Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Jakarta –
Daging merah yang disukai banyak orang ternyata memiliki efek samping untuk kesehatan otak. Setelah dilakukan banyak penelitian terkait, begini penjelasan ahli.
Daging merah yang berasal terutama dari sapi sering diandalkan sebagai asupan protein utama. Padahal banyak jenis daging yang dapat dikonsumsi manusia seperti unggas, ikan, dan masih banyak lainnya.
Daging juga menjadi makanan populer yang punya banyak penggemar. Apalagi ketika disajikan sebagai hidangan barbeque dengan pelengkapnya yang komplet.
Ternyata di balik kelezatan daging dan olahannya, ahli gizi punya pandangan lain. Ada beberapa penemuan yang diungkap berdasarkan efek samping dari konsumsi daging.
Baca juga: 10 Benda Gemas di Dapur Bikin Masak Jadi Lebih Mudah
Konsumsi daging dan olahannya ditemukan ahli punya efek samping terhadap otak. Foto: Getty Images/iStockphoto/karandaev
|
Science Daily (15/1) mempublikasi penemuan terbaru dari penelitian ahli terhadap konsumsi daging merah. Adapun secara spesifik daging yang dimaksud ialah olahan seperti bacon, hot dog, sosis, salami, dan berbagai daging dengan proses pengolahan yang tinggi.
Ada 133.771 partisipan yang kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dalam pengamatan tersebut. Semuanya dikategorikan berdasarkan jenis kelamin, usia, dan kondisi penyakit bawaan yang diidap sejak awal.
Adapun kelompok yang telah ditentukan akan diberi hidangan daging merah utuh dan daging merah olahan. Pada kelompok berisi konsumen daging merah utuh ditemukan bahwa tidak adanya pengembangan risiko demensia.
Tetapi ada laporan yang berbeda dari grup yang diberi asupan daging merah olahan. Ditemukan adanya peningkatan 14% dari kelompok yang mengonsumsi daging olahan rata-rata 0,25 porsi per hari.
Baca juga: Menelusuri Sejarah Kopi di Bogor Melalui 3 Kedai Legendaris
Ada risiko demensia hingga penurunan kognitif pada konsumennya. Foto: Getty Images/iStockphoto/karandaev
|
Selain demensia, ada penurunan kognitif yang cukup signifikan pada hampir semua kelompok. Pada kelompok partisipan yang hanya mengonsumsi daging merah utuh ditemukan penurunan kognitif hingga 16%.
Penilaiannya berdasarkan dari hasil tes mengingat dan menyelesaikan masalah yang dilakukan. Namun ditemukan asupan makanan yang dapat mengatasi penurunan kognitif tersebut.
Para peneliti mencoba mengganti asupan daging dengan biji-bijian dan kacang-kacangan utuh. Hasilnya ditemukan risiko penurunan kognitif yang lebih rendah hingga 19%.
“Mengurangi asupan daging merah pada seseorang dengan menggantinya berupa protein nabati dapat menjadi acuan untuk menangkal penurunan kesehatan kognitif,” ujar Dong Wang juru bicara dalam penelitian yang dilakukan.
Jurnal yang dilakukan oleh American Academy if Neurology dan didukung National Institutes of Health disebut oleh Wang, masih butuh pendalaman. Alasannya dikhawatirkan hasilnya hanya berdampak pada ras, jenis kelamin, dan kondisi biologi terbatas dari partisipannya saja.
(dfl/odi)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Kesehatan otak perlu dijaga, salah satunya dengan memilih asupan makanan yang tepat. Hindari 8 makanan terburuk untuk kesehatan otak dan pilihlah alternatif sehatnya.
Menjaga kesehatan otak penting untuk memastikan fungsi kognitif, memori, dan kesehatan mental secara keseluruhan juga baik. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan otak dan pola makan memainkan peran penting.
Konsumsi beberapa makanan bisa menimbulkan efek buruk untuk kesehatan otak, berpotensi menyebabkan masalah seperti penurunan kognitif, kehilangan ingatan, dan bahkan peningkatan risiko penyakit neurologis.
Mengutip Times of India (24/5/2024), berikut daftar 8 makanan yang merugikan kesehatan otak, beserta alternatifnya yang lebih sehat:
1. Minuman manis
Minuman manis seperti soda, minuman energi, dan jus buah kemasan memang terasa nikmat, tapi batasi konsumsinya karena minuman ini tinggi fruktosa. Kelebihan asupan fruktosa dapat menyebabkan resistensi insulin, inflamasi, dan fungsi otak yang terganggu.
Untuk pilihan lebih sehat, coba minum infused water dimana air putih diberi perasa alami seperti irisan lemon, mentimun, atau daun mint. Teh herbal dan air kelapa juga bisa jadi pilihan untuk menghidrasi tubuh tanpa mengasup gula tambahan.
2. Karbohidrat olahan
Foto: Mary Holand
|
Makanan dengan karbohidrat olahan juga banyak ditemukan di sekitar kita. Rasanya enak-enak seperti roti, pastry, dan aneka makanan olahan. Waspadai konsumsinya karena jenis makanan ini mengandung indeks glikemik tinggi.
Mengonsumsi karbohidrat olahan dapat menyebabkan lonjakan gula darah dengan cepat yang meningkatkan risiko gangguan kognitif. Sebaiknya beralih ke sumber karbohidrat lebih sehat seperti quinoa, beras merah, dan roti gandum. Makanan ini memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dan memberikan energi yang stabil sehingga mendukung fungsi otak yang lebih baik.
3. Lemak trans
Untuk menjaga kesehatan otak, kamu juga perlu membatasi asupan makanan yang mengandung lemak trans. Umumnya ditemukan pada margarin, makanan panggang kemasan, dan gorengan. Konsumsinya dapat meningkatkan inflamasi dan stres oksidatif di otak.
Dalam jangka panjang, konsumsi lemak trans terkait dengan risiko penyakit Alzheimer dan penurunan kognitif yang lebih tinggi. Untuk pilihan sumber lemak sehat, coba perbanyak konsumsi alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun. Jenis lemak ini menurunkan risiko inflamasi dan menyediakan asam lemak esensial untuk tubuh.
4. Makanan olahan
Foto: lovefood.com
|
Makanan olahan, seperti keripik, mie instan, dan makanan cepat saji, sering kali mengandung kadar gula yang tinggi, lemak tidak sehat, dan zat aditif. Hal ini dapat mengganggu fungsi otak dan meningkatkan risiko masalah kesehatan mental.
Sebaiknya kamu beralih pada makanan utuh yang tidak diolah. Buah-buahan segar, sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian dapat jadi pilihan terbaik untuk kesehatan otak.
Selengkapnya di halaman selanjutnya.
5. Aspartam
Hindari juga konsumsi aspartam kalau kesehatan otak ingin terjaga. Aspartam adalah pemanis buatan yang banyak ditemukan dalam soda dan produk bebas gula.
Konsumsinya telah dikaitkan dengan masalah perilaku dan kognitif. Beberapa penelitian menunjukkan hal itu dapat meningkatkan stres oksidatif di otak. Alternatif yang sehat termasuk pemanis alami seperti stevia, buah, dan erythritol, yang memberikan rasa manis tanpa potensi efek negatif pada kesehatan otak.
6. Minuman alkohol
Foto: Istock
|
Konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan penyusutan otak, gangguan fungsi neurotransmitter, dan gangguan kognitif. Minum alkohol secara kronis meningkatkan risiko pengembangan demensia dan kondisi neurologis lainnya.
Mulai sekarang, kurangi asupan minuman alkohol dan pilih minuman seperti teh herbal, air soda, atau kombucha. Pilihan ini menyegarkan dan mendukung hidrasi tanpa berdampak negatif pada kesehatan otak.
7. Makanan tinggi sodium
Waspadai konsumsi makanan tinggi sodium yang banyak terdapat di makanan olahan dan makanan kalengan. Konsumsinya dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, mengurangi aliran darah ke otak, dan mengganggu fungsi kognitif.
Pilih makanan segar dan utuh. Lalu gunakan rempah sebagai bumbu masak alami daripada garam. Konsumsi bumbu seperti bawang putih, kunyit, dan kemangi tidak hanya menambah rasa tetapi juga memberikan manfaat kesehatan.
8. Sumber lemak jenuh
Foto: iStock
|
Satu lagi makanan yang perlu dihindari untuk menjaga kesehatan otak yaitu makanan sumber lemak jenuh. Biasanya terdapat pada daging merah, mentega, dan produk susu berlemak. Konsumsinya dikaitkan dengan peningkatan peradangan dan risiko penurunan kognitif.
Sebaliknya, pilihlah protein tanpa lemak seperti ikan, ayam, dan protein nabati seperti kacang-kacangan dan lentil. Pilihan ini memberikan nutrisi penting tanpa lemak jenuh tingkat tinggi.
(adr/odi)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Otak sebagai salah satu organ vital dipengaruhi oleh penuaan. Agar tetap tajam dan jernih berpikir, orang dewasa perlu rutin mengonsumsi makanan ini.
Otak termasuk organ vital yang fungsinya dapat menurun seiring degenerasi atau penuaan. Karena itu butuh nutrisi yang cukup untuk menjaga otak tetap tajam dan dapat berpikir jernih.
Pada orang dewasa, menjaga ketajaman otak dapat dilakukan dengan konsumsi makanan tertentu. Mulai dari buah-buahan, kacang-kacangan, hingga camilan sehat yang disarankan pakar kesehatan.
Baca juga: Matcha Jepang Langka, Negara Ini Disebut Berpotensi jadi Alternatif
Berikut 5 makanan untuk menjaga ketajaman otak, dilansir dari Medical News Today:
Minyak ikan mengandung Omega-3 yang baik untuk menjaga ketajaman otak. Foto: Getty Images/fcafotodigital
|
1. Minyak Ikan
Sebagian ikan memiliki kandungan lemak atau minyak ikan yang dibutuhkan oleh tubuh. Minyak ikan memiliki kandungan omega-3 yang dapat meningkatkan aliran darah menuju otak.
Para peneliti telah mengidentifikasi adanya kaitan asupan omega-3 yang tinggi dengan perbaikan kognisi atau kemampuan berpikir pada orang dewasa.
Beberapa jenis ikan yang disarankan ialah salmon, mackerel, tuna, herring, dan sarden. Selain itu, ada juga omega-3 dari sumber nabati yang dianjurkan seperti kacang kedelai.
2. Dark Chocolate
Dibanding jenis cokelat lain, dark chocolate memiliki kandungan kakao yang paling tinggi. Kakao memiliki flavonoid yang merupakan bagian dari antioksidan.
Asupan antioksidan yang cukup dibutuhkan otak untuk menjaga kesehatannya. Antioksidan dapat membantu mencegah stres oksidatif yang berkontribusi pada penurunan otak karena penuaan.
Pada penelitian tahun 2013, flavonoid dalam kakao terbukti mampu meningkatkan neuron dan pertumbuhan pembuluh darah yang membantu ketajaman memori orang dewasa.
3. Buah Berry
Walaupun ukurannya kecil, tetapi buah berry memiliki khasiat yang besar. Berbagai jenis buah berry memiliki kandungan flavonoid yang mirip seperti dark cokelat.
Peneliti menyarankan konsumsi buah berry lebih rutin jika ingin menjaga kesehatan otak. Antioksidan di dalam buah berry antara lain anthocyanin, asam kafeat, katekin, dan quercetin.
Pada pengamatan tahun 2014, konsumsi buah berry rutin ditemukan memberikan efek positif terhadap otak. Mulai dari meningkatkan komunikasi antara sel otak, mengurangi inflamasi, hingga mencegah penyakit yang mengganggu otak terkait penuaan.
Kacang-kacangan juga menjadi salah satu asupan omega-3 nabati yang disarankan pakar kesehatan. Foto: Getty Images/fcafotodigital
|
4. Kacang-kacangan
Seperti yang disebutkan sebelumnya, pakar kesehatan menyarankan asupan omega-3 nabati dari kacang-kacangan.
Pada penelitian tahun 2014 ditemukan konsumsi kacang-kacangan berpengaruh baik pada fungsi otak yang menurun sebab degenerasi.
Kandungan vitamin E dalam kacang juga berkontribusi mencegah risiko Alzheimer. Beberapa biji-bijian dan kacang-kacangan yang direkomendasikan, misalnya kuaci, almond, dan hazelnut.
5. Kopi
Meningkatnya popularitas kopi ternyata juga memberikan efek positif pada kesehatan. Kandungan kafein pada kopi dapat memblokir adenosin dalam otak yang membuat konsumennya merasa mengantuk.
Penelitian tahun 2018 menyatakan kopi dapat diandalkan untuk membangunkan otak. Hal ini lantaran efek kafein pada otak dapat membantu meningkatkan kapasitas memproses informasi.
Banyak penelitian tentang efek kopi pada otak yang dilakukan ahli. Beberapa penemuan di antaranya dapat mencegah kegagalan kognitif, stroke, Parkinson, hingga Alzheimer.
Baca juga: 5 Makanan Khas Suriname Mirip Makanan Indonesia, Bami hingga Lapis
(dfl/adr)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Elon Musk dikenal sebagai salah satu tokoh paling jenius dan berpengaruh di dunia teknologi. CEO Tesla, SpaceX, dan Neuralink ini dikabarkan memiliki IQ 160, setara dengan ilmuwan ternama seperti Albert Einstein.
Versi perhitungan CogniDNA, IQ Musk diperkirakan mencapai 160. CogniDNA menghitung IQ Musk menggunakan nilai mahasiswa jurusan fisika dan UPenn sebagai proksi.
Musk menunjukkan kecerdasannya secara berbeda dibandingkan ilmuwan tradisional. Tidak seperti Einstein yang berfokus pada fisika teoretis, Musk menerapkan ide-ide ilmiahnya di berbagai bidang.
Salah satu kelebihan dari Elon adalah dirinya yang dianggap memiliki daya ingat luar biasa. Bahkan, untuk detail-detail kecil, seperti nama orang, peristiwa, dan lainnya.
Dikutip dari Times of India, kunci dari mengingat sesuatu dari Elon Musk adalah dengan memberi makna pada setiap kejadian. Dengan ini, maka kecil kemungkinan otak akan melupakan hal tersebut.
Misalnya, jika ingin mengingat nama orang, cobalah kaitkan sesuatu yang istimewa atau berhubungan dengan orang tersebut. Bisa jadi hobi mereka, cerita lucu, atau gaya bicaranya.
Ini akan menciptakan hubungan mental yang kuat, sehingga nama akan mudah diingat. Hubungan yang bermakna ini akan membantu otak manusia lebih terprogram untuk mengingat cerita dan emosi lebih baik daripada fakta acak.
Mengaitkan dengan sesuatu yang lucu mungkin bisa menjadi cara paling ampuh untuk mengingat sesuatu. Ini karena otak sendiri menyukai hal-hal yang tidak biasa dan mengejutkan.
Trik mengingat dari pendiri X Corp ini ternyata bisa dibuktikan lewat sains. Para ahli memori menjelaskan bahwa otak kita menyimpan informasi lebih baik jika dikaitkan dengan emosi atau gambaran mental yang kuat.
Hal ini karena bagian otak yang emosional dan visual membantu menciptakan memori yang bertahan lama.
(dpy/naf)

Sumber : health.detik.com
Jakarta –
Dalam kesehatan otak, banyak orang telah mencoba berbagai makanan dan perubahan gaya hidup. Tetapi, satu hal terlintas dalam pikiran adalah minuman antioksidan mana yang paling ampuh untuk otak.
Kebanyakan orang percaya kopi adalah cara terbaik menyegarkan otak dan tetap fokus pada pekerjaan. Itu membantu pekerjaan tanpa merasa mengantuk sepanjang hari.
Beberapa orang mengatakan bahwa teh hijau lebih baik karena meningkatkan energi, membuang racun tubuh, dan membantu fungsi kognitif yang lebih baik. Lalu, mana yang lebih efektif?
Dikutip dari Times of India, ahli saraf Dr Robert Lowe menjelaskan manfaat dari kedua minuman tersebut.
1. Secangkir Kopi dapat Meningkatkan Kinerja Otak
Kopi lebih dari sekadar ritual pagi, tetapi bisa bermanfaat untuk otak. Bagi sebagian orang, secangkir kopi segar tanpa tambahan gula mungkin satu-satunya cara untuk memulai pagi.
Penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara teratur dikaitkan dengan penurunan penumpukan plak, yang menjadi salah satu indikator utama penuaan dan penyebab penyakit Alzheimer.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan di PubMed Central, menyatakan bahwa kopi mengandung lebih dari 1.000 senyawa bioaktif. Itu termasuk kafein, polifenol, antioksidan, dan trigonelin, yang banyak di antaranya memiliki efek antiinflamasi, antioksidan, neuroprotektif, anti kanker, dan pelindung jantung.
Selain itu, kopi dapat mengurangi kemungkinan Alzheimer hingga 65 persen dan Parkinson 29 persen. Tetapi, ada pula kekurangannya yaitu dapat mengganggu penyerapan zat besi, pengobatan osteoporosis, dan beberapa antibiotik.
2. Teh Hijau Meningkatkan Kognitif yang Lebih Tenang
Teh hijau memiliki manfaat tersendiri untuk meningkatkan kinerja otak, dan juga memberikan energi yang menenangkan. Sebuah studi yang dipublikasikan dengan judul ‘Studi kohort longitudinal yang menunjukkan efek menguntungkan dari konsumsi teh hijau dan kopi dalam jumlah sedang terhadap pencegahan demensia: Studi Kesehatan Mental JPHC Saku’ menyimpulkan bahwa 2-3 cangkir teh hijau per hari secara signifikan mengurangi risiko penurunan kognitif.
Namun, hal ini hanya diamati pada individu yang lebih tua. Tidak ada efek signifikan yang ditemukan pada seluruh sampel yang mencakup orang yang lebih muda.
Ini untuk mengingatkan bahwa lebih banyak tidak selalu lebih baik. Tetapi, dosis teh hijau yang lebih tinggi (lebih dari 4 cangkir) tidak meningkatkan manfaatnya.
Menurut Robert Lowe, kopi merupakan peningkatan kognitif, terutama karena kandungan kafein yang membantu meningkatkan fokus, daya ingat, dan rentang perhatian. Kopi juga kaya polifenol, senyawa yang memberi warna gelap pada kopi, yang bermanfaat untuk kesehatan usus, mikroba usus yang terkait dengan fungsi otak.
Sementara teh hijau, selain membantu menyeimbangkan energi, minuman ini mengandung L-theanine, asam amino yang meningkatkan ketenangan dan relaksasi. Teh hijau juga ramah usus dan mengandung polifenol, seperti kopi yang mendukung kesehatan usus dan pada gilirannya menutrisi otak melalui poros usus-otak.
Kesimpulannya, kopi maupun teh hijau menawarkan manfaat yang kuat. Tetapi, kopi mungkin sedikit lebih merangsang energi, sementara teh hijau memberikan energi yang lebih halus dan lebih tenang.
Namun, pada akhirnya semua kembali ke pilihan yang nyaman untuk tubuh masing-masing.
(sao/naf)

Sumber : health.detik.com
Jakarta –
Mungkin sudah banyak yang mendengar manfaat seks bagi kesehatan tubuh. Beberapa penelitian bahkan mengungkapkan seks dapat meningkatkan imun tubuh, membakar kalori, hingga mengurangi risiko penyakit tertentu.
Namun, manfaat bercinta tidak hanya sebatas pada kesehatan fisik saja. Seks juga memiliki sejumlah efek positif dalam memelihara kesehatan otak dan mental.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut manfaat berhubungan seks bagi kesehatan otak dan mental yang sayang untuk dilewatkan.
Banyak penelitian yang mengaitkan aktivitas seksual dengan tingkat stres yang lebih rendah. Seks merangsang produksi hormon bahagia, seperti dopamin, endorfin, oksitosin, dan serotonin. Hormon-hormon ini tidak hanya memberikan perasaan rileks, tapi juga bisa mengurangi tingkat stres.
Dikutip dari MedicineNet, kehidupan seksual yang aktif juga dapat mengurangi kecenderungan depresi.
2. Meningkatkan kualitas tidur
Hormon bahagia yang dilepaskan saat berhubungan intim juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Dikutip dari Business Insider, hal ini disebabkan oleh aktivitas hormon oksitosin dalam tubuh.
“Saat bercinta, otak akan melepaskan oksitosin yang meningkatkan rangsangan dan kegembiraan. Tapi ketika jumlahnya menurun, oksitosin bisa membuat seseorang merasa sangat lelah,” terang pakar terapi seks, dr Debra Laino.
Selain itu, oksitosin kerap berdampingan dengan melatonin, yaitu hormon yang mengatur tidur.
3. Mengurangi ansietas
Saat bercinta, aliran darah menuju amygdala akan berkurang. Amygdala adalah bagian di otak yang dikaitkan dengan ansietas.
Ketika aliran darah menuju amygdala meningkat, risiko seseorang mengalami gangguan kecemasan atau penyakit mental lainnya akan ikut bertambah besar. Karenanya, seks secara tidak langsung dapat mengurangi risiko ansietas.
4. Mempertajam daya ingat
Sebuah studi mengungkapkan seks dapat meningkatkan kemampuan memori jangka pendek. Peneliti menemukan seks dapat meningkatkan pertumbuhan sel di otak yang berkaitan dengan fungsi daya ingat.
Studi serupa yang dipublikasikan di jurnal Archives of Sexual Behavior pada 2018 menunjukkan seks dapat meningkatkan kemampuan daya ingat seiring pertambahan usia.
5. Meningkatkan fungsi kognitif
Bercinta tidak hanya meningkatkan daya ingat, tapi juga menunjang fungsi kognitif otak. Faktanya, aktivitas seksual yang rutin dikaitkan dengan peningkatan kemampuan verbal, bahasa, dan visuospasial.
Sebuah studi yang dilakukan Universitas Coventry dan Oxford pada 2016 juga menemukan orang dewasa yang bercinta setiap minggu memiliki skor kognitif yang lebih tinggi dibanding orang-orang yang jarang berhubungan intim.
(ath/naf)
Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy
|