Tag: keuangan

  • Melesat 354%! Transaksi Aset Kripto RI Tembus Rp 344,09 T


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perkembangan perdagangan aset kripto di Indonesia naik signifikan. Secara akumulatif dari Januari-Agustus 2024 nilainya mencapai Rp 344,09 triliun, tumbuh 354% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Demikian kata Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (1/10/2024).

    “Secara akumulatif nilai transaksi aset kripto sepanjang 2024 ini yaitu dari Januari-Agustus telah tercatat mencapai Rp 344,09 triliun atau tumbuh 354% jika dibandingkan periode yang sama pada 2023,” kata Hasan.


    Khusus Agustus 2024, transaksi kripto di Indonesia mencapai Rp 48 triliun. Nilai itu tercatat tumbuh dari sebelumnya Rp 42,34 triliun pada Juli 2024.

    Peningkatan nilai itu juga dibarengi dengan jumlah investor kripto yang meningkat. Jumlahnya mencapai 20,9 juta investor per Agustus 2024.

    “Sehubungan dengan perkembangan aktivitas kegiatan aset kripto di Indonesia, pada Agustus 2024 tercatat jumlah total investor berada dalam tren meningkat dengan total 20,9 juta investor. Terjadi peningkatan kembali dibandingkan di Juli 2024 yang berjumlah 20,59 juta investor,” jelas Hasan.

    (aid/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Orang RI Doyan Utang Lewat Pinjol, Nilainya Tembus Rp 72 Triliun


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terjadi lagi peningkatan jumlah pinjaman melalui pinjaman online (pinjol) atau peer-to-peer lending (P2P).

    Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusma mengatakan jumlah pinjaman melalui pinjol sampai Agustus 2024 Rp 72,03 triliun, naik dari sebelumnya Rp 69,39 triliun pada Juli 2024.

    “Pada industri fintech P2P lending outstading pembiayaan di Agustus 2024 terus meningkat menjadi 35,62% yoy, Juli lalu 23,97% yoy, nominal (Agustus 2024) Rp 72,03 triliun,” kata dia dalam konferensi pers, Selasa (1/10/2024).


    OJK mencatat kredit macet pada pembiayaan atau pinjaman melalui pinjol dalam kondisi terjaga.

    “Kredit macet terjaga di posisi 2,38%, Juli lalu 2,58%,” lanjutnya.

    Sementara pembiayaan modal ventura hingga Agustus turun 9,03% secara tahun ke tahun menjadi Rp 16,19 triliun. Pembiayaan modal ventura sendiri merupakan salah satu pembiayaan utama untuk startup.

    “Juli lalu kontraksi 10,67% year on year, nilai pembiayaan Juli lalu Rp 16,18 triliun,” pungkasnya.

    (ada/rrd)



    Sumber : finance.detik.com

  • OJK Siapkan Sanksi buat Investree


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan akan melayangkan sanksi yang berlaku sesuai aturan kepada platform peer to peer lending (P2P) Investree. Untuk diketahui platform P2P lending itu dihadapi masalah kredit macet hingga berujung pengunduran diri direksi.

    “OJK akan mengambil langkah-langkah pengawasan (supervisory concern) yang diperlukan dan mengenakan sanksi lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya, Agusman, dalam keterangan tertulis, Rabu (2/10/2024).

    Sanksi dan pengawasan ketat itu dilakukan karena sampa hari ini, OJK tidak mendapatkan laporan mengenai tindakan penyelesaian masalah yang dihadapi oleh P2P lending itu.


    “Hingga saat ini belum terdapat laporan realisasi penyuntikan modal dan penyelesaian permasalahan di Investree,” ucapnya.

    OJK mengatakan akan tetap terus melakukan pengawasan dan pemantauan secara penuh terhadap Investree. Meski demikian, sampai saat ini kantor Investree sendiri masih aktif dan menerima aduan dari konsumen.

    “Berdasarkan korespondensi terakhir, alamat kantor Investree masih aktif dan masih dapat menerima kunjungan pengaduan walk in customer,” pungkasnya.

    Sebagai informasi, Sebagai informasi, Investree telah menjadi sorotan karena terdapat kredit macet di perusahaan tersebut. Kondisi menjadi tambah buruk dalam waktu bersamaan Direktur Utama Investree Adrian Gunadi mundur dari jabatannya pada awal 2024.

    Dalam catatan detikcom, dikutip dari situs resmi perusahaan TWP90 yang mengukur tingkat wanprestasi 90 hari sejak tanggal jatuh tempo Investree mencapai 12,58%.

    Artinya ada 12,58% dana yang disalurkan gagal dibayarkan oleh nasabah selama 90 hari setelah jatuh tempo. Tercatat per 2 Januari 2024 total pinjaman outstanding Investree mencapai Rp 444,69 miliar.

    (ada/rrd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Warga di 5 Daerah Ini Punya Utang Pinjol Terbesar, Jabar Nomor 1


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total outstanding pinjaman online (pinjol) atau peer to peer (P2P) lending di Indonesia mencapai Rp 69,39 triliun per Juli 2024 kemarin. Jumlah ini meningkat lebih dari Rp 2,5 triliun dibandingkan bulan sebelumnya.

    Dalam laporan terakhir OJK ‘Statistik P2P Lending Periode Juli 2024’, terlihat sebagian besar outstanding pinjaman ini berasal dari perseorangan sebesar Rp 63,48 triliun. Kemudian sisanya dari pinjaman badan sebesar Rp 5,90 triliun.

    Dari jumlah tersebut, Provinsi Jawa Barat menjadi daerah dengan outstanding pinjaman terbesar di RI. Yakni Rp 18 triliun dengan jumlah rekening penerima pinjaman aktif (entitas) 5,2 juta.


    Namun tingkat kredit macet lebih dari 90 hari (TWP 90) di Jawa Barat sebesar 3,09%. Artinya hanya sekitar 160,68 ribu pengguna layanan pinjol di Provinsi ini yang menunggak pembayaran cicilan utang.

    Menariknya, total utang pinjol warga Jawa Barat ini tidak berbeda jauh dengan total utang seluruh daerah di luar pulau Jawa yang sebesar Rp 18,46 triliun dengan jumlah rekening penerima pinjaman aktif 5,68 juta.

    Sedangkan di urutan kedua ada Jakarta dengan total outstanding Rp 11,9 triliun. Jumlah utang yang perlu dibayarkan ini berasal dari 2,29 juta rekening penerima pinjaman aktif dengan tingkat TWP 90 sebesar 3,20%.

    Kemudian, pada posisi ketiga ada Jawa Timur dengan total outstanding pinjaman Rp 8,84 triliun dengan jumlah rekening penerima 2,28 juta. Keempat ada Banten yang tercatat masih memiliki utang pinjol sebesar Rp 5,69 triliun untuk 1,39 juta rekening pada Juli 2024.

    Kelima atau yang terakhir adalah Jawa Tengah. Daerah ini mencatatkan total utang pinjol yang perlu dibayar sebesar Rp 5,43 triliun untuk 1,9 juta rekening aktif dengan tingkat TWP 90 sebesar 2,55%.

    Terlihat kelima wilayah ini berada di Pulau Jawa. Hanya provinsi D.I Yogyakarta saja yang tidak masuk dalam 5 besar wilayah dengan utang pinjol di RI.

    Sebab total outstanding pinjaman online Yogyakarta per Juli 2024 kemarin masih berada di Rp 1,05 triliun atau lebih kecil dari tujuh wilayah lain di luar Pulau Jawa. Menjadikan wilayah ke-13 dengan kepemilikan utang pinjol terbesar di RI.

