Tag: kenaikan berat badan

  • 6 Kebiasaan Sederhana yang Diam-diam Bikin Berat Badan Membengkak

    Jakarta

    Makanan memang merupakan salah satu faktor yang bisa membuat seseorang mengalami kenaikan berat badan. Namun, sejumlah kebiasaan sederhana yang dijalani sehari-hari ternyata secara diam-diam juga bisa membuat berat badan bertambah.

    Bahkan, kebiasaan-kebiasaan yang kita anggap sepele sebenarnya malah bisa menghambat proses diet. Akibatnya, berat badan sulit turun meski sudah menjalani pola makan dan program yang ketat.

    Karenanya, proses diet tidak hanya sebatas mengatur pola makan, tapi juga merubah gaya hidup sehari-hari. Termasuk, menghilangkan kebiasaan yang bisa membuat berat badan meningkat.


    Kebiasaan Kecil yang Bikin Berat Badan Membengkak

    Pertanyaannya sekarang, apa saja kebiasaan kecil yang tanpa disadari bisa membuat berat badan meningkat? Dikutip dari berbagai sumber, berikut pembahasannya.

    1. Kurang tidur

    Waktu dan kualitas tidur memiliki dampak yang sangat besar terhadap berat badan. Dikutip dari Healthline, orang yang hanya tidur selama 5 jam setiap malam memiliki risiko kenaikan berat badan yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidur selama 7 jam atau lebih.

    Tak hanya itu, orang yang kurang tidur juga cenderung memiliki perut yang buncit. Pasalnya, orang yang kurang tidur rentan mengalami penumpukan lemak visceral di bagian tubuhnya, termasuk di perut dan sekitar pinggang.

    2. Makan terlalu cepat

    Jadwal kerja yang serba sibuk kerap membuat orang terburu-buru saat makan. Padahal, kebiasaan sederhana ini malah dapat membuat berat badan meningkat dengan mudah.

    Sebuah studi menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk dapat mencerna makanan yang dikonsumsi. Alhasil, tubuh baru akan merasa kenyang selang beberapa waktu setelah makan.

    Tapi ketika seseorang makan terlalu cepat, tubuhnya tidak memiliki waktu yang cukup untuk memproses makanan dan memunculkan rasa kenyang. Akibatnya, orang tersebut tanpa sadar bisa mengonsumsi lebih banyak makanan dari jumlah yang seharusnya dibutuhkan oleh tubuh.

    3. Kurang minum

    Kurang minum dapat menyebabkan haus. Namun, tak jarang tubuh salah mengartikan sinyal tersebut sebagai rasa lapar. Alhasil, orang yang jarang minum bisa saja malah makan secara berlebihan sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

    Tak hanya itu, minum air yang cukup juga dapat membantu mengendalikan nafsu makan. Sebuah studi mengungkapkan orang yang minum dua gelas air putih sebelum sarapan mengonsumsi kalori 22 persen lebih sedikit dibanding mereka yang tidak minum. Semakin sedikit kalori yang dikonsumsi, tentu semakin kecil pula kemungkinan berat badan membengkak.

    4. Sering stres

    Stres memang tidak menyebabkan kenaikan berat badan secara langsung. Namun, salah satu dampak stres bisa membuat orang ingin makan lebih banyak. Fenomena ini dikenal juga dengan istilah emotional eating.

    Saat sedang stres, orang-orang akan mencari sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian atau menghilangkan rasa cemas atau sedih akibat stres. Bagi sebagian orang, pelampiasan tersebut dilakukan dengan cara makan. Semakin sering orang tersebut mengalami stres, maka semakin sering pula dia makan secara berlebihan. Hal inilah yang membuat orang yang sering stres rentan mengalami kenaikan berat badan.

    5. Keseringan duduk

    Tak sedikit aktivitas atau pekerjaan yang mengharuskan kita untuk duduk selama berjam-jam. Namun, hal ini ternyata bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan loh.

