Tag: kesehatan

  • Penting! Ini 5 Posisi Pemasangan AC yang Harus Dihindari


    Jakarta

    AC saat ini menjadi salah satu perangkat modern yang banyak digunakan oleh masyarakat. Bukan hanya di rumah, AC juga banyak dipakai di gedung perkantoran, rumah sakit, restoran, hingga kamar mandi.

    Agar AC dapat berfungsi dengan baik, lokasi penempatannya harus tepat. Salah satunya adalah AC harus berada di ruangan yang tertutup sehingga proses pendinginannya cepat dan tidak banyak udara panas dari luar yang masuk.

    Terdapat beberapa lokasi menurut House Digest yang sebaiknya dihindari untuk meletakkan AC, berikut di antaranya.


    1. Dekat Tempat Sampah

    Pemasangan AC sebaiknya tidak dihadapkan langsung ke tempat sampah. Hal ini dikhawatirkan dapat menyebarkan bau tak sedap dari tempat sampah.

    Bau dari tempat sampah biasanya berasal dari proses pembusukan. Apabila bau tersebut menyebar ke seluruh rumah dan bertahan cukup lama di dalam, tanpa adanya ventilasi dapat berefek pada kesehatan penghuninya.

    Efek jangka pandeknya bisa menyebabkan masalah pernapasan, nyeri dada, hiperreaktivitas saluran napas. Sedangkan dalam jangka panjang seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

    2. Dekat Barang dan Area yang Mudah Terbakar

    Proses pendinginan ruangan akan lebih mudah jika di dalam ruangan tersebut tidak ada sumber panas. Selain itu, AC juga lebih mudah berfungsi apabila ruangan tersebut terisolasi atau tertutup. Ruangan yang di dalamnya terdapat cerobong asap, tungku api, kompor atau dekat oven yang terbuka sebaiknya memaksimalkan ventilasi daripada memasang AC. Ventilasi tersebut juga bisa berbentuk kipas angin atau exhaust fan.

    Dekat dengan sumber panas membuat sistem pendingin AC bekerja dua kali lebih keras karena harus membuat ruangan dingin, sementara sumber panas tetap menyala. Maka dari itu, memakai AC di dapur ada posisi khusus penempatannya yakni tidak boleh anginnya mengarah langsung ke kompor.

    3. Tempat Terpanas di Rumah

    Beberapa bangunan pasti memiliki ruangan yang sering terasa pengap atau panas saat masuk ke sana. Hal ini biasanya dikarenakan ruangan tersebut tidak memiliki luas yang cukup, tidak memiliki ventilasi, atau terlalu banyak barang sehingga sirkulasi di dalamnya minim.

    AC dapat membantu mendinginkan ruangan tersebut, tetapi cara kerjanya akan lebih keras karena perbedaan suhu yang jauh. Hal seperti ini jangan dianggap sebagai kinerja yang bagus dari AC karena jika dibiarkan, AC akan cepat rusak.

    4. Lokasi yang Tersembunyi

    AC sebaiknya tidak ditutupi dengan apa pun agar mesin tersebut bisa mengeluarkan angin dan panas dengan leluasa. Menutup fisik AC atau menempatkan barang lain di depan AC justru membuat AC cepat rusak karena sirkulasi untuk mengeluarkan angin dan panas terhalang.

    Solusinya, bisa dengan menutupinya tetapi jangan meletakkan barang apa pun di depan baling-balingnya sehingga udara panas dapat dibuang.

    5. Tempat yang Banyak Perangkat Elektronik Berdaya Besar

    Saat hendak membeli perangkat elektronik, pastikan pemiliknya sudah tahu kemampuan daya listrik. Misalnya AC, perangkat satu ini memiliki daya yang besar untuk dapat berfungsi.

    Apabila setiap menyalakan AC listrik di rumah sering mati, berarti daya di rumah tidak kuat untuk mengoperasikan banyak perangkat elektronik di waktu bersamaan. Sebaiknya pakai perangkat elektronik secara bergantian sehingga tidak memicu korsleting atau kebakaran ke depannya.

    Itulah beberapa area yang sebaiknya dihindari untuk pemasangan AC.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah AC Rumah Dicuci Secara Rutin? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Air Conditioner (AC) kini sudah banyak digunakan di rumah-rumah untuk mendinginkan ruangan. Seiring penggunaan, AC rumah harus dicuci secara rutin agar tetap berfungsi dengan baik.

    Sayangnya, beberapa orang kerap lupa atau justru enggan mencuci AC miliknya. Meskipun masih mengeluarkan udara sejuk, tetapi jika AC tidak dicuci maka bisa saja rusak di kemudian hari.

    Untuk mencuci AC pun juga tidak bisa sembarangan. Biasanya, terdapat jasa cuci AC rumah dengan tarif yang berbeda-beda, tergantung dari jenis AC yang digunakan.


    Lantas, perlukah AC rumah dicuci secara rutin? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Perlukah AC Rumah Dicuci Secara Rutin?

    Dilansir situs HydroKleen, para ahli dibidang AC menyarankan agar perlu mencuci AC setidaknya 2-3 bulan sekali. Meski dirasa tidak ada kerusakan pada AC yang kamu miliki, bukan berarti AC tidak dicuci hingga berbulan-bulan.

    Meski begitu, frekuensi mencuci AC bisa berbeda-beda tergantung dari pemakaian dan kondisi ruangan tempat AC dinyalakan. Jika udara di ruangan termasuk kotor dan banyak debu, maka detikers perlu mencuci AC lebih sering lagi.

    Hal ini juga berlaku jika kamu menempatkan AC di ruangan merokok. Agar AC tetap bekerja secara optimal, pastikan filter AC dibersihkan maksimal tiga bulan sekali.

    Perlu diingat, AC dapat menyimpan debu dan kotoran seiring penggunaan, terutama di beberapa komponen seperti koil dan filter udara. Jika jarang dibersihkan, tak hanya bikin AC terasa tidak sejuk tapi juga dapat mengeluarkan partikel debu yang membahayakan kesehatan.

    Pentingnya Mencuci AC Secara Rutin

    Sama halnya seperti barang elektronik lainnya, AC perlu dirawat agar bisa mendinginkan udara secara maksimal. Nah, salah satu cara merawat AC adalah dengan membersihkannya.

    Dilansir laman Aqua Elektronik, berikut mengapa pentingnya mencuci AC secara rutin:

    1. AC Lebih Awet

    Filter AC yang tidak dibersihkan secara rutin dapat menyebabkan kotoran dan debu yang menumpuk. Jika dibiarkan, maka sering waktu dapat membebani kerja mesin AC.

    Selain itu, menumpuknya kotoran dan debu dapat berisiko terjadinya overheating pada evaporator hingga menyebabkan muncul bunga es pada AC. Maka dari itu, AC harus dicuci secara berkala.

    2. Mengurangi Biaya Listrik

    Karena AC kotor dapat membebani kinerja mesin, hal ini juga turut memengaruhi daya listrik yang digunakan untuk menghidupkan AC. Alhasil, biaya listrik bisa membengkak setiap bulannya hanya gara-gara AC jarang dibersihkan.

    3. AC jadi Lebih Sejuk

    Fungsi utama AC adalah untuk menyejukkan udara. Jika AC tidak dibersihkan secara rutin maka bisa memengaruhi kesejukan udaranya.

    Perlu diingat, salah satu tanda-tanda AC harus dicuci adalah ketika dalam kondisi menyala tapi udara yang terhembus tidak dingin atau justru terasa panas. Kalau sudah terjadi, maka sebaiknya AC segera dicuci.

    4. Mencegah AC Mudah Rusak

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, AC yang kotor dapat mengganggu kinerjanya. Jika AC terus menyala dalam keadaan kotor, hal ini membuat komponen AC jadi cepat rusak dan aus.

    Apabila AC sudah rusak, maka siap-siap saja harus merogoh kocek dalam-dalam. Soalnya, biaya perbaikan AC yang rusak juga tidak murah.

    Demikian penjelasan tentang pentingnya mencuci AC rumah secara rutin. Jadi, jangan lupa untuk mencuci AC agar udara tetap dingin.

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Meski Nyaman, Menaruh TV di Kamar Bisa Ganggu Kesehatan



    Jakarta

    Menonton TV di kamar tidur memang menyenangkan, apalagi setelah lelah seharian beraktivitas dan ingin bersantai menonton TV sebelum tidur. Oleh karena itu, banyak orang yang sengaja meletakkan TV di kamar tidur.

    Namun, ternyata memasang TV di kamar tidur kurang baik bagi kesehatan. Menurut ahli pengobatan alternatif dari Tiongkok Tsao Lin Moy, seperti dikutip dari situs Homes and Gardens, beberapa barang elektronik justru tidak boleh disimpan di kamar tidur, termasuk televisi.

    “TV di kamar tidur dianggap sebagai feng shui yang buruk. Layar TV atau komputer tidak boleh berada di kamar tidur, keduanya merupakan portal ke dunia luar dan secara energetik keduanya mengundang orang asing ke kamar tidur anda,” ujar Moy.


    TV memiliki energi yang kuat karena merupakan objek yang merangsang dan ketika dinyalakan terdapat suara serta cahaya terang. Bahkan, ketika TV dimatikan, TV masih menyimpan energi aktif. Hal ini yang tidak boleh ada di kamar tidur.

    Adanya TV di kamar membuat suasana kamar menjadi tidak nyaman atau tidak sehat. Menurut Moy, saat memasuki kamar yang ada TV nya dapat membuat perasaan menjadi gelisah, kacau, dan lelah. Hal ini karena menurut feng shui, semua perangkat elektronik seperti TV, komputer, dan ponsel memiliki cahaya biru yang memengaruhi kualitas tidur.

    “Cahaya biru dari layar dapat mengganggu ritme sirkadian, jam biologis, dan pada akhirnya mengganggu kesehatan kita secara keseluruhan. Layar juga dapat memicu kecemasan,” tambah Moy.

    Juru bicara Simple Shui Amanda Gibby Peters juga menyatakan persetujuannya bahwa TV dapat mengganggu kualitas tidur seseorang.

    “TV mengeluarkan gelombang elektromagnetik yang kuat yang dapat mengganggu tidur. Hal ini dapat bermanifestasi sebagai ketidakmampuan untuk tertidur. Selain itu, bisa membuat merasa gelisah dan merasa pikiran menjadi lebih intens di malam hari,” kata Peters.

    Lantas, apakah TV benar-benar tidak boleh diletakkan di kamar tidur?

    Hal ini bergantung pada preferensi pribadi masing-masing pemilik kamar. Sebab, sebagian orang merasa kamar tidur adalah tempat yang multifungsi sehingga tetap perlu berkoneksi dengan dunia luar melalui TV atau ponsel.

    Dikutip dari Ideal Home, pakar perabotan kamar tidur Ashley Hainsworth, menyarankan sebaiknya untuk kamar anak tidak perlu dipasang TV untuk kenyamanan tidur mereka.

    “Anak-anak khususnya harus menghindari meletakkan TV di kamar tidur mereka, karena dapat berdampak negatif pada kesehatan, rentang perhatian, dan kemampuan mereka untuk tidur nyenyak,” ujar Ashley.

    Bahkan, studi pada tahun 2019 membuktikan bahwa anak-anak yang memiliki TV di kamar tidur mereka rata-rata memiliki durasi tidur lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak yang tidak memiliki TV di kamar tidurnya.

    Akan tetapi, jangan khawatir, bagi pemilik rumah yang memang sengaja meletakkan TV di kamar tidur terdapat solusi yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga kualitas tidur.

    “Saya menyarankan untuk mencabut kabel TV di malam hari untuk mengurangi medan elektromagnetik di sekitar saat tidur. Jika kamar tidur cukup besar, maka cobalah membatasi TV agar dapat ditonton dari tempat duduk yang terpisah dari tempat tidur,” kata Dr. Yang, praktisi Feng Shui.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Perlu Semprot, Begini Cara Alami Usir Lalat dengan Timun



    Jakarta

    Lalat merupakan salah satu hama di rumah yang kerap mengganggu dan dianggap sebagai hewan yang menjijikan. Lalat bisa terbang di mana saja, termasuk ke dapur lalu hinggap pada makanan si pemilik rumah.

    Mengusir lalat bisa menggunakan produk pembasmi serangga. Namun, produk yang dijual di pasaran tentu saja mengandung bahan kimia yang kurang baik bagi kesehatan. Oleh karena itu, untuk mengganti produk tersebut bisa menggunakan bahan alami.

    Dikutip dari situs Express, salah satu bahan alami yang ampuh usir lalat adalah timun. Hal ini karena lalat tidak suka bau timun. Bahkan, negara-negara panas seperti di Spanyol menggunakan timun untuk membasmi lalat.


    Dikutip dari Ideal Home, menurut Pakar DIY di Saxton Blades, Glen Peskett, aroma timun menghasilkan bau tidak sedap dan pahit yang tidak disukai lalat.

    “Lalat rumah menjauh karena aroma mentimun, terutama yang lebih pahit. Alasan pastinya belum sepenuhnya dipahami, tetapi diyakini bahwa senyawa alami dalam kulit mentimun, seperti cucurbitacin menghasilkan bau yang tidak sedap dan secara naluriah dihindari lalat,” ujar Peskett.

    Lalat secara naluriah lebih menyukai buah atau makanan yang manis sehingga mereka tidak suka aroma yang pahit seperti timun. Selain itu, biasanya lalat akan tertarik ke tempat sampah sebagai tempat bertelur.

    Untuk mengusirnya, dapat dilakukan dengan meletakkan irisan timun di atas tempat sampah. Selain itu, bisa juga menaruh irisan timun di dekat titik masuk rumah seperti pintu dan jendela.

    Namun, risiko dari menyimpan irisan timun di tempat-tempat tersebut adalah timun bisa membusuk. Oleh karena itu, disarankan mengganti irisan timun setiap satu atau dua hari sekali.

    Walau demikian, metode ini tidak bisa membasmi semua lalat, tetapi cukup untuk mengurangi jumlahnya secara signifikan. Oleh karena itu, langkah yang lebih ampuh adalah tetap menjaga kebersihan rumah agar lalat tidak mudah masuk ke dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Punya Pintu Kamar Berhadapan Konon Ternyata Kurang Baik, Ini Penjelasannya



    Jakarta

    Pada rancangan rumah-rumah modern, sering dijumpai dua pintu kamar yang saling berhadapan di dalam rumah. Otomatis saat membuka pintu kamar langsung menghadap pintu kamar yang ada di hadapannya.

    Ternyata, pintu kamar yang berhadapan kurang baik menurut feng shui. Seperti dikutip pada situs Your Chinese Astrology,dua pintu kamar yang saling berhadapan di rumah dapat mendatangkan pertikaian serta bencana.

    Menurut feng shui sebaiknya hindari merancang dua pintu kamar yang berhadapan. Coba untuk mengubah tata letak pintu. Namun, jika hal tersebut sulit dilakukan, pasang penutup atau gunakan tirai untuk memperlambat aliran udara yang masuk dan keluar sehingga bisa seimbang.


    Tidak hanya pintu kamar yang berhadapan dengan pintu kamar lain, tetapi pintu kamar juga tidak boleh berhadapan dengan pintu dapur. Hal ini karena kamar merupakan tempat beristirahat yang tenang dan bebas dari api, air, dan sebagainya. Pintu dapur yang berseberangan dengan pintu kamar tidak hanya dapat mencemari air, tetapi juga mempengaruhi feng shui.

    Selain dapur, pintu gudang juga tidak boleh berhadapan dengan pintu kamar. Gudang merupakan tempat penumpukan berbagai macam barang sehingga udaranya buruk dan mampu mempengaruhi kualitas udara di kamar tidur.

    Tak hanya kamar, tetapi aturan penempatan pintu juga tidak bisa sembarangan menurut feng shui. Misalnya, pintu depan dan belakang rumah tidak boleh saling berhadapan. Hal ini dapat mengakibatkan aliran udara yang masuk dapat menguras kekayaan pemilik rumah.

    Aturan lainnya adalah pintu kamar mandi tidak boleh berseberangan dengan pintu masuk. Sebab, pintu masuk merupakan jalur masuk udara ke rumah. Jika di seberangnya ada pintu kamar mandi maka pintu utama akan terpapar udara yang kurang sehat.

    Pintu kamar mandi juga tidak boleh berhadapan dengan pintu dapur. Sebab, dapur merupakan tempat memasak sedangkan kamar mandi penuh dengan udara yang tidak bersih. Jika kedua pintu saling berhadapan makan dapat mencemari udara di dapur, bahkan bisa membahayakan kesehatan tuan rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Serai Bisa Jadi Pembasmi Serangga Alami di Rumah, Begini Caranya


    Jakarta

    Serai atau sereh merupakan salah satu tanaman yang populer di Indonesia. Serai biasanya digunakan sebagai bumbu masak atau diolah menjadi minuman berkhasiat. Namun, serai juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk membasmi hama di rumah.

    Serai (Cymbopogon citratus), dikenal sebagai tanaman yang mengandung banyak khasiat seperti membantu menjaga kesehatan jantung hingga meningkatkan kekebalan tubuh. Serai juga mengeluarkan aroma segar seperti lemon dengan sedikit rasa manis.

    Selain menyegarkan, wangi khas dari serai ternyata ampuh membasmi hama dan serangga. Dikutip dari National Library of Medicine, sejumlah penelitian mengungkapkan jika serai dinilai ampuh untuk mengusir serangga dan hama di rumah. Hal ini berkat kandungan citronella pada serai yang dapat mengusir nyamuk dan berbagai jenis serangga lainnya.


    Lalu, aroma khas yang keluar dari serai dapat menghalangi bau karbon dioksida dan asam laktat yang keluar dari tubuh manusia. Alhasil, wangi tersebut bikin nyamuk enggan mendekat dan menggigit manusia.

    Serai bisa jadi solusi alternatif bagi kamu untuk mengusir serangga atau hama di rumah. Penggunaan serai diklaim lebih aman daripada menggunakan semprotan pembasmi serangga yang mengandung zat berbahaya bagi manusia.

    Lantas, bagaimana cara mengolah serai untuk membasmi serangga di rumah? Simak penjelasannya di bawah ini.

    Cara Olah Serai untuk Membasmi Serangga

    Ada sejumlah cara mengolah serai sebagai bahan alami untuk membasmi serangga. Dilansir situs Sinar Mas Land, berikut beberapa caranya:

    1. Membakar Serai

    Tips yang pertama adalah dengan membakar serai. Cara ini dianggap ampuh mengusir nyamuk serta mencegah serangga lainnya memasuki rumah.

    Untuk cara mengolahnya juga mudah, cukup ambil satu batang serai lalu dibakar. Setelah itu, letakkan serai di ruangan yang cukup banyak nyamuk, seperti kamar tidur atau ruang tamu. Taruh serai di sudut-sudut ruangan, kolong kasur, dan area lainnya.

    2. Menanam Serai

    Menanam serai dapat menjadi solusi terbaik untuk mencegah nyamuk dan serangga masuk ke dalam rumah. Tanam serai di perkarangan rumah atau ditempatkan dalam pot agar bisa ditaruh di dalam rumah. Pastikan kamu merawat serai dengan rutin agar tumbuh subur.

    3. Dijadikan Minyak Esensial

    Serai juga bisa diolah menjadi minyak esensial untuk mencegah nyamuk dan serangga menggigit manusia. Kamu bisa membeli minyak serai di toko-toko dengan harga bervariatif tergantung dari ukurannya.

    Jika ingin membuat minyak esensial sendiri, berikut langkah-langkahnya:

    • Siapkan minyak kelapa dan daun serai yang telah dipotong kecil-kecil
    • Campurkan kedua bahan tersebut ke dalam panci, lalu panaskan dengan api kecil
    • Tunggu sekitar 1 jam, lalu matikan kompor dan biarkan minyak tersebut hingga mencapai suhu ruang
    • Ketika suhu minyak sudah dianggap aman, kamu bisa mengoleskan ke kulit.

    Ingat, jangan langsung mengoleskan minyak serai ke seluruh kulit. Cobalah ke beberapa titik terlebih dulu dan lihat apakah menimbulkan efek samping atau tidak. Jika kulit sensitif maka sebaiknya setop penggunaan minyak serai.

    4. Lilin Aromaterapi dari Serai

    Cara berikutnya adalah dengan mengolah serai menjadi lilin aromaterapi. Selain memberikan efek menenangkan dan segar, aroma yang keluar dari lilin dapat mencegah nyamuk datang ke rumah.

    Untuk membuat lilin aromaterapi dari serai, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Siapkan bahan mulai dari serpihan lilin (parafin), wadah lilin, dan sumbu
    • Pastikan kamu sudah memiliki minyak serai karena digunakan untuk campuran lilin aromaterapi
    • Jika semua bahan sudah siap, lelehkan serpihan lilin dengan api
    • Tambahkan 30-40 tetes minyak serai ke dalamnya
    • Tuangkan lelehan lilin ke wadah yang sudah disiapkan, lalu letakkan sumbu di atasnya.

    5. Minyak Serai untuk Diffuser

    Jika membuat lilin aromaterapi ternyata merepotkan, kamu bisa menuangkan minyak serai di diffuser. Sebagai informasi, diffuser adalah alat yang dapat mengubah minyak menjadi uap, lalu menyebarkannya ke seluruh ruangan.

    Menuangkan minyak serai ke dalam diffuser dapat mengusir nyamuk dan serangga karena uap yang keluar akan menyebar ke seluruh ruangan. Untuk takarannya, kamu bisa mencampurkan 4-5 tetes minyak serai ke dalam diffuser yang sudah diisi air.

    6. Memotong Serai jadi Beberapa Bagian

    Cara yang terakhir adalah dengan memotong serai menjadi beberapa bagian, lalu tempatkan di dalam wadah. Setelah itu, taruh serai di ruangan atau sudut-sudut rumah yang banyak nyamuk atau kerap dilalui serangga. Meski terkesan sederhana, tapi cara ini cukup ampuh untuk mencegah nyamuk dan berbagai jenis serangga.

    Itulah enam cara mengolah serai yang bisa digunakan untuk mengusir nyamuk dan berbagai jenis serangga. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Pilih Lokasi Rumah yang Aman dan Strategis


    Jakarta

    Lokasi adalah salah satu aspek paling penting saat memutuskan buat beli rumah. Rumah dengan lokasi yang strategis bukan cuma memudahkan penghuninya, tetapi juga mempengaruhi nilai properti.

    Kalau bentuk rumah kurang memuaskan, bisa saja direnovasi. Namun, kalau sampai salah pilih lokasi, rumahnya nggak mungkin bisa dipindahkan. Oleh karena itu, calon pembeli harus melakukan riset dan pertimbangan yang matang soal lokasi rumah.

    “Salah satu indikator bahwa hunian tersebut berada di lokasi yang baik adalah apabila akan disewakan atau ingin dijual kembali, banyak peminatnya (likuiditas tinggi),” kata Pengamat dan Ahli Properti, Steve Sudijanto kepada detikProperti beberapa waktu lalu.


    Lantas, apa saja yang harus dicari dari lokasi rumah? Simak penjelasan berikut ini.

    Tips Pilih Lokasi buat Beli Rumah

    Inilah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dari lokasi rumah.

    1. Ada Sarana Penunjang Lengkap

    Carilah rumah yang dekat dengan sarana penunjang, seperti layanan kesehatan, sekolah, pusat perbelanjaan, dan kantor. Jika hunian dekat sarana penunjang, penghuni rumah tidak perlu bepergian jauh untuk kebutuhan sehari-hari.

    2. Dekat Transportasi Umum

    Rumah yang dekat transportasi umum sangat menguntungkan. Sebab, penghuni rumah punya akses transportasi, sehingga mudah berpergian. Belum lagi, tarif transportasi umum yang terjangkau bisa menghemat biaya berpergian.

    3. Lingkungan yang Aman

    Selain itu, keamanan lingkungan rumah juga menjadi pertimbangan. Sebaiknya membeli rumah di lingkungan dengan tingkat kriminalitas yang rendah. Steve menyarankan untuk membeli hunian di komplek atau cluster karena biasanya ada petugas keamanan.

    “Untuk faktor keamanan, hunian atau rumah cluster lebih baik,” kata Steve.

    4. Bukan Lokasi Rawan Bencana

    Hati-hati membeli rumah, jangan sampai memilih lokasi yang rawan bencana seperti banjir. Sebelum memutuskan beli rumah, calon pembeli mendatangi area perumahan dan bertanya atau berdiskusi dengan lurah atau RT setempat terkait frekuensi banjir di wilayah itu.

    “Khusus untuk konteks banjir hunian di DKI Jakarta, kita harus jeli melihat frekuensi banjir di hunian tersebut, karena pemerintah DKI sudah melakukan banyak perbaikan untuk menanggulangi banjir,” tuturnya.

    Itulah beberapa lokasi yang bisa jadi pertimbangan ketika membeli rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Suka Ada Cacing di Kamar Mandi? Bisa Jadi Ini Penyebabnya



    Jakarta

    Cacing merupakan salah satu hewan yang terkadang muncul di kamar mandi. Keberadaannya terkadang membuat penghuni rumah merasa jijik dan geli.

    Oleh karena itu, tak jarang penghuni rumah langsung menyiramnya untuk agar tidak kembali lagi ke kamar mandi. Tapi, kenapa ya bisa ada cacing di kamar mandi?

    Menurut Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia (APJIPMI) Boyke Arie Pahlevi, keberadaan cacing di kamar mandi bisa terjadi karena adanya celahan atau retakan di lantai keramik serta potensi sumber makanan.


    “Cacing tanah cenderung menyukai lingkungan yang lembap dan kaya bahan organik. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan kamar mandi dan memastikan area tersebut tetap kering,” katanya kepada detikcom, Kamis (15/5/2025).

    Nah, untuk mengendalikan atau mencegah keberadaan cacing, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan dan kelembapan area kamar mandi. Selain itu, bersihkan juga saluran air secara rutin dan pastikan tidak ada genangan air agar cacing tanah tidak bisa masuk ke kamar mandi dengan mudah.

    “Dan juga melakukan pengelolaan limbah dan sumber air, seperti mengelola limbah rumah tangga dengan baik dan memastikan sumber air tidak terkontaminasi oleh telur atau larva cacing sangat penting. Penggunaan air bersih untuk keperluan mandi dan mencuci dapat mengurangi risiko infestasi cacing tanah,” ungkapnya.

    Apabila sudah terjadi infestasi atau serangan cacing dalam jumlah besar, penghuni rumah bisa mempertimbangkan penggunaan insektisida. Namun, penggunaannya harus hati-hati.

    “Studi menunjukkan bahwa insektisida seperti abamektin dan diazinon dapat mempengaruhi pertumbuhan dan reproduksi cacing tanah . Namun, penggunaan insektisida harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai petunjuk untuk menghindari dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia,” tutupnya.

    Itulah penyebab dan cara mencegah cacing tanah masuk ke dalam kamar mandi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tips Bersihkan Cermin, Auto Kinclong Tanpa Meninggalkan Bekas



    Jakarta

    Cermin sangat sering ditemukan di dalam rumah, baik untuk bercermin atau sebagai dekorasi. Cermin yang bersih dan jernih tak hanya bagus secara estetika tetapi membuat orang yang bercermin nyaman melihat bayangannya.

    Jika dibiarkan, lama-lama akan ada lapisan debu menumpuk pada cermin. Oleh karena itu, sebaiknya bersihkan cermin secara berkala.

    Pastikan untuk membersihkan cermin dengan metode yang tepat ya. Sebab, kalau sekadar pakai tisu dan air, bisa meninggalkan bekas garis air pada cermin.


    Lalu, bagaimana cara yang tepat membersihkan cermin? Simak tipsnya berikut ini.

    Tips Bersihkan Cermin

    Inilah cara membersihkan cermin agar kinclong maksimal, dikutip dari Real Simple.

    1. Cairan Pembersih

    Sebelum mulai mengelap kaca, penghuni rumah perlu menyiapkan cairan pembersih. Kalau mau pakai cairan pembersih yang biasa dijual di pasaran, pastikan khusus untuk kaca.

    Di samping itu, penghuni rumah bisa membuat cairan pembersih sendiri, lho. Cairan ini tentu lebih murah, aman untuk kesehatan, dan ramah lingkungan.

    Campurkan cuka dan air dengan perbandingan 1:1 dalam botol semprot. Kocok campuran dengan baik.

    2. Bersihkan Bingkai Cermin

    Jika cermin ada bingkai, pastikan untuk membersihkannya duluan. Cermin yang sudah dibersihkan tetap terlihat kotor kalau tidak membersihkan bingkainya.

    Nah, kalau membersihkan bingkai setelah cermin, kemungkinan penghuni harus membersihkan ulang cermin untuk menghilangkan residu atau noda dari proses pembersihan bingkai. PR banget bukan?

    3. Menyemprot Cairan Pembersih

    Semprotkan cairan pembersih ke kain lap. Dengan cara ini, pembersih tidak akan meresap ke balik lapisan cermin yang dapat menimbulkan noda hitam.

    Penghuni bisa saja menyemprotkan cairan langsung ke cermin, tapi pastikan untuk cepat membersihkannya.

    4. Mengelap Kaca

    Gunakan kain mikrofiber untuk mengelap cermin. Jenis kain ini bisa menarik kotoran dan minyak tanpa meninggalkan bekas serat.

    Sebaiknya mengelap dengan pola S yang rapat dari atas ke bawah. Pastikan mengelap seluruh permukaan cermin hanya dengan satu sapuan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Konon Lidah Mertua Bisa Bawa Keberuntungan ke Rumah, Begini Penjelasannya


    Jakarta

    Lidah mertua merupakan salah satu tanaman hias yang mudah ditemui di Indonesia. Bentuknya yang unik sering dijadikan sebagai dekorasi pemanis di rumah. Namun, di balik itu, ternyata lidah mertua juga bisa bawa keberuntungan ke rumah lho.

    Sebelum itu, mari berkenalan dahulu dengan tanaman satu ini. Dikutip dari buku Mengenal Tumbuhan di Sekitar Kita oleh Deniek G Sukarya dan Dr Joko R Witono, lidah mertua atau Sansevieria trifasciata merupakan tanaman hias yang berasal dari Afrika dan termasuk dalam suku Asparagaceae.

    Untuk mengenali tanaman ini, lihat saja bentuk daunnya yang tak biasa yakni tegak memanjang ke atas, ketika dipegang keras, ujungnya runcing, dan warnanya hijau di pinggiran, tetapi kuning di bagian tengah. Ada pula lidah mertua yang seluruh daunnya berwarna hijau.


    Seperti yang disebut sebelumnya, tanaman lidah mertua julukan tanaman ini adalah tanaman penarik rezeki atau good luck. Dilansir dari detikJatim, keberadaan tanaman ini di dalam rumah sangat dianjurkan feng shui karena lidah mertua disebut memiliki elemen logam dari bentuk daunnya yang kuat dan tajam, mirip seperti pedang. Elemen logam merupakan elemen yang dipercaya dapat membantu memperkuat energi seseorang dalam situasi tertentu, terutama ketika membutuhkan perlindungan atau kekuatan.

    Selain dipercaya dalam feng shui, secara ilmiah, tanaman ini juga memiliki beragam manfaat yang bagus untuk kesehatan, menurut situs Halo, berikut di antaranya.

    1. Membersihkan Udara

    Manfaat dari lidah mertua sudah diakui oleh NASA yang mengatakan tanaman ini dapat menjadi solusi untuk mengatasi kualitas udara yang buruk dan berbau. Lidah mertua juga bisa membersihkan udara yang kotor akibat polusi dan racun seperti benzena, formaldehida, dan xilena. Secara bertahap, penghuni rumah dapat lebih mudah ketika bernapas berkat tanaman ini. napas lebih segar.

    2. Menghilangkan Stres

    Tanaman ini disebut dapat menghilangkan stress karena selain tampilannya yang menarik, perawatannya juga mudah sehingga tidak merepotkan pemiliknya. Selain itu, tanaman ini juga pemasok oksigen yang baik. Oksigen dapat membantu memperlancar aliran darah dan dapat meredakan stress.

    3. Perawatan yang Mudah

    Lidah mertua termasuk tanaman yang mudah beradaptasi dan tidak rewel. Tanaman ini bisa tumbuh di cuaca apa pun, di luar maupun di dalam ruangan, tidak perlu terlalu sering disiram, bisa tumbuh tanpa tanah, dan tidak mudah busuk atau layu.

    Tempat Paling Cocok untuk Meletakkan Lidah Mertua di Rumah

    1. Kamar Tidur: Dapat memasokkan oksigen di malam hari saat penghuninya tengah tidur dan menyaring udara kotor di dalamnya.

    2. Ruang tamu atau pintu masuk: Menurut feng shui, lidah mertua dapat menarik elemen baik sehingga mendatangkan kekayaan dan mengusir hal buruk.

    3. Ruang kerja: Tanaman ini dipercaya dapat mengurangi stres ketika bekerja.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com