Tag: kesehatan

  • Dear Pasutri, Ini 4 Trik yang Tak Boleh Terlewat Agar Orgasme Bersamaan

    Jakarta

    Orgasme tidak hanya memberikan rasa puas dalam bercinta. Ada banyak manfaat kesehatan yang tersimpan dari orgasme, sehingga klimaks ini seringkali dijadikan tujuan pada sesi di atas ranjang.

    Umumnya, orgasme antara wanita dan laki-laki seringkali tidak bisa datang bersamaan. Dikutip dari Healthshots, setiap orang tentu memiliki waktu yang berbeda untuk mencapai klimaks. Orgasme seksual yang terjadi bersama-sama akan berefek positif pada hubungan.

    “Mencapai klimaks pada saat yang bermanfaat karena dapat membantu memperdalam ikatan yang Anda miliki dengan pasangan,” kata Anu Goel, seorang pakar seks.


    Lantas, bagaimana cara mendapatkan orgasme bersamaan ketika bercinta?

    1. Jalin Komunikasi

    Setiap orang wajib mengetahui apa yang membuat pasangannya bergairah, sehingga diperlukan komunikasi yang baik untuk bisa mendapatkan orgasme.

    Penting untuk memahami yang ingin pasangan dapatkan dalam bercinta, mungkin saja ada beberapa zona sensitif seksual yang terlewatkan. Pembicaraan nakal sebelum bercinta juga bisa membantu untuk menambah gairah seks.

    2. Foreplay

    Pemanasan sebelum masuk ke sesi bercinta bisa saja mendatangkan orgasme. Hal ini karena wanita tidak selalu orgasme dengan seks penetrasi, dan foreplay memainkan peran penting dalam membantu mereka mencapai klimaks.

    Klitoris harus difokuskan karena sering kali membantu wanita mencapai klimaks dengan cepat. Sebuah penelitian, yang diterbitkan dalam Sexual Medicine, mengklaim bahwa pusat kenikmatan seksual wanita berada di klitoris.

    3. Menikmati Waktu Bercinta

    Tidak sedikit orang yang kesulitan untuk menikmati momen bercinta. Bahkan, beberapa dari mereka hanya fokus pada hasil dan ingin segera menyelesaikan sesi bercintanya.

    Padahal, menikmati waktu bersama pasangan serta memahami bagaimana tubuh merespons sentuhan dapat menjadi salah satu trik untuk mencapai orgasme simultan.

    4. Gunakan Pelumas

    Menggunakan pelumas dapat membantu mencapai orgasme dengan cepat. Pelumas juga dapat meningkatkan rangsangan seksual pada wanita. Selain itu, pelumas dapat membantu untuk menyesuaikan waktu orgasme dengan pasangan.

    (dpy/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Makanan yang Bikin Gairah Seks Pasutri Makin ‘On Fire’

    Jakarta

    Kenikmatan saat bercinta adalah hal yang sangat dinantikan oleh banyak pasangan suami istri. Salah satu yang dapat mempengaruhi kenikmatan bercinta adalah gairah seksual.

    Semakin bertambahnya usia, gairah seks pria maupun wanita rentan semakin menurun. Hal ini sebetulnya menjadi perubahan normal dalam hidup.

    Untuk mengatasinya, banyak orang menggunakan afrodisiak yang dapat meningkatkan gairah seks. Afrodisiak merupakan makanan, minuman, dan herbal yang meningkatkan hasrat untuk berhubungan seks.


    Dikutip dari Medicinenet, tidak semua zat afrodisiak bekerja dengan cara yang sama. Zat-zat ini dapat menurunkan kortisol (hormon stres), meningkatkan kadar testosteron (hormon yang meningkatkan gairah seks), atau sekadar membuat seseorang merasa senang dan rileks.

    Berikut beberapa afrodisiak atau asupan yang dapat membantu meningkatkan hasrat seseorang untuk berhubungan seks:

    1. Ginkgo biloba

    Pengobatan tradisional China yang menggunakan ginkgo biloba sebagai sediaan ‘tonik’ untuk mengembalikan keseimbangan tubuh. Zat ini membantu meningkatkan sirkulasi darah, yang dapat membantu mengatasi disfungsi seksual.

    Selain itu, zat ini juga digunakan untuk meningkatkan energi seksual.

    2. L-arginin

    Asam amino ini berfungsi sebagai antioksidan, dan merupakan suplemen yang bagus untuk kesehatan seksual. Zat ini meningkatkan aliran darah, membantu mencegah penyakit jantung, dan mungkin juga dapat membantu mengobati infertilitas pria.

    Zat ini juga umum digunakan oleh pria yang ingin mengobati masalah tekanan darah tinggi. Jika seseorang mengalami hal ini, konsultasikan dengan dokter sebelum menggabungkan obat tekanan darah dengan suplemen ini.

    Untuk meningkatkan asupan asam amino ini, dapat dengan mengkonsumsi beberapa makanan. Misalnya makanan kaya protein seperti ikan, daging, ayam, kacang-kacangan, kacang-kacangan, dan susu.

    3. Cokelat

    Cokelat terkenal dapat membuat orang bersemangat untuk berhubungan seks. Makanan ini mengandung senyawa yang disebut fenilalanin, yang meningkatkan zat kimia otak tertentu yang membuat orang lebih bahagia.

    4. Tiram

    Tiram dapat meningkatkan libido atau bertindak sebagai afrodisiak dalam arti dapat membuat suasana hati menjadi lebih baik. Tiram mentah dapat membantu meningkatkan jumlah sperma.

    Kandungan seng yang ada di dalam tiram dapat membantu meningkatkan testosteron, yang membantu menjaga suasana hati dan libido yang sehat pada pria maupun wanita. Tiram juga mengandung taurin, asam amino yang berkontribusi terhadap kesehatan jantung dan saraf.

    5. Stroberi

    Stroberi mengandung vitamin C, senyawa yang dapat meningkatkan gairah seks seseorang. Selain itu, buah ini juga dapat membantu pria mengurangi risiko kanker prostat.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Normalkah Jika Berhubungan Intim Setiap Hari? Ini Penjelasannya

    Jakarta

    Hubungan seksual bagi pasangan suami istri diyakini sebagai salah satu ‘obat’ mujarab untuk melepaskan stres. Hal ini karena salah satu manfaat dari bercinta adalah membuat tubuh lebih rileks dan meredakan stres.

    Disebut-sebut frekuensi normal dari berhubungan seks yakni sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu. Lantas bagaimana jika berhubungan intim setiap hari?

    Dikutip MedicineNet dan Everyday Health, berhubungan seksual setiap hari merupakan hal yang wajar. Hal ini karena seks sendiri merupakan aktivitas menyehatkan. Namun, bercinta setiap hari bukanlah sesuatu yang umum dalam pasangan.


    Menurut survei tahun 2017, hanya sekitar 4 persen orang dewasa yang mengatakan mereka berhubungan seks setiap hari. Biasanya, frekuensi seks akan lebih sering pada saat pasangan masih merasakan fase bulan madu.

    Hal ini juga terjadi ketika pasangan berencana untuk memiliki bayi dan ingin meningkatkan peluang mereka untuk hamil. Lalu apa saja manfaat dari rutin berhubungan seksual?

    1. Mengurangi Stres

    Seks dan orgasme terbukti dapat mengurangi stres dan kecemasan pada manusia. Hal ini karena seks dapat mengurangi hormon stres kortisol dan adrenalin. Seks juga dapat melepaskan endorfin dan oksitosin, yang memiliki efek menenangkan dan menghilangkan stres.

    2. Tidur Lebih Nyenyak

    Sebuah penelitian tahun 2019 menemukan bahwa melakukan hubungan seks dengan pasangan sebelum tidur dapat membantu seseorang tertidur lebih cepat dan lebih nyenyak.

    3. Meredakan Nyeri

    Endorfin dan zat kimia lain yang dilepaskan selama gairah dan orgasme adalah pereda nyeri alami yang bekerja seperti opioid. Hal ini dapat menjelaskan mengapa seks dan orgasme memberikan kelegaan cepat dari kram menstruasi, migrain , dan sakit kepala bagi sebagian orang.

    4. Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Sebuah studi berbasis populasi longitudinal yang diterbitkan dalam American Journal of Cardiology menemukan pria yang berhubungan seks setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko lebih kecil terkena penyakit kardiovaskular seperti stroke atau serangan jantung dibandingkan mereka yang berhubungan seks sebulan sekali atau kurang.

    5. Mengurangi Risiko Kanker Prostat

    Sebuah studi yang melibatkan 32.000 pria di Amerika Serikat menemukan fakta bahwa mereka yang mengalami ejakulasi lebih dari 21 kali per bulan, dibandingkan mereka yang melakukannya hanya empat sampai tujuh kali per bulan memiliki kemungkinan 20 persen lebih kecil terkena kanker prostat.

    (dpy/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Pria Bakar Kalori Lebih Banyak Saat Bercinta, Ini Alasannya


    Jakarta

    Bicara soal seks, bukan orgasme saja yang timpang antara pria dan wanita. Jumlah kalori yang terbakar pun ternyata tidak sama.

    Sebuah penelitian menyebut bahwa pria rata-rata membakar 101 kalori saat bercinta. Sementara itu, wanita hanya membakar 69 kalori.

    Leah Millheiser, profesor kesehatan seksual dari Stanford Health, mengatakan bahwa pihak yang lebih memiliki peran aktif membakar lebih banyak kalori saat bercinta. Oleh karenanya, wanita pun bisa membakar lebih banyak kalori pada posisi women on top.


    Intensitas bercinta juga berpengaruh pada jumlah kalori yang terbakar. Begitupun durasi, ada perbedaan antara quickie yang hanya 5 menit dengan seks selama berjam-jam.

    “Seks berbeda pada setiap orang, setiap waktu,” kata Emily Morse, seorang pakar seks, dikutip dari Nypost.

    Pakar olahraga Dr Jason Karp mengatakan, seks bagaimanapun tidak pernah bisa menggantikan olahraga. Selain karena jumlah kalori yang terbakar tidak cukup banyak, durasinya juga tidak selalu bisa disamakan dengan olahraga pada umumnya.

    “Meski ada peningkatan pernapasan, heart rate, dan tekanan darah saat bercinta, kelihatannya seks sebagai olahraga tidak berdampak banyak pada kardiovaskular dan manfaat pembakaran kalori dibanding jenis olahraga lain seperti lari, bersepeda, dan angkat beban,” katanya.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Nggak Perlu Terlalu Lama, Segini Durasi Ideal Berhubungan Intim Agar Makin Bergairah

    Jakarta

    Durasi bercinta atau berhubungan seks yang ideal mungkin masih menjadi pertanyaan banyak pasangan suami istri. Hal ini kerap dikaitkan dengan tingkat kepuasan pasangan.

    Faktanya, tingkat kepuasan dalam hubungan seksual dipengaruhi banyak faktor, salah satunya durasi. Lantas, berapa durasi yang ideal bercinta?

    Terapis seks dan pakar kesehatan mental, Anu Goel, mengatakan durasi seks yang ideal umumnya tidak terlalu lama.


    “Durasi waktu seks vaginal harus antara 7-15 menit agar dapat memberikan hasil yang diinginkan secara maksimal dan untuk mencapai orgasme, meskipun tidak pernah dijamin,” jelas Anu Goel yang dikutip dari Healthshot.

    “Namun, seks tidak hanya dilakukan secara vaginal, tetapi juga foreplay, yang sangat penting,” sambungnya.

    Berdasarkan penelitian, Goel mengatakan bahwa pria biasanya mengalami ejakulasi setelah berhubungan seks selama 5-10 menit. Penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Sexual Medicine tersebut membagi seks menjadi cukup, diinginkan, terlalu pendek, dan terlalu lama.

    Disebutkan bahwa hubungan seks yang berlangsung selama 3 hingga 13 menit adalah hal yang normal. Untuk seks yang berjalan selama 3-7 menit dianggap cukup, sedangkan yang berlangsung antara 7-13 menit dianggap memuaskan.

    Apa yang terjadi jika terlalu lama berhubungan seks?

    Meski sebagian orang menganggap hubungan seks yang lama akan semakin baik, itu mungkin saja tidak benar. Hubungan seks yang lama juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi.

    “Jika hubungan seks dilakukan terlalu lama, hal itu dapat menyebabkan infeksi vagina. Hal ini terjadi karena kontak terus-menerus antara dua manusia,” jelas Goel.

    Hal itu juga dapat menyebabkan nyeri vagina dan bahkan pembengkakan. Jika pelumas mengering karena hubungan seks yang lama, aktivitas yang terus-menerus dapat menyebabkan gesekan, yang dapat menyebabkan nyeri.

    “Tentu saja, ada juga risiko Infeksi Saluran Kemih atau ISK yang lebih tinggi. Hubungan seks yang terlalu lama juga dapat membuat Anda kelelahan secara fisik,” sambungnya.

    (sao/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Hindari 4 Hal Ini Usai Bercinta, Bisa Rusak Keharmonisan-Ganggu Organ Intim

    Jakarta

    Bercinta merupakan momen yang penting untuk pasangan suami istri. Melakukannya secara rutin, bisa menjadi salah satu langkah yang baik untuk meningkatkan keharmonisan, kesehatan fisik, serta jiwa.

    Dikutip dari Business Insider, berikut adalah sederet hal yang sebaiknya tidak dilakukan setelah bercinta. Bisa rusak keharmonisan hingga berdampak pada kesehatan organ reproduksi.

    1. Langsung Ambil Ponsel

    Setelah bercinta sebaiknya hindari untuk langsung mengambil ponsel atau menonton televisi. Momen-momen setelah bercinta menjadi waktu krusial untuk menjalin ikatan yang lebih erat dengan pasangan.


    “Kehadiran bersama pasangan meningkatkan hubungan intim Anda. Salah satu hormon yang dilepaskan setelah berhubungan seks, yang disebut oksitosin, adalah hormon pengikat,” kata obgyn Dr Carolyn DeLucia.

    Setelah bercinta, tubuh akan melepaskan dopamin dan oksitosin. Kedua jenis hormon tersebut menciptakan hubungan antara sistem saraf yang memproses isyarat wajah, suara, dan sistem penghargaan.

    Membuka media sosial atau menonton televisi membatasi peluang untuk menikmati perasaan bahagia setelah bercinta. Jadi nikmatilah momen tersebut selagi bisa.

    2. Lupa Buang Air Kecil

    Buang air kecil setelah bercinta menjadi hal yang penting untuk organ reproduksi, khususnya vagina. Aktivitas seksual dapat mendorong bakteri ke uretra yang dapat meningkatkan risiko infeksi kandung kemih atau saluran kemih.

    “Mengosongkan kandung kemih setelah berhubungan seks merupakan ide yang baik, karena aktivitas tersebut diketahui dapat membantu bakteri berpindah dari belakang ke depan, dari area anus ke vagina atau uretra. Buang air kecil akan membersihkan area tersebut, sehingga menurunkan risiko infeksi,” ucap DeLucia.

    3. Kenakan Pakaian Ketat

    DeLucia menuturkan mengenakan pakaian ketat bukanlah ide baik yang bisa dilakukan setelah berhubungan intim. Menurutnya, lebih baik pasangan tidak mengenakan apapun atau hanya mengenakan pakaian longgar setelah bercinta, sehingga tubuh dapat membersihkan dirinya sendiri secara alami.

    “Karena biasanya ada kelebihan cairan tubuh dan gesekan menyebarkan bakteri, sebaiknya biarkan cairan mengalir dan udara mengalir dengan lancar,” katanya.

    4. Douching

    Meskipun douching atau membersihkan vagina dengan alat khusus setelah berhubungan sering dianggap aman dan sehat untuk mencegah kehamilan atau infeksi menular seksual, ahli justru kurang menyarankannya. Doching dapat mengubah flora normal vagina dan justru meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

    Selain itu, ini juga dapat meningkatkan risiko infeksi jamur serta vaginosis bakterial, kondisi yang disebabkan oleh peradangan vagina saat terjadi pertumbuhan bakteri yang berlebihan.

    “Douching membasmi flora bakteri alami sehingga area tersebut menjadi rentan terhadap infeksi bakteri atau jamur,” ucap DeLucia.

    (avk/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 4 Obat Alami Atasi Disfungsi Ereksi, Efeknya Tak Kalah Jos dari ‘Viagra’

    Jakarta

    Disfungsi ereksi (DE) menjadi masalah yang dapat menurunkan rasa percaya diri laki-laki, serta mengganggu kehidupan seksualnya. Masalah disfungsi ereksi ini umumnya disebabkan oleh faktor psikologis seperti stres atau trauma masa lalu, masalah fisik seperti diabetes atau saraf, atau efek dari penggunaan obat-obat tertentu.

    Dikutip dari New York Post, banyak pria yang mengatasi masalah ini dengan pengobatan viagra. Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah ke penis setelah adanya rangsangan seksual. Dengan begitu, obat ini dapat memicu ereksi dan membuat ereksi bertahan lebih lama.

    Namun, ada juga beberapa minuman alami yang diklaim mampu mengobati disfungsi ereksi, dengan kemampuan yang mirip seperti viagra. Apa saja bahan alami tersebut?


    1. Jus Anggur Merah

    Sebuah studi yang diterbitkan di Aging Male mengungkap pria yang rajin minum jus anggur merah, dapat menurunkan risiko disfungsi ereksi secara signifikan.

    Para peneliti di Rumah Sakit Umum Universitas Kedokteran Tianjin di Cina Utara menemukan bahwa, mereka yang mengonsumsi jus anggur merah selama lima kali atau lebih dalam seminggu, mengalami penurunan sekitar 79 persen terkait masalah disfungsi ereksi, dibandingkan pria yang tidak meminum jus anggur merah.

    Senyawa fenolik dan zat kimia bernama fenol diketahui dapat menjaga kesehatan arteri dan mencegah penyempitan yang dapat membatasi aliran darah ke penis.

    2. Kopi Hitam

    Sebuah penelitian dari Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas di Houston menemukan kafein mengurangi kemungkinan disfungsi ereksi. Para peneliti mwnyebut pria berusia di atas 20 tahun yang mengonsumsi kafein sekitar dua hingga tiga cangkir kopi sehari cenderung tidak melaporkan masalah disfungsi ereksi dibandingkan pria yang menghindari kopi hitam.

    3. Shilajit

    Shilajit merupakan zat mineral alami yang berasal dari bebatuan pegunungan Himalaya. Shilajit telah lama digunakan sebagai pengobatan untuk mengobati banyak masalah kesehatan, termasuk disfungsi ereksi.

    Sebuah studi klinis menemukan pria yang diobati dengan dosis shilajit dua kali sehari selama 90 hari berturut-turut mengalami peningkatan yang signifikan dalam testosteron dan dehidroepiandrosteron (keduanya diperlukan untuk pertumbuhan otot dan kinerja seksual) dibandingkan mereka yang diberi plasebo.

    4. Bit Merah

    Buah bit merah memang dikenal memiliki reputasi yang bagus terkait pengobatan masalah seksual. Sejak zaman Romawi, bit merah memang dipuji karena khasiat afrosidiaknya.

    Meskipun bit sudah lama terkenal, hanya ada sedikit bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa bit dapat meningkatkan kesehatan seksual. Namun, bit diketahui dapat meningkatkan jumlah oksida nitrat dalam tubuh, yakni senyawa yang berperan penting dalam menghasilkan dan mempertahankan ereksi.

    (dpy/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Minuman yang Bikin Libido Pasutri saat Bercinta Makin ‘On Fire’

    Jakarta

    Bercinta merupakan salah satu cara untuk menjaga keharmonisan pasangan suami istri. Namun, terkadang pria dan wanita dapat mengalami kondisi libido atau gairah bercinta sedang anjlok.

    Hal ini merupakan kondisi yang normal dan bisa terjadi oleh siapa saja. Libido atau dorongan seks merupakan hasrat seseorang untuk melakukan aktivitas seksual.

    Kondisi libido yang menurun bisa disebabkan berbagai hal, misalnya gaya hidup, pertambahan usia, hingga kondisi medis tertentu seperti disfungsi ereksi.


    Jika ini terjadi, sebaiknya harus segera diatasi. Ada banyak cara yang dapat dilakukan, salah satunya dengan mengkonsumsi minuman tertentu yang bisa meningkatkan libido dan fungsi seksual.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut daftar minuman yang dapat dikonsumsi untuk meningkatkan libido:

    1. Air Putih

    Dikutip dari laman Hims, salah satu kunci kesehatan yang baik dan dorongan seks yang sehat adalah tetap terhidrasi dengan baik. Air menjadi pilihan yang sehat, dan juga dapat meningkatkan libido.

    Dehidrasi dapat menyebabkan sakit kepala, ngantuk, dan mudah tersinggung sekaligus berdampak negatif pada daya tahan dan kekuatan otot. Menurut sebuah studi skala kecil tahun 2011, dehidrasi ringan pun dapat memiliki efek suasana hati yang akut.

    Beberapa studi menunjukkan orang mungkin mengalami penurunan dorongan seks saat mengalami efek suasana hati akut, seperti merasa sedih atau tertekan.

    Menurut American Psychological Association, stres kronis atau jangka panjang dapat memengaruhi produksi testosteron tubuh Anda dan membuat kurang tertarik pada seks. Hidrasi yang lebih baik juga dapat manajemen tekanan darah yang lebih baik dan aliran darah yang lebih baik, yang menjadi bagian penting dari fungsi ereksi.

    Meskipun belum ada studi langsung tentang dampak air terhadap libido, minuman ini wajib dipenuhi kebutuhannya. Minuman ini tidak hanya membuat tubuh sehat, tetapi juga membantu memiliki dorongan seks yang sehat.

    2. Teh Hijau

    Dikutip dari Healthshot, teh hijau menjadi minuman yang dapat meningkatkan hasrat seksual dan membangkitkan gairah seks wanita. Teh hijau mengandung senyawa kaya yang disebut katekin yang memperlancar aliran darah ke daerah kewanitaan. Hal itu yang membantu meningkatkan gairah seks.

    3. Kopi Hitam

    Kopi dapat meningkatkan suasana hati dan gairah seks. Diperkaya dengan kafein, kopi dapat bermanfaat untuk gairah seks baik pada pria maupun wanita.

    Menurut sebuah studi tahun 2015 oleh Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas di Houston (UTHealth), pria yang mengonsumsi kopi setiap hari memiliki risiko lebih rendah mengalami disfungsi ereksi.

    4. Banana Shake

    Selain lezat, banana shake dapat meningkatkan gairah seks. Menurut para ahli, pisang memiliki enzim bromelain yang meningkatkan libido dan testosteron pada pria.

    5. Jus Buah Delima

    Jus buah delima sudah lama diteliti manfaatnya dalam meningkatkan hormon seksual, baik pada pria dan wanita. Faktanya, sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam International Journal of Impotence Research, yang dilakukan di Beverly Hills Clinic di AS, mengamati bahwa mengonsumsi jus buah delima dapat meningkatkan aliran darah ke organ seksual, dan meningkatkan gairah seks.

    Meskipun demikian, mungkin sebaiknya hindari jus buah delima kemasan.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Pria Pemilik Mr P Terpanjang Ada di Negara Ini, Ukurannya Bisa Sentuh 17 Cm

    Jakarta

    Ukuran penis atau Mr P menjadi hal yang penting bagi banyak pria. Tidak sedikit yang mengaitkan ukuran penis dengan tingkat keperkasaan kaum Adam.

    Untuk menentukan ukuran penis terbesar di dunia, kompendium kumpulan data Data Panda yang didasarkan pada laporan tahun 2014 dalam jurnal BJU International Sexual Medicine mengurutkannya dalam peringkat. Para peneliti meninjau studi yang ada dari seluruh dunia, yang berdasar pada hasil pengukuran yang dilakukan para profesional kesehatan.

    Hasil ini didapatkan dari pengukuran sampel yang terdiri dari lima orang atau lebih. Dikutip dari NYPost, berikut 10 negara dengan pria yang memiliki ukuran penis terpanjang di dunia:


    1. Sudan: 7,07 inci (17,95 cm)
    2. Republik Demokratik Kongo: 7,05 inci (17,90 cm)
    3. Ekuador: 6,93 inci (17,60 cm)
    4. Republik Kongo: 6,83 inci (17,34 cm)
    5. Ghana: 6,81 inci (17,29 cm)
    6. Nigeria: 6,69 inci (16,99 cm)
    7. Venezuela: 6,66 inci (16,91 cm)
    8. Lebanon: 6,62 inci (16,81 cm)
    9. Kolombia: 6,59 inci (16,73 cm)
    10. Kamerun: 6,55 inci (16,63 cm)

    Bagaimana di Indonesia?

    Seksolog dr Haekal Anshari, M Biomed (AAM) mengungkapkan ukuran penis standar orang Indonesia berkisar 10 sampai 12 cm saat dalam kondisi ereksi.

    “Kalau untuk Indonesia itu, ukuran standarnya ketika ereksi itu kisaran 10-12 cm,” beber dr Haekal saat ditemui beberapa waktu lalu.

    Meski begitu, dr Haekal menegaskan ukuran penis tidak mempengaruhi kepuasan seks. Hal terpenting bagi pria saat berhubungan seksual adalah ereksi yang maksimal.

    “Itu mitos. Kalau penisnya panjang, gede, tapi lembek, buat apa. Nggak bisa menstimulasi G-spot perempuan. Yang penting itu keras optimal. Kerasnya itu seperti timun lah,” sambungnya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Dear Pasutri, Ini Masalah Kesehatan yang Bisa Sembuh saat Rutin Bercinta

    Jakarta

    Bukan rahasia lagi jika berhubungan seksual dapat memberikan banyak manfaat bagi para pasangan. Selain membuat hubungan lebih ‘hangat’, bercinta juga bisa berdampak positif bagi kesehatan, termasuk menyembuhkan beberapa penyakit.

    Dikutip dari Everyday Health dan WebMD, hormon-hormon yang dilepaskan oleh tubuh saat seseorang berhubungan seksual dapat membantu mengobati beberapa masalah kesehatan yang terjadi.

    Lalu apa saja penyakit yang bisa diobati dengan rutin berhubungan seksual?


    1. Insomnia

    Saat berhubungan seksual, khususnya saat orgasme tubuh akan melepaskan hormon prolaktin. Hormon ini akan membantu seseorang untuk tidur.

    Setelah berhubungan seks, lonjakan prolaktin sebagian besar bertanggung jawab atas rasa kantuk dan rileks yang sering terjadi. Hal ini tidak hanya membantu tertidur lebih mudah tetapi juga mendukung tidur yang lebih nyenyak dan lebih nyenyak.

    2. Nyeri di Tubuh

    Selain dapat menghilangkan stres, endorfin yang dilepaskan tubuh saat berhubungan seksual juga dapat menjadi pereda sakit alami. Selama berhubungan seks, tubuh akan dibanjiri endorfin, yang berinteraksi dengan reseptor rasa sakit di otak dengan menghalangi transmisi sinyal rasa sakit.

    3. Inkontinensia

    Inkontinensia urine adalah kondisi ketika hilangnya kontrol kandung kemih yang menyebabkan penderitanya sulit menahan buang air kecil. Seks sendiri dapat menguatkan otot panggul yang bisa berdampak pada kesehatan otot-otot kandung kemih, usus, dan rahim (pada wanita) atau prostat (pada pria).

    4. Penyakit Jantung

    Seks dapat meningkatkan detak jantung, yang sangat baik untuk sirkulasi dan membantu menjaga tekanan darah dalam kisaran yang sehat. Beberapa penelitian menunjukkan bagi pria yang lebih muda dan sehat, berhubungan seks secara teratur dapat dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena masalah jantung di kemudian hari.

    Penelitian lain pada tahun 2020 menemukan bahwa pasien serangan jantung yang berhubungan seks setidaknya seminggu sekali memiliki peluang 10 persen lebih rendah untuk meninggal karena penyakit jantung.

    (dpy/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy