Tag: kesehatan jantung

  • 5 Kebiasaan Makan ‘Buruk’ Ini Penting Dilakukan untuk Kesehatan Jantung


    Jakarta

    Jantung merupakan organ vital yang perlu dijaga. Terlepas dari menerapkan pola makan sehat, sebenarnya 5 hal yang dianggap ‘buruk’ ini mampu menyehatkan jantung.

    Jantung menjadi salah satu organ esensial karena memengaruhi hampir seluruh organ tubuh lainnya. Jika seseorang memiliki masalah pada jantung, ini bisa mengancam kelangsungan nyawa.

    Oleh karena itu, penting menjaga kesehatan jantung semaksimal mungkin. Salah satu caranya dengan mengubah pola hidup, termasuk pola makan menjadi lebih sehat dan seimbang.


    Pola makan ini berarti mengharuskan seseorang memilih jenis karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral dengan tepat. Takaran yang dikonsumsi juga tidak boleh terlalu banyak.

    Terlepas dari pemikiran tersebut, sebenarnya ada 5 hal yang sering dianggap buruk justru baik untuk meningkatkan kesehatan jantung.

    Untuk mengetahui 5 hal ‘buruk’ itu, simak penjelasan berikut, seperti dilansir dari eatingwell.com (20/03).

    1. Makan banyak karbohidrat

    15 Makanan Sumber Karbohidrat untuk Ibu Hamil selain NasiKonsumsi karbohidrat tidak sepenuhnya salah. Karena penting tetapi harus pilih yang tepat. Foto: Getty Images/a_namenko

    Menurut Frances Largeman-Roth, RDN, ahli gizi di Dobbs Ferry, New York, mengonsumsi karbohidrat tidaklah buruk bagi kesehatan jantung.

    Menurut Dietary Guidelines for Americans 2020-2025, seseorang direkomendasikan mengonsumsi 45% – 65% karbohidrat dari total kalori harian. Berarti disarankan konsumsi 225 sampai 325 gram karbohidrat per hari.

    American Heart Association juga menegaskan jika karbohidrat benar-benar bisa menjadi bagian pola makan yang menyehatkan jantung.

    Karbohidrat bisa diubah menjadi energi untuk tubuh. Namun, tentu kamu perlu cermat memilih sumber karbohidrat.

    Roxana Ehsani, MS, RD, CSSD menyarankan beberapa jenis karbohidrat, mulai dari biji-bijian, buah-buahan, sayuran, sampai kacang-kacangan. Makanan-makanan itu juga mengandung antioksidan, vitamin, dan mineral.

    Mengonsumsi makanan berserat juga dapat meningkatkan kesehatan jantung. Namun, disarankan untuk memprioritaskan karbohidrat kompleks. Sebab, karbohidrat sederhana bisa menyebabkan lonjakan gula darah atau respons glikemik lebih besar.

    Sebagai bagian dari diet gizi seimbang, usahakan konsumsi karbohidrat dalam jumlah kecil.

    2. Mengonsumsi gula

    5 Buah Rendah Indeks Glikemik Untuk Penderita Diabetes Selama PuasaSebaiknya konsumsi gula alami yang bisa didapat dari buah-buahan. Foto: Getty Images/fcafotodigital

    Gula tidak sepenuhnya perlu dihindari. Namun, kamu perlu memerhatikan jenis gula yang dikonsumsi.

    Terdapat dua jenis gula, yaitu gula alami dan gula tambahan. Sumber gula alami ditemukan dalam makanan, seperti buah-buahan, beberapa sayuran, dan produk susu.

    Sedangkan gula tambahan adalah gula yang ditambahkan ke makanan atau minuman untuk membuatnya lebih manis.

    Demi kesehatan jantung, Largeman-Roth menyarankan untuk mengonsumsi gula dalam jumlah kecil. Pilih sumber gula alami yang bisa didapat dari buah. Buah tidak hanya memberi asupan gula, tetapi juga menawarkan serat dan nutrisi.

    American Heart Association menyarankan untuk mengonsumsi 6% atau sekitar 100 kalori (6 sendok teh) sampai 150 kalori (9 sendok teh) gula sehari.

    Daftar makanan buruk yang sebenarnya sehat untuk jantung lainnya bisa dilihat di halaman selanjutnya!

    3. Makan protein termasuk daging

    ilustrasi salmonProtein yang dipilih bisa ikan berlemak, seperti salmon. Namun, daging juga bisa asalkan porsinya tidak berlebihan. Foto: Getty Images/iStockphoto/happy_lark

    “Banyak orang mempromosikan pola makan nabati, yang sebenarnya cukup menyehatkan. Namun saya yakin tidak semua makanan hewani itu buruk,” ujar Davidson.

    Hal ini tentu tergantung dari jenis protein hewani yang dikonsumsi. American Heart Association dengan panduan Dietary Guidelines dan CDC merekomendasikan hanya mengonsumsi 46 hingga 56 gram protein per hari.

    Untuk meningkatkan kesehatan jantung, disarankan memilih protein seperti ikan berlemak, makanan laut, potongan daging tanpa lemak, atau protein nabati lainnya.

    Jenis ikan berlemak yang bisa dipilih mulai dari salmon sampai tuna. Ikan berlemak ini kaya akan asam lemak omega-3 yang punya manfaat anti-inflamasi dan mendukung kesehatan jantung.

    Sedangkan, jika ingin makan daging, sebaiknya hanya konsumsi dalam porsi kecil.

    4. Pilih makanan penuh lemak

    Tips mematangkan alpukat dengan cara cepatPilihlah makanan dengan kandungan lemak sehat, seperti alpukat. Foto: TikTok @lauraleecreations / iStock

    Lemak juga sebenarnya baik dikonsumsi, asalkan memilih jenis lemak yang tepat.

    Lemak jenuh, seperti mentega, daging merah, susu berlemak, dan minyak cenderung lebih keras terhadap jantung. Produk tinggi lemak jenuh ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

    Oleh karena itu, lebih baik memilih jenis lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh dapat membantu vitamin larut dalam lemak. Mendukung beberapa fungsi penting tubuh, mulai dari pencernaan hingga kesehatan kulit.

    Jenis lemak tak jenuh yang bisa dikonsumsi, seperti biji-bijian, alpukat, minyak zaitun, sampai ikan berlemak.

    5. Masak dengan minyak biji-bijian

    Memasak dengan minyak biji-bijian dianggap tidak sehat karena mengandung campuran lemak tak jenuh tunggal dan ganda.

    Namun, rumor terkait minyak nabati ini tampaknya bermuara pada kesalahpahaman terkait peradangan kronis versus peradangan akut.

    Minyak biji-bijian kaya akan asam linoleat, asam omega-6 yang sempat dikaitkan dengan peradangan. Namun, asam linoleat sebenarnya terlibat dalam peradangan akut alami tubuh. Bukan peradangan kronis yang merupakan bagian dari penyakit.

    Faktanya, mengonsumsi minyak biji-bijian dapat membantu menurunkan risiko stroke dan bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan.

    Kamu bisa menggunakan miyak biji-bijian, seperti minyak zaitun yang kaya akan asam lemak omega-3.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Kunci Rahasia biar Lari Makin Cepat dan Staminanya Gila

    Jakarta

    Lari merupakan olahraga yang mengedepankan kekuatan, kelenturan, hingga daya tahan tubuh. Untuk itu, baik pelari profesional maupun pemula, dibutuhkan stamina yang kuat dan kemampuan kecepatan yang bisa diandalkan.

    Salah satu jenis latihan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan latihan kecepatan yaitu dengan latihan interval (interval training). Mengutip dari Jurnal Sport, Physical Education, Organization, Recreation, Training, latihan interval adalah tata cara latihan yang mencampurkan kinerja berulang antara bekerja dan istirahat. Aspek yang perlu diperhatikan dalam latihan ini yaitu durasi, konsistensi, jumlah pengulangan latihan, hingga interval pemulihan setelah pemulihan.

    Dalam olahraga lari, metode latihan interval dapat dikombinasikan dengan lari sprint dengan durasi 20-90 detik dan interval istirahat selama 30-120 detik.


    Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tata cara latihan interval, detikers dapat menyimak ulasan berikut ini.

    Teknik Latihan Interval pada Lari

    Latihan interval mampu mendorong kemampuan pelari agar lebih cepat dan kuat selama kompetisi. Latihan ini dapat meningkatkan daya tahan otot, sehingga efektif digunakan saat berlari.

    Tak hanya itu, latihan interval juga dapat meningkatkan daya tahan kardiovaskular, sehingga detikers dapat terus meningkatkan kecepatan saat berlari tanpa merasa cepat lelah.

    Agar lebih optimal, detikers dapat menyimak teknik latihan interval berikut ini:

    1. Melakukan Pemanasan dengan Benar

    Mengutip dari Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains, pemanasan saat berolahraga dapat memberikan manfaat bagi tubuh untuk meningkatkan kondisi tubuh menjadi lebih baik dan mengurangi risiko cedera.

    Sebelum mulai berlatih, pastikan detikers melakukan pemanasan selama 5-10 menit untuk mencegah terjadinya kram otot dan permasalahan lain selama latihan.

    2. Lari Sprint

    Lari pada latihan interval dapat dilakukan dengan lari cepat (sprint) dengan durasi 6-8 detik dan jarak 40 meter. Latihan ini dapat dilakukan sebanyak 10 kali dengan interval istirahat selama 1-2 menit.

    3. Pendinginan

    Mengutip dari Jurnal PKM Ilmu Kependidikan, pendinginan setelah latihan dapat merilekskan otot-otot tubuh yang telah melakukan aktivitas fisik yang berat maupun sedang.

    detikers dapat melakukan pendinginan dengan gerakan santai seperti jogging dan jalan selama beberapa menit.

    Jenis-jenis Lari Interval

    Dalam olahraga lari, terdapat beberapa jenis latihan interval yang bisa diterapkan, yaitu:

    • Short interval (lari interval jarak pendek): interval ini dilakukan dengan lari sprint selama 60 detik dan diselingi dengan istirahat singkat.
    • Long interval (lari interval panjang): interval yang berlangsung lebih dari 60 detik namun tetap dengan intensitas tinggi. Detikers dapat melakukan sprint selama 90 detik kemudian jalan santai selama 2-3 menit.
    • Progressive interval (lari interval progresif): latihan interval dengan meningkatkan intensitas lari untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan.
    • Pyramid interval (lari interval piramida): lari ini dapat dilakukan dengan durasi sprint yang meningkat lalu berkurang secara bertahap. Lari cepat dapat dilakukan dengan durasi terendah kemudian meningkat, yaitu 15 detik, 30 detik, dan 45 detik. Setelah itu kembali lagi ke awal. Jangan lupa istirahat di sela-sela waktu.

    Itulah ulasan terkait latihan interval sebagai kunci bagi pelari untuk meningkatkan kekuatan dan stamina. Semoga dapat dipraktekkan dengan baik ya, detikers!


    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Ini 10 Manfaat Lari Pagi, Bikin Tubuh dan Pikiran Lebih Segar!

    Jakarta

    Lari pagi merupakan salah satu olahraga ringan yang memiliki banyak manfaat. Tidak hanya untuk kesehatan, tetapi juga bermanfaat menyegarkan pikiran.

    Olahraga ini juga mudah dilakukan, karena tidak membutuhkan perlengkapan khusus atau biaya yang mahal. Detikers hanya perlu bangun lebih pagi dan melakukan pemanasan sebelum mulai berlari.

    Mengutip dari laman resmi Kemenkes, lari menjadi salah satu olahraga yang banyak memberi manfaat bagi kesehatan. Lari pagi yang konsisten dapat menurunkan berat badan, menjaga kesehatan jantung, hingga meningkatkan stamina.


    Lantas, apa saja manfaat lari pagi untuk kesehatan dan bisa bikin tubuh dan pikiran lebih segar? Yuk, simak artikel berikut sampai selesai.

    10 Manfaat Lari Pagi yang Bikin Tubuh dan Pikiran Lebih Segar

    Melansir dari detikHealth, berikut beberapa manfaat lari pagi yang bisa menyegarkan tubuh hingga pikiran.

    1. Lari Pagi Membuat Lebih Berenergi

    Pagi hari menjadi waktu yang paling tepat untuk membangun dan meningkatkan semangat sebelum menjalani aktivitas. Salah satu kegiatan yang bisa detikers lakukan untuk meningkatkan energi yaitu dengan lari pagi.

    detikers tidak perlu memakan waktu yang lama saat berlari pagi karena dapat menguras tenaga dan malah membuat kelelahan. Lari pagi cukup dilakukan setidaknya 20 menit saja, sehingga energi yang didapatkan cukup untuk mengawali hari.

    2. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Kesehatan jantung menjadi aspek utama yang dapat menyegarkan tubuh dan pikiran. Jantung yang sehat akan memompa dan mengalirkan darah kaya akan oksigen dengan lancar ke seluruh tubuh.

    Selain itu, dengan lari pagi, risiko detikers terkena penyakit jantung seperti stroke juga menjadi lebih kecil.

    3. Menjaga Suhu Tubuh

    Di saat sekarang ini, cuaca yang tidak menentu dapat menurunkan daya tahan tubuh seseorang. Untuk itu, detikers perlu menjaga suhu tubuh agar tetap stabil dan sejuk terutama pada saat udara panas.

    Lari di pagi hari dapat menjaga suhu tubuh agar tetap sejuk. Dengan begitu, meskipun cuaca panas ekstrem, tubuh detikers tidak rentan terhadap risiko penyakit.

    4. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

    Manfaat lari pagi yang berikutnya adalah meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas. Daya tahan tubuh berperan penting dalam melawan berbagai serangan penyakit dan menjaga kondisi tubuh tetap bugar dan prima.

    Daya tahan tubuh yang kuat juga dapat meningkatkan mood sehingga detikers semakin siap untuk menjalani hari.

    Sports background. Runner feet running on road closeup on shoe.flare lightIlustrasi olahraga lagi pagi. Foto: Getty Images/Uinmine

    5. Membantu Meningkatkan Produktivitas

    Manfaat lainnya dari lari pagi yaitu membantu pikiran lebih segar dan meningkatkan kinerja otak. Dengan begitu, hal ini dapat membantu detikers lebih produktif dan bersemangat.

    6. Menurunkan Berat Badan

    Tidak hanya menjaga kesehatan jantung, lari pagi juga dapat menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan saat berlari, kalori tubuh terbakar, terjadi pengurangan lemak, dan berat badan menjadi turun.

    Detikers dapat berlari sebelum mulai sarapan untuk merasakan manfaatnya. Mengutip dari penelitian American Council on Exercise melalui detikHealth, lari selama 40 menit dengan kecepatan 12 menit/mil bagi dengan orang yang memiliki berat badan 150 pon dapat membakar sebanyak 362 kalori.

    Bagi detikers yang sedang dalam program menurunkan berat badan, lari pagi yang rutin bisa menjadi pilihan aktivitas sehari-hari, disamping menjaga pola makan dan mengkonsumsi makanan bernutrisi.

    7. Menjaga Kesehatan Tulang

    Sebagai alat gerak pasif, tulang berperan penting dalam menyokong pergerakan kita sehari-hari. Untuk itu, kesehatan tulang perlu dijaga dengan berolahraga rutin, salah satunya dengan lari pagi.

    Saat kita berlari, gerakan tubuh memberi tekanan pada tulang, sehingga mirip dengan olahraga angkat beban. Hal tersebut dapat membuat tulang lebih kuat dan mencegah pengeroposan tulang terjadi lebih cepat.

    8. Melancarkan Metabolisme Tubuh

    Seperti yang dibahas di atas, lari pagi dapat membakar kalori tubuh. Hal ini disebabkan saat berlari, proses metabolisme terjadi lebih cepat sehingga oksidasi biologi dalam tubuh bekerja dengan efisien.

    9. Melancarkan Sirkulasi Darah

    Sirkulasi darah yang lancar dapat membuat pergerakan tubuh lebih aktif. Selain itu, oksigen dan nutrisi dapat didistribusikan dengan baik ke berbagai bagian tubuh, seperti mata, rambut, dan permukaan kulit.

    10. Menyegarkan Pikiran dan Memperbaiki Mood

    Selain secara fisiologis, secara psikologis lari pagi juga bermanfaat, terutama bagi pikiran dan suasana hati. Ketika berlari, otak akan memerintahkan tubuh untuk melepaskan berbagai hormon yang dapat memperbaiki suasana hati, seperti dopamin, serotonin, hingga endorfin.

    Hal ini dapat membuat mood detikers jauh lebih baik dan berenergi sehingga siap memulai kegiatan dengan menyenangkan.

    Tips Menyiapkan Diri dengan Baik Sebelum Lari Pagi

    Persiapan diri sebelum lari pagi menjadi aspek penting, agar manfaat yang dirasakan juga lebih optimal. Berikut tips ataupun cara yang bisa detikers lakukan sebelum lari pagi:

    • Memakai baju olahraga yang sesuai dan bahan yang nyaman.
    • Memakai sepatu olahraga yang nyaman dan mampu melindungi kaki saat berlari.
    • Hindari memutar musik terlalu kencang saat berlari, hal ini dapat memecah fokus.
    • Bangun lebih pagi agar dapat melawan rasa kantuk dan menyiapkan diri dengan baik.

    Demikianlah beberapa manfaat lari pagi untuk kesehatan, juga bikin tubuh dan pikiran lebih segar. Jangan lupa untuk tetap rutin lari pagi ya, detikers!

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • 3 Rekomendasi Olahraga Beginner Friendly untuk Dicoba!


    Jakarta

    Berolahraga penting untuk menjaga tubuh tetap bugar. Memulai rutinitas olahraga nggak harus berat kok. Kamu bisa memilih jenis olahraga yang ringan dan sesuai kebutuhan tubuh.

    Buat para wanita yang ingin mulai aktif bergerak, berikut 3 rekomendasi olahraga ramah pemula yang bisa dicoba.

    Pilates


    Pilates termasuk jenis olahraga low-impact yang berfokus pada kekuatan inti dan fleksibilitas. Olahraga ini cocok untuk kamu yang ingin memperbaiki postur dan membentuk tubuh tanpa harus olahraga berat.

    Padel

    Olahraga padel kini tengah menjadi tren. Banyak selebriti di Tanah Air yang ikut terkena ‘demam’ padel. Bahkan olahraga ini diprediksi akan semakin populer lagi ke depan, lantaran tergolong mudah dimainkan dan minim risiko cedera.

    Lari

    Lari merupakan olahraga yang sangat mudah dan murah. Selain baik untuk kesehatan jantung, lari juga efektif meningkatkan metabolisme tubuh dan menurunkan berat badan.

    Itulah tadi pilihan olahraga yang beginner friendly. Nggak ada kata terlambat untuk mencoba! Counterpain siap #DukungTerusAksimu untuk jadi lebih fit dan sehat.

    (prf/ega)

    Sumber : sport.detik.com

    Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh
  • Manfaat Lari Pagi untuk Kesehatan dan Waktu Terbaik Jogging

    Jakarta

    Ada banyak manfaat yang bisa detikers dapatkan dari aktivitas lari pagi, khususnya bagi kesehatan. Apa saja?

    Lari pagi atau jogging punya sejumlah manfaat bagi tubuh dan mental. Selain meningkatkan stamina, manfaat lari pagi antara lain adalah mengurangi stres.

    Olahraga lari pagi juga terbilang relatif hemat waktu. Healthline menyebut, detikers tidak perlu berlama-lama lari pagi. Manfaat lari pagi sudah bisa didapat dengan durasi minimal 10 menit, dengan catatan dilakukan secara rutin.


    Manfaat Lari Pagi untuk Kesehatan

    Seperti dirangkum dari detikHealth dan detikBali, ada banyak manfaat lari pagi untuk kesehatan. Bukan cuma kesehatan fisik, tapi juga mental. Apa saja?

    1. Lari pagi bisa mengurangi stres

    Dengan lari pagi, suasana hati dan pikiran bisa menjadi lebih segar. Ini dikarenakan lari pagi dapat melepaskan hormon bahagia dan mengurangi level kortisol.

    2. Lari demi hindari potensi serangan jantung

    Saat detikers berolahraga, hormon kortisol bakal menjalankan fungsinya sebagai pengatur gula darah agar gula bisa diolah menjadi sumber energi.

    Kenapa hal itu penting? Pada saat hormon kortisol berlebih, tubuh akan menyimpan banyak lemak yang bisa memicu peningkatan berat badan dan obesitas yang jika terus dibiarkan, bisa menjadi penyebab penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, serangan jantung, dan stroke.

    Dengan kata lain, jogging setiap pagi juga bikin detikers bisa menjaga kesehatan jantung. Pada saat jogging, jantung akan terus terpompa, meningkatkan aliran oksigen ke seluruh tubuh.

    Lewat olahraga lari, paru-paru juga akan terus bekerja untuk memasok oksigen tambahan yang dibutuhkan otot. Hal itu bisa membuat paru-paru menjadi lebih kuat.

    3. Lari pagi guna meningkatkan kinerja otak

    detikers bisa lebih fokus dalam melakukan aktivitas harian karena lari lagi dapat meningkatkan kinerja otak. Lari pagi rutin melancarkan sirkulasi darah ke otak, akibatnya jaringan frontal dan parietal pun semakin terhubung dengan kuat sehingga kemampuan kontrol diri dan daya ingat akan semakin baik.

    4. Lari pagi bikin tidur lebih nyenyak

    Aktivitas lari pagi membuat badan aktif sejak pagi hari sehingga berpotensi lebih segar di siang harinya. Hal itu, pada akhirnya berpeluang membantu detikers tidur lebih cepat dan nyenyak.

    Ilustrasi tidurLari pagi rutin bisa membuatmu tidur lebih nyenyak. Foto: Getty Images/fizkes

    5. Lari pagi menguatkan tulang

    Jika tidak pernah atau jarang olahraga, pada awalnya aktivitas lari pagi akan bikin badan detikers pegal-pegal. Tapi kalau terus dilakukan secara rutin, tulang dan otot bakal semakin kuat.

    Nah, tulang kuat akan bermanfaat untuk mencegah osteoporosis, osteoarthritis, dan penyakit tulang lain. Tapi jika detikers merasa sakit yang tidak wajar karena olahraga lari, hentikan dulu aktivitas itu dan segera konsultasikan dengan ahlinya ya!

    Buat yang kesehariannya banyak duduk, olahraga fisik seperti lari pagi juga bisa menjaga fleksibilitas tulang belakang karena duduk lama dapat meningkatkan tekanan pada diskus (bantalan pelindung tulang belakang).

    6. Lari pagi untuk anti penuaan

    Melakukan jogging secara rutin membuat detikers berpotensi menghirup udara lebih segar dan paparan sinar Matahari yang masih kaya manfaat di pagi hari. Di saat bersamaan, kulit akan mendapat lebih banyak oksigen dan pasokan darah.

    Waktu terbaik lari pagi atau jogging

    Idealnya, lari pagi dilakukan secara rutin setiap hari. Tapi jika tidak bisa, detikers bisa mengusahakannya 3-4 kali dalam sepekan.

    Untuk pemilihan waktu, detikers bisa menyesuaikan dengan situasi-kondisi lingkungan masing-masing. Tapi disarankan agar olahraga lagi pagi dilakukan sebelum pukul 08.00 WIB atau 09.00 WIB.

    Hal itu dilakukan demi mendapatkan paparan terbaik dari sinar Matahari, yang merupakan sumber vitamin D. Sehingga, akan ideal jika lari pagi dilakukan mulai pukul 05.30 WIB atau 06.00 WIB. Tapi tetap waspada dan berhati-hati ya!

    (krs/nds)



    Sumber : sport.detik.com

  • Event Lari yang Wajib Masuk List Kamu di Bali: KedokteRUN 2025

    Jakarta

    Olahraga lari kini bukan hanya soal menjaga kesehatan, tapi juga sudah menjadi tren gaya hidup yang digemari banyak orang. Dari komunitas pelari di kota besar hingga event maraton berskala internasional, setiap ajang lari selalu menghadirkan cerita dan pengalaman baru.

    Di antara banyak pilihan, hadir satu kegiatan spesial yang siap menyemarakkan kalender olahraga tahun ini, yaitu KedokteRUN 2025, ajang lari sejauh 7 km yang akan berlangsung di Singaraja, Bali, pada Minggu, 14 September 2025.

    KedokteRUN 2025 digelar dalam rangka merayakan ulang tahun Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Selain menghadirkan kompetisi yang menantang, event ini juga ingin menyampaikan pesan penting tentang gaya hidup sehat, kebersamaan, dan sportivitas. Bukan hanya sekadar lomba lari, KedokteRUN adalah momen untuk menyatukan energi positif dari para peserta.


    Kenapa Harus Ikut KedokteRUN 2025?

    Ada beberapa alasan kenapa kamu wajib ikut ajang lari sejauh 7 km ini

    Rute Unik di Singaraja

    Berlari di KedokteRUN bukan hanya soal menguji fisik, tapi juga pengalaman menikmati keindahan kota Singaraja. Rute yang dipilih melewati kawasan yang sarat dengan nilai budaya lokal, memberikan nuansa berbeda dari ajang lari lainnya.

    Momen Perayaan Ulang Tahun Fakultas Kedokteran Undiksha

    KedokteRUN menjadi bagian dari perayaan ulang tahun, sehingga atmosfernya akan lebih meriah. Kamu bisa merasakan semangat kebersamaan dari mahasiswa, dosen, alumni, dan masyarakat yang ikut terlibat.

    Olahraga yang Menyehatkan

    Lari sejauh 7 km termasuk kategori jarak menengah yang ideal untuk semua level, baik pemula maupun pelari berpengalaman. Selain melatih stamina, lari juga bermanfaat untuk kesehatan jantung, pernapasan, hingga menjaga kebugaran tubuh.

    Kompetisi dengan Podium Pemenang

    Untuk kamu yang ingin menantang diri, tersedia podium bagi peserta tercepat. Ini menjadi kesempatan untuk unjuk kemampuan sekaligus membawa pulang kebanggaan.

    Detail Acara KedokteRUN 2025

    • Hari, Tanggal: Minggu, 14 September 2025
    • Waktu: 04.30 – 08.45 WITA
    • Lokasi: Gedung Fakultas Kedokteran Undiksha (Jl. Udayana No. 11, Singaraja, Buleleng, Bali)

    Untuk kamu yang mencari ajang lari sejauh 7 km yang seru, sehat, dan penuh makna, KedokteRUN 2025 adalah pilihan tepat.

    Daftar segera agar kamu tidak melewatkan kesempatan untuk merayakan momen istimewa ini bersama komunitas pelari dan masyarakat Singaraja. Yuk, persiapkan sepatu terbaikmu dan jadilah bagian dari perayaan sehat penuh energi! Daftar sekarang juga melalui detikEvent.

    (krs/pur)



    Sumber : sport.detik.com

  • Apa Itu Padel? Olahraga Unik yang Lagi Viral di Kalangan Seleb dan Ekspat!

    Jakarta

    Terdapat beragam olahraga yang menarik dan seru untuk dimainkan di dunia. Salah satunya yang kini sedang digandrungi para selebriti dan ekspat adalah padel.

    Olahraga viral ini sekilas mirip dengan permainan tenis dan squash. Namun, perbedaannya terletak pada ukuran lapangan, sistem bermain, hingga alat yang digunakan.

    Apa sebenarnya olahraga padel? Nah, untuk memahami lebih lanjut, detikers dapat menyimak uraiannya berikut ini.


    Pengertian Olahraga Padel

    Mengutip dari Jurnal Environmental Research and Public Health, padel merupakan olahraga raket yang dimainkan di lapangan berukuran 20 x 10 meter, dipisahkan oleh net di tengah, dan dibatasi oleh kaca dan kisi-kisi tempat bola memantul.

    Meskipun dinilai mirip dengan tenis, padel memiliki ukuran lapangan sepertiga lebih kecil dari tenis. Selain itu, peralatan yang digunakan juga berbeda. Tenis menggunakan raket senar dengan pegangan lebih panjang, sementara raket padel memiliki bantalan dengan gagang pendek yang memiliki inti busa dan bagian luar berupa fiberglass.

    Selain dari segi perlengkapan, teknik bermain padel dan tenis juga berbeda. Padel merupakan olahraga yang dimainkan dengan skema ganda, berbeda dengan tenis yang bisa dimainkan secara tunggal.

    Sejarah Singkat dan Penemu Olahraga Padel

    Mengutip dari situs resmi International Padel Federation (IPF), olahraga padel sudah populer sejak tahun 1960-an. Penemu olahraga padel pertama kali adalah seorang penggemar tenis yang berasal dari Meksiko bernama Enrique Corcuera.

    Pada awalnya, Enrique mulai merancang lapangan tenis versi mini yang dikelilingi dinding setinggi 3 meter. Kemudian, ia dan istrinya mulai mengembangkan peraturan untuk olahraga tersebut yang pada masa itu dinamai “paddle Corcuera” atau raket Corcuera.

    Seiring perkembangannya, padel mulai dimainkan di berbagai negara dan memiliki ajang internasionalnya sendiri. Pada tahun 1991, asosiasi internasional padel didirikan dengan nama International Padel Federation (IPF) di Madrid.

    Perlengkapan Olahraga Padel

    Sebelum mulai bermain, sebaiknya detikers menyiapkan segala perlengkapan olahraga padel. Berikut ketentuannya.

    1. Raket padel
      Berbeda dengan tenis, raket padel tidak menggunakan senar, melainkan bentuknya solid dan memiliki lubang-lubang kecil untuk mengurangi hambatan udara.
    2. Bola padel
      Meskipun terlihat sama dengan bola tenis, bola padel memiliki permukaan kasar agar tidak licin saat memantul ke raket atau dinding.
    3. Sepatu khusus padel
      Berbeda dengan olahraga lainnya, sepatu padel ternyata memiliki ketentuan sendiri. Sepatu padel dirancang dengan sol herringbone yang mampu menyokong kaki ketika bermain di lapangan rumput sintetis.
    4. Pastikan detikers memilih sepatu dengan bahan yang ringan dan fleksibel untuk memudahkan pergerakan selama bermain.
    5. Pakaian olahraga padel
      Pakaian olahraga yang digunakan saat bermain padel sebaiknya memilikii bahan yang ringan, lentur, dan mudah menyerap keringat.
    6. Grip untuk raket padel
      Grip atau pegangan pada raket berfungsi memberikan cengkeraman ekstra dan mampu menyerap keringat. Penggunaan grip pada raket dapat meningkatkan kenyamanan selama bermain.
    Padel Connect 2Aktivitas seru olahraga Padel. Foto: Brandcomm

    Manfaat Olahraga Padel

    Selain banyak digemari, olahraga padel ternyata juga memiliki segudang manfaat, baik untuk kesehatan hingga kerja sama tim. Berikut beberapa di antaranya:

    • Intensitas gerakan yang cukup tinggi dapat meningkatkan kesehatan jantung.
    • Membantu meningkatkan daya koordinasi tubuh, terutama mata dan tangan.
    • Melatih kerja sama tim karena dimainkan dengan skema ganda.
    • Membantu menurunkan berat badan karena pergerakannya dapat membakar kalori dengan baik.

    Demikianlah ulasan lengkap mengenai pengertian, sejarah, hingga manfaat bermain olahraga padel. Bagaimana, detikers tertarik untuk mencoba olahraga satu ini?

    Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

    (krs/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Cerita Diet Pria Berbobot 100 Kg Sukses Pangkas BB, Ukuran Baju dari XL ke S

    Jakarta

    Seorang pria di Singapura menceritakan kondisi kesehatannya yang parah. Pada tahun 2023, Raeza Ibrahim divonis mengidap beberapa penyakit parah, seperti kolesterol tinggi, perlemakan hati, risiko hipertensi, diabetes, dan penyakit hati.

    Saat itu, berat badan Raeza mencapai 100 kg, kondisi yang mengerikan dalam hidupnya.

    “Saya sadar bahwa saya kelebihan berat badan, tetapi tidak membayangkan seberapa parah kerusakannya,” tuturnya yang dikutip dari South China Morning Post.


    Raeza menceritakan sebelumnya ia mengeluhkan sakit punggung kronis selama bertahun-tahun karena kelebihan berat badan. Ia pun dirawat di rumah sakit dengan nyeri dada pada tahun 2017.

    Pada tahun 2020, Raeza juga didiagnosis mengidap apnea tidur obstruktif. Kondisi ini dapat berakhir jika ia mulai mengubah gaya hidupnya.

    Dalam waktu enam bulan, kadar kolesterol, lemak hati, dan tekanan darahnya kembali normal. Masalah apnea tidur dan nyeri punggungnya juga mulai hilang..

    Pada bulan Agustus 2024, berat badannya turun 26 kg dan lemak tubuhnya berkurang dari 34,8 persen menjadi 14,5 persen.

    Hal itu juga berpengaruh pada ukuran pakaiannya yang turun dari XL menjadi S.

    Saat ini, ia berada dalam kondisi terbaik dalam hidupnya, secara fisik maupun mental.

    Proses Perubahan Gaya Hidup yang Drastis

    Pria 38 tahun itu awalnya sangat aktif secara fisik saat masa sekolah dan perguruan tinggi. Ia biasa bermain bulu tangkis, rugbi, dan kriket.

    Namun, di awal karier hukumnya yang menuntut, ia bekerja 10 hingga 14 jam sehari, lima atau enam hari seminggu. Berat badannya mulai bertambah.

    “Saya tidak cukup tidur, tidur pukul 3 pagi dan bergegas berangkat kerja pukul 8 pagi. Waktu makan saya tidak teratur. Saya makan apa pun yang saya inginkan, kapan pun saya mau. Saya bangun dengan perasaan lesu dan tidur dengan perasaan yang sama,” kata Raeza.

    Kenaikan berat badannya juga sangat berdampak buruk secara emosional. Ia merasa diburu-buru oleh waktu dalam melakukan aktivitas, tidak menyukai penampilanya, dan merasa kurang percaya diri.

    Selama bertahun-tahun, ia melakukan berbagai upaya untuk bisa kembali bugar. Tetapi, tidak ada yang berhasil.

    Pada tahun 2016, ia mengambil cuti panjang selama tiga bulan untuk mendaftar di Tiger Muay Thai, sebuah tempat kebugaran di Phuket, Thailand. Ia berhasil menurunkan berat badan 6 kg, tetapi berat badannya naik lagi saat ia kembali bekerja.

    “Rasa takut kehilangan nyawa mendorong saya untuk bertindak. Merasa buruk tentang penampilan adalah satu hal, merasa bahwa hidup Anda mungkin berakhir sebelum waktunya karena kelalaian Anda sendiri adalah hal yang sama sekali berbeda,” tutur Raeza.

    Ia pun mendaftar di pusat kebugaran Singapura pada Maret 2024 yang dibimbing oleh pelatih. Raeza dilatih melakukan split, angkat beban, dan diharuskan berjalan 10.000 langkah setiap hari.

    Selain berolahraga, Raeza mulai mengubah pola makannya dengan masak sendiri dan makan secara teratur. Ia disarankan untuk mengikuti diet 1.800 kalori per hari, dan melakukan latihan kekuatan tiga kali seminggu.

    “Makan dulunya adalah cara untuk mengatasi stres. Saya makan untuk menghilangkan perasaan buruk saya. Makanan adalah pelepas lelah dan kesenangan yang cepat,” terang Raeza.

    Untuk sarapan pada pukul 8 pagi, ia biasa mengkonsumsi roti sourdough dengan telur atau buah. Kemudian, pada 11 siang ia minum protein shake.

    Untuk makan pukul 1 siang, Raeza biasanya makan salad dengan protein. Sebagai camilan pukul 5 sore, ia biasa mengkonsumsi semangkuk buah yang membuatnya kenyang hingga waktu makan malam.

    Menu makan malamnya, Raeza biasa makan daging tanpa lemak atau ikan dengan sayuran dan ubi jalar.

    Setelah mengalami perubahan yang drastis, Raeza mengunggah menu sehatnya ke media sosial. Ia mulai menerima banyak pujian dan membuat banyak temannya termotivasi dengan perubahannya.

    “‘Suka’ dan pujian yang saya terima dari keluarga dan teman memotivasi saya untuk terus menjalankan diet baru saya,” terang Raeza.

    “Bisa memperlihatkan lengan yang kencang dengan sedikit perut six-pack itu menyenangkan,” sambungnya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Kisah Nyata Pejuang Diet Sukses Turun 18 Kg dengan Jalan Kaki 30 Menit Sehari

    Jakarta

    Jalan kaki tergolong sebagai olahraga yang ringan. Namun, jika dilakukan secara rutin dengan target langkah tertentu, aktivitas fisik ini bisa memberikan banyak manfaat kesehatan, salah satunya membakar lemak.

    Seperti yang dilakukan Irvan Aditya (32), seorang pria di Bandung, Jawa Barat. Dalam usahanya menurunkan berat badan, Irvan selalu menyempatkan diri untuk berjalan kaki, setidaknya 30 menit sehari.

    “Rutin nge-usahain jalan di treadmill itu 30 menit sehari. Kalau weekend baru tuh nge-push sampai 1 jam, sisanya workout sama angkat beban. Rata-rata kalau 30 menit, speed 5 itu saya usahain 3.000 langkah meski kadang lebih,” kata Irvan saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (21/6/2025).


    “Kalau sampai sekarang sih (Juni), dihitung-hitung total sudah 18 kg (turun dari 89 kg),” sambungnya.

    Namun, Irvan tidak hanya mengandalkan olahraga sebagai upaya menurunkan berat badannya. Dirinya juga menjaga pola makan, seperti mengurangi konsumsi karbohidrat dan gula, serta menambah asupan protein.

    “Mengurangi dari awalnya satu atau dua centong, dikurangi pelan-pelan, dikit demi sedikit sampai dua sendok makan. Perbanyak proteinnya, mulai tahu, tempe, daging ayam, daging sapi itu berkelanjutan terus menerus sampai sekarang,” kata Irvan.

    Manfaat Jalan Kaki

    Dikutip dari Men’s Health, Kim Yawitz, RD seorang pelatih kebugaran di St. Louis, Mo mengatakan jalan kaki yang dipadukan dengan pola makan yang baik dapat membantu seseorang membakar lebih banyak kalori.

    “Jalan kaki membakar sekitar 100 kalori per mil (1,6 km), secara rata-rata, dan ini dapat membantu Anda menciptakan defisit kalori bila dipadukan dengan pola makan rendah kalori,” kata Yawitz.

    “Saya sering merekomendasikannya untuk klien saya yang baru mulai berolahraga, karena mudah bagi pemula dan tidak membebani sendi,” lanjutnya.

    Selain membakar lemak, jalan kaki juga menyimpan banyak manfaat lain, di antaranya:

    1. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Dikutip dari Prevention, jalan kaki secara rutin juga dapat meningkatkan kesehatan jantung. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk latihan aerobik yang bermanfaat untuk meningkatkan detak jantung dan oksigen dalam tubuh.

    Jalan kaki selama 15 menit dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol tinggi, serta meningkatkan aliran darah dalam tubuh. Ini sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung.

    2. Meningkatkan Kesehatan Tulang

    Rutin berjalan kaki selama 30 menit sehari dapat membantu meningkatkan kepadatan dan kesehatan tulang. Selain itu, kombinasi antara rutin jalan kaki dan latihan kekuatan tubuh juga efektif memperkuat kesehatan otot dan tulang.

    3. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

    Jalan kaki juga dapat meningkatkan imun tubuh. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang berolahraga secara teratur tidak mudah terserang infeksi virus dan memiliki gejala yang tidak terlalu parah saat sakit dibandingkan dengan mereka yang jarang berolahraga setiap minggu.

    4. Menjaga Kesehatan Mental

    Jalan kaki juga dapat menjaga mental tetap sehat. Ini karena jalan kaki secara alami dapat melepaskan endorfin yang turut meningkatkan suasana hati.

    Suatu penelitian mengungkapkan jika semakin sering berjalan kaki, maka suasana hati akan semakin baik. Hal ini turut mempengaruhi kesehatan mental sehingga tidak mudah cemas dan stres.

    5. Meningkatkan Kualitas Tidur

    Sebuah studi pada tahun 2019 menunjukkan bahwa mereka yang rutin olahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan kualitas tidur di malam hari, sehingga tidur lebih nyenyak dan bangun dalam keadaan segar.

    Dalam suatu penelitian yang dipublikasikan oleh Sport Sciences for Health pada tahun 2021, orang dewasa yang berjalan kaki setiap hari memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kualitas tidur dan durasi tidur. Lalu, berjalan kaki juga membantu mengurangi rasa cemas dan stres yang dapat mengganggu waktu tidur.

    (dpy/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • 10 Khasiat Kopi Pahit untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui

    Jakarta

    Kopi pahit seringkali menjadi minuman ‘wajib’ bagi sebagian orang di pagi hari. Tak hanya nikmat, kopi ini juga mengandung banyak manfaat untuk kesehatan.

    Seperti namanya kopi pahit tentu tidak mengandung gula. Sehingga cocok untuk dinikmati oleh orang-orang yang harus menjaga kadar gula darah. Apa saja khasiat dari kopi pahit?

    10 Khasiat Kopi Pahit

    Selain menjadi minuman yang biasa dinikmati di pagi hari, ada banyak khasiat dari kopi pahit. Berikut di antaranya:


    1. Meningkatkan Daya Ingat

    Meminum kopi hitam atau kopi pahit di pagi hari bisa meningkatkan fungsi otak. Mengutip Times of India, kopi ini membantu otak tetap aktif, sehingga meningkatkan daya ingat.

    Kopi pahit juga menjaga saraf tetap aktif dan pada gilirannya mencegah demensia. Selain itu, menurut Nature Neuroscience dan Johns Hopkins University, kopi pahit meningkatkan koneksi saraf di pusat memori.

    2. Menjaga Kesehatan Jantung

    Mengutip laman Medium, kopi pahit bisa meningkatkan metabolisme dan membantu menjaga arteri tetap bersih. Kopi ini berfungsi sebagai pelindung dari penyakit kardiovaskular.

    3. Memberikan Energi

    Salah satu manfaat terbesar dari kafein adalah memberikan energi yang besar pada tubuh. Perlu diketahui bahwa gula akan memberikan dampak negatif pada khasiat penting ini. Sebab, gula berkontribusi meningkatkan kadar insulin dan menyebabkan seseorang merasa lelah dan mengantuk.

    4. Melindungi Hati

    Mengutip laman Ponte Vecchio, organ tubuh lainnya yang mendapat manfaat dari asupan kopi adalah hati. Menurut beberapa penelitian, ada korelasi positif antara kesehatan hati dan asupan kopi. Minuman pahit ini dapat melindungi tubuh dari penyakit sirosis hati.

    Kopi pahit tentunya memiliki kandungan rendah kalori dan dapat membakar lemak. Hal ini dapat mengekang nafsu makan, mempercepat metabolisme dan memicu thermogenesis.

    6. Mengatasi Migrain

    Kafein dapat membantu mengatasi migrain. Bukan kareja kandungan vasokonstriknya yang memungkikan untuk menyempitkan pembuluh darah, namun juga karena sifat analgesiknya. Meski begitu, jangan mengkonsumsi kopi secara berlebihan. Sebab, hal tersebut bisa menyebabkan sulit tidur sehingga memperparah sakit kepala.

    7. Mengurangi Risiko Kanker

    Kopi mengandung senyawa antioksidan yang dapat mengurangi peradangan. Peradangan sendiri menjadi salah satu faktor utama di balik berkembangnya sel kanker atau tumor. Penelitian menyebut bahwa mengkonsumsi kopi pahit bisa mengurangi risiko penyakit kanker tertentu, seperti kanker payudara, usus besar dan hati.

    Banyak studi yang mengatakan bahwa kafein dalam kopi bisa membantu menjaga kadar gula darah. Sebab, kafein bisa meningkatkan kinerja sel beta dalam pankreas yang berfungsi untuk memproduksi hormon insulin untuk mengatur kadar gula dalam darah.

    9. Melindungi Tubuh dari Radikal Bebas

    Kopi kaya akan kandungan antioksidan. Sehingga, minuman ini dapat melindungi tubuh dari serangan oksidasi sel dan radikal bebas.

    10. Melancarkan Proses Pencernaan

    Jika kamu menderita gangguan pencernaan, kopi pahit dapat membantu. Salah satu khasiat terbesarnya adalah meningkatkan sekresi lambung yang diperlukan untuk memulai proses pencernaan.

    Itulah berbagai khasiat kopi pahit untuk kesehatan. Kamu pecinta kopi pahit atau yang manis?

    (row/row)



    Sumber : health.detik.com