Tag: kemendikburistek

  • 104 PTN Beasiswa Unggulan 2024, Cek Sebelum Daftar



    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2024 dibuka untuk mahasiswa S1, S2, dan S3 mulai 1-4 Juli 2024. Mahasiswa yang telah diterima di perguruan tinggi tujuan Beasiswa Unggulan 2024 dapat mendaftar.

    Beasiswa pemerintah ini mensyaratkan mahasiswa pendaftar memiliki surat penerimaan, keterangan lulus, atau letter of acceptance (LoA) unconditional (surat penerimaan tanpa syarat) dari kampus tujuan. Mahasiswa yang sudah memulai perkuliahan juga bisa mendaftar Beasiswa Unggulan 2024, dengan syarat maksimal sedang berada di semester 3.

    Kampus dengan Mahasiswa Beasiswa Unggulan Terbanyak

    Di awal tahun 2024, mahasiswa aktif penerima Beasiswa Unggulan sebanyak 4.259 orang. Para mahasiswa tersebar di 94 PTN dan 166 PTS se-Indonesia.


    Berikut sepuluh perguruan tinggi yang paling banyak dipilih mahasiswa Beasiswa Unggulan seperti dikutip dari Pedoman Pendaftaran Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi 2024:

    1. Universitas Gadjah Mada: 352 mahasiswa
    2. Universitas Indonesia: 306 mahasiswa
    3. Universitas Hasanuddin: 225 mahasiswa
    4. Universitas Brawijaya: 169 mahasiswa
    5. Institut Teknologi Bandung: 166 mahasiswa
    6. Universitas Negeri Makassar: 163 orang
    7. Universitas Negeri Yogyakarta: 162 mahasiswa
    8. Institut Pertanian Bogor: 147 mahasiswa
    9. Universitas Diponegoro: 139 mahasiswa
    10. Universitas Airlangga: 123 mahasiswa

    Daftar PTN Beasiswa Unggulan 2024

    Dikutip dari dokumen Perguruan Tinggi Tujuan Beasiswa Unggulan 2024 yang diunggah di laman resmi beasiswa, berikut daftar perguruan tinggi negeri (PTN) asal mahasiswa yang bisa mendaftar:

    1. Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat
    2. Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Jawa Barat
    3. Institut Seni Indonesia Denpasar, Bali
    4. Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Sumatera Barat
    5. Institut Seni Indonesia Surakarta, Jawa Tengah
    6. Institut Seni Indonesia Yogyakarta, DI Yogyakarta
    7. Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat
    8. Institut Teknologi Kalimantan, Kalimantan Timur
    9. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Jawa Timur
    10. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Jawa Timur
    11. Politeknik Manufaktur Bandung, Jawa Barat
    12. Politeknik Maritim Negeri Indonesia, Jawa Tengah
    13. Politeknik Negeri Ambon, Maluku
    14. Politeknik Negeri Bali, Bali
    15. Politeknik Negeri Bandung, Jawa Barat
    16. Politeknik Negeri Banjarmasin, Kalimantan Selatan
    17. Politeknik Negeri Banyuwangi, Jawa Timur
    18. Politeknik Negeri Batam, Kepulauan Riau
    19. Politeknik Negeri Bengkalis, Riau
    20. Politeknik Negeri Jakarta, Jawa Barat
    21. Politeknik Negeri Jember, Jawa Timur
    22. Politeknik Negeri Lampung, Lampung
    23. Politeknik Negeri Lhokseumawe , Aceh
    24. Politeknik Negeri Madiun, Jawa Timur
    25. Politeknik Negeri Madura, Jawa Timur
    26. Politeknik Negeri Malang, Jawa Timur
    27. Politeknik Negeri Manado, Sulawesi Utara
    28. Politeknik Negeri Medan, Sumatera Utara
    29. Politeknik Negeri Media Kreatif, DKI Jakarta
    30. Politeknik Negeri Nusa Utara, Sulawesi Utara
    31. Politeknik Negeri Padang, Sumatera Barat
    32. Politeknik Negeri Pontianak, Kalimantan Barat
    33. Politeknik Negeri Samarinda, Kalimantan Timur
    34. Politeknik Negeri Sambas, Kalimantan Barat
    35. Politeknik Negeri Semarang, Jawa Tengah
    36. Politeknik Negeri Sriwijaya, Sumatera Selatan
    37. Politeknik Negeri Tanah Laut, Kalimantan Selatan
    38. Politeknik Negeri Ujung Pandang, Sulawesi Selatan
    39. Politeknik Perikanan Negeri Tual, Maluku
    40. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Jawa Timur
    41. Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Nusa Tenggara Timur
    42. Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan
    43. Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Sumatera Barat
    44. Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Kalimantan Timur
    45. Universitas Airlangga, Jawa Timur
    46. Universitas Andalas, Sumatera Barat
    47. Universitas Bangka Belitung, Bangka Belitung
    48. Universitas Bengkulu, Bengkulu
    49. Universitas Borneo Tarakan, Kalimantan Utara
    50. Universitas Brawijaya, Jawa Timur
    51. Universitas Cenderawasih, Papua
    52. Universitas Diponegoro, Jawa Tengah
    53. Universitas Gadjah Mada, DI Yogyakarta
    54. Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara
    55. Universitas Hasanuddin, Sulawesi Selatan
    56. Universitas Indonesia, Jakarta-Jawa Barat
    57. Universitas Jambi, Jambi
    58. Universitas Jember, Jawa Timur
    59. Universitas Jenderal Soedirman, Jawa Tengah
    60. Universitas Khairun, Maluku Utara
    61. Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan
    62. Universitas Lampung, Lampung
    63. Universitas Malikussaleh, Aceh
    64. Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Kepulauan Riau
    65. Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat
    66. Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur
    67. Universitas Musamus Merauke, Papua
    68. Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo
    69. Universitas Negeri Jakarta, Jakarta
    70. Universitas Negeri Makassar, Sulawesi Selatan
    71. Universitas Negeri Malang, Jawa Timur
    72. Universitas Negeri Manado Sulawesi Utara
    73. Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara
    74. Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat
    75. Universitas Negeri Semarang, Jawa Tengah
    76. Universitas Negeri Surabaya, Jawa Timur
    77. Universitas Negeri Yogyakarta, DI Yogyakarta
    78. Universitas Nusa Cendana, Nusa Tenggara Timur
    79. Universitas Padjadjaran, Jawa Barat
    80. Universitas Palangka Raya, Kalimantan Tengah
    81. Universitas Papua, Papua Barat
    82. Universitas Pattimura, Maluku
    83. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Jakarta
    84. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Jawa Timur
    85. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, DI Yogyakarta
    86. Universitas Pendidikan Ganesha, Bali
    87. Universitas Pendidikan Indonesia, Jawa Barat
    88. Universitas Riau, Riau
    89. Universitas Sam Ratulangi, Sulawesi Utara
    90. Universitas Samudra, Aceh
    91. Universitas Sebelas Maret, Jawa Tengah
    92. Universitas Siliwangi, Jawa Barat
    93. Universitas Singaperbangsa Karawang, Jawa Barat
    94. Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan
    95. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten
    96. Universitas Sumatera Utara, Sumatera Utara
    97. Universitas Syiah Kuala, Aceh
    98. Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah
    99. Universitas Tanjungpura, Kalimantan Barat
    100. Universitas Terbuka Prov. Banten
    101. Universitas Teuku Umar, Aceh
    102. Universitas Tidar, Jawa Tengah
    103. Universitas Trunojoyo, Jawa Timur
    104. Universitas Udayana, Bali

    Informasi lebih lanjut tentang Beasiswa Unggulan 2024 dapat diakses di https://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/. Semoga bermanfaat, detikers.

    (twu/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / aaron burden
  • Ide Pakai ChatGPT Buat Tugas Kuliah Mahasiswa, Ingat Ini Caranya


    Jakarta

    Pemanfaatan teknologi AI seperti ChatGPT atau lainnya bisa membantu dalam banyak hal, jika digunakan dengan tepat dan bijaksana. Salah satunya adalah untuk membantu dalam menyusun tugas kuliah mahasiswa.

    Nah, etika penggunaan kecerdasan buatan generatif (generative AI/GenAI) di perguruan tinggi Indonesia sudah tertuang dalam panduan resmi yang dirilis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Panduan ini berlaku bagi mahasiswa maupun dosen.

    Ada empat bidang etika penggunaan GenAI di dunia kampus, yaitu memerhatikan integritas akademik, keamanan dan keselamatan dalam pemanfaatannya, kesetaraan dan transparansinya, serta memerhatikan dampaknya pada lingkungan.


    Integritas Akademik

    Integritas akademik meliputi nilai kejujuran, kepercayaan, keadilan, sikap terhormat, tanggung jawab, dan keberanian, seperti dikutip dari Panduan Penggunaan Generative Artificial Intelligence (GenAI) pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi oleh Kemendikburistek.

    Kejujuran dalam setiap interaksi pembelajaran memicu kepercayaan atas seseorang dan sesuatu di lingkungan akademik, rasa keadilan, perilaku saling menghormati, dan keberanian dalam mempertanggungjawabkan setiap perilaku dan tindakan pada civitas akademika.

    Simak rangkuman etika memakai AI di bawah ini di bidang menjaga integritas atau kejujuran secara akademik.

    Etika Memakai AI untuk Mahasiswa dan Dosen Bidang Integritas Akademik

    Sejumlah tools berfungsi untuk mendeteksi ketidakjujuran dalam menggunakan generative AI. Contohnya seperti Turnitin AI Detection, Copyleaks, GPTZero, dan lain-lain. Berikut cara menghindari ketidakjujuran dan lolos dari detector tools:

    • Tulis ulang setiap judul (kerangka tulisan) yang dihasilkan oleh generative AI dengan bahasa sendiri.
    • Pakai GenAI sebagai alat bantu penelusuran dan riset, bukan sebagai penghasil konten semata, sehingga mahasiswa tetap menjadi pemilik dan pengatur ide dan hasil pemikirannya sendiri.
    • Pertahankan gaya tulisan sendiri dan pertahankan sentuhan manusia dalam karya tulis dengan tidak sepenuhnya bergantung pada struktur kalimat yang dihasilkan oleh aplikasi seperti Grammarly.
    • Hindari aplikasi parafrase seperti Quillbot, susun kata-kata sendiri sehingga alur tulisan lebih terjaga, jelas dan koheren.
    • Pastikan struktur tulisan jelas, mulai dari pendahuluan, sitasi dan kesimpulan.
    • Pastikan sitasi benar saat mengutip argumentasi karya tulis lain agar tidak dianggap dan terdeteksi sebagai konten GenAI.
    • Hindari istilah, kata-kata kunci, maupun kata ganti yang sering dipakai generative AI.
    • Gunakan tools detector untuk cek manual dan menulis ulang bagian yang terdeteksi sebagai hasil GenAI itu sendiri.

    Etika Penggunaan AI oleh Mahasiswa untuk Dosen Bidang Integritas Akademik

    Sementara itu, terkait tugas mahasiswa dan pembelajarannya, dosen perlu:

    • Minta mahasiswa menggambarkan cara mereka menggunakan generative AI dalam menyelesaikan tugas, lalu tantangan, cara mengatasi, serta pengalaman penting yang didapat.
    • Minta mahasiswa berlatih membuat prompt yang efektif.
    • Minta mahasiswa kritis mengevaluasi hasil jawaban (output) generative AI dari sisi akurasinya, apakah dapat dipercaya atau ada bias, serta kualitasnya, dan lain-lain.
    • Wajibkan mahasiswa mengecek fakta, mengkritisi, menginvestigasi, dan mengedit/tulis ulang hasil jawaban generative AI.
    • Minta mahasiswa membandingkan hasil kerja mandiri dan hasil bantuan generative AI sehingga mereka dapat mengenali kelebihan, kecenderungan, dan perspektifnya sendiri, serta merefleksikan peran AI: gagal atau sukses berkontribusi dalam melengkapi pemikirannya.
    • Jelaskan ekspektasi atas tugas atau kegiatan yang diberikan secara tertulis, serta relevansinya.
    • Jelaskan kapan penggunaan generative Ai dibolehkan dan dilarang; saat dibolehkan, mahasiswa wajib mendokumentasikannya, mencantumkan atribusi, dan menunjukkan proses kritisnya dalam memverifikasi hasil jawaban generative AI.
    • Izinkan mahasiswa bersama-sama mengidentifikasi kesalahan, mengoreksi/revisi, dan merepresentasikan proses berpikirnya.
    • Buka kesempatan bagi mahasiswa untuk merevisi dan mengirim ulang tugasnya sehingga mendorong tumbuh-kembangnya.
    • Dorong komunikasi/penyampaian hasil tugas yang multimodal dan kreatif, misalnya berbentuk suara, memo, podcast, video, infografis, website, presentasi dan lain-lain.
    • Dorong mahasiswa untuk menghubungkan materi pembelajarannya dengan kehidupan nyata sehingga dapat lebih memotivasi mahasiswa untuk belajar dengan konteks personal.
    • Bangun “growth mindset” dengan melatih mahasiswa untuk menentukan sendiri sasaran belajarnya dan merefleksikan progres yang mereka capai sepanjang semester.

    (agt/agt)



    Sumber : inet.detik.com