Tag: kementerian agama ( kemenag ) ri

  • Beasiswa Santri Berprestasi 2024 Dibuka, Cek Syarat Daftarnya di Sini!



    Jakarta

    Kementerian Agama (Kemenag) RI kembali membuka Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) pada tahun ini. Pendaftaran akan digelar mulai 3 hingga 13 Juli 2024.

    Plt Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag, Waryono Abdul Ghofur mengatakan beasiswa ini dibuka pada 35 pilihan perguruan tinggi mitra dan 97 program studi.

    “Alhamdulillah, pendaftaran PBSB secara online dibuka mulai 3 Juli 2024. PBSB ini peluang bagi para santri di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, kami mengundang para santri untuk mengambil kesempatan dan mendaftarkan diri dengan melengkapi persyaratan yang sudah ditentukan,” katanya, dilansir dari laman Kemenag, Rabu (3/7/2024).


    Kuota PBSB tahun 2024 sebanyak 1.000 santri. Beasiswa bisa dimanfaatkan untuk mendaftar studi ke jenjang S1, S2, hingga S3.

    “PBSB ini dirancang untuk memberikan peluang yang lebih luas bagi lulusan satuan pendidikan yang terintegrasi dengan Pesantren, dalam rangka mengembangkan minat bakat dan penguasaan disiplin keilmuan serta dalam rangka pengabdian kepada Pesantren,” terang Waryono.

    Syarat Pendaftaran Beasiswa Santri Berprestasi 2024

    • Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Santri yang berasal dari pesantren di bawah naungan Kemenag dibuktikan dengan kepemilikan Nomor Statistik Pesantren (NSP) dan aktif dalam pemutakhiran data pada EMIS Ditjen Pendidikan Islam
    • Santri dari satuan pendidikan PDF/SPM/PKPPS/Ma’had Aly dan/atau MAS/MAN/SMA/SMK yang menjadi bagian dari pesantren
    • Santri mukim minimal 3 tahun berturut-turut dibuktikan surat keterangan yang ditandatangani oleh pimpinan pesantren
    • Mempunyai akhlak terpuji dan layak mengikuti seleksi PBSB serta direkomendasikan oleh pimpinan pesantren dibuktikan surat rekomendasi
    • Mempunyai kemampuan berbahasa Arab
    • Mampu membaca dan memahami Kitab Kuning
    • Mempunyai wawasan dan komitmen dalam mengimplementasikan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil’alamin
    • Mempunyai prestasi akademik atau non akademik dibuktikan piagam atau sertifikat disertai lampiran nilai rapor satu tahun terakhir

    Berkas Persyaratan Beasiswa Santri Berprestasi 2024

    1. Jalur Reguler

    Program S1

    • Scan asli pas foto berwarna ukuran 3×4
    • Scan asli Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    • Jika belum memiliki KTP, bisa menggunakan akte kelahiran
    • Scan Kartu Keluarga (KK)
    • Scan asli rapor halaman identitas santri dan halaman nilai satu tahun terakhir
    • Hasil pindai asli salinan ijazah yang dilegalisir atau surat keterangan lulus SPM/PDF/PKPPS/MAS/MAN/SMA/SMK;
    • Scan asli piagam atau sertifikat prestasi akademik dan/atau non akademik (jika ada)
    • Scan surat keterangan mukim ditandatangani oleh pimpinan Pesantren
    • Scan asli surat rekomendasi dari pesantren asal santri ditandatangani oleh pimpinan pesantren
    • Scan asli surat pernyataan kebenaran data dan dokumen ditandatangani dan bermaterai Rp.10.000
    • Scan asli Surat Pernyataan Komitmen Calon Mahasantri PBSB bermaterai Rp.10.000,- dan bertanda tangan santri bersangkutan
    • Scan asli surat keterangan santri mampu membaca dan memahami Kitab Fathul Qarib bagi pendaftar pada Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah
    • Scan asli surat pernyataan bersedia mematuhi peraturan Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah bermaterai Rp.10.000 dan bertanda tangan santri bersangkutan

    Program S2

    • Scan asli pas foto berwarna ukuran 3×4
    • Scan asli Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    • Scan Akte Kelahiran
    • Scan Kartu Keluarga (KK)
    • Scan asli salinan ijazah S1/sederajat yang telah dilegalisir
    • Scan asli salinan transkrip nilai jenjang S1/sederajat yang telah dilegalisir
    • Proposal rencana penelitian untuk tesis
    • Scan asli surat izin dari pimpinan pesantren atau guru besar atau dosen atau atasan langsung bagi yang sudah bekerja
    • Daftar publikasi karya ilmiah telah diterbitkan (jika ada)
    • Scan asli piagam atau sertifikat prestasi akademik dan/atau non akademik (jika ada)
    • Scan asli surat rekomendasi dari pesantren asal pendaftar ditandatangani oleh pimpinan pesantren
    • Scan asli surat pernyataan kebenaran data dan dokumen bermaterai Rp 10.000, dan bertanda tangan santri bersangkutan
    • Scan asli surat pernyataan komitmen calon mahasantri PBSB bermaterai Rp.10.000 dan bertanda tangan santri bersangkutan
    • Scan asli surat keterangan santri mampu membaca dan memahami Kitab Fathul Qarib bagi pendaftar pada Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah
    • Scan asli surat pernyataan bersedia mematuhi peraturan Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah bermaterai Rp 10.000 dan bertanda tangan santri bersangkutan

    2. Jalur LoA

    Program S1

    • Scan asli pas foto berwarna ukuran 3×4
    • Scan asli Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    • Jika belum memiliki KTP, bisa menggunakan akte kelahiran
    • Scan Kartu Keluarga (KK)
    • Scan asli rapor halaman identitas santri dan halaman nilai satu tahun terakhir
    • Hasil pindai asli salinan ijazah yang dilegalisir atau surat keterangan lulus SPM/PDF/PKPPS/MAS/MAN/SMA/SMK
    • Scan asli piagam atau sertifikat prestasi akademik dan/atau non akademik (jika ada)
    • Scan surat keterangan mukim ditandatangani oleh pimpinan Pesantren
    • Scan asli surat rekomendasi dari pesantren asal santri ditandatangani oleh pimpinan pesantren
    • Scan asli surat pernyataan kebenaran data dan dokumen ditandatangani dan bermaterai Rp.10.000
    • Scan asli surat pernyataan komitmen calon Mahasantri PBSB bermaterai Rp.10.000 dan bertanda tangan santri bersangkutan
    • Scan asli surat keterangan santri mampu membaca dan memahami Kitab Fathul Qarib bagi pendaftar pada Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah
    • Scan asli surat pernyataan bersedia mematuhi peraturan Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah bermaterai Rp.10.000 dan bertanda tangan santri bersangkutan
    • Scan asli LoA Unconditional atau surat yang menyatakan dan menerangkan bahwa pendaftar telah diterima tanpa syarat pada perguruan tinggi

    Program S2

    • Scan asli pas foto berwarna ukuran 3×4
    • Scan asli Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    • Scan Akte Kelahiran
    • Scan Kartu Keluarga (KK)
    • Paspor bagi pendaftar program Double Degree dan pilihan studi S2 di Universitas Yordania
    • Sertifikat bahasa Inggris TOEFL/IELTS bagi pendaftar program Double Degree dan pilihan studi S2 di Universitas Yordania
    • Scan asli salinan ijazah S1/sederajat yang telah dilegalisir
    • Scan asli salinan transkrip nilai jenjang S1/sederajat yang telah dilegalisir
    • Proposal rencana penelitian untuk tesis
    • Scan asli surat izin dari pimpinan pesantren atau guru besar atau dosen atau atasan langsung bagi yang sudah bekerja
    • Daftar publikasi karya ilmiah telah diterbitkan (jika ada)
    • Scan asli piagam atau sertifikat prestasi akademik dan/atau non akademik (jika ada)
    • Scan asli LoA Unconditional atau surat yang menyatakan dan menerangkan bahwa pendaftar telah diterima tanpa syarat pada perguruan tinggi
    • Scan asli surat pernyataan kebenaran data dan dokumen ditandatangani dan bermaterai Rp.10.000
    • Scan asli surat pernyataan komitmen calon Mahasantri PBSB bermaterai Rp.10.000 dan bertanda tangan santri bersangkutan
    • Scan asli surat keterangan santri mampu membaca dan memahami Kitab Fathul Qarib bagi pendaftar pada Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah
    • Scan asli surat pernyataan bersedia mematuhi peraturan Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah bermaterai Rp.10.000 dan bertanda tangan santri bersangkutan

    Jadwal Seleksi Beasiswa Santri Berprestasi 2024

    1. Pendaftaran online: 3-13 Juli 2024
    2. Seleksi administrasi (tahap 1): 3-15 Juli 2024
    3. Pengumuman kelayakan lanjut Tes Berbasis Elektronik (tahap 2): 17 Juli 2024
    4. Sosialisasi bimbingan Tes Berbasis Elektronik: 18 Juli 2024
    5. Pelaksanaan Tes Berbasis Elektronik: 20 Juli 2024
    6. Pengumuman kelayakan lanjut wawancara (tahap 3): 24 Juli 2024
    7. Sosialisasi bimbingan wawancara: 26 Juli 2024
    8. Pelaksanaan wawancara: 28-31 Juli 2024
    9. Pengumuman kelulusan akhir: 7 Agustus 2024
    10. Daftar ulang di perguruan mitra PBSB: sesuai kalender akademik masing-masing kampus
    11. Masa perkuliahan: sesuai kalender akademik masing-masing kampus
    12. Pencairan dan penyaluran dana PBSB: September-Oktober 2024

    Nah, itulah syarat hingga jadwal seleksi Beasiswa Santri Berprestasi 2024. Ayo segera daftarkan dirimu lewat laman https://pendaftaran-beasiswa.kemenag.go.id/pbsb!

    (cyu/pal)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / aaron burden
  • Beasiswa Non-Degree ke Mesir untuk Pengasuh Pesantren dan Dosen Ma’had Aly, Berminat?



    Jakarta

    Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren bersama Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) membuka pendaftaran beasiswa non-degree ke Mesir. Pendaftaran bisa dilakukan melalui Pusaka Super Apps hingga 1 Oktober 2024 mendatang.

    Beasiswa pendidikan non-degree ini berbentuk pelatihan kepengarangan turots yang ditujukan khusus untuk meningkatkan kompetensi para pengasuh pesantren dan dosen ma’had aly. Selama program berlangsung peserta akan melakukan kajian manuskrip.

    Sehingga kompetensi para pengasuh pesantren dan dosen ma’had aly dalam kajian ilmiah bisa meningkat. Peserta juga diharapkan bisa melestarikan budaya lokal dalam rangka mendukung pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pesantren.


    Berminat mendaftar? Berikut ini informasi selengkapnya dikutip dari postingan Instagram Beasiswa Santri, Minggu (29/9/2024).

    Syarat Beasiswa Non-Degree Mesir

    Syarat Umum

    1. Warga Negara Indonesia yang menetap di Indonesia dan tidak memiliki status kewarganegaraan ganda.
    2. Berusia maksimal 55 tahun saat mendaftar.
    3. Pendaftar berasal dari pesantren yang telah terdaftar di Kementerian Agama. Dibuktikan dengan kepemilikan nomor statistik pesantren (NSP) dan aktif melakukan pemutakhiran data pada EMIS Ditjen Pendidikan Islam.
    4. Tidak sedang mendapatkan beasiswa dari pemerintah.
    5. Bersedia menulis tulisan singkat terkait dengan turots Islami.
    6. Memiliki kemampuan bahasa asing (Inggris/Arab/lainnya).
    7. Memiliki kemampuan membaca dan memahami Kitab Kuning.
    8. Memiliki wawasan dan komitmen implementasi nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil’alamin.
    9. Memiliki wawasan dan komitmen implementasi nilai-nilai moderasi, nasionalisme, patriotisme serta integritas.
    10. Diusulkan oleh dan mendapat izin serta rekomendasi dari pimpinan pesantren.

    Syarat Dokumen

    1. Scan asli pasfoto berwarna ukuran 3×4
    2. Scan asli kartu tanda penduduk (KTP)
    3. Scan asli ijazah pendidikan terakhir
    4. Scan asli piagam atau sertifikat prestasi akademik dan/atau nonakademik (jika ada)
    5. Scan asli surat pengantar pesantren yang ditandatangani oleh pimpinan pesantren
    6. Scan asli surat rekomendasi dari pesantren asal ditandatangani oleh pimpinan pesantren untuk pengasuh pesantren
    7. Scan asli surat rekomendasi mudir ma’had aly bagi peserta dari ma’had aly
    8. Scan asli surat pernyataan komitmen dan integritas bermaterai Rp 10.000 yang ditandatangani pendaftar
    9. Draft esai penulisan dan kepengarangan karya ilmiah turots
    10. Diutamakan memiliki paspor yang masih aktif dalam 8 bulan kedepan.

    Cara Mendaftar Beasiswa Non-Degree Mesir

    1. Unduh dan buat akun Pusaka Super Apps
    2. Setelah akun dibuat, login melalui PC/desktop/laptop menggunakan tautan pusaka.kemenag.go.id/login
    3. Setelah login, pendaftar akan diminta untuk menghubungkan akun SSO, klik “Hubungkan akun SSO”.
    4. Setelah berhasil, cari menu “Beasiwa Indonesia Bangkit” lalu klik untuk menuju laman pendaftaran
    5. Pendaftar akan otomatis diarahkan pada laman beasiswa.kemenag.go.id.
    6. Pendaftar dapat melengkapi profil dengan mengisi tab identitas, riwayat pendidikan, pengalaman bekerja, hingga tab berkas.
    7. Pendaftar dapat melihat tahapan seleksi program pelatihan yang diikuti pada dashboard pendaftar.

    Komponen Biaya Beasiswa Non-Degree Mesir

    • Biaya program (tuition fee)
    • Visa
    • Asuransi
    • Biaya hidup selama program
    • Transportasi pulang dan pergi

    Jadwal Pendaftaran Beasiswa Non-Degree Mesir

    • Pendaftaran: hingga 1 Oktober 2024
    • Seleksi administrasi: 2-3 Oktober 2024
    • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 4 Oktober 2024
    • Seleksi wawancara: 7 Oktober 2024
    • Pengumuman kelayakan mengikuti program: 10 Oktober 2024
    • Pengurusan dokumen: 11-31 Oktober 2024
    • Masa pelatihan: 1-30 November 2024

    Informasi lebih lanjut bisa dilihat melalui Instagram @beasiswa_santri. Selamat mendaftar detikers!

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Kemenag Buka Beasiswa Bahasa Inggris untuk Guru MI, Klik https://s.id/KursusguruMI



    Jakarta

    Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah membuka program kursus bahasa Inggris untuk guru madrasah ibtidaiyah (MI). Kemenag akan memberikan beasiswa untuk 300 guru yang terpilih.

    Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru MI dalam pengajaran bahasa Inggris supaya selaras dengan tuntutan kurikulum dan kebutuhan peserta didik.

    “Ini adalah bentuk ikhtiar serius kami untuk mempersiapkan guru MI agar mampu mengajar Bahasa Inggris dengan pendekatan yang tepat, menyenangkan, dan berbasis kebutuhan anak,” kata Direktur GTK Madrasah, Thobib Al Asyhar di Jakarta (25/7/2025), dikutip dari keterangan resmi dalam situs Kemenag RI.


    Ia menyebut dengan penguasaan metodologi dan alat asesmen yang baik, maka guru akan lebih percaya diri dan terampil dalam menyalurkan keterampilan bahasa kepada peserta didik.

    Program ini dilaksanakan secara daring dan terbuka untuk semua guru MI dari seluruh wilayah Indonesia. Pendaftarannya dibuka pada 24-31 Juli 2025 melalui https://s.id/KursusguruMI.

    Apa Saja yang Akan Dipelajari?

    Pada program ini, guru akan dibekali keterampilan memetakan kebutuhan bahasa Inggris siswa, menguasai teknik pengajaran keterampilan bahasa (listening, speaking, reading, dan writing), kosakata, tata bahasa, dan memahami pendekatan pembelajaran serta asesmen yang sesuai perkembangan usia.

    Thobib menyebut program ini merupakan kolaborasi antara Direktorat GTK Madrasah dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta melalui Regional English Language Office (RELO), serta kerja sama dengan asosiasi pengajar Bahasa Inggris internasional, TESOL.

    Ia menyebut, kolaborasi ini merupakan bukti penguatan guru madrasah tak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh dukungan jejaring global. Maka, dengan melibatkan RELO-TESOL, pihaknya ingin memastikan standar pelatihan terbaik untuk guru MI.

    Direktorat GTK Madrasah berharap program ini mampu membuat ekosistem pembelajaran bahasa Inggris di MI semakin berkembang dan mampu menjawab tantangan globalisasi sejak dini.

    (nah/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Surat Az-Zumar Ayat 9, Jelaskan Perbedaan Orang Berilmu dan Orang Lalai


    Jakarta

    Surat Az Zumar merupakan salah satu surat dalam Al-Qur’an yang banyak mengandung pelajaran tentang keimanan, ibadah, dan hubungan antara manusia dengan Allah SWT. Salah satunya seperti dijelaskan dalam ayat 9.

    Surat Az Zumar ayat ke-9 menjelaskan perbedaan antara orang yang berilmu dan beribadah dengan orang yang lalai dari ketaatan. Berikut bacaan dan tafsir selengkapnya.

    Surat Az-Zumar Ayat 9

    Berikut bacaan lengkap surat Az Zumar ayat 9,


    أَمَّنْ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحْذَرُ ٱلْءَاخِرَةَ وَيَرْجُوا۟ رَحْمَةَ رَبِّهِۦ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

    Arab-Latin: Am man huwa qānitun ānā`al-laili sājidaw wa qā`imay yaḥżarul-ākhirata wa yarjụ raḥmata rabbih, qul hal yastawillażīna ya’lamụna wallażīna lā ya’lamụn, innamā yatażakkaru ulul-albāb

    Artinya: (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

    Asbabun Nuzul Surat Az-Zumar Ayat 9

    Merangkum buku Asbabun Nuzul Sebab Turunnya Ayat Al-Qur’an karya Jalaludin as-Suyuti, Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Umar RA dia berkata, “(Apakah kamu orang musyrik lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam.”

    Ia berkata, “Ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan Utsman bin Affan.”

    Ibnu Sa’ad meriwayatkan dari al-Kalbi dari Abu Shalih dari Ibnu Abbas RA, dia berkata, “Diturunkan berkenaan dengan Ammar bin Yasir.”

    Juwaibir meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Ayat tersebut turun berkenaan dengan Ibnu Mas’ud, Ammar bin Yasir dan Salim, mantan budak sahaya Abu Hudzaifah.”

    Juwaibir meriwayatkan dari Ikrimah, ia berkata, “Ayat tersebut turun mengenai Ammar bin Yasir.”

    Tafsir Surat Az Zumar Ayat 9

    Tafsir Ringkas Kementerian Agama (Kemenag) RI

    Dalam surat Az-Zumar ayat 9-10, Allah SWT memberikan gambaran perbandingan antara dua golongan manusia yang sangat berbeda di sisi-Nya. Ayat ini menekankan keutamaan orang yang taat, berilmu, dan rajin beribadah, dibandingkan mereka yang kufur, hanya ingat kepada Allah saat tertimpa musibah, dan selalu mengikuti hawa nafsunya.

    Ayat ini membuka dengan pertanyaan yang sangat menyentuh: “Apakah orang yang beribadah di waktu malam, dalam keadaan sujud dan berdiri, karena takut akan azab akhirat dan mengharap rahmat Tuhannya, itu sama dengan orang kafir?”

    Allah SWT menyebut secara khusus ibadah di malam hari karena waktu ini menunjukkan keikhlasan yang tinggi. Seseorang yang meninggalkan tidur nyamannya untuk membaca Al-Qur’an, salat, dan berzikir tentu memiliki kedekatan dengan Allah SWT. Ia melakukan semua itu karena rasa takut terhadap azab akhirat dan harapan besar pada rahmat Allah SWT.

    Allah SWT lalu memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menegaskan perbedaan ini:
    “Katakanlah, apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”

    Orang yang berilmu, yang memahami ajaran Allah, pasti akan terdorong untuk beramal saleh dan menjauhi keburukan. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki ilmu, apalagi menolak kebenaran, cenderung mengikuti hawa nafsu dan mengabaikan ajaran agama.

    Ayat ini menegaskan bahwa hanya orang-orang yang berakal sehat dan berpikiran jernih yang dapat menerima pelajaran, membedakan antara kebenaran dan kebatilan, serta mengenali nilai ibadah dalam kehidupan.

    Surah Az-Zumar ayat 9-10 memberikan pelajaran penting tentang nilai ibadah di waktu malam, keutamaan ilmu, pentingnya takwa, dan luasnya rahmat Allah bagi orang-orang yang bersabar. Ayat ini juga mengingatkan bahwa orang berilmu dan beriman memiliki kedudukan yang jauh lebih mulia dibandingkan dengan mereka yang tidak mengetahui kebenaran dan terus mengikuti hawa nafsunya.

    Tafsir Ibnu Katsir

    Ibnu Katsir menjelaskan bahwa tidaklah sama di sisi Allah SWT antara orang yang menyekutukan-Nya dengan orang yang menghabiskan malam dalam ibadah. Allah SWT mengangkat derajat mereka yang bersujud dan berdiri di tengah malam karena takut kepada siksa akhirat dan berharap rahmat-Nya.

    Frasa “آناءَ اللَّيْلِ” (ana al-lail) secara harfiah berarti “bagian-bagian malam”. Para mufassir seperti As-Suddi dan Ibnu Zaid menafsirkannya sebagai tengah malam. Kemudian Qatadah menafsirkannya secara lebih luas mencakup awal, pertengahan, dan akhir malam.

    Ini menunjukkan bahwa ibadah malam memiliki kedudukan tinggi dalam Islam dan bisa dilakukan pada seluruh bagian malam, terutama dalam bentuk salat tahajud, berzikir, dan membaca Al-Qur’an.

    Ibnu Katsir menegaskan bahwa kedua sikap ini wajib hadir dalam ibadah seorang mukmin. Ketika masih sehat dan bertenaga, rasa takut hendaknya lebih dominan agar menjauhi dosa. Namun saat menjelang ajal, rasa harap kepada ampunan dan rahmat Allah lebih diutamakan agar ia wafat dalam husnul khatimah.

    Firman Allah SWT, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”

    Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ini menunjukkan keutamaan ilmu. Orang yang tahu, yang berilmu, akan memahami pentingnya malam, akhirat, dan ibadah. Sedangkan orang yang tidak berilmu akan tersesat dalam syirik, maksiat, dan kehidupan dunia yang sementara.

    Orang yang berilmu bukan hanya tahu hukum, tapi juga memiliki kesadaran batin yang mendalam. Mereka adalah orang-orang yang bisa membedakan mana jalan lurus dan mana jalan yang menyimpang.

    Ayat ini ditutup dengan pernyataan Allah SWT, “Sesungguhnya hanya orang-orang yang berakal (ulul albab) yang dapat menerima pelajaran.”

    Menurut Ibnu Katsir, ulul albab adalah mereka yang menggunakan akalnya secara benar, untuk merenungi ayat-ayat Allah dan melihat perbedaan antara orang taat dan orang durhaka. Akal yang dipakai dengan benar akan membimbing kepada iman, ibadah, dan ilmu.

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Cek Nomor Porsi dan Keberangkatan Haji Secara Online


    Jakarta

    Calon jemaah haji bisa mengecek estimasi keberangkatan melalui online dan offline. Jadwal keberangkatan haji merupakan momen yang paling ditunggu setiap jemaah.

    Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI telah memudahkan calon jemaah untuk mengecek estimasi keberangkatan secara online. Ini bisa dilakukan melalui website Haji Kemenag atau aplikasi Pusaka Kemenag yang sudah tersedia di Google Play Store dan App Store.

    Untuk mengecek keberangkatan haji, calon jemaah membutuhkan nomor porsi. Ini merupakan nomor identitas calon jemaah yang terdiri dari 10 digit angka.


    Cara Cek Nomor Porsi Haji

    Nomor porsi haji dapat diketahui pada berkas pendaftaran yang diterbitkan kantor Kemenag Kabupaten/Kota. Dengan demikian, nomor porsi haji bisa didapatkan calon jemaah setelah proses pendaftaran dan melakukan pembayaran setoran awal haji.

    Cara Cek Keberangkatan Haji Secara Online

    1. Cek Keberangkatan Haji Lewat Website Haji Kemenag

    • Akses laman berikut https://haji.kemenag.go.id/v5/
    • Gulir ke bawah sampai menemukan menu ‘Estimasi Keberangkatan’
    • Masukan nomor porsi haji yang sudah didapatkan
    • Jika sudah memasukkan nomor porsi, lakukan verifikasi captcha
    • Setelah itu, klik opsi ‘Cari’
    • Estimasi keberangkatan akan tampil

    Perlu diketahui, estimasi keberangkatan bisa berubah sesuai perubahan kuota provinsi/kabupaten/kota/haji khusus dan perubahan regulasi, serta hanya dihitung bagi jemaah yang belum batal atau belum berangkat.

    2. Cek Keberangkatan Haji Lewat Aplikasi Pusaka Kemenag

    • Pastikan Anda sudah mengunduh aplikasi Pusaka Kemenag lewat Google Play Store atau App Store
    • Setelah memasuki aplikasi, pilih opsi ‘Islam’ pada menu ‘Keagamaan’
    • Klik menu ‘Layanan Keagamaan’
    • Selanjutnya, pilih menu ‘Estimasi Keberangkatan Haji’
    • Masukkan nomor porsi haji
    • Jika sudah, klik cari nomor porsi
    • Nantinya, aplikasi Pusaka Kemenag akan menampilkan informasi estimasi keberangkatan haji

    Cara Cek Keberangkatan Haji Secara Offline

    Cek keberangkatan haji juga bisa dilakukan secara offline. Caranya, calon jemaah bisa langsung mendatangi kantor Kemenag setempat agar dibantu mengecek estimasi keberangkatan haji.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Dirjen PHU Jabarkan Perkiraan Layanan Haji 1446H/2025 M, Mulai Transportasi Udara hingga Konsumsi



    Jakarta

    Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) RI Hilman Latief menyampaikan rancangan pelayanan yang akan diberikan kepada jemaah haji 1446 H/2025 M. Hal ini disebutkan dalam Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VIII DPR RI yang disiarkan secara daring melalui YouTube DPR RI, Senin (6/1/2025).

    Hilman Latief menyebutkan pada musim haji tahun ini, Indonesia mendapat kuota jemaah sebanyak 221 ribu jemaah. Total ini kemudian dibagi dengan rincian jemaah reguler sebanyak 201.063 jemaah, 1.572 petugas haji daerah, 685 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dan 17.680 jemaah haji khusus.

    Dalam kesempatan ini, Hilman Latief juga menyebutkan PHU telah melakukan seleksi pada layanan transportasi udara yang nantinya akan digunakan oleh jemaah haji. Sebanyak tiga maskapai terpilih setelah memenuhi syarat administratif dan teknis.


    “Lion Air untuk trasnportasi udara dalam negeri, Garuda Airlines serta Saudia Airlines untuk layanan luar negeri,” jelas Hilman.

    Layanan Akomodasi dan Konsumsi Jemaah Haji

    Hilman juga menjabarkan layanan akomodasi dan juga konsumsi para jemaah haji selama di Tanah Suci.

    “Akomodasi di Makkah, mengedepankan aspek kelayakan, kesehatan, keamanan dan kemudahan akses ke Masjidil Haram. Paling jauh jarak hotel 4.500 meter dari Masjidil Haram dan menggunakan satu rute bus shalawat. Sementara dari Madinah maksimal jarak dari hotel ke masjid yakni 1000 meter,” jelas Hilman.

    Untuk layanan konsumsi, Hilman mengatakan jemaah akan mendapat konsumsi 27 kali makan selama di Madinah, 84 kali makan selama 28 hari di Makkah, satu kali makan saat kedatangan dan 16 kali makan selama di Arafah, Musdalifah dan Mina.

    Sementara untuk layanan transportasi antar kota Madinah-Makkah atau Jeddah-Makkah digunakan shuttle bus Shalawat, sama seperti layanan pada tahun sebelumnya.

    Disampaikan Hilman bahwa Indonesia menjadi magnet bagi syarikah-syarikah di Saudi. “Ada ratusan syarikah yang menawarkan diri kepada Indonesia, antusiasmenya besar sekali. Hotel ada 600 pengajuan dan dapur ada 400 pengajuan padahal yang kita gunakan hanya sekitar 25-30 persen daripada itu,” jelas Hilman.

    Dalam rapat ini juga Hilman menjabarkan usulan biaya haji 1446 H/2025 M yakni sebesar Rp 89,6 juta. Angka ini masih berupa usulan karena rapat penetapan BPIH haji 2025 akan dilanjutkan sore ini pukul 15.30 WIB.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kemenag Minta BPIH untuk Operasional Petugas Diatur dalam RUU Haji



    Jakarta

    Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) RI Hilman Latief menilai pemisahan dana dari Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk operasional petugas haji perlu diatur dalam revisi UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

    “Perlu klausul tambahan di revisi UU Haji yang memungkinkan penggunaan dana BPIH untuk mendukung operasionalisasi petugas haji,” usulnya dalam RDP Panja RUU PIHU Komisi VIII DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta yang turut disiarkan secara daring, Kamis (20/2/2025).

    Meski perlu dimuat dalam RUU, Hilman bilang harus tetap mengedepankan prinsip efektif, efisien, dan ekonomis. Usulan muncul karena selama ini pendanaan dari APBN sering tak cukup fleksibel dalam pemenuhan kebutuhan pendataan penyelenggaraan ibadah haji.


    Persoalan tersebut menjadi kendala yang dialami Kemenag, utamanya Ditjen PHU dalam penyusunan rencana anggaran dari APBN mengenai penyelenggaraan ibadah haji.

    Hilman juga menjelaskan kendala lain yang dijumpai Kemenag terkait anggaran untuk program khusus.

    “Anggaran penyelenggaraan ibadah haji belum tersedia program khusus sehingga anggaran tidak mengalami peningkatan yang signifikan,” urainya.

    Selain itu, ada juga kendala terkait belum adanya pemisahan yang jelas pada komponen BPIH yang bersumber dari APBN, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), nilai manfaat, efisiensi, dan sumber lain yang sah.

    “Sering kali ada kebijakan baru dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang harus segera diterapkan. Kebijakan dimaksud diberlakukan kepada semua pihak, tidak hanya jemaah haji bahkan juga untuk para petugas haji,”

    Hilman yang menjabat sebagai Dirjen PHU sejak 2021 itu mengungkap bahwa kebijakan baru dari pemerintah Saudi terkadang menjadi kendala yang dijumpai Kemenag pada pelaksanaan haji. Terlebih, kebijakan tersebut tidak hanya ditujukan kepada jemaah melainkan semua pihak.

    Dengan adanya kendala-kendala tersebut, Hilman berharap Komisi VIII DPR RI dapat mempertimbangkan agar usulan dari Kemenag dimasukkan ke RUU Haji.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com