maka taatilah perintah dan jauhi larangan-Nya. Semoga Allah SWT memberikan keteguhan iman agar selalu ingat sebagai hamba-Mu.

    Aunur Rofiq

    Ketua DPP PPP periode 2020-2025
    Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikcom. Seluruh isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. (Terima kasih – Redaksi)

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com