    Simak Video: Menkominfo Ungkap Ada Kaitan Antara Pebisnis Judol dan Pinjol Ilegal

    [Gambas:Video 20detik]

    (fdl/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • Rugikan Masyarakat Rp 139 T, 10.890 Pinjol Ilegal-Investasi Bodong Ditutup!


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menutup 10.890 platform investasi ilegal, pinjaman online (pinjol) ilegal hingga gadai ilegal. Penutupan itu merupakan jumlah tindakan sejak 2017 sampai Agustus 2024.

    Direktur Pengawasan Perilaku PUJK Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Regional 4 Surabaya Dedy Patria mengatakan puluhan ribu entitas ilegal yang ditutup itu telah merugikan masyarakat mencapai Rp 139,67 triliun.

    Dedy juga menyebut kerugian masyarakat terbesar akibat entitas ilegal ini terjadi pada 2022 yakni sebesar Rp 120,79 triliun.


    “Total semua ada 10.890 entitas ilegal yang telah kita tutup dengan kerugian masyarakat mencapai Rp139 triliun terutama yang terbesar pada 2022,” katanya dikutip dari Antara, Jumat (4/10/2024).

    Secara rinci, 10.890 entitas yang ditutup tersebut meliputi investasi ilegal sebanyak 1.459, pinjol ilegal 9.180, dan gadai ilegal 251.

    Pada tahun ini hingga Agustus 2024, OJK telah menutup 2.741 entitas ilegal yang terdiri atas 241 investasi ilegal dan 2.500 pinjol ilegal.

    Menurut Dedy, aktivitas keuangan ilegal tidak akan mudah berhenti. Dia mengatakan para oknum diyakini terus memanfaatkan masyarakat yang belum memiliki literasi keuangan yang baik.

    “Seperti kita tutup di sini muncul di tempat lain. Itu selalu dan kapan pun akan terjadi karena mereka tahu itu kebutuhan masyarakat. Mereka mencari peluang kepada masyarakat yang belum terliterasi,” terangnya.

    Pihaknya pun meminta masyarakat tetap waspada dengan berbagai rayuan para pelaku entitas ilegal itu. Dia mencontohkan hal yang harus diwaspadai masyarakat, janji member get member, klaim tanpa risiko, keuntungan besar, dan sebagainya.

    Dedy mengungkapkan beberapa risiko yang akan didapatkan masyarakat ketika memutuskan menggunakan pinjol ilegal adalah bunga dan denda yang tidak terbatas, akses data tersebar, hingga adanya ancaman teror, penghinaan, dan pencemaran nama baik.

    “Kita tidak tinggal diam karena masyarakat banyak menjadi korban terutama karena pinjol ilegal ini,” pungkasnya.

    Simak Video: Menkominfo Ungkap Ada Kaitan Antara Pebisnis Judol dan Pinjol Ilegal

    [Gambas:Video 20detik]

    (ada/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • OJK Sebut Anak Muda Gemar Utang Paylater, Paling Banyak buat Fesyen


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat banyak generasi muda mengambil utang dari buy now pay later (BNPL) atau paylater. Hal ini disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen (PEPK) Friderica Widyasari Dewi.

    Perempuan yang akrab disapa Kiki mengatakan fenomena mengutang melalui paylater ini menjadi concern dari regulator di seluruh dunia. Kiki pun mewanti-wanti bahayanya fenomena fear of missing out (Fomo), You only live once (Yolo) hingga doom spending yang memicu perilaku berutang.

    “Anak muda ini Fomo, kalau nggak ikut khawatir dibilang ketinggalan zaman, terus Yolo. Katanya sekarang tren baru doom spending, belanja serasa mau kiamat. Jadi, anak muda ini kemudian membelanjakan yang dimiliki seolah tidak ada hari besok. Paling gawat belanjanya bukan dari uang yang dimiliki, tapi dari uang yang utangan tadi,” kata Kiki dalam acara Like It yang dilansir dari Youtube OJK, Sabtu (5/10/2024)


    Kemudian ada juga fenomena memberikan penghargaan atau rewards yang instan. Dia bilang hal ini sangat membahayakan bagi generasi muda, apalagi yang belum mempunyai penghasilan sendiri.

    Menurutnya, fenomena tersebut dapat menyebabkan generasi muda gemar berutang. Apalagi saat ini mencari pinjaman atau berutang sangatlah mudah karena teknologi semakin berkembang, misalnya dengan pinjaman online dan paylater.

    “Karena dengan ada pinjol, paylater sangat mudah anak muda kita bisa mendapatkan pinjaman kemudian membelikan barang yang tidak produktif,” terangnya.

    Berdasarkan data yang dipaparkannya, pengguna paylater sebagian besar merupakan generasi Z dengan rentang usia 26-35 tahun. Dengan rincian, 26,5% pengguna paylater dengan rentang usia 18-25 tahun, 43,9% pengguna berusia 26-35 tahun, 21,3% berusia 36-45 tahun. Kemudian, 7,3% pengguna berusia 46-55 tahun, serta hanya 1,1% pengguna paylater berusia di atas 55 tahun.

    Adapun sebagian besar penggunaan paylater untuk gaya hidup, seperti fesyen dengan persentase 66,4%, perlengkapan rumah tangga dengan 52,2%, elektronik dengan 41 %, laptop atau ponsel dengan 34,5%, hingga perawatan tubuh sebesar 32,9%.

    (das/das)



    Sumber : finance.detik.com

  • Pakai Paylater Harus Bijak Biar Nggak Boncos


    Jakarta

    Paylater kini menjadi salah satu pilihan pendanaan masyarakat Indonesia. Dikutip dari laporan Otoritas Jasa Keuangan, pembiayaan Paylater oleh perusahaan multifinance mencapai Rp 8,24 triliun pada September 2024, naik 103,40% yoy.

    Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap Paylater sebagai metode pembayaran pilihan, termasuk untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam Laporan Perilaku Pengguna Paylater Indonesia 2024, tercatat bahwa 42,1% pengguna memanfaatkan layanan ini untuk memudahkan pembelian kebutuhan bulanan dan tambahan lainnya.

    Di tengah tantangan ekonomi saat ini, percepatan penyaluran kredit menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan konsumsi masyarakat.. Dalam hal ini, Paylater sebagai layanan kredit digital yang memiliki berbagai kemudahan, dinilai dapat menstimulasi konsumsi masyarakat.


    Menanggapi fenomena ini, Nailul Huda, Ekonom dan Direktur Ekonomi Digital CELIOS, mengatakan, “Ketika daya beli masyarakat menurun, namun kebutuhan yang cenderung tetap, masyarakat akan mencari pembiayaan untuk membantu pemenuhan kebutuhan tersebut. Bagi mereka yang kesulitan mendapatkan akses kredit konvensional, mereka akan mengandalkan pembiayaan alternatif. Salah satu yang banyak digunakan adalah Buy Now Pay Later (BNPL).” Huda pun menyoroti kemudahan yang ditawarkan oleh Paylater.

    “Meningkatnya penggunaan Paylater dipengaruhi oleh kemudahan akses melalui smartphone dan penyaluran pembiayaan yang cepat dan fleksibel. Sistem penyaluran limit kredit yang cepat dan fleksibel serta diiringi dengan sistem credit scoring yang prudent, membuat Paylater jadi alat keuangan yang relevan serta menjadi bantalan pembiayaan bagi masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi,” ujar Huda.

    Sejalan dengan pentingnya akses kredit di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini, Indina Andamari, SVP Marketing & Communications Kredivo, menyatakan bahwa Kredivo terus berkomitmen membuka akses kredit yang aman, fleksibel, dan terjangkau bagi lebih banyak masyarakat.

    Meskipun demikian, Indina mengajak pengguna untuk bijak dalam menggunakannya, “Meski Paylater menawarkan berbagai kemudahan dan manfaat terutama di kondisi ekonomi saat ini, kami terus memberikan edukasi kepada pengguna bahwa kebijaksanaan dalam penggunaannya sangat penting untuk menghindari dampak negatif dari Paylater,” ujar dia.

    Hal senada juga diungkapkan oleh Nailul Huda. “Setiap instrumen keuangan, termasuk Paylater, memiliki risiko dan dampak negatif jika tidak digunakan dengan bijak. Namun, apabila digunakan secara bijak untuk pemenuhan kebutuhan, Paylater dapat membantu masyarakat untuk mengatur keuangan secara lebih baik hingga meningkatkan skor kredit pengguna supaya bisa mengakses produk keuangan lainnya, khususnya produk perbankan. Oleh karena itu, saya menggarisbawahi pentingnya pemahaman pengguna terkait manfaat dan risiko Paylater, yang tentunya juga didukung edukasi secara konsisten. Masyarakat perlu memahami mengenai batas kemampuan bayar mereka sehingga tidak menimbulkan dampak negatif dari pembiayaan dari manapun, termasuk dari Paylater,” jelas Huda.

    Dari uraian tersebut, Huda menuturkan bahwa terdapat tiga peran penting dari Paylater. Pertama, Paylater mengatasi keterbatasan dana, terutama untuk masyarakat underbanked. Kedua, membantu keuangan masyarakat, dengan sistem dan cicilan yang fleksibel. Ketiga, memperluas akses finansial masyarakat untuk bisa masuk ke ekosistem keuangan. Optimalkan dampak positif penggunaan, penyedia Paylater perlu prioritaskan manajemen risiko Dengan daya beli masyarakat yang masih lemah saat ini, penyedia layanan Paylater diharapkan dapat menyalurkan kredit secara selektif. Hal ini semakin penting mengingat laporan terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan bahwa NPF (non-performing financing) gross Paylater mencapai 2,60% pada September 2024, naik dibandingkan angka Agustus 2024 yang sebesar 2,52%.

    “Ketika penyaluran pembiayaan meningkat, pasti terdapat potensi peningkatan NPF. Meskipun demikian, saya melihat bahwa kenaikan NPF Paylater saat ini masih berada dalam batas yang aman, masih di bawah 5%. Dalam hal ini, saya menekankan pentingnya penyedia Paylater untuk prioritaskan manajemen risiko dan konsisten melakukan credit scoring yang dapat menggambarkan kemampuan bayar seseorang secara lebih akurat, sehingga potensi peningkatan NPF bisa diminimalisir,” tanggap Huda.

    Sebagai salah satu pelaku industri, Kredivo pun memprioritaskan penerapan prinsip responsible lending untuk menjaga NPF Kredivo tetap sejalan dengan rata-rata industri. “Dengan bantuan sistem manajemen risiko berbasiskan Artificial Intelligence (AI), Kredivo hanya akan memberikan pembiayaan kepada pengguna yang benar-benar layak dan memiliki kemampuan bayar yang mumpuni. Selain itu, Kredivo juga secara konsisten mengevaluasi skor kredit pengguna (Kredivo Score) untuk memprediksi potensi gagal bayar oleh pengguna dengan lebih akurat dan cepat. Sistem ini diharapkan dapat membuat para pengguna Kredivo dapat memanfaatkan layanan Kredivo secara maksimal,” jelas Indina.

    Simak juga video: Ketegasan OJK Perkuat Industri Asuransi dan Melindungi Konsumen

    [Gambas:Video 20detik]

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Mampu Mengatur Keuangan Dulu Baru Selanjutnya Pilih Investasi

    Mampu Mengatur Keuangan Dulu Baru Selanjutnya Pilih Investasi


    Tangerang

    Mengatur keuangan merupakan kemampuan yang harus dimiliki setiap orang. Felicia Putri, investment storyteller, berbagi tips dan mindset dalam mengatur keuangan hingga berinvestasi.

    Menurutnya, merencanakan keuangan ibarat piramida Mesir.

    “Terkenal karena dia punya bangunan yg sangat kokoh karena bawahnya gede dan kuat. Sebagaimana piramida sebagaimana financial kita seharusnya,” kata Felicia di BNI Expo 2024 pada 3 Agustus 2024.


    Setelah mampu mengatur keuangan secara baik, Felicia mengatakan, itulah saat yang tepat untuk berinvestasi. Sama halnya dengan mengatur keuangan, berinvestasi juga membutuhkan pola pikir seperti piramida Mesir.

    “Orang baru mulai investasi, langsung investasi kripto, investasi saham. Penting kita fokus ke pondasinya. Yaitu, investasi dan asuransi kesehatan,” katanya.

    Ia menekankan dengan pola pikir dan permulaan yang tepat, orang akan dapat secara konsisten berinvestasi. Ia berharap dengan langkah yang tepat, masyarakat tidak jera berinvestasi.

    “Pemula mulai dari reksa dana pasar uang, dari yang rendah risiko biar gak kapok. Karena kalau kapok gak mau coba lagi. Gapapa bosan,” katanya.

    (hns/hns)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Pesan Penting soal Mengatur Keuangan Agar Mulus Dijalankan

    Pesan Penting soal Mengatur Keuangan Agar Mulus Dijalankan


    Tangerang

    Di tengah tingginya harga barang kebutuhan, mengatur keuangan menjadi salah satu hal yang harus dikuasai. Tapi, terkadang kita kesulitan untuk memulai merancang dan mengatur keuangan. Lantas, bagaimana caranya?

    Rian Eriana Kaslan, SEVP Retail Digital Solution PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengatakan sebelum masuk tahap mengatur, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu kebiasaan dan perilaku keuangan.

    Dengan mengetahui perilaku keuangan, kita dapat melihat sebanyak apa kebutuhan kita di suatu kategori. Setelah mengetahui kebutuhan dan perilaku keuangan, kita baru dapat mengatur pengeluaran.


    “Melalui Wondr by BNI kita harus kasih kemudahan karena nggak semua orang punya waktu untuk mengatur uangnya sehari-hari karena orang sibuk bekerja urus rumah tangga. Nah, aplikasi Wondr by BNI bisa atur uang lebih gampang,” ujar Rian dalam acara BNI Expo 2024 pada 3 Agustus 2024.

    Rian mengatakan Wondr by BNI membantu nasabah dalam melihat perilaku keuangan. Setelah mengetahui kebiasaan nasabah, terdapat fitur konsultasi dengan pakar keuangan yang dapat membantu nasabah untuk berinvestasi.

    “Sekali lagi, yang kami harap yang bisa kami berikan dari Wondr by BNI supaya nggak terlalu rumit mengaturnya. Biar bisa lebih disiplin, supaya bisa berinvestasi sesuai demgan behaviour pengguna,” tutupnya.

    (hns/hns)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • 5 Tips Mudah Mengatur Keuangan Selama Ramadan agar Nggak Boros

    Jakarta

    Mengatur keuangan selama bulan Ramadan sangat penting untuk dilakukan. Sebab, pengeluaran saat bulan puasa terkadang lebih boros dari bulan-bulan lainnya.

    Selama Ramadan, kebutuhan seseorang cenderung meningkat dari biasanya, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hal ini yang membuat pengeluaran lebih boros karena membeli barang yang diinginkan, bukan dibutuhkan.

    Apalagi jika sudah mendapatkan THR. Barang apapun yang terlihat bagus langsung dibeli. Tanpa sadar, uang THR langsung habis dalam sekejap. Sedih bukan?


    Maka dari itu, penting untuk mengatur keuangan selama Ramadan agar tidak boros pengeluaran. Bagaimana caranya? Simak tips mengatur keuangan selama Ramadan dalam artikel ini.

    Tips Mudah Mengatur Keuangan Selama Ramadan

    Ada sejumlah cara untuk memastikan pengelolaan keuangan tetap terjaga selama Ramadan. Simak tips mudah mengatur keuangan selama Ramadan yang dikutip dari catatan detikFinance:

    1. Memiliki Rencana Keuangan

    Tips yang pertama adalah memiliki perencanaan keuangan selama Ramadan. Langkah ini dapat mempermudah detikers untuk mengatur uang sesuai dengan pos-pos yang telah ditentukan.

    Selain itu, cara ini juga mempermudah dalam menyusun alokasi pengeluaran selama bulan Ramadan, mulai dari belanja bulanan, sahur, buka puasa, bersedekah, bayar zakat, membagikan THR, dan lain sebagainya.

    2. Catat Setiap Pengeluaran

    Penting untuk mencatat setiap pengeluaran, meskipun jumlah uangnya kecil. Cara ini dilakukan untuk mengetahui secara detail pengeluaran selama Ramadan.

    Apabila tidak dicatat, terkadang kita suka lupa karena terlalu asyik berbelanja. Alhasil, ketika mengecek saldo di rekening ternyata uangnya sudah habis.

    Langkah ini juga dapat mengerem hasrat untuk berbelanja yang tidak dibutuhkan. Sebab, jika jumlah pengeluaran sudah cukup besar maka saatnya untuk setop belanja dahulu.

    3. Disiplin Pengeluaran

    Agar tidak boros pengeluaran selama Ramadan, penting untuk menerapkan sikap disiplin dalam berbelanja. Misalnya, memastikan uang yang dikeluarkan sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan.

    Lalu, usahakan membeli barang yang harganya sesuai atau di bawah budget kamu. Jika membeli barang yang harganya jauh di bawah budget, sisa uangnya bisa dimanfaatkan untuk menabung atau dialokasikan guna membeli barang lainnya.

    Jangan tergiur dengan barang-barang yang harganya mahal dan melebihi budget. Jika berniat untuk membeli barang tersebut, sebaiknya ditahan dahulu hingga uangnya sudah terkumpul.

    4. Belanja Kebutuhan Secara Bertahap

    Saat bulan puasa, kebutuhan bahan pokok untuk rumah tangga justru lebih banyak dari bulan-bulan lainnya. Agar tidak boros pengeluaran, sebaiknya belanja kebutuhan secara bertahap.

    Mengutip laman Bank Muamalat, sebaiknya terapkan strategi belanja secara bertahap agar seluruh kebutuhan dapat terpenuhi. Misalnya, sebelum bulan puasa dapat membeli bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, kurma, dan bahan makanan lainnya.

    Ketika memasuki Ramadan, beli bahan-bahan makanan seperti sayur, daging, ikan, ayam, dan buah-buahan untuk memenuhi asupan saat sahur dan berbuka puasa.

    Ketika mendekati Lebaran, saatnya untuk berbelanja kebutuhan seperti pakaian muslim baru, membeli kue kering, atau memberikan hampers kepada saudara dan teman-teman.

    5. Cek Promo Menarik

    Saat Ramadan dan menjelang Lebaran, biasanya ada banyak promo-promo menarik yang ditawarkan, mulai dari diskon hingga cashback. Manfaatkan promo tersebut untuk membantu menjaga keuangan tetap sehat.

    Misalnya, kamu sudah menyiapkan dana sebesar Rp 1 juta untuk membeli sepatu baru. Jika ada toko yang menawarkan diskon hingga 30%, jangan ragu untuk segera membeli sepatu tersebut karena kamu dapat menghemat pengeluaran.

    (ilf/fds)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya