Tag: kementerian pendidikan tinggi

  • Kemendiktisaintek Kenalkan Pengganti Beasiswa Indonesia Maju, Apa Itu?


    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengenalkan pengganti Beasiswa Indonesia Maju (BIM) untuk calon mahasiswa baru. Diketahui, beasiswa penggantinya yang bernama Beasiswa Garuda sudah memulai pendaftaran pada April lalu.

    Sebagai informasi, BIM merupakan beasiswa studi sarjana yang diluncurkan untuk calon mahasiswa baru. Beasiswa ini mencakup biaya pendidikan dan tunjangan hidup.

    Setelah empat angkatan, beasiswa ini akan ditutup. Namun, siswa tak perlu cemas karena Kemendiktisaintek telah meluncurkan penggantinya.


    Wamendiktisaintek Stella Christie pada Senin (21/4/2025) menyebut program Beasiswa Garuda merupakan wujud gagasan Asta Cita nomor 4.

    Gagasan Asta Cita nomor 4 berbunyi, ” Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.”

    Beasiswa ini diperuntukkan bagi siswa yang sedang berada di kelas 12 jenjang SMA/sederajat. Penerima manfaat akan mendapat beasiswa untuk berkuliah jenjang S1/D4 di luar negeri.

    Perlu diketahui, pendaftaran Beasiswa Garuda telah dibuka pada 21 April hingga 23 April 2025. Total, ada 256 siswa yang berhasil menjadi penerima beasiswa.

    Para penerima beasiswa diketahui telah diterima di universitas top dunia, seperti Singapore National University, Nanyang Technological University, hingga University of California Berkeley.

    “Beasiswa Garuda adalah program bagi sebagai bagian dari Sekolah Unggul Garuda. Bila BIM sudah selesai dan tidak dibuka lagi, maka Beasiswa Garuda akan dibuka lagi untuk tahun seterusnya,” ujar Ahmad Najib Burhani selaku Direktorat Jenderal Pendidikan Sains dan Teknologi di Pembekalan Penerima Beasiswa Garuda dan BIM di Gedung D Komplek Kemendiktisaintek, Senin (16/6/2025).

    “Dan semoga terus berlanjut sampai kita terus mendapatkan talenta-talenta,” imbuhnya.

    Komponen Pembiayaan Beasiswa Garuda

    1. Bantuan Biaya Pendidikan

    • Dana SPP
    • Dana pendaftaran
    • Dana tunjangan buku

    2. Bantuan Biaya Pendukung

    • Dana transportasi
    • Dana aplikasi visa
    • Dana asuransi kesehatan
    • Dana kedatangan
    • Dana hidup bulanan
    • Dana keadaan darurat.

    Syarat Beasiswa Garuda

    • WNI
    • Tengah menempuh kelas 12 jenjang SMA atau sederajat.
    • Diterima di program sarjana atau sarjana terapan/diploma 4 di salah satu perguruan tinggi luar negeri dalam daftar yang ditetapkan Kemendiktisaintek.
    • Bersedia melaporkan setiap beasiswa non gelar pada komponen pendanaan yang sama atau beasiswa bergelar dari sumber lain sebelum dan setelah ditetapkan sebagai penerima beasiswa.

    Dokumen Syarat Beasiswa Garuda

    • Data Dukung dan Data Ekonomi
    • Salinan digital kartu keluarga
    • Salinan digital KTP/KIA/akta kelahiran
    • Slip gaji ayah dan ibu apabila ada
    • Rekening koran orang tua dalam tiga bulan terakhir
    • Foto meteran listrik, terlihat kode CL
    • Surat pertanggungjawaban mutlak dengan meterai Rp 10 ribu.
    • LoA
    • Rincian biaya studi (tuition fee saja).

    Dokumen Pendukung untuk Penyandang Disabilitas

    • Surat keterangan sebagai penyandang disabilitas dan ragam disabilitasnya dari fasilitas layanan kesehatan, rumah sakit, atau dokter sesuai ketentuan UU.
    • Melampirkan surat persetujuan dari orang tua/wali dan membubuhkan tanda tangan di atas meterai Rp 10 ribu.
    • Melampirkan surat permohonan pendampingan sesuai kebutuhan aktivitas disabilitas.

    Jadwal Beasiswa Garuda

    • Submit dokumen ekonomi: 21-23 April 2025
    • Pengisian data LoA: Gelombang 1 (21-23 April 2025), gelombang 2 (2-24 Mei 2025)
    • Proses seleksi administrasi: Gelombang 1 (24-27 April 2025), gelombang 2 (5-15 Juni 2025)
    • Pengumuman seleksi: Gelombang 1 (28 April 2025), gelombang 2 (16 Juni 2025).

    Informasi lebih lanjut mengenai Beasiswa Garuda dapat dicek melalui https://beasiswagaruda.kemdiktisaintek.go.id. Selamat bagi para penerima beasiswa!

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Komisi X DPR Minta Kemendikti Stop Tiba-tiba Cabut Dana KIP Kuliah: Kasihan!



    Jakarta

    Anggota Komisi X DPR, La Tinro La Tunrung, minta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) agar stop tiba-tiba mencabut penyaluran dana KIP Kuliah. Apa alasannya?

    Sebelumnya, Kartu Indonesia Pintar (KIP) adalah bantuan biaya pendidikan bagi lulusan SMA dan sederajat yang berpotensi akademik tetapi terbatas secara ekonomi. Penerima KIP Kuliah akan mendapatkan bantuan pendidikan uang kuliah serta tunjangan hidup hingga akhir masa studi.

    Namun, penyaluran dana ini dapat dicabut jika mahasiswa memenuhi kriteria tertentu.


    Alasan Dana KIP Kuliah Dicabut

    Mahasiswa penerima bantuan KIP Kuliah dapat dibatalkan bantuannya apabila kondisi ekonomi keluarganya meningkat. Artinya, mereka tidak lagi memenuhi persyaratan ekonomi sebagai penerima KIP Kuliah.

    Evaluasi terhadap kemampuan ekonomi keluarga akan dilakukan berdasarkan indikator tingkat ekonomi keluarga mahasiswa. Indikator ekonomi itu yakni berasal dari keluarga miskin dan rentan yang miskin yang dibuktikan dengan keikutsertaan dalam Program Keluarga Harapan (PKH), pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), masuk di DTKS, atau dari keluarga dengan pendapatan di bawah Rp4 juta perbulan.

    Hal itu tertuang dalam Peraturan Sekretaris Jenderal (Persesjen)Kemendikbudristek Nomor 10 Tahun 2022 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar Pendidikan Tinggi yang merupakan revisi atasPersesjen Nomor 22 Tahun 2021.

    DPR Minta Kemendiktisaintek Stop Cabut Penerima KIP Kuliah

    Kendati sudah tertera dalam peraturan, anggota Komisi X DPR, La Tinro La Tunrung, menilai hal ini dapat berbeda dengan realita.

    “Mereka sudah kuliah semester 3, dengan berbagai alasan, distop. Kan kasihan,” ungkap La Tinro dalam Rapat Komisi X DPR RI dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) disiarkan via Youtube TVR Parlemen, Rabu (2/7/2025).

    Dalam dapil La Tinro di Sulawesi Selatan, ia menemui mahasiswa yang sudah mau ujian akhir tidak bisa melanjutkan karena bantuan KIP Kuliah yang tiba-tiba dicabut.

    “Mohon agar supaya ditanya baik-baik supaya bisa diputuskan dan jangan sampai terjadi alasan-alasan klasik yang diputuskan jadi diganti dengan orang lain karena dinilai punya kemampuan. Tapi pada kenyataannya tidak,” ungkap La Tinro.

    “Harapannya mereka ini jangan sampai putus dan sampai tidak mengikuti kuliahnya tidak sampai sarjana,” imbuhnya.

    (nir/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • KIP Kuliah Tidak Bisa Digunakan? Ini Penyebab Umum dan Solusinya


    Jakarta

    Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dapat didaftar secara online oleh siswa sendiri (mandiri). Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) juga telah memberikan alamat akses akun melalui https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/siswa/auth/login.

    Oleh sebab itu bagi mahasiswa penting untuk memiliki koneksi internet yang bagus jika ingin mengakses akun KIP Kuliah kalian. Selain itu, bagi penerima manfaat yang masih baru, kalian mungkin perlu mengetahui beberapa hal yang terkadang menjadi kendala dalam penggunaan KIP Kuliah.

    Penyebab Umum KIP Kuliah Tak Bisa Digunakan dan Solusinya

    Ada Pemeliharaan Sistem

    Apabila dilakukan pemeliharaan sistem, mahasiswa perlu melakukan reklaim akun. Hal ini seperti yang terjadi pada tahun lalu.


    Ketika melakukan reklaim akun, kalian perlu mengakses https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/. Kalian perlu cek ulang data yang disimpan dan mengunggah ulang dokumen, serta data dukung pendaftaran KIP Kuliah pada periode tertentu saat dilakukannya pemeliharaan sistem.

    NISN Tidak terdaftar

    Dikutip dari laman Puslapdik Kemendikdasmen, ada beberapa kemungkinan mengapa NISN tidak terdaftar. Sebagai contoh, NISN yang dipakai saat mendaftar berbeda dengan NISN yang tercatat di Kemendikbudristek.

    Siswa yang bersangkutan mempunyai NPSN berbeda dengan sekolah yang mengusulkan karena belum ter-update misalnya. Maka, siswa yang bersangkutan perlu melakukan update data ke Dapodik.

    E-mail Reset Password Tidak Terkirim

    Salah satu penyebab KIP Kuliah tidak dapat digunakan adalah e-mail reset kode akses yang tidak diterima. Biasanya hal ini disebabkan e-mail masuk folder spam.

    Maka, sebaiknya kalian cek folder spam. Sebaiknya, kurangi beban pada folder kotak masuk (inbox) atau bertanya ke helpdesk KIP Kuliah.

    Demikian beberapa hal yang bisa menyebabkan KIP Kuliah tidak dapat digunakan. Khususnya jika sedang dilakukan pemeliharaan sistem, maka kalian perlu terus memantau informasi resmi dari kanal-kanal informasi KIP Kuliah dan Kemdiktisaintek.

    (nah/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Apakah KIP Bisa Digunakan untuk Kuliah di PTS? Ini Aturannya


    Jakarta

    Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah merupakan bantuan sosial bidang pendidikan bagi mahasiswa. Bentuknya berupa biaya pendidikan dan biaya hidup.

    Dana KIP Kuliah bersumber dari anggaran pemerintah. Lantas, apakah KIP Kuliah bisa digunakan untuk menjalani pendidikan tinggi di perguruan tinggi swasta (PTS)?

    Apakah KIP Bisa Digunakan untuk Kuliah di PTS?

    Berdasarkan pedoman pendaftaran KIP Kuliah 2025 yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), penerima KIP Kuliah disyaratkan sudah lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui semua jalur masuk perguruan tinggi akademik atau perguruan tinggi vokasi baik di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun PTS.


    Catatannya, program studi penerima calon mahasiswa bersangkutan harus sudah terakreditasi secara resmi dan tercatat pada sistem akreditasi nasional perguruan tinggi.

    Calon Mahasiswa PTS Masuk Prioritas KIP Kuliah 2025

    Tahun ini, kebijakan KIP Kuliah juga memperkuat prioritas penerima KIP Kuliah untuk PTN dan PTS. Langkah ini bertujuan untuk mendorong calon mahasiswa dari keluarga miskin atau rentan miskin dapat kuliah pada program studi unggulan di PTN dan PTS terbaik se-Indonesia dan agar penyaluran bantuan ini tepat sasaran.

    Berikut kriteria calon mahasiswa yang masuk prioritas KIP Kuliah 2025:

    1. Pemegang KIP SMA yang lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), atau seleksi mandiri di PTN.

    2. Berasal dari keluarga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau menerima program bantuan sosial (bansos) Kementerian Sosial (Kemensos) yang lulus seleksi mandiri di PTN.

    3. Pemegang KIP SMA yang lulus SNBP, SNBT, atau seleksi mandiri di PTS.

    4. Berasal dari keluarga yang masuk dalam DTKS atau menerima program bansos Kementerian Sosial (Kemensos) yang lulus seleksi mandiri di PTS.

    5. Termasuk dalam kelompok masyarakat miskin atau rentan miskin, maksimal desil 3 Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang lulus seleksi mandiri di PTS.

    6. Berasal dari panti sosial atau panti asuhan yang lulus seleksi masuk perguruan tinggi melalui semua jalur seleksi di PTN dan PTS.

    7. Calon mahasiswa yang lulus seleksi masuk perguruan tinggi melalui semua jalur seleksi di PTN dan PTS, dan memenuhi persyaratan miskin/rentan miskin, sesuai ketentuan, dibuktikan dengan:

    – Bukti pendapatan kotor gabungan orang tua/wali maksimal Rp 4 juta per bulan, atau pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp 750 ribu.

    – Surat keterangan tidak mampu yang dikeluarkan dan dilegalisasi oleh pemerintah, minimal tingkat desa atau kelurahan, yang disertai dengan bukti dukung, dan akan diverifikasi oleh perguruan tinggi.

    Program Pendidikan

    KIP Kuliah dapat diberikan bagi mahasiswa:

    – S1

    – D4, D3, D2, D1

    – Pendidikan profesi dokter, dokter gigi, dokter hewan, ners, apoteker

    – Pendidikan profesi bidan

    – Pendidikan profesi guru

    Syarat Ekonomi KIP Kuliah 2025

    Berikut kondisi ekonomi mahasiswa yang dapat menerima KIP Kuliah 2025:

    – Pemegang KIP Pendidikan Menengah

    – Mahasiswa dari keluarga yang termasuk DTKS

    – Mahasiswa dari keluarga yang termasuk dalam data P3KE maksimal pada desil 3

    – Mahasiswa dari panti sosial atau panti asuhan

    – Mahasiswa yang memenuhi persyaratan miskin/rentan miskin seusai ketentuan, dibuktikan dengan surat keterangan tidak mampu.

    Besaran KIP Kuliah 2025

    Berikut besaran biaya pendidikan dan biaya hidup yang ditanggung KIP Kuliah 2025.

    Biaya Kuliah

    – Prodi terakreditasi A/Unggul/internasional: Maksimal Rp 8 juta, khusus prodi kedokteran maksimal Rp 12 juta

    – Prodi terakreditasi B/Baik Sekali: Maksimal Rp 4 juta

    – Prodi terakreditasi C/Baik: Maksimal Rp 2,4 juta

    Perguruan tinggi dilarang meminta tambahan biaya operasional. Namun, biaya diatas tidak termasuk biaya jas almamater, baju praktikum, biaya asrama, biaya pendukung pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN), praktik kerja lapangan (PKL), magang, biaya kegiatan pembelajaran dan penelitian yang dilaksanakan mandiri, dan wisuda.

    Biaya Hidup

    Berikut besaran biaya hidup yang dibagi ke dalam 5 klaster wilayah perguruan tinggi berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik:

    – Rp 800 ribu

    – Rp 950 ribu

    – Rp 1,1 juta

    – Rp 1,25 juta

    – Rp 1,4 juta.

    Cara Daftar KIP Kuliah 2025

    Pendaftaran KIP Kuliah dibuka sampai 31 Oktober 2025. Berikut cara mendaftar KIP Kuliah 2025:

    • Masuk ke laman KIP Kuliah dan pilih jalur seleksi yang diikuti, misalnya jalur mandiri
    • Jika validasi berhasil, sistem KIP Kuliah akan mengirim nomor pendaftaran dan kodek akses ke email
    • Lakukan validasi NIK, NISN, dan NPSN, serta kelayakan mendapat KIP Kuliah
    • Buat akun di https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id dengan nomor induk kependudukan (NIK), nomor induk siswa nasional (NISN), nomor pokok sekolah nasional (NPSN), dan email aktif
    • Selesaikan proses pendaftaran di laman KIP Kuliah dan lengkapi dokumen.
    • Jika dinyatakan diterima di PTS tujuan, kampus akan melakukan verifikasi lebih lanjut
    • Pendaftar KIP Kuliah yang lolos verifikasi PTS akan diusulkan kampus sebagai calon penerima KIP Kuliah
    • Kemdiktisaintek akan menetapkan mahasiswa bersangkutan sebagai penerima KIP Kuliah.

    Informasi KIP Kuliah 2025 bisa diakses di laman resmi https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id dan panduannya, klik DI SINI.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Dana Abadi Bidang Pendidikan Capai Rp 154,11 T



    Jakarta

    Dana abadi bidang pendidikan yang dihimpun Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan mencapai Rp 154,11 triliun per 30 Juni 2025.

    Hal ini diungkapkan Plt Direktur Utama LPDP, Sudarto dalam Paparan Rencana Kerja dan Anggaran Pagu Indikatif TA 2026 saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR, Senin (14/7/2025) di Gedung DPR RI, Jakarta.

    Sudarto memaparkan dana abadi tersebut terbagi atas dana abadi pendidikan (DAP) Rp 126,12 triliun, dana abadi penelitian (DAPL) Rp 12,99 triliun, dana abadi perguruan tinggi (DAPT) Rp 10 triliun, dan dana abadi kebudayaan (DAKb) Rp 5 triliun.


    Pemanfaatan hasil pengembangan DAP sepanjang 2013 hingga 2025 telah memberikan beasiswa sebanyak 55.492 orang. “Terdiri atas beasiswa S2 sebanyak 40.284 orang, S3 sebanyak 11.829 orang, dan dokter spesialis sebanyak 3.379 orang,” ujar Sudarto.

    Selain itu, dari hasil pengembangan DAP juga diberikan beasiswa kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti) antara tahun 2021-2025 sebanyak 547.878 orang.

    Adapun kerja sama dengan Kementerian Agama dari 2022-2025 menjangkau 40.266 orang. “Terdiri dari 11.456 orang beasiswa S1 sampai S3 dan 29.449 orang beasiswa non-degree,” kata Sudarto.

    Penerima beasiswa on-going hingga 30 Juni 2025 sebanyak 34.373 orang dengan rincian beasiswa LPDP 18.630 orang, Kemendikdasmen-Kemdiktisaintek sebanyak 8.674 orang, dan Kemenag sebanyak 7.069 orang.

    Sementara hasil pengembangan DPAL telah membiayai 3.460 proyek riset termasuk kolaborasi dengan Kemdiktisaintek, Kemenag, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Termasuk 2.261 proyek riset on-going sebanyak 2.261 proyek.

    Adapun dari hasil pengembangan DAPT dari 21 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) telah dihasilkan 7.935 publikasi, 1.849 visiting professor, 576 postdoc fellowship, serta 6.800 pertukaran pelajar.

    Terakhir, penerima manfaat DAKb sebanyak 928 orang yang berbentuk perorangan, komunitas, lembaga, dengan keterlibatan 27.650 pelaku budaya.

    Sudarto juga menyebutkan target layanan yang didanai LPDP pada tahun 2026 adalah beasiswa sebanyak 14.160 orang, riset 42 proyek, DAPT 23 PTNBH, serta DAKb sebanyak 4 program utama.

    (pal/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa Pre-Doctoral 2025 Dibuka, Bantuan Biaya untuk Persiapan S3



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali menawarkan beasiswa Pre-Doctoral Course Program bagi dosen. Beasiswa ini dapat membantu dosen dalam mempersiapkan pendidikan S3.

    Pre-Doctoral Course Program berlaku selama dua bulan. Penerima akan mendapatkan pelatihan pra-doktoral dan calon pembimbing akademik sesuai dengan sasaran program doktor yang dituju.

    Bagaimana cara mendapatkan beasiswa ini? Sesuai buku panduan, ini syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi pelamar beasiswa.


    Komponen Pembiayaan Beasiswa Pre-Doctoral 2025

    1. Biaya pendidikan (satu kali dibayarkan sesuai tagihan)
    2. Biaya hidup (per bulan)
    3. Biaya asuransi kesehatan (satu kali)
    4. Biaya aplikasi visa (satu kali)
    5. Biaya keadaan darurat (satu kali)
    6. Tiket perjalanan dari daerah asal ke bandara internasional (pulang pergi).

    Syarat Daftar Beasiswa Pre-Doctoral 2025

    • Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Mempunyai kartu tanda kependudukan (KTP) atau paspor
    • Usia maksimal 40 tahun per 31 Desember 2025
    • Dosen di kampus binaan Kemdiktisaintek
    • Mempunyai nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK) yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi
    • Sudah lulus program magister
    • Belum mempunyai gelar doktor dan tidak sedang menempuh pendidikan doktor
    • Mempunyai surat izin mengikuti pelatihan beasiswa dari pimpinan instansi
    • Membuat personal statement
    • Mengajukan proposal penelitian untuk studi jenjang doktor sesuai format
    • Melampirkan surat pernyataan pendaftar beasiswa
    • Melampirkan surat keterangan sehat
    • Mempunyai curriculum vitae (CV)
    • Tidak boleh menerima beasiswa lain jika lolos sebagai awardee Pre-Doctoral Course Program.

    Dokumen Syarat Daftar Beasiswa Pre-Doctoral 2025

    • Biodata diri
    • Kartu tanda penduduk (KTP)
    • Surat izin dari atasan langsung
    • Transkrip nilai S2 (asli atau legalisir)
    • Ijazah S2 atau surat keterangan lulus (asli atau legalisir)
    • Proposal penelitian untuk studi doktor dalam bahasa Inggris
    • Curriculum vitae (CV)
    • Dokumen sertifikat bahasa Inggris yang masih berlaku (2 tahun terakhir)
    • Personal statement sesuai format
    • Surat pernyataan sesuai format (bermeterai)
    • Surat keterangan dari dokter.

    Cara Daftar Beasiswa Pre-Doctoral 2025

    1. Penuhi syarat dan dokumen di atas sebelum daftar.
    2. Daftar secara online via laman https://kualifikasidikti.kemdiktisaintek.go.id/
    3. Unggah dokumen-dokumen yang dipersyaratkan.
    4. pastikan data benar saat finalisasi data.
    5. Setelah melalui seleksi administrasi, kandidat terpilih akan mengikuti wawancara dalam bahasa Inggris.

    Tanggal dan Alur Seleksi Beasiswa Pre-Doctoral 2025

    • Pendaftaran: Juli-Agustus 2025
    • Seleksi beasiswa: Agustus 2025
    • Pengumuman hasil seleksi: September 2025
    • Pembekalan: September 2025
    • Pelaksanaan program: Oktober-November 2025

    Demikian informasi penawaran beasiswa Pre-Doctoral 2025 bagi dosen. Selamat mencoba.

    (cyu/cyu)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa 2026 Fokus di Bidang STEM & Prodi Tertentu



    Jakarta

    Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Mohammad Lukmanul membocorkan tentang skema pendanaan beasiswa 2026. Ia mengatakan beasiswa LPDP akan difokuskan untuk bidang tertentu.

    Hal ini juga termasuk penyediaan kuota dan penentuan perguruan tinggi. Daya tampung akan disesuaikan dengan kebutuhan bidang serta prodi.

    Lukmanul mengatakan pihaknya akan meminta hasil pemetaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam menyelaraskan kebutuhan beasiswa.


    “Jika Kemdiktisaintek melihat program beasiswa LPDP perlu difokuskan pada bidang tertentu yang perlu diakselerasi, kami mendukung. Penyesuaian mungkin dimulai tahun 2026,” kata Lukmanul saat ditemui di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (9/8/2025).

    Menurutnya, skema tersebut belum bisa direalisasikan tahun ini. Pasalnya, seleksi LPDP 2025 sudah berlangsung.

    “Tentu ini baru informasi yang kami dapat, mudah-mudahan ini akan bisa berjalan di tahun depan. Tidak di tahun ini, karena di tahun ini memang sudah berjalan seleksinya,” katanya.

    Pendaftar Bidang STEM Diprioritaskan

    Selain itu, ia juga mengatakan bidang yang difokuskan negara yakni science, technology, engineering, and mathematics (STEM). Meski demikian, pendaftar masih bisa bebas mendaftar tujuan perguruan tingginya.

    “Tidak serta merta diterapkan sistem kuota yang kaku. Tapi ada formula, orang yang lulus seleksi itu jumlahnya akan lebih besar STEM daripada yang non-STEM. Ada penilaian berbeda antara yang STEM dan non-STEM,” kata Lukmanul.

    “Pendaftar akan diarahkan untuk memilih bidang-bidang keahlian yang dibutuhkan negara,” tambahnya.

    Adapun bidang STEM yang jadi fokus riset dan pengembangan antara lain pangan, energi, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi dan industrialisasi, digitalisasi (termasuk AI dan semikonduktor), serta material dan manufaktur maju.

    Dalam penentuan bidang spesifik yang lebih jelas serta jurusan apa saja yang difokuskan, LPDP menyerahkannya kepada Kemendiktisaintek dan Kemenko PMK

    “Pak Brian (Mendiktisaintek) dan Pak Pratikno (Menko PMK), beliau akan menentukan sekolah mana yang akan menjadi destination dan bidang apa,” tutur Lukmanul.

    Lukmanul menjamin pengguliran dana LPDP untuk beasiswa akan terus berjalan. Sekalipun ada efisiensi, LPDP tetap membuka beasiswa karena adanya dana abadi.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • KIP Kuliah Dapat Berapa? Ini Komponen Bantuan dan Nominal yang Didapat


    Jakarta

    Pendaftaran KIP Kuliah tahun ini masih berlangsung hingga dua bulan lagi. Siswa yang masuk melalui seleksi mandiri perguruan tinggi negeri (PTN) dapat mendaftar hingga 30 September 2025. Sementara, siswa melalui jalur perguruan tinggi swasta (PTS) bisa mendaftar hingga 31 Oktober 2025.

    Berapa nominal KIP Kuliah yang akan didapat?

    Perlu diketahui, ada dua komponen dalam beasiswa KIP Kuliah, yakni biaya pendidikan per semester dan biaya hidup setiap bulan. Cek besarannya!


    KIP Kuliah Dapat Berapa?

    1. Biaya Pendidikan Per Semester

    Dijelaskan dalam panduan KIP Kuliah 2025, biaya pendidikan per semester ditetapkan berdasarkan akreditasi program studi (prodi) dengan ketentuan yaitu:

    • Prodi dengan akreditasi A atau Unggul atau internasional memperoleh maksimal Rp 8 juta. Khusus prodi kedokteran, beasiswa biaya kuliah per semester yang didapat maksimal Rp 12 juta.
    • Prodi terakreditasi B atau Baik Sekali mendapatkan maksimal Rp 4 juta.
    • Prodi terakreditasi C atau Baik memperoleh maksimal Rp 2,4 juta.

    2. Bantuan Biaya Hidup Per Bulan

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menetapkan besaran bantuan biaya hidup berdasarkan perhitungan besaran indeks harga lokal wilayah perguruan tinggi masing-masing. Terdapat lima klaster yang ditetapkan yakni:

    • Rp 800 ribu
    • Rp 950 ribu
    • Rp 1,1 juta
    • Rp 1,25 juta
    • Rp 1,4 juta.

    Bantuan biaya hidup KIP Kuliah diberikan satu kali setiap semester atau per enam bulan. Bantuan akan dikirim langsung ke rekening penerima.

    Mahasiswa juga dapat melihat besaran biaya hidup kota atau kabupaten perguruan tinggi yang bersangkutan melalui laman KIP Kuliah https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/.

    Kemdiktisaintek Akan Analisis Lagi Nominal KIP Kuliah

    Sebelumnya, Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan akan menganalisis kembali apakah nilai bantuan KIP Kuliah dapat dinaikkan. Pernyataan ini merespons usulan Komisi X DPR RI dalam rapat bersama antara kedua pihak.

    “Kami akan coba analisis apakah ini bisa dinaikkan, kalau syukur-syukur bisa dinaikkan. Kami juga akan konsultasikan dengan Bappenas dan Kementerian Keuangan kemungkinan untuk dinaikkan nilai KIP-nya, termasuk penambahannya,” kata Mendiktisaintek dalam raker dengan Komisi X DPR RI di Komplek Gedung DPR/MPR/DPD RI, Jakarta, pada Rabu (2/7/2025).

    Usulan tersebut sebelumnya disampaikan anggota fraksi partai Nasdem, Furtasan Ali Yusuf. Ia menyebut jurusan teknik butuh biaya lebih besar karena mungkin ada tambahan perlengkapan lain dalam perkuliahan.

    “Kalau sekarang dilihat dari kebijakan KIP (Kuliah), mau prodi apa saja kira-kira ya segitu kalau akreditasinya segitu. Padahal kalau biaya unit cost-nya, ya tentu teknik lebih mahal lah kira-kira begitu karena mungkin ada yang lain-lainnya,” jelas Furtasan.

    “Apakah itu hanya UKT saja atau seperti apa, saya nggak paham, tetapi setidaknya di situ ada unit cost yang kita memang harus bisa membedakan antara yang sosial yang modal hanya whiteboard saja kira-kira gitu dengan yang sudah menggunakan alat,” lanjutnya.

    (nah/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Soal Jurusan LPDP Ditentukan Pemerintah, Menko PMK Bilang Begini



    Jakarta

    Skema Beasiswa LPDP 2026 akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun depan, jurusan LPDP dikabarkan akan ditentukan oleh pemerintah.

    Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) MohammadLukmanul saat ditemui di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (9/8/2025).

    Dalam penentuan bidang spesifik yang lebih jelas serta jurusan apa saja yang difokuskan, LPDP menyerahkannya kepada Kemendiktisaintek dan Kemenko PMK

    “Pak Brian (Mendiktisaintek) dan Pak Pratikno (Menko PMK) beliau akan menentukan sekolah mana yang akan menjadi destination dan bidang apa,” tutur Lukmanul.

    Termasuk juga penyediaan kuota dan penentuan perguruan tinggi. Daya tampung pun akan disesuaikan dengan kebutuhan bidang serta prodi. Pihaknya akan meminta hasil pemetaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam menyelaraskan kebutuhan beasiswa.

    “Jika Kemendiktisaintek melihat program beasiswa LPDP perlu difokuskan pada bidang tertentu yang perlu diakselerasi, kami mendukung. Penyesuaian mungkin dimulai tahun 2026,” kata Lukmanul Menurutnya, tahun ini belum bisa direalisasikan. Pasalnya, seleksi LPDP 2025 sudah berlangsung.

    “Tentu ini baru informasi yang kami dapat, mudah-mudahan ini akan bisa berjalan di tahun depan. Tidak di tahun ini, karena di tahun ini memang sudah berjalanseleksinya,” katanya.

    Adapun bidang STEM yang jadi fokus riset dan pengembangan antara lain pangan, energi, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi dan industrialisasi, digitalisasi (termasuk AI dan semikonduktor), serta material dan manufaktur maju.

    Mengikuti kabar tersebut, Pratikno selaku Menko PMK mengatakan hal itu akan ditentukan oleh Dewan Penyantun.

    “Oh nggak, itu Dewan Penyantun. Jadi kami rapat Dewan Penyantun, Dewan Penyantun itu memang, Ketua Dewan Penyantun itu Menko PMK, tetapi anggota Dewan Penyantun termasuk Menteri Kebudayaan dan lain-lain. Nanti memang pendidikan, apa yang menjadi prioritas itu nanti, terutama dari Kementerian Pendidikan,” tuturnya usai upacara Hari Pramuka ke-64 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Kamis (14/8/2025).

    Saat ditanya mengenai bidang prioritas, Pratikno mengatakan hal tersebut yang dinilai mendukung program pemerintah.

    “Kalau sementara ini, memang mendukung program-program pemerintah, hilirisasi, dan lain-lain,” ujarnya.

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Syarat, Cara Daftar, dan Besaran Bantuan yang Diterima



    Jakarta

    Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menggelontorkan bantuan pendidikan bagi mahasiswa bernama Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Apa bantuan KIP Kuliah ini?

    Bantuan KIP Kuliah diberikan kepada mahasiswa baru yang mempunyai kondisi ekonomi kurang mampu. Dengan bantuan ini, mahasiswa bisa kuliah gratis hingga lulus.

    Selain itu, KIP Kuliah memberikan mahasiswa biaya hidup sehari-hari. Untuk daftar beasiswa ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.


    Berdasarkan Pedoman Pendaftaran KIP Kuliah 2025, berikut informasi lengkap tentang syarat hingga besar bantuan KIP Kuliah 2025.

    Besaran Bantuan KIP Kuliah

    Biaya Pendidikan

    – Prodi dengan akreditasi Unggul atau A atau internasional maksimal Rp 8.000.000 dan khusus kedokteran Rp 12.000.000
    – Prodi akreditasi Baik Sekali atau B maksimal Rp 4.000.000
    – Prodi akreditasi Baik atau C maksimal Rp 2.400.000

    Biaya Hidup

    Biaya hidup dibedakan menjadi lima klaster sesuai wilayah perguruan tinggi, yakni:

    – Klaster 1: Rp 800.000
    – Klaster 2: Rp 950.000
    – Klaster 3: Rp 1.100.000
    – Klaster 4: Rp 1.250.000
    – Klaster 5: Rp 1.400.000

    Syarat Penerima KIP Kuliah 2025

    • Lulusan SMA/SMK/sederajat pada tahun berjalan atau maksimal 2 tahun sebelumnya
    • Lulus di seleksi penerimaan mahasiswa baru lewat semua jalur pada PTN vokasi atau PTN akademik yang terakreditasi secara resmi
    • Mempunyai potensi akademik tapi terbatas oleh kondisi ekonomi karena dari keluarga rentan miskin atau miskin
    • Memenuhi salah satu syarat ekonomi berikut:
      – Pemegang KIP yang lulus seleksi nasional PTN
      – Berasal dari keluarga yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan menerima bantuan sosial dari Kemensos yang lulus seleksi di PTN
      – Pemegang KIP yang lulus seleksi mandiri PTS
      – Tercatat dalam DTKS dan menerima bantuan sosial dari Kemensos yang lulus seleksi di PTS
      – Mahasiswa miskin/rentan miskin maksimal pada tiga desil Data Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE)
      – Mahasiswa dari panti sosial atau panti asuhan
      – Mahasiswa yang pendapatan gabungan orang tuanya maksimal Rp 4 juta tiap bulan dan jika dibagi untuk semua anggota keluarga maksimal Rp 750.000
      – Memiliki surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang dikeluarkan pemerintah disertai bukti foto rumah dan rekening listrik

    Cara Daftar KIP Kuliah 2025

    1. Masuk ke laman https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id
    2. Buat akun terlebih dahulu
    3. Masukkan data nomor induk kependudukan (NIK), nomor induk siswa nasional (NISN), dan nomor pokok sekolah nasional (NPSN)
    4. Masukkan email yang aktif
    5. Sistem KIP Kuliah akan memvalidasi NIK, NISN, dan NPSN
    6. Jika proses berhasil, sistem akan mengirimkan nomor pendaftaran dan kode akses ke email
    7. Masuk kembali ke laman KIP dan masukkan nomor pendaftaran dan kode akses
    8. Isi data-data yang diperlukan
    9. Pilih jenis masuk PTN (SNBP/SNBT/seleksi mandiri)
    10. Submit data
    11. Mahasiswa tinggal menunggu verifikasi dari sistem dan perguruan tinggi
    12. Jika diterima sebagai penerima KIP Kuliah, akan diinformasikan lebih lanjut oleh perguruan tinggi

    Jadwal Seleksi KIP Kuliah 2025

    • Pendaftaran: 3 Februari-31 Oktober 2025
    • Seleksi KIP di perguruan tinggi: 1 Juli-31 Oktober 2025
    • Penetapan penerima baru: 31 Oktober 2025

    Itulah informasi mengenai program KIP Kuliah 2025. Yuk daftar selagi masih ada waktu!

    (cyu/nah)



    Sumber : www.detik.com