Tag: kesehatan seksual

  • Paksu Harus Tahu, Ini 5 Posisi Bercinta yang Paling Disukai Istri

    Jakarta

    Keintiman atau kepuasan dalam berhubungan seksual tentunya menjadi goal atau tujuan yang dicari pasangan suami istri. Salah satu cara untuk bisa mendapatkannya adalah dengan mencoba berbagai posisi atau gaya bercinta.

    Dikutip dari Prevention, pakar seks bersertifikat Aliyah Moore mengatakan beberapa posisi tertentu memang dianggap lebih cocok untuk kenikmatan wanita. Hal ini karena lebih memungkinkan wanita untuk mendapatkan rangsangan langsung atau tidak langsung ke area sensitif utama, seperti klitoris atau ‘G-spot’.

    Berikut adalah sederet posisi bercinta yang bisa dicoba oleh para pasangan suami istri agar mendapatkan kepuasan yang lebih.


    1. Missionary with a pillow

    Gaya missionary mungkin dianggap sebagai posisi yang membosankan. Tapi, jika divariasikan dengan bantal, maka akan memberikan sensasi yang lebih nikmat.

    Moore mengungkapkan meletakkan bantal di bawah pinggul wanita saat melakukan missionary dapat memungkinkan penetrasi yang lebih dalam dan peningkatan rangsangan pada klitoris.

    “Dukungan dan elevasi tambahan dapat mengintensifikasikan sensasi dan meningkatkan kenikmatan,” ujarnya.

    2. Cowgirl

    Gaya bercinta cowgirl mungkin menjadi salah satu gaya bercinta yang paling disukai wanita. Hal ini karena ‘cowgirl’ dapat memberikan kebebasan pada wanita untuk berhubungan seks, mulai dari mengatur ritme, gerakan, hingga kedalaman penetrasi.

    3. Reverse Cowgirl

    Keuntungan yang didapat pada posisi seks ‘reverse cowgirl’ dapat memberikan keuntungan yang sama dengan ‘cowgirl’. Untuk melakukannya, wanita duduk sambil membelakangi pria saat melakukan penetrasi atau tidak saling berhadapan.

    4. Lotus

    Posisi ini sangat cocok bagi pasangan yang ingin merasakan keintiman saat bercinta. Lotus memungkinkan pasangan saling melakukan kontak mata, penetrasi yang dalam, dan kebebasan wanita untuk mengendalikan ritme serta ‘dorongan’.

    Pada posisi ini, pasangan duduk berhadapan. Pria akan melakukan penetrasi sambil duduk bersila, sementara wanita duduk di pangkuan sambil melingkarkan kakinya ke pinggang pasangannya. Keduanya bisa saling memberikan stimulasi dengan menyentuh titik sensitif di dada atau payudara, mencium bibir pasangan, dan lain sebagainya.

    5. Doggy Style

    Doggy style adalah salah satu gaya bercinta yang paling digemari banyak pasangan. Keunggulan dari gaya bercinta ini karena dapat memberikan penetrasi yang lebih dalam dibandingkan dengan posisi seks yang lain.

    “Posisi ini memungkinkan penetrasi yang lebih dalam dan memberikan kesempatan untuk merangsang G-spot,” ucap Moore.

    (dpy/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Berapa Kali Sebaiknya Pasutri Bercinta dalam Seminggu? Ini Temuan Studi

    Jakarta

    Tidak sedikit pasangan yang masih merasa bingung menentukan frekuensi yang ideal untuk berhubungan seks setiap minggunya. Lalu, sebenarnya berapa kali sebaiknya pasangan bercinta dalam seminggu?

    Dikutip dari NBC News dan Times of India, sebenarnya tidak ada angka ‘normal’ terkait berhubungan seks. Selama pasangan merasa puas terkait frekuensi seks mereka, maka hal itu bisa dikatakan sebagai hubungan yang baik-baik saja.

    Sebuah studi tahun 2017 yang dimuat dalam Archives of Sexual Behavior menemukan bahwa rata-rata orang dewasa saat ini menikmati seks sebanyak 54 kali setahun, yang setara dengan sekitar seminggu sekali.


    Studi lain yang diterbitkan dalam Social Psychological and Personality Science yang mensurvei lebih dari 30.000 orang Amerika selama 40 tahun untuk tiga proyek berbeda, menemukan bahwa frekuensi seminggu sekali adalah standar Goldilocks untuk kebahagiaan.

    Manfaat Kesehatan Rutin Berhubungan Seks

    1. Menghilangkan Stres

    Dikutip dari WebMD, saat seseorang stres tubuh akan melepaskan hormon kortisol. Meskipun hormon ini dapat memberikan efek positif, namun terlalu banyak kortisol dapat membuat seseorang menjadi mudah tegang dan lelah.

    Dari sinilah, seks atau bercinta bisa dilakukan untuk memicu pelepasan endorfin, yakni hormon cinta yang dapat membuat seseorang merasa senang dan meningkatkan suasana hati menjadi lebih baik.

    2. Tidur Nyenyak

    Saat berhubungan seksual, tubuh akan melepaskan salah satu hormon bernama prolaktin. Hormon ini berperan dalam mengatur tidur seseorang.

    Setelah berhubungan seks, lonjakan prolaktin sebagian besar bertanggung jawab atas rasa kantuk dan rileks yang seringkali terjadi. Hal ini tidak hanya membantu untuk tertidur lebih mudah tetapi juga mendukung tidur yang lebih nyenyak.

    3. Imun Tubuh Meningkat

    Seks ternyata juga dapat membantu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara meningkatkan produksi antibodi yang melindungi terhadap infeksi, termasuk human papillomavirus (HPV).

    Satu studi kecil oleh para peneliti di Wilkes University di Pennsylvania menemukan bahwa seseorang yang berhubungan seks tiga kali atau lebih setiap minggu memiliki lebih banyak antibodi imunoglobulin A dalam air liur mereka, yang meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan beberapa virus dan bakteri.

    4. Meredakan Sakit

    Hormon endorfin yang dapat membantu tubuh mengelola stres ternyata dapat juga menjadi penghilang rasa sakit alami. Selama berhubungan seks, tubuh akan dibanjiri endorfin yang berinteraksi dengan reseptor rasa sakit di otak dengan menghalangi transmisi sinyal rasa sakit.

    Sebuah survei tahun 2013 oleh Universitas Munster menemukan bahwa orang-orang yang mengalami serangan migrain atau sakit kepala cluster, seks dapat membantu meringankan gejala-gejalanya.

    5. Jantung Lebih Sehat

    Bercinta juga dapat meningkatkan detak jantung seseorang, hal ini terbilang cukup baik untuk sirkulasi dan menjaga tekanan darah dalam kisaran yang sehat.

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria yang lebih muda dan sehat, berhubungan seks secara teratur dapat dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena masalah jantung di kemudian hari. Bagi wanita, satu penelitian menunjukkan bahwa kualitas pengalaman seksual mereka, bukan seberapa sering mereka berhubungan seks, dikaitkan dengan penurunan risiko masalah jantung.

    (dpy/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Kebiasaan Ini Bisa Bikin Performa di Atas Ranjang Anjlok, Pasutri Wajib Catat!


    Jakarta

    Bercinta bisa menjadi salah satu momen penting untuk pasangan suami istri. Tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan, nyatanya bercinta juga dapat meningkatkan keintiman dan keharmonisan pasangan. Oleh karena itu, memerhatikan kualitas bercinta adalah salah satu faktor penting dalam rumah tangga.

    Dikutip dari WebMD, berikut ini adalah sederet kebiasaan sepele yang bisa bikin performa bercinta ngedrop:

    1. Terlalu Banyak Junk Food

    Junk food banyak mengandung karbohidrat olahan, gula sederhana, lemak jenuh, hingga lemak trans. Terlalu banyak mengonsumsi makanan sejenis itu dapat memperlambat aliran darah dan memengaruhi performa seks di atas ranjang.


    Perbanyak konsumsi real food seperti buah, sayuran, hingga protein nabati dan hewani. Protein nabati yang bisa dikonsumsi seperti kacang-kacangan, buncis, hingga tahu. Pola makan sehat dapat memberikan lebih banyak energi untuk berhubungan intim.

    2. Kebanyakan Makan Garam

    Makanan tinggi garam dapat membuat seseorang lebih rentan mengalami masalah tekanan darah tinggi. Masalah tekanan darah yang tidak terkontrol dengan baik dapat berisiko menurunkan libido.

    Jauhi makanan kemasan yang tinggi natrium dan perhatikan seberapa banyak jumlah garam yang dikonsumsi sehari-hari. Sebaiknya, prioritaskan makanan-makanan mengandung bumbu dari rempah.

    3. Stres

    Kontrol stres yang buruk dapat memicu ketegangan dan kekhawatiran terus menerus. Ketika tubuh terus dipenuhi oleh hormon stres, itu dapat mengganggu kesehatan hingga menurunkan keinginan untuk melakukan seks.

    Coba cari tahu apa yang membuat tingkat stres terasa tinggi dan temukan cara untuk mengatasinya. Luangkan waktu untuk melakukan hobi, melakukan aktivitas relaksasi, hingga berkonsultasi dengan psikolog bila diperlukan.

    4. Skip Foreplay

    Foreplay merupakan salah satu faktor yang penting untuk meningkatkan performa bercinta. Persiapan sebelum melakukan hubungan intim dapat membuat pengalaman bercinta pasutri menjadi lebih baik.

    Dalam sebuah survei terhadap 8.700 orang, mereka mengatakan seks berlangsung lebih lama ketika mereka memasukkan lebih banyak jenis rangsangan sebelum penetrasi. Foreplay bisa dilakukan dengan seks oral hingga masturbasi.

    NEXT: Masih kurang berinovasi hingga masalah komunikasi

    5. Tidak Berinovasi

    Melakukan hal yang sama dan berulang kali dalam bercinta dapat membuat gairah dan performa seks menurun. Mulai lakukan eksplorasi dengan mencoba posisi baru dengan pasangan.

    Eksplorasi ini juga bisa dilakukan dengan menambahkan alternatif tempat, waktu, atau pakaian khusus baru. Menggunakan mainan seks juga bisa menjadi salah satu cara untuk melakukan eksplorasi.

    6. Kurang Berkomunikasi

    Komunikasi memiliki peranan penting untuk saling terbuka dengan pasangan dan meningkatkan kualitas seks. Apabila sedang memiliki masalah atau keinginan baru dalam bercinta, coba bicarakan dengan pasangan.

    Bicarakan dengan baik pada pasangan, sehingga mereka bisa menerimanya dengan baik. Bukan tidak mungkin ini menjadi salah satu cara ampuh untuk meningkatkan performa bersama di atas ranjang.

    7. Kebiasaan Merokok

    Merokok merupakan kebiasaan buruk yang dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Salah satunya yang mungkin jarang diketahui adalah merokok dapat mengurangi hasrat seksual.

    Kandungan kimia yang ada di dalam rokok dapat mengganggu aliran darah yang pada akhirnya dapat memicu masalah performa seksual. Coba kurangi secara bertahap atau temui profesional untuk menghentikan kebiasaan tersebut.

    (avk/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Tak Perlu Obat Kuat, 7 Cara Ini Bisa Bikin Paksu Lebih ‘Tahan Lama’ di Ranjang


    Jakarta

    Bercinta bisa menjadi momen penting untuk meningkatkan keharmonisan pasangan suami istri. Oleh karena itu, memerhatikan kualitas dan durasi bercinta seringkali menjadi perhatian utama pasangan.

    Dikutip dari Healthline, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan durasi bercinta. Berikut ini beberapa di antaranya.

    1. Edging

    Edging merupakan sebuah teknik seksual ketika seseorang dengan sengaja menunda orgasme. Penundaan ini dilakukan dengan menghentikan semua bentuk rangsangan seksual ketika hampir ejakulasi.


    Tujuannya adalah meningkatkan intensitas kesenangan dan kepuasan sampai akhirnya mencapai klimaks. Dengan menunda ejakulasi, maka hubungan seksual bisa berlangsung lebih lama.

    Teknik ini biasanya juga digunakan untuk membantu orang dengan ejakulasi dini agar lebih mampu mengontrol waktu klimaks.

    2. Latihan Otot Dasar Panggul

    Otot-otot dasar panggul membantu menyangga kandung kemih dan ejakulasi. Latihan yang membantu memperkuat kelompok otot tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan suami dalam menunda ejakulasi.

    Salah satu bentuk latihan otot dasar panggul adalah dengan kegel. Latihan kegel dapat membantu memperkuat otot pubococcygeus yang selain baik untuk penis, juga baik untuk vulva pada wanita. Perlu dicatat latihan ini perlu dilakukan dengan komitmen yang konsisten sehingga memberikan hasil maksimal.

    Kepalkan otot tersebut selama 10 detik, lalu lepaskan. Lakukan setidaknya tiga set dengan 10 repetisi setiap hari.

    3. Masturbasi Sebelum Bercinta

    Masturbasi sebelum bercinta dapat mencegah ejakulasi dini. Ini dapat menjadi salah satu langkah tepat untuk memperpanjang durasi bercinta.

    Menurut sebuah studi kecil tahun 2019, para peneliti menemukan bahwa masturbasi pada pangkal penis dapat membantu Anda menunda ejakulasi.

    4. Sunat

    Sunat merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memperpanjang durasi bercinta. Sebuah studi pada tahun 2015 menunjukkan banyak orang menemukan peningkatan kendali atas kapan mereka orgasme setelah disunat.

    5. Jaga Berat Badan Ideal

    Menjaga berat badan ideal dapat meningkatkan performa di atas ranjang. Dalam sebuah studi di 2017, peneliti menemukan orang dengan tiga atau lebih kondisi di bawah ini, memiliki kemungkinan lebih besar mengalami ejakulasi dini:

    • Tekanan darah tinggi.
    • Kadar kolesterol baik lebih rendah.
    • Lingkar pinggang 40 inci (101,6 cm) atau lebih.
    • Kadar gula darah tinggi.
    • Trigliserida darah tinggi.

    6. Ganti Posisi Bercinta

    Mengganti posisi bercinta bisa menjadi cara menyenangkan, meningkatkan kepercayaan diri, dan informatif. Misalnya, suami mungkin bisa menemukan ada posisi tertentu yang dapat membantu mengurangi rangsangan.

    Lakukan eksperimen bersama istri untuk menemukan posisi yang memperpanjang klimaks dan memberikan kenikmatan bagi pasangan.

    7. Pakai Kondom

    Kondom dapat membantu menghilangkan rasa sensitif pada penis. Kondom dengan penghilang rasa sensitif seringkali mengandung bahan tambahan atau beberapa bahan dalam semprotan dan krim penghilang rasa sensitif.

    Sebagai manfaat tambahan, kondom tetap menjadi salah satu cara terbaik untuk mengurangi risiko infeksi menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan.

    (avk/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Manfaat Bercinta buat Pasutri, Nggak Cuma Puaskan Hasrat Seksual

    Jakarta

    Bercinta merupakan salah satu momentum penting di dalam sebuah hubungan rumah tangga. Bercinta tidak hanya sekadar keintiman atau kesenangan bagi pasutri saja, namun nyatanya dengan rutin bercinta juga dapat memberikan sederet manfaat kesehatan bagi tubuh.

    Rutin bercinta diketahui dapat memberikan manfaat seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh sampai dengan meningkatkan kualitas tidur. Lantas, apa saja manfaat kesehatan yang didapatkan dengan rajin bercinta? Dikutip dari WebMD, berikut adalah informasi selengkapnya:

    1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

    Bercinta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara meningkatkan produksi antibodi yang dapat melindungi terhadap infeksi, termasuk human papillomavirus (HPV). Sebuah studi lain pada tahun 2021 menemukan bahwa bercinta dikaitkan dengan kemampuan tubuh yang lebih baik untuk melawan virus COVID-19.


    Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh adalah dengan tidur yang cukup dan berkualitas setiap malam. Bercinta dikaitkan dengan kualitas tidur yang lebih baik sehingga dengan bercinta dengan teratur dapat membantu memperkuat kesehatan kekebalan tubuh secara menyeluruh.

    2. Membantu Tidur yang Berkualitas

    Berbagai hormon dapat dilepaskan oleh tubuh saat sedang bercinta, khususnya saat orgasme, yaitu prolaktin. Prolaktin merupakan hormon yang berperan dalam mengatur tidur. Usai bercinta, lonjakan prolaktin sebagian besar bertanggung jawab atas rasa kantuk dan rileks yang sering terjadi.

    Hal tersebut tidak hanya membantu tubuh untuk tertidur dengan lebih mudah, namun juga dapat mendukung tidur yang lebih nyenyak.

    3. Menghilangkan Stres

    Saat tubuh sedang stres, tubuh akan melepaskan hormon yang disebut dengan kortisol. Walaupun kortisol dalam jumlah kecil dapat membantu tubuh berfungsi dengan baik, namun terlalu banyak kortisol dapat membuat tubuh merasa tegang atau lelah.

    Bercinta dapat melepaskan edorfin, hormon yang membuat tubuh merasa senang sehingga dapat meningkatkan suasana hati dan membantu mengembalikan kadar kortisol ke normal. Bercinta juga dapat merangsang pelepasan oksitosi atau ‘hormon cinta’, membantu tubuh merasa rileks dan lebih terhubung dengan pasangan.

    4. Menyeimbangkan Kadar Hormon

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bercinta secara teratur dapat membantu tubuh untuk menyeimbangkan hormon reproduksi seperti estrogen dan dapat mendukung ovulasi yang konsisten pada wanita dengan siklus menstruasi normal yang tidak menggunakan alat kontrasepsi hormonal.

    Walaupun penelitian bervariasi mengenai frekuensi bercinta yang terbaik, namun sebuah studi tahun 2016 menunjukkan bahwa seorang pria yang berusia 20-an dan 40-an yang ejakulasi setidaknya 21 kali per bulan, maka dapat mengurangi risiko kanker prostat sampai dengan 20 persen.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 14 Cara Meningkatkan Gairah Seksual dan Penyebab Naik Turunnya Dorongan Seks

    Jakarta

    Cara meningkatkan gairah seksual pada pasangan suami istri bisa dilakukan dengan penerapan pola hidup sehat. Misalnya mengatur pola makan, olahraga, dan kebiasaan sehari-hari.

    Besarnya gairah pada pasangan suami istri melahirkan kepuasan, hingga terjadi hubungan yang erat dan mesra. Berikut cara meningkatkan dan penyebab naik turunnya gairah seksual.

    Cara Meningkatkan Gairah Seksual

    Dilansir dari laman Healthline, berikut penjelasan detail terkait penerapan hidup sehat dan pengendalian emosi untuk meningkatkan gairah seksual para pria dan wanita.


    1. Mengatur Kecemasan dan Mengubah Kegiatan Sehari-hari

    a. Mengatur Tingkat Kecemasan dan Stres

    Tingkat kecemasan yang tinggi adalah faktor utama yang mempengaruhi gairah seksual pria dan wanita. Seseorang yang bekerja dengan padat dan tanggung jawab besar cenderung memiliki hasrat seksual yang rendah.

    Penelitian tahun 2017 menyebutkan jika depresi dan kecemasan dapat menurunkan gairah seks dan meningkatkan disfungsi ereksi. Pengelolaan kecemasan dan kesehatan mental diperlukan untuk meningkatkan dorongan seks yaitu:

    • Mengatur pola tidur yang baik
    • Meluangkan waktu untuk menjalankan hobi
    • Melakukan olahraga secara teratur
    • Mengonsumsi makanan bergizi
    • Banyak berkomunikasi dengan pasangan.

    b. Meningkatkan Kualitas Hubungan dengan Komunikasi

    Komunikasi terbuka diperlukan untuk mengutarakan emosi yang dimiliki pasangan. Adanya keterbukaan dan rasa saling menghargai dapat meningkatkan kualitas hubungan dengan pasangan. Perbaikan hubungan melalui komunikasi dipercaya efektif untuk meningkatkan gairah seks suami istri.

    c. Meningkatkan Kualitas Tidur

    Tidur yang nyenyak dapat mempengaruhi suasana hati dan energi untuk beraktivitas, salah satunya hubungan seks. Penelitian tahun 2015 menyebutkan jika tidur lebih banyak di malam sebelumnya akan meningkatkan hasrat seksual di keesokan harinya. Terbukti wanita dengan durasi tidur lebih lama memiliki gairah seksual lebih besar dibandingkan dengan wanita jam tidur yang kurang.

    d. Olahraga dengan Teratur

    Olahraga teratur dapat mengatasi turunnya gairah seks pada pria. Penelitian di tahun 2015 membuktikan jika pria yang rajin berolahraga akan mengalami peningkatan androgen dan testosteron yang berperan besar dalam mendorong gairah seks. Beberapa olahraga yang disarankan yaitu:

    • Yoga
    • Tai Chi
    • Olahraga ringan lainnya.

    e. Menjaga Berat Badan

    Peneliti menyebutkan jika kelebihan berat badan menyebabkan penurunan kesuburan dan gairah seks. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh faktor hormonal yaitu kadar testosteron yang rendah. Menjaga pola makan dan olahraga teratur adalah kunci utama untuk meningkatkan gairah seks seseorang.

    f. Melakukan Terapi Seks

    Terapi Perilaku Kognitif (CBT) dapat memperbaiki disfungsi ereksi pada pria. Sedangkan pada wanita dapat meningkatkan hormon estrogen pemicu hasrat untuk berhubungan seks. Terapi psikologis ini mampu memperbaiki respon emosional diri penyebab turunnya libido.

    2. Mengatur Pola Makan Sehat

    a. Banyak Mengkonsumsi Buah-buahan

    Buah-buahan tertentu dipercaya dapat meningkatkan gairah seks. Kandungan vitamin dan mineral yang tinggi berguna untuk meningkatkan aliran darah ke alat kelamin. Beberapa jenis buah yang disarankan yaitu:

    • Buah tin atau buah ara
    • Pisang
    • Alpukat
    • Stroberi.

    b. Mengonsumsi Coklat

    Selain dikenal dengan rasanya yang enak, coklat diklaim mampu meningkatkan gairah seks. Kandungan serotonin dapat memberikan dorongan seks yang tinggi dengan mengatur aliran darah ke arah genital. Coklat juga dapat menaikkan suasana hati pasangan sehingga mempengaruhi tingkat kepuasan selama berhubungan.

    c. Mengkonsumsi Makanan Bergizi

    Makanan bergizi bermanfaat untuk meningkatkan gairah seks. Sindrom metabolik dan kardiovaskular akan mempengaruhi seksual fisik sedangkan sindrom ovarium polikistik mempengaruhi kadar hormon tubuh.

    Daftar makanan bergizi yang baik untuk meningkatkan gairah seks adalah:

    • Makanan kaya zinc (untuk testosteron): tiram, daging merah, kacang pinus.
    • Makanan kaya flavonoid (cegah disfungsi seksual): jeruk, paprika, teh.

    Daftar makanan yang harus dihindari karena menurunkan gairah seksual:

    • Makanan kaya lemak jenuh: makanan yang digoreng.
    • Makanan kaya lemak tak jenuh ganda: natrium, tepung putih, gula.

    d. Menambahkan Beberapa Bumbu ke Masakan

    Sebelum melakukan hubungan seks, tambahkan sedikit kemangi atau bawang putih ke hidangan. Aroma kemangi dapat merangsang indra dan bawang putih berperan meningkatkan aliran darah. Penelitian menyebut cara ini efektif untuk membantu penderita disfungsi ereksi.

    e. Konsumsi Obat Sesuai Resep Dokter

    Mengonsumsi obat stimulan tertentu dapat meningkatkan libido saat berhubungan seks. Konsumsi obat harus sesuai resep dokter untuk mencegah efek yang tidak diinginkan. Masyarakat jangan sampai tertipu iklan obat kuat yang banyak menyesatkan.

    f. Konsumsi Herbal

    Seperti obat kimia, perlu persetujuan dokter sebelum konsumsi herbal untuk meningkatkan gairah seksual. Persetujuan dokter diharapkan dapat mencegah munculnya efek yang merugikan. Dikutip dari Medical News Today, beberapa herbal yang bisa digunakan untuk memperbaiki gairah seks adalah:

    • Maca
    • Tribulus
    • Ginkgo Biloba
    • Ginseng.

    g. Berhenti Merokok

    Merokok dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular yang berpengaruh langsung pada fungsi seksual. Berhenti merokok dapat meningkatkan energi dan gairah seks seseorang karena peredaran darah yang semakin lancar.

    3. Menerapkan Hubungan Seks dengan Foreplay

    Gairah seks dapat muncul secara bertahap dengan melakukan pemanasan. Penelitian tahun 2017 menyebutkan, 33,6% wanita memerlukan rangsangan pada klitoris untuk orgasme. Beberapa langkah foreplay yang bisa dilakukan antara lain:

    • Memperbanyak sentuhan
    • Mencium pasangan
    • Bermain dengan mainan seks
    • Melakukan seks oral.

    Penyebab Naik Turunnya Gairah Seksual

    Gairah seksual pada wanita dan pria bisa naik atau turun seiring waktu. Dengan mengetahui penyebab naik turunnya gairah seksual, pasangan bisa mengantisipasi dengan berbagai pilihan solusi.

    1. Penyebab Naiknya Gairah Seksual

    • Olahraga
    • Konsumsi obat-obatan tertentu
    • Perubahan neurotransmitter
    • Kadar testosteron pada pria dan estrogen pada wanita.

    2. Penyebab Turunnya Gairah Seksual

    • Menopause
    • Budaya dan kepercayaan seseorang untuk membatasi diri
    • Depresi dan kecemasan
    • Usia
    • Obesitas
    • Penyakit kronis seperti diabetes dan jantung
    • Sedang hamil
    • Kepuasan selama berhubungan
    • Sedang menjalani pengobatan seperti kemoterapi dan konsumsi antidepresan
    • Menggunakan alat kontrasepsi seperti injeksi atau pil.

    Cara meningkatkan gairah seksual sebaiknya dilakukan seiring konsultasi dengan dokter. Apalagi jika gairah seksual tak juga membaik atau malah memburuk. Misal diiringi gangguan fisik dan psikologis terkait gairah seksual. Saran dokter juga membantu pasangan suami istri memilih cara meningkatkan gairah seksual yang tepat.

    (row/row)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Keputihan saat Berhubungan Seks, Apakah Berbahaya bagi Kesehatan Kelamin?

    Jakarta

    Keputihan saat berhubungan seks adalah hal normal bagi wanita. Cairan keputihan berfungsi sebagai pelumas yang membantu mengurangi gesekan dan iritasi akibat penetrasi.

    Umumnya keputihan terjadi ketika wanita berada pada periode masa subur. Keputihan ditandai dengan keluarnya cairan bening, tidak berwarna, dan tak berbau dengan jumlah relatif sedikit.

    Namun berhubungan seks saat keputihan tidak normal sangat tidak disarankan. Kondisi tersebut mungkin mengindikasikan adanya iritasi atau infeksi di organ kelamin wanita.


    Bolehkan Berhubungan Seks saat Keputihan?

    Berhubungan seks saat keputihan normal boleh dilakukan sepasang suami istri. Dikutip dari laman Flo Health cairan keputihan normal seperti air, lengket, biasa keluar sebelum atau sesudah haid.

    Cairan keputihan berperan untuk melembabkan dan meningkatkan kenyamanan selama seks. Respon ini muncul karena aliran darah meningkat menuju vulva dan mendorong kelenjar menghasilkan cairan ekstra untuk mengurangi gesekan penetrasi.

    Selama tidak muncul aroma menyengat dan sensasi nyeri saat keputihan, pasangan dapat melakukan hubungan seks. Berhubungan seks saat keputihan tidak normal akan membahayakan kesehatan wanita dan pasangannya.

    Ciri-ciri Keputihan Tidak Normal

    Dikutip dari laman Cleveland Clinic, berikut beberapa tanda keputihan tidak normal yang tidak disarankan untuk berhubungan seks:

    • Keputihan berwarna kuning, hijau, atau abu-abu
    • Bau cairan keputihan tidak sedap
    • Tekstur keputihan kental seperti keju
    • Keputihan disertai nyeri saat buang air kecil dan sakit di area panggul
    • Timbul rasa gatal dan terbakar saat keputihan.

    Wanita mengeluarkan cairan keputihan normal sebanyak 2-5 ml. Keputihan ini menjadi bagian dari cairan pelumas saat atau setelah seks untuk melindungi kelamin dari infeksi.

    Berhubungan Seks saat Keputihan Tidak Normal, Bagaimana Efeknya?

    Tetap berhubungan seks saat mengalami keputihan tidak normal berisiko bagi wanita dan pasangannya. Beberapa dampak yang bisa muncul adalah:

    • Keputihan semakin parah (kental, berbau, dan menimbulkan rasa nyeri)
    • Iritasi dan rasa gatal pada vagina
    • Pembengkakan dan kemerahan pada vulva
    • Menimbulkan luka kecil di area klitoris
    • Rasa sakit saat buang air kecil.

    Karena itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan vagina. Beberapa langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan kelamin wanita mengutip dari laman Moreland Obgyn adalah:

    • Membersihkan vagina setiap mandi dan usai buang air
    • Menghindari penggunaan sabun yang mengandung pewangi dan bahan kimia
    • Menggunakan celana dalam yang longgar dan bahan lembut
    • Rutin mengganti celana dalam dan menjaga area genital tetap kering
    • Selalu menggunakan kondom ketika berhubungan seks
    • Rutin mengganti pembalut ketika menstruasi
    • Memangkas rambut kemaluan (tidak seluruhnya) dengan hati-hati.

    Keputihan adalah hal normal yang biasa terjadi pada wanita. Saat keputihan boleh saja bagi wanita berhubungan seks dengan pasangan legalnya. Namun jika keputihan tidak normal, wanita wajib menunda berhubungan seks dengan pasangan hingga kondisinya kembali sehat.

    (row/row)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Lagi Ngetren Wanita di AS Suntik DNA Salmon ke Miss V, Biar Apa?


    Jakarta

    Memiliki kehidupan seks yang menggairahkan meski sudah berumur menjadi impian pasutri. Beragam cara dilakukan untuk meningkatkan hasrat seksual mereka.

    Termasuk tren baru di Amerika Serikat saat para wanita ramai-ramai mengunjungi klinik kecantikan meminta layanan suntik DNA salmon ke vaginanya.

    “Banyak wanita lanjut usia datang kepada saya dan mengatakan bahwa mereka tidak lagi memiliki gairah seksual apa pun,” kata Amanda Azzopardi, perawat estetika yang menjalankan klinik di London, Liverpool, dan North Wales, kepada Daily Mail.


    “Jadi, kami melakukan ‘O-shot’ dan mereka melaporkan orgasme yang lebih kuat dan lebih sering, peningkatan pelumasan alami, dan gairah seksual yang lebih besar,” tambahnya.

    Prosedur ‘O-shot’ adalah perawatan non-bedah yang dimaksudkan untuk meremajakan vagina dan meningkatkan gairah seksual. Biasanya hasilnya terliat setelah dua hingga empat sesi.

    Beberapa jenis suntikan digunakan untuk prosedur ini, termasuk darah pasien sendiri atau DNA salmon.

    Seiring bertambahnya usia, kulit mereka sering kehilangan elastisitasnya, yang dapat menyebabkan kekeringan pada vagina dan nyeri saat berhubungan seks.

    Molekul DNA salmon yang dimurnikan dan disterilkan, secara resmi disebut polinukleotida, juga memiliki efek anti-inflamasi yang pada dasarnya meremajakan kulit, di bagian tubuh mana pun.

    “Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2017 menunjukkan bahwa sperma salmon membantu memperbaiki kerusakan sel, [mempercepat] penyembuhan luka, dan mengurangi peradangan. Penelitian lain menunjukkan bahwa protein yang ditemukan dalam sperma salmon membantu mengurangi tanda-tanda penuaan,” kata Dr Kenneth Beer, dokter kulit kosmetik di West Palm Beach, Florida, kepada The Post.

    Sebuah studi 2010 yang diterbitkan dalam International Journal of Cosmetic Science menemukan bahwa DNA salmon mengandung kadar air yang lebih tinggi, peningkatan elastisitas kulit, kadar kolagen yang lebih kuat, dan peningkatan produksi asam hialuronat.

    (kna/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Keseringan Onani Bikin Sakit Pinggang? Ternyata Ini Alasannya

    Jakarta

    Onani bikin sakit pinggang jika dilakukan secara berlebihan. Hal ini terjadi karena intensitas peregangan otot di sekitar organ reproduksi, tepatnya pada tulang pinggul dan tulang belakang.

    Dikutip dari laman Mars by GHC Health, laporan nyeri pinggang usai onani sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Namun faktor utama pendorongnya adalah gerakan tubuh selama onani.

    Keseringan onani akan mengurangi produksi oksitosin, DHEA, testosteron, dan DHT. Keempat zat kimia tersebut memicu pelepasan hormon inflamasi prostaglandin E2 yang menjadi sumber nyeri punggung area bawah.


    Alasan Onani Bikin Sakit Pinggang

    Dilansir dari laman Lybrate, pria yang melakukan onani akan melepaskan hormon prostaglandin disertai peningkatan transmisi nyeri di sepanjang tulang belakang. Akibatnya timbul peradangan dan nyeri di sekitar pinggang.

    Selain itu, hormon testosteron yang keluar bersama air mani menyebabkan tubuh terasa lemas. Denyut jantung berpacu lebih cepat karena menurunnya produksi beberapa hormon pada tubuh.

    Efek Samping Keseringan Onani

    Onani sebetulnya bukan hal berbahaya bagi pria atau wanita yang sudah memiliki kebutuhan seksual. Namun patut diketahui efek sampingnya jika dilakukan terlalu intens.

    1. Ejakulasi Dini

    Onani atau masturbasi berlebih akan melemahkan sistem parasimpatis karena minimnya hormon testosteron dan neurotransmiter. Akibatnya ereksi penis melemah, kebocoran sperma, dan ejakulasi dini bagi pria.

    2. Penyusutan Penis

    Produksi beberapa hormon penting bagi pria akan menurun jika sering melakukan onani. Hal ini menyebabkan penis tidak tumbuh hingga ukuran maksimalnya dan cenderung menjadi lebih kecil.

    3. Nyeri pada Selangkangan atau Testis

    Kelenjar hipofisis adrenal testis adalah organ yang bertanggung jawab memproduksi oksitosin dan testosteron. Jika onani dilakukan secara berlebihan akan menyebabkan nyeri pada pangkal paha dan meluas hingga testis serta area lainnya.

    4. Kelelahan Kronis

    Onani akan meningkatkan produksi hormon steroid dan kortisol pemicu metabolisme. Apabila dilakukan dalam waktu dekat akan menyebabkan rasa lelah yang berkepanjangan.

    5. Rambut Rontok

    Siapa sangka onani berlebihan juga bisa memicu rambut rontok lebih cepat. Hal ini terjadi karena reaksi hormon dan neurotransmitter atas tingginya prolaktin dan DHEA pada tubuh.

    6. Gangguan Kecemasan

    Kelelahan seksual dan infeksi genital berulang karena terlalu sering onani dapat menimbulkan kecemasan. Beberapa efek samping lain onani secara psikologis dan sosial yaitu:

    • Merasa bersalah
    • Kecanduan
    • Menghancurkan hubungan asmara.

    Mitos dan Cara Menghindari Keseringan Onani

    Jika onani terlalu sering benar-benar dapat mengakibatkan sakit pinggang, maka berbeda halnya dengan mitos berikut. Dikutip dari laman Healthline, misalnya adalah mitos onani dapat memicu sakit ginjal.

    Berikut beberapa mitos lain tentang onani yang wajib diketahui dan tak perlu dipercaya:

    • Onani memicu pertumbuhan rambut di telapak tangan
    • Onani menyebabkan jumlah produksi sperma rendah
    • Onani menyebabkan gangguan ginjal
    • Onani mengakibatkan mandul
    • Onani menyebabkan libido atau gairah rendah
    • Onani mempengaruhi kualitas penglihatan
    • Keseringan onani menyebabkan mudah berjerawat dan dehidrasi.

    Penelitian tahun 2020 menyebutkan, onani 3-4 kali seminggu dapat menurunkan ukuran batu ginjal. Beberapa manfaat onani diantaranya menghilangkan stress, meningkatkan mood, dan membantu tidur lebih nyenyak.

    Terdapat beberapa cara untuk mengalihkan kebiasaan keseringan onani. Apa sajakah itu?

    • Menghindari tontonan pornografi
    • Mencoba atau mencari hobi baru yang sesuai
    • Melakukan kegiatan positif yang disukai
    • Olahraga secara rutin seperti gym, jogging, atau bersepeda
    • Banyak bersosialisasi dengan orang lain.

    Alasan penyebab keseringan onani bikin sakit pinggang, tentu bisa jadi catatan bagi pria dan wanita. Jika merasakan efek samping akibat onani, sebaiknya segera berkonsultasi pada tenaga kesehatan yang kompeten.

    (row/row)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Plis, Jangan Mager! 6 Hal Ini Wajib Dilakukan Setelah Berhubungan Intim

    Jakarta

    Seks adalah aktivitas yang bisa menguras banyak tenaga. Sehingga, tak jarang pasutri yang kelelahan memilih untuk langsung tidur usai ‘bertempur’ di ranjang.

    Padahal, ada banyak hal yang sebenarnya perlu dilakukan setelah berhubungan intim. Terlebih, jika ingin menjaga kesehatan dan terhindar dari risiko infeksi penyakit. Karenanya, pasutri harus menyempatkan diri untuk melakukan sejumlah hal berikut usai berhubungan intim.

    Hal yang Harus Dilakukan Setelah Berhubungan Intim

    Lalu, apa saja sih hal yang harus pasutri setelah sesi bercinta yang panas? Dikutip dari berbagai sumber, berikut ulasannya.


    1. Membersihkan vagina

    Khusus wanita, penting untuk selalu membersihkan vagina setelah berhubungan intim, apalagi jika tidak menggunakan kondom. Dikutip dari WebMD, membersihkan vagina dapat mencegah risiko infeksi, seperti infeksi kandung kemih dan lain sebagainya.

    Namun perlu diingat, cukup bersihkan area luar atau vulva vagina saja. Jangan pernah membersihkan bagian dalam vagina dengan air atau sabun karena justru dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri.

    2. Mencuci tangan

    Selain alat vital, jangan lupa pula untuk mencuci tangan setelah berhubungan intim. Terlebih, jika pasutri saling menyentuh organ intim pasangan saat bercinta.

    Pasalnya, bakteri yang mungkin ada di penis atau vagina bisa berpindah ke tangan. Cucilah kedua tangan dengan air mengalir dan sabun setelah bercinta untuk mencegah penyebaran bakteri.

    3. Buang air kecil

    Saat berhubungan intim, terutama ketika melakukan penetrasi vaginal, bakteri yang menempel di bagian luar organ intim bisa masuk ke uretra, yakni saluran yang mengeluarkan urine dari dalam tubuh. Hal ini dapat meningkatan risiko infeksi bakteri.

    Salah satu cara mengeluarkan bakteri dari saluran tersebut adalah dengan buang air kecil. Karenanya, jangan sampai rasa lelah dan kantuk menunda keinginan untuk ke kamar mandi.

    4. Minum air putih

    Jangan lupa juga untuk minum air putih setelah bercinta. Selain membantu tubuh kembali terhidrasi, minum air putih juga dapat mendorong keinginan untuk buang air kecil. Sehingga, tubuh dapat mengeluarkan lebih banyak bakteri yang bisa menyebabkan infeksi dan peradangan.

    5. Mengganti pakaian

    Aktivitas seksual yang intens akan membuat tubuh mengeluarkan banyak keringat. Untuk itu, kenakanlah pakaian yang memungkinkan sirkulasi udara, seperti pakaian yang longgar atau berbahan katun.

    Selain itu, hindari mengenakan pakaian berbahan nilon karena dapat memerangkap panas sehingga memungkinkan bakteri untuk berkembang biak.

    6. Mengonsumsi camilan bergizi

    Dikutip dari Allo Health, mengonsumsi camilan ringan yang bergizi, seperti yoghurt, kimchi, pisang, dan coklat hitam dapat membantu memulihkan tenaga setelah aktivitas bercinta yang intens. Khusus wanita, mengonsumsi makanan fermentasi tertentu juga dapat menunjang fungsi bakteri baik yang ada di vagina untuk membersihkan dan menjaga kesehatan organ kewanitaan.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy