Tag: kempes

  • Kasur Sudah Kendur? Jangan Langsung Dibuang, Coba Tips Ini



    Jakarta

    Pasti kamu pernah merasa kasur kamu sudah tidak sekuat dulu. Banyak orang mengalami masalah ini juga, dengan kasur yang mulai kempes atau kurang mendukung. Ada beberapa cara yang dapat kamu coba untuk membuat kasur kamu lebih kencang dan nyaman.

    Berikut adalah eksplorasi tentang beberapa tips dan trik yang dapat membantu kamu mengembalikan kualitas tidur yang optimal.

    Pelapis Kasur yang Kuat

    Melansir Homes & Gardens, pada Minggu (10/11/2024), pelapis kasur yang berkualitas dapat memperpanjang umur kasur yang sudah lembut dan kendur sambil kamu menunggu untuk membeli kasur baru. Ketika memilih jenis pelapis kasur, carilah yang terbuat dari lateks alami atau busa memori dengan kepadatan tinggi.


    Dalam hal ini yang ditekankan adalah kepadatan tinggi karena kamu tidak ingin menggunakan bahan yang terlalu lembut dan mudah kempes. Kamu memerlukan busa yang kokoh dan mendukung, sehingga dapat mengikuti kontur tubuh kamu tanpa membuat kamu tenggelam ke dalam kasur.

    Kepadatan diukur dalam pon busa per kaki kubik, semakin tinggi kepadatan busa, semakin baik dukungannya. Kamu harus mempertimbangkan untuk memakai busa memori dengan kepadatan 5 pon.

    Namun, perlu diingat bahwa semakin padat busanya, semakin banyak panas yang terperangkap. Ini bisa menjadi masalah bagi mereka yang mudah merasa panas atau tinggal di daerah dengan iklim hangat.

    Jika kamu sering berkeringat di malam hari atau merasa gerah, sebaiknya fokus pada pelapis kasur pendingin terbaik. Kamu dapat menemukan pelapis kasur busa memori yang dilengkapi dengan gel pendingin untuk mengurangi panas dan menyerap kelembapan.

    Untuk pendinginan alami dan dukungan yang lebih elastis, pelapis kasur lateks adalah pilihan yang tepat. “Lateks adalah bahan pelapis kasur yang bagus karena memiliki dukungan yang responsif,” ujar salah satu pendiri Coop merek tempat tidur mewah, Jin Chon, dalam kutipannya di Homes & Gardens.

    Lateks adalah bahan yang cocok untuk tidur, berbeda dengan busa memori berdensitas rendah yang cenderung membuat kamu tenggelam. Pelapis kasur yang keras dapat membantu mendistribusikan berat badan secara merata di seluruh permukaan kasur, sehingga mencegah terjadinya titik-titik tekanan yang membuat kamu tenggelam.

    Selain itu, pelapis kasur yang lebih tebal lebih disarankan dibandingkan yang tipis. Idealnya, kamu sebaiknya memilih pelapis kasur dengan ketebalan 3 inci atau lebih.

    Membalik Kasur

    “Seiring berjalannya waktu, bahan-bahan di kasur kamu mulai memadat dan rusak, sehingga daya dukungnya berkurang,” jelas ilmuwan tidur Hafiz Shariff.” Membalik atau memutar kasur dapat membantu mendistribusikan kembali bahan-bahan di dalamnya dan mengembalikan sebagian kekencangannya.

    Perhatikan dengan seksama kasur kamu dan identifikasi area-area yang menonjol. Pertimbangkan apakah seluruh permukaan kasur terasa empuk atau hanya bagian tertentu saja.

    Mungkin ada area tertentu yang mengalami tekanan lebih besar, sehingga menyebabkan kasur menjadi kendur dan kehilangan dukungannya. Pikirkanlah jika kamu cenderung tidur di area yang sama setiap malam, wajar jika bagian tersebut akan mulai kehilangan daya dukungnya lebih cepat dibandingkan dengan bagian kasur yang jarang kamu gunakan.

    Cek Fondasinya

    Jika kamu telah mencoba membalik kasur tetapi tidak melihat banyak perubahan, kemungkinan masalahnya bukan terletak pada kasur itu sendiri. Kehilangan dukungan mungkin berasal dari alas tempat tidur kamu.

    Bahkan rangka tempat tidur yang terbaik pun bisa menjadi longgar dan bergerak seiring berjalannya waktu. Saat kamu berada di tempat tidur di malam hari, perhatikan bunyi berderit dan rasakan area yang kendur.

    Untuk memeriksa bagian dasar tempat tidur dengan lebih baik, angkat kasur dan lihat apakah ada bilah yang rusak atau retak. Jika kamu memiliki tempat tidur yang dapat disesuaikan, coba atur kontrolnya untuk menciptakan dasar yang rata dan mendukung.

    Letakkan Papan Kayu Lapis

    Ini adalah trik yang harus kamu pelajari dari pengujian kasur. Jika kasur kamu terlalu empuk dan kamu tidak ingin membeli kasur atau alas baru, kamu bisa menggunakan papan tripleks sebagai solusi sementara.

    Ini adalah cara yang mudah dan terjangkau untuk menciptakan permukaan yang kokoh dan datar, serta memberikan dukungan yang lebih konsisten pada kasur kamu. Kamu bisa memotong sepotong kayu lapis, dan tidak perlu terlalu khawatir tentang ketebalan kayu, kayu lapis dengan ketebalan satu inci sudah cukup.

    Letakkan papan di antara kasur dan alas tempat tidur, pastikan papan berada di tengah agar dapat mendukung kedua sisi kasur secara merata.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Ban Jadi Mudah Kempes saat Musim Hujan?


    Jakarta

    Di musim hujan, ban jadi salah satu komponen kendaraan yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan. Kondisinya harus prima dengan telapak ban cukup tebal dan tekanan anginnya sesuai agar dapat bekerja maksimal pada permukaan jalan basah dan licin.

    Namun, pengendara justru kerap mengeluhkan ban kempes selama musim hujan. Padahal, tekanan ban yang kurang rentan mengalami aquaplaning atau hilangnya cengkeraman pada permukaan jalan. Kondisi bisa berbahaya karena mampu membuat pengemudi kehilangan kontrol atas kendaraannya. Lantas, benarkah ban menjadi mudah kempes saat musim hujan?

    Apakah Ban Mudah Kempes saat Musim Hujan?

    Ban kendaraan biasanya mudah bocor atau kempes selama musim hujan. Terdapat sejumlah penyebab mengapa hal tersebut dapat terjadi. Dilansir Dilansir WBIR.com, Consumer Reports, dan Burt Brothers, berikut alasan ban menjadi mudah kempes di kala hujan.


    1. Air Hujan Membawa Sampah

    Sampah berupa benda tajam seperti puing-puing, paku, sekrup, hingga staples dari pinggir jalan atau tempat lainnya dapat terbawa air hujan sampai ke tengah jalan. Benda-benda itu berukuran kecil sehingga cukup sulit terlihat saat berkendara.

    Barang tajam tersebut dapat menancap di ban saat kendaraan melaju. Akibatnya, ban berlubang atau bocor dan angin di dalamnya lambat laun berkurang.

    Jikalau sampah tajam itu berukuran cukup besar sehingga terlihat, pengemudi bisa saja menghindarinya dan ban pun tidak akan bocor.

    2. Suhu Udara Dingin

    Ban memiliki tekanan udara di dalamnya. Selama musim hujan, suhu menurun sehingga udara cenderung terasa dingin. Pada suhu dingin, molekul tekanan udara internal ban tidak bergerak. Akibatnya, molekul itu tidak dapat mengisi ruang dalam ban.

    Jika ruang tersebut tidak terisi, dinding ban akan mengempis dan membuat tekanan udara ban di dalamnya menurun. Inilah yang menyebabkan ban kempes saat hujan.

    3. Karet Ban Mengeras

    Udara dingin juga mampu membuat karet ban menjadi keras dan menyebabkan kempes. Ketika mulai mengeras, ban tidak efektif dalam meredam guncangan dari permukaan jalan yang tidak rata. Akibatnya, pengendara bisa merasakan guncangan lebih kuat meski kendaraan telah dilengkapi suspensi.

    Saat ban mengeras dan rusak, komponen yang bersinggungan langsung dengan jalan ini mungkin tidak bisa kembali ke bentuk semulanya. Sehingga detikers perlu menggantinya sesegera mungkin untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.

    Nah, itu tadi penyebab ban mudah kempes saat musim hujan. Semoga menjadi informasi bermanfaat!

    (azn/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • 5 Kebiasaan yang Bikin Ban Mobil Cepat Rusak



    Jakarta

    Kasus ban cepat botak, retak, hingga pecah bukan hanya karena kualitas produk, tapi juga akibat kebiasaan pengemudi yang keliru.

    “Rata-rata ban bisa digunakan secara maksimal untuk menempuh jarak 40.000 hingga 50.000 kilometer, sebelum perlu diganti karena aus. Selain dari sisi jarak, performa dan usia ban juga ditentukan oleh kebiasaan pemakaian kita sehari-hari. Kebiasaan buruk dalam memakai ban tidak hanya memperpendek umur ban, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, dan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros,” kata Apriyanto Yuwono, National Sales Manager (PCR) Passenger Car Radial Hankook Tire Sales Indonesia dalam keterangannya, dikutip Selasa (26/8/2025).


    Seringkali, pengendara baru menyadari kerusakan pada ban ketika kondisinya sudah parah, seperti kempes atau sobek. Padahal, semua ini bisa dicegah apabila pengendara rutin melakukan inspeksi dan perawatan rutin. Berikut ini 5 kebiasaann yang bikin ban mobil cepat rusak:

    1. Mencuci Ban dengan Air Tekanan Terlalu Tinggi

    Teknik mencuci mobil dengan air bertekanan tinggi (steam) sebetulnya dapat membantu membersihkan komponen mobil yang sulit terjangkau. Namun, apabila terlalu sering melakukan ini, ditambah mengarahkan nosel semprotan air yang terlalu dekat dengan ban dapat mengikis lapisan pelindung ban. Cukup gunakan tekanan sedang (80-100 bar) dengan jarak aman 40-50 cm.

    2. Menggunakan Semir Ban Berlebihan

    Produk semir ban umumnya menggunakan silicone based yang dapat menjaga kilap ban lebih lama. Meski begitu, menggunakan semir ban terlalu sering dapat membuat silicone menumpuk di ban mobil dan menyerap kandungan kompon ban sehingga menyebabkan retakan halus pada permukaan ban. Ban juga jadi licin dan mudah slip saat hujan. Sebaiknya gunakan semir ban maksimal dua minggu sekali dan hindari melapisi semiran berlebih pada bagian tapak ban.

    3. Terlalu Sering Menambal Ban Tubeless

    Ban tubeless memiliki lapisan fluid sealant yang berfungsi mempertahankan kerapatan ban, sehingga, ban ini tidak akan langsung kempis jika tertusuk benda tajam. Meski terkesan lebih tahan banting daripada ban dalam, sebaiknya pengendara tidak menambal ban tubeless lebih dari empat kali karena dapat membuat permukaan ban menjadi tidak rata, dan mengurangi daya cengkram ban yang nantinya berisiko terhadap kecelakaan. Segera ganti ban tubeless saat muncul benjolan atau retakan halus pada permukaan ban.

    4. Mengisi Tekanan Angin Terlalu Tinggi

    Setiap pabrikan mobil biasanya memberikan rekomendasi tekanan ban yang ideal, sesuai jenis dan berat mobil, misalnya SUV 35-40 psi, sedan 30-33 psi, dan city car 30-36 psi. Mengisi tekanan angin ban sesuai rekomendasi membuat laju kendaraan lebih ringan dan menghemat bahan bakar. Sebaliknya, tekanan angin yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan justru membuat keausan ban tidak merata lantaran bagian tengah ban mendapatkan gesekan berlebih dibanding area samping.

    5. Mencuci Ban dengan Deterjen

    Deterjen dengan kandungan alkali tinggi berisiko mengikis lapisan pelindung karet ban, sehingga dapat membuat elastisitas ban berkurang dan mudah retak. Ditambah lagi dengan perubahan suhu dan kelembaban tinggi saat musim hujan membuat ban lebih cepat aus dan tentu berbahaya saat digunakan di jalan yang basah. Sebaiknya, pengendara mencari pengganti deterjen untuk membersihkan ban, gunakan sabun khusus mobil dengan kandungan pH balance untuk menjaga kelenturan karet ban.

    “Perawatan ban mobil juga tidak lepas dari memilih ban yang sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi kendaraan. Untuk wilayah tropis seperti Indonesia, pilih ban dengan dukungan teknologi drainase dan daya cengkram optimal yang akan bermanfaat saat musim hujan seperti saat ini.” jelas Apriyanto.

    (riar/din)



    Sumber : oto.detik.com