Jakarta –
Bapak-bapak dan kaum pria yang ingin meningkatkan kesuburan perlu menerapkan pola makan sehat. Coba konsumsi 7 makanan yang terkenal efektif tingkatkan kesuburan pria ini, dari daging hingga telur.
Cara menjaga kesuburan pria tidak hanya lewat konsumsi suplemen vitalitas saja, tapi juga menerapkan gaya hidup sehat. Dalam urusan makanan, konsumsi makanan dengan zat gizi tertentu sangat disarankan.
Makanan untuk kesuburan pria harus mengandung nutrisi asam D-aspartat, zinc, folat, dan vitamin B12, C, D, E. Nutrisi ini sangat penting dalam pembentukan kualitas sperma.
Meski beberapa nutrisi tersebut ada dalam kandungan suplemen vitalitas, Anda tetap bisa mendapatkannya dari sumber yang alami seperti asupan makanan sehari-hari.
Berikut beberapa daftar makanan yang bisa dikonsumsi supaya memiliki sperma yang subur, sehat, dan berkualitas:
1. Kacang-kacangan
Aneka kacang kacangan mengandung vitamin E, folat, yang dapat melindungi sperma dari kerusakan. Foto: Pexels/David Disponett |
Kacang-kacangan seperti kacang tanah dan pistachio termasuk makanan tinggi nutrisi. Di dalamnya mengandung vitamin E, folat, zinc, dan koenzim Q10.
Antioksidan dalam vitamin E dan koenzim Q10 berperan penting melindungi sperma dari kerusakan, supaya kualitasnya tetap baik.
Sementara folat dari kacang-kacangan bermanfaat dalam menjaga DNA sperma sehingga kekentalan dan jumlahnya bisa menghasilkan kualitas yang terbaik.
2. Seafood
Makan seafood juga dapat menambah jumlah, motilitas, hingga mengurangi kerusakan DNA Sperma. Foto: Getty Images/pixura |
Seafood termasuk salah satu jenis makanan untuk kesuburan pria. Jenisnya ada kerang, tiram, udang, ikan tuna, makarel, sarden, dan salmon.
Makanan tersebut kaya akan vitamin B12 dan asam lemak omega-3. Nutrisi di dalamnya itu sangat baik untuk meningkatkan kualitas sperma.
Dalam jurnal Biomolecules dijelaskan bahwa makanan tinggi vitamin B12, bisa menambah jumlah, motilitas, dan mengurangi kerusakan DNA sperma.
3. Daging
Bisa juga mengonsumsi daging, tetapi harus dalam jumlah yang cukup. Foto: Ilustrasi Getty Images/iStock |
Daging merah tanpa lemak atau daging unggas yang dimasak segar dan bukan olahan masuk ke dalam daftar makanan sehat dan baik bagi sperma.
Di samping itu, daging tersebut mengandung senyawa L-arginin yang nantinya diubah oleh tubuh menjadi oksida nitrat untuk memaksimalkan fungsi dari sperma.
Akan tetapi, tetap makan daging dalam jumlah yang cukup. Mengonsumsi daging berlebihan justru bisa berdampak buruk yang dapat menurunkan motilitas atau pergerakan sperma.
4. Telur
Konsumsi telur rebus dapat menambah jumlah hingga morfologi pada sperma. Foto: Getty Images/iStockphoto/fcafotodigital |
Telur mengandung nutrisi penting untuk sperma, seperti protein dan asam omega-3 yang tinggi. Selain mudah didapat, nutrisi dari telur berguna dalam menambah jumlah, motilitas, serta morfologi pada sperma.
Perlu diperhatikan, konsumsi telur per hari harus tetap dibatasi. Idealnya 1-2 butir telur per orang per hari, khususnya untuk orang dewasa dengan kadar kolesterol normal.
5. Produk susu
Keju dan yoghurt merupakan makanan berbahan dasar susu yang efektif meningkatkan kesuburan pria. Makanan tersebut mengandung asam omega-3, vitamin B12 dan D-aspartat, yang baik untuk sperma.
Terutama vitamin B12 dan D-aspartat, sangat penting dalam mengatur hormon testosteron supaya motilitas sperma meningkat.
6. Buah-buahan
Lemon atau buah buahan lainnya juga bisa meningkatkan kuaitas sperma. Foto: Getty Images |
Untuk meningkatkan kualitas sperma supaya subur, Anda dapat mengonsumsi buah-buahan seperti jeruk, stroberi, kiwi, blewah, tomat, paprika, lemon.
Nutrisi buah ini kaya akan vitamin C yang berperan sebagai antioksidan. Antioksidan mampu melindungi DNA sperma dari kerusakan sehingga kualitasnya terjaga.
Peningkatan asupan vitamin C dalam tubuh telah terbukti bisa memperbaiki ukuran, bentuk, jumlah, dan motilitas sperma.
7. Sayuran
Selain buah-buahan, sayuran hijau seperti bayam, brokoli, jamur, bisa Anda konsumsi ke dalam menu makanan sehari-hari. Sayuran tersebut kaya kandungan vitamin C dan E yang efektif menambah kesehatan pada sperma.
Antioksidan dari sayuran berperan penting dalam menangkal radikal bebas, yang bisa merusak sel-sel sperma dan menurunkan kualitasnya.
Selain mengonsumsi makanan untuk kesuburan pria, cara paling akurat memastikan Anda subur atau tidak, yaitu menjalani tes kesuburan dengan dokter andrologi di rumah sakit.
Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “7 Makanan untuk Meningkatkan Kesuburan Pria, Daging hingga Telur”
(aqr/adr)
![]() |
Source : unsplash.com / Dan Gold
Ada Benarnya, Ternyata Pakai Celana Dalam Ketat Bisa Bikin Kualitas Sperma ‘Anjlok’ Jakarta – Terdapat sejumlah hal yang dapat menurunkan kualitas sperma seorang pria, seperti mengonsumsi terlalu banyak makanan berlemak, minum minuman beralkohol, merokok dan stres. Di samping itu beberapa orang beranggapan kebiasaan sepele seperti memakai celana dalam ketat dapat merusak kualitas sperma dan menurunkan tingkat kesuburan pria. Hal ini dibenarkan oleh spesialis urologi dr Ponco Birowo, SpU(K), PhD. Menurutnya, celana dalam ketat dapat meningkatkan suhu di testis, sehingga mengganggu produksi sperma.
“Pabriknya spermatozoa kan di testis, testis itu letaknya di bawah, bukan di dalam perut. Kenapa? Untuk pembentukan spermatozoa suhunya harus 2-4 derajat lebih dingin, jadi dia nggak boleh kepanasan,” ujarnya saat diwawancarai detikcom beberapa waktu lalu. “Nah kalau misal kita pakai celana dalam ketat apa yang terjadi? Testisnya jadi ditempel ke badan kita, suhunya akan meningkat. Kalau suhunya meningkat, jadi tidak bekerja,” sambungnya.
dr Ponco menambahkan pria yang sering sauna juga dapat mengalami penurunan pada kualitas spermanya. “Begitu juga kalau misalnya laki-laki itu sering sauna. Sauna kan berendam di air panas, dan jangka waktunya lama itu kan,” katanya. Ia pun mewanti-wanti kebiasaan menggunakan laptop di atas pangkuan. Menurutnya, kebiasaan ini dapat meningkatkan suhu testis dan merusak kualitas sperma. “Suka ngetik laptop di pangkuan, itu udah ada penelitiannya, akan naik 18 derajat suhu di testis,” tandasnya. (ath/kna) Image : unsplash.com/ Spacejoy Dokter Urologi Ungkap Ciri-ciri Sperma Sehat, Bisa Dilihat dari Warnanya Jakarta – Kesuburan pria terletak pada sperma sebagai elemen penting dalam reproduksi. Sperma yang sehat dan subur akan memperlancar proses pembuahan. Sebaliknya, sperma yang tidak subur cenderung kesulitan membuahi sel telur yang berada di rahim wanita. Mengenali ciri sperma yang sehat dan subur bermanfaat khususnya bagi pasangan suami-istri yang ingin segera memiliki momongan. Spesialis urologi Dr dr Ponco Birowo, SpU(K), PhD mengatakan salah satu ciri yang bisa dilihat adalah warna air maninya. Apabila air mani seorang pria berwarna seperti putih mutiara, hal ini bisa menandakan seseorang memiliki sperma yang sehat.
Kendati begitu, dr Ponco menyebut warna air mani seperti itu tak menjamin juga bahwa seorang pria memiliki sperma yang sehat. Karenanya membutuhkan alat bantu seperti mikroskop untuk mengetahui lebih lanjut terkait kualitas dari sperma. “Pas kita cek di mikroskop ternyata nggak ada spermanya atau spermatozoanya itu jelek kualitasnya. Jadi ibaratnya kalau kita, semangka nih, buat semangka itu kan ada merah-merahnya atau yang kuning ya, ada bijinya, bijinya itu nggak kelihatan. Yang bisa kita lihat cuman semangka dagingnya warnanya merah atau kuning gitu ya,” katanya kepada detikcom, di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2024).
“Sama juga tadi dengan ciri-cirinya gimana? Sebenarnya kalau dengan mata awam atau dengan penglihatan kita itu sulit. Harus dengan alat bantu yaitu dengan mikroskop,” imbuhnya lagi. dr Ponco juga mewanti-wanti jika warna sperma berubah menjadi kemerahan. Hal ini bisa mengindikasikan ada darah di dalam sperma. Begitu juga jika sperma berwarna kuning atau kecokelatan, kemungkinan ada infeksi. “Jadi yang paling bisa membedakan bahwa ini sperma sehat dan ini sperma tidak sehat jadi warna itu tadi,” katanya lagi. (suc/up) Image : unsplash.com/ Spacejoy Terungkap Lewat Studi, Main HP dengan Durasi Segini Bisa Ganggu Kesuburan Pria Jakarta – Sudah banyak yang tahu, kebanyakan main HP bisa mendatangkan sejumlah gangguan kesehatan. Salah satunya, yakni penurunan infertilitas pria. Sebagaimana diungkap oleh penelitian baru di Swiss, kebiasaan penggunaan ponsel dapat berperan dalam tren infertilitas pada pria yang terus meningkat. Di dalam penelitian yang dipublikasikan pada Oktober 2023 ini, para peneliti dari University of Geneva (UNIGE), Swiss, mencatat bahwa konsentrasi sperma rata-rata pernah mencapai sekitar 99 juta per mililiter, tetapi kini telah turun menjadi kurang dari setengahnya, yakni 47 juta. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, konsentrasi sperma di bawah 15 juta per mililiter sangat menghambat proses pembuahan. Terlebih, ketika konsentrasi turun di bawah 40 juta, hal ini mengurangi kemungkinan pembuahan yang berhasil.
Dikutip dari The Healthy, tim peneliti ini mengatakan bahwa penurunan kualitas air mani yang signifikan ini merupakan hasil dari pengaruh lingkungan dan gaya hidup masa kini, seperti obesitas, konsumsi alkohol, stres, paparan pestisida, dan merokok. Di antara semua pengaruh itu, para peneliti merasa bahwa paparan radiasi elektromagnetik dari ponsel merupakan hal yang paling memprihatinkan.
Temuan mereka menunjukkan bahwa ketergantungan yang meningkat pada perangkat digital dapat sangat mempengaruhi fungsi biologis dengan cara yang sebelumnya tidak diketahui. Peneliti senior Departemen Kedokteran Genetik dan Pengembangan di UNIGE, Dr Rita Rahban, PhD, menyoroti pendekatan yang berbeda dari studi-studi sebelumnya. Tim Dr Rahban menganalisis data dari 2.886 pria Swiss yang sehat berusia antara 18 dan 22 tahun, yang mewakili usia aktif untuk kesehatan reproduksi dan keterlibatan dengan teknologi. Para peserta secara mandiri melaporkan rincian tentang pilihan gaya hidup, kesehatan secara keseluruhan, dan pola penggunaan ponsel mereka. Temuan penelitian ini sangat menarik. Pria yang menggunakan ponsel lebih dari 20 kali sehari memiliki konsentrasi sperma 44,5 juta per mililiter. Sebaliknya, pria yang menggunakan ponsel kurang dari sekali seminggu menunjukkan konsentrasi sperma yang lebih tinggi, yakni sebesar 56,5 juta per mililiter. Data tersebut menunjukkan penurunan yang signifikan sebesar 21 persen dalam konsentrasi sperma di antara pengguna ponsel terberat dibandingkan dengan mereka yang menggunakan ponselnya secara minimal. Evolusi Jaringan Seluler dan Kualitas Sperma Temuan menarik lainnya dari penelitian ini adalah bagaimana hubungan antara penggunaan ponsel dan kualitas sperma berevolusi seiring dengan kemajuan teknologi jaringan seluler. Selama fase awal penelitian, pada 2005 hingga 2007, yang sejalan dengan era jaringan 2G, dampak negatif pada konsentrasi sperma cukup terlihat. Namun, ketika teknologi seluler berkembang ke 3G dan kemudian ke 4G, efek buruk ini tampaknya berkurang. Pengamatan ini menunjukkan kemungkinan bahwa peningkatan teknologi seluler, terutama penurunan daya transmisi dari 2G ke 4G, dapat mengurangi beberapa efek merugikan pada kesehatan sperma. Akan tetapi, penelitian ini tidak secara mutlak mengaitkan penggunaan ponsel dengan aspek-aspek lain dari kualitas air mani, seperti pergerakan (motilitas) dan struktur (morfologi) sperma. Selain itu, tercatat juga bahwa kebiasaan membawa ponsel di saku celana tidak menunjukkan korelasi yang signifikan dengan penurunan indikator kualitas air mani. Implikasi untuk Penggunaan Teknologi Modern Penting untuk dipahami bahwa testis memproduksi sperma baru setiap 10 minggu sehingga mendorong pembaruan secara teratur. Hal ini mengindikasikan bahwa dampak negatif dari penggunaan ponsel terhadap kesehatan sperma mungkin bersifat sementara. Dr Rahban menegaskan, efek tersebut kemungkinan tidak menyebabkan masalah kesuburan dalam jangka panjang. Temuan dari penelitian ini menyoroti pentingnya menyadari potensi efek yang tidak diinginkan dari kebiasaan digital terhadap kesehatan. Penelitian ini pun menekankan perlunya riset yang lebih mendalam untuk memperjelas hubungan antara penggunaan ponsel dan kesehatan sperma serta cara-cara sederhana yang dapat dilakukan untuk menyesuaikan penggunaan teknologi sebagai respons. (vyp/vyp) Image : unsplash.com/ Spacejoy Tak Pakai Obat-obatan, Ini 5 Cara Paling Ampuh Bikin Kesuburan Pria Makin ‘Jos’
Jakarta – Tak sedikit pria menjajal beragam cara untuk mendongkrak kualitas sperma. Dengan harapan, cara-cara tersebut bisa meningkatkan kesuburan dan membantu mereka yang tengah mendambakan buah hati. Perlu diketahui, jumlah sperma yang cukup merupakan indikator yang dapat diandalkan dalam kesehatan reproduksi. Sebaliknya, jika jumlah sperma yang rendah itu dapat berkaitan dengan penyakit kronis. Oleh karena itu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan reproduksi pada pria. Tanpa mengkonsumsi obat-obatan, berikut penjelasannya:
1. Tidak mengejar kehamilan di usia terlalu tuaBeberapa pria memutuskan untuk mengutamakan pekerjaan lebih dulu sebelum memutuskan untuk menikah. Walhasil, banyak pasangan menunda kehamilan hingga usia 30 atau lebih. Faktanya semakin bertambahnya usia seseorang, kualitas sperma dapat menurun dan kehamilan akan lebih sulit terjadi. Mengingat, rentang usia yang optimal untuk memiliki anak adalah usia 30-35 tahun.
Setelah melewati rentang usia ini, kesehatan reproduksi munkgin menurun. Selain kesulitan untuk mencapai kehamilan, kehamilan pada usia relatif tua juga bisa memicu risiko kelainan pada janin. 2. Perhatikan penempatan gadgetDigitalisasi merupakan suatu hal yang sangat populer pada saat ini. Seperti pengunaan handphone, perangkat games, tablet dan lainnya. Dikutip dari healthshots, sinyal Wi-Fi dari ponsel yang ditempatkan di saku celana dapat mempengaruhi motilitas dan kualitas sperma secara signifikan. Umumnya, testis di dalam kantung skrotum dapat bertahan dengan suhu beberapa derajat di bawah suhu tubuh normal, yang diperlukan untuk produksi sperma yang optimal. Perangkat elektronik yang berada dekat dengan tubuh meningkatkan suhu skrotum dan mengganggu produksi dan kualitas sperma. 3. Stop merokok dan konsumsi alkoholMerokok dan konsumsi alkohol dapat menyebabkan pengurangan produksi sperma, sehingga dapat mempengaruhi kesuburannya. Jaringan testis sangat sensitif terhadap toksin yang beredar dan paparan terus-menerus terhadap toksin ini dapat merusak mekanisme produksi sperma secara permanen. Selain itu zat-zat tersebut juga dapat menyebabkan cacat pada janin. 4. Menjaga pola hidup sehatMenjaga pola hidup sehat dapat meningkatkan kesehatan reproduksi pria ataupun wanita. Seperti tidur dengan waktu yang cukup, mengonsumsi makanan dan minuman yang bernutrisi dan berolahraga. (suc/suc) Image : unsplash.com/ Spacejoy |





