Tag: kh hasyim asy

  • Tongkat KH Hasyim Asy’ari dan Kisahnya Bisa Dilihat di Museum Ini



    Jombang

    Tongkat Kiai Hasyim Asyari dan ratusan koleksi tentang penyebaran Islam di Nusantara bisa traveler lihat di Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari (Minha) Jombang.

    Tongkat itu konon menjadi simbol restu sang guru untuk mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 1926. Saat ini, baru beberapa memorabilia KH Hasyim Asy’ari yang dipajang di ruangan khusus di Minha.

    Memorabilia itu antara lain tongkat kayu, kursi, centong nasi, serta kitab kuno. Di antara koleksi tersebut, tongkat Mbah Hasyim-lah yang paling menarik.


    Koordinator Minha, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, tongkat Mbah Hasyim yang dipajang saat ini hanya replikanya. Tongkat kayu jati itu berdimensi panjang 87 cm, diameter atas 2,5 cm, sedangkan diameter bawahnya 1,4 cm.

    “Tongkat asli hanya diperlihatkan saat peresmian Minha oleh Presiden pada 2018. Setelah itu, tongkat diganti replika dengan alasan keamanan,” kata Wicaksono.

    Menurut Wicaksono, kitab-kitab kuno koleksi Mbah Hasyim juga menarik. Koleksi tersebut dipinjam dari perpustakaan Ponpes Tebuireng, yakni pesantren yang didirikan Mbah Hasyim. Terdapat tulisan tangan Mbah Hasyim pada kitab tersebut.

    “Ada catatan-catatan kecil yang ditulis Mbah Hasyim sendiri di dalam naskah. Kalau dikaji menarik karena menggambarkan pemikiran Mbah Hasyim saat itu,” terangnya.

    Museum KH Hasyim Asy'ari yang menyimpan sejumlah koleksi. Salah satunya tongkat milik pendiri NU tersebut.Tongkat milik pendiri NU di MINHA. Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim

    Saat ini, Minha mempunyai 317 koleksi tentang sejarah masuknya Islam ke nusantara dari abad 11 sampai 19 masehi, serta perkembangan Islam di Indonesia abad 20-21 masehi.

    Ke depan, Wicaksono berencana menambah koleksi tentang ketokohan Mbah Hasyim dan cucunya, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

    “Tahun ini kami berencana mencari koleksinya Mbah Hasyim dan Gus Dur. Rencana kami, karena museum ini juga melayani perziarah Makam Gus Dur, kami akan membuat ruang pamer sendiri menyajikan informasi ketokohan dari Mbah Hasyim hingga Gus Dur,” ujarnya.

    Asisten Kurator Minha, Ari Setiawan menjelaskan, Mbah Hasyim mempunyai beberapa tongkat untuk aktivitas sehari-hari. Salah satunya tongkat pemberian guru Mbah Hasyim, Syaikhona Kholil dari Bangkalan, Madura.

    Menurut cerita, lanjut Ari, gagasan mendirikan NU datang dari KH Wahab Chasbullah, pengasuh Ponpes Tambakberas, Jombang. Kiai Wabah menyampaikan ide tersebut kepada Mbah Hasyim yang kala itu menjadi rujukan para ulama di Jawa dan Madura.

    Mbah Hasyim pun meminta petunjuk kepada Allah SWT. Petunjuk yang datang kepadanya kala itu berupa restu dari gurunya, Syaikhona Kholil.

    Sang guru mengutus santrinya, KH As’ad Syamsul Arifin menyerahkan tongkat kepada Mbah Hasyim pada 1923. NU didirikan 3 tahun setelahnya, yakni pada 1926.

    “Jadi, tongkat ini diberikan Syaikhona Kholil kepada Mbah Hasyim sebagai simbol restu pendirian NU,” jelasnya.

    Minha juga memajang kitab kuno koleksi Mbah Hasyim. Menariknya, terdapat tulisan tangan Mbah Hasyim dalam Bahasa Arab pada sampul dalam kitab kuno ini.

    “Mbah Hasyim menulis beliau beli seharga Rp 6 pada 20 Jumaditsaniyah 1343 hijriyah,” tandas Ari.

    Jam Buka dan Lokasi MINHA

    Bagi traveler yang tertarik berkunjung ke Minha, lokasinya masih satu kompleks dengan Wisata Religi Makam Gus Dur di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang. Museum 3 lantai ini buka setiap hari pukul 09.00 WIB-14.30 WIB.

    Koleksi di lantai 1 berupa kitab-kitab kuno para ulama nusantara, mahkota dan kipas berbahan emas, perhiasan, mata uang islam, prasasti, pakaian, rempah-rempah yang dijual saudagar Islam kala itu hingga porselin dan tembikar dari Banten.

    Beragam koleksi tersebut dibagi berdasarkan area masuknya Islam ke Nusantara abad 11-19 masehi. Mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, NTT, NTB, Maluku, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.

    Sedangkan lantai 2 sejarah Islam dalam melawan kolonialisme, lantai 3 tentang Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    ——

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Di Sel Ini, KH Hasyim Asy’ari Pernah Dipenjara Tentara Jepang



    Mojokerto

    Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari ternyata pernah dipenjara di Mojokerto. Begini penampakan di dalam selnya:

    Pahlawan Nasional sekaligus pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang itu rela ditahan di dalam penjara dan disiksa oleh tentara kolonial Jepang demi mempertahankan akidah Islam.

    Mbah Hasyim dipenjara di kamar nomor 2, blok tahanan Lapas Kelas IIB Mojokerto. Sampai sekarang, kamar sel penjara itu masih ada dan dipertahankan bentuknya.


    Kepala Lapas Mojokerto Rudi Kristiawan, menjelaskan pihaknya sengaja menjaga sel nomor 2 ini menjadi tempat yang bersejarah. Sebab di sel ini lah Mbah Hasyim pernah ditahan oleh tentara kolonial Jepang.

    “Sebagai penghormatan kami kepada beliau sebagai tokoh dan pahlawan nasional pendiri NU. Seperti kata Bung Karno, jasmerah, jangan melupakan sejarah,” terangnya kepada wartawan di lokasi, Sabtu (22/3/2025).

    Tapak Tilas Sel KH Hasyim Asy'ari di MojokertoTapak Tilas Sel KH Hasyim Asy’ari di Mojokerto Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim

    Dari luar, kamar nomor 2 di blok tahanan Lapas Kelas IIB Mojokerto ini berbeda dengan sel lainnya. Sebab terdapat lambang NU pada sisi kanan dan kiri pada atas pintu sel.

    ‘Kapasitas 5 Orang’ terukir persis di atas pintunya. Namun pada kenyataannya kamar ini dihuni oleh 13 orang tahanan.

    Begitu memasukinya, ciri khas bangunan bikinan Belanda sangat jelas, dindingnya tebal dan jendelanya besar. Kamar berukuran 5×4 meter setinggi 5,5 meter ini dilengkapi 2 ventilasi udara dan teralis besi yang masih kokoh.

    Mayoritas bangunan sel ini tetap sama sejak dibangun pada zaman penjajahan. Kecuali lantai keramik putih, toilet di sebelah kiri pintu, warna dinding, serta perkakas di dalamnya.

    Kehadiran KH Hasyim Asy’ari atau Mbah Hasyim begitu terasa di dalamnya. Sejumlah foto kakek KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dipajang rapi di tembok. Beberapa kitab suci Al-Qur’an juga tertata rapi di rak.

    Bahkan, warna dinding dipertahankan hijau karena identik dengan warna Nahdlatul Ulama (NU), organisasi masyarakat terbesar di Indonesia.

    Kisah Penahanan KH Hasyim Asy’ari

    Rudi menjelaskan, Mbah Hasyim ditangkap dan dijebloskan ke penjara oleh tentara kolonial Jepang karena menolak seikerei. Yaitu ritual membungkuk ke matahari saat terbit sebagai penyembahan ke Dewa Matahari atau Amaterasu, serta penghormatan kepada Hirohito, Kaisar Jepang zaman itu.

    Tentu saja pendiri Ponpes Tebuireng ini tegas menolaknya karena bertentangan dengan akidah Islam. Awalnya, Mbah Hasyim ditahan di Lapas Jombang pada minggu kedua Maret 1942.

    Namun gelombang unjuk rasa para santri membuat penahanannya dipindahkan ke Pendjara Poerwotengah yang kini menjadi Lapas Kelas IIB Mojokerto di Jalan Taman Siswa, Kota Mojokerto pada 11 April 1942.

    Selama di Pendjara Poerwotengah, Mbah Hasyim ditempatkan di sel nomor 2. Ia mengalami penyiksaan yang pedih. Jemarinya dihantam palu berulang kali oleh serdadu Nippon. Meski begitu, ia tetap teguh pada akidahnya. Bahkan, ia berulang kali khatam Al-Qur’an dan Hadist Imam Bukhari.

    “Almarhum KH Hasyim Asy’ari ditahan di sini selama 4 bulan. Keteguhan dan kekuatan spiritualnya mengalahkan rasa sakit penyiksaan tentara Jepang,” jelasnya.

    Tentara kolonial Jepang lantas memindahkan Mbah Hasyim ke Penjara Kloben atau Bubutan di Surabaya pada 18 Agustus 1942. Sekitar 3 bulan kemudian, ia dibebaskan berkat diplomasi para kiai besar, serta perjuangan para santri dan pahlawan zaman itu. Salah satunya peran KH Abdul Wahab Chasbullah, pendiri NU dan Ponpes Tambakberas, Jombang.

    Pemerhati sejarah Mojokerto, Ayuhanafiq menuturkan Mbah Hasyim tiba di Pendjara Poerwotengah pada 11 April 1942 menjelang magrib. Santri Mbah Hasyim, Mansyur Solikhi menyaksikan langsung pemindahan ulama besar Indonesia ini.

    Sebab kala itu, Mansyur juga ditahan tentara Jepang di sel nomor 1 yang bersebelahan dengan sel Mbah Hasyim. Santri Ponpes Tebuireng ini ditahan sejak Maret 1942 karena terlibat rayahan, yaitu menjarah harta milik orang Belanda pada masa transisi penjajahan.

    Selama di Pendjara Poerwotengah, Mansyur akrab dengan Abdoel Djalil, sipir kenalan ayahnya. Sehingga ia mudah mendapatkan kiriman makanan dari orang tuanya. Termasuk selimut untuk mengurangi dinginnya lantai penjara. Kala itu, ia merelakan selimutnya untuk sang guru.

    “Saat Mbah Hasyim sudah masuk ke sel tahanan, Mansyur Solikhi memanggil Djalil yang baru selesai memeriksa tiap ruangan. Ia menyerehkan selimutnya kepada Djalil agar diberikan kepada Mbah Hasyim,” ungkapnya.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Dari Resolusi Jihad 1945 hingga Penetapan Nasional


    Jakarta

    Hari Santri diperingati setiap tahun di berbagai daerah Indonesia dengan kegiatan seperti zikir, shalawat, dan doa bersama. Di balik perayaannya, terdapat sejarah panjang tentang perjuangan kaum santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

    Hari Santri di Indonesia diperingati pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya. Bagaimana awal mula ditetapkannya Hari Santri? Apa yang melatarbelakangi peringatan tersebut? Simak pembahasannya berikut ini.

    Awal Mula Penetapan Hari Santri

    Hari Santri memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional dilakukan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015, yang ditandatangani pada 15 Oktober 2015.


    Sebagaimana dijelaskan dalam buku Puisi adalah Senjata karya Gagak Lumayung, keputusan tersebut dilandasi oleh tiga pertimbangan utama.

    Pertama, ulama dan santri pondok pesantren memiliki peran besar dalam perjuangan merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, juga dalam mengisi kemerdekaan melalui kontribusi di berbagai bidang kehidupan.

    Kedua, penetapan Hari Santri sebagai penghargaan atas jasa ulama dan santri dalam membela serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Ketiga, tanggal 22 Oktober dipilih karena bertepatan dengan peristiwa bersejarah yang dikenal sebagai Resolusi Jihad, sebuah seruan dari para ulama dan santri pada tahun 1945 untuk melawan penjajah.

    Latar Belakang Resolusi Jihad

    Menurut Majalah Risalah NU edisi ke-118 berjudul “Jangan Ragukan Peran KH. Hasyim Asy’ari”, Hari Santri Nasional merujuk pada Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari. Seruan ini menjadi dasar moral dan semangat perjuangan rakyat Indonesia, khususnya di Surabaya, untuk melawan pasukan Sekutu pada Oktober 1945.

    Pertemuan penting para ulama NU dari berbagai daerah di Jawa dan Madura digelar di Surabaya pada 21-22 Oktober 1945. Dalam pertemuan itu, KH. Hasyim Asy’ari bersama para ulama lainnya menetapkan Resolusi Jihad Fii Sabilillah yang menegaskan bahwa melawan penjajah merupakan fardhu ain (kewajiban bagi setiap individu Muslim). Resolusi ini juga menyebut bahwa siapa pun yang berada dalam radius 94 kilometer dari posisi musuh wajib ikut berjuang.

    Seruan tersebut membangkitkan semangat santri, pemuda, dan masyarakat untuk melawan penjajahan. Hasilnya, perlawanan besar pun meletus di Surabaya yang kemudian dikenal sebagai pertempuran 10 November 1945.

    Perlawanan Santri dalam Catatan Sejarah

    Dari sumber yang sama, Sejarawan Prof. Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya Api Sejarah menuliskan bahwa perlawanan para santri di Surabaya mengguncang dunia.

    Dengan perlengkapan seadanya, mereka berhasil menghadapi pasukan Sekutu yang jauh lebih kuat hingga menewaskan Jenderal Mallaby.

    Keberanian ini menunjukkan bahwa santri memiliki tekad kuat dalam mempertahankan kemerdekaan.

    Penetapan Resmi Hari Santri

    Setelah perjuangan panjang itu, peran santri akhirnya diakui secara resmi oleh negara. Melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015, pemerintah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional untuk mengenang peristiwa Resolusi Jihad yang bersejarah.

    Sejak saat itu, setiap tahun masyarakat di berbagai daerah memperingati Hari Santri dengan kegiatan seperti zikir, shalawat, doa bersama, dan acara yang menumbuhkan semangat kebangsaan.

    Mengutip laman Baznas Cianjur, tema Hari Santri tahun 2025 adalah “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.” Tema ini menegaskan bahwa santri memiliki tanggung jawab menjaga kemerdekaan dan nilai-nilai bangsa di tengah perubahan zaman.

    Kata “mengawal” bermakna menjaga kemerdekaan secara moral, budaya, dan intelektual agar tetap kokoh menghadapi tantangan ideologi, teknologi, dan globalisasi. Sedangkan “menuju peradaban dunia” menggambarkan cita-cita santri untuk berperan dalam membangun peradaban global melalui ilmu, akhlak, toleransi, serta kontribusi sosial yang nyata.

    (inf/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Apel Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025


    Jakarta

    Sejak Hari Santri Nasional disahkan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta, bulan Oktober menjadi waktu yang istimewa bagi para santri dan keluarga besar pesantren.

    Penetapan ini lahir dari semangat perjuangan para ulama yang mengajarkan arti jihad untuk menjaga kedaulatan bangsa serta menumbuhkan kesadaran bahwa cinta Tanah Air merupakan bagian dari iman.

    Dalam buku Menyulam Benang Kusut Pendidikan karya Syafiul Rokhim, dkk dijelaskan bahwa Hari Santri memiliki arti penting bagi umat Islam di Indonesia. Tanggal 22 Oktober dipilih karena bertepatan dengan peristiwa bersejarah ketika KH. Hasyim Asy’ari membacakan seruan “Resolusi Jihad” pada 22 Oktober 1945.


    Seruan itu menggerakkan umat Islam untuk melawan tentara Sekutu yang berusaha menjajah kembali Indonesia setelah kemerdekaan diproklamasikan.

    Doa dalam Apel Hari Santri

    Peringatan Hari Santri di berbagai daerah biasanya diawali dengan apel santri. Dalam kegiatan ini, selain pengibaran bendera dan ikrar santri, juga dibacakan doa bersama. Doa tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus permohonan kepada Allah agar para santri dan seluruh rakyat Indonesia diberi kekuatan, keikhlasan, dan kebersamaan dalam menjaga negeri.

    Berikut beberapa contoh teks doa apel Hari Santri Nasional yang bisa dibacakan dalam upacara peringatan Hari Santri pada 22 Oktober 2025 mendatang, yang dikutip dari tulisan PR GP Ansor Desa Pangauban, Muh Mastur, Baar Hanif, dan Pay Moo yang diunggah dalam scribd.

    1. Doa Apel Hari Santri 1

    سْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه
    ُ. يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa,

    Di pagi yang berkah ini, kami seluruh santri bersimpuh mempersembahkan puji syukur ke hadirat-Mu. Engkau Maha Pencipta alam semesta, Engkau jualah yang mengatur alam seisinya, dan Engkau pula yang telah membebaskan bangsa kami dari penjajahan.

    Perkenankanlah kami, seluruh bangsa Indonesia, pada pagi hari ini memperingati Hari Santri Nasional yang sekaligus memperingati lahirnya resolusi jihad NU, untuk mensyukuri nikmat agung anugerah-Mu berupa keutuhan bangsa dan negara dengan semangat juang bertholabul ilmi sebagai santri sejati.

    Ya Allah, Tuhan Maha Agung,

    Jadikanlah peringatan Hari Santri ini sebagai momentum untuk dapat merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa kami. Jauhkanlah kami dari perselisihan, permusuhan, dan perpecahan. Kuatkan ikatan di antara bangsa kami agar senantiasa saling menyemai kedamaian, saling menjaga kerukunan, saling menampakkan keramahan, dan saling menyokong kemajuan.

    Eratkan tali silaturahmi seluruh anak negeri agar senantiasa saling menjaga persaudaraan, mengingatkan dalam kebaikan, dan bersemangat dalam menegakkan agama Allah.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana,

    Engkau telah menganugerahi kami dengan kekayaan bumi, air, dan udara. Bukalah pikiran kami agar bijaksana memanfaatkan anugerah-Mu demi kejayaan negeri. Lapangkan nurani kami agar senantiasa bersih dan suci dalam meraih kenikmatan.

    Kuatkan kaki dan tangan kami agar mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman. Jadikan kami generasi penerus perjuangan bangsa yang senantiasa bersyukur, menjunjung sikap jujur, dan memperoleh karunia-Mu sebagai negeri yang makmur.

    Sehingga kami mampu menjadi pelita, penyejuk hati, serta penyedap mata bagi umat Islam yang beriman dan berakhlakul karimah.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemberi Petunjuk,

    Engkau telah memberkati dan merahmati kami dengan kemerdekaan yang amat berarti. Bimbinglah kami agar dapat merawat kemerdekaan itu sesuai dengan ridha-Mu. Segarkan ingatan kami untuk mengenang arti satu dua nyawa yang melayang demi kemerdekaan.

    Jernihkan hati kami untuk memahami makna sejati memanusiakan manusia dalam bingkai kemerdekaan. Ringankan gerak kami untuk mengisi hari-hari merdeka dan juga Hari Santri Nasional ini dengan kekuatan iman, kemuliaan adab, keadilan hukum, dan kesejahteraan yang merata.

    Mantapkan langkah kaki kami untuk menjejak jalan yang benar dalam menggapai masa depan bangsa dan negeri ini.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun dan Pengabul segala doa,

    Ampunilah semua dosa kami, dosa-dosa ibu bapak kami dan guru kami, dosa para pemimpin kami, serta para pendahulu kami. Terimalah amal dan perjuangan para pahlawan, ulama, serta syuhada yang telah memerdekakan bangsa dan negara kami.

    Muliakan mereka dengan kehidupan hakiki di alam abadi. Berikanlah kekuatan kepada kami untuk senantiasa menegakkan agama dan menjaga kedaulatan Republik Indonesia.
    Ya Allah, kabulkanlah doa dan segala permohonan kami. Engkau Maha Pengampun dan Maha Mengabulkan segala doa.

    2. Doa Apel Hari Santri 2

    Bismillahirrahmanirrahim,
    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف المرسلين، وعلى آله وصحبه أجمعين.
    اللهم إنك خلاق عظيم، إنك سميع عليم، إنك غفور رحيم، إنك رب العرش العظيم، إنك البر الجواد الكريم.

    Ya Allah, Ya Tuhan kami,

    Dengan menyebut nama-Mu yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami bersyukur kepada-Mu atas limpahan nikmat dan karunia yang tiada henti Engkau anugerahkan kepada kami.

    Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Engkau tempat kami meminta, Engkau tempat kami memohon. Kami berdoa ke hadirat-Mu, ya Allah.

    Ya Allah yang Maha Pengasih,

    Hari ini kami tengah berkumpul melaksanakan upacara bendera peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025. Ridhoilah kami.

    Limpahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada kami, kepada orang tua kami, kepada guru-guru kami, dan para pemimpin kami.

    Ya Allah yang Maha Mengetahui,

    Bimbinglah kami kepada jalan yang lurus, jalannya orang-orang yang Engkau ridhoi. Jadikan kami generasi penerus bangsa yang memiliki semangat juang seperti santri dan ulama kami sebelumnya. Semangat dalam menegakkan agama-Mu, semangat dalam membela tanah air tercinta.

    Ya Allah yang Maha Mempersatukan,

    Kuatkanlah persatuan di antara kami. Jadikan kami satu dalam cinta dan kasih sayang karena-Mu.
    Jadikanlah negeri ini baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, negeri yang aman dan tenteram untuk kami tinggali serta tempat kami beribadah kepada-Mu setiap saat.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Mengabulkan doa,

    Kabulkanlah doa kami ini.

    ربنا آتنا في الدنيا حسنة، وفي الآخرة حسنة، وقنا عذاب النار.
    سبحان ربك رب العزة عما يصفون، وسلام على المرسلين، والحمد لله رب العالمين.
    .
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    3. Doa Apel Hari Santri 3

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَحْمنِ الرَّحِيْمِ
    اَلْحَمْدُ لِهِٰ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَ الصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلَيْ اَشْرَفِ الْمُرْسَلِيْنَ وَ عَلَيْ اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعيْنَ، اللّٰهُمَّ إِنَّكَ خَلَّاقُ الْعَظِيْم إنَّكَ سَمِيْعٌ عَلِيْم, إِنَّكَ غَفُوْرٌ رَحِيْم, إِنَّكَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْم, الْبَرُّ الْجَوَادُ الْكَرِيْم

    Dengan nama-Mu Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji untuk-Mu, Tuhan semesta alam. Engkau tempat kami meminta, Engkau tempat kami memohon, kami berdoa ke hadirat-Mu, ya Allah.

    Ya Allah, ya Tuhan kami,

    Saat ini kami berkumpul dalam rangka mengikuti Hari Santri Nasional Tahun 2025.
    Untuk itu, ya Allah, jadikan kegiatan ini kegiatan yang penuh rahmat, kegiatan yang membawa manfaat, dan kegiatan yang penuh dengan hikmah. Ya Rabb, berkati dan ridhoi acara kami ini.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui,

    Dalam kegiatan peringatan Hari Santri Nasional ini, bersihkan hati kami dari sifat-sifat yang buruk, semaikan hati kami dengan berbagai sifat-Mu yang mulia.
    Satukan hati dan perbuatan kami dalam membangun negeri yang kami cintai ini.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa,

    Bimbinglah kami, berilah kekuatan lahir dan batin kepada kami, satukan pandangan kami, dan bangkitkanlah semangat membangun negeri di antara kami agar menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

    Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim,

    Limpahkanlah rahmat dan hidayah-Mu, curahkanlah ilmu dan hikmah-Mu kepada kami agar kami mampu menjadi hamba-hamba-Mu yang selalu amanah dalam menjalani kehidupan ini, lulus dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan dari-Mu, serta ikhlas dalam mengabdi kepada-Mu.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mendengar,
    Kabulkanlah doa dan permohonan kami.

    Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban-naar.
    Wa shallaallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajma’iin.
    Walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.

    4. Doa Apel Hari Santri 4

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
    Audzubillah Himinasyaitonirrajim

    بسم الله الرحمن الرحيم
    Bismillaahirrahmaanirrahiim

    الحمد لله رب العالمين
    Alhamdulillahirobbil’alamin

    وبه نستعين على امور الدنيا والدين
    Wabihi nasta’in ‘ala umuriddunya waddin

    والصلاة والسلام على اشرف الانبياء والمرسلين
    Wassholaatu wassalaamu ‘ala asyrofil ambiyaa’ wal mursaliin wa ‘ala aalihi washohbihi ajma’iin

    وعلى اله وصحبه اجمعين، اما بعد
    Wa’ala aalihi wasahbihi ajma’iin, ammaa ba’du

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih

    Di hari yang khidmat ini, di bawah langit-Mu yang teduh dan mentari-Mu yang cerah, perkenankanlah kami seluruh santri dan para kiai, guru, ulama, dan umara pemimpin negeri, beserta segenap elemen masyarakat, menunduk seraya menengadahkan tangan dan berdo’a di hadapan-Mu.

    Puji syukur ke haribaan-Mu, atas segala rahmat, nikmat dan pertolongan-Mu, hingga kami bisa melaksanakan upacara untuk memperingati Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober 2025 ini.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Penyayang

    Limpahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada kami, kepada para pahlawan, kepada para penggagas dan pejuang “Resolusi Jihad”, yang telah rela menjadi syuhada’ demi mempertahankan kedaulatan negara.

    Mereka yang berkorban demi ibu pertiwi, mereka yang berjuang agar negeri ini tetap kokoh berdiri, peluk erat dan dekaplah mereka dalam lautan rahmat dan ampunan-Mu yang tiada bertepi.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Memberi Petunjuk

    Bimbinglah kami semua sebagai generasi penerus bangsa, agar dapat mewarisi negeri ini dengan sebaik-baiknya.

    Ringankan langkah kaki kami, agar kami dapat berjihad membangun negeri ini dengan kekuatan iman, keluhuran moral, kemuliaan pengetahuan, keadilan hukum, dan kesejahteraan yang merata di seluruh pelosok negeri.

    Ya Allah, Tuhan Tempat Kami Berlindung dan Mengadu

    Selamatkanlah bangsa dan negeri kami dari perpecahan dan bencana. Hindarkan kami dari sifat dan mudah hasut, agar kami tidak mudah di adu domba dan terpecah belah.

    Satukanlah hati kami dalam satu tujuan untuk membangun Bangsa Indonesia maju dan lebih baik lagi.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Memberi Ampunan

    Ampunilah dosa dan khilaf kami, orang tua kami, kiai, guru dan ulama kami, pemimpin dan pahlawan, serta syuhada kami. Bimbing kami dan para pemimpin kami ke jalan yang Engkau ridhai.

    Perkenankanlah Engkau kabulkan doa kami ini Ya Allah.

    ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة وقنا عذاب النار
    Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina ‘adzabannar.

    والحمد لله رب العالمين
    Walhamdulillahirobbil a’lamiin.

    والله الموفق الى اقوم الطريق
    Wallahulmuwafiq Ila Aqwamitoriq.

    والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

    5. Doa Apel Hari Santri 5

    Assalamualaikum Wr. Wb

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ * الحمدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ * حَمْداً شَاكِرِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَ يُكَافِئُ مَزِيْدَهُ * يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَ عَظِيْمِ سُلْطَانِكَ * اللّٰهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

    Ya Allah, Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang,

    Di pagi yang indah dan penuh berkah, kami semua yang hadir di sini, bersama seluruh santri, guru-guru, para kiai, perkenankanlah kami menunduk seraya menengadah dan berdo’a di hadapan-Mu.

    Limpahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu kepada kami, kepada pahlawan-pahlawan kami, yang telah rela menjadi syuhada’ demi mempertahankan kedaulatan negara.

    Mereka yang berkorban demi ibu pertiwi, mereka yang berjuang agar negeri ini tetap kokoh berdiri, peluk erat dan dekaplah mereka dalam lautan rahmat dan ampunan-Mu yang tiada bertepi.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Memberi Petunjuk,

    Bimbinglah kami semua sebagai generasi penerus bangsa, agar dapat mewarisi negeri ini dengan sebaik-baiknya, serta membangun negeri ini dengan kekuatan iman, keluhuran moral, kemuliaan pengetahuan, keadilan hukum, dan kesejahteraan yang merata di seluruh pelosok negeri.

    Ya Allah, Tuhan Tempat Kami Berlindung dan Mengadu,

    Hari ini, Tanggal 22 Oktober 2025, adalah peringatan Hari Santri Nasional di negeri kami, untuk mengenang kiprah dan perjuangan para ulama dan kaum santri, dalam berjuang mempertahankan eksistensi negeri ini.

    Oleh karenanya Ya Allah, kami semua yang berkumpul di sini sungguh-sungguh mengetuk pintu rahmat-Mu, seraya mengharap cinta-Mu dengan sepenuh rindu.

    Maka cintailah kami dan mereka semua dalam kehangatan kasih sayang dan ampunan-Mu.

    ربنا اتنا في الدنيا حسنة و في الاخرة حسنة و قنا عذاب النار

    Rabbana ‘atina fidduniya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqinaa adzaa bannar.

    Walhamdulillahirobbil ‘alamin
    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Susunan Upacara Hari Santri 2025 Lengkap dengan Tata Tertib


    Jakarta

    Upacara Hari Santri 2025 akan digelar pada Rabu, 22 Oktober 2025. Berikut susunan upacara lengkap dengan tata tertibnya.

    Peringatan Hari Santri 2025 mengangkat tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”. Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Prof Amien Suyitno mengatakan tema ini tak lepas dari perjuangan para santri dalam mengawal kemerdekaan.

    “Dulu sebelum Indonesia merdeka, kita semua tahu, betapa besarnya peran para santri mengawal kemerdekaan dan puncaknya adalah pada saat lahirnya Resolusi Jihad yang waktu itu ‘dipandikan’ oleh seorang tokoh besar Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang menyerukan jihad ketika melawan kembalinya sekutu di Surabaya,” kata Prof Suyitno dalam wawancara eksklusif Hari Santri 2025 bersama detikcom yang tayang di 20Detik.


    “Itu yang kemudian mengapa tema Hari Santri tidak boleh lepas dari mengawal Indonesia merdeka karena memang ada asbabul wurud yang menjadi legitimasi nilai historis itu,” jelasnya.

    Berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 04 Tahun 2025 tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2025, peringatan Hari Santri 2025 bisa dilakukan melalui berbagai kegiatan yang sesuai dengan tema. Upacara atau apel dilakukan pada Rabu, 22 Oktober 2025 pukul 07.00 waktu setempat.

    Susunan Upacara Hari Santri 2025

    Berikut contoh susunan upacara Hari Santri 2025 mengacu pada susunan upacara apel Hari Santri tahun sebelumnya:

    1. Pemimpin pleton menyiapkan pasukannya masing-masing
    2. Pemimpin (komandan)upacara memasuki tempat upacara, pasukan disiapkan
    3. Pembina upacara menuju mimbar upacara
    4. Penghormatan pasukan
    5. Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara
    6. Pengibaran sang saka Merah putih diiringi lagu Indonesia Raya
    7. Mengheningkan cipta dipimpin oleh pembina upacara
    8. Pembacaan naskah Resolusi Jihad
    9. Pembacaan Ikrar Santri
    10. Amanat pembina Upacara
    11. Menyanyikan lagu Mars Syubbanul Wathan
    12. Pembacaan doa
    13. Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara
    14. Penghormatan pasukan
    15. Persembahan dari paduan suara
    16. Foto bersama
    17. Pasukan dibubarkan, upacara selesai

    Tata Tertib Hari Santri 2025

    Mengacu pada SE Menteri Agama Nomor 04 Tahun 2025, berikut Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2025 atau tata tertib yang perlu diperhatikan:

    1. Tema Peringatan Hari Santri 2025: Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.
    2. Logo Peringatan Hari Santri 2025 bisa diunduh di situs https://kemenag.go.id
    3. Apel Peringatan Hari Santri 2025 dilaksanakan pada hari Rabu, 22 Oktober 2025 pukul 07.00 waktu setempat dan disiarkan langsung melalui kanal media sosial Kementerian Agama.
    4. Peringatan Hari Santri 2025 dapat dilakukan melalui kegiatan zikir, sholawat, munajat, doa, cek kesehatan gratis (CKG), penanaman pohon, dan kegiatan lainnya yang relevan dengan tema.
    5. Sosialisasi tema, logo, dan rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri 2025 dilaksanakan melalui website, media sosial, dan spanduk, baliho, atau standing banner.
    6. Seluruh pelaksanaan kegiatan Peringatan Hari Santri 2025 sesuai kemampuan masing masing serta mengedepankan prinsip kesederhanaan dan kekhidmatan.

    (kri/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Twibbon Hari Santri 2025 Gratis, Desainnya Keren Cocok Dibagikan di Medsos


    Jakarta

    Setiap tanggal 22 Oktober, Indonesia memperingati Hari Santri Nasional sebagai bentuk penghargaan atas peran besar para santri dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan, pendidikan, dan pembentukan karakter bangsa. Peringatan tahun 2025 menjadi ajakan untuk meneguhkan kembali semangat santri yaitu berilmu, berakhlak, dan cinta tanah air.

    Hari Santri pertama kali diperingati pada tahun 2015, setelah ditetapkan melalui Keputusan Presiden No. 22 Tahun 2015. Tanggal 22 Oktober dipilih untuk mengenang Resolusi Jihad yang dicetuskan KH. Hasyim Asy’ari pada 1945, seruan ulama yang membangkitkan semangat rakyat mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

    Sejak saat itu, hari Santri menjadi bentuk penghargaan bagi santri, pesantren, dan ulama yang ikut berjuang membangun Indonesia, bukan hanya lewat senjata, tapi juga lewat ilmu, akhlak, dan semangat kebersamaan.


    Hari Santri bukan hanya untuk orang-orang yang berada di lingkungan pesantren saja, tapi juga untuk semua rakyat Indonesia. Nilai-nilai seperti gotong royong, kesederhanaan, tanggung jawab, dan cinta tanah air bisa jadi teladan untuk generasi muda dan keluarga kita.

    Ada banyak cara untuk memeriahkan hari santri 2025 ini, salah satunya adalah memasang twibbon di media sosial seperti Instagram, WhatsApp, dan Facebook. Agar tidak ketinggalan momen tersebut, banyak twibbon gratis dengan desain keren dan kreatif yang bisa kamu pakai.

    Berikut adalah kumpulan Twibbon Hari Santri 2025 yang dilansir dari situs Bingkai.id detikcom yang dapat digunakan.

    Untuk kamu yang ingin mencari desain bingkai lainnya, dapat juga mengakses langsung ke laman Bingkai.id.

    Cara Pasang Twibbon Hari Santri 2025

    1. Klik link Twibbon Hari Santri 2025 di atas
    2. Pilih desain twibbon yang paling kamu suka
    3. Izinkan akses galeri
    4. Unggah foto yang ingin kamu pakai untuk Twibbon
    5. Atur posisi foto
    6. Geser dan zoom agar wajah terlihat lebih pas di bingkai Twibbon
    7. Kalau sudah sesuai, pilih “Next”
    8. Unduh hasilnya dengan klik “Download”
    9. Upload ke status WhatsApp, Instagram, Facebook, atau bisa dijadikan foto profil

    Itulah kumpulan Twibbon Hari Santri 2025 yang bisa kamu pakai untuk ikut meriahkan makna Hari Santri. Jangan sampai ketinggalan momen spesial ini, ya!

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Alasan 22 Oktober Dipilih Jadi Hari Santri, Begini Sejarahnya


    Jakarta

    Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober. Penetapan tanggal ini mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Keppres ini diteken Presiden Joko Widodo di Jakarta pada 15 Oktober 2015.

    Tanggal ini dipilih karena sejumlah alasan, di antaranya terkait gagasan ulama dan peristiwa heroik yang menunjukkan peran santri dalam perjuangan bangsa. Simak pembahasan selengkapnya berikut ini.

    Alasan Dipilih Tanggal 22 Oktober

    Berdasarkan pertimbangan dalam Keppres Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri, alasan 22 Oktober dipilih sebagai Hari Santri karena merujuk pada seruan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 oleh santri dan ulama pondok pesantren dari berbagai wilayah. Resolusi Jihad itu mewajibkan umat Islam membela Tanah Air dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


    Ulama dan santri dipandang berperan besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta mengisi kemerdekaan. Untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan perjuangan itu, presiden merasa perlu menetapkan Hari Santri pada 22 Oktober.

    Sumber lain menyebut ide resmi penetapan Hari Santri pertama kali diajukan oleh KH Thoriq Darwis, pengasuh Pondok Pesantren Babussalam di Malang, Jawa Timur. Saat Jokowi berkunjung ke pesantren tersebut, KH Thoriq menyarankan agar 1 Muharram dijadikan Hari Santri. Namun akhirnya, tanggal 22 Oktober dipilih karena berkaitan dengan Resolusi Jihad.

    Hal senada dijelaskan dalam Majalah Risalah NU edisi ke-118, dalam artikel “Jangan Ragukan Peran KH. Hasyim Asy’ari” bahwa pemilihan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri berkaitan dengan Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari.

    Pada 21-22 Oktober 1945, para ulama NU dari berbagai daerah mengadakan pertemuan di Surabaya dan menetapkan Resolusi Jihad Fii Sabilillah. Seruan ini memicu semangat santri, pemuda, dan masyarakat untuk melawan penjajah. Pertempuran besar pun meletus di Surabaya, yang puncaknya terjadi pada 10 November 1945.

    Mengapa Hari Santri Nasional Perlu Diperingati?

    Penetapan Hari Santri tidak hanya sebagai simbol. Di dalam buku Detik-detik Penetapan Hari Santri disebutkan bahwa dicanangkannya peringatan Hari Santri memiliki beberapa alasan penting yang mencakup aspek sejarah, sosial-politik, dan identitas nasional.

    Dilansir situs Kemenag, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag periode 2014-2020, Kamaruddin Amin, pernah menjelaskan tujuan utama Hari Santri adalah agar masyarakat lebih menyadari kontribusi santri dan pesantren dalam pembangunan bangsa, baik di bidang pendidikan maupun kegiatan sosial. Ada lima alasan utama penetapan Hari Santri, yaitu:

    1. Pengakuan Sejarah

    Untuk mengingat perjuangan santri, termasuk tokoh besar seperti KH Hasyim Asy’ari dan Ahmad Dahlan.

    2. Kekuatan Relasi Islam dan Negara

    Untuk menegaskan hubungan antara Islam dan negara serta posisi santri dalam konteks sosial-politik Indonesia.

    3. Persatuan Umat Islam

    Memperkuat persatuan umat Islam dari berbagai latar ormas agar tetap bersatu.

    4. Pemberdayaan Santri

    Menjadikan santri lebih diperhatikan di tengah arus globalisasi agar tidak terpinggirkan.

    5. Sebagai Identitas Religius Demokratis

    Mengukuhkan Indonesia sebagai negara religius, demokratis, toleran, moderat, dan inklusif, sekaligus menolak ideologi radikal.

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Apakah Hari Santri 22 Oktober 2025 Tanggal Merah?


    Jakarta

    Hari Santri 2025 bertepatan dengan Rabu, 22 Oktober. Tahun ini akan menandai 10 tahun perayaan Hari Santri usai ditetapkan secara resmi melalui keputusan presiden pada 2015 lalu. Cek apakah termasuk libur tanggal merah!

    Ketetapan Hari Santri termuat dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Keppres ini diteken Presiden Joko Widodo di Jakarta pada 15 Oktober 2015.


    Berdasarkan Keppres tersebut, penetapan Hari Santri dilakukan atas pertimbangan peran ulama dan santri dalam perjuangannya merebut kemerdekaan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pemilihan tanggal Hari Santri mengacu pada seruan Resolusi Jihad yang dikeluarkan ulama besar KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

    “Menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri,” bunyi diktum pertama keputusan tersebut.

    Hari Santri Bukan Tanggal Merah

    Mengacu Keppres 22/2015, Hari Santri bukan termasuk tanggal merah libur nasional atau cuti bersama. Aktivitas tetap berjalan seperti hari-hari biasanya.

    “Hari Santri bukan merupakan hari libur,” demikian bunyi diktum kedua keputusan tersebut.

    Pemerintah telah menetapkan daftar libur nasional dan cuti bersama 2025 lewat Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 933/2025, Nomor 1/2025, dan Nomor 3/2025 tentang perubahan SKB sebelumnya yang mengatur Libur Nasional dan Cuti Bersama 2025.

    Dalam SKB tersebut, tak ada libur pada Oktober 2025. Namun, masih ada satu libur yang tersisa tahun ini yakni natal pada 25-26 Desember 2025.

    Berikut daftar libur 2025 selengkapnya:

    Libur Nasional 2025

    • 1 Januari: Tahun Baru 2025 Masehi
    • 27 Januari: Isra Mikraj Nabi Muhammad S.A.W.
    • 29 Januari: Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili
    • 29 Maret: Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1947)
    • 31 Maret-1 April: Idul Fitri 1446 Hijriah
    • 18 April: Wafat Yesus Kristus
    • 20 April: Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah)
    • 1 Mei: Hari Buruh Internasional
    • 12 Mei: Hari Raya Waisak 2569 BЕ
    • 29 Mei: Kenaikan Yesus Kristus
    • 1 Juni: Hari Lahir Pancasila
    • 6 Juni: Idul Adha 1446 Hijriah
    • 27 Juni: 1 Muharam Tahun Baru Islam 1447 Hijriah
    • 17 Agustus: Proklamasi Kemerdekaan
    • 5 September: Maulid Nabi Muhammad S.A.W.
    • 25 Desember: Kelahiran Yesus Kristus

    Cuti Bersama 2025

    • 28 Januari: Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili
    • 28 Maret: Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1947)
    • 3. 2, 3, 4, dan 7 April: Idul Fitri 1446 Hijriah
    • 13 Mei: Hari Raya Waisak 2569 BE
    • 30 Mei: Kenaikan Yesus Kristus
    • 9 Juni: Idul Adha 1446 Hijriah
    • 18 Agustus: Proklamasi Kemerdekaan
    • 26 Desember: Kelahiran Yesus Kristus

    Tema dan Logo Hari Santri 2025

    Hari Santri 2025 mengusung tema “Mengawal “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.” Tema ini berkaitan dengan peran strategis santri dalam perjalanan bangsa.

    “Dulu sebelum Indonesia merdeka, kita semua tahu, betapa besarnya peran para santri mengawal kemerdekaan dan puncaknya adalah pada saat lahirnya Resolusi Jihad yang waktu itu dipandikan oleh seorang tokoh besar Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang menyerukan jihad ketika melawan kembalinya sekutu di Surabaya,” kata Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Prof Amien Suyitno dalam wawancara eksklusif Hari Santri 2025 bersama detikcom yang tayang di 20Detik.

    Peristiwa itulah menjadi alasan kenapa tema Hari Santri tak lepas dari peran santri dalam mengawal kemerdekaan Indonesia. Santri juga berperan sebagai penjaga moral dan mengembangkan peradaban bangsa dengan sikap khidmat, rendah hati, dan berwawasan global.

    Nilai-nilai tersebut tergambar dalam logo Hari Santri 2025 yang dinamakan “Pita Cakrawala”. Pita merupakan simbol ikatan yang menyatukan keberagaman dan cakrawala simbol keluasan pandangan dan batas tak bertepi.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Niat, Tata Cara dan Waktunya


    Jakarta

    Sholat Rebo Wekasan merupakan amalan yang dianjurkan pada Rabu terakhir bulan Safar. Amalan ini dilakukan untuk mohon perlindungan Allah SWT.

    Anjuran sholat Rebo Wekasan disebutkan dalam kitab Kanz Al-Najah Wa Al-Surur karya Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki. Dalam kitab tersebut dikatakan Allah SWT menurunkan 320 ribu bala bencana pada Rabu terakhir bulan Safar. Oleh karena itu, dianjurkan salat empat rakaat.


    Menurut penelitian Rebo Wekasan Menurut Perspektif KH. Abdul Hamid Dalam Kanz Al-Najah Wa Al-Surur karya Umma Farida yang terbit dalam Jurnal THEOLOGIA Vol 30 No 2 (2019), sholat empat rakaat yang dimaksud adalah sholat sunnah mutlak. Amalan ini kemudian dikenal dengan sholat Rebo Wekasan.

    Niat Sholat Rebo Wekasan

    Niat sholat Rebo Wekasan dilakukan dengan niat sholat mutlak. Berikut bacaannya:

    أُصَلِّيْ سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

    Ushallî sunnatan rak’ataini lillâhi ta’âla

    Artinya: “Saya niat sholat sunnah dua rakaat karena Allah ta’ala.”

    Tata Cara Sholat Rebo Wekasan

    Tata cara sholat Rebo Wekasan menurut keterangan Syekh Abdul Hamid dalam kitabnya dilakukan sebanyak empat rakaat. Berikut rinciannya:

    • Dilakukan empat rakaat dengan dua kali salam
    • Awali dengan niat sholat sunnah mutlak dua rakaat
    • Setelah baca surah Al Fatihah, baca surah Al Kautsar 17 kali, Al Ikhlas 5 kali, Al Falaq 1 kali dan An Nas 1 kali setiap rakaat
    • Lanjutkan sholat seperti pada umumnya
    • Salam
    • Tutup dengan doa

    Waktu Pelaksanaan Sholat Rebo Wekasan

    Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2025 terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Rabu terakhir bulan Safar 1447 H atau Rebo Wekasan 2025 jatuh pada Rabu, 20 Agustus 2025.

    Sebagian ulama mengerjakan sholat Rebo Wekasan pada malam Rabu, sebagian lainnya pada Rabu pagi.

    Hukum Sholat Rebo Wekasan

    Dalil sholat Rebo Wekasan secara khusus tidak terdapat dalam hadits-hadits shahih. Pelaksanaannya juga menjadi perdebatan pandangan di kalangan ulama.

    Ulama yang menganjurkan sholat Rebo Wekasan, Syekh Abdul Hamid, menegaskan pelaksanaannya dilakukan dengan niat sholat sunnah mutlak.

    Syekh Abdul Hamid dalam kitabnya mengatakan, “Aku berpendapat, termasuk yang diharamkan adalah sholat Safar (Rebo Wekasan), maka barang siapa menghendaki sholat di waktu-waktu terlarang tersebut, maka hendaknya diniati sholat sunnah mutlak dengan sendirian tanpa bilangan rakaat tertentu. Sholat sunah mutlak adalah sholat yang tidak dibatasi dengan waktu dan sebab tertentu dan tidak ada batas rakaatnya.”

    Kebolehan pelaksanaan sholat Rebo Wekasan dengan niat sholat sunnah mutlak juga karena mengacu pada sebuah hadits yang menepis adanya kepercayaan datangnya malapetaka bulan Safar. Berikut bunyi haditsnya,

    عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم: قَالَ لَا عَدْوَى وَلَا صَفَرَ وَلَا هَامَةَ. رواه البخاري ومسلم

    Artinya: “Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidak ada penyakit menular. Tidak ada kepercayaan datangnya malapetaka di bulan Safar. Tidak ada kepercayaan bahwa orang mati itu rohnya menjadi burung yang terbang’.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Pandangan lain, meski dilakukan dengan niat sholat sunnah mutlak, KH Hasyim Asy’ari menghukuminya haram. Menurutnya anjuran sholat sunnah mutlak yang ditetapkan dalam hadits shahih tak berlaku untuk sholat Rebo Wekasan karena anjuran tersebut hanya berlaku untuk sholat-sholat yang disyariatkan.

    Pendapat KH Hasyim Asy’ari tersebut diterangkan dalam himpunan fatwanya sebagaimana dikutip dari kumpulan Hasil Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur, dilansir NU Online.

    Pelaksanaan sholat Rebo Wekasan konon memang menjadi amalan para sufi, tapi tidak ada dasar atau nash yang bisa dijadikan hujjah untuk pelaksanaannya.

    Wallahu a’lam.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • KH. Hasyim Asy’ari, Sosok Pahlawan Nasional dan Pendiri NU


    Jakarta

    KH. Hasyim Asy’ari adalah salah satu tokoh besar dalam sejarah bangsa Indonesia yang dikenal sebagai ulama, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), dan pahlawan nasional. Perannya sangat besar dalam menyebarkan ajaran Islam, memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, serta menjaga persatuan umat.

    Dengan perjuangan yang dilakukan melalui pendidikan, dakwah, hingga jihad melawan penjajah, KH. Hasyim Asy’ari menjadi simbol ulama pejuang yang tidak hanya memikirkan agama tetapi juga bangsa.


    Biografi Singkat KH. Hasyim Asy’ari

    Dirangkum dari buku Tokoh-Tokoh NU Bergelar Pahlawan Nasional yang ditulis Sunanto, nama lengkap beliau adalah Muhammad Hasyim. Ia lahir pada 10 April 1875 di Desa Gedang, Jombang, Jawa Timur.

    KH. Hasyim Asy’ari lahir dari keluarga ulama yang sangat taat beragama. Ayahnya, KH. Asy’ari, adalah seorang kiai terpandang di daerah Jombang, sementara ibunya, Halimah, seorang bangsawan yang masih mempunyai keturunan dari Jaka Tingkir.

    KH. Hasyim Asy’ari dilahirkan di lingkungan santri yang kental dengan budaya religius. Sejak kecil, KH. Hasyim Asy’ari sudah mendapatkan pendidikan agama langsung dari keluarganya.

    Pada tahun 1892, beliau menikah dengan putri dari Kyai Ya’kub yang bernama Nafisah. Selang beberapa bulan setelah pernikahannya, ia berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji sekaligus memperdalam ilmu agama.

    Di sana, ia belajar dari ulama-ulama besar hingga akhirnya kembali ke tanah air dengan bekal ilmu yang mendalam. Setelah kembali dari Makkah, KH. Hasyim Asy’ari mendirikan Pesantren Tebuireng di Jombang pada tahun 1899. Pesantren ini menjadi pusat pendidikan Islam yang kelak melahirkan banyak ulama dan tokoh bangsa.

    Perjuangan di Bidang Pendidikan

    Dikutip dari buku KH. Hasyim Asy’ari – Pengabdian Seorang Kyai Untuk Negeri yang ditulis oleh Ahmad Baso dkk dan diterbitkan oleh Museum Kebangkitan Nasional, metode pendidikan KH. Hasyim Asy’ari menggabungkan sistem tradisional pesantren dengan wawasan kebangsaan.

    Ia menekankan pentingnya mempelajari ilmu agama sekaligus mengajarkan nilai cinta tanah air. Pesantren Tebuireng kemudian menjadi salah satu pesantren paling berpengaruh di Indonesia hingga kini.

    Dilansir dari Ensiklopedia Kemendikbud.go.id, pondok pesantren Tebuireng yang didirikan KH. Hasyim Asy’ari letaknya hanya beberapa ratus meter dari pabrik gula Cukir. K.H Hasyim Asyári adalah seorang ulama pejuang yang berperan penting dalam kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengajak para santri ikut berjuang melawan penjajahan dengan fatwa Jihad nya pada tanggal 22 Oktober 1945. Menurut beliau bahwa berjuang untuk kemerdekaan merupakan Fardhu Ain, atau wajib hukumnya karena termasuk jihad.

    Pendiri Nahdlatul Ulama

    Salah satu jasa terbesar KH. Hasyim Asy’ari adalah mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 1926. Organisasi ini lahir dari semangat mempertahankan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah serta menjaga tradisi keagamaan masyarakat Indonesia.

    NU kemudian berkembang menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia yang berperan penting dalam pendidikan, dakwah, dan perjuangan bangsa. KH. Hasyim Asy’ari ditetapkan sebagai Rais Akbar NU yang pertama.

    Perjuangan Melawan Penjajah

    Peran KH. Hasyim Asy’ari tidak berhenti di bidang pendidikan dan organisasi. Ia juga aktif dalam perjuangan kemerdekaan. Pada masa penjajahan Jepang, KH. Hasyim Asy’ari sempat ditangkap karena menolak melakukan seikerei (menghormat ke arah matahari terbit sebagai simbol penghormatan kepada Kaisar Jepang). Penolakan ini menunjukkan sikap tegas beliau dalam menjaga akidah umat Islam.

    Selain itu, KH. Hasyim Asy’ari juga mengeluarkan Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945. Fatwa ini menyerukan kepada umat Islam, khususnya santri dan kiai, untuk berjihad melawan penjajah Belanda yang berusaha kembali menduduki Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan. Resolusi Jihad inilah yang menjadi semangat perlawanan rakyat Surabaya pada 10 November 1945, yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.

    Pengakuan sebagai Pahlawan Nasional

    Atas jasa-jasanya yang sangat besar, pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada KH. Hasyim Asy’ari pada tahun 1964. Beliau dikenang sebagai ulama pejuang yang berperan dalam membangkitkan semangat nasionalisme sekaligus menjaga syiar Islam di tanah air.

    Dilansir dari laman NU Online, KH. Hasyim Asy’ari ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 17 November 1964 berkat jasanya yang berperan besar dalam penguatan pendidikan pesantren dan aktif melakukan perlawanan terhadap penjajah.

    KH Hasyim Asy’ari menginisiasi pembentukan laskar pejuang Hizbullah dan Sabilillah. Puncaknya, saat KH Hasyim Asy’ari dan para kiai di Jawa-Madura sepakat mengeluarkan fatwa Resolusi Jihad fi Sabilillah untuk rakyat Indonesia. Fatwanya ini menggerakkan setiap orang dewasa yang berada dalam radius 90 km dari medan pertempuran melawan penjajah wajib berperang. Keduanya diputuskan menjadi pernyataan resmi organisasi NU pada 22 Oktober 1945. Kiai Hasyim Asy’ari mendapat gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No.294 November 1964.

    KH. Hasyim Asy’ari adalah sosok ulama yang bukan hanya mendidik umat, tetapi juga memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Melalui Pesantren Tebuireng, NU, serta fatwa Resolusi Jihad, beliau menunjukkan bahwa Islam dan nasionalisme dapat berjalan beriringan. Perjuangannya membuktikan bahwa agama dapat menjadi sumber kekuatan untuk melawan penjajahan dan membangun bangsa.

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com