    Sebuah studi menyebutkan orang yang duduk terlalu lama memiliki kecenderungan obesitas. Ketika kita melakukan aktivitas sederhana seperti berjalan atau berdiri, tubuh akan membakar sejumlah kalori. Duduk terlalu lama dapat menghambat proses pembakaran kalori tersebut. Akibatnya, kalori yang seharusnya dibakar menjadi energi malah menumpuk dan disimpan sebagai lemak visceral dalam tubuh.

    6. Makan sambil ditemani gadget

    Pada zaman seperti sekarang, keseharian kita memang tidak bisa lepas dari yang namanya gadget, termasuk ketika sedang makan. Namun sebuah studi menyebutkan orang yang makan sambil bermain gadget ternyata memiliki risiko mengalami kenaikan berat badan yang lebih tinggi.

    Saat bermain gadget, fokus dan perhatian dapat dengan mudah teralihkan. Hal ini bisa membuat seseorang tidak sadar dengan apa yang terjadi di sekitarnya, termasuk jumlah makanan yang sudah dikonsumsi. Akibatnya, orang makan sambil bermain gadget bisa mengonsumsi lebih banyak makanan dari seharusnya. Hal inilah yang membuat kebiasaan makan sambil bermain gadget dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Kenapa Berat Badan Naik Pasca Lebaran? Ini Kemungkinan Penyebabnya


    Jakarta

    Setelah sukses menurunkan berat badan pasca berpuasa selama satu bulan penuh, tidak sedikit yang mengeluh berat badannya naik beberapa hari setelah Lebaran. Kok bisa ya?

    Kecenderungan berat badan naik pasca lebaran dipicu makan terlalu banyak di hari-hari sebelumnya. Penyebab berat badan naik setelah lebaran dipicu perubahan pola makan.

    “Siapa sih yang tidak mau selebrasi pada keadaan yang kemenangan, yang mutlak pada waktu kita menyelesaikan Ramadan? Ya, semua kepingin. Tapi, kita pasti akan ajarkan bagaimana caranya melakukan selebrasi dengan sehat,” ujar spesialis penyakit dalam dari Mayapada Hospital, dr Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD, FES saat berbincang dengan detikcom, Kamis (20/3/2025).


    Menjadikan Lebaran sebagai ajang ‘balas dendam’ juga bisa memicu kenaikan berat badan ini. Belum lagi sudah tidak ada batasan waktu makan, seperti saat berpuasa, yang membuat seseorang kalap makan.

    Makanan yang disajikan saat lebaran cenderung bersantan dan manis yang bisa memicu penumpukan lemak di dalam tubuh. Oleh karena itu tetap dianjurkan berolahraga di sela-sela waktu Lebaran.

    “We have responsibities to whatever we do. Jadi kalau kita memang mau makan banyak, kita mau selebrasi, kita mau pesta, kita mau senang-senang, harus ada bayarannya. Apa itu? Gerakan tubuh,” ucap dia.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Ternyata Minum Kopi Juga Bisa Bikin Gendut, Ini Faktanya!


    Jakarta

    Tak hanya khasiat, kopi juga bisa menimbulkan kenaikan berat badan. Kok bisa? Ternyata begini penjelasan dari ahlinya.

    Di samping manfaatnya, kopi juga bisa memberikan efek negatif, seperti kenaikan berat badan. Hal tersebut disebabkan karena kandungan kafein pada kopi yang bisa mengganggu kualitas tidur hingga meningkatkan kortisol.

    Kopi diklaim sebagai minuman berkhasiat. Manfaatnya tidak lain dan tidak bukan berkat kandungan kafein dan senyawa lain pada kopi. Namun, kafein tidak selamanya memberi efek positif, tetapi juga negatif.


    Beberapa efek negatif yang dapat dirasakan adalah mengganggu pola tidur hingga meningkatkan kadar kortisol. Semua efek tersebut kemudian memicu terjadinya kenaikan berat badan.

    Dikutip dariEatingwell.com(25/06/23) berikut fakta kafein yang menyebabkan kenaikan berat badan:

    1. Berkalori tinggi

    Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanBeberapa jenis kopi mengandung senyawa aditif yang berkalori tinggi. Foto: Ilustrasi iStock

    Meskipun latte atau frappucino di kafe-kafe menjadi menu favorit yang menyegarkan, tetapi kedua racikan kopi tersebut mengandung lebih dari sekadar kopi. Ada campuran beberapa bahan lainnya, seperti krim, sirup, dan pemanis tambahan yang menambah kalori dalam kopi.

    “Jika sudah dicampur dengan bahan-bahan lain, maka akan menyebabkan kelebihan kalori yang pada akhirnya dapat memicu kelebihan berat badan,” tutur Megan Rasmussen, M.S., RDN, pendiri Nutrition Undefined.

    Gula menjadi salah satu penambah kalori tertinggi. Menurut sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan dalam Polish Journal of Food and Nutrition Sciences, konsumsi gula terutama dalam minuman dikaitkan dengan penambahan berat badan dan obesitas.

    2. Mengganggu kualitas tidur

    Sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam Risk Management and Healthcare Policy menyebutkan bahwa efek kafein yang berkaitan dengan pola tidur.

    Para peneliti mencatat bahwa ketika kopi dikonsumsi 6 jam sebelum tidur, hal tersebut secara signifikan dapat mengganggu pola tidur. Akibatnya, kamu mungkin kehilangan 1-2 jam waktu tidur dan kondisi ini berkaitan dengan penambahan berat badan.

    Hal ini telah dibuktikan lewat studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam BMJ Open Sport & Exercise Medicine. Peneliti menemukan ketika jam tidur berkurang, maka kadar ghrelin atau hormon lapar meningkat, sehingga mengalami retensi garam yang kemudian menaikkan berat badan.

    3. Meningkatkan kadar kortisol

    Racikan kopi campur lada hitamKafein dapat meningkatkan kadar kortisol. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Setelah beristirahat semalaman, tubuh akan memproduksi dan melepaskan hormon yang disebut kortisol untuk membantu bangun di pagi hari. Pada dasarnya kortisol dikenal sebagai hormon stres, tetapi berperan dalam membantu kamu merasa waspada, responsif, dan fokus.

    Meskipun tubuh secara alami memproduksi kortisol saat bangun tidur, tetapi mengonsumsi kopi dapat meningkatkan kadar kortisol tersebut bahkan lebih banyak, seperti yang dijelaskan dalam sebuah penelitian tahun 2013 yang diterbitkan dalam Stress and Health.

    Akibatnya, kadar kortisol yang tinggi dapat meningkatkan keinginan untuk makan makanan yang tinggi gula dan lemak jenuh. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan kenaikan berat badan.

    Penjelasan tentang kopi yang bisa bermanfaat untuk membantu menurunkan berat badan ada di halaman berikutnya.

    4. Pilih kopi yang rendah kalori

    Jika butuh secangkir kopi di pagi hari atau sekadar ingin menikmatinya di waktu santai, pertimbangkan untuk memilih kopi hitam. Kopi hitam atau kopi tanpa gula tidak akan menyebabkan penambahan berat badan, karena hampir tidak mengandung kalori.

    “Mengganti minuman berkalori tinggi dengan minuman rendah kalori seperti kopi hitam dapat membantu mengurangi asupan kalori,” ujar ahli gizi Rasmussen.

    5. Kopi mengandung senyawa bermanfaat

    Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanKopi mengandung senyawa penting yang bisa merangsang pelepasan insulin. Foto: Ilustrasi iStock

    Kopi hitam tidak hanya rendah kalori, tetapi juga mengandung senyawa penting. Kopi dikemas dengan polifenol yang disebut asam klorogenat yang merangsang pelepasan insulin dan membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan.

    Menjaga kadar gula darah seimbang secara teratur akan mengurangi kemungkinan tubuh menyimpan lemak berlebih. Selain asam klorogenat, juga ada senyawa trigonelin yang terbukti bermanfaat untuk mencegah obesitas dengan mengurangi massa lemak, seperti yang disebutkan sebuah penelitian tahun 2019 yang diterbitkan dalam Nutriens.

    6. Kafein membakar lemak

    Minum kopi sebelum berolahraga akan membantu proses pembakaran lemak. Menurut sebuah penelitian tahun 2020, mengonsumsi lebih dari 3 miligram kafein per kilogram berat badan dapat meningkatkan penggunaan selam selama berolahraga.

    Para peneliti menemukan bahwa efek pembakaran lemak ini lebih tinggi pada individu yang tidak banyak bergerak atau tidak terlatih dibandingkan pada atlet yang terlatih.Oleh karena itu, asupan kafein yang dipadukan dengan olahraga dapat membantu penurunan berat badan bagi individu yang tidak banyak bergerak.

    (raf/dfl)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective

  • 5 Buah Tinggi Gula yang Bikin BB Naik, Batasi Konsumsinya


    Jakarta

    Tanpa disadari beberapa buah dapat menyebabkan kenaikan berat badan, karena kandungan gula alami dan kalorinya. Batasi konsumsinya!

    Buah-buahan menjadi salah satu pilihan makanan yang menyehatkan. Buah dikemas dengan nutrisi penting, seperti vitamin, serat, potasium, dan protein yang dibutuhkan tubuh.

    Namun di samping itu, gula juga memiliki kandungan pemanis alami, seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Karena itu, penting untuk menjaga porsi makan.


    Jika tidak mengendalikan asupan buah dapat memicu kenaikan berat badan. Selain itu, ada juga buah-buahan yang mengandung lemak tinggi, sehingga berpotensi menaikkan jumlah asupan kalori.

    Dilansir dari Times of India (26/3) berikut 5 buah-buahan yang bisa memicu berat badan:

    1. Pisang

    pisangPisang mengandung banyak gula alami dan karbohidrat. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

    Pisang mengandung banyak gula alami dan karbohidrat. Pada 100 gram pisang terdapat 12 gram gula dan 22,8 gram karbohidrat.

    Gula alami dalam pisang tersebut dapat memicu lonjakan gula darah. Selain itu, pisang juga menyediakan energi instan yang berpotensi meningkatkan penyimpanan lemak.

    2. Mangga

    Mangga dapat berpotensi menaikkan berat badan karena mengandung banyak gula dan kalori alami. Dalam 100 gram mangga mengandung 14 gram gula alami, terutama fruktosa dan glukosa.

    Fruktosa tersebut bisa meningkatkan gula darah dan menyebabkan penyimpanan lemak. Tak hanya itu, mangga juga memiliki kalori tinggi. Mangga berukuran sedang mengandung 150-200 kalori.

    Buah yang dapat memicu kenaikan berat badan ada di halaman berikutnya.

    3. Kurma

    kurmaKurma dikemas dengan gula alami dalam jumlah tinggi. Foto: Getty Images/AnnaPustynnikova

    Kurma dijuluki sebagai superfood, karena dikemas dengan nutrisi penting. Namun kurma juga mengandung gula alami dan kalori yang tinggi.

    Satu buah kurma Medjool mengandung 66-80 kalori. Jika memakannya sebanyak 5-6 buah, maka bisa menambah 400 lebih kalori.

    Kurma terbukti mengandung 70% gula, terutama fruktosa, yang dapat menyebabkan penyimpanan lemak jika tidak dibakar. Selain itu, kurma juga punya Indeks Glikemik (IG) yang tinggi.

    4. Alpukat

    Alpukat dikenal sebagai makanan menyehatkan karena tingginya kandungan lemak sehat. Sayangnya, alpukat juga padat akan kalori.

    Dalam 100 gram alpukat menyimpan 160 kalori. Hal tersebut menjadikan alpukat sebagai makanan berenergi tinggi, tetapi bisa menyebabkan obesitas jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik.

    5. Anggur

    Diskon anggur muscat.Pada 100 gram anggur mengandung 15-16 gram gula alami. Foto: Getty Images/Gam1983

    Pada 100 gram anggur mengandung 15-16 gram gula alami. Jumlah kandungan gula tersebut tergantung dengan jenis anggurnya, baik anggur merah maupun hijau.

    Makan anggur berlebihan bisa menyebabkan lonjakan gula darah dan penyimpanan lemak jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak.

    Selain itu, buah berbentuk bulat dan kecil ini juga padat dengan kalori. Dalam 100 gram anggur juga terdapat 67 kalori.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com