Tag: kesehatan seksual

  • Cairan Miss V Tertelan saat Seks Oral, Bahaya Nggak Sih? Ini Penjelasannya

    Jakarta

    Saat orgasme, wanita juga mengeluarkan cairan ejakulasi dari vaginanya. Cairan ini disebut dengan air mani.

    Meski memiliki tekstur yang mirip, tapi air mani yang keluar dari vagina tidaklah sama dengan cairan semen laki-laki. Air mani wanita biasanya kental dan tampak seperti susu, serta dihasilkan oleh kelenjar paraurethral atau skene di uretra.

    Sedangkan semen merupakan campuran sperma dan cairan dari prostat, vesikula seminalis, dan kelenjar bulbouretral. Cairan ini membantu sperma melakukan perjalanan ke sel telur untuk pembuahan.


    Namun jika wanita mencapai klimaks lalu mengeluarkan air mani ketika seks oral, apakah berbahaya saat pasangannya menelan cairan tersebut? Dan apakah ada efeknya atau bahaya bagi kesehatan akibat itu?

    Tentang Cairan Vagina

    Dilansir laman Medical News Today, ejakulasi atau keluarnya air mani wanita dari uretra terjadi ketika orgasme. Adapun uretra merupakan saluran yang membawa urin dari kandung kemih ke luar tubuh.

    Yang disebut air mani perempuan terdapat dua jenisnya:

    1. Cairan kental yang tampak seperti susu mirip dengan semen pria. Cairan ini diproduksi oleh saluran skene atau yang kadang disebut prostat wanita. Analisis menunjukkan bahwa cairan ejakulasi wanita mengandung asam prostat fosfatase (PSA), yakni enzim yang ada dalam air mani pria yang membantu motilitas sperma. Selain itu, air mani ini biasanya juga mengandung fruktosa, salah satu bentuk gula.
    2. Cairan encer tidak berwarna dan tak berbau yang berasal dari kandung kemih. Cairan ini keluarnya dengan cara memancar dan kerap disamakan dengan urine, tapi keduanya berbeda, ya. Namun, beberapa penelitian kecil ada yang menemukan bahwa air mani jenis ini mengandung sedikit urine.

    Wanita mengeluarkan cairan ini dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan air mani jenis yang kental. Dan cairan ini juga bisa mengandung PSA.

    Selain itu, air mani wanita yang sehat umumnya pula mengandung berbagai komponen, termasuk asam sitrat, asam amino bebas, senyawa mineral, probiotik, elektrolit, protein, seng, lemak, kolesterol, dan vitamin B12.

    Cairan yang keluar saat wanita orgasme adalah hal yang normal. Volume cairan yang dikeluarkan juga dapat berbeda tiap orangnya.

    Apakah Aman Menelan Cairan Vagina?

    Mengutip dari Man Matters, air mani wanita relatif aman jika tertelan. Cairan ini juga mengandung sejumlah komponen seperti probiotik hingga protein.

    Namun perlu diingat, walau terdapat bakteri baik Lactobacillus di area miss V yang berfungs menjaga tingkat keasaman atau pH normal, ada pula bakteri jahat yang dikenal sebagai bakteri anaerob. Bakteri anaerob dalam konsentrasi tinggi di vagina yang tidak terjaga kebersihannya bisa menyebabkan penyakit vaginosis bakterial.

    Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr Hari Nugroho, SpOG, juga menyebutkan bahwa bakteri baik di vagina belum tentu tetap baik jika sampai di rongga mulut. Karena bisa saja berubah menjadi bakteri yang tidak baik.

    Begitu juga dengan bakteri di mulut. Bakteri yang baik mungkin berubah dan menjadi berbahaya jika berkembang di miss V.

    Selain itu, harus tetap berhati-hati karena jika wanita mengidap penyakit menular seksual (PMS) atau infeksi saluran kemih (ISK) maka penyakit itu dapat tertular melalui cairan dari kelaminnya.

    Bukan cuma itu, seseorang juga bisa alergi air mani. Ini terjadi ketika sistem imun tubuh bereaksi terhadap protein di dalamnya. Kondisi ini disebut dengan Human Seminal Plasma Hypersensitivity (HSP).

    Jadi, selama pasangan sehat yaitu tidak terkena PMS atau ISK, juga selama kamu tidak HSP maka menelan cairan ejakulasi wanita masih bisa dikatakan aman.

    Nah, bagaimana nih buat kamu para pria yang sebelumnya kebingungan tentang efek menelan air mani perempuan, sekarang sudah paham bukan penjelasannya?

    (fds/fds)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Hamil Setelah Berhubungan?

    Jakarta

    Setelah menikah, banyak pasangan yang berharap untuk segera memiliki momongan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jarak kehamilan setelah berhubungan. Apalagi kehamilan kadang terjadi dalam beberapa hari.

    Lantas, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk hamil setelah berhubungan? Simak penjelasannya berikut ini.

    Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Hamil Setelah Berhubungan?

    Dikutip dari situs Planned Parenthood, kehamilan tidak dimulai di hari saat berhubungan seks. Sebenarnya, dibutuhkan waktu sekitar 2-3 minggu setelah berhubungan seks untuk hamil.


    Sperma memerlukan waktu hingga 6 hari untuk bergabung dengan sel telur setelah bercinta. Jika sel sperma dan sel telur bergabung, maka hal ini disebut dengan pembuahan. Sel telur akan sampai di rahim sekitar 3 sampai 4 hari setelah pembuahan.

    Selanjutnya, sel telur dapat bertahan hidup di dalam rahim selama beberapa hari. Kehamilan dimulai pada tahap implantasi, ketika telur yang telah dibuahi menempel pada rahim.

    Di tahap implantasi, hormon yang dibutuhkan untuk mendukung kehamilan mulai dilepaskan. Dibutuhkan waktu sekitar 3-4 hari bagi sel telur yang telah dibuahi untuk menanamkan diri sepenuhnya di rahim.

    Kapan Pembuahan Terjadi?

    Dikutip dari Healthline, pembuahan terjadi ketika sel telur dan sperma bertemu di tuba falopi. Agar hal ini terjadi, seorang wanita harus berada dalam masa subur. Hal ini berarti, sel telur mendekati atau telah mencapai masa ovulasi yang siap dilepaskan dari indung telur.

    Sel telur hanya dapat dibuahi antara 12 sampai 24 jam sejak dilepaskan. Setelah itu, sel telur akan mulai terurai, hormon akan berubah. Akhirnya, menstruasi akan memulai siklus berikutnya.

    Berhubungan seks dalam waktu 5 hari setelah ovulasi dapat menyisakan cukup banyak sperma yang menunggu dan siap untuk membuahi. Dengan kata lain, seseorang dapat hamil setelah berhubungan seks sekitar seminggu sebelum ovulasi jika sperma yang sehat sudah berada di tempat tujuan akhirnya.

    Sebaliknya, pembuahan juga dapat terjadi segera setelah berhubungan seks. Para ahli mengatakan bahwa sperma dapat menavigasi rahim dan tuba falopi untuk mencapai sel telur sesegera mungkin dalam waktu 30 menit setelah ejakulasi.

    Kapan Implantasi Terjadi?

    Setelah pembuahan, zigot baru bergerak ke tuba falopi dan mengalami perubahan. Zigot berkembang menjadi morula dan kemudian menjadi blastosis.

    Setelah mencapai tahap blastokista, ia siap untuk berimplantasi dalam lapisan rahim selama menstruasi.Biasanya, implantasi terjadi antara enam sampai 10 hari setelah pembuahan.

    Gejala Awal Kehamilan

    1. Terlambat Datang Bulan

    Jika menstruasi terlambat, kamu mungkin saja hamil. Hormon yang dihasilkan oleh embrio yang sedang tumbuh memberi sinyal pada otak untuk mempertahankan lapisan rahim.

    2. Perubahan pada Payudara

    Salah satu gejala awal kehamilan adalah payudara mungkin akan terasa lembut atau bengkak saat disentuh. Hal ini terjadi karena perubahan hormon.

    3. Mual di Pagi Hari

    Umumnya, gejala ini dimulai sekitar satu bulan atau lebih setelah implantasi. Namun, gejala ini juga dapat terjadi lebih cepat pada beberapa wanita. Kamu mungkin mengalami mual dengan atau tanpa muntah.

    4. Sering ke Kamar Mandi

    Ginjal bekerja lebih keras selama kehamilan. Hal ini karena ginjal ditugaskan untuk memproses cairan ekstra akibat peningkatan volume darah. Hal tersebut berarti peningkatan buang air kecil.

    5. Kelelahan

    Kamu mungkin akan merasa mudah lelah saat awal kehamilan. Hal ini terjadi karena hormon progesteron dapat membuatmu sangat kelelahan.

    Apabila kamu mengalami gejala-gejala ini atau merasa mungkin hamil. Sebaiknya lakukan tes kehamilan sendiri di rumah.

    Waktu yang Tepat untuk Tes Kehamilan

    Dikutip dari jurnal berjudul Pemeriksaan HCG (Human Chorionic Gonadotropin) untuk Deteksi Kehamilan Dini secara Imunokromatografi yang ditulis Agnes Sri Harti, Estuningsih, Heni Nurkusumawati, kehamilan akan ditandai dengan meningkatnya kadar HCG dalam urin pada trimester I.

    HCG disekresikan 7 hari setelah ovulasi. Tes kehamilan di rumah bekerja dengan cara mencari hormon HCG dalam urin. Kamu dapat membeli alat tes ini di supermarket, toko obat, atau secara online.

    Ikuti semua petunjuk dan tindak lanjuti dengan dokter jika kamu mendapatkan hasil yang positif, atau jika mendapatkan hasil negatif tetapi menstruasi tidak kunjung dimulai. Tentunya perkiraan ini tidak berlaku untuk semua pasangan suami istri. Namun informasi ini bisa menjadi perkiraan pasangan suami istri untuk lebih waspada dan menyiapkan diri menyambut momongan.

    (row/row)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Gaya Bercinta Lotus, Doggy Style, dan 5 Lainnya agar Cepat Hamil

    Jakarta

    Kehadiran seorang buah hati menjadi dambaan bagi setiap pasangan yang sudah menikah. Tidak heran jika pasangan akan mencoba berbagai cara demi peluang hamil, termasuk melakukan berbagai variasi gaya bercinta.

    Bagi Anda pasangan suami istri yang sedang merencanakan kehamilan, sudah tahu belum gaya bercinta apa saja yang efektif untuk mempercepat kehamilan? Jika belum, Anda bisa mengetahuinya melalui artikel berikut ini.

    Gaya Bercinta agar Cepat Hamil

    Menurut Healthline, pada dasarnya tidak ada posisi atau gaya bercinta tertentu yang terbukti meningkatkan proses pembuahan. Sperma dapat berenang dengan sendirinya menuju saluran reproduksi wanita.


    Namun, peluang kehamilan akan menjadi lebih besar apabila sperma semakin dekat dengan leher rahim atau serviks. Karena itu, gaya bercinta menjadi alternatif untuk memastikan sperma lebih mudah menuju sel telur

    1. Lotus

    Gaya bercinta woman on top ini kerap dianggap menurunkan peluang hamil. Namun dokter ahli kandungan dan kehamilan Anna Targonskaya dalam situs Flo menerangkan, pasangan tidak perlu khawatir. Sperma akan menemukan jalannya menuju rahim dan membuahi sel telur.

    Lotus bisa menjadi alternatif gaya bercinta yang memberi kepuasan bagi pasangan. Pasangan suami istri dalam gaya ini saling duduk berhadapan. Pihak laki-laki duduk dengan kaki lurus, sedangkan perempuan duduk berlutut di atas pangkuannya. Gaya bercinta ini dianggap memaksimalkan harmonisasi dan kedekatan keduanya.

    2. Doggy Style

    Sebagai pilihan lain, posisi doggy style pun dapat dicoba. Gaya bercinta ini memungkinkan penetrasi lebih dalam dengan mengoptimalkan jalannya sperma langsung menuju dalam rahim. Semakin dekat sperma dengan serviks, maka peluang kehamilan akan semakin baik pula.

    Doggy style memungkinkan penetrasi dari belakang dalam posisi duduk atau berdiri. Pasangan harus memastikan posisi keduanya benar-benar nyaman, sehingga penis bisa tepat menuju vagina. Suami istri yang ingin mencoba posisi ini bisa mencari lebih dulu posisi yang tepat bagi keduanya.

    3. Misionaris

    Misionaris adalah gaya bercinta dengan posisi pria berada di atas. Dilansir dari Healthline, gaya bercinta misionaris memungkinkan terjadinya penetrasi lebih dalam, sehingga dapat mendekatkan sperma menuju leher rahim.

    Ketika posisi pria berada di atas wanita, maka sperma dapat masuk ke dalam leher rahim dengan mudah, kemudian diperlancar oleh cairan pelindung vagina. Misionaris umumnya menjadi gaya bercinta favorit wanita karena dapat menghemat banyak energi.

    4. Wheelbarrow atau Gerobak Dorong

    Selain misionary dan doggy style, wheelbarrow menjadi gaya bercinta berikutnya yang dapat mempercepat proses pembuahan. Gaya bercinta ini mungkin sedikit lebih menantang. Adapun posisi wheelbarrow adalah pria mengangkat tubuh wanita dan memegang kakinya setinggi pinggang.

    Gaya bercinta yang mirip seperti gerobak dorong ini memungkinkan penetrasi yang dalam sehingga dapat mengantarkan sperma lebih dekat menuju leher rahim. Selain itu, wanita disarankan pula untuk segera berbaring telentang saat pria ejakulasi demi meningkatkan peluang sperma mencapai rahim.

