Tag: Kementerian Keuangan

  • Mau Kuliah Pascasarjana di ITB? Ini 4 Jenis Beasiswa yang Bisa Dicoba



    Jakarta

    Menempuh pendidikan pascasarjana memang membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan vokasi atau sarjana. Pasalnya, mahasiswa pascasarjana dituntut sering melakukan riset.

    Oleh karena itu, kini sudah banyak beasiswa yang bermunculan bagi mahasiswa S2 dan S3. Baik yang berasal dari kementerian, lembaga, atau perusahaan swasta.

    Nah, bagi detikers yang ingin melanjutkan S2 atau S3 di Institut Teknologi Bandung (ITB), tidak perlu banyak khawatir soal biaya pendidikan. Kampus ini sudah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra untuk menyediakan beasiswa bagi mahasiswanya.


    Dilansir dari laman ITB, berikut adalah jenis-jenis beasiswa yang disediakan oleh ITB untuk mahasiswa pascasarjana:

    Jenis-Jenis Beasiswa ITB bagi Mahasiswa Pascasarjana

    1. Beasiswa LPDP

    Siapa yang tidak tahu beasiswa satu ini? Beasiswa LPDP adalah bantuan pendidikan bagi mahasiswa vokasi, sarjana maupun pascasarjana yang disediakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

    LPDP memiliki ragam pilihan kampus baik dalam maupun luar negeri. Selain itu, beasiswa ini juga bisa dicoba oleh penyandang disabilitas hingga mahasiswa yang berasal dari daerah pedalaman.

    Untuk mendaftar beasiswa LPDP di ITB, pastikan terlebih dahulu mahasiswa memiliki Letter of Acceptance (LoA) dari ITB. Selain itu, perhatikan juga syarat-syarat lainnya.

    2. Beasiswa BPI Kemendikbudristek

    Sama seperti LPDP, beasiswa ini juga disediakan oleh pemerintah yakni Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Beasiswa Pendidikan Indonesia atau BPI ini bisa dicoba oleh mahasiswa S2 dan S3 ITB.

    Beasiswa ini secara khusus ditujukan bagi calon guru SMK, guru SD, guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. BPI pun menyediakan beasiswa asrama mahasiswa nusantara.

    Demikian juga bagi calon dosen S2 dan S3 bisa menerima beasiswa ini asalkan memenuhi kriteria yang ada sesuai Permendikbud Nomor 27 tahun 2022.

    3. Beasiswa BRIN

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) setiap tahunnya menyediakan beragam beasiswa riset bagi mahasiswa magister dan doktoral. Beasiswa dari BRIN dibagi menjadi dua yakni degree by research dan doktor strategis.

    Untuk memaksimalkan riset, BRIN juga menggandeng LPDP membagikan beasiswa prioritas. Selain itu, BRIN juga sering mengadakan kompetisi hasil riset bagi mahasiswa S2 dan S3, tentunya dengan hadiah yang nominalnya jutaan rupiah.

    4. Beasiswa JFLS

    Detikers warga Jawa Barat? Maka bisa mencoba daftar beasiswa Jabar Future Leader Scholarship (JFLS). Cakupan beasiswa ini termasuk luas karena diperuntukkan bagi mahasiswa D3, D4, S1, S2, hingga S3.

    Bantuan berupa biaya pendidikan bagi mahasiswa yang berprestasi dan sesuai nama beasiswanya, memiliki jiwa kepemimpinan. Tak hanya dalam uang, bantuan JFLS juga berupa pendampingan keterampilan sosial, kepemimpinan, dan soft skill lainnya.

    Keuntungan mahasiswa S2 dan S3 dalam mendaftar beasiswa ini adalah menjadi prioritas penerima. Syaratnya hanya perlu memiliki LoA dari ITB dan dokumen diri lainnya.

    Itulah beberapa beasiswa yang disediakan oleh pascasarjana ITB bagi mahasiswanya. Mau coba daftar yang mana nih?

    (cyu/nwk)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Kapan Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2024 Dibuka? Ini Infonya



    Jakarta

    Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama (Kemenag) 2024 menjadi salah satu beasiswa incaran mahasiswa Indonesia. Namun, kapan pendaftarannya akan dibuka?

    BIB Kemenag 2024 adalah bantuan dana pendidikan melalui program gelar ataupun non-gelar hasil kerjasama antara Kemenag dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Program gelar yang tersedia terbuka untuk pendaftaran jenjang S1, S2, dan S3 di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.

    Bila melihat seleksi tahun sebelumnya, pendaftaran BIB 2024 seharusnya sudah dibuka sejak bulan Juni-Juli. Namun melalui media sosial Instagram resminya, Tim BIB menjelaskan di tahun 2024 seleksi belum digelar hingga saat ini.


    “Saat ini Beasiswa Indonesia Bangkit belum membuka pendaftaran untuk tahun 2024. Informasi terkait pendaftaran akan disampaikan melalui website dan Instagram official,” kata tim BIB dalam keterangan tertulis.

    Meskipun belum membuka pendaftaran, calon awardee tetap bisa mempersiapkan diri lo. Berikut ini informasi yang bisa kamu ketahui tentang BIB Kemenag RI dikutip dari Pedoman Pendaftaran BIB Program Beasiswa Gelar Tahun 2023, Senin (8/7/2024).

    Jenis Beasiswa Gelar BIB Kemenag RI

    BIB terbagi dalam tiga jenis beasiswa gelar, yakni:

    1. Beasiswa Umum

    • S1: Beasiswa Umum S1 dalam negeri
    • S2: Beasiswa Umum S2 dalam negeri dan luar negeri
    • S3: Beasiswa umum S3 dalam negeri dan luar negeri

    2. Beasiswa Prestasi

    • S1: Beasiswa Prestasi S1 dalam negeri dan luar negeri
    • S2: Beasiswa double degree S2 luar negeri

    3. Beasiswa Target

    • S1: Beasiswa tahfidz S1 dalam negeri dan Beasiswa S1 PJJ-PAI

    Syarat Pendaftaran BIB Kemenag RI

    1. Warga Negara Indonesia (WNI) yang memenuhi ketentuan persyaratan pada masing-masing program terutama:

    • Alumni pesantren
    • Lulusan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI)/Ma’had Aly/program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB)
    • Alumni perguruan tinggi umum (PTU)
    • Guru dan tenaga kependidikan pada pendidikan agama Islam
    • Pendidik dan tenaga kependidikan madrasah
    • Dosen pada perguruan tinggi keagamaan dan ma’had aly
    • Dosen pendidikan agama Islam
    • Pegawai kementerian agama

    2. Kriteria pendaftar beasiswa degree untuk jenjang S1 antara lain:

    • Siswa madrasah aliyah (MA)
    • Siswa madrasah aliyah kejuruan (MAK)
    • Siswa pendidikan diniyah formal/pendidikan mu’adalah/pendidikan kesetaraan pada pesantren salafiyah/SMA/SMK pada pondok pesantren dan sederajat.
    • Jenjang S1 bisa mengikuti program: Beasiswa Umum S1 dalam negeri, Beasiswa Prestasi S1 dalam dan luar negeri, Beasiswa Target Tahfidz S1 dalam negeri dan Beasiswa Target S1 PJJ-PAI.

    3. Kriteria pendaftar beasiswa degree untuk jenjang S2 antara lain:

    • Lulusan PTKI
    • Lulusan Ma’had Aly
    • Lulusan PBSB
    • Lulusan PTU
    • Pendidik dan Tenaga Kependidikan Madrasah/Pendidikan Pesantren
    • Guru PAI dan Pengawas PAI pada sekolah
    • Pegawai di Kementerian Agama
    • Jenjang S2 bisa mengikuti program: Beasiswa Umum S2 dalam dan luar negeri dan Beasiswa Prestasi Double Degree S2 dalam dan luar negeri.

    4. Kriteria pendaftar beasiswa degree untuk jenjang S3 antara lain:

    • Dosen perguruan tinggi keagamaan
    • Dosen PAI pada perguruan tinggi umum
    • Lulusan PTKI
    • Lulusan PTU
    • Jenjang S3 bisa mengikuti program: Beasiswa Umum S3 dalam dan luar negeri.

    Jalur Pendaftaran BIB Kemenag RI

    Seleksi Beasiswa Gelar BIB terdiri dari tiga jalur yakni:

    1. Jalur LoA (Letter of Acceptance/Admission unconditional)

    Ditujukan bagi pendaftar yang telah memiliki LoA unconditional atau surat penerimaan tanpa syarat dari perguruan tinggi tujuan.

    2. Jalur Kemitraan (Partnership/Collaborative Program)

    Pendaftar dapat memiliki program studi pada perguruan tinggi kemitraan yang ditetapkan oleh Kemenag. Jika dinyatakan lulus seleksi sebagai calon penerima beasiswa, peserta akan mendapatkan LoA/diterima di perguruan tinggi yang sudah ditetapkan.

    3. Jalur Reguler

    Ditujukan bagi pendaftar yang belum memiliki LoA. Pendaftar bisa memiliki maksimal 3 program studi pada perguruan tinggi tujuan. Ketika lolos seleksi beasiswa, pendaftar diberikan batas waktu untuk mendapatkan LoA.

    Komponen BIB Kemenag RI

    1. Biaya Pendidikan

    • Biaya pendaftaran
    • Biaya SPP (Tuition Fee)
    • Bantuan penelitian skripsi/tesis/disertasi
    • Bantuan seminar internasional (S2/S3)
    • Bantuan publikasi jurnal internasional (S2/S3)

    2. Biaya Pendukung

    • Transportasi
    • Asuransi kesehatan
    • Biaya hidup bulanan (Living Cost)
    • Settlement allowance
    • Family allowance (S3)
    • Biaya aplikasi visa/residence permit (LN)
    • Dana darurat

    3. Biaya Tambahan (Disabilitas)

    • Biaya transportasi pendamping
    • Biaya asuransi kesehatan pendamping
    • Biaya pendukung lainnya yang disetujui

    4. Biaya Peningkatan Kemampuan Bahasa (Afirmasi)

    • Biaya program
    • Biaya hidup bulanan
    • Biaya transportasi

    Itulah informasi tentang BIB Kemenag RI 2024. Semoga pendaftarannya segera dibuka ya detikers!

    (det/nah)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey
  • Dana Abadi Pendidikan Capai Rp 139 T, Suntikan Pemerintah Mau Disetop



    Jakarta

    Pemerintah sedang mengkaji opsi menghentikan alokasi untuk dana abadi pendidikan yang mencapai Rp 20 triliun setiap tahun.

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan dana abadi yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan itu kini menyentuh angka Rp 139 triliun.

    Setiap tahun pemerintah mengalokasikan Rp 20 triliun untuk dana abadi tersebut. Dana yang disuntikkan tersebut berasal dari anggaran pendidikan yang besarnya 20 % dari anggaran belanja negara dalam APBN.


    “Kan setiap tahun dari 20% anggaran pendidikan itu disisihkan sekitar Rp 20 triliun di dalam dana abadi sekarang numpuk sekitar Rp 139 triliun. Kemarin dibahas apakah perlu ditambah lagi tiap tahun? Apakah tidak itu saja dulu dana yang ada,” ujar Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (16/1/2024).

    Anggaran Bakal Fokus untuk Sektor Pendidikan

    Menurut Muhadjir, seluruh anggaran pendidikan di APBN bakal fokus digunakan untuk membenahi sektor pendidikan, mulai dari riset hingga pengembangan perguruan tinggi.

    “Kita tinjau apa harus diteruskan LPDP Itu dengan jumlah yang sudah hampir Rp 140 triliun itu. Jadi mungkin kita setop dulu,” ujarnya.

    Ia menambahkan,”Jadi anggaran pendidikan 20% nanti sepenuhnya bisa digunakan untuk membenahi pendidikan termasuk riset dan alokasi pengembangan pendidikan perguruan tinggi bisa ditingkatkan.”

    Kementerian Keuangan telah menetapkan belanja negara pada APBN 2024 sebesar Rp 3.325,1 triliun. Adapun alokasi anggaran pendidikan tahun ini senilai Rp 665 triliun untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

    Tujuan Membangun SDM Indonesia yang Unggul

    Pada puncak acara LPDP Festival Tahun 2023 yang digelar Kamis (3/8/2023) lalu, Presiden Joko Widodo mengungkapkan dana yang dialokasi pemerintah untuk LPDP saat ini meningkat signifikan menjadi Rp 139 triliun dari sebelumnya Rp 15 triliun di tahun 2015.

    Sovereign wealth fund di sektor pendidikan ini bertujuan untuk membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan berkualitas, yang menjadi kunci memenangkan persaingan dengan negara lain.

    “Sejak 2019, saya sudah perintahkan ke Ibu Menteri Keuangan, minimal satu tahun itu 20 (triliun rupiah) harus dimasukkan ke LPDP, 20 (triliun rupiah) masukkan ke LPDP, punya uang banyak masukkan LPDP, karena SDM inilah nanti kita bisa bersaing atau tidak bisa bersaing dengan negara-negara lain,” ucapnya.

    Peningkatan kualitas SDM tersebut, lanjut presiden, sangat penting karena Indonesia akan menghadapi bonus demografi yang nanti di tahun 2030 sebanyak 68,3 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif. Bonus demografi tersebut, kata Presiden biasanya hanya terjadi sekali dalam sejarah peradaban sebuah negara.

    Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.

    (pal/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Dapat Beasiswa di University of Pennsylvania, Simak!



    Jakarta

    University of Pennsylvania (UPenn) sedang ramai dibahas di media sosial. Kampus yang terletak di Amerika Serikat ini memang termasuk ke dalam universitas top.

    Berdasarkan pemeringkatan QS WUR 2025, UPenn menjadi kampus terbaik di dunia urutan ke-11. UPenn mempunyai 52 program sarjana dan 15 program pascasarjana.

    Selain itu, kampus UPenn menyediakan berbagai beasiswa bagi mahasiswanya. Baik beasiswa dari pemerintah, organisasi, alumni, perusahaan, dan masing-masing negara asal (mahasiswa internasional).


    Lantas, bagaimana cara mendapatkan beasiswa di UPenn? Mengutip berbagai sumber, ini langkah-langkahnya:

    Lewat Beasiswa Dalam Negeri

    Cara lazim dicoba oleh mahasiswa untuk meraih beasiswa di UPenn adalah lewat bantuan yang disediakan Pemerintah Indonesia sendiri. Berikut beberapa beasiswa dalam negari dengan pilihan kampus UPenn:

    1. Beasiswa LPDP

    Beasiswa LPDP disediakan oleh pemerintah RI lewat Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Jika detikers ingin meraih beasiswa pendanaan di UPenn bisa mencoba daftar beasiswa LPDP.

    Dikutip dari laman LPDP, kampus UPenn termasuk perguruan tinggi tujuan paling banyak dipilih. UPenn menduduki urutan ke-13 sebagai kampus luar negeri paling banyak dipilih dalam beasiswa LPDP.

    2. Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)

    Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) merupakan skema beasiswa yang disediakan oleh Kementerian Agama dan LPDP bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengembangakan karier, pengalaman, dan jaringan kampus di dalam dan luar negeri.

    Ada berbagai banyak pilihan program dalam BIB yakni S1, S2, S3, kemitraan, dan double degree. Pelamar beasiswa BIB bisa memilih UPenn sebagai pilihan kampus luar negeri.

    3. Beasiswa Indonesia Maju

    Beasiswa Indonesia Maju (BIM) juga menyediakan banyak pilihan kampus tujuan luar negeri bagi mahasiswa Indonesia. Salah satunya University of Pennsylvania.

    BIM bisa dicoba untuk beberapa kalangan seperti calon guru SMK, dosen, dan pelaku budaya. Salah satu syarat untuk mendapat beasiswa BIM adalah sudah diterima di UPenn dibuktikan lewat Letter of Acceptance.

    Lewat Beasiswa dari Pemerintah AS

    Pemerintah AS menyediakan dana pendidikan bagi mahasiswa internasional termasuk Indonesia. Bantuan tersebut disalurkan lewat beasiswa Fulbright.

    Beasiswa Fulbright bisa dicoba bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi master maupun doktoral. UPenn pun termasuk ke dalam salah satu pilihan kampus di beasiswa ini lho.

    Lewat Beasiswa Langsung di UPenn

    Mengutip laman resminya, UPenn menyediakan berbagai beasiswa untuk mahasiswa sarjana hingga pascasarjana. Berikut beberapa beasiswa yang tersedia:

    1. Penn Grant

    Penn Grant ditujukan bagi mahasiswa sarjana. Beasiswa ini dapat membiayai kuliah mahasiswa hingga semester 8.

    2. Named Scholarship

    Beasiswa jenis ini dibiayai oleh para alumni UPenn. Named Scholarship berlaku bagi mahasiswa S1.

    3. Graduate Grants and Scholarships

    Beasiswa ini tersedia di 12 sekolah pascasarjana UPenn, tapi dengan kuota terbatas. Penilaian beasiswa berdasarkan pada prestasi akademis dan profesional. Informasi lebih lengkapnya bisa dilihat di https://srfs.upenn.edu/financial-aid/grants-and-scholarships ya.

    Itulah beberapa cara memperoleh beasiswa di University of Pennsylvania. Semoga membantu ya!

    (cyu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Seleksi Beasiswa Pendidikan Indonesia Dalam Negeri 2024 Diumumkan, Begini Cara Ceknya!


    Jakarta

    Hasil seleksi akhir Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Dalam Negeri Tahun 2024 sudah mulai diumumkan. Sudah cek hasil seleksi milikmu?

    Seperti yang diketahui BPI adalah program beasiswa pemerintah di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (BPI Kemendikbudristek) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Beasiswa ini mendanai program bergelar jenjang S1, S2, dan S3 di kampus luar dan dalam negeri serta program tidak bergelar (non-degree.)

    Seleksi 2024 untuk BPI Dalam Negeri dan Luar Negeri dibuka pada Mei-Juni lalu. Peserta harus melalui dua jenis seleksi yakni administrasi dan substansi.


    Hasil seleksi akhir disampaikan kepada panitia seleksi untuk dilakukan rapat pleno. Mereka yang disetujui dalam rapat pleno ditetapkan sebagai penerima beasiswa BPI Kemendikbudristek yang diumumkan Jumat (11/10/2024) kemarin.

    Adapun cara cek apakah peserta lolos seleksi BPI Dalam Negeri Tahun 2024 dan informasi lainnya yakni sebagai berikut.

    Cara Cek Hasil Seleksi BPI Dalam Negeri 2024

    Mengutip postingan Instagram Awardee BPI, Sabtu (12/10/2024) peserta bisa melihat hasil seleksi melalui akun pendaftaran dan surel yang digunakan saat pendaftaran BPI. Untuk melihat pengumuman melalui akun pendaftaran langkah-langkahnya yakni:

    1. Buka laman https://beasiswa.kemdikbud.go.id/pendaftaran/login

    2. Masukkan Username/NIK yang telah didaftarkan.

    3. Masukkan password yang telah didaftarkan.

    4. Masukan hasil penjumlahan Capcha yang tertera lalu klik “Sign In”.

    5. Setelah berhasil masuk akun, peserta akan langsung mendapat pengumuman hasil seleksi BPI.

    6. Pelamar juga bisa mengecek hasil melalui surel terdaftar. Akan ada sebuah email dengan subjek “Pengumuman Hasil Seleksi” dari alamat noreply@bpikemdikbud.id.

    Pelamar yang dinyatakan lolos akan mendapatkan informasi registrasi ulang dan langkah selanjutnya kemudian. Informasi ini akan disampaikan secara berkala melalui email masing-masing awardee.

    “Bagi yang dinyatakan Lolos dan diterima Beasiswa Pendidikan Indonesia Dalam Negeri untuk informasi registrasi ulang dan langkah selanjutnya akan diinfokan kembali, cek secara email masing-masing ya,” tulis Awardee BPI di postingan akun Instagram resminya.

    Komponen Pembiayaan BPI Kemendikbudristek

    Pelamar yang berhasil lolos seleksi akan mendapat komponen pembiayaan beasiswa yang meliputi:

    1. Dana Pendidikan

    • Biaya kuliah (tuition fee)
    • Pendaftaran
    • Tunjangan buku
    • Bantuan penelitian tesis/disertasi
    • Bantuan publikasi jurnal internasional

    2. Biaya Pendukung

    • Transportasi
    • Aplikasi visa
    • Asuransi kesehatan
    • Kedatangan
    • Biaya hidup bulanan
    • Keadaan darurat
    • Tunjangan keluarga

    Pelanggaran dan Sanksi BPI Kemendikbudristek

    Selama berstatus mahasiswa BPI Kemendikbudristek, pelamar harus mematuhi peraturan yang ada. Mereka yang melanggar akan mendapat sanksi sesuai yang tertera dalam Buku Panduan BPI Bergelar Tahun 2024. Adapun sanksi tersebut yakni:

    1. Pendaftar yang melakukan kecurangan selama tahapan pendaftaran dan/atau seleksi beasiswa dikategorikan sebagai pelanggaran ketentuan dan persyaratan seleksi.
    2. Pendaftar yang melanggar ketentuan dan persyaratan seleksi akan digugurkan dan tidak dapat mengikuti tahapan seleksi berikutnya.
    3. Apabila pendaftar yang telah ditetapkan sebagai Calon Penerima Beasiswa atau Penerima Beasiswa di kemudian hari diketahui melanggar ketentuan dan persyaratan seleksi dan/atau tidak memenuhi persyaratan yang disampaikan pada surat pernyataan, maka akan diberi sanksi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku di BPPT.
    4. Apabila pendaftar yang telah ditetapkan sebagai Calon Penerima Beasiswa atau Penerima Beasiswa di kemudian hari diketahui memberikan informasi atau dokumen yang tidak benar atau palsu, maka akan dikenakan sanksi administratif berat berupa pemberhentian sebagai penerima beasiswa. Ia juga memiliki kewajiban pengembalian dana studi yang telah diterima dan pemblokiran untuk mengikuti program BPPT di masa mendatang.
    5. Bagi pendaftar yang lulus seleksi substansi dan tidak memenuhi ketentuan di atas, maka BPPT dapat membatalkan statusnya sebagai Calon Penerima Beasiswa.

    Itulah informasi terkait pengumuman BPI Dalam Negeri 2024. Bagaimana dengan hasil milikmu detikers?

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Pastikan RI Tak Defisit SDM Unggul



    Jakarta

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro menyampaikan bahwa alumni awardee beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tidak wajib pulang ke Indonesia. Mengapa demikian?

    Ia menjelaskan hal tersebut dilakukan untuk memberi kesempatan alumni LPDP berkarier. Selain itu, pasalnya Indonesia belum bisa menjamin pekerjaan bagi seluruh alumni LPDP.

    “Kasihan dia nanti. Ilmunya tinggi, di sini tidak ada wadahnya. Lebih baik kamu teruskan ke sana saja. Yang penting merah putih,” kata Satryo dilansir dari detikNews, Kamis (7/11/2024).


    Atas hal ini, beberapa pakar pendidikan menyampaikan pendapatnya. Salah satunya pakar pendidikan dari Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Achmad Hidayatullah PhD.

    Menurut Achmad, kabar ini dapat menjadi angin segar bagi para alumni dan calon pelamar beasiswa yang digulirkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tersebut. Tentunya, kebijakan tak wajib pulang ini menguntungkan bagi yang ingin berkarier di luar negeri.

    Ada Kesan Lepas Kontrol terhadap Alumni LPDP

    Di satu sisi, Achmad melihat kebijakan berdampak baik tapi sisi lainnya dapat menimbulkan kesan lepas kontrol. Alumni LPDP bisa merasa bebas dan tidak harus memberikan kontribusinya bagi Indonesia.

    “Pada satu sisi ada kesan pemerintah lepas kontrol terhadap alumni LPDP untuk tidak terlibat dalam membangun dan berkontribusi untuk bangsa. Hal ini bisa diasumsikan bahwa pemerintah menyadari lapangan kerja tidak cukup tersedia bagi mereka yang lulus kuliah di LN dengan dukungan LPDP,” katanya, dikutip dari laman UM Surabaya (7/11/2024).

    Meski demikian, jika alumni dipaksa harus pulang ke Indonesia Achmad khawatir ada potensi ilmu pengetahuan mereka tak terpakai. Mereka bisa saja terpaksa bekerja di bidang yang tak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

    “Saya pikir kalau lapangan kerja tersedia dan pendapatan yang setidaknya membuat hidup layak tersedia di Indonesia, banyak dari mereka yang akan pulang ke Indonesia,” tambahnya.

    Pemerintah Harus Pastikan RI Tak Defisit SDM Unggul

    Kemudian Achmad mengingatkan pemerintah untuk memikirkan strategi dalam menerapkan aturan tersebut. Menurutnya jangan sampai Indonesia jadi kekurangan sumber daya manusia (SDM) unggul karena mereka lebih memilih bekerja di luar negeri.

    Sehingga cara untuk mengatasi kesenjangan tersebut harus dimatangkan terlebih dahulu. Harapannya, kebijakan ini tak dimanfaatkan negara lain untuk mengambil orang-orang kompeten dari Indonesia.

    Achmad pun mengkhawatirkan kebebasan bagi alumni LPDP ini dijadikan batu loncatan saja. Bisa saja ada yang menjadikan beasiswa LPDP sebagai cara untuk meraih impiannya saja tanpa memikirkan nasib bangsa yang sudah menyumbangkan uang mereka untuk beasiswa ini.

    Bila detikers ingin menyampaikan pendapatnya soal bagaimana penerima beasiswa LPDP ini bersikap, pulang ke Indonesia atau berkontribusi dari luar negeri, silakan sampaikan pendapatnya di Point of View detikcom di sini!

    (cyu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Siap-siap, Kementrans & LPDP Buka Beasiswa Patriot untuk S1-S3 Tahun Depan



    Jakarta

    Kementerian Transmigrasi (Kementrans) Republik Indonesia bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan meluncurkan Beasiswa Patriot pada tahun 2025.

    Beasiswa ini merupakan bagian dari Program Transmigrasi Patriot Kementrans. Pembukaan pendaftaran direncanakan bersamaan dengan Beasiswa LPDP, yakni pada Januari dan Juli 2025.

    “Rencananya tahun depan kami sudah akan mulai programnya. Mulai bulan Januari kami sudah mulai catch up dengan LPDP ini,” kata Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman Suryanegara, dilansir dari Antara pada Jumat (29/11/2024).


    Target Penerima Beasiswa Patriot

    Iftitah mengatakan beasiswa ini tak cuma menyasar anak para warga transmigran, tetapi juga semua generasi muda di Indonesia. Sesuai namanya, Beasiswa Patriot bertujuan untuk membangun jiwa bela negara.

    “Sebelum kami siapkan mentalnya, intelektualnya, dan fisiknya, terlebih dahulu melalui Program Beasiswa Patriot, anak-anak muda ini akan kami seleksi terlebih dahulu yang memiliki karakter patriot, yakni orang-orang yang berani dan rela berkorban untuk bangsa dan negara,” katanya.

    Penerima Dapat Pendidikan Dasar Militer

    Setelah lulus seleksi, penerima akan mengikuti pendidikan dasar militer terlebih dahulu selama 1,5 bulan. Mereka akan menjalani pelatihan sebagai tentara cadangan.

    Kemudian, mereka juga akan ditempatkan di beberapa kawasan transmigrasi selama 3 bulan. Di sana mereka akan tinggal bersama penduduk yang ditunjuk sebagai orang tua asuh.

    “Kami berharap selama 3 bulan itu mereka akan belajar, mengamati, dan menilai apa potensi, tantangan dan peluang di kawasan transmigrasi yang kelak akan mereka kembangkan,” kata Iftitah.

    Beasiswa Berlaku untuk S1-S3 di Bidang STEM

    Setelah mengikuti masa pelatihan, peserta baru diberangkatkan untuk menempuh pendidikan. Beasiswa Patriot ini menyediakan bantuan untuk jenjang S1, S2 dan S3 di bidang science, technology, engineering, dan mathematics (STEM).

    Peserta bisa memilih universitas terkemuka di seluruh dunia. Iftitah mengatakan, program pendidikan yang dipilih bisa juga berupa kursus singkat di bidang STEM.

    Usai menyelesaikan studinya, awardee akan ditempatkan kembali di kawasan-kawasan transmigrasi selama 10 tahun. Kemudian, mereka akan diberikan pilihan beralih karier atau tetap melanjutkan tugasnya di kawasan yang sama.

    “Jika mereka meninggalkan kawasan transmigrasi sebelum 10 tahun, mereka akan dianggap desersi dan dikenakan sanksi untuk mengembalikan seluruh dana yang telah diberikan negara untuk menyiapkan mereka atau diberikan sanksi hukum,” kata Iftitah.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Kemendiktisaintek Upayakan Tambahan Kuota KIP-Kuliah, Tapi …..



    Jakarta

    Pihak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI tengah mengupayakan peningkatan kuota KIP-Kuliah. Hal ini diungkapkan oleh Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Tjitjik Srie Tjahjandarie dalam peluncuran Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2025.

    Tjitjik turut menyinggung, meski Mendikbudristek sebelumnya, Nadiem Anwar Makarim telah membatalkan soal kenaikan uang kuliah tunggal (UKT), bukan berarti biaya penyelenggaraan pendidikan turun.

    “Tahun 2024 ini kan sudah terbit kebijakan dari menteri bahwa tidak boleh ada kenaikan UKT. Nah, tidak boleh ada kenaikan UKT itu bukan berarti bahwa biaya penyelenggaraan pendidikan atau biaya kuliah tunggalnya itu turun karena sebenarnya kita ingin mempertahankan standar layanan untuk pendidikan,” ujar Tjitjik.


    Walau demikian, Tjitjik juga menyebut Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri atau BOPTN untuk 2025 relatif sama dengan 2024. Saat ini, pihak Kemendiktisaintek juga tengah mengusahakan penambahan kuota KIP Kuliah.

    “Oleh karena itu, salah satu strategi saat ini adalah kita sedang mengusahakan untuk peningkatan kuota atau jumlah KIP Kuliah untuk tahun 2025,” kata Tjitjik.

    “Ini mohon saja doanya upayanya seperti apa, tapi kembali ini juga sangat bergantung pada Kementerian Keuangan,” imbuhnya.

    Pendaftaran KIP Kuliah 2025 Hampir Sama dengan 2024

    Pada acara yang sama, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof Dr Ir Eduart Wolok, ST, MT menyampaikan pendaftaran KIP Kuliah untuk tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya.

    “Hampir tidak ada perubahan sebenarnya dengan proses yang sebelumnya,” kata Prof Eduart.

    Perlu dicatat, KIP Kuliah hanya berlaku untuk pemilihan prodi di PTN di bawah Kemendiktisaintek. Sedangkan untuk perguruan tinggi keislaman negeri atau PTKIN, ada kebijakan tersendiri.

    “Itu nanti teman-teman yang di PTKIN pasti sudah memiliki pola dan mekanisme tersendiri untuk KIP-K nya. Kalau yang kami atur secara langsung terkait dengan KIP-K di Kemdiktisaintek,” imbuh Prof Eduart.

    (nah/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Apakah KIP Kuliah 2025 Termasuk Biaya Hidup dan Uang Kuliah? Mendikti Bilang Begini



    Jakarta

    Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengalokasikan Rp 724 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 untuk pendidikan. Sebanyak Rp 297,2 triliun di antaranya dialokasikan untuk Belanja Pemerintah Pusat (BPP), termasuk Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, dan tunjangan profesi guru non-PNS.

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) menyatakan pihaknya tengah mengupayakan kenaikan besaran KIP Kuliah per mahasiswa, jumlah mahasiswa yang dibiayai, dan skenario komponen pembiayaannya.

    Ia mengatakan skenario KIP Kuliah paling efektif jika diberikan penuh pada komponen uang kuliah maupun biaya hidup.


    “Kalau hanya sepotong-sepotong, itu kadang-kadang nanti tanggung, gitu. Hanya biaya hidup, nanti nggak bisa kuliah karena nggak punya uang kuliah,” kata Satryo pada detikEdu di Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta, Jumat (10/1/2025).

    “Jadi memang kita sedang susun lagi skenarionya supaya bermanfaat secara penuh. Yang paling bagus, ya utuh, gitu. KIP kuliah yang utuh,” imbuhnya.

    Satryo mengatakan, negara bisa membiayai calon mahasiswa kurang mampu yang untuk dapat melanjutkan pendidikan tinggi. Salah satunya melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

    “Kan tidak boleh ada anak yang tidak mampu nggak bisa kuliah, gitu. Negara pasti bisa bayar. Nah, kita ingin dapat datanya yang baik, ya kalau memang itu kita bantu. Kita fokus dana itu untuk pendidikan. Untuk beasiswa, misalnya, bisa,” ucapnya.

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro saat menerima wawancara khusus detikcom di Kemendiktisaintek, Jakarta Jumat (10/1/2024)Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro saat menerima wawancara khusus detikcom di Kemendiktisaintek, Jakarta Jumat (10/1/2024) Foto: Ari Saputra/detikfoto

    Calon mahasiswa kurang mampu yang diterima di jalur mandiri menurut Satryo juga akan berkesempatan untuk lanjut pendidikan tinggi dengan KIP Kuliah. Perguruan tinggi dapat mengajukan kebutuhan pembiayaan untuk mahasiswa yang akan diterima dengan KIP Kuliah.

    “Iya, bisa. Ya mereka mengusulkan, butuh berapa, dia. Kita lihat. Kalau kita bisa beri semua, kita beri semua. Kalau nggak kita berikan, ya kalau nggak semua, ya kita di sebagian, mereka milih. Prioritas mana yang dahulukan,” ucapnya.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa LPDP Tahap 1 Tahun 2025 Dibuka Mulai 17 Januari, Siap-siap!


    Jakarta – Beasiswa LPDP Kementerian Keuangan tahap 1 2025 akan dibuka mulai Jumat, 17 Januari. Periode seleksinya berlangsung pada Januari hingga Juni 2025.

    Program beasiswa yang dibuka di antaranya beasiswa umum, afirmasi, dan targeted. Pada saat ini, informasi lengkap mengenai pendaftaran LPDP tahap 1 2025 masih belum diperlihatkan dalam situs resmi LPDP, tetapi detikers yang ingin mendaftar bisa melihat informasi tahun lalu sebagai referensi.

    Jenis-jenis Beasiswa LPDP

    1. Program Beasiswa Umum

    • Beasiswa Reguler
    • Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia
    • Beasiswa Parsial

    2. Program Afirmasi

    • Beasiswa Penyandang Disabilitas
    • Beasiswa Putra-putri papua
    • Beasiswa Daerah Afirmasi
    • Beasiswa Prasejahtera

    3. Program Targeted

    • Beasiswa PNS, TNI, POLRI
    • Beasiswa Kewirausahaan
    • Beasiswa Pendidikan Kader Ulama
    • Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis
    • Beasiswa prioritas kerja sama LPDP dengan institusi luar negeri.

    Syarat Daftar Beasiswa LPDP 2024

    • Warga Negara Indonesia
    • Lulus D4/S1 dan ingin mengambil beasiswa master, S2 untuk doktor, atau D4/S1 langsung doktor
    • Pendaftar D4/S1 langsung doktor wajib mempunyai LoA unconditional dari kampus tujuan.
    • Pendaftar yang sudah lulus S2 tidak diizinkan mendaftar beasiswa S2, demikian juga pada pendaftar lulusan S3.
    • Pendaftar beasiswa doktor yang merupakan lulusan dokter spesialis/subspesialis dapat menggunakan transkrip nilai sebagai syarat bukti IPK.
    • Lulusan luar negeri wajib melampirkan hasil penyetaraan ijazah, hasil konversi IPK, tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK dan/atau konversi IPK untuk pendaftar yang penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK-nya belum terbit.
    • Memilih kampus dan prodi tujuan sesuai ketentuan LPDP
    • Menulis profil diri
    • Menyetujui surat pernyataan yang telah disediakan
    • Menulis komitmen kembali ke Indonesia (berdasarkan pendaftaran beasiswa LPDP 2024), rencana pascastudi, dan rencana kontribusi di Indonesia
    • Menulis proposal penelitian untuk pendaftar program doktor
    • Apabila memiliki publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/nonkejuaraan, pengalaman organisasi, maka perlu dituliskan saat daftar.
    • Pendaftar yang pernah menempuh studi, tetapi tidak menyelesaikannya, boleh mendaftar pada jenjang studi yang sama.
    • Melampirkan surat rekomendasi sesuai syarat program, yang diterbitkan maksimal 1 tahun pada bulan yang sama dengan waktu pendaftaran.
    • Pendaftar PNS dan CPNS wajib melampirkan surat usulan minimal dari pejabat setingkat eselon II yang membidangi pembinaan/pengembangan SDM di kementerian/lembaga/pemda.
    • Pendaftar TNI wajib melampirkan surat usulan/rekomendasi minimal dari pejabat yang membidangi pembinaan SDM di Mabes TNI/TNI AD/TNI AL/TNI AU.
    • Pendaftar berstatus Polri wajib melampirkan surat usulan minimal dari pejabat yang membidangi pembinaan SDM di Mabes Polri.
    • Pendaftar yang tengah menempuh studi bisa mendaftar dengan ketentuan yakni mendaftar di prodi dan/atau perguruan tinggi tujuan yang berbeda, membuat, dan menandatangani surat pengunduran diri yang diajukan ke kampus atas prodi yang sedang ditempuh dan menyampaikan ke LPDP maksimal 2 pekan setelah pengumuman kelulusan seleksi substansi, kemudian wajib menyerahkan surat pemberhentian resmi dari prodi/kampus. Pendaftar yang memperoleh gelar sebelum seleksi substansi, maka LPDP dapat membatalkan statusnya sebagai penerima beasiswa.
    • Beasiswa tidak ditujukan untuk kelas eksekutif, kelas khusus, karyawan, jarak jauh, yang diselenggarakan bukan di kampus induk, kelas internasional untuk pendaftar tujuan studi dalam negeri, kelas yang diselenggarakan di lebih dari satu negara perguruan tinggi, kelas lain yang tidak memenuhi ketentuan LPDP.

    Cara Daftar Beasiswa LPDP

    • Mendaftar melalui link https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
    • Lengkapi dan unggah semua dokumen syarat pada aplikasi pendaftaran
    • Pastikan melakukan submit di aplikasi pendaftaran agar dapat memperoleh kode registrasi/pendaftaran.
    • Pastikan berbagai dokumen pendukung seperti surat rekomendasi, surat keterangan, atau yang sejenisnya masih berlaku dan diterbitkan sesuai ketentuan LPDP.

    Itulah informasi sementara mengenai beasiswa LPDP tahap 1 2025. Persiapkan diri kalian dan semoga berhasil!

    (nah/twu)



    Sumber : www.detik.com