Tag: ketupat

  • Benarkah Menggantung Ketupat di Atas Pintu Bisa Tolak Bala?



    Jakarta

    Ketupat adalah salah satu makanan yang pasti tersaji di meja makan saat Lebaran. Lebih dari makanan, beberapa daerah ada yang meyakini ketupat sebagai bentuk penolak bala apabila digantung di atas pintu. Memangnya beneran bisa?

    Dilansir detikJateng, dalam Islam, tidak ada dalil yang menyebutkan soal ketupat apalagi memintanya untuk diletakkan di atas pintu. Ini hanyalah sebuah tradisi yang diikuti di beberapa daerah saja, terutama di daerah Jawa.

    Bungkus yang dibuat dari janur kuning melambangkan penolak bala bagi orang Jawa. Lalu, bentuk ketupat yang segi empat mencerminkan prinsip “kiblat papat lima pancer” yakni ke mana pun manusia menuju, pasti selalu kembali kepada Allah.


    Ketupat yang terbuat dari anyaman daun kelapa muda itu mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia. Sedangkan warna putih pada ketupat yang matang ketika dibelah dua mencerminkan kebersihan dan kesucian setelah mohon ampun dari kesalahan. Beras yang merupakan isi dari ketupat melambangkan kemakmuran setelah hari raya.

    Dari filosofi tersebut, banyak yang beranggapan dengan menggantung ketupat di atas pintu dapat menolak bala. Bahkan ada yang ikut menggantungnya bersama pisang. Untuk lama ketupat digantung, tidak ada patokan. Beberapa ada yang menggantung hingga kering. Namun, tentu makanan basi pasti berbau.

    Dalam Islam juga tidak dianjurkan untuk membuang makanan untuk alasan yang sia-sia. Untuk menolak bala, dalam Islam lebih dianjurkan untuk berdoa daripada mempercayai hal-hal yang tidak terbukti.

    Mengutip dari laman Muhammadiyah, meyakini selain Allah, seperti meyakini benda atau barang yang dianggapnya jimat itu bisa memberi manfaat atau menolak madharat itu termasuk perbuatan syirik.

    Yang maha pemberi manfaat dan menghindarkan madharat hanya Allah saja, sebagaimana dalam firman-Nya berikut ini:

    وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلْ أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ

    Artinya: “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Niscaya mereka menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya?” Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku”. Kepada-Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri”. (QS. az-Zumar: 38)

    Syirik itu adalah dosa paling besar menurut ajaran Islam. Jika dosa syirik ini dibawa sampai mati, maka tidak akan diampuni oleh Allah Ta’ala. Allah berfirman:

    إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

    Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. an-Nisa’: 48).

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pilihan Kuliner Halal buat Dicoba di Toraja: Coto Makassar



    Rantepao

    Kini sudah banyak makanan halal di Toraja. Satu yang bisa dicoba adalah Coto Makassar. Cocok disantap ketika lagi ingin makanan yang berkuah rempah.

    Coto Makassar adalah makanan khas dari Makassar, Sulawesi Selatan. Namun, coto kini sudah menyebar ke berbagai kota di Indonesia, termasuk di Toraja Utara.

    Coto Makassar bisa dijadikan sebagai opsi makanan halal yang bisa disantap traveler Muslim ketika liburan ke Toraja. Karena kuliner ini terbuat dari daging sapi yang otomatis halal.


    Ada beberapa tempat untuk menikmati Coto Makassar di Toraja Utara. Salah satunya adalah tempat milik Daeng Empo yang berada di jalan poros Rantepao-Makale.

    Warung Coto Makassar milik Daeng Empo sederhana saja. Hanya ada 4 meja panjang dan beberapa kursi plastik. Kami pun memesan Coto Makassar untuk santap siang.

    Coto Makassar di TorajaCoto Makassar di Toraja Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

    Sebagai pelengkap, di meja sudah tersedia ketupat, jeruk nipis, kecap manis, sambal, dan garam jika dirasa kurang asin. Traveler juga bisa memesan nasi sebagai pendamping makan coto.

    Kami sendiri memilih ketupat karena lebih praktis dan cocok saja dipasangkan dengan Coto Makassar. Per porsinya, Coto Makassar di sini dibanderol Rp 25.000. Sedangkan untuk ketupatnya cuma Rp 1.000 saja per buah.

    Daging Sapi Diimpor dari Takalar

    Daeng Empo mengaku mengimpor langsung daging sapi yang dia gunakan untuk membuat coto. Bukan dari luar negeri, tapi dari daerah Takalar di Sulawesi Selatan. Ia mengimpor daging lantaran di Toraja tidak ada daging sapi.

    “Daging saya impor sendiri dari Takalar. Setiap minggu datang. Bisa satu minggu sekali, bisa satu minggu dua kali, tergantung stok,” jelas Daeng Empo kepada detikTravel.

    Coto Makassar di TorajaCoto Makassar di Toraja Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

    Coto Makassar kami siang itu diracik oleh anak Daeng Empo. Kepada kami, dia mengaku, coto yang dia jual menggunakan resep keluarga yang sudah turun temurun diajarkan bapaknya.

    Tak butuh waktu lama, seporsi Coto Makassar pun sampai ke meja kami. Kami pun meraciknya dengan sambal, jeruk dan sedikit kecap manis. Slurrrpp… Alamak, rasanya mantap betul.

    Sendok demi sendok, Coto Makassar itu akhirnya tandas sudah masuk ke dalam perut kami. Rasanya sungguh mantap disantap di siang hari yang terik.

    Traveler Muslim yang liburan ke Toraja bisa menjadikan Coto Makassar ini sebagai pilihan yang ‘aman’ untuk dikonsumsi, karena dipastikan menggunakan daging sapi yang diolah secara halal.

    Artikel ini mendapatkan dukungan dari Lion Group. Temukan penawaran menarik untuk paket penerbangan dan hotel dari BookCabin di link ini.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cerita Mata Air Asin yang Diburu Warga Tasikmalaya buat Lebaran



    Tasikmalaya

    Menjelang Lebaran, sebuah sumber mata air dengan rasa asin banyak diburu oleh warga Tasikmalaya. Mereka menggunakan air asin itu untuk membuat ketupat.

    Penjualan air asin Tanjung di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Warga tasik mulai terlihat antre untuk membeli sumber mata air yang dijadikan bahan pembuatan ketupat tersebut.

    Mata air asin Tanjung ini merupakan salah satu keunikan yang ada di Tasikmalaya. Jika biasanya mata air punya rasa tawar, tapi sumber mata air Tanjung malah mengeluarkan air asin.


    Oleh masyarakat, air ini kerap dimanfaatkan untuk membuat ketupat. Selain bisa memberi rasa yang khas pada ketupat, air asin Tanjung ini juga dipercaya membuat ketupat lebih tahan lama dan bisa awet sampai seminggu.

    Kebiasaan ini sudah berlangsung sejak dulu dan membawa berkah bagi daerah setempat. Sejumlah warga terlihat sudah memadati Kampung Cukang, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, tempat di mana sumber air asin Tanjung ini berada.

    Ketua Pengelola air asin Tanjung, Iman Hermansyah (42) mengatakan pembeli air asin Tanjung mulai ramai sejak awal bulan Ramadan.

    “Dari tanggal 5 Ramadan sudah ramai masyarakat yang membeli air asin Tanjung untuk membuat ketupat Lebaran. Penjualan meningkat sekitar 60 persen dari hari-hari biasa,” kata Iman.

    Iman mengatakan mereka yang membeli air asin Tanjung untuk bahan pembuatan ketupat, tidak hanya datang dari wilayah Tasikmalaya saja, melainkan dari berbagai daerah.

    “Pembeli tidak hanya warga Tasikmalaya, dari luar seperti Ciamis, Banjar, Garut dan daerah lainnya juga ada,” kata Iman.

    Tak sedikit pula mereka yang datang, membeli dalam jumlah banyak dengan tujuan untuk dijual kembali.

    “Selain mereka membeli untuk membuat ketupat di rumah, ada juga mereka yang akan menjual lagi,” jelasnya.

    Harga jual air asin ini relatif murah, satu galon dijual dengan harga Rp 10 ribu saja.

    “Kalau jeriken biru yang 35 liter Rp 15 ribu, kalau galon Rp 10 ribu,” papar Iman.

    Hasilkan Ketupat dengan Rasa yang Khas

    Iman membenarkan membuat ketupat dengan air asin Tanjung akan memberikan cita rasa yang khas serta tekstur ketupat yang lebih kenyal dan tahan lama.

    “Air Tanjung itu keistimewaannya seperti ada pengawet alami. Rasa ketupat atau lontong jadi beda, agak kenyal juga. Terus ketupat kalau pakai air asin Tanjung bisa bertahan sampai 6 hari,” ujar Iman.

    Dia juga berharap penjualan di Lebaran kali ini akan semakin meningkat sehingga warga bisa mendapatkan cuan yang maksimal.

    Mata air unik yang memiliki rasa asin bernama Air Tanjung di Tasikmalaya.Mata air unik yang memiliki rasa asin bernama Air Tanjung di Tasikmalaya. Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar

    “Biasanya semakin dekat Lebaran semakin membeludak, kalau stok banyak,” kata Iman.

    Sumber mata air unik ini dikelola oleh pihak RW dengan melibatkan warga. Setidaknya ada 21 warga yang dilibatkan dalam bisnis pemanfaatan Air Tanjung ini.

    Sehari ada 3 atau 4 orang yang jaga. Mereka bertugas melayani pembeli, menampung air dan lain-lain. Warga yang bekerja tentu dapat upah, sisanya disetor ke kas RW.

    Secara swadaya masyarakat mengelola air itu dengan cara menampungnya ke bak-bak penampungan. Kemudian dari bak dialirkan ke dua tangki air kapasitas 1000 liter.

    Air Tanjung memang perlu ditampung sebagai stok, karena volume mata air tidak besar. Penasaran dengan rasanya yang menurut warga asin, beberapa bulan lalu kami pernah mencoba mencicipi air Tanjung tersebut.

    Rasa asin memang ada, tapi tak terlalu kentara. Lidah justru merasakan gurih. Seperti air kelapa, tapi air kelapa tua yang hambar.

    Beberapa saat setelah menenggak, tenggorokan terasa kering seperti usai minum air laut. Begitu kira-kira rasa dari mata air unik ini.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 3 Resep Lauk Ketupat Betawi yang Lezat dan Mudah Buatnya!

    Jakarta

    Menyajikan ketupat saat Lebaran adalah tradisi yang tak terpisahkan di Indonesia. Momen Lebaran tetap terasa spesial meskipun hanya menikmati ketupat dengan berbagai lauk di rumah.

    Tahukah kamu? Ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga pada abad ke-15 sebagai bagian dari penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Nama ‘ketupat’ sendiri berasal dari singkatan bahasa Jawa ‘ngaku lepat’, yang berarti mengakui kesalahan. Ada juga yang mengatakan bahwa ketupat berasal dari singkatan ‘laku papat’, merujuk pada empat tindakan.

    Ketupat akan terasa lebih lengkap dengan aneka lauk yang lezat. Setiap daerah di Indonesia memiliki cara unik dalam menyajikan ketupat Lebaran. Biasanya, mereka menggunakan sayur berkuah gurih yang lezat, serta melengkapi hidangan dengan lauk seperti opor, sambal goreng, rendang, hingga serundeng.


    Warga Betawi memiliki cara khas dalam menyajikan ketupat Lebaran. Ketupat disiram dengan sayur godog pepaya muda, bisa juga ditambahkan semur daging dan jengkol yang manis dan gurih.

    Masyarakat Betawi menikmati ketupat Lebaran dengan sayur godog pepaya muda, semur jengkol, semur daging, atau semur bandeng, serta sambal dan kerupuk sebagai pelengkap.

    3 Resep Sayur Ketupat Betawi yang Lezat

    Pada hidangan sayur pendamping ketupat, kamu bisa menyiapkan sayur gurih khas Betawi yang terbuat dari labu siam. Hidangan ini biasanya disajikan untuk keluarga dan tamu. Dikutip dari laman Vokasi Kemdikbud, Retno Multriarti selaku Pemimpin lembaga kursus dan pelatihan (LKP) bidang tata boga Citramas Jakarta Timur menjelaskan dari segi rasa, umumnya masakan khas Betawi dominan dengan rasa gurih dan sedikit pedas.

    Masakan Betawi juga banyak terpengaruh dari bangsa arab karena hampir semua masyarakat Betawi beragama Islam. Maka, rempah yang kerap digunakan yaitu kunyit, cabe, jinten, cengkeh, adas, kayu manis, dan pala. Jika kamu ingin mencoba salah satu lauk istimewa ketupat Lebaran Betawi, berikut tiga resepnya:

    1. Resep Sayur Godog Pepaya Muda

    Ciri khas sayur gurih Betawi memakai pepaya muda yang diserut kecil panjang. Dibumbui cabe dan kuah santan rasanya gurih enak. Biasanya, makanan ini menjadi hidangan saat Lebaran Idul Fitri.

    Saat memasak, pastikan pepaya muda yang dipakai adalah pepaya muda yang berwarna daging masih pucat, dengan tekstur yang masih keras. Jika tak sempat menyiapkan pepaya muda serut, kamu bisa membeli pepaya muda yang sudah diserut kecil memanjang di pasar tradisional. Kamu bisa tambahkan 250 ml santan kental untuk menciptakan rasa gurih yang enak.

    Sayur godog pepaya ini rasanya pedas gurih. Dengan cita rasa yang khas dan aroma yang menggugah selera, tak heran membuatnya banyak dinikmati oleh semua kalangan.

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    60 menit mudah 10
    Daerah Asal Masakan :Betawi
    Kategori Masakan : Sayur

    Bahan Bahan

    • 600 g pepaya muda, serut panjang
    • 3 sdm minyak sayur
    • 2 cm lengkuas
    • 2 lembar daun salam
    • 1.5 liter santan segar
    • 2 buah cabe merah, iris serong tipis
    • 10 buah cabe rawit merah
    • 1 sdm cabe merah bubuk
    • 100 g udang kupas kecil

    Bumbu halus:

    • 3 buah cabe merah besar, buang bijinya
    • 5 buah cabe merah keriting
    • 5 siung bawang putih
    • 3 butir bawang merah
    • 1 sdt terasi
    • 2 sdt garam

    Taburan:

    Cara Memasak:

    1. Taburi pepaya serut dengan sedikit garam lalu remas-remas hingga layu dan berair. Bilas air bersih lalu tiriskan hingga kering.
    2. Tumis Bumbu Halus hingga wangi.
    3. Tambahkan daun salam, lengkuas dan cabe bubuk, aduk hingga harum.
    4. Masukkan cabe merah dan cabe rawit, aduk sebentar.
    5. Tambahkan udang, aduk hingga kemerahan lalu angkat.
    6. Masukkan ke dalam panci.Tuangi santan, didihkan dengan api kecil.
    7. Masukkan pepaya muda rebus hingga hampir empuk.
    8. Rebus hingga seluruhnya lunak. Angkat.
    9. Sajikan dengan taburan bawang merah goreng.

    2. Resep Semur Jengkol

    Resep Semur Jengkol BetawiResep Semur Jengkol Betawi Foto: detikfood/odilia

    Jengkol juga jadi kuliner khas lebaran warga Betawi. Diolah dengan bumbu semur yang kental gurih dan manis rasanya lezat.

    Dalam setiap pertemuan acara keluarga masyarakat Betawi, semur jengkol adalah makanan yang harus tersedia sebagai pelengkap nasi. Semur jengkol khas Betawi pun tak sama seperti semur jengkol yang lain.

    Retno juga menyebut, semur jengkol Betawi lebih legit bumbunya dan lebih pekat. Selain itu, jengkolnya pun kurang berbau karena direbus terlebih dahulu dengan kopi, daun jambu, atau kapur sirih.

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    60 menit mudah 8
    Daerah Asal Masakan :Betawi
    Kategori Masakan : Sayur

    Bahan Bahan

    • 1 kg jengkol
    • 4 sdm minyak sayur
    • 5 cm kayu manis
    • 4 butir cengkeh
    • 3 lembar daun salam
    • 200 ml kecap manis
    • 500 ml air

    Haluskan:

    • 7 butir kemiri
    • 8 butir bawang merah
    • 5 siung bawang putih
    • 1/2 butir biji pala
    • 1 sdt merica bubuk
    • 2 sdt garam

    Taburan:

    Cara Memasak:

    1. Cuci jengkol hingga bersih. Didihkan air secukupnya dalam panci.
    2. Tambahkan 3 lembar daun salam, masukkan jengkol dan rebus hingga jengkol empuk.
    3. Angkat jengkol, tiriskan dan kupas. Pukul-pukul jengkol hingga agak memar.
    4. Tumis bumbu halus hingga wangi dan matang.
    5. Masukkan jengkol, aduk hingga tercampur rata dengan bumbu.
    6. Tuangkan air, tambahkan kecap manis, kayu manis, cengkeh dan daun salam.
    7. Beri kecap dan air lalu masak dengan api kecil hingga bumbu meresap dan kuah kental.
    8. Angkat dan sajikan dengan taburan bawang merah goreng.

    3. Resep Semur Daging Betawi

    semur dagingResep semur daging Betawi Foto: iStock/detikFood

    Semur daging dengan bumbu pekat yang gurih manis ini ditambah dengan telur. Kuahnya yang kental cocok dipadukan dengan sayur gurih yang pedas enak.

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    60 menit mudah 8
    Daerah Asal Masakan : Betawi
    Kategori Masakan :daging

    Bahan Bahan

    • 4 sdm minyak sayur
    • 3 cm kayu manis
    • 3 butir cengkeh
    • 2 lembar daun salam
    • 500 g daging sapi has luar atau lulur
    • 5 butir telur ayam rebus, kupas
    • 150 ml kecap manis
    • 500 ml air

    Haluskan:

    • 5 butir kemiri
    • 8 butir bawang merah
    • 5 siung bawang putih
    • 1/2 butir pala
    • 1 sdt merica bubuk
    • 2 sdt garam.

    Cara Memasak:

    1. Potong daging melintang serat 1,5 cm. Sisihkan.
    2. Tumis bumbu halus hingga wangi dan matang.
    3. Masukkan irisan daging, aduk hingga kaku dan berubah warna.
    4. Tuangi air, tambahkan kecap manis, kayu manis, cengkeh dan daun salam. Beri kecap dan air.
    5. Masak dengan api kecil hingga bumbu meresap dan daging hampir lunak.
    6. Masukkan kentang, masak kembali hingga kuah kental dan daging empuk. Angkat dan sajikan hangat.

    Nah, itulah tadi tiga resep sayur ketupat betawi yang lezat dan mudah buatnya. Selamat mencoba!

    Simak Video “Resep Kurma Cake dengan Siraman Toffee Sauce
    [Gambas:Video 20detik]
    (aau/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • Saran Dokter agar Opor-Ketupat Lebaran Tak Bikin Gendut


    Jakarta

    Lebaran selalu identik dengan makanan enak seperti opor ayam, rendang, hingga ketupat sayur. Meskipun menu makanan Lebaran sangat menggoda, para pejuang diet kerap takut menikmatinya karena takut berat badan naik.

    Padahal, makanan-makanan khas Lebaran ini aman-aman saja dicicipi. Namun, perlu adanya penyesuaian agar kalori yang masuk ke tubuh tetap dalam batas aman.

    Spesialis gizi klinis dari Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist) membagikan trik bagi para pejuang diet yang ingin tetap makan enak di momen Hari Raya Idul Fitri tanpa takut berat badan naik.


    “Terutama di opor itu kan kalorinya banyak di kuah atau santannya. Jadi kuahnya jangan terlalu banyak, ayamnya dimakan nggak papa, kulitnya kalau bisa nggak dimakan,” kata dr Oki saat berbincang dengan detikcom, Jumat (7/3/2025).

    “Karena kulit itu kan ada lemaknya. Terus kuahnya jangan terlalu banyak, apalagi sampai disruput. Kalau nasinya ya disesuaikan porsi biasanya lah,” lanjutnya.

    dr Oki menambahkan bahwa pemilihan sumber karbohidrat juga penting dipertimbangkan. Seperti yang diketahui, biasanya di meja makan tersedia nasi dan ketupat.

    “Pasti mending nasi, karena kan ketupat makanan olahan ya,” tutupnya.

    (dpy/up)



    Sumber : health.detik.com