    5. Cowgirl Berbalik

    Cowgirl adalah gaya bercinta di mana wanita berada di atas pria. Dengan demikian, cowgirl berbalik adalah ketika wanita berada di atas dengan membelakangi wajah pria.

    Gaya bercinta ini memungkinkan wanita agar lebih leluasa mengatur geraknya. Gaya bercinta ini dinilai dapat mengatur penetrasi lebih dalam lantaran wanita dapat mengontrol sendiri kedalaman penis.

    6. Rear Entry

    Gaya bercinta rear entry adalah ketika wanita berbaring tengkurap dengan pria yang melakukan penetrasi dari arah belakang. Rear entry juga dapat divariasikan di kursi atau pinggir tempat tidur dengan posisi wanita duduk atau berlutut.

    Rear entry dapat membantu penis masuk lebih dalam ke dalam vagina. Dilansir dari Health Hub, gaya bercinta ini membantu mendekatkan sperma di dekat leher rahim untuk mempercepat proses pembuahan.

    7. Scissor atau Posisi Gunting

    Dilansir dari WebMD, posisi gunting adalah posisi antara dua pasangan yang duduk saling berhadapan sambil menyilangkan kaki hingga alat kelamin bersentuhan. Posisi ini mirip dua buah gunting yang saling bersilangan dan bersentuhan pada pangkal pertemuan bilahnya.

    Selain menambah suasana agar lebih intens, posisi gunting dapat memberikan kemudahan bagi sperma menuju serviks. Sama seperti gaya bercinta yang lain, pastikan suami istri dalam posisi nyaman dan mencapai kepuasan.

    Itulah 7 gaya bercinta yang dapat mempercepat proses kehamilan. Semoga artikel ini bermanfaat!

    (row/row)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Vaginismus Penyebab Pasangan Gancet: Jenis, Penyebab, dan Penanganannya

    Jakarta

    Vaginismus adalah kondisi medis pada wanita saat otot di sekitar vagina menegang tanpa disadari. Kondisi ini bisa mengakibatkan penis captivus, yang berujung pada pasangan gancet. Kondisi ini adalah saat penis tersangkut di vagiana ketika berhubungan seks.

    Bagi wanita yang mengalami kondisi medis ini, ada beberapa cara untuk mengetahui penyebab, gejala, dan juga cara menanganinya. Artikel ini akan memberikan penjelasan lengkap mengenai apa itu vaginismus.

    Pengertian Vaginismus

    Vaginismus adalah kondisi medis yang terjadi ketika otot vagina menegang dan mengencang tanpa disadari saat ada sesuatu yang memasukinya. Kondisi ini menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman pada penderitanya saat sedang melakukan hubungan seksual atau memasang tampon ke dalam vagina. Vaginismus merupakan disfungsi seksual yang mempengaruhi kira-kira 0,5-1% wanita.


    Menurut buku Organ Reproduksi Wanita (2023), vaginismus adalah kejang otot yang terjadi di sepertiga bagian luar vagina. Pubococcygeus muscle group merupakan bagian otot yang berkaitan dengan vaginismus. Pada dasarnya, bagian otot tersebut berfungsi mengontrol vagina ketika proses penetrasi, orgasme, buang air kecil maupun besar, serta proses persalinan normal.

    Dikutip dari National Health Service UK, vaginismus dapat menyebabkan infertilitas dan dapat mempengaruhi persepsi wanita tentang kewanitaannya, potensinya sebagai ibu, dan juga dapat mempengaruhi prognosis ibu dan janin.

    Penyebab Vaginismus

    Secara umum, vaginismus disebabkan oleh dua faktor utama, yakni faktor fisik dan faktor psikologis. Kendati demikian, menurut buku yang ditulis oleh Ernawati dkk tersebut, penyebab utama terjadinya vaginismus cenderung lebih mengarah ke faktor psikologis interpersonal.

    Faktor Psikologis

    Beberapa pemicu vaginismus secara psikologis antara lain:

    • Perasaan takut untuk melakukan hubungan seksual
    • Perasaan cemas yang berkaitan dengan hubungan seksual dengan pasangan
    • Ketakutan terhadap kehamilan
    • Mengalami trauma akibat pemerkosaan atau pelecehan seksual.

    Faktor Fisik

    Sementara itu, vaginismus yang disebabkan oleh faktor fisik antara lain sebagai berikut:

    • Infeksi di sekitar organ reproduksi, seperti infeksi saluran kemih atau infeksi jamur
    • Kondisi kesehatan, seperti kanker atau lichen sclerosus
    • Persalinan
    • Menopause yang membuat vagina menjadi kering dan tidak elastis
    • Riwayat operasi panggul
    • Riwayat operasi kandungan
    • Kurangnya pemanasan sebelum melakukan hubungan seksual
    • Lubrikasi vagina yang tidak mencukupi
    • Efek samping dari pengobatan.

    Jenis-jenis Vaginismus

    Vaginismus dapat dikelompokkan menjadi empat jenis, berikut ini penjelasan lengkapnya.

    1. Vaginismus primer

    Vaginismus primer adalah jenis vaginismus yang dapat berlangsung seumur hidup. Dikutip dari National Health Service UK, dalam kasus vaginismus primer, tidak mungkin memasukkan benda apapun ke dalam vagina.

    2. Vaginismus sekunder

    Vaginismus sekunder umumnya disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti infeksi, persalinan, menopause, atau riwayat operasi pada area panggul. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh faktor psikologis. Pada kasus ini, penderita vaginismus sekunder pernah berhasil dalam penetrasi seksual, namun berikutnya tidak bisa dilakukan lagi.

    3. Vaginismus global

    Jenis vaginismus ini menyebabkan penderitanya merespon terhadap semua jenis hubungan seksual, baik itu penetrasi vagina, seks oral, ataupun masturbasi. Vaginismus global bisa bersifat primer maupun sekunder.

    4. Vaginismus situasional

    Pada vaginismus situasional, otot-otot vagina hanya menegang pada kondisi dan situasi tertentu saja. Misalnya, penderita merasa baik-baik saja saat memasukkan tampon ke dalam vagina, tetapi merasakan nyeri dan sakit saat berhubungan seksual.

    Gejala Vaginismus

    Dilansir dari laman WebMD, seks yang menyakitkan (dispareunia) sering kali menjadi gejala utama vaginismus. Rasa sakit yang terjadi saat penetrasi biasanya akan hilang setelah penarikan. Meski demikian, beberapa wanita dengan kondisi kejang otot parah akan tetap merasakan sakit.

    Berikut ini gejala-gejala vaginismus:

    • Sulit melakukan penetrasi
    • Nyeri di bagian vulva
    • Kejang otot, bahkan sesak napas saat melakukan hubungan seksual.
    • Kehilangan hasrat seksual.

