Tag: kemendiktisaintek

  • Pendaftaran Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor Dalam Negeri 2025 Dibuka, Tertarik Mendaftar?



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) kembali membuka Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor Dalam Negeri. Siapa saja yang boleh mendaftar?

    Menurut Buku Panduan Pendaftaran, Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor Dalam Negeri adalah beasiswa yangdiperuntukan bagi mahasiswa doktoral yang telah melaksanakan ujian proposal disertasi atau sedang menyelesaikan disertasi pada program pendidikan doktor.


    Manfaat beasiswa ini termasuk bantuan pembiayaan penelitian pada disertasi yang berkontribusi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Seperti apa ketentuan lengkapnya? Simak di bawah ini.

    Sasaran Penerima Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor Dalam Negeri 2025

    1. Mahasiswa program Doktoral dari Perguruan Tinggi Dalam Negeri yang belum menerima beasiswa dari pihak manapun

    2. Mahasiswa dengan topik penelitian yang termasuk dalam kategori riset unggulan dan/atau prioritas pemerintah namun tidak memiliki sumber daya pendanaan yang memadai dalam menyelesaikan program disertasinya

    Mekanisme Pemberian Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor Dalam Negeri 2025

    Skema waktu pemberian beasiswa adalah satu kali pembiayaan. Pembayaran dilakukan setelah ditetapkan sebagai penerima beasiswa dan melakukan registrasi ulang pada sistem monitoring dan evaluasi.

    Dana beasiswa diberikan secara lumsum dengan besaran Rp 25 juta. Komponen beasiswa hanya dapat diajukan sesuai Tahun Anggaran berjalan.

    Persyaratan Pendaftar Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor Dalam Negeri 2025

    Pendaftar beasiswa wajib memenuhi syarat sebagai berikut:

    1. Warga Negara Indonesia
    2. Memiliki NIDN bagi dosen tetap pada perguruan tinggi negeri dan swasta di bawah koordinasi Kemdiktisaintek
    3. Mahasiswa Program Doktoral yang telah lulus seminar proposal disertasi
    4. Sedang menempuh studi S3 paling tinggi semester 7 pada saat mengajukan pendaftaran beasiswa dibuktikan dengan Transkrip nilai semester terakhir
    5. Telah menyelesaikan atau dinyatakan lulus ujian proposal disertasi
    6. Studi pada perguruan tinggi Dalam Negeri daan program studi yang memiliki akreditasi minimal Baik Sekali/B berdasarkan data PDDikti, atau masuk dalam daftar Perguruan Tinggi dan Program Studi pada laman https://beasiswa.kemdikbud.go.id/informasi/
    7. Menandatangani surat pernyataan pendaftar Beasiswa Bergelar sesuai format
    8. Tidak sedang mengajukan, akan, atau sedang menerima beasiswa dengan komponen bantuan disertasi dari sumber lain termasuk Hibah Penelitian Disertasi Doktor dari Kemdiktisaintek yang mengakibatkan double funding selama menjadi penerima Beasiswa Program Doktor Penyelesaian Studi di Dalam Negeri
    9. Melampirkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sesuai dengan satuan biaya yang berlaku
    10. Pendaftar menyampaikan proposal penelitian dengan ketentuan:
      a. proposal sekurang-kurangnya memuat: judul, latar belakang, rumusan masalah, pertanyaan/tujuan penelitian, metode dan desain, manfaat, kesimpulan dan saran, dan daftar pustaka
      b. ditulis dalam bahasa Indonesia
      c. ditulis antara 1500 – 2000 kata
    11. Melampirkan surat rekomendasi dari promotor yang menyatakan bahwa mahasiswa sedang melaksanakan penelitian
    12. Melampirkan Curriculum Vitae (CV)
    13. Melampirkan Surat Keterangan Mahasiswa Aktif (SKMA) dari pejabat berwenang di perguruan tinggi tempat studi
    14. Melampirkan Rencana Penyelesaian Disertasi (dalam tabelperminggu)

    Mekanisme Pendaftaran Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor Dalam Negeri 2025

    Pendaftar beasiswa bisa mengunjungi laman https:// www.beasiswa.kemdikbud.go.id. Pendaftara tinggal mengunggah dokumen persyaratan dan mengisi form yang disediakan dalam laman tersebut.

    Jadwal Seleksi Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor Dalam Negeri 2025

    Pendaftaran: 18-26 Oktober 2025
    Seleksi Administrasi: 28 Oktober-2 November 2025
    Pengumuman Hasil: 3-5 November 2025
    Seleksi wawancara: 6-9 November 2025
    Pengumuman Hasil: 10-12 November 2025
    Registrasi ulang: 17-20 November 2025

    Informasi lebih lengkap mengenai Beasiswa Penyelesaian Studi Doktor Dalam Negeri 2025 dapat diakses melalui https://beasiswa.kemdiktisaintek.go.id/

    (nir/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kimberly farmer
  • Jadwal Seleksi Beasiswa Garuda Kemdiktisaintek, Sudah Dibuka Mulai 21 April!


    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) merilis Beasiswa Garuda pada Senin (21/4/2025). Pendaftaran beasiswa dapat dilakukan di beasiswagaruda.kemdiktisaintek.go.id.

    Beasiswa ini diperuntukkan bagi siswa yang sedang berada di kelas 12 jenjang SMA/sederajat.

    Perlu diketahui masa unggah dokumen untuk persyaratan ekonomi cukup singkat. Periodenya hanya mulai hari 21 April hingga 23 April 2025. Maka dari itu, siswa yang tertarik, perlu mencermati informasi di bawah ini baik-baik.


    Jadwal Beasiswa Garuda

    Berdasarkan informasi yang dibagikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, M Samsuri dalam Sosialisasi Peluncuran Beasiswa Garuda yang digelar daring melalui YouTube Kemendiktisaintek pada Senin (21/4/2025), seperti ini jadwal seleksi Beasiswa Garuda:

    • Submit dokumen ekonomi: 21-23 April 2025
    • Pengisian data LoA: Gelombang 1 (21-23 April 2025), gelombang 2 (2-24 Mei 2025)
    • Proses seleksi administrasi: Gelombang 1 (24-27 April 2025), gelombang 2 (5-15 Juni 2025)
    • Pengumuman seleksi: Gelombang 1 (28 April 2025), gelombang 2 (16 Juni 2025).

    Komponen Pembiayaan Beasiswa Garuda

    1. Bantuan Biaya Pendidikan

    • Dana SPP
    • Dana pendaftaran
    • Dana tunjangan buku.

    2. Bantuan Biaya Pendukung

    • Dana transportasi
    • Dana aplikasi visa
    • Dana asuransi kesehatan
    • Dana kedatangan
    • Dana hidup bulanan
    • Dana keadaan darurat.

    “Beasiswa ini merupakan kerja sama yang sangat baik antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, khususnya Ditjen Saintek dengan Lembaga Pengelola Dana Abadi Pendidikan,” ujar Sesditjen Saintek.

    “Tentu juga diberikan kesempatan yang hebat kepada anak-anak yang berprestasi, tentu diprioritaskan yang memiliki latar belakang ekonomi yang kurang beruntung,” jelasnya lagi.

    M Samsuri menegaskan aspek penting beasiswa ini adalah prestasi dan layar belakang ekonomi.

    Bagi siswa yang mengalami kendala, Kemdiktisaintek telah menyediakan beberapa kanal aduan.

    Kanal Pengaduan

    • E-mail: direktoratjenderalsaintek@gmail.com
    • ULT Kemendiktisaintek: 126
    • Sosial media: @ditjensaintek atau @prof.stellachristie

    (nah/nwk)

    `;
    constructor() {
    super()
    this.attachShadow({ mode: “open” })
    this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
    }

    async connectedCallback() {

    if (elementType === ‘single’) return false;

    const { default: Swiper } = await import(
    “https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
    );
    this.SwiperClass = Swiper;
    const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
    new this.SwiperClass(swiperContainer, {
    slidesPerView: 1,
    spaceBetween: 18,
    navigation: {
    nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
    prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
    },
    pagination: {
    el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
    clickable: true,
    },
    });
    }
    }
    customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / susan q yin
  • Beasiswa Pre-doctoral Dosen Kemendiktisaintek Dibuka, Cek Syaratnya di Sini!


    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) membuka pendaftaran beasiswa Pre-doctoral Course Program (PDCP) untuk dosen di lingkungan kementeriannya sampai 22 November 2024. Dosen peserta akan menjalani pelatihan intensif maksimal 2 bulan di Chung Yuan Christian University, Taiwan untuk persiapan kuliah jenjang doktor bidang sains, teknologi dan teknik di luar negeri.

    Dikutip dari panduan resminya, dosen pre-doctoral di antaranya mempelajari academic writing, peningkatan kualitas proposal riset doktoral, dan bahasa Inggris akademik. Peserta juga kan menjalani matchmaking dengan calon promotor, termasuk diskusi dan peninjauan proposal riset, dan pengenalan fasilitas riset kampus luar negeri.

    Lebih lanjut, dosen penerima beasiswa pre-doctoral akan belajar skill komunikasi dan akulturasi, keterampilan riset hingga pembelajaran lintas budaya, poster akademik draf proposal doktoral, dan lain-lain. Dikutip dari pengumuman Kemendiktisaintek dan panduan resminya, berikut syarat, komponen beasiswa, dan bidang riset yang dibuka.


    Syarat Beasiswa Pre-doctoral Dosen Kemendiktisaintek

    Syarat Umum

    • Warga Negara Indonesia (WNI), dibuktikan dengan KTP yang masih berlaku.
    • Paspor dengan tanggal habis berlaku di atas Agustus 2025.
    • Usia maksimal 40 tahun per 31 Desember 2024.
    • Berstatus dosen tetap pada perguruan tinggi di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek).
    • Memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
    • Sudah lulus S2, dibuktikan dengan ijazah magister.
    • Lulusan S2 luar negeri harus menyertakan SK penyetaraan ijazah yang diterbitkan oleh Ditjen Diktiristek
    • Tidak sedang menjalani studi (ongoing) S3.
    • Belum pernah ikut program doktor.
    • Sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku (dua tahun sejak tanggal terbit) dengan skor minimal TOEFL ITP 560, TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6,5.
    • CV dalam bahasa Inggris yang menunjukkan rekam jejak riset.
    • Surat izin mengikuti program dari pemimpin instansi asal sesuai format.
    • Personal statement dalam bahasa Inggris sesuai format.
    • Proposal penelitian S3 dengan salah satu topik yang disyaratkan, ditulis dalam bahasa Inggris.
    • Surat pernyataan pendaftar beasiswa PCP sesuai format.
    • Surat keterangan sehat dari rumah sakit pemerintah.
    • Tidak diperkenankan menerima beasiswa lain yang serupa (double funding).

    Syarat Bidang Riset

    Fisika

    • Optical spectroscopy, defects in semiconductors, 2D materials, dan optoelectronic devices terkait
    • Magnetism, surface science, experimental physics
    • Molecular Beam Epitaxy, MBE Compound
    • Material dan perangkat semikonduktor
    • Material 2-D (MoS2, Graphene), Magnetism (MOKE, KerrMicscope)

    Kimia

    • Carbohydrate chemistry, penemuan obat

    Electronic Engineering

    • Nanomaterial dua dimensi (2D), perangkat nano-photoelectric,nano-optics, near-field optics, raman spectroscopy, complex oxides, dan nanomaterial terkait karbon
    • Research and consulting experience on unique projects
    • Epitaxial growth of semiconductor technology; optical, electrical and structural analysis of thin film; packaging for optoelectronic devices
    • Material 2D, nanoelectronics, spintronics, perangkat kuantum

    Electrical Engineering

    • Computer network system and architecture, network microprocessor, FPGA system design, software-defined network, high-speed network traffic analysis and measurement, smart grid information beserta communication system and network security

    Mechanical Engineering

    • Sistem opto-mekatronik, DSP biosignal, analisis big data

    Komponen Beasiswa Pre-Doctoral Kemendiktisaintek

    • Biaya pendidikan
    • Biaya hidup
    • Biaya asuransi kesehatan
    • Biaya aplikasi visa
    • Biaya keadaan darurat
    • Tiket pergi-pulang (PP) daerah domisili-bandara terdekat kampus tujuan

    Informasi pendaftaran beasiswa pre-doctoral Kemendiktisaintek lebih lanjut bisa diakses dengan klik di sini. Semoga bermanfaat, detikers.

    (twu/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Kita Lihat Optimal atau Tidak



    Jakarta

    Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) akan mengkaji ulang manfaat dana Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Beasiswa yang dimulai pada 2013 itu diketahui telah menyalurkan beasiswa kepada 45.577 orang sampai Mei lalu.

    Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengatakan saat ini pihaknya sedang memeriksa penggunaan danaLPDP. Temuan pemeriksaan akan dianalisis berbasis pengeluaran dan manfaat yang didapatkan atau cost-benefit analysis.

    “Alokasi dana (LPDP) itu memang perlu kita lihat kembali, apakah dana yang sekarang dipakai, misalnya bahwa kebanyakan dana dipakai untuk program magister itu apakah optimal atau tidak,” katanya dalam Antara dikutip Jumat (1/11/2024).


    Stella menekankan asas optimal adalah berkeadilan dan berkualitas dalam pengkajian ulang ini. Ia mengatakan jika hasil pengkajian ulang akan dikeluarkan sebentar lagi.

    “Sebentar lagi akan kami keluarkan temuan dan rekomendasi kami, bagaimana untuk bisa mengoptimalkan dana LPDP supaya jelas,” ujarnya.

    Kendati demikian, Stella menyebut kewenangan terhadap dana LPDP berada di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu), sehingga pihaknya tidak dapat membuat kebijakan terkait optimalisasi dana LPDP. Namun, ia mengatakan pihaknya siap bekerja sama dan berkolaborasi dengan Kemenkeu dalam optimalisasi dana Beasiswa LPDP.

    “Tujuannya hanya satu, supaya kita bisa mengoptimalkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan,” kata Stella.

    Tentang Beasiswa LPDP

    Beasiswa LPDP adalah beasiswa yang menjadi ‘primadona’ di Indonesia. Bagaimana tidak, setiap tahunnya beasiswa tersebut menggelontorkan dana untuk ribuan mahasiswa pascasarjana.

    Menurut Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto, jumlah penerima Beasiswa LPDP dari 2013 hingga akhir Mei 2024 sudah mencapai 45.577 orang.

    Pendaftar beasiswaLPDP dari tahun ke tahun juga terus meningkat. Pada tahun 2023, jumlah pendaftarLPDP tercatat sebanyak 33.337 orang. Pada pendaftaran seleksi tahap pertama tahun 2024, tercatat 20.210 orang mendaftar program beasiswa tersebut.

    BPK Juga Kaji Pengelolaan Dana LPDP

    Terkait pengelolaan keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah mengeluarkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2024 untukLPDP. Dari hasil pemeriksaan itu, BPK menyimpulkan pengelolaan pendapatan, belanja, dan investasi tahun 2021-2023 padaLPDP serta instansi terkait lainnya dilaksanakan sesuai dengan kriteria.

    Namun, BPK masih menemukan masalah dalam penetapan penerima dan pemenuhan kewajiban penerima LPDP, di antaranya:

    1. Dalam proses seleksi program penerima beasiswa, terdapat perbedaan data peserta antara yang tercantum dalam SK dengan rekapitulasi peserta lulus. Terdapat inkonsistensi dalam penilaian profiling peserta dan peserta yang terindikasi tidak memenuhi batas minimal standar kelulusan

    2. Terdapat penerima beasiswa yang telah mendapatkan dana ujian tesis/disertasi/studi tetapi belum melakukan ujian tesis/disertasi atau belum menyelesaikan studinya.

    Atas permasalahan tersebut, BPK merekomendasikan Direktur Utama LPDP agar lebih cermat dalam melakukan seleksi calon peserta penerima beasiswa, meminta pertanggungjawaban atas realisasi dana ujian tesis/disertasi yang tidak didukung bukti, atau meminta pengembalian dana ke LPDP.

    “Serta melakukan monitoring dan evaluasi dan tindak lanjut atas mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan masa studinya sesuai ketentuan,” demikian bunyi rekomendasi dalam IHPS I Tahun 2024 BPK.

    (nir/twu)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / element5
  • Soal Lulusan LPDP Tak Harus Pulang ke RI, Pakar BRIN dan Awardee Beri Tanggapan


    Jakarta

    Beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan pernyataan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro yang menegaskan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tidak harus kembali ke Indonesia.

    Hal ini bisa dilakukan karena menurutnya Indonesia belum bisa menjamin pekerjaan bagi para alumni. Oleh karena itu, ia menyarankan agar mereka bisa berkembang di luar negeri.

    “Kasihan dia nanti. Ilmunya tinggi, di sini tidak ada wadahnya. Lebih baik kamu teruskan ke sana saja. Yang penting merah putih,” kata Satryo, sebagaimana dikutip dari arsip detikEdu, Senin (25/11/2024).


    Mahasiswa diberikan kebebasan di luar negeri untuk meniti karier dan prestasi yang baik di perusahaan internasional atau bahkan multinasional. Kemudian ketika suatu hari ia menemukan inovasi, bisa ikut membanggakan Indonesia.

    “Kemudian, dia suatu hari menemukan inovasi. Kan kita bilang, Indonesia yang menemukan inovasi itu. Meskipun di luar negeri. Kan masih merah putih dia,” sambungnya.

    Respons dari Pakar BRIN

    Menanggapinya, Kepala Pusat Riset Kebijakan Publik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yanuar F Wismayanti PhD menjelaskan memang ada multitafsir dari pernyataan Mendiktisaintek. Bukan serta-merta tidak pulang ke RI, lulusan LPDP kini diberikan kesempatan untuk menjalin kolaborasi.

    “Dalam artian nggak pulang ke Indonesia itu maksudnya memang diberikan kesempatan untuk menjalin kolaborasi. Ke depannya (untuk) membangun bangsa kembali gitu, bukan berarti melepaskan,” kata Yanuar kepada detikEdu usai acara Berembuk Berdampak 10 tahun Seruni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) di Balai Sidang UI, Depok, Senin (25/11/2024).

    Lebih lanjut, Yanuar menjelaskan pemerintah Indonesia memiliki salah satu program bernama manajemen talenta atau pembangunan talenta. Pengalaman alumni LPDP yang bekerja di luar negeri bisa menjadi sebuah investasi.

    “Investasi tidak selalu dengan bisnis ekonomi dan seterusnya. Tetapi investasi supaya nanti begitu kita ada di sana akan bisa membawa 10 orang lagi ke sana. Manajemen talenta balik lagi ke Indonesia. Jadi sebenarnya prosesnya seperti itu,” sambung Yanuar.

    Menguntungkan Awardee LPDP

    Sementara dari sisi penerima beasiswa, Fathia Fairuza awardee LPDP 2022, menjelaskan bahwa keputusan pemerintah memperbolehkan alumni berkembang di luar negeri membuka banyak opsi. Karena saat kembali ke Indonesia, banyak sekali awardee yang justru sulit mencari pekerjaan.

    Terlebih bagi mereka yang mengambil bidang studi yang belum memiliki industri di Indonesia. Kondisi ini membuat mereka kebingungan ketika kembali ke Tanah Air.

    “Nah harapannya sih dengan adanya opsi tersebut kita bisa explore karier yang lebih luas,” ucap Fathia pada acara yang sama.

    Ketika keputusan ini berjalan, Fathia memberikan catatan bagi para awardee. Menurutnya, mereka (awardee) tetap harus memberikan kontribusi dengan cara apapun ke Indonesia.

    Selanjutnya, ia juga menegaskan bahwa awardee LPDP jangan sampai pindah kewarganegaraan ketika sudah bekerja di luar negeri.

    “Karena bagaimanapun juga kita bisa menempuh pendidikan tinggi S2 atau S3 dibiayai negara yang mana itu juga uang rakyat, uang pajak rakyat,” ungkapnya.

    “Jadi aku setuju kalau misalnya boleh berkarier di luar (negeri) tapi harus tetap berkontribusi. Jangan sampai pindah kewarganegaraan,” sambung Fathia dengan tegas.

    Evaluasi LPDP

    Yanuar menilai penyelenggaraan LPDP saat ini sudah tepat dan tidak ada masalah bila dilihat dari soal pengelolaan keuangannya ataupun mekanismenya. Sebab LPDP tidak bergantung pada APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

    “LPDP sudah mempunyai mekanisme yang bagus dan itu dirasakan teman-teman penerima beasiswa. Secara pengelolaan keuangannya (juga) sudah cukup bagus,” ungkap Yuniar.

    Alih-alih LPDP, Yuniar menyarankan untuk melakukan evaluasi pada penyelenggaraan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Karena BPI menggunakan anggaran APBN.

    Sedangkan dari sisi awardee, Fathia menilai perlu dilakukannya evaluasi terkait penerima LPDP. Menurutnya, banyak oknum-oknum yang malah memanfaatkan dana beasiswa bukan untuk pendidikan.

    “Masih ada oknum-oknum yang memanfaatkan beasiswa, (bukan) untuk pendidikan tapi misalnya flexing atau batu loncatan untuk berkarier di sana (luar negeri) dan keluar dari Indonesia,” urai Fathia.

    Evaluasi juga diperlukan perihal monitoring lulusan LPDP. Alumnus Columbia University jurusan Human Right Study itu menjelaskan setelah lulus, awardee hanya mengisi satu formulir tracer study.

    “Jadi, setelah lulus kita diberikan form dari LPDP. Padahal kan siapa tahu saat form itu dibagikan kita belum dapat pekerjaan. Lalu 2 tahun padahal masa baktinya itu misalnya 4 tahun kan gak ke track lagi, karena formnya itu hanya sekali,” ceritanya.

    “Nah mungkin bisa ditingkatkan lagi monitoring prosesnya setelah awardee lulus,” tambahnya lagi.

    Kalaupun nanti kebijakan tetap mengharuskan awardee pulang ke Indonesia, Fathia berharap agar pemerintah bisa memberikan rekomendasi pekerjaan yang sesuai bagi alumni. Agar tidak menambah angka pengangguran di Indonesia.

    Minta LPDP Dikaji

    Sebagai alumni LPDP, Fathia berharap agar beasiswa ini kembali dikaji ulang. Sehingga awardee-awardee bisa menciptakan kontribusi yang luar biasa di masa mendatang.

    “Aku sangat menantikan kontribusi awardee LPDP apalagi kalau misalnya bidangnya mirip dengan keilmuan ku. Aku sangat ingin sekali bekerja sama, berkolaborasi, dan bisa berjejaring dengan awardee LPDP lainnya,” ungkapnya.

    Fathia juga berharap agar Mata Garuda atau ikatan alumni LPDP bisa lebih aktif lagi, sehingga awardee pada tahun terbaru bisa mengenal alumni lain tahun-tahun sebelumnya.

    “Kebanyakan kenalnya yang satu angkatan atau di bawah angkatan. Tapi yang dahulu kurang kenal karena kurangnya ada acara bersama, sehingga nggak bisa networking ke angkatan yang jauh,” pungkas Fathia.

    (det/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Kemendiktisaintek Upayakan Tambahan Kuota KIP-Kuliah, Tapi …..



    Jakarta

    Pihak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI tengah mengupayakan peningkatan kuota KIP-Kuliah. Hal ini diungkapkan oleh Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Tjitjik Srie Tjahjandarie dalam peluncuran Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2025.

    Tjitjik turut menyinggung, meski Mendikbudristek sebelumnya, Nadiem Anwar Makarim telah membatalkan soal kenaikan uang kuliah tunggal (UKT), bukan berarti biaya penyelenggaraan pendidikan turun.

    “Tahun 2024 ini kan sudah terbit kebijakan dari menteri bahwa tidak boleh ada kenaikan UKT. Nah, tidak boleh ada kenaikan UKT itu bukan berarti bahwa biaya penyelenggaraan pendidikan atau biaya kuliah tunggalnya itu turun karena sebenarnya kita ingin mempertahankan standar layanan untuk pendidikan,” ujar Tjitjik.


    Walau demikian, Tjitjik juga menyebut Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri atau BOPTN untuk 2025 relatif sama dengan 2024. Saat ini, pihak Kemendiktisaintek juga tengah mengusahakan penambahan kuota KIP Kuliah.

    “Oleh karena itu, salah satu strategi saat ini adalah kita sedang mengusahakan untuk peningkatan kuota atau jumlah KIP Kuliah untuk tahun 2025,” kata Tjitjik.

    “Ini mohon saja doanya upayanya seperti apa, tapi kembali ini juga sangat bergantung pada Kementerian Keuangan,” imbuhnya.

    Pendaftaran KIP Kuliah 2025 Hampir Sama dengan 2024

    Pada acara yang sama, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof Dr Ir Eduart Wolok, ST, MT menyampaikan pendaftaran KIP Kuliah untuk tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya.

    “Hampir tidak ada perubahan sebenarnya dengan proses yang sebelumnya,” kata Prof Eduart.

    Perlu dicatat, KIP Kuliah hanya berlaku untuk pemilihan prodi di PTN di bawah Kemendiktisaintek. Sedangkan untuk perguruan tinggi keislaman negeri atau PTKIN, ada kebijakan tersendiri.

    “Itu nanti teman-teman yang di PTKIN pasti sudah memiliki pola dan mekanisme tersendiri untuk KIP-K nya. Kalau yang kami atur secara langsung terkait dengan KIP-K di Kemdiktisaintek,” imbuh Prof Eduart.

    (nah/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa S1 Mitsui-Bussan 2025 Dibuka, Lulusan SMA yang Mau Kuliah ke Jepang Merapat!


    Jakarta

    Beasiswa Mitsui-Bussan Scholarship Program For Indonesia 2025 kembali buka pendaftaran. Bantuan pendidikan untuk jenjang S1 ini memungkinkan calon mahasiswa asal Indonesia belajar bahasa Jepang selama 1,5 tahun dan kuliah di Negeri Sakura selama 4 tahun.

    Melansir laman resminya, beasiswa yang hadir sejak tahun 1992 ini telah mendapat persetujuan Kementerian Pendidikan Jepang dengan pendanaan dari Mitsui & Co Ltd. Di 2025, beasiswa ini juga bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI.

    Selama program berlangsung, calon mahasiswa akan mendapat tunjangan hingga 145.000 yen Jepang (JPY) atau sekitar Rp 15 juta per bulan untuk biaya hidup, transportasi, dan tempat tinggal.


    Penerima beasiswa juga akan mendapat tunjangan keberangkatan sebesar 50.000 JPY atau sekitar Rp 5 juta (per kurs 1 JPY= Rp 103,93) dan berbagai manfaat lainnya.

    Berminat mendaftar? Berikut informasi tentang syarat hingga jadwal pendaftaran Beasiswa S1 Mitsui-Bussan 2025 selengkapnya.

    Syarat Beasiswa Mitsui-Bussan 2025

    1. Warga Negara Indonesia (WNI)
    2. Berusia di bawah 20 tahun per 1 April 2025
    3. Belum menikah dan tidak akan menikah selama beasiswa berlangsung
    4. Lulusan SMA/Madrasah Aliyah program IPA atau IPS
    5. Bagi lulusan IPA, nilai minimal 80 untuk mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, dan Bahasa Inggris pada 2 semester terakhir atau semester 1 kelas 12 dan semester 2 kelas 11
    6. Bagi lulusan IPS, nilai minimal 80 untuk mata pelajaran Matematika, Ekonomi, Geografi, dan Bahasa Inggris pada 2 semester terakhir atau semester 1 kelas 12 dan semester 2 kelas 11
    7. Lulusan SMA Bahasa dan SMK tidak diperkenankan mendaftar
    8. Harus bersedia mempelajari bahasa Jepang dan menerima pendidikan di kampus dalam bahasa Jepang. Setiap level skor JLPT (N1-N5) akan dihitung sebagai nilai tambah untuk seleksi.
    9. Sehat jasmani dan rohani serta tidak memiliki penyakit menular.

    Program Studi Tujuan

    Berbagai program studi yang bisa dipilih calon mahasiswa adalah:

    1. Program Studi Sains dan Teknik

    • Matematika, fisika, kimia, ilmu komputer dan informasi, biologi, biofisika dan biokimia, geologi, dan lainnya
    • Teknik sipil, arsitektur, teknik urban, teknik lingkungan, dan lainnya
    • Teknik mesin, teknik presisi, dan lainnya
    • Teknik perkapalan dan kelautan, aeronautika, dan lainnya
    • Teknik elektro, elektronika, teknik komunikasi dan informasi, dan lainnya
    • Metalurgi, ilmu material, dan lainnya
    • Kimia terapan, teknik kimia, dan lainnya
    • Teknik industri, manajemen produksi dan pabrik, manajemen plant, dan lainnya
    • Teknik pertanian, ilmu kehutanan dan perikanan, kimia pertanian, agrobiologi, teknik pangan, dan lainnya

    2. Ilmu Sosial

    • Hukum perdata, hukum publik, ilmu politik, dan lainnya
    • Teori ekonomi, sejarah ekonomi, kebijakan ekonomi, dan lainnya
    • Manajemen perusahaan, akuntansi, pemasaran dan perdagangan, keuangan, asuransi, hubungan industri, ekonometrika, ekonomi internasional

    Masa Beasiswa

    Lama program Beasiswa S1 Mitsui-Bussan adalah 66 bulan atau 5,5 tahun dari Oktober 2025 hingga Maret 2031, dengan penjabaran:

    • Belajar bahasa Jepang: 1,5 tahun (18 bulan)
    • Studi di universitas: 4 tahun (48 bulan)
    • Total: 5,5 tahun (66 bulan).

    Manfaat Beasiswa Mitsui-Bussan 2025

    • Biaya hidup: 145.000 JPY setara Rp 15 juta per bulan
    • Biaya pesawat
      • Pesawat Indonesia-Jepang sebelum keberangkatan
      • Pesawat Jepang-Indonesia 1 tahun setelah berakhirnya ketentuan beasiswa
    • Tunjangan kedatangan: 50 ribu JPY atau setara Rp 5 juta
    • Biaya kuliah di Pusat Bahasa Jepang dan universitas
    • Biaya tempat tinggal, transportasi, dan lainnya
    • Selama belajar bahasa Jepang, penerima beasiswa akan mendapat subsidi penginapan sebesar 5 ribu JPY atau sekitar Rp 500 ribu per bulan.
    • Ketika sudah kuliah, biaya tempat tinggal dinaikan sebesar 25 ribu JPY atau Rp 2,5 juta per bulan
    • Biaya buku sudah termasuk dalam program
    • Biaya makan, transportasi dan pengeluaran lainnya masuk dalam biaya hidup.

    Cara Daftar Beasiswa Mitsui-Bussan 2025

    1. Pendaftaran dilakukan melalui tautan https://www.mbkscholarship-id.com/, klik “Start Now”
    2. Gulir ke bawah hingga menemukan tombol “Register”
    3. Isi formulir pendaftaran sesuai yang ditentukan
    4. Unggah berbagai dokumen yang dibutuhkan seperti:
      • Fotokopi formulir pendaftaran yang berisi data dan tertera nomor registrasi pelamar
      • Pas foto ukuran 4 x 3 cm yang diambil dalam kurun waktu 6 bulan terakhir
      • Rapor kelas 10-12 SMA
      • Surat rekomendasi dari kepala sekolah dalam bahasa Inggris

    Jika lolos Seleksi 1, peserta harus menyertakan dokumen berikut untuk ikut Seleksi 2:

    • Salinan ijazah SMA dan nilai ujian akhir
    • Salinan KTP atau Kartu Pelajar
    • Surat persetujuan dalam bahasa Inggris, ditandatangani orang tua atau wali
    • Sertifikat TOEFL, TOEIC, IELTS, JLPT, atau sertifikat skor bahasa yang dikeluarkan institusi bahasa bereputasi internasional lain
    • Sertifikat prestasi atau penghargaan dari organisasi internasional bereputasi jika ada
    • Esai dalam bahasa Inggris

    Jadwal Seleksi Beasiswa Mitsui-Bussan 2025

    • Pendaftaran dan seleksi administrasi: Hingga 14 Februari 2025
    • Seleksi I (ujian tertulis matematika dan bahasa Inggris): 20 April 2025
    • Seleksi II (tes bakat): 7 Mei 2025
    • Seleksi II (pemeriksaan kesehatan): Paling lambat 20 Mei 2025
    • Seleksi III (wawancara): 17 Juni 2025
    • Pengumuman akhir: Diberitahukan kemudian

    Informasi lebih lengkap tentang beasiswa ini bisa dilihat melalui laman https://www.mbkscholarship-id.com/. Jangan lupa daftar ya detikers!

    (det/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa LPDP 2025 Dibuka, Fokus ke STEM?



    Jakarta

    Masa pendaftaran Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1 tengah dibuka. Apakah benar Beasiswa LPDP tahun ini fokus ke science, technology, engineering, and mathematics (STEM)?

    Sekjen Kemendikti Togar M Simatupangmengatakan soal Beasiswa LPDP yang berfokus ke STEM masih dalam tahap pembicaraan. Togar mengatakan ilmu sosial juga menjadi rumpun ilmu yang dibahas terkait fokus Beasiswa LPDP ke depan. Ia menegaskan ilmu sosial juga penting. Beasiswa yang akan ditawarkan menurutnya dapat diarahkan pada yang berdampak tinggi bagi negara.

    “STEM itu memang ada pergeseran, tapi tidak sama sekali yang sosial itu tidak mendapat tempat. Karena sosial juga hal yang penting ya, tetapi itu kita tembak nanti untuk yang berkali bertinggi, yang sosial itu, jadi benar-benar yang high impact,” katanya usai rapat kerja Komisi X DPR dengan Kemendiktisaintek di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2025).


    “Dan juga dibutuhkan di negara kita ini, misalkan masalah pertumbuhan ekonomi, masalah diversifikasi, keanekaragaman, kebhinekaan, budaya, interkultural, sampai dengan negosiasi-negosiasi pada bidang-bidang atau internasional,” ucapnya.

    Togar mengatakan kajian kebutuhan (gap) ke depannya akan terus berlangsung untuk memastikan lulusan Beasiswa LPDP, khususnya di bidang STEM, dapat terserap di dunia kerja dan didukung infrastruktur.

    “Ini setiap tahun kita evaluasi. Karena bisa aja nanti ada pendatang-pendatang baru yang di bidang STEM yang dulu kita sekolahkan ini udah tumbuh, ngapain lagi kita perbanyak? Nanti kan kesempatan kerja sedikit, kemudian juga nanti kekurangan dari infrastruktur untuk mendukung mereka,” ucapnya.

    Sebelumnya, Beasiswa LPDP disebut akan dikaji ulang untuk memastikan efektivitasnya. Soal kabar ini, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan pengkajian ulang beasiswa LPDP dalam hal ini agar pendanaan pendidikan bagi pelajar RI tersebut sesuai dengan program pemerintah.

    “Yang dikaji ulang itu bagaimana kita memastikan (bahwa) yang didanai itu yang sesuai dengan program pemerintah. Yang sesuai dengan Kabinet Merah Putih,” kata Satryo usai rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (6/11/2024).

    Satryo mengatakan, penerima beasiswa LPDP ke depan akan fokus mendukung program Presiden Prabowo Subianto, yaitu dalam swasembada pangan, swasembada energi, persediaan air, dan hilirisasi.

    Ia mengatakan prioritas di atas tidak menutup kemungkinan bagi peminat beasiswa LPDP di bidang ilmu lain.

    “Yang bidang lain, kalau memang ada yang menonjol dan patut didanai, kita danai,” ucapnya.

    Ia mengatakan, penerima beasiswa LPDP ke diharapkan juga akan terus naik.

    “Kalau jumlah penerimanya kita inginkan tiap tahun naik terus, berarti hanya fokusnya saja (yang ke program pemerintah),” ucapnya.

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Itu Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP? Ini Daftar Kampus dan Syarat-syaratnya



    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP 2025 telah dibuka. Apa itu dan apa perbedaanya dengan beasiswa LPDP yang lain?

    Seperti diketahui, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) merupakan lembaga pemerintah di bawah Kementerian Keuangan yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dana abadi pendidikan. Dalam pelaksanaannya, LPDP meluncurkan beragam beasiswa pendidikan tinggi. Salah satunya adalah Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia.

    Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP adalah program beasiswa yang diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia yang telah memperoleh Letter of Admission/Acceptance dari Perguruan Tinggi Utama Dunia untuk menempuh jenjang pendidikan Magister dan Doktor. Perlu diketahui, daftar perguruan tinggi yang termasuk top dunia tergantung pada daftar yang telah dirilis LPDP.


    Daftar Kampus yang Termasuk Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP 2025

    Daftar kampus yang termasuk Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP dibedakan menjadi All Subject dan Specific Subject atau Bidang Tertentu. All Subject berarti pelamar bisa mendaftarkan diri di semua program studi pada universitas terkait, sementara dalam Specific Subject pelamar hanya bisa mengikuti program studi tertentu.

    Melansir dari Buku Panduan Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP, berikut daftar kampusnya:

    All Subject

    Massachusetts Institute of Technology (MIT)
    University of Oxford
    Harvard University
    University of Cambridge
    Stanford University
    California Institute of Technology (Caltech)
    University of California (UCB)
    Imperial College London
    ETH Zurich-Swiss Federal Institute of Technology
    Princeton University
    University of Pennsylvania
    Yale University
    UCL (University College London)
    Peking University
    University of Chicago
    Cornell University
    Tsinghua University
    Johns Hopkins University
    Columbia University
    University of Toronto
    National University of Singapore (NUS)
    University of California, Los Angeles (UCLA)
    The University of Melbourne
    The University of Tokyo
    The University of Edinburgh
    Technical University of Munich
    University of Michigan-Ann Arbor
    Université PSL (Paris Sciences & Lettres)

    Specific Subject

    London School of Economics and Political Science (LSE)
    Prodi: Economics & Econometrics
    Babson College
    Prodi: Entrepreneurship

    Manfaat Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP 2025

    Dana Pendidikan

    Dana Pendaftaran
    Dana SPP/Tuition Fee
    Dana Tunjangan Buku
    Dana Penelitian Tesis/Disertasi
    Dana Seminar Internasional
    Dana Publikasi Jurnal Internasional

    Dana Pendukung

    Dana Transportasi
    Dana Aplikasi Visa
    Dana Asuransi Kesehatan
    Dana Kedatangan
    Dana Hidup Bulanan
    Dana Lomba Internasional
    Dana Tunjangan keluarga (khususDoktor)
    Dana Keadaaan Darurat (jika diperlukan)

    Syarat Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP 2025

    1. Warga Negara Indonesia
    2. Memiliki dokumen LoA Perguruan Tinggi tujuan
    3. Memenuhi ketentuan batas usia pendaftar pada 31 Desember di tahun pendaftaran yaitu:
      a. Pendaftar jenjang pendidikan magister berusia paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun.
      b. Pendaftar jenjang pendidikan doktor berusia paling tinggi 40 (empat puluh) tahun.
      c. Pendaftar yang berprofesi sebagai dosen tetap yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) berusia paling tinggi 42 (empat puluh dua) tahun untuk jenjang pendidikan magister dan 47 (empat puluh tujuh) tahun untuk jenjang pendidikan doktor dibuktikan dengan dokumen Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN).
    4. Mengunggah dokumen sertifikat kemampuan Bahasa Inggris yang berlaku paling lambat pada 2 (dua) tahun terakhir, terhitung sampai dengan tanggal pengumuman hasil sanggah pada periode pendaftaran berjalan (24 Maret 2025). Sertifikat diterbitkan oleh ETS (www.ets.org), PTE Academic (www.pearsonpte.com), atau IELTS (www.ielts.org)
    5. Syarat minimal kemampuan bahasa Inggris yaitu
      a. Pendaftar program magister luar negeri, skor minimal kemampuan bahasa InggrisTOEFL iBT® 80; PTE Academic 58; atau IELTS™ 6,5.
      b. Pendaftar program Doktor luar negeri skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL iBT® 94; PTE Academic 65; atau IELTS™ 7,0.
    6. Menyertakan Surat Rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi

    Syarat Dokumen Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP 2025

    1. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    2. Scan Ijazah S1/D4/S2 (Asli atau Legalisir) atau SKL (Surat Keterangan Lulus)
    3. Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari Perguruan Tinggi (bagi yang tidak menyelesaikan studi).
    4. Scan Transkrip Nilai S1/D4/S2 (bukan Transkrip Profesi)
    5. Dokumen penyetaraan ijazah dari Kemendiktisaintek/ Kementerian Agama atau tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah sesuai ketentuan
    6. Sertifikat Bahasa Asing yang dipersyaratkan dan Masih Berlaku (Asli)
    7. Letter of Acceptance (LoA) yang sesuai dengan ketentuan LPDP (jika ada)
    8. Surat rekomendasi dari pimpinan, tokoh atau pakar di bidang keagamaan
    9. Surat pernyataan pada aplikasi pendaftaran saat akan melakukan submit
    10. Surat usulan dari pejabat yang membidangi SDM untuk pendaftar PNS/TNI/POLRI sesuai ketentuan
    11. Dokumen Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) bagi pendaftar berprofesi dosen tetap
    12. Surat Kesediaan menjadi promotor dan/atau copromotor bagi pendaftar jenjang Doktor (opsional)
    13. Profil diri pada formulir pendaftaran online
    14. Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia
    15. Proposal Penelitian (khusus Doktor)
    16. Publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi

    Cara Mendaftar Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP 2025

    1. Mendaftar secara online pada melalui laman Pendaftaran Beasiswa LPDP https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
    2. Melengkapi dan mengunggah semua dokumen yang dipersyaratkan
    3. Pastikan melakukan submit aplikasi pendaftaran untuk mendapatkan kode registrasi/pendaftaran

    Jadwal Seleksi Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP 2025

    Pendaftaran Seleksi: 17 Januari – 17 Februari 2025
    Seleksi Administrasi: 18 Februari – 6 Maret 2025
    Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 7 Maret 2025
    Pengajuan Sanggah: 8 – 10 Maret 2025
    Pengumuman Hasil Sanggah: 24 Maret 2025
    Seleksi Bakat Skolastik: 14 – 28 April 2025
    Pengumuman Hasil Seleksi Bakat Skolastik: 2 Mei 2025
    Seleksi Substansi: 6 Mei – 5 Juni 2025
    Pengumuman Hasil Seleksi Substansi: 19 Juni 2025
    Periode Perkuliahan paling cepat: Bulan Juli 2025

    Itulah penjelasan mengenai pendaftaran Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia LPDP 2025 serta daftar kampusnya. Jangan sampai terlewat, ya!

    (nir/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Pendaftaran Beasiswa LPDP 2025 Khusus Kader Ulama Dibuka, Cek Infonya di Sini



    Jakarta

    Beasiswa LPDP tengah dibuka dalam beragam program beasiswa sesuai kebutuhan pelamar. Salah satunya yaitu Beasiswa LPDP 2025 Kader Ulama yang telah dibuka hari ini, Jumat (17/1/2025).

    Beasiswa LPDP Khusus Calon Ulama yang dikenal dengan Beasiswa Kader Ulama adalah beasiswa jenjang magister dan doktoral yang dikelola Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) bekerja sama dengan Kementerian Agama, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dengan pembiayaan LPDP yang diperuntukan bagi calon ulama.

    Dalam beasiswa ini, pelamar bisa mendaftarkan diri untuk mengikuti perkuliahan di Institut PTIQ Jakarta pada program studi magister maupun doktor Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.


    Adapun pendaftaran dapat dilakukan melalui https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/. Tertarik mendaftar? Simak informasi lengkapnya di bawah ini.

    Manfaat Beasiswa Kader Ulama LPDP 2025

    Melansir dari Panduan Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Kader Ulama Tahun 2025 oleh LPDP, komponen Beasiswa Kader Ulama LPDP 2025 terdiri dari:

    Dana Pendidikan

    Dana Pendaftaran
    Dana SPP/Tuition Fee/Uang Kuliah Tunggal
    Dana Tunjangan Buku
    Dana Penelitian Tesis/Disertasi
    Dana Seminar Internasional
    Dana Publikasi Jurnal Internasional

    Dana Pendukung

    Dana Transportasi
    Dana Asuransi Kesehatan
    Dana Kedatangan
    Dana Hidup Bulanan
    Dana Lomba Internasional
    Dana Tunjangan keluarga (khusus Doktor)
    Dana keadaaan darurat (jika diperlukan)

    Syarat Dokumen Beasiswa Kader Ulama LPDP 2025

    1. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    2. Scan ijazah S1/D4/S2 (asli atau legalisir) atau SKL (Surat Keterangan Lulus)
    3. Surat pemberhentian sebagai mahasiswa dari perguruan tinggi (bagi yang tidak menyelesaikan studi).
    4. Scan transkrip nilai S1/D4/S2 (bukan transkrip profesi)
    5. Dokumen penyetaraan ijazah dari Kemendiktisaintek/ Kementerian Agama atau tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah sesuai ketentuan
    6. Dokumen konversi IPK dari Kemendikbudristek/ Kementerian Agama atau tangkapan layar pengajuan konversi IPK sesuai ketentuan
    7. Sertifikat bahasa asing yang dipersyaratkan dan masih berlaku (asli)
    8. Letter of Acceptance (LoA) yang sesuai dengan ketentuan LPDP (jika ada)
    9. Surat rekomendasi dari pimpinan, tokoh atau pakar di bidang keagamaan
    10. Surat pernyataan pada aplikasi pendaftaran saat akan melakukan submit
    11. Surat usulan dari pejabat yang membidangi SDM untuk pendaftar PNS/TNI/Polri sesuai ketentuan
    12. Surat Kesediaan menjadi promotor dan/atau co-promotor bagi pendaftar jenjang Doktor (opsional)

    Jadwal Seleksi Beasiswa Kader Ulama LPDP 2025

    Pendaftaran seleksi: 17 Januari-17 Februari 2025
    Seleksi administrasi: 18 Februari-6 Maret 2025
    Pengumuman hasil seleksi administrasi: 7 Maret 2025
    Pengajuan sanggah: 8-10 Maret 2025
    Pengumuman hasil sanggah: 24 Maret 2025
    Seleksi bakat skolastik: 14 – 28 April 2025
    Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Mei 2025
    Seleksi substansi: 6 Mei – 5 Juni 2025
    Pengumuman hasil seleksi substansi: 19 Juni 2025
    Periode perkuliahan paling cepat: Juli 2025

    Demikian informasi mengenai pendaftaran Beasiswa Kader Ulama LPDP 2025. Tertarik mendaftar?

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com