Tag: kesehatan organ intim

  • Ladies! 5 Pola Diet Ini Ampuh Jaga Kesehatan Miss V


    Jakarta

    Menjaga keseimbangan pH dan kesehatan miss v juga dipengaruhi oleh diet yang diterapkan. Ahli ginekologi menyarankan pola diet untuk menjaga kesehatan vagina.

    Bagian organ intim kewanitaan sensitif dengan pH atau tingkat keasaman. Normalnya pH vagina berada pada 3,8 – 5.0.

    Tak hanya menjaga kebersihannya, tetapi kesehatan vagina juga dapat dipengaruhi oleh pola diet dan hidup sehat. Ahli ginekologi yang mempelajari cabang kedokteran pada sistem reproduksi wanita secara keseluruhan menyarankan beberapa pola diet.


    Tujuan pola diet sehat untuk menjaga kesehatan vagina adalah memberikan lingkungan untuk bakteri lactobacilli tumbuh subur. Dilansir dari Very Well Health, (25/3/2025), ada beberapa makanan yang dapat berdampak besar pada kesehatan vagina.

    Baca juga: Eksklusif! Yuk Belajar Roasting Biji Kopi Bareng Jawaranya Langsung

    Berikut ini 5 pola diet yang disarankan ginekologi untuk kesehatan miss V:

    Ladies! 5 Pola Diet Ini Ampuh Jaga Kesehatan Miss VMengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dapat mengganggu kesehatan miss v. Foto: Getty Images/vchal

    1. Kurangi Lemak Jenuh

    Konsumsi lemak jenuh tak dapat dipungkiri dapat mengganggu kesehatan tubuh. Selain memicu obesitas, konsumsi lemak jenuh juga berdampak pada kesehatan organ intim wanita.

    Kebiasaan makan tinggi lemak tidak disarankan oleh ginekologi. Ladies diharapkan dapat meminimalisir asupan daging merah, mentega, dan goreng-gorengan.

    Asupan lemak jenuh yang tinggi dapat memicu kenaikan pH pada vagina. Dampak nya mikroflora pada vagina yang seharusnya menjaga kesehatan akan berubah.

    2. Hindari Asupan Gula

    Ngidam makanan manis, terutama ketika menjelang menstruasi sering dialami wanita. Ternyata rasa ngidam tersebut juga harus tetap dikendalikan.

    Alasannya konsumsi gula yang berlebihan dapat memicu kenaikan kadar pH pada vagina. Sebagaimana gula disukai oleh ragi, begitu pula dengan dampaknya pada mikrobiologi pada vagina.

    Konsumsi makanan manis yang berlebihan dapat menyebabkan kenaikan pesat bakteri pada vagina yang dapat memicu infeksi.

    3. Konsumsi Makanan Prebiotik

    Makanan prebiotik tidak hanya baik untuk pencernaan. Menurut ahli ginekologi, prebiotik juga dibutuhkan wanita untuk menjaga kesehatan organ intimnya.

    Ternyata makanan prebiotik terbukti dapat membantu pertumbuhan bakteri baik. Seperti memberikan Lactobacillus yang menjaga keseimbangan pH pada vagina.

    Adapun makanan tinggi prebiotik yang disarankan juga mudah didapatkan. Seperti pisang, bawang putih, asparagus, dan sayuran hijau lainnya.

    Ladies! 5 Pola Diet Ini Ampuh Jaga Kesehatan Miss VDiet ovo-vegetarian lebih disarankan ginekologi untuk wanita yang ingin menjaga kesehatan vaginanya. Foto: Getty Images/vchal

    4. Meniru Diet Ovo-Vegetarian

    Diet vegetarian salah satu yang paling populer diterapkan oleh pegiat kesehatan. Ternyata untuk wanita, ahli ginekologi lebih menyarankan pola diet ovo-vegetarian.

    Berbeda dengan vegetarian, diet ini masih memperbolehkan pelakunya mengonsumsi makanan yang lebih seimbang. Salah satunya telur dan beberapa turunan hewani lainnya.

    Dibandingkan dengan hanya mengonsumsi sayuran, memadukannya dengan sumber protein hewani lebih baik untuk kesehatan vagina. Diet ovo-vegetarian cocok untuk membentuk lingkungan yang sehat untuk Lactobacillus tumbuh di dalam vagina.

    5. Cukupi Hidrasi

    Hidrasi memiliki peran yang penting bagi tubuh. Tidak hanya kelembapan atau mencegah dehidrasi, memenuhi hidrasi mampu menjaga kesehatan organ tubuh.

    Minum banyak air dapat membantu mencuci racun dan mengeluarkan toksin dari dalam tubuh. Begitu pula dengan dampaknya terhadap ekosistem pada miss v.

    Kebutuhan hidrasi seorang wanita disebut ahli ginekologi juga pengaruhi oleh kondisi seksual. Misalnya ketika kehamilan, melahirkan, dan keaktifan seksual punya kadar asupan hidrasi yang disarankan dalam jumlah berbeda.

    Baca juga: Keren! Wanita Ini Sukses Bikin Kafe Sendiri usai Nekat Resign dari Kantor

    (dfl/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد Source : unsplash.com / Rachel Park

  • Rekomendasi Bahan Celana Dalam Wanita ala Dokter Obgyn, Jangan Salah Pilih!


    Jakarta

    Memilih jenis celana dalam tak banyak disadari dapat berefek pada kesehatan organ reproduksi. Mengenakan pakaian dalam salah tidak hanya dapat menyebabkan selip, namun juga bisa menyebabkan infeksi.

    “Secara umum pakaian dalam yang pas, dapat mengatur suhu, dan terbuat dari bahan alami adalah pakaian dalam yang paling ideal,” ucap Dr Somo Javaid dari HerMD, dikutip dari NY Post, Senin (8/1/2023).

    Ia menambahkan bahwa pakaian dalam yang dimaksud adalah yang berbahan natural, menyerap keringat, sejuk, dan dapat mengatur suhu serta memberikan kenyamanan dan menjaga kesehatan vagina.


    “Ini benar-benar ada hubungannya dengan ‘kemampuan bernapas’ pada kain tersebut. Pakaian dalam harus lembut dan tidak licin,” ujar spesialis kandungan bersertifikat di Atlanta, Dr Andrea Braden menambahkan.

    Beberapa jenis kain alami yang baik digunakan sebagai bahan celana dalam seperti katun rami, bambu, dan linen. Tipe kain tersebut lebih baik dibandingkan dengan bahan sintetis seperti nilon, poliester, dan satin.

    “Bagi wanita penting bagi kesehatan vulva untuk memiliki sirkulasi udara yang baik,” jelas Braden.

    Manfaat kain katun atau jenis kain apapun memiliki manfaat yang bisa berbeda-beda. Semua itu tergantung pada jenis serat, jenis tenunan, dan keadaan.

    “Saat keringat semakin banyak, kain katun dapat menahan terlalu banyak kelembapan. Ini dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri dan jamur yang berlebihan,” ucap Dr Scott D Miller, direktur medis dari Wellstar Urology di Atlanta.

    Dalam kondisi ini, Scott menyarankan kain dengan kombinasi katun dan serat sintetis. Menurutnya kain polyester murni merupakan pilihan yang buruk untuk pakaian dalam.

    “Meskipun bahan ini paling ringan, bahan ini tidak mudah menyerap keringat dan tidak terlalu sejuk. Namun, daya tahannya membuatnya menjadi tambahan yang bagus karena sebagian kecil dari campuran kain,” sambung Scott.

    Jenis Tenunan Juga Penting

    Tenunan pakaian dalam juga menjadi sebuah faktor penting untuk memilih pakaian dalam. Spesialis kandungan di Pediatrix Medical Group Denver, Dr Suzy Lipinski menuturkan jenis rajutan dapat dapat membatasi sejauh mana kain bisa ‘bernapas’.

    Setelah menemukan jenis tenunan katun yang tepat, menentukan jenis potongan yang tepat dapat dilakukan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pribadi.

    “Kuncinya adalah ukuran yang nyaman dan tidak menyempit atau membuat lecet. Ini berarti pakaian dalam bisa berbeda untuk setiap tipe tubuh. Coba tanyakan pada diri Anda, apakah pakaian dalam tersebut terasa nyaman atau sempit?” ujar Suzy.

    “Apakah celana dalam terangkat atau menyebabkan lecet? Bahkan dua pasang pakaian dalam dengan potongan yang sama tetapi dari merek yang berbeda dapat terasa berbeda,” pungkasnya.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy