Tag: keutamaan dzikir

  • Dzikir Pagi Sesuai Sunnah: Bacaan, Dalil, dan Keutamaannya


    Jakarta

    Dzikir merupakan amalan ringan di lisan namun memiliki pahala yang luar biasa di sisi Allah SWT. Dalam Islam, dzikir pagi dan petang menjadi bagian dari sunnah Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan untuk diamalkan setiap hari.

    Dzikir pagi dilakukan untuk memohon perlindungan, ketenangan, dan keberkahan dari Allah SWT sejak terbitnya fajar hingga matahari meninggi. Melalui dzikir ini, seorang muslim mengingat Allah di awal hari sebagai bentuk syukur dan penyerahan diri sepenuhnya kepada-Nya.


    Pengertian Dzikir Pagi

    Merujuk buku Dzikir Pagi & Petang karya Ust. Fadli Ramadhan, kata dzikir secara bahasa berarti mengingat. Secara istilah, dzikir adalah menyebut dan mengingat Allah SWT dengan hati dan lisan melalui ucapan-ucapan tertentu seperti tasbih (subhanallah), tahmid (alhamdulillah), tahlil (laa ilaaha illallah), dan takbir (Allahu akbar), serta doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW.

    Adapun dzikir pagi adalah dzikir yang dibaca pada waktu pagi hari, yaitu mulai dari terbit fajar hingga menjelang waktu zuhur, sebagai bentuk pujian dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT sebelum memulai aktivitas.

    Meurut KBBI, dzikir mempunyai arti puji-pujian kepada Allah yang diucapkan berulang. Jadi dzikir kepada Allah (dzikrullah) secara sederhana dapat diartikan mengingat Allah atau menyebut nama Allah secara berulang-ulang.

    Dzikir pagi dan petang memiliki dasar yang kuat dari Al-Qur’an dan hadis Nabi SAW.

    Allah SWT berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 41-42,

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
    وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

    Artinya: Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.

    Rasulullah SAW juga bersabda,

    “Barang siapa yang mengucapkan dzikir di pagi dan sore hari, maka Allah akan mencukupinya dari segala sesuatu.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

    Waktu Dzikir Pagi yang Dianjurkan

    Dalam buku Sunnah Rasulullah Sehari-hari karya Syaikh Abdullah bin Hamoud Al Furaih, para ulama menjelaskan bahwa waktu dzikir pagi dimulai setelah terbitnya fajar hingga matahari meninggi (sekitar jam 06.00-07.00 pagi).

    Dzikir dapat dibaca setelah salat Subuh atau dalam perjalanan menuju aktivitas pagi. Yang terpenting, hati harus hadir dan khusyuk dalam menyebut nama Allah SWT.

    Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

    Dirangkum dari buku Dzikir Dahsyat Doa Hebat karya H. Brilly El-Rasheed, berikut bacaan lengkap dzikir pagi sesuai sunnah Rasulullah SAW.

    1. Membaca Bacaan Taawudz

    أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    Latin: Audzubillahiminasyaitonirojim

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

    2. Membaca Ayat Kursi

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥

    Latin: “Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.”

    Artinya: “Allah, tidak ada tuhan kecuali Dia, Yang Maha hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh rasa kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang berada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.” (Al Baqarah: 255).

    3. Membaca surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq, dan surat An-Naas (Baca 3x)

    قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤

    Latin: “Qul huwallāhu aḥad allāhuṣ-ṣamad lam yalid wa lam yụlad wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad”

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.” (QS Al Ikhlas: 1-4)

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥

    Latin: “Qul a’ụżu birabbil-falaq min syarri mā khalaq wa min syarri gāsiqin iżā waqab wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad”

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan ( para penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya),dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” (QS Al Falaq” 1-5)

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١ مَلِكِ النَّاسِۙ ٢ اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ ٦

    Latin: “Qul a’ụżu birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās min syarril-waswāsil-khannās allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās minal-jinnati wan-nās.”

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS An Nas: 1-6)

    4. Dzikir Pertama

    أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

    Latin: “Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.”

    Artinya: “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah semata yang maha esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Maha kuasa atas segala sesuatu. Ya Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini serta kejahatan kemudian. Ya Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan juga kejelekan di hari tua. Ya Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.”

    5. Dzikir Kedua

    اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

    Latin: “Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.”

    Artinya: “Ya Rabb, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup serta dengan kehendak-Mu (juga) kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).”

    6. Membaca Sayyidul Istighfar

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

    Latin: “Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.”

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku juga aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, (tolong) ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”

    7. Dzikir Ketiga (Dibaca 4 Kali)

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ

    Latin: Allahumma inni ash-bahtu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikatak wa jami’a kholqik, annaka antallahu laa ilaha illa anta wahdaka laa syariika lak, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arsy-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.”

    8. Dzikir Keempat

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

    Latin: “Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.”

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia juga di akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah, Shahih Ibnu Majah).

    9. Dzikir Kelima

    اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

    Latin: “Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.”

    Artinya: “Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud, Shahih At-Tirmidzi).

    10. Dzikir Keenam (Baca 3x)

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Latin: “Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.”

    Artinya: “Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    11. Dzikir Ketujuh

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

    Latin: “Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin Abadan.”

    Artinya: “Ya Rabb Yang Maha Hidup, Ya Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak membutuhkan hal lain), dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” (HR Hakim).

    12. Dzikir Kedelapan

    أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

    Latin: “Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin.”

    Artinya: “Pada saat waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri pada jalan yang lurus, Muslim dan tidak termasuk kedalam orang-orang musyrik.” (HR Ahmad).

    13. Dzikir Kesembilan (Baca 100x)

    سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

    Latin: “Subhanallahi wabihamdih”

    Artinya: “Maha Suci Allah sembari memuji-Nya.”

    14. Dzikir Kesepuluh

    لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

    Latin: “Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir”

    Artinya: “Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan serta segala pujian. Dialah (satu-satunya) yang berkuasa atas segala sesuatu.”

    15. Dzikir Kesebelas (Baca 3x)

    .سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

    Latin: “Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.”

    Artinya: “Maha Suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta kalimat-Nya.”

    16. Dzikir Kedua Belas

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

    Latin: “Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.”

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang bersih serta amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR Ibnu As-Sunni dan Ibnu Majah).

    17. Istighfar (Baca 100x)

    أَسْتَغْفِرُ الله وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

    Latin: “Astaghfirullaaha waatuubu ilaiih.”

    Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Dzikir Pagi Asmaul Husna, Lengkap 99 Nama Terindah Allah SWT


    Jakarta

    Dalam Islam, salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk mengawali hari adalah dzikir pagi. Dzikir ini tidak hanya menguatkan jiwa dan menenangkan hati, tetapi juga menjadi benteng dari berbagai gangguan dan kesulitan.

    Setiap pagi adalah anugerah baru dari Allah SWT. Bangun dari tidur dalam keadaan sehat, diberi kesempatan hidup, dan memiliki waktu untuk memperbaiki diri adalah nikmat yang tak terhingga.

    Salah satu bentuk dzikir pagi yang penuh makna dan kekuatan adalah membaca Asmaul Husna nama-nama Allah SWT yang indah dan agung. Asmaul Husna bukan hanya rangkaian kata, melainkan sifat-sifat Allah SWT yang mencerminkan kemahakuasaan-Nya.


    Menyebut nama-nama ini di pagi hari berarti mengakui keagungan-Nya, memohon pertolongan-Nya, dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan penuh harap dan keyakinan.

    Pengertian Dzikir da Asmaul Husna

    Mengutip buku Dzikir Pagi & Petang karya Ust. Fadli Ramadhan, dzikir secara bahasa adalah mengingat, sedangkan secara istilah adalah membasahi lidah dengan ucapan-ucapan pujian kepada Allah SWT. Secara etimologi, dzikir berasal dari akar kata dzakara yang berarti menyebut,mensucikan, menggabungkan, menjaga, mengerti, mempelajari, memberi dan nasihat.

    Dzikir juga dapat diartikan mensucikan dan mengagungkan, juga dapat diartikan menyebut dan mengucapkan nama Allah atau menjaga dalam ingatan.

    Asmaul Husna adalah istilah yang merujuk pada nama-nama Allah SWT yang indah dan agung. Secara bahasa, Asmaul Husna berasal dari bahasa Arab, Al Asma yang berarti nama-nama, dan kata Al Husna yang berarti terbaik, terindah atau sebaik-baiknya.

    Jadi, Asmaul Husna berarti “nama-nama Allah yang paling indah”.

    Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman melalui surat Al-A’raf ayat 180

    وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    Artinya: Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

    Surat Al-Ahzab ayat 41-42,

    وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

    Artinya: Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.

    Dzikir Asmaul Husna juga memiliki banyak keutamaan, apalagi hal ini juga dianjurkan. Berdzikir dengan menyebut nama-nama Allah atau Asmaul Husna juga telah dianjurkan dalam Al-Quran surat Al-A’raf ayat 180.

    وَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۖ

    Artinya: “Hanya milik Allah asmaul husna (nama-nama yang terbaik). Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”

    Bacaan Dzikir 99 Asmaul Husna

    1. Ar-Rahman (Maha Pengasih)
    2. Ar-Rahim (Maha Penyayang)
    3. Al-Malik (Maha Merajai)
    4. Al-Quddus (Maha Suci)
    5. As-Salam (Maha Penyelamat)
    6. Al-Mu’min (Maha Mengamankan)
    7. Al-Muhaimin (Maha Pembela)
    8. Al-Aziz (Maha Mulia)
    9. Al-Jabbar (Maha Pemaksa)
    10. Al-Mutakabbir (Maha Besar)
    11. Al-Khaliq (Maha Pencipta)
    12. Al-Bari’ (Yang Maha Melepaskan)
    13. Al-Mushawwir (Yang Maha Membentuk Rupa)
    14. Al-Ghaffar (Yang Maha Pengampun)
    15. Al-Qahhar (Yang Maha Menundukkan)
    16. Al-Wahhab (Yang Maha Pemberi Karunia)
    17. Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki)
    18. Al-Fattaah (Yang Maha Pembuka Rahmat)
    19. Al-‘Aliim (Yang Maha Mengetahui)
    20. Al-Qaabidh (Yang Maha Menyempitkan)
    21. Al-Baasith (Yang Maha Melapangkan)
    22. Al-Khaafidh (Yang Maha Merendahkan)
    23. Ar-Raafi’ (Yang Maha Meninggikan)
    24. Al-Mu’izz (Yang Maha Memuliakan)
    25. Al-Mudzil (Yang Maha Menghinakan)
    26. Al-Samii’ (Yang Maha Mendengar)
    27. Al-Bashiir (Yang Maha Melihat)
    28. Al-Hakam (Yang Maha Menetapkan)
    29. Al-‘Adl (Yang Maha Adil)
    30. Al-Lathiif (Yang Maha Lembut)
    31. Al-Khabiir (Yang Maha Mengenal)
    32. Al-Aliim (Yang Maha Penyantun)
    33. Al-‘Azhiim (Yang Maha Agung)
    34. Al-Ghafuur (Yang Maha Memberi Pengampunan)
    35. As-Syakuur (Yang Maha Pembalas Budi)
    36. Al-‘Aliy (Yang Maha Tinggi)
    37. Al-Kabiir (Yang Maha Besar)
    38. Al-Hafizh (Yang Maha Memelihara)
    39. Al-Muqiit (Yang Maha Pemberi Kecukupan)
    40. Al-Hasiib (Yang Maha Membuat Perhitungan)
    41. Al-Jaliil (Yang Maha Luhur)
    42. Al-Kariim (Yang Maha Pemurah)
    43. Ar-Raqiib (Yang Maha Mengawasi)
    44. Al-Mujiib (Yang Maha Mengabulkan)
    45. Al-Waasi’ (Yang Maha Luas)
    46. Al-Hakim (Yang Maha Bijaksana)
    47. Al-Waduud (Yang Maha Mengasihi)
    48. Al-Majid (Yang Maha Mulia)
    49. Al-Baa’its (Yang Maha Membangkitkan)
    50. As-Syahiid (Yang Maha Menyaksikan)
    51. Al-Haqq (Yang Maha Benar)
    52. Al-Wakiil (Yang Maha Memelihara)
    53. Al-Qawiyyu (Yang Maha Kuat)
    54. Al-Matiin (Yang Maha Kokoh)
    55. Al-Waliyy (yang Maha Melindungi)
    56. Al-Hamiid (Yang Maha Terpuji)
    57. Al-Muhshii (Yang Maha Menghitung Segala Sesuatu)
    58. Al-Mubdi’ (Yang Maha Memulai)
    59. Al-Mu’iid (Yang Maha Mengembalikan Kehidupan)
    60. Al-Muhyii (Yang Maha Menghidupkan)
    61. Al-Mumiitu (Yang Maha Mematikan)
    62. Al-Hayyu (Yang Maha Hidup)
    63. Al-Qayyum (Yang Maha Mandiri)
    64. Al-Waajid (Yang Maha Penemu)
    65. Al-Maajid (Yang Maha Mulia)
    66. Al-Wahid (Yang Maha Tunggal)
    67. Al-Ahad (Yang Maha Esa)
    68. As-Shamad (Yang Maha Dibutuhkan)
    69. Al-Qaadir (Yang Maha Menentukan)
    70. Al-Muqtadir (Yang Maha Berkuasa)
    71. Al-Muqaddim (Yang Maha Mendahulukan)
    72. Al-Mu’akkhir (Yang Maha Mengakhirkan)
    73. Al-Awwal (Yang Maha Awal)
    74. Al-Aakhir (Yang Maha Akhir)
    75. Az-Zhaahir (Yang Maha Nyata)
    76. Al-Baathin (Yang Maha Ghaib)
    77. Al-Waali (Yang Maha Memerintah)
    78. Al-Muta’aalii (Yang Maha Tinggi)
    79. Al-Barru (Yang Maha Penderma)
    80. At-Tawwab (Yang Maha Penerima Taubat)
    81. Al-Muntaqim (Yang Maha Pemberi Balasan)
    82. Al-Afuww (Yang Maha Pemaaf)
    83. Ar-Ra’uuf (Yang Maha Pengasih)
    84. Malikul Mulk (Yang Maha Penguasa Kerajaan)
    85. Dzul Jalaali Wal Ikraam (Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan)
    86. Al-Muqsith (Yang Maha Pemberi Keadilan)
    87. Al-Jamii’ (Yang Maha Mengumpulkan)
    88. Al-Ghaniyy (Yang Maha Kaya)
    89. Al-Mughnii (Yang Maha Pemberi Kekayaan)
    90. Al-Maani (Yang Maha Mencegah)
    91. Ad-Dhaar (Yang Maha Penimpa Kemudharatan)
    92. An-Nafii’ (Yang Maha Memberi Manfaat)
    93. An-Nuur (Yang Maha Bercahaya)
    94. Al-Haadii (Yang Maha Pemberi Petunjuk)
    95. Al-Badii’ (Yang Maha Pencipta Tiada Bandingannya)
    96. Al-Baaqii (Yang Maha Kekal)
    97. Al-Waarits (Yang Maha Pewaris)
    98. A Rasyid (Yang Maha Pandai)
    99. As-Shabuur (Yang Maha Sabar)

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Dzikir Petang agar Segala Urusan Dimudahkan


    Jakarta

    Dzikir petang merupakan ibadah yang dianjurkan untuk diamalkan setiap harinya. Agar segala urusanmu dimudahkan oleh Allah SWT, dianjurkan untuk mengamalkan dzikir saat petang tiba.

    Adapun yang dikategorikan sebagai waktu petang adalah ketika tenggelamnya matahari hingga tengah malam. Kamu bisa mengamalkan dzikir petang dari waktu maghrib hingga subuh.

    Berikut ini adalah bacaan dzikir petang dalam bahasa Arab, latin, dan artinya untuk kamu amalkan sehari-hari.


    Bacaan Dzikir Petang

    Membaca dzikir petang juga tergolong sebagai salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT. Dengan membaca dzikir petang, urusanmu akan selalu dipermudah dan terhindar dari bahaya.

    Simak bacaan dzikir petang berikut ini.

    1. Membaca Taawudz

    أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

    Arab-Latin: A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim.

    Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

    2. Membaca Tasbih

    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَاللهُ أَكْبَرُ

    Arab-Latin: Subhanallah walhamdulillah wa laa illahaillah wallahu akbar.

    Artinya: Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada satu Tuhan pun yang disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar.

    3. Membaca Ayat Kursi

    اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَالْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

    Artinya:

    Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.

    Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.

    Allah mengetahui apa-apa yang (berada) di hadapan mereka, dan di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari Ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.

    Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar (QS Al Baqarah: 255).

    4. Membaca Surah Pendek Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas (3 Kali)

    Adapun bacaan surah-surah pendek tersebut adalah sebagai berikut.

    – Surat Al-Ikhlas (Dibaca 3 Kali)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

    Arab-Latin:

    Qul huwa Allahu ahad ۝ Allahus Shamad ۝ Lam yalid wa lam yuulad ۝ Wa lam ya kullahu kufuwan ahad.

    Artinya:

    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

    Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan.

    Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4)

    – Surat Al Falaq (Dibaca 3 Kali)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

    Arab-Latin:

    Qul a’uudzu birabbil falaq ۝ Min syarri maa khalaq ۝ Wa min syarri ghaasiqin idza waqab ۝ Wa min syarrin naffathaati fil ‘uqad ۝ Wa min syarri haasidin idza hasad.

    Artinya:

    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

    Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

    dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al Falaq: 1-5)

    – Surat An-Naas (Dibaca 3 Kali)

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

    Arab-Latin:

    Qul a’uudzu bi rabbin naas ۝ Malikin naas ۝ Ilahinaas ۝ Min syarril waswaasil khannaas ۝ Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas ۝ Minal jinnati wannaas.

    Artinya:

    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

    Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6).

    5. Bacaan Dzikir Petang

    أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْ

    Arab-Latin:

    Amsaynaa wa amsal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir.

    Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzihil lailah wa khoiro maa ba’dahaa, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzihil lailah wa syarri maa ba’dahaa.

    Robbi a’udzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

    Artinya:

    Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah.

    Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.

    Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya.

    Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur”

    6. Doa Penutup Dzikir Petang

    استغفر الله ،استغفر الله استغفر الله
    اللهم انت السلام و منك السلام تباركت يا ذا الجلال و الاكرام

    لااله الا الله وحده لا شريك له. له الملك وله الحمد وهو علي كل شيءٍ قدير. اللهم لامانع لما اعطيت ولا معطي لما منعت ولا ينفع ذ الجد منك الجد
    .

    لا اله الله وحده لا شريك له ، وله الحمد وهو علي كل شيءٍ قدير، لا حول ولا قوة الا بالله ، لااله الا الله ولا نعبد الا اياه ، له النعمة وله الفضل وله الثناء الحسني، لااله الا الله مخلصين له الدين ولو كره الكافرون لا آله إلا الله وحده لا شريك له ، له الملك وله الحمد يحيي ويميت وهو علي كل شيءٍ قدير

    Arab-Latin:

    Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah, Allahuma anta salam wa minka salam tabaroqta Yaa Dzal jalali wal ikram.

    Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ala kulli syaiin qodir. Allahuma laa maania lima a’thoita wa laa mu’thii limaaa mana’ta wa laaa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.

    Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ala kulli syaiin qodir. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

    Laa illaha illallah wa laa na’budu illa iyyahu. Lahu na’matu wa lahul fadhlu wa lhu tsanaaul husna. Laaa ilaaha illallah mukhlishina lahuddin walau karihal kaafiruuna.

    Artinya:

    Aku memohon ampun kepada Allah (3X), Ya Allah, Engkau Maha Sejahtera, dan dari-Mulah kesejahteraan, Maha Suci Engkau wahai Rabb pemilik keagungan dan kemuliaan.

    Tidak ada illah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    Ya Allah tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau beri, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya untuk menebus dari siksa-Mu.

    Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya.

    Kepunyaan-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah.

    Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah. Kami tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Baginya nikmat, anugerah, dan pujian yang baik.

    Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir membencinya.

    Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya.

    Kepunyaan-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan. Dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

    Manfaat Dzikir Petang

    Dzikir petang memiliki manfaat bagi yang mengamalkannya. Manfaat dzikir petang antara lain agar urusan selalu dimudahkan dan terhindar dari bahaya.

    Simak manfaat mengamalkan dzikir petang berikut ini.

    1. Segala Urusan Dimudahkan

    Apabila kamu mengamalkan dzikir petang, niscaya segala urusanmu akan dipermudah oleh Allah SWT. Membaca dzikir petang bisa dimulai sejak matahari terbenam hingga tengah malam.

    2. Terhindar dari Bahaya

    Mengamalkan dzikir petang juga akan membuatmu terhindar dari segala marabahaya yang datang. Apabila kamu mengamalkan dzikir petang, kamu akan terlindungi dari bahaya malam.

    3. Mendapatkan Ketenangan Hati

    Dzikir menjadi salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan ketenangan hati. Membaca dzikir petang akan menjadi pengobat hatimu ketika sedang stress dengan kesibukan dan sebagainya.

    Demikianlah dzikir petang yang bisa kamu amalkan setiap harinya. Semoga bermanfaat ya, detikers!

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com