    Cara Diagnosis Vaginismus

    Cara yang tepat untuk mendiagnosis vaginismus adalah berkonsultasi dengan dokter. Umumnya dokter akan memeriksa riwayat medis pasien, melakukan pemeriksaan ginekologi, dan melihat gejala yang dialami pasien. Perlu diketahui, tidak ada tes yang definitif untuk mendiagnosis vaginismus.

    Cara Mengobati Vaginismus

    Cara menangani vaginismus berbeda-beda tergantung dari penyebabnya. Namun, sejumlah metode untuk penanganan vaginismus secara umum adalah sebagai berikut:

    1. Edukasi dan konseling

    Edukasi dilakukan oleh dokter dengan memberikan penjelasan mengenai anatomi seksual. Dokter juga akan memberikan konsultasi untuk mengurangi rasa cemas atau takut pada penderita vaginismus.

    2. Psikoterapi

    Psikoterapi bertujuan membantu pasien dalam mengidentifikasi, mengekspresikan, dan menyikapi berbagai faktor emosional pemicu vaginismus.

    3. Latihan otot panggul

    Senam kegel dinilai dapat meningkatkan kemampuan dalam mengontrol otot dasar panggul.

    4. Vaginal dilator therapy

    Vaginal dilator therapy merupakan terapi dengan alat bantu berbentuk tabung untuk membantu meregangkan vagina, memberikan efek relaksasi sekaligus mengurangi rasa nyeri saat berhubungan intim.

    5. Pemberian obat topikal

    Obat topikal yang mengandung lidokain biasanya diberikan guna meredakan rasa nyeri pada vagina saat berhubungan.

    6. Latihan penetrasi

    Latihan penetrasi dapat dilakukan menggunakan dilator plastik atas saran dokter. Cara menggunakannya adalah dengan mendiamkan alat tersebut selama 10 hingga 15 menit agar otot vagina terbiasa dengan tekanan.

    Demikian penjelasan mengenai penyebab, gejala, dan cara menangani vaginismus. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat.

    (row/row)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Cara Berhubungan Intim Agar Cepat Hamil, Catat!

    Jakarta

    Ingin segera punya momongan atau buah hati adalah impian kebanyakan suami istri. Berbagai hal dilakukan, termasuk mengetahui cara berhubungan intim agar cepat hamil. Cara ini tidak hanya membahas posisi saat bercinta.

    Namun juga frekuensi, waktu yang tepat untuk berhubungan intim, serta hal yang sebaiknya dilakukan usai bercinta. Berikut penjelasan lengkapnya

    Cara Berhubungan Intim Agar Cepat Hamil

    Berbagai cara berhubungan intim agar cepat hamil membutuhkan kerja sama suami istri. Keduanya harus tetap nyaman dan sehat sebelum, saat, dan usai berhubungan intim.


    1. Lakukan Hubungan Seks secara teratur

    Mengutip Mayo Clinic, untuk mempercepat kehamilan, pasangan sebaiknya melakukan hubungan seks secara teratur. Tingkat kehamilan tertinggi terjadi pada pasangan yang berhubungan seks setiap hari atau dua hari sekali.

    2. Lakukan Hubungan Intim pada Hari Ovulasi

    Jika tak memungkinkan setiap hari, lakukan hubungan intim secara teratur 3-5 hari sebelum ovulasi. Frekuensi dan saat yang tepat untuk berhubungan intim dapat meningkatkan peluang kehamilan.

    Ovulasi merupakan proses sel telur yang sudah matang dilepaskan dari ovarium. Setelah dilepas, sel telur bergerak ke tuba falopi dan tinggal di sana selama 12 sampai 24 jam. Di tahap ini sel telur berpeluang ketemu sperma.

    Sperma sendiri bisa hidup di dalam saluran reproduksi wanita selama lima hari setelah berhubungan seksual. Peluang paling tinggi bagi seorang wanita untuk hamil adalah ketika sperma bertemu ovum di tuba falopi selama ovulasi.

    Dalam siklus menstruasi, ovulasi biasanya terjadi 14 hari sebelum periode menstruasi berikutnya. Namun, panjang siklus setiap orang mungkin berbeda. Kamu bisa menentukan panjang dan titik tengah siklusmu dengan membuat kalender menstruasi.

    3. Berbaring Setelah Berhubungan Intim

    Mengutip WebMd, berbaring 10-15 menit setelah berhubungan intim bisa membantu sperma mencapai tujuannya. Setelah berbaring sejenak, lakukan buang air kecil untuk membantu menghilangkan kuman yang menempel di dekat uretra, sebab dapat menyebabkan infeksi saluran kemih.

    4. Sangga Panggul dengan Bantal

    Selipkan bantal di bawah panggul setelah berhubungan intim. Hal ini bertujuan untuk memindahkan sperma ke rahim. Lakukan ini 10-15 menit.

    5. Angkat Kaki ke Dinding

    Selain berbaring dan menyangga panggul, kamu bisa mengangkat kaki ke dinding setelah melakukan hubungan intim. Hal ini dilakukan untuk mempermudah sperma masuk ke rahim.

    6. Posisi Sujud

    Posisi sujud setelah berhubungan intim diyakini bisa mempermudah kehamilan. Sperma masuk ke mulut rahim yang tidak datar maka kamu bisa melakukan posisi sujud selama 3-5 menit untuk mempercepat kemungkinan hamil.

    7. Terlentang dengan Posisi Agak Miring

    Setelah berhubungan intim, kamu juga bisa terlentang dengan posisi agak miring. Hal ini diyakini bisa memudahkan sperma mengalir dalam vagina.

    Adakah Posisi Berhubungan Intim yang Tepat untuk Cepat Hamil?

    Menurut Webmd, tidak ada posisi seks tertentu yang terbukti meningkatkan peluang kehamilan. Wanita bisa hamil dengan berhubungan seks di semua posisi. Sebab, saat sperma masuk ke vagina, dia akan bergerak ke saluran tuba dalam hitungan menit untuk membuahi sel telur.

    Itulah penjelasan mengenai cara berhubungan intim agar cepat hamil. Semoga artikel ini membantumu.

    (elk/row)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Adakah Cara Mengetahui Masih Perawan atau Tidak? Ini Penjelasannya

    Jakarta

    Perawan merujuk pada wanita yang belum pernah melakukan hubungan seks atau virgin. Salah satu parameternya adalah kondisi selaput dara yang digunakan juga dalam tes keperawanan.

    Namun apakah tes tersebut akurat? Karena pada faktanya, selaput dara bisa sobek karena berbagai hal. Yuk, ketahui apa itu tes keperawanan, prosedur dan manfaatnya.

    Apa Itu Tes Keperawanan?

    Tes keperawanan adalah praktik yang dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang telah melakukan hubungan seks. Tes ini biasanya dilakukan melalui pemeriksaan panggul atau pemeriksaan vagina.


    Terkadang, tes keperawanan dilakukan dengan pemeriksaan vagina secara visual sebagai bukti selaput dara yang utuh. Selain itu, tes juga dilakukan dengan memasukkan dua jari ke dalam saluran vagina untuk merasakan perubahan pada vagina.

    Mengutip Healthline, kedua tes ini tak akurat secara medis karena hanya melihat atau menyentuh vagina. Menurut WHO, tak ada bukti kedua metode ini bisa menunjukkan seorang wanita atau anak perempuan masih perawan atau telah melakukan hubungan seksual.

    Senada dengan hal tersebut, menurut buku Aspek Nilai Keperawanan dalam Hak-Hak Asasi Manusia oleh Krismono Irwanto, tes keperawanan digunakan sebagai alat bukti apakah telah terjadi hubungan seksual. Hal ini didasarkan atas asumsi selaput dara hanya bisa robek karena berhubungan seksual.

    Apakah Seks Bisa Merubah Fisik?

    Hubungan seks yang menyebabkan kehamilan dan penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) bisa mengubah fisik. Akan tetapi, selain itu, hubungan seks jarang mengubah penampilan fisik.

    Robeknya selaput dara pun bisa terjadi secara alami karena jaringan yang bertahap menipis. Selaput dara juga bisa robek karena hal-hal seperti menunggangi kuda atau menggunakan tampon. Sehingga, menurut Ginekolog Felice Gersh, MD, selaput dara bukan indikasi seseorang pernah berhubungan seks.

    Cara Tes Keperawanan

    Tes keperawanan merujuk pada pemeriksaan selaput dara pada pasien wanita. Pelaksanaan tes keperawanan biasanya dilakukan pada korban kekerasan seksual untuk memperoleh alat bukti.

    Secara umum prosedur pemeriksaan tidak memerlukan persiapan khusus, namun menurut Krismono ada hal yang harus diperhatikan yaitu:

    • Menjelaskan prosedur pemeriksaan pada pasien dengan baik dan lengkap.
    • Bila perlu dapat menggunakan alat peraga.
    • Mendapatkan persetujuan pasien.
    • Dilakukan di ruang dengan pencahayaan baik.
    • Dilengkapi peralatan tambahan yang meliputi cotton swab, cairan salin, dan folley catheter.
    • Pemeriksaan dilakukan pada posisi:

    -Berbaring seperti ibu melahirkan dengan betis yang ditopang (litotomi).

    -Dada dan lutut menempel pada lantai (knee chest).

    -Seperti kaki kodok dengan pangkal dan selangkang terbuka (frog leg).

    Prosedur tes keperawanan

    Pemeriksaan selaput dara hanya bisa dilakukan tenaga medis yang memiliki izin dan kompetensi untuk melakukannya. Tahap pemeriksaan adalah:

    1. Pasien wajib buang air kecil lebih dulu untuk mengosongkan kandung kemih
    2. Tubuh pasien ditutup selimut sesuai instruksi dari tenaga kesehatan yang melakukan pemeriksaan
    3. Berbaring pada posisi yang diperlukan untuk mengetahui kondisi selaput dara
    4. Setelah posisi tepat, dokter atau bidan akan melakukan pemisahan bibir vagina atau separasi labia
    5. Di tahap inilah pemeriksaan selaput dara (hymen) bisa dilakukan.

    Metode pemeriksaan hymen terdiri dari:

    -redundant hymen yaitu menelusur pinggiran selaput dara dengan cotton swab yang sudah dibasahi cairan salin.

    -menyemprotkan cairan salin atau air hangat pada hymen sehingga diperoleh visualisasi adanya selaput.

    -menyisipkan kateter folley ukuran 18 yang dikembangkan dengan udara, sehingga diperoleh gambaran selaput dara. Metode ini cenderung lebih invasif dibanding lainnya.

    Manfaat Pemeriksaan Panggul

    Mengutip Mayo Clinic, pemeriksaan panggul juga dilakukan untuk pemeriksaan kesehatan. Berikut penjelasannya:

    1. Untuk Memeriksa Kesehatan Seksual dan Reproduksi

    Pemeriksaan panggul dapat menemukan tanda-tanda kista ovarium, infeksi menular seksual, atau kanker stadium awal. Pemeriksaan juga dilakukan selama kunjungan prenatal pertama dalam kehamilan.

    2. Untuk Mendiagnosa Suatu Kondisi Medis

    Pemeriksaan panggul juga bisa membantu menemukan penyebab gejala seperti nyeri panggul, pendarahan atau keputihan yang tidak biasa. Dalam hal ini seseorang memerlukan banyak tes dan juga perawatan.

    Pada intinya, tes keperawanan tak secara akurat bisa menunjukkan keperawanan seseorang. Sehingga, jika ingin menilai apakah seorang wanita masih perawan atau tidak, kejujuran dan saling percaya lebih tepat dibandingkan melihat utuh tidaknya selaput dara. Semoga informasi ini membantumu.

    (elk/row)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Posisi Berhubungan yang Bagus Saat Hamil 9 Bulan

    Jakarta

    Posisi berhubungan yang bagus saat hamil 9 bulan berikut ini akan menjawab kebingungan dan kekhawatiran setiap pasangan. Hubungan seks dengan ibu hamil wajib dipastikan aman dan nyaman bagi pasangan suami istri.

    Sebelum berhubungan seks, pasangan sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal berikut:

    • Sebaiknya jangan berhubungan seks lebih dari tiga kali seminggu
    • Pilih posisi yang paling nyaman bagi ibu dengan perut yang makin besar sesuai usia kandungan
    • Pastikan janin dan ibu dalam kondisi sehat
    • Jangan berhubungan intim di trimester pertama kehamilan

    Nah jika faktor tersebut sudah dipertimbangkan dengan matang, pasangan bisa mulai memipih posisi berhubungan intim yang aman dan nyaman.


    Posisi Berhubungan yang Bagus Saat Hamil 9 Bulan

    Dikutip dari laman Healthline dan Medical News Today, berikut adalah 5 posisi hubungan yang bagus saat hamil 9 bulan beserta gambar:

    1. Woman On Top

    Posisi berhubungan yang bagus saat hamil 9 bulan pertama adalah woman on top. Posisi ini bisa menjadi posisi paling bagus saat kehamilan mulai membesar.

    Istri bisa memegang kontrol dalam posisi ini untuk memastikan kenyamanannya selama berhubungan intim. Namun, jika istri sudah mulai lelah, maka suami diharapkan mengambil kendali sementara istri berpegangan di kaki suaminya.

    2. Spoon

    Posisi spoon atau menyendok ini adalah salah satu posisi paling nyaman bagi ibu hamil. Istri bisa menyamping dan menyerahkan tumpuan perut di kasur, sedangkan suami mengikuti dengan meringkuk di sekitar tubuh istrinya.

    Dalam posisi ini dianjurkan untuk menggunakan beberapa bantal di atas salah satu kaki istri. Gunanya agar perut tidak terjepit dan lebih memudahkan penetrasi.

    3. Edge of The Bed

    Posisi ini dilakukan di pinggir tempat tidur dan hampir sama dengan misionaris klasik. Bedanya hanya suami yang berlutut di pinggir tempat tidur.

    4. On The Chair

    Posisi berikutnya ini menggunakan kursi selama berhubungan intim. Suami harus duduk di atas kursi, kemudian istri duduk di pangkuan suami. Posisi ini sebaiknya dilakukan dekat dengan tembok agar lebih aman dan nyaman.

    5. Reserve Cowgirl

    Posisi terakhir yaitu reserve cowgirl atau layaknya menunggangi kuda. Istri bisa duduk di atas tubuh suami yang berbaring dengan punggung dihadapkan ke wajah suami. Perut istri akan ditopang sepenuhnya oleh paha dan punggung, juga dibantu dengan pegangan kedua tangan.

    Itu dia 5 posisi berhubungan yang bagus saat hamil 9 bulan beserta gambar. Posisi ini membantu agar pasangan tetap nyaman dan aman dalam melakukan hubungan intim selama kehamilan.

    (row/row)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Pengertian Mastubasi, Kenapa Orang Bisa Mengalaminya?

    Jakarta

    Masturbasi adalah bentuk perilaku seksual yang berarti memuaskan diri sendiri. Dikutip dari buku Metode Pendidikan Seks, Perkawinan dan Keluarga, masturbasi atau onani diartikan sebagai pemenuhan dan pemuasan kebutuhan seksual dengan merangsang alat kelamin sendiri.

    Dalam buku karya Tukan tersebut dijelaskan, perangsangan alat genitalia menggunakan tangan dan atau alat mekanik lainnya. Di dunia kesehatan, masturbasi diyakini memiliki beberapa manfaat. Namun, tetap memiliki dampak negatif jika sudah masuk dalam kategori kecanduan.

    Untuk itu, simak ulasan berikut ini tentang pengertian masturbasi secara lengkap. Berikut manfaat dan efek sampingnya.


    Masturbasi Adalah

    Masturbasi berasal dari bahasa Latin masturbare yang merupakan perpaduan kata manus dan stuprare. Alfiah Surahmi dalan tulisannya berjudul Masturbasi (Studi Kasus Perilaku Seksual Mahasiswi di Kota Makassar) menjelaskan, manus artinya tangan dan sturare adalah penyalahgunaan.

    Secara etimologi, masturbasi bisa diartikan sebagai penyalahgunaan tangan atau tangan yang disalahgunakan. Dokter konsultan andrologi dan seks Dr dr Hudi Winarso, MKes, SpAnd, dalam bukunya yang berjudul Seks Pria dan Wanita: Manfaat, Masalah, dan Solusinya, Tanya Jawab Lengkap menjelaskan proses masturbasi yaitu:

    -Masturbasi diawali rangsang erotik dari visual, rabaan, atau fantasi

    -Organ kelamin yang sudah terangsang diberi manipulasi hingga tercapai kepuasan.

    -Manipulasi dilakukan dengan tangan atau alat lain dengan mempertimbangkan keamanan pelaku masturbasi.

    Kenapa Orang Mengalami Mastubasi?

    MH Sitanggang dalam bukunya yang berjudul Masturbasi Ditinjau dari Perspektif Kristen menjelaskan penyebab orang mengalami masturbasi yaitu:

    1. Rasa puas dan nikmat

    Alasan ini paling sering menjadi penyebab terjadinya onani. Hal ini berkaitan dengan sifat manusia yang ingin mencari kenikmatan.

    2. Pelepasan keinginan seksual

    Kondisi ini kerap terjadi di usia remaja khususnya laki-laki yang memasuki masa puber. Masturbasi menjadi cara mengeluarkan sperma yang selalu diproduksi tubuh selain mimpi basah.

    3. Diyakini sebagai penyaluran gairah seks paling aman

    Masturbasi menjadi cara menyalurkan dorongan seksual dengan risiko kehamilan sangat kecil. Selain itu, risiko terjadinya Penyakit Menular Seksual (PMS) juga minim dibanding metode penyaluran seks yang lain.

    4. Mengurangi stes

    Menurut Sitanggang, beberapa pelaku masturbasi memilih cara ini untuk mengurasi stres. Metode ini tidak berlaku untuk semua orang.

    Manfaat Masturbasi

    Selain memberikan kesenangan secara seksual, masturbasi secara tidak langsung juga memberikan manfaat bagi kesehatan wanita. Baik itu secara mental maupun fisik. Berikut beberapa manfaat masturbasi pada wanita:

    Tujuan seseorang melakukan masturbasi adalah untuk mencapai kepuasan atau orgasme. Kepuasaan yang didapat melalui rangsangan diyakini dapat menurunkan tingkatan stres seorang wanita.

    Ketika melakukan masturbasi dan mencapai orgasme, tubuh akan melepas hormon oksitosin. Lepasnya hormon ini akan membuat tubuh terasa lebih rileks dan tenang, sehingga rasa stres bisa berkurang.

    2. Suasana Hati Akan Lebih Baik

    Tidak menutup kemungkinan, kegiatan seksual masturbasi bisa memperbaiki suasana hati seorang wanita. Hal ini masih berkaitan dengan pelepasan hormon oksitosin dalam tubuh ketika mencapai orgasme.

    3. Kulit Akan Lebih Sehat

    Aktivitas masturbasi atau bahkan berhubungan intim, diyakini bisa meningkatkan produksi hormon estrogen. Tentunya hal ini sangat baik terutama untuk menunda penuaan dini. Kulit bahkan akan menjadi lebih kencang dan cerah.

    4. Kualitas Tidur yang Sempurna

    Ketika seseorang melakukan masturbasi hingga mencapai orgasme, itu akan membuat tubuh menjadi lebih rileks. Kondisi ini akan sangat membantu tubuh untuk mendapatkan kualitas tidur yang sempurna.

    Meski memberikan beberapa manfaat, masturbasi juga punya beberapa dampak buruk jika dilakukan secara berulang atau bahkan masuk dalam kategori kecanduan.

    Dampak Negatif Masturbasi

    Bila aktivitas masturbasi sudah tidak bisa dikendalikan dan terlalu sering dilakukan, akan mengakibatkan dampak yang cukup buruk. Dampaknya bisa mengubah perilaku individu hingga daya tahan psikis yang semakin menurun.

    Dirangkum dari laman Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, ada beberapa dampak negatif jika terlalu sering masturbasi. Berikut penjelasannya:

    1. Dampak Fisik

    • Memberikan rasa lelah pada tubuh jika dilakukan secara tergesa-gesa mencapai ejakulasi.
    • Menggunakan alat bantu dengan berlebihan bisa menyebabkan luka ataupun infeksi pada kelamin.
    • Masturbasi yang tidak terkontrol bisa merusak selaput darah atau keperawanan pada wanita.
    • Ejakulasi dini.

    2. Dampak Psikis

    • Kecanduan masturbasi bisa memunculkan rasa bersalah serta rasa malu.
    • Self control yang semakin menurun pada diri seseorang.
    • Umumnya orang yang kecanduan masturbasi akan menimbulkan krisis kepercayaan diri.
    • Beberapa orang bahkan merasa masturbasi lebih nikmat dibanding dengan berhubungan intim, sehingga menyebabkan kompulsif masturbasi.
    • Bisa menjadi sebuah obsesif natural dalam diri seseorang.
    • Munculnya khayalan atau bayangan-bayangan yang tidak sehat di dalam kepala seseorang.
    • Isolasi, karena masturbasi merupakan pelampiasaan dari dunia yang penuh akan khayalan dan akan menarik seseorang dari pergaulannya selama ini.

    Intinya, masturbasi adalah aktivitas yang dilakukan untuk merangsang seksualitas pada seorang wanita dan dilakukan oleh diri sendiri. Hal ini sering terjadi karena adanya berbagai rangsangan untuk meningkatkan seksualitas dan mencapai kepuasaan sesaat.

    (row/row)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Apa itu Biseksual? Berikut Risiko Kesehatan Pada Para Pelakunya

    Jakarta

    Istilah biseksual (bisexual) atau sering dikenal bisex sudah tidak asing lagi bagi kita. Ini merupakan salah satu orientasi seksual yang sering diperbincangkan.

    Biseksual merujuk pada kemampuan seseorang untuk merasa tertarik secara seksual maupun emosional kepada seseorang, baik pria maupun wanita. Untuk itu, jenis orientasi ini termasuk dalam kelompok LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender).

    Agar lebih paham, yuk simak informasi lengkapnya berikut ini ya! Artikel ini akan membahas lebih dalam arti biseksual, hingga risiko kesehatan bagi pelakunya.


    Apa Itu Biseksual?

    Biseksual merupakan istilah yang menggambarkan kondisi seseorang yang mengalami kelainan seksual. Dimana para pelakunya mengalami ketertarikan romantis, emosional, dan seksual dengan lebih dari satu jenis kelamin.

    Mengutip dari Webmd, seorang biseksual bisa menjalin hubungan sesama jenis atau heteroseksual dalam jangka panjang. Atau bisa jadi, para pengidapnya melakukan hubungan romantis bergantian di antara keduanya.

    Selain itu, situs American Psychological Association menyebutkan bahwa biseksual merupakan orientasi seksual yang mendefinisikan seseorang tertarik kepada lebih dari satu gender, seperti panseksual, queer, dan fluid.

    Perlu diingat, jenis kelamin dan gender adalah dua hal yang berbeda. Jenis kelamun merupakan ciri biologis dari sejak lahir, yaitu laki-laki dan perempuan. Sedangkan gender merupakan identitas sosial individu terlepas dari apapun jenis kelaminnya.

    Sering disamakan dengan panseksual, ternyata dua hal ini berbeda lho. Lantas, apa perbedaan biseksual dan panseksual? Yuk kita bahas.

    Apa Perbedaan Antara Panseksual dan Biseksual?

    Biseksualitas sering disalah artikan sebagai panseksualitas. Dimana ini merupakan kondisi seseorang tertarik pada semua jenis kelamin, termasuk cisgender, transgender, gender, non-biner, dan individu yang tidak sesuai dengan jenis kelamin lainnya.

    Dari definisi tersebut, mungkin terlihat tidak ada perbedaan yang signifikan. Namun, biseksual hanya tertarik pada beberapa jenis kelamin, sedangkan para pelaku panseksual bisa tertarik pada semua jenis kelamin. Hal tersebutlah yang menjadi pembeda.

    beberapa orang mungkin mengidentifikasi diri mereka sebagai biseksual namun tetap merasakan ketertarikan pada semua jenis kelamin. Untuk itu, mengidentifikasi diri sebagai biseksual atau panseksual pada dasarnya tergantung pada preferensi individu.

    Apa yang menyebabkan seseorang memiliki orientasi seksual tertentu?

    Para peneliti di bidangnya masih belum memiliki alasan mengapa seseorang memiliki orientasi heteroseksual, biseksual, gay, atau lesbian. Namun, mereka berpendapat ini terjadi sebab pengaruh genetik, hormonal, perkembangan, sosial, dan budaya terhadap orientasi seksual.

    Dapat disimpulkan bahwa faktor alam dan faktor lingkungan memiliki peran yang kompleks dalam penyebab seseorang memiliki orientasi seksual tertentu.

    Risiko Kesehatan yang Mungkin Terjadi pada Pelaku Biseksual

    Sudah pasti jika kelainan seksual ini sangat rentan mengalami berbagai risiko kesehatan. Ini terjadi sebab hasrat kepuasan seksualnya yang susah untuk diidentifikasi oleh mereka. Dari situlah berbagai penyakit menular seksual terjadi.

    Berikut beberapa penyakit menular seksual yang mungkin terjadi pada pelaku biseksual:

    1. Sifilis

    Ini merupakan penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini sangat berbahaya terhadap sistem saraf dan organ jantung. Penyakit ini dapat tertular saat seseorang melakukan hubungan seksual dan semacamnya.

    2. Gonore

    Ini merupakan penyakit dengan tanda kencing nanah. Penyakit infeksi ini juga terjadi karena bakteri yang bisa tertular melalui hubungan intim anal maupun oral. Gejala infeksi ini adalah rasa sakit dan keluarnya nanah dari penis ketika buang air kecil.

    3. Human Papilloma Virus (HPV)

    HPV adalah virus pemicu infeksi pada bagian permukaan kulit kelamin. Ini memiliki potensi besar sebagai penyebab kanker serviks pada wanita.Gejala awalnya dapat ditandai dengan munculnya kutil pada mulut, area kelamin, tungkai, dan lengan.

    4. HIV atau AIDS

    Kedua penyakit ini sangat lazim terjadi pada pelaku maniak seks. Penularan HIV dapat terjadi dari kontak langsung cairan, pemakaian jarum suntik secara bergantian, hubungan seks vaginal, oral, dan anal.

    5. Hepatitis A dan B

    Hepatitis A dan B dapat tertular melalui hubungan seks secara anal, vaginal, dan oral, serta pemakaian jarum suntik bergantian. Bisa berakibat fatal, penyakit ini dapat berpotensi menjadi kanker hati.

    Itu tadi informasi terkait biseksual, perbedaannya dengan panseksual, hingga risiko yang dapat terjadi kepada para pelakunya. Semoga bermanfaat ya.

    (row/row)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Apa Itu Impoten? Berikut Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

    Jakarta

    Disfungsi ereksi, juga dikenal sebagai impotensi, adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan hubungan seksual.

    Kondisi disfungsi ereksi adalah masalah yang sangat umum, terutama di kalangan pria yang lebih tua. Diperkirakan setengah dari semua pria berusia antara 40 dan 70 tahun terpengaruh sampai taraf tertentu.

    Apa itu Impotensi?

    Dikutip dari PBS, Disfungsi ereksi, umumnya dikenal sebagai impotensi, adalah ketidakmampuan terus-menerus untuk mencapai atau mempertahankan ereksi berkualitas yang cukup untuk hubungan seksual yang memuaskan. Impotensi adalah gejala, bukan penyakit, tetapi disfungsi ereksi bisa menjadi masalah medis yang serius.


    Masalah umum pada pria yang ditandai dengan ketidakmampuan terus-menerus untuk mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan hubungan seksual, atau ketidakmampuan mencapai ejakulasi, atau keduanya.

    Impoten dapat bervariasi, hal ini dapat mencakup ketidakmampuan total untuk mencapai ereksi atau ejakulasi, kemampuan yang tidak konsisten untuk melakukannya, atau kecenderungan untuk mempertahankan ereksi dalam waktu yang sangat singkat.

    Penyebab Impotensi

    Disfungsi ereksi terjadi karena berbagai penyebab, berikut penyebabnya:

    1. Merokok

    Merokok telah terbukti mengganggu aliran darah arteri dan juga dapat merusak arteri penis, mengurangi aliran darah yang dibutuhkan untuk mempertahankan ereksi.

    2. Diabetes

    Ini adalah salah satu penyebab impotensi yang paling umum, karena diabetes dapat menyebabkan perubahan aliran darah melalui penyempitan pembuluh darah, atau kerusakan ujung saraf di penis.

    3. Ketidakseimbangan Hormon

    Hanya sebagian kecil kasus impotensi yang disebabkan oleh masalah hormonal, seperti testosteron yang tidak mencukupi.

    4. Kerusakan Neurologis

    Cedera pada sumsum tulang belakang atau otak, atau penyakit saraf seperti penyakit Alzheimer dapat menyebabkan impotensi. Disfungsi ereksi sering dikaitkan dengan multiple sclerosis dan penyakit Parkinson.

    5. Bedah Panggul

    Pembedahan atau radiasi pada perut, kandung kemih, rektum, atau usus besar dapat menyebabkan kerusakan saraf di area tersebut. Kerusakan dapat mengganggu sinyal yang harus ditransmisikan antara otak dan alat kelamin untuk memungkinkan ereksi dan orgasme.

    6. Trauma Panggul

    Cedera akibat kecelakaan, terutama kecelakaan yang berhubungan dengan bersepeda, olahraga air, senam, dan menunggang kuda, dapat menyebabkan impotensi.

    7. Obat-obatan

    Banyak obat resep, terutama obat tekanan darah atau antidepresan, dapat menyebabkan impotensi, seperti halnya beberapa obat bebas.

    8. Psikologis

    Depresi, kecemasan, masalah harga diri, kemarahan, ketakutan, dan penyakit mental lainnya dapat menyebabkan impotensi.

    9. Penyakit Vaskular

    Penyakit vaskular seperti pengerasan pembuluh darah atau penyakit jantung dapat mengurangi aliran darah, mengurangi kemampuan penis untuk tumbuh cukup untuk mempertahankan ereksi.

    Faktor Risiko Impotensi

    Meskipun penyebab impotensi bersifat fisik dan psikologis, ada faktor gaya hidup dan medis tertentu yang dapat meningkatkan risiko penyebab tersebut. Misalnya, penggunaan tembakau dapat membatasi aliran darah ke pembuluh darah vena dan arteri, menyebabkan masalah pembuluh darah dari waktu ke waktu yang menyebabkan impotensi.

    Usia adalah salah satu faktor risiko terbesar dalam impotensi. Impotensi terjadi pada sekitar 20-40 persen pria yang lebih tua. Penelitian telah menunjukkan bahwa risiko impotensi pada pria berusia antara 40 dan 70 tahun meningkat sebesar 10% setiap tahun.

    Ada banyak alasan, seperti penis menjadi kurang sensitif terhadap rangsangan, kadar hormon menurun, masalah kardiovaskular menjadi lebih umum, dan libido secara alami menurun seiring bertambahnya usia.

    Faktor risiko lain termasuk obesitas, cedera yang merusak saraf atau arteri yang terlibat dalam ereksi, minuman keras, atau alkoholisme. Terkadang impotensi dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup, seperti mengurangi minum dan merokok, namun terkadang memerlukan pengobatan khusus.

    Dalam kasus lain, pengobatan seperti terapi radiasi atau operasi prostat dapat menjadi faktor risiko impotensi dan mungkin diperlukan untuk menyelamatkan nyawa pasien.

    Gejala Impotensi

    Dikutip dari Everyday Health, impoten menunjukkan beberapa gejalas jika menderita impotensi, ada beberapa gejala yang mungkin dialami sebagai berikut:

    1. Kesulitan mendapatkan ereksi

    2. Kesulitan mempertahankan ereksi untuk waktu yang lama

    3. Gairah seksual menurun

    4. Perasaan malu atau bersalah inferioritas

    5. Gejala gangguan seksual lainnya

    Beberapa kelainan seksual terkait dengan impoten dan dapat menyebabkan gejala seperti impoten, seperti:

    • Ejakulasi dini (ejakulasi terlalu cepat)
    • Ketidakmampuan untuk orgasme setelah rangsangan yang memadai
    • Ejakulasi tertunda (ketika ejakulasi terlalu lama)

    Pencegahan Impoten

    Langkah-langkah tertentu dapat membantu menurunkan risiko impotensi, di antaranya sebagai berikut :

    1. Makan makanan yang sehat
    2. Berhenti merokok
    3. Menurunkan berat badan berlebih
    4. Berolahraga setiap hari
    5. Menjaga tekanan darah normal dan kadar kolesterol
    6. Mendapatkan bantuan untuk masalah kecanduan alkohol atau narkoba
    7. Belajar tentang efek samping dari obat-obatan yang diminum
    8. Mempertimbangkan konseling pasangan jika Anda dan pasangan kesulitan berkomunikasi

    Cara Mengatasi Impoten

    Pengobatan disfungsi ereksi terutama dilakukan dengan menghilangkan penyebab masalahnya, baik itu fisik maupun psikologis.

    Perubahan gaya hidup

    Dalam kasus ini, dokter Anda mungkin menyarankan penurunan berat badan untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Ini dapat membantu meringankan gejala dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

    Pemberian obat untuk mengatasi aterosklerosis

    Penyempitan arteri atau aterosklerosis adalah salah satu penyebab impotensi yang paling umum. Selain perubahan gaya hidup, pasien juga diberi obat penurun kolesterol statin dan obat penurun tekanan darah.

    Obat-obatan untuk disfungsi ereksi dan pompa penis

    Obat jenis sidenafil bisa memperbaiki disfungsi ereksi, meski tidak mengobati secara keseluruhan. Sedangkan pompa penis membantu mengalirka n darah ke kepala Mr P.

    Perawatan psikologis

    Jenis penanganan ini termasuk terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi seks. Secara umum, pengobatan untuk disfungsi ereksi telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kebanyakan pria akhirnya bisa berhubungan seks lagi.

    (row/row)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy