Tag: kewalahan

  • Anti Berantakan! 7 Kebiasaan Kecil yang Bikin Rumah Selalu Rapi


    Jakarta

    Rumah yang bersih tak hanya nyaman bagi penghuni tetapi estetik untuk dipandang. Sebaiknya penghuni rajin membersihkan rumah agar selalu terlihat kinclong.

    Tak perlu dianggap sebagai beban, penghuni bisa membangun kebiasaan baik untuk menjaga kebersihan rumah. Dengan begitu, penghuni tidak akan merasa kewalahan ketika membersihkan rumah.

    Apa saja kebiasaan baik untuk membersihkan rumah? Simak tipsnya berikut ini.


    7 Kebiasaan untuk Menjaga Kebersihan Rumah

    Inilah beberapa kebiasaan agar rumah selalu bersih, dikutip dari HGTV.

    1. Rapikan Tempat Tidur

    Segera rapikan tempat tidur setelah bangun di pagi hari. Setidaknya lipat selimut dan taruh bantal ke tempatnya.

    2. Bersihkan Permukaan yang Sering Tersentuh

    Gunakan tisu disinfektan untuk membersihkan permukaan yang sering tersentuh seperti saklar lampu, remot, gagang pintu, dan gagang lemari. Bersihkan permukaan tersebut seminggu sekali untuk membasmi kuman dan bakteri.

    3. Lepaskan Sepatu

    Biasakan untuk melepaskan sepatu setiap kali masuk rumah. Kebiasaan ini akan mencegah masuknya kotoran sehingga tidak menambah beban kerja penghuni rumah buat membersihkannya.

    4. Bersihkan Lantai Setiap Hari

    Kebiasaan menyapu lantai setiap akan menjaga rumah tetap bersih. Akan lebih baik lagi kalau penghuni rumah juga mengepel lantai setelahnya.

    5. Bersihkan Dapur

    Bangun di pagi hari dengan kondisi dapur yang bersih sangat menyenangkan. Untuk itu, biasakan untuk membersihkan dapur sebelum tidur. Cuci piring dan wastafel, lalu lap permukaan dapur agar bebas dari minyak, kuman, dan sisa makanan.

    6. Cicil Cuci Pakaian Kotor

    Daripada membiarkan pakaian kotor menumpuk, lebih baik mencicil cuci baju. Mulailah konsisten mencuci baju misalnya dua kali seminggu lalu segera masukkan ke lemari pakaian.

    7. Lap Cermin Kamar Mandi

    Cermin kamar mandi rawan terkena cipratan air dan pasta gigi. Penghuni rumah bisa membiasakan diri untuk membersihkan cermin menggunakan kain mikrofiber dan semprotan berisi cuka putih dan air.

    Itulah beberapa kebiasaan baik untuk menjaga rumah tetap bersih. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Pelajaran Penting dari Macet Horor di Puncak


    Jakarta

    Libur panjang akhir pekan kemarin membuat kawasan wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat, macet total. Macet horor ini terjadi lantaran melonjaknya jumlah kendaraan yang melintas di kawasan Puncak, Bogor.

    Menurut Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kemacetan parah yang terjadi di Puncak, Bogor, akhir pekan kemarin murni karena kapasitas berlebih di kawasan tersebut. Mulai dari jalan raya sampai akses wisata tak bisa menampung banyaknya kendaraan yang datang.

    Satlantas Polres Bogor mencatat sebanyak 150 ribu kendaraan melintas di jalur wisata Puncak dalam satu hari. Padahal seharusnya kapasitasnya hanya 70 ribu kendaraan.


    “Kemacetan di Bogor, murni karena over kapasitas, pengaturan lalu lintas yang dilakukan tiap masa liburan belum berjalan efektif karena pergerakan sudah macet, saling mengunci,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman seperti dikutip Antara.

    Tak cuma itu, akses jalan alternatif menuju kawasan Puncak Bogor banyak yang kecil yang biasanya digunakan pengendara sepeda motor. Hal itu menyulitkan petugas dalam menerapkan sistem buka tutup jalan.

    “Banyaknya jalan alternatif menuju atau dari puncak juga menyulitkan pengaturan tutup buka lalu lintas, khususnya mengatur pergerakan roda dua,” katanya.

    Menurut Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, Pemotor yang tak sabaran membuat kondisi kemacetan kian parah. Bukannya mengantre saat macet, pemotor justru banyak nekat melawan arah sehingga membuat kendaraan lainnya jadi terhambat.

    “Iya, motor pada melambung melawan arah sehingga lalu lintas terkunci,” lanjutnya lagi.

    Dari macet parah di Puncak akhir pekan kemarin, ada pelajaran penting agar peristiwa ini tidak terjadi lagi dan pengendara tidak terjebak macet berjam-jam. Menurut Sony Susmana, praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), agar tidak terjebak macet seharusnya pengendara melakukan manajemen perjalanan sebelum berangkat.

    “Jika akan menuju satu destinasi, biasakan dulu melihat map. Rutenya, alternatifnya, tipe jalannya dan waktunya. Jika terjadi kemacetan, ada jalan keluar yang bisa diambil,” kata Sony kepada detikOto, Selasa (17/9/2024).

    Sony telah melakukan hal yang sama akhir pekan kemarin. Dia bepergian dengan konvoi empat mobil, tapi tidak sampai memakan waktu belasan jam karena macet. Kuncinya ada di manajemen perjalanan.

    “Pergi dan pulang tidak melewati rute Puncak 1, tapi lewat jalan alternatif. Masing-masing perjalanan kami tempuh 2,5 jam (Cibubur-Cimacan). Jadi penting sekali mengatur perjalanan,” ungkapnya.

    Akumulasi Semrawutnya Lalu Lintas

    Menurut Sony, kemacetan horor di Puncak kemarin merupakan akumulasi dari semrawutnya lalu lintas. Setidaknya ada empat penyebab, yang mungkin sulit dihindari.

    “Pertama stop and go. Nggak mungkin selaras kecepatan antarkendaraan yang satu dengan yang lain saat stop n go di jalan. Jika jumlahnya berpuluh-puluh maka kemungkinan mengularnya akan panjang,” ucapnya.

    Kedua banyaknya mobil keluar-masuk parkir. Berderetnya spot-spot berhenti membuat kendaraan keluar-masuk dan itu membutuhkan waktu minimal 3-5 menit menyetop arus lalu lintas.

    “Ketiga Pak Ogah. Keberadaan mereka sering kali menyebabkan kemacetan karena tidak dibekali pengetahuan lalu lintas yang cukup dan sering kali menomorsatukan pengendara yang membayar,” sambungnya.

    Terakhir banyaknya motor yang menyerobot jalur berlawanan. Menurut Sony, pemotor banyak yang tidak peka terhadap kondisi ini.

    “Jalur kosong yang ada di sebelah kanannya bukan haknya untuk dilintasi, karena jika itu dilakukan maka akan menyebabkan bottleneck,” bebernya.

    “Hanya anak-anak kecil yang hrs selalu diatur biar tertib. Karena seribu petugas atau rekayasa yang beragam sekalipun akan kewalahan untuk mengurai kemacetan ini jika tidak dibarengi dengan kesadaran pengendara dalam tertib berlalu lintas,” pungkas Sony.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com