Tag: kemenkeu

  • Beasiswa LPDP 2024 Tahap 2 Ditutup Besok, Cek Cara Daftarnya di Sini!



    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa LPDP 2024 Tahap 2 akan ditutup besok, 18 Juli 2024. Bagi detikers yang masih belum melakukan registrasi bisa segera menyelesaikannya hari ini.

    Beasiswa LPDP ini sayang apabila dilewatkan karena mempunyai banyak program pilihan serta kampus tujuan dari dalam juga luar negeri. Beasiswa ini sendiri disediakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

    Dengan begitu, bagi calon mahasiswa yang kini ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang master atau doktor bisa mencoba beasiswa LPDP. Pendaftar yang lolos beasiswa LPDP 2024 Tahap 2 ini akan menerima bantuan mulai Januari 2025.


    Bagaimana, tidak mau ketinggalan bukan? Dikutip dari laman LPDP Kemenkeu, berikut informasi lengkapnya seputar pendaftaran beasiswa:

    Jenis Beasiswa LPDP 2024

    1. Program Umum

    • Beasiswa Reguler
    • Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia
    • Beasiswa Parsial

    2. Program Afirmasi

    • Beasiswa Penyandang Disabilitas
    • Beasiswa Putra-putri Papua
    • Beasiswa Daerah Afirmasi
    • Beasiswa Prasejahtera

    3. Program Targeted

    • Beasiswa PNS, TNI, POLRI
    • Beasiswa Kewirausahaan
    • Beasiswa Pendidikan Kader Ulama
    • Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis

    4. Program Prioritas

    • Beasiswa Prioritas LPDP – NTU Program Doktor
    • Beasiswa Prioritas LPDP – UNSW Program Doktor
    • Beasiswa Prioritas LPDP – NUS Program Master Bidang Kewirausahaan
    • Beasiswa Prioritas LPDP – University of Dundee Program Doktor

    5. Program Kerja Sama

    • Beasiswa Kerja Sama – BRIN
    • Beasiswa Kerja Sama – USTB
    • Beasiswa Kerja Sama – Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional dan Bidang Transportasi

    6. Program Double Degree/Joint Degree

    Syarat Daftar Beasiswa LPDP 2024

    • WNI
    • Lulus D4/S1 dan ingin mengambil beasiswa master, S2 untuk doktor, atau D4/S1 langsung doktor
    • Pendaftar D4/S1 langsung doktor wajib mempunyai LoA unconditional dari kampus tujuan
    • Pendaftar yang lulus S2 tidak diizinkan mendaftar beasiswa S2, demikian juga pada pendaftar lulusan S3
    • Pendaftar beasiswa doktor yang lulusan dokter spesialis/subspesialis dapat menggunakan transkrip nilai sebagai syarat bukti IPK
    • Lulusan luar negeri wajib melampirkan hasil penyetaraan ijazah, hasil konversi IPK, tangkapan layar ajuan penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK dan/atau konversi IPK untuk pendaftar yang penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK-nya belum terbit.
    • Menyetujui surat pernyataan yang sudah disediakan
    • Menulis profil diri
    • Menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia
    • Menulis proposal penelitian untuk pendaftar program doktor
    • Jika memiliki publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non-kejuaraan, pengalaman organisasi, maka perlu dituliskan saat daftar
    • Pendaftar yang pernah menempuh studi, tetapi tidak menyelesaikannya, bisa mendaftar di jenjang studi yang sama.
    • Melampirkan surat rekomendasi sesuai syarat program yang diterbitkan maksimal 1 tahun di bulan yang sama dengan waktu pendaftaran
    • Pendaftar yang sedang menempuh studi bisa mendaftar dengan ketentuan yaitu mendaftar di prodi dan/atau perguruan tinggi tujuan yang berbeda, membuat, dan menandatangani surat pengunduran diri yang diajukan ke kampus atas prodi yang sedang ditempuh dan menyampaikan ke LPDP maksimal 2 pekan setelah pengumuman kelulusan seleksi substansi, wajib menyerahkan surat pemberhentian resmi dari prodi/kampus, pendaftar yang mendapat gelar sebelum seleksi substansi, maka LPDP bisa membatalkan statusnya sebagai penerima beasiswa
    • Pendaftar PNS dan CPNS wajib melampirkan surat usulan minimal dari pejabat setingkat eselon II yang membidangi pembinaan/pengembangan SDM di kementerian/lembaga/pemda.
    • Pendaftar TNI wajib melampirkan surat usulan/rekomendasi minimal dari pejabat yang membidangi pembinaan SDM di Mabes TNI/TNI AD/TNI AL/TNI AU
    • Pendaftar berstatus Polri wajib melampirkan surat usulan minimal dari pejabat yang membidangi pembinaan SDM di Mabes Polri
    • Memilih kampus dan prodi tujuan sesuai ketentuan LPDP
    • Beasiswa tidak ditujukan untuk kelas eksekutif, kelas khusus, karyawan, jarak jauh, yang diselenggarakan bukan di kampus induk, kelas internasional untuk pendaftar tujuan studi dalam negeri, kelas yang diselenggarakan di lebih dari satu negara perguruan tinggi, kelas lain yang tidak memenuhi ketentuan LPDP

    Cara Daftar Beasiswa LPDP 2024

    1. Mendaftar secara online pada situs https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
    2. Melengkapi dan mengunggah semua dokumen yang dipersyaratkan pada aplikasi pendaftaran
    3. Pastikan melakukan submit aplikasi pendaftaran untuk mendapatkan kode registrasi/pendaftaran.
    4. Pastikan dokumen-dokumen pendukung seperti Surat Rekomendasi, Surat Keterangan atau yang sejenis masih dalam masa berlaku dan diterbitkan sesuai ketentuan LPDP

    Jadwal Seleksi Beasiswa LPDP 2024 Tahap 2

    • Pendaftaran: 19 Juni – 18 Juli 2024
    • Seleksi administrasi: 22 Juli – 7 Agustus 2024
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 9 Agustus 2024
    • Masa sanggah hasil seleksi administrasi: 10 – 11 Agustus 2024
    • Proses sanggah hasil seleksi administrasi: 12 – 16 Agustus 2024
    • Pengumuman hasil sanggah seleksi administrasi: 21 Agustus 2024
    • Seleksi bakat skolastik: 27 – 31 Agustus 2024
    • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 5 September 2024
    • Seleksi substansi: 10 September – 25 Oktober 2024
    • Pengumuman hasil seleksi substansi: 7 November 2024

    Itulah informasi seputar pendaftaran beasiswa LPDP 2024 tahap 2. Ayo buruan daftar sebelum ketinggalan!

    (cyu/nwy)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Kapan Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2024 Dibuka? Ini Infonya



    Jakarta

    Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama (Kemenag) 2024 menjadi salah satu beasiswa incaran mahasiswa Indonesia. Namun, kapan pendaftarannya akan dibuka?

    BIB Kemenag 2024 adalah bantuan dana pendidikan melalui program gelar ataupun non-gelar hasil kerjasama antara Kemenag dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Program gelar yang tersedia terbuka untuk pendaftaran jenjang S1, S2, dan S3 di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.

    Bila melihat seleksi tahun sebelumnya, pendaftaran BIB 2024 seharusnya sudah dibuka sejak bulan Juni-Juli. Namun melalui media sosial Instagram resminya, Tim BIB menjelaskan di tahun 2024 seleksi belum digelar hingga saat ini.


    “Saat ini Beasiswa Indonesia Bangkit belum membuka pendaftaran untuk tahun 2024. Informasi terkait pendaftaran akan disampaikan melalui website dan Instagram official,” kata tim BIB dalam keterangan tertulis.

    Meskipun belum membuka pendaftaran, calon awardee tetap bisa mempersiapkan diri lo. Berikut ini informasi yang bisa kamu ketahui tentang BIB Kemenag RI dikutip dari Pedoman Pendaftaran BIB Program Beasiswa Gelar Tahun 2023, Senin (8/7/2024).

    Jenis Beasiswa Gelar BIB Kemenag RI

    BIB terbagi dalam tiga jenis beasiswa gelar, yakni:

    1. Beasiswa Umum

    • S1: Beasiswa Umum S1 dalam negeri
    • S2: Beasiswa Umum S2 dalam negeri dan luar negeri
    • S3: Beasiswa umum S3 dalam negeri dan luar negeri

    2. Beasiswa Prestasi

    • S1: Beasiswa Prestasi S1 dalam negeri dan luar negeri
    • S2: Beasiswa double degree S2 luar negeri

    3. Beasiswa Target

    • S1: Beasiswa tahfidz S1 dalam negeri dan Beasiswa S1 PJJ-PAI

    Syarat Pendaftaran BIB Kemenag RI

    1. Warga Negara Indonesia (WNI) yang memenuhi ketentuan persyaratan pada masing-masing program terutama:

    • Alumni pesantren
    • Lulusan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI)/Ma’had Aly/program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB)
    • Alumni perguruan tinggi umum (PTU)
    • Guru dan tenaga kependidikan pada pendidikan agama Islam
    • Pendidik dan tenaga kependidikan madrasah
    • Dosen pada perguruan tinggi keagamaan dan ma’had aly
    • Dosen pendidikan agama Islam
    • Pegawai kementerian agama

    2. Kriteria pendaftar beasiswa degree untuk jenjang S1 antara lain:

    • Siswa madrasah aliyah (MA)
    • Siswa madrasah aliyah kejuruan (MAK)
    • Siswa pendidikan diniyah formal/pendidikan mu’adalah/pendidikan kesetaraan pada pesantren salafiyah/SMA/SMK pada pondok pesantren dan sederajat.
    • Jenjang S1 bisa mengikuti program: Beasiswa Umum S1 dalam negeri, Beasiswa Prestasi S1 dalam dan luar negeri, Beasiswa Target Tahfidz S1 dalam negeri dan Beasiswa Target S1 PJJ-PAI.

    3. Kriteria pendaftar beasiswa degree untuk jenjang S2 antara lain:

    • Lulusan PTKI
    • Lulusan Ma’had Aly
    • Lulusan PBSB
    • Lulusan PTU
    • Pendidik dan Tenaga Kependidikan Madrasah/Pendidikan Pesantren
    • Guru PAI dan Pengawas PAI pada sekolah
    • Pegawai di Kementerian Agama
    • Jenjang S2 bisa mengikuti program: Beasiswa Umum S2 dalam dan luar negeri dan Beasiswa Prestasi Double Degree S2 dalam dan luar negeri.

    4. Kriteria pendaftar beasiswa degree untuk jenjang S3 antara lain:

    • Dosen perguruan tinggi keagamaan
    • Dosen PAI pada perguruan tinggi umum
    • Lulusan PTKI
    • Lulusan PTU
    • Jenjang S3 bisa mengikuti program: Beasiswa Umum S3 dalam dan luar negeri.

    Jalur Pendaftaran BIB Kemenag RI

    Seleksi Beasiswa Gelar BIB terdiri dari tiga jalur yakni:

    1. Jalur LoA (Letter of Acceptance/Admission unconditional)

    Ditujukan bagi pendaftar yang telah memiliki LoA unconditional atau surat penerimaan tanpa syarat dari perguruan tinggi tujuan.

    2. Jalur Kemitraan (Partnership/Collaborative Program)

    Pendaftar dapat memiliki program studi pada perguruan tinggi kemitraan yang ditetapkan oleh Kemenag. Jika dinyatakan lulus seleksi sebagai calon penerima beasiswa, peserta akan mendapatkan LoA/diterima di perguruan tinggi yang sudah ditetapkan.

    3. Jalur Reguler

    Ditujukan bagi pendaftar yang belum memiliki LoA. Pendaftar bisa memiliki maksimal 3 program studi pada perguruan tinggi tujuan. Ketika lolos seleksi beasiswa, pendaftar diberikan batas waktu untuk mendapatkan LoA.

    Komponen BIB Kemenag RI

    1. Biaya Pendidikan

    • Biaya pendaftaran
    • Biaya SPP (Tuition Fee)
    • Bantuan penelitian skripsi/tesis/disertasi
    • Bantuan seminar internasional (S2/S3)
    • Bantuan publikasi jurnal internasional (S2/S3)

    2. Biaya Pendukung

    • Transportasi
    • Asuransi kesehatan
    • Biaya hidup bulanan (Living Cost)
    • Settlement allowance
    • Family allowance (S3)
    • Biaya aplikasi visa/residence permit (LN)
    • Dana darurat

    3. Biaya Tambahan (Disabilitas)

    • Biaya transportasi pendamping
    • Biaya asuransi kesehatan pendamping
    • Biaya pendukung lainnya yang disetujui

    4. Biaya Peningkatan Kemampuan Bahasa (Afirmasi)

    • Biaya program
    • Biaya hidup bulanan
    • Biaya transportasi

    Itulah informasi tentang BIB Kemenag RI 2024. Semoga pendaftarannya segera dibuka ya detikers!

    (det/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Apa Itu Beasiswa LPDP? Ini Jenis, Syarat, dan Cara Daftarnya


    Jakarta

    Beasiswa LPDP merupakan salah satu beasiswa prestisius yang diincar oleh ribuan mahasiswa Indonesia. Pasalnya, beasiswa LPDP memberikan kesempatan emas untuk menempuh studi di kampus bergengsi di dalam atau luar negeri.

    Selain menawarkan biaya pendidikan, beasiswa ini juga mencakup biaya hidup, makanan, transportasi, dan masih banyak lagi. Yuk, pahami selengkapnya seputar beasiswa LPDP di bawah ini.

    Apa itu Beasiswa LPDP?

    Mengutip dari buku Meretas Batas Impian Dengan Beasiswa karya Dr. Abdul Kahar, M.Pd, beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP merupakan beasiswa yang diselenggarakan secara resmi oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Program beasiswa LPDP diadakan untuk membantu calon mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di jenjang sarjana (S1), magister (S2), ataupun doktoral (S3).


    Melalui beasiswa LPDP, mahasiswa berkesempatan untuk berkuliah di perguruan tinggi dalam atau luar negeri yang telah bermitra dengan LPDP. Komponen beasiswa LPDP sendiri diantaranya mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, makan, transportasi, dan asuransi.

    Jenis Beasiswa LPDP

    Hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya, beasiswa LPDP dari Kementerian Keuangan menawarkan 4 program utama yakni beasiswa targeted, beasiswa umum, beasiswa afirmasi, dan beasiswa kolaborasi. Dilansir dari laman resmi LPDP, keempat program beasiswa ini terbagi lagi menjadi beberapa kategori sebagai berikut:

    1. Beasiswa Kolaborasi

    Beasiswa Kolaborasi – Kemendikbudristek adalah program beasiswa ini diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mendorong semangat belajar kalangan pelajar, pendidik, dan budayawan melalui berbagai program kolaborasi.

    2. Beasiswa Umum

    Beasiswa Reguler

    Beasiswa Reguler merupakan program beasiswa di jenjang magister dan dokter yang ditujukan untuk WNI melalui mekanisme dan prosedur yang telah ditentukan LPDP.

    Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD)

    PTUD merupakan program beasiswa yang memberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan di jenjang magister dan doktor bagi WNI yang mempunyai Letter of Admission/Acceptance (LoA) dari Perguruan Tinggi Utama Dunia.

    Beasiswa Parsial

    Beasiswa parsial merupakan program beasiswa jenjang magister dan doktor bagi WNI dengan skema pendanaan yang dibagi bersama antara pihak LPDP dan mahasiswa penerima beasiswa.

    3. Beasiswa Afirmasi

    Beasiswa Daerah Afirmasi

    Program Beasiswa Daerah Afirmasi merupakan beasiswa jenjang magister dan doktor yang ditujukan bagi masyarakat yang berasal dari daerah afirmasi.

    Beasiswa Prasejahtera

    Program Beasiswa Prasejahtera ditujukan untuk membantu kalangan masyarakat dari keluarga prasejahtera atau miskin untuk dapat melanjutkan pendidikan di jenjang magister.

    Beasiswa Penyandang Disabilitas

    Program beasiswa ini diperuntukkan bagi masyarakat penyandang disabilitas fisik, intelektual, mental, sensorik, serta disabilitas ganda atau multi.

    Beasiswa Putra-Putri Papua

    Program beasiswa ini ditujukan bagi putra-putri dari daerah Provinsi Papua, Provinsi Papua Barat, Provinsi Papua Tengah, Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, dan Provinsi Papua Pegunungan untuk menempuh pendidikan di jenjang magister dan doktor.

    4. Beasiswa Targeted (Targeted scholarship)

    Beasiswa PNS, TNI, dan POLRI

    Sesuai namanya, program beasiswa ini ditujukan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), prajurit TNI, dan anggota kepolisian (POLRI).

    Beasiswa Kewirausahaan

    Beasiswa kewirausahaan merupakan program beasiswa untuk jenjang magister luar negeri bagi WNI yang tertarik mempelajari bidang kewirausahaan.

    Beasiswa Kader Ulama

    Beasiswa kader ulama atau Beasiswa Pendidikan Indonesia Kader Ulama Masjid Istiqlal merupakan program beasiswa jenjang magister yang ditujukan bagi calon ulama. Program ini dikelola oleh Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) dan bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

    Beasiswa Dokter Spesialis dan Dokter Subspesialis

    Program Beasiswa Dokter Spesialis dan Dokter Subspesialis diselenggarakan oleh LPDP dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menunjang ketersediaan sumber daya tenaga dokter spesialis dan subspesialis di Indonesia.

    Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi Nasional

    Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi Nasional merupakan program beasiswa jenjang doktor hasil kolaborasi antara LPDP dan BRIN yang ditujukan bagi WNI yang terampil dalam riset nasional di bidang keanekaragaman hayati, nuklir, penerbangan, antariksa, dan maritim.

    Beasiswa Prioritas LPDP – NTU Program MBA

    Program beasiswa ini ditujukan bagi WNI yang bekerja di sektor publik untuk melanjutkan pendidikan pada program MBA di Nanyang Technological University (NTU) Singapura.

    Beasiswa Prioritas LPDP-NTU Program Doktor

    Program beasiswa ini menawarkan kesempatan bagi WNI untuk menempuh pendidikan pada program doktor yang diadakan oleh Nanyang Technological University (NTU) Singapura.

    Beasiswa Prioritas LPDP-Campus France Program Master

    Program beasiswa ini memberikan kesempatan bagi WNI untuk berkuliah pada jenjang magister di program studi dan universitas yang terlampir.

    Beasiswa Prioritas LPDP-UC Davis

    Program Beasiswa Prioritas LPDP-UC Davis ditujukan bagi WNI untuk melanjutkan pendidikan pada program doktor yang diselenggarakan oleh University of California Davis, Amerika.

    Beasiswa LPDP-UNSW Program Doktor

    Program beasiswa ini memberikan kesempatan bagi WNI untuk menempuh pendidikan pada program doktor di University of South Wales (UNSW) Australia.

    Beasiswa Prioritas Dikristek-LPDP-OKP Program Master

    Program Beasiswa Prioritas Dikristek-LPDP-OKP Program Master menawarkan kesempatan bagi WNI untuk melanjutkan pendidikan pada program studi dan universitas sebagaimana yang terlampir.

    Beasiswa Prioritas LPDP-NUS Program Master Bidang Kewirausahaan

    Program beasiswa ini diperuntukkan bagi WNI untuk menempuh pendidikan jenjang magister di National University of Singapore, program studi Master Science in Venture Creation bidang kewirausahaan (single degree).

    Beasiswa Fellowship Dokter Spesialis

    Program Beasiswa Fellowship Dokter Spesialis menyasar WNI yang bekerja sebagai dokter spesialis dan memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) serta Surat Ijin Praktik (SIP) sebagai dokter spesialis.

    Beasiswa Kerja Sama Metalurgi NEU

    Program beasiswa ini merupakan beasiswa jenjang magister hasil kerja sama antara LPDP, Kementerian Koordinator dan Bidang Kemaritiman, Northeastern University (NEU) dan Zheijiang Huayou Cobalt Co. Ltd.

    Beasiswa Kerja Sama Metalurgi CSU

    Program beasiswa ini menawarkan kesempatan untuk menempuh pendidikan di Bidang Metalurgi dan Sains Material di Central South University (CSU), Republik Rakyat Tiongkok.

    Beasiswa Kerja Sama Korea University of Science & Technology (UST)

    Program beasiswa ini ditujukan untuk jenjang magister dan doktor di sektor digital, energi terbarukan (renewable energy), ekonomi biru, dan bioteknologi.

    Syarat Umum Beasiswa LPDP

    Berikut sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh pendaftar beasiswa LPDP yang dirangkum dari laman Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara:

    1. Warga Negara Indonesia (WNI).
    2. Sudah menyelesaikan studi progrma sarjana (S1)/diploma empat (D4) untuk beasiswa magister atau Sarjana(S1)/Diploma empat (D4) langsung doktor.
    3. Memiliki dokumen LoA unconditional dari Perguruan tinggi negeri tujuan dan memenuhi semua kriteria sebagai pendaftar program beasiswa doktor (S3) bagi pendaftar dari diploma empat (D4)/sarjana (S1) langsung doktor.
    4. Tidak sedang mendaftar atau mendapatkan beasiswa dari sumber lain yang berpotensi double funding selama menjadi awardee beasiswa LPDP.
    5. Memilih perguruan tinggi tujuan dan program studi sesuai ketetapan dari LPDP.
    6. Mempunyai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan persyaratan bahasa sesuai ketentuan yang telah disepakati pada tiap program beasiswa.
    7. Menyetujui surat pernyataan yang tertera pada aplikasi pendaftaran beasiswa LPDP.
    8. Menuliskan profil diri serta riwayat pendidikan yang tidak diselesaikan pada aplikasi pendaftaran.
    9. Menuliskan komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi di Indonesia.
    10. Mempunyai sertifikat kemampuan bahasa Inggris (IELTS/TOEFL) sesuai persyaratan tiap program beasiswa.

    Syarat Khusus Beasiswa LPDP

    Mengutip dari laman Indonesia.go.id, berikut adalah beberapa persyaratan khusus beasiswa LPDP yang perlu diperhatikan:

    Ketentuan batas usia pendaftar per 31 Desember pada tahun pendaftaran adalah sebagai berikut:

    • Maksimal berusia 35 tahun untuk pendaftar jenjang pendidikan magister.
    • Maksimal berusia 40 tahun untuk pendaftar jenjang pendidikan doktor.

    2. Mengunggah Berkas Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)

    Berikut adalah ketentuan dokumen IPK untuk mendaftar beasiswa LPDP:

    • Pendaftar jenjang magister wajib mempunyai IPK pada jenjang pendidikan sebelumnya minimal 3,00 pada skala 4,00.
    • Pendaftar jenjang doktor wajib mempunyai IPK pada jenjang pendidikan sebelumnya minimal 3,25 pada skala 4,00.
    • Teruntuk pendaftar jenjang doktor dari program magister tanpa IPK wajib melampirkan surat keterangan yang diterbitkan perguruan tinggi asal.

    3. Mengunggah Berkas Sertifikat Kemampuan Bahasa Inggris

    Dokumen sertifikat kemampuan bahasa Inggris diterbitkan paling lambat 2 tahun terakhir dari tahun pendaftaran beasiswa oleh IELTS, ITS, atau PTE Academic dengan ketentuan di bawah ini:

    • Pendaftar program studi magister dalam negeri memiliki skor minimal bahasa inggris TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, IELTS 6,0 atau PTE Academic 50.
    • Pendaftar program pendidikan magister luar negri memiliki skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL iBT 80, IELTS 6,5 dan PTE Academic 58.
    • Pendaftar program pendidikan doktor dalam negeri mempunyai skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL ITP 530, TOEFL iBT 70, IELTS 6,0 dan PTE Academic 50.
    • Pendaftar program pendidikan doktor luar negeri mempunyai skor minimal kemampuan bahasa Inggris TOEFL iBT 94, IELTS 7,0 dan PTE Academic 65.
    • Sertifikat TOEFL ITP yang berlaku harus diterbitkan dari lembaga resmi penyelenggara tes TOEFL ITP di Indonesia.

    4. Melampirkan Surat Rekomendasi dari Akademisi atau Tokoh Masyarakat

    Dokumen surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau akademisi dapat dilampirkan melalui form online atau unggah.

    Tata Cara Pendaftaran Beasiswa LPDP

    Setelah memenuhi persyaratan umum dan khusus di atas, berikut panduan untuk melakukan registrasi beasiswa LPDP:

    1. Daftar secara online melalui situs https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
    2. Melengkapi dan mengunggah seluruh persyaratan berkas pada aplikasi pendaftaran.
    3. Submit atau kumpulkan aplikasi pendaftaran untuk mendapatkan kode registrasi/pendaftaran.
    4. Pastikan dokumen-dokumen pendukung yang diunggah seperti surat rekomendasi, surat keterangan atau sejenisnya masih berlaku dan diterbitkan sesuai ketentuan dari LPDP.

    Demikian penjelasan mengenai pengertian, jenis serta syarat umum dan khusus dalam mendaftar beasiswa LPDP. Semoga artikel ini bermanfaat bagi detikers.

    (khq/khq)



    Sumber : www.detik.com

  • Jadwal, Syarat, dan Daftar RS


    Jakarta

    Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membuka pendaftaran Beasiswa LPDP Dokter Spesialis Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (DS RSPPU) hingga 23 September 2024. Penerima beasiswa akan menempuh pendidikan di salah satu dari enam RS pendidikan tersebut.

    Beasiswa LPDP Targeted dari kerja sama dengan Kementerian Kesehatan ini bertujuan untuk mendorong ketersediaan sumber daya manusia (SDM) dokter spesialis di Indonesia. Para awardee LPDP dokter spesialis terutama didorong agar mau pulang dan bekerja di RS daerah masing-masing.

    Dokter pegawai negeri sipil (PNS) maupun non-PNS yang memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) aktif bisa mendaftar beasiswa LPDP dokter spesialis ini. Dikutip dari laman resmi LPDP Kemenkeu, berikut daftar RS pendidikan yang dapat dipilih, syarat, komponen beasiswa, dan jadwal beasiswa LPDP dokter spesialis selengkapnya.


    Daftar RS Beasiswa LPDP Dokter Spesialis 2024

    RSPPU adalah RS pendidikan yang menjadi penyelenggara utama pendidikan tinggi tenaga medis serta tenaga kesehatan spesialis dan subspesialis. Pendaftar bisa memilih prodi sesuai spesialisasi yang tercantum pada daftar RS RSPPU berikut:

    1. RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita
    2. RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono
    3. RS Ortopedi Soeharso Surakarta
    4. RS Anak dan Bunda Harapan Kita
    5. RS Mata Cicendo
    6. RS Kanker Dharmais.

    Komponen Beasiswa LPDP Dokter Spesialis RSPPU

    Dana Pendidikan

    1. Dana biaya operasional pendidikan (BOP)/dana SPP
    2. Dana penugasan jejaring
    3. Dana bantuan penelitian tesis/disertasi
    4. Dana bantuan seminar/konferensi internasional
    5. Dana bantuan publikasi jurnal internasional
    6. Dana pelatihan kursus wajib
    7. Dana ujian keterampilan
    8. Dana uji kompetensi.

    Dana Pendukung

    1. Dana transportasi
    2. Dana asuransi kesehatan
    3. Dana kedatangan
    4. Dana hidup bulanan
    5. Dana lomba internasional
    6. Dana tunjangan keluarga
    7. Insentif kelulusan
    8. Dana keadaan darurat (force majure)
    9. Dana transportasi dan akomodasi selama pelatihan kursus wajib
    10. Dana transportasi dan akomodasi selama ujian keterampilan
    11. Dana transportasi dan akomodasi selama uji kompetensi

    Syarat Beasiswa LPDP Dokter Spesialis RSPPU

    1. WNI.
    2. Dokter aktif dengan pengalaman kerja klinis minimal 1 tahun, tidak termasuk masa internship, dibuktikan dengan Surat Izin Praktik (SIP).
    3. Memiliki dan mengunggah Surat Tanda Registrasi (STR) Dokter Umum terbitan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang masih berlaku.
    4. Memiliki dan mengunggah Surat Izin Praktik (SIP) aktif yang telah berlaku paling sedikit 1 tahun, tidak termasuk masa internship.
    5. Dokter PNS bersedia kembali daerah tugas sebagai pelaksanaan penempatan pascapendidikan.
    6. Dokter non-PNS bersedia melaksanakan penempatan pascapendidikan di daerah prioritas atau Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK) sesuai kebutuhan dan ketentuan.
    7. Peminat beasiswa yang sedang menempuh studi (on going) atau sudah menyelesaikan pendidikan dokter spesialis atau dokter subspesialis tidak dapat mendaftar beasiswa ini.
    8. Peminat beasiswa yang telah selesai menempuh progam magister dan/atau doktor dapat mendaftar pada program beasiswa LPDP dokter spesialis 2024.
    9. Jika pernah menempuh studi tetapi tidak menyelesaikan studi dokter spesialis, peminat beasiswa dapat mendaftar di jenjang studi yang sama, dibuktikan dengan surat pemberhentian/sejenisnya sebagai mahasiswa/peserta didik yang diterbitkan oleh RSPPU/perguruan tinggi.
    10. Awardee bersedia tidak menerima beasiswa studi dengan jenjang bergelar dari sumber lain untuk menghindari potensi double funding.
    11. Usia maksimal 35 tahun per 31 September 2024.
    12. Ijazah pendidikan profesi.
    13. Mengunggah dokumen Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dengan ketentuan:
    14. Indeks prestasi kumulatif (IPK) S1 dan/atau Profesi Dokter minimal 2,75 dari skala 4,00, dibuktikan dengan transkrip.
    15. Lulusan perguruan tinggi luar negeri wajib melampirkan:
      • – Hasil penyetaraan ijazah dan konversi IPK dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) melalui laman https://piln.kemdikbud.go.id/ mengenai penyetaraan ijazah dan konversi IPK atau tangkapan layar ajuan penyetaraan ijazah dan konversi IPK dari Kemendikburistek pada laman tersebut jika hasil penyetaraan belum terbit.
      • – Surat rekomendasi dari tokoh masyarakat
    16. Dokter PNS danCPNS wajib melampirkan surat usulan atau surat rekomendasi pada saat pendaftaran beasiswaLPDP, minimal dari pejabat setingkat eselon II yang membidangi pembinaan/pengembangan SDM pada kementerian, lembaga, atau pemerintah daerah (pemda) tempat pendaftar bekerja dengan:
      • – Mengusulkan atau merekomendasikan pendaftar untuk mengikuti program beasiswa LPDP
      • – Mencantumkan nama lengkap serta Nomor Induk Pegawai (NIP).
    17. Sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku paling lambat pada 2 tahun terakhir dari tahun pendaftaran yang diterbitkanETS,PTE Academic, atauIELTS dengan ketentuan skor minimal:
      • – TOEFL ITP: 450
      • – TOEFL iBT: 45
      • – PTE Academic 36.
    18. Sertifikat TOEFL ITP yang berlaku adalah yang dikeluarkan oleh lembaga resmi penyelenggara tes TOEFL ITP di Indonesia.
    19. Sertakan riwayat riwayat publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/non kejuaraan, dan pengalaman organisasi pada aplikasi jika ada

    Ketentuan Beasiswa

    1. Pendaftaran beasiswa LPDP dokter spesialis 2024 dibuka secara daring melalui aplikasi SATUSEHAT SDMK Kemenkes dan beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id, lakukan pendaftaran pada kedua portal.
    2. Khusus bagi Calon Penerima Beasiswa Dokter Spesialis LPDP yang belum mendapat Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dari perguruan tinggi maka diperbolehkan mendaftar beasiswa LPDP dokter spesialis di RSPPU dengan cara mendaftar hanya pada sistem SATUSEHAT SDMK Kementerian Kesehatan, lalu lengkapi persyaratan dan ikuti tahapan seleksi/tes sesuai ketentuan Kemenkes, tidak perlu mendaftar pada aplikasi pendaftaran beasiswa LPDP.
    3. Memilih maksimal 2 pilihan RSPPU tujuan dan prodi tujuan sesuai ketentuan.
    4. Mengikuti seleksi oleh Kementerian Kesehatan maupun seleksi oleh LPDP.
    5. Pendaftar Beasiswa LPDP DS RSPPU ditetapkan menjadi Calon Penerima Beasiswa LPDP apabila dinyatakan lulus seleksi oleh Kementerian Kesehatan dan LPDP.
    6. Calon Penerima Beasiswa tidak dapat melakukan perubahan RSPPU dan atau prodi tujuan.
    7. Wajib mematuhi ketentuan pendayagunaan yang diatur oleh Kementerian Kesehatan dan LPDP.

    Jadwal Seleksi Beasiswa LPDP Dokter Spesialis

    • Pendaftaran seleksi: 19 Agustus-23 September 2024, submit mulai 10 September 2024
    • Seleksi administrasi: 24-27 September 2024
    • Pengumuman hasil Seleksi Administrasi: 30 September 2024
    • Seleksi Substansi: 25 November – 16 Desember 2024
    • Pengumuman hasil Seleksi Substansi: Menyesuaikan dengan jadwal Kemenkes

    Informasi beasiswa LPDP dokter spesialis lebih lanjut dapat dicek di laman LPDP Kemenkeu bagian Beasiswa Targeted, atau klik DI SINI. Semoga bermanfaat, detikers!

    (twu/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Pastikan RI Tak Defisit SDM Unggul



    Jakarta

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro menyampaikan bahwa alumni awardee beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tidak wajib pulang ke Indonesia. Mengapa demikian?

    Ia menjelaskan hal tersebut dilakukan untuk memberi kesempatan alumni LPDP berkarier. Selain itu, pasalnya Indonesia belum bisa menjamin pekerjaan bagi seluruh alumni LPDP.

    “Kasihan dia nanti. Ilmunya tinggi, di sini tidak ada wadahnya. Lebih baik kamu teruskan ke sana saja. Yang penting merah putih,” kata Satryo dilansir dari detikNews, Kamis (7/11/2024).


    Atas hal ini, beberapa pakar pendidikan menyampaikan pendapatnya. Salah satunya pakar pendidikan dari Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Achmad Hidayatullah PhD.

    Menurut Achmad, kabar ini dapat menjadi angin segar bagi para alumni dan calon pelamar beasiswa yang digulirkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tersebut. Tentunya, kebijakan tak wajib pulang ini menguntungkan bagi yang ingin berkarier di luar negeri.

    Ada Kesan Lepas Kontrol terhadap Alumni LPDP

    Di satu sisi, Achmad melihat kebijakan berdampak baik tapi sisi lainnya dapat menimbulkan kesan lepas kontrol. Alumni LPDP bisa merasa bebas dan tidak harus memberikan kontribusinya bagi Indonesia.

    “Pada satu sisi ada kesan pemerintah lepas kontrol terhadap alumni LPDP untuk tidak terlibat dalam membangun dan berkontribusi untuk bangsa. Hal ini bisa diasumsikan bahwa pemerintah menyadari lapangan kerja tidak cukup tersedia bagi mereka yang lulus kuliah di LN dengan dukungan LPDP,” katanya, dikutip dari laman UM Surabaya (7/11/2024).

    Meski demikian, jika alumni dipaksa harus pulang ke Indonesia Achmad khawatir ada potensi ilmu pengetahuan mereka tak terpakai. Mereka bisa saja terpaksa bekerja di bidang yang tak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

    “Saya pikir kalau lapangan kerja tersedia dan pendapatan yang setidaknya membuat hidup layak tersedia di Indonesia, banyak dari mereka yang akan pulang ke Indonesia,” tambahnya.

    Pemerintah Harus Pastikan RI Tak Defisit SDM Unggul

    Kemudian Achmad mengingatkan pemerintah untuk memikirkan strategi dalam menerapkan aturan tersebut. Menurutnya jangan sampai Indonesia jadi kekurangan sumber daya manusia (SDM) unggul karena mereka lebih memilih bekerja di luar negeri.

    Sehingga cara untuk mengatasi kesenjangan tersebut harus dimatangkan terlebih dahulu. Harapannya, kebijakan ini tak dimanfaatkan negara lain untuk mengambil orang-orang kompeten dari Indonesia.

    Achmad pun mengkhawatirkan kebebasan bagi alumni LPDP ini dijadikan batu loncatan saja. Bisa saja ada yang menjadikan beasiswa LPDP sebagai cara untuk meraih impiannya saja tanpa memikirkan nasib bangsa yang sudah menyumbangkan uang mereka untuk beasiswa ini.

    Bila detikers ingin menyampaikan pendapatnya soal bagaimana penerima beasiswa LPDP ini bersikap, pulang ke Indonesia atau berkontribusi dari luar negeri, silakan sampaikan pendapatnya di Point of View detikcom di sini!

    (cyu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Bocoran! Ini Rahasia Lolos Beasiswa LPDP dari Unair


    Jakarta

    Pendaftaran beasiswa LPDP dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah dibuka sejak 17 Januari 2025 hingga 17 Februari 2025 mendatang. Sebelum daftar, detikers harus tahu langkah jitu agar bisa lolos beasiswa dengan peminat tinggi ini.

    Beasiswa LPDP termasuk beasiswa yang punya banyak jenisnya. Selain itu, jangkauan tujuan studi tak hanya berada di kampus dalam negeri tetapi juga luar negeri.

    Dalam seminar Universitas Airlangga (Unair) yakni “Langkah Jitu Seleksi Beasiswa LPDP 2025”, pembicara Wulandari sekaligus tim LPDP dari Universitas Airlangga (Unair), membeberkan beberapa tips agar bisa lolos beasiswa LPDP untuk tahun ini.


    Bagaimana kiat-kiatnya?

    Tips Agar Bisa Lolos Beasiswa LPDP

    Ketahui Tujuan dari Beasiswa LPDP

    Wulandari mengatakan beasiswa LPDP disediakan pemerintah untuk masyarakat secara tak cuma-cuma. Pemerintah mengharapkan timbal balik dan kontribusi awardee bagi negeri selekas pendidikan.

    “LPDP adalah lembaga pengelola dana pemerintah yang bertujuan mempersiapkan pemimpin dan profesional masa depan. Demi mendukung inovasi menuju Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan,” jelasnya dikutip dari laman Unair, Sabtu (1/2/2025).

    Dana yang disediakan LPDP mencakup berbagai hal, mulai dari biaya daftar kampus, biaya pendidikan, tunjangan hidup, tunjangan buku, biaya tesis, dana seminar internasional hingga publikasi di jurnal internasional.

    “Sementara itu, dana pendukung mencakup transportasi, aplikasi visa, asuransi kesehatan, dan tunjangan hidup bulanan, yang jumlahnya bervariasi tergantung lokasi pendidikan, serta ada juga biaya pendukung bagi penyandang disabilitas,” ujar Wulandari.

    Pahami Tahapan Seleksi Beasiswa LPDP

    Wulandari menjabarkan ada tiga tahap utama dalam seleksi beasiswa LPDP yakni administrasi, tes bakat skolastik dan wawancara. Pada tahap awal pendaftaran, ia menekankan pentingnya menyiapkan dokumen persyaratan.

    Dokumen-dokumen tersebut yakni KTP, ijazah, transkrip nilai, surat rekomendasi, sertifikat TOEFL/IELTS resmi dari lembaga penyelenggara. Khusus bagi yang akan memilih studi doktor, maka proposal riset wajib dibuat.

    “Pastikan semua dokumen terunggah dengan benar sebelum batas akhir. Kemudian, hindari melakukan submit pada menit-menit terakhir karena risiko gangguan teknis pada situs pendaftaran,” ucapnya.

    Rajin Meninjau Informasi Soal Beasiswa LPDP

    Wulandari mengingatkan kepada yang ingin lolos LPDP untuk menyiapkan semuanya dengan matang. Salah satunya mencari informasi sebanyak-banyaknya soal beasiswa LPDP.

    Misalnya dengan mengikuti program mentoring atau menyiapkan self assessment. Tak lupa juga, pelamar harus membuat esai yang baik karena dokumen ini merupakan berkas kunci kelulusan pelamar dalam tahap administrasi.

    “Perjalanan untuk mendapatkan beasiswa LPDP memang panjang dan penuh tantangan, tetapi dengan persiapan yang baik, peluang untuk berhasil semakin besar,” tutupnya.

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Program yang Dibuka pada Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1, Cek Dulu Sebelum Daftar



    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1 telah dibuka hingga 17 Februari mendatang. Sebelum mendaftar, pelamar wajib mengetahui program yang dibuka pada Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1.

    Seperti diketahui, Beasiswa LPDP merupakan beasiswa di bawah naungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Kementerian Keuangan (LPDP Kemenkeu) yang menawarkan bantuan biaya pendidikan tinggi.

    Beasiswa ini dibuka dua kali dalam setahun dengan program beasiswa yang berbeda-beda. Dengan mengetahui program beasiswa mana yang akan dibuka, detikers bisa lebih siap untuk menyiapkan pendaftaran.


    Kali ini, tahapan Beasiswa LPDP yang dibuka adalah Tahap 1 dengan sejumlah program. Setelah pendaftaran ditutup pada 17 Februari, pendaftar masih harus melalui tahap seleksi administrasi, seleksi bakat skolastik, dan seleksi substansi. Apabila berhasil lolos semua tahap, maka pendaftar berhak menjadi penerima manfaat Beasiswa LPDP 2025.

    Penasaran apa saja program yang dibuka pada Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1? Simak di bawah ini.

    Program yang Dibuka pada Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1

    Melansir laman resminya, kategori Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1 adalah Program Umum, Program Afirmasi, Program Targeted, dan Program Targeted Bundling. Simak rinciannya berikut ini:

    Program Umum

    Beasiswa Reguler
    Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia
    Beasiswa Parsial

    Program Afirmasi

    Beasiswa Penyandang Disabilitas
    Beasiswa Putra-putri Papua
    Beasiswa Daerah Afirmasi
    Beasiswa Pra Sejahtera

    Program Targeted

    Beasiswa PNS, TNI, POLRI
    Beasiswa Kewirausahaan
    Beasiswa Pendidikan Kader Ulama
    Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis
    Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi Nasional
    Beasiswa Doktor Praktisi

    Program Targeted – Beasiswa Bundling

    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-NUS Master in Venture Creation (MSVC) dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-NTU MBA dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-NTU Doktor dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-NUS Business School Master dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-UNSW Doktor dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-France Master dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-Tsinghua Master of Finance dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-UST Korea Master Doktor dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-University of Dundee Doktor dan Non Prioritas

    Cara Daftar Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1

    Setelah yakin dengan program beasiswa yang akan diikuti, detikers bisa mengikuti langkah pendaftaran Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1 berikut ini:

    1. Kunjungi laman beasiswalpdp.kemenkeu.go.id
    2. Lengkapi semua dokumen yang dipersyaratkan pada aplikasi pendaftaran
    3. Pastikan melakukan submit aplikasi pendaftaran untuk mendapatkan kode registrasi/pendaftaran.
    4. Pastikan dokumen-dokumen pendukung seperti Surat Rekomendasi, Surat Keterangan, dan lainnya dalam masa berlaku dan diterbitkan sesuai ketentuan LPDP.

    Jadwal Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1

    Melansir dari laman resminya, berikut jadwal Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1:

    Pendaftaran seleksi: 17 Januari-17 Februari 2025
    Seleksi administrasi: 18 Februari-6 Maret 2025
    Pengumuman hasil seleksi administrasi: 7 Maret 2025
    Pengajuan sanggah: 8-10 Maret 2025
    Pengumuman hasil sanggah: 24 Maret 2025
    Seleksi bakat skolastik: 14-28 April 2025
    Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Mei 2025
    Seleksi substansi: 6 Mei-5 Juni 2025
    Pengumuman hasil seleksi substansi: 19 Juni 2025
    Periode perkuliahan paling cepat: Juli 2025

    Itulah program yang dibuka pada Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1. Ada program impianmu, detikers?

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Jadwal Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1, Pelamar Jangan Sampai Terlewat!



    Jakarta

    Pendaftaran Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1 dibuka mulai hari ini Jumat 17 Januari 2025. Agar tidak terlewat, cek jadwal lengkap Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1 berikut ini.

    Beasiswa LPDP merupakan beasiswa di bawah naungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Kementerian Keuangan (LPDP Kemenkeu) yang menawarkan bantuan pendidikan tinggi. Penerima beasiswa akan mendapatkan bantuan biaya kuliah, tunjangan hidup, dan lain sebagainya.

    Beasiswa ini dibuka dua kali dalam setahun melalui beasiswalpdp.kemenkeu.go.id. Tahap pertama biasanya dibuka pada Januari, sementara tahap kedua akan dibuka pada bulan Juni.


    Setelah mendaftar, pelamar masih harus melalui tahap seleksi administrasi, seleksi bakat skolastik, dan seleksi substansi. Apabila berhasil lolos semua tahap, maka pelamar berhak menjadi penerima manfaat Beasiswa LPDP 2025.

    Namun perlu diingat, periode pendaftaran Beasiswa LPDP di setiap tahapnya hanya dibuka selama 1 bulan. Oleh karena itu, penting bagi para pelamar untuk menyiapkan berkas pendaftaran dari jauh hari dan rutin mengecek jadwal pendaftaran.

    Jadwal Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1

    Melansir dari laman resminya, berikut jadwal Beasiswa LPDP 2025 Tahap 1:

    Pendaftaran Seleksi: 17 Januari – 17 Februari 2025
    Seleksi Administrasi: 18 Februari – 6 Maret 2025
    Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 7 Maret 2025
    Pengajuan Sanggah: 8 – 10 Maret 2025
    Pengumuman Hasil Sanggah: 24 Maret 2025
    Seleksi Bakat Skolastik: 14 – 28 April 2025
    Pengumuman Hasil Seleksi Bakat Skolastik: 2 Mei 2025
    Seleksi Substansi: 6 Mei – 5 Juni 2025
    Pengumuman Hasil Seleksi Substansi: 19 Juni 2025
    Periode Perkuliahan paling cepat: Bulan Juli 2025

    Program Beasiswa yang Dibuka pada Tahap 1 Tahun 2025

    Perlu dipahami jika tidak semua jenis Beasiswa LPDP 2025 dibuka dalam tahap 1 ini. Daftar program beasiswa yang dibuka yakni:

    Program Umum

    Beasiswa Reguler
    Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia
    Beasiswa Parsial

    Program Afirmasi

    Beasiswa Penyandang Disabilitas
    Beasiswa Putra-putri Papua
    Beasiswa Daerah Afirmasi
    Beasiswa Prasejahtera

    Program Targeted

    Beasiswa PNS, TNI, POLRI
    Beasiswa Kewirausahaan
    Beasiswa Pendidikan Kader Ulama
    Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis
    Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi Nasional
    Beasiswa Doktor Praktisi

    Program Targeted – Beasiswa Bundling

    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-NUS Master in Venture Creation (MSVC) dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-NTU MBA dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-NTU Doktor dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-NUS Business School Master dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-UNSW Doktor dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-France Master dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-Tsinghua Master of Finance dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-UST Korea Master Doktor dan Non Prioritas
    Beasiswa Bundling: Prioritas LPDP-University of Dundee Doktor dan Non Prioritas

    Demikian jadwal beasiswa LPDP 2025 Tahap 1. Tertarik mendaftar, detikers?

    (nir/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa LPDP, BPI, dan BIB Kemenag Tak Kena Efisiensi Anggaran!



    Jakarta

    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan sejumlah beasiswa atau bantuan pendidikan untuk mahasiswa di perguruan tinggi tidak kena imbas efisiensi anggaran.

    Seperti beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Kemendiktisaintek serta Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama.

    Keputusan ini perlu diperhatikan masyarakat, terutama bagi penerima beasiswa yang tengah berjalan. Para penerima beasiswa diharapkan tidak perlu khawatir karena mereka akan tetap menerima haknya sesuai kontrak yang telah disepakati.


    “Sementara itu beasiswa yang sedang berjalan yaitu 40.030 siswa penerima LPDP Kemendiktisaintek,” tutur Sri Mulyani dikutip dari detikNews, Jumat (14/2/2025).

    “Beasiswa pendidikan Indonesia dan beasiswa Indonesia bangkit di Kementerian Agama juga tetap berjalan sesuai dengan kontak beasiswa yang sudah dilakukan,” imbuhnya.

    Kekhawatiran Kemendikti dan Komisi X DPR RI

    Sebelumnya, Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro menjelaskan banyak anggarannya terkena efisiensi anggaran hingga Rp 14,3 triliun. Hal tersebut disampaikan Satryo kala rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Rabu (12/2/2025) lalu.

    Salah satu pagu anggaran yang terpotong adalah bantuan sosial atau beasiswa. Pagu ini terdiri dari beasiswa KIP-K, BPI, Beasiswa ADIK, KNB (Kemitraan Negara Berkembang), dan beasiswa dosen dan tenaga pendidik.

    Dari jumlah Rp 15,428 triliun, pagu beasiswa terpotong 9% atau sekitar Rp 1,432 triliun. Sehingga jumlah yang tersisa adalah sekitar Rp 14 triliun.

    Satryo meminta agar seluruh pagu beasiswa dikembalikan kepada total anggaran awal dan tidak dilakukan efisiensi.

    “Bantuan sosial beasiswa kami usulkan kembali supaya tetap pada pagu semula. Karena ini termasuk kategori yang tidak kena efisiensi,” tutur Satryo dikutip dari tayangan YouTube TVR Parlemen, Jumat (14/2/2025).

    Menanggapi pemaparan Mendiktisaintek, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mempertanyakan mengapa Kemenkeu memotong anggaran beasiswa.

    Karena berdasarkan peraturan lanjutan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran yang disampaikan usai pertemuan dengan Sekretariat negara menjelaskan belanja pegawai dan belanja bantuan sosial tidak boleh di efisiensi.

    “Beasiswa yang tadi sudah jelas itu bantuan sosial juga kenapa kok dipotong gitu. Mungkin teman-teman komisi 10 perlu memberikan perhatian khusus,” ujarnya.

    Hal serupa juga disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB Muhammad Khadafi. Pemotongan anggaran beasiswa pada mahasiswa ongoing bisa berdampak buruk.

    “Ada pengurangan (anggaran) bukan hanya 200 ribu calon mahasiswa baru tetapi juga berdampak ternyata kepada mahasiswa ongoing,” tuturnya.

    “Adik-adik mahasiswa yang mendapatkan beasiswa jadi deg-degan ini saya kena giliran pemangkasan anggaran atau tidak. Mahasiswa penerimaan manfaat di luar negeri gimana nasibnya mereka ini,” ungkap Khadafi.

    Meski sempat dikhawatirkan, pada akhirnya Kemenkeu mewakili pemerintah memastikan bila beasiswa baik LPDP, BPI, dan BIB Kemenag tidak terkena efisiensi anggaran.

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Belum Resmi, Pembatalan Efisiensi Beasiswa KIP Kuliah-BPI Masih Tunggu Ketetapan



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengalami efisiensi anggaran pada komponen beasiswa. Meski sudah mengajukan pagu, pembatalan efisiensi beasiswa ini masih menunggu ketetapan.

    Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025,Kemendiktisaintek mengalami efisiensi anggaran Rp 14,3 triliun dari pagu anggaran 2025 senilai Rp 56,6 triliun. Salah satu komponen yangterdampak efisiensi adalah bantuan sosial beasiswa.

    Walaupun sudah diajukan pembatalan efisiensi, ketetapan pagu anggaran baru akan diproses setelah melaporkan hasil raker kepada DPR. Setelah memenuhi tenggat waktu pada 14 Februari 2025, hasil raker dari DPR kemudian diajukan ke Kementerian Keuangan.


    “Prosesnya melaporkan hasil raker dengan DPR ke Kemenkeu yang dengan waktu tengat 14 Februari 2024. Setelah itu baru ada ketetapan anggaran,” ujar Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Togar Simatupang, kepada detikEdu Jumat (14/2/2025).

    Adapun saat ditanya bagaimana langkah Kemendiktisaintek apabila beasiswa tetap terkena efisiensi, Togas menegaskan jika pemerintah akan mengambil jalan yang terbaik.

    “Jangan berandai dululah, pimpinan akan ambil jalan yang terbaik,” tegasnya.

    Menkeu: KIP Kuliah Tak Alami Efisiensi

    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam jumpa pers di Gedung MPR/DPR hari Jumat (14/2/2025) ini menegaskan bahwa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sebesar Rp14,6 triliun tidak mengalami efisiensi.

    Menkeu menjelaskan untuk tahun anggaran 2025 ada 1.040.192 mahasiswa yang akan menerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah). Jumlah anggaran beasiswa tersebut mencapai Rp 14.698.000.000.000, sesuai dengan pagu anggaran sebelumnya.

    “Anggaran tersebut tidak terkena pemotongan dan tidak dikurangi,” tegas Menkeu Sri Mulyani dilansir dari detikNews.

    Menkeu pun meminta mahasiswa yang mendapatkan KIP Kuliah tidak khawatir dan bisa berkuliah dengan tenang. “Dengan demikian, seluruh mahasiswa yang telah dan sedang menerima beasiswa KIP dapat meneruskan program belajar seperti biasanya,” ujar dia.

    Sebelumnya, rencana efisiensi beasiswa itu dipaparkan Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro pada rapat kerja dengan Komisi X DPR, Rabu (12/2/2025) lalu. Dalam pemaparan, program beasiswa yang rencananya mengalami efisiensi itu:

    1. Program KIP Kuliah mengalami rencana efisiensi sebesar Rp 1,319 triliun dari pagu awal Rp14,698 triliun.
    2. Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) pagu awalnya Rp164,7 miliar juga rencana terkena efisiensi sebesar Rp19,47 miliar.
    3. Beasiswa ADiK yang pagu awalnya Rp213,73 miliar, rencana mengalami efisiensi sebesar 10 persen.
    4. Kemudian Beasiswa KNB (kerja sama negara berkembang) yang pagu awalnya Rp85,348 miliar, rencananya dipotong sekitar 25 persen atau Rp21 miliar.
    5. Beasiswa dosen dan tenaga pendidikan dalam dan luar negeri, pagu awalnya Rp236,8 miliar, rencana efisiensinya sebesar 25 persen atau Rp59 miliar.

    DPR Dorong Efisiensi 0% untuk Beasiswa

    Namun DPR berencana mengajukan efisiensi 0 persen ini karena beasiswa ini termasuk bantuan sosial. Bantuan sosial termasuk dalam komponen yang tidak terdampak efisiensi anggaran. Serupa dengan belanja pegawai.

    Hal tersebut kemudian termasuk dalam keputusan Rapat Kerja Komisi X DPR dengan Kemendiktisaintek, Kemendikdasmen, dan Kemenbud pada Rabu (12/2/2025).

    “Memahami usulan efisiensi versi Kemendiktisaintek RI sebagaimana paparan salindia 11. Oleh karena itu, alokasi anggaran untuk beasiswa seperti KIP K, ADiK, BPI, KNB, dan Beasiswa untuk Dosen dan Tendik Dalam dan Luar Negeri harus disesuaikan dengan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 di mana belanja pegawai dan belanja sosial tidak dilakukan efisiensi,” tegas Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian.

    Lebih lanjut, program dan kegiatan yang dinilai berdampak langsung ke masyarakat agar tidak terdampak efisiensi untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan.

    “Program dan kegiatan yang memiliki dampak langsung kepada masyarakat agar tidak dilakukan efisiensi agar program dan kegiatan tersebut tetap dalam kerangka memajukan dan mengembangkan kependidikan dan kebudayaan,” jelas Hetifah.

    (nir/nwk)



    Sumber : www.detik.com