Tag: koin

  • Yuk, Kenalan dengan Mata Uang Digital Populer di Indonesia!

    Akhir Desember 2020 hingga awal tahun 2021, bitcoin menjadi topik yang ramai diperbincangkan oleh warganet di Twitter. Kenaikan harganya yang sangat fantastis membuat sebagian warganet semakin kepo untuk mengulik lebih dalam dan bahkan tak jarang ada yang langsung membelinya. Lantas, bagaimana cara kerjanya dan apa saja mata uang digital yang populer di Indonesia? Yuk, kita bahas!

    Cara Kerja Mata Uang Digital

    Aset kripto merupakan mata uang digital yang digunakan untuk bertransaksi melalui jaringan internet. Pemerintah Indonesia sendiri melegalkan aset kripto sebagai aset yang dapat diperdagangkan di bursa efek berjangka, bukan sebagai alat pembayaran.

    Tidak seperti fiat currency yang diterbitkan oleh pemerintah dan memerlukan pihak perantara untuk melakukan transaksi, aset kripto dibuat dari sistem komputasi dan terdesentralisasi yang artinya tidak ada pihak yang dapat mengaturnya. Selain itu, ada salah satu teknologi yang membuat transaksi aset kripto menjadi aman, yaitu blockchain

    Secara sederhana, blockchain merupakan teknologi yang terdiri dari blok dan berfungsi untuk mencatat setiap transaksi yang dilakukan oleh pengguna aset kripto. Masing-masing blok tersebut saling terkait melalui kriptografi dan membentuk jaringan yang tidak dapat diubah maupun dihapus (immutable).

    Konsep desentralisasi yang telah disebut di atas juga membuat transaksi bitcoin semakin aman, karena informasi transaksi akan disimpan di banyak tempat dan tidak membutuhkan pihak ketiga. Apabila seseorang ingin membobol aset kripto, berarti Ia harus membobol setidaknya kurang lebih 1 juta komputer pengguna yang bekerja sebagai miner (penambang).

    Mata Uang Digital yang Populer di Indonesia

    Setelah mengetahui cara kerja aset kripto, yuk, simak mata uang digital yang populer di Indonesia beberapa waktu belakangan ini!

    Memasuki tahun 2021, banyak ahli mengatakan BTC akan memiliki masa depan yang cerah. Bagaimana tidak, BTC berhasil bertengger di harga $47,066 USD dengan nilai rupiah sebesar Rp 659 juta per btc pada 9 Februari 2020. Padahal Juli 2020 BTC berada di level harga $11,200 atau setara dengan Rp 162 juta.

    Kenaikan BTC yang sangat fantastis terjadi sehari setelah Tesla, perusahaan mobil asal Amerika Serikat yang dipimpin oleh Elon Musk membeli BTC senilai 1,5 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 21 Triliun. Karena itulah, BTC menjadi buah bibir warganet dan menjadi trending topic di Twitter.

    Meskipun sempat mengalami penurunan harga, dua bulan setelah pembelian dalam jumlah masif oleh Tesla, BTC berada di level $58,644.49 atau 850 juta rupiah. 

    Koin dengan logo Shiba Inu ini diciptakan oleh dua orang yang ingin mengubah stigma serius dari aset kripto, yaitu Jackson Palmer dan Billy Markus. Popularitas DOGE dimulai pada Juli 2020 lalu melalui unggahan tiktok dari akun “Jamezg97”. Hanya dalam sehari saja,  DOGE menguat dari harga 33 rupiah menjadi 61 rupiah.

    Sempat berada di harga stagnan, 9 Februari 2021 DOGE meroket hingga mencapai harga 1.143 rupiah. Melesatnya harga DOGE tersebut juga diakibatkan oleh melonjaknya harga BTC setelah pembelian oleh Tesla dalam jumlah besar.

    Dikarenakan jumlah koin yang beredar relatif banyak, ETH memiliki tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Mengikuti jejak BTC, harga ETH juga meroket. 6 Desember 2020 lalu ETH berada di level $590.89 atau setara dengan 8 juta rupiah. 

    Empat bulan berselang atau 6 April 2020, ETH berhasil menyentuh di harga $2,120.60 atau 30 juta rupiah. Hal itu membuat segelintir masyarakat membicarakannya dan mencoba untuk terjun langsung dalam dunia investasi aset kripto.

    BNB merupakan aset kripto yang diterbitkan oleh Binance Exchange dan diluncurkan sebagai token ERC-20 yang berjalan di jaringan ethereum. Pada awal perkembangannya, BNB hanya diperuntukkan untuk biaya perdagangan, biaya pencatatan, biaya pertukaran, dan biaya lainnya pada Binance Exchange.

    Perkembangan harga yang pesat menjadikan BNB berada di peringkat #3 setelah BTC dan ETH. Menurut Coinmarketcap, per hari Rabu (07/03/2021), BNB berada di level harga $405.44 atau setara dengan 5,8 juta rupiah. BNB termasuk koin yang banyak dicari masyarakat karena memiliki likuiditas yang baik.

    Toko Token (TKO)

    TKO merupakan proyek aset kripto lokal pertama di Indonesia yang menghadirkan model token hybrid unik dengan utilitas Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi) yang telah diluncurkan awal April 2021 kemarin.

    Proyek ini didukung langsung oleh Binance sehingga menjadikan TKO sebagai salah satu mata uang digital yang populer di Indonesia. Yang lebih mengejutkan, TKO bahkan mengalami kenaikan lebih dari 3000% dalam 30 menit pertama pada saat listing di Tokocrypto. Wow!

    Gimana, tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang TKO? Simak informasi terbaru kami di instagram TKO dan dapatkan TKO di sini!! Salam to the Moon!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kelas Kripto: Memahami Perbedaan Koin dan Token

    Aset kripto bukanlah istilah yang baru untuk saat ini. Namun, masih ada satu kesalahan umum yang sering terjadi di masyarakat, yaitu salah menyebutkan koin atau token kripto.

    Pada dasarnya, baik koin kripto dan token adalah sama. Tetapi keduanya adalah dua hal yang berbeda. Semua koin adalah token, tapi tidak semua token dianggap koin.

    Menariknya, banyak investor yang tidak tahu apakah mereka membeli token atau koin kripto. Perbedaan utama antara keduannya hanyalah berdasarkan kegunaan atau utilitasnya.

    Mari kita bahas beberapa perbedaan paling signifikan antara token dan koin, jadi kamu akan tahu persis apa yang dimaksud token dan koin kripto, agar tidak bingung lagi.

    Apa itu altcoin seasons
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Kementerian Malaysia Usulkan Kripto Jadi Alat Pembayaran yang Sah

    Apa itu Koin?

    Ketika Bitcoin pertama kali keluar, itu menetapkan standar untuk apa artinya menjadi koin. Ada kualitas yang jelas yang membedakan koin kripto dari token, yang mirip dengan mata uang fiat.

    Sebuah koin ditentukan oleh karakteristik berikut:

    Beroperasi pada blockchain sendiri

    Blockchain melacak semua transaksi yang melibatkan koin kripto asli. Saat kamu membayar seseorang dengan Ethereum, tanda terima masuk ke blockchain Ethereum.

    Jika orang yang sama membayar kamu kembali dengan Bitcoin, tanda terima masuk ke blockchain Bitcoin. Setiap transaksi dilindungi oleh enkripsi dan dapat diakses oleh setiap anggota jaringan.

    Bertindak sebagai “uang”

    Bitcoin diciptakan dengan tujuan tunggal untuk menggantikan uang tradisional. Daya tarik paradoks transparansi dan anonimitas mengilhami penciptaan koin lain, termasuk ETH, NEO, dan Litecoin.

    kamu dapat membeli barang dagangan dan layanan dari banyak perusahaan besar saat ini, seperti Amazon, Microsoft, dan Tesla, menggunakan koin kripto. Bitcoin bahkan menjadi mata uang resmi El Salvador bersama dolar AS.

    Dapat ditambang

    Kamu bisa mendapatkan koin kripto dengan dua cara. Salah satunya melalui penambangan tradisional pada sistem Proof of Work. Pemburu Bitcoin menggunakan metode ini untuk meningkatkan penghasilan mereka.

    Masalahnya adalah tidak banyak Bitcoin yang tersisa untuk ditambang, sehingga prosesnya menjadi lebih sulit setiap hari.

    Metode lainnya adalah Proof of Stake, yang merupakan pendekatan yang lebih modern untuk mendapatkan koin. Ini lebih ringan pada konsumsi energi dan lebih mudah dilakukan. Cardano adalah salah satu koin terbesar yang mengadopsi sistem ini.

    investasi kripto
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Vitalik Buterin Jadi Sampul Majalah Time, Netizen: Terlalu Jelek Buat Orang Kaya

    Apa itu Token?

    Tidak seperti koin, token tidak memiliki blockchain. Sebagai gantinya, mereka beroperasi di blockchain koin kripto lainnya, seperti Ethereum. Beberapa token yang paling popular di Ethereum termasuk BAT, BNT, Tether, dan berbagai stablecoin seperti USDC.

    Tergantung smart contract

    Jika transaksi koin kripto ditangani oleh blockchain, maka token bergantung pada smart contract. Ini adalah serangkaian kode yang memfasilitasi perdagangan atau pembayaran antar pengguna.

    Setiap blockchain menggunakan smart contract-nya. Misalnya, Ethereum menggunakan ERC-20 dan NEO menggunakan Nep-5. Token bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

    Contoh yang bagus dari hal tersebut adalah perdagangan NFT (non-fungible token). NFT adalah barang yang unik, jadi perubahan kepemilikan harus ditangani secara manual. NFT mirip dengan token utilitas.

    Token mewakili aset

    Perbedaan penting lainnya antara token dan koin adalah apa yang mereka wakili. Sementara, koin kripto pada dasarnya adalah versi digital dari uang, token dapat mewakili aset. Sederhananya, token mewakili apa yang kamu miliki, sementara koin menunjukkan apa yang mampu dimiliki.

    Kamu dapat membeli token dengan koin, tetapi beberapa token dapat membawa nilai lebih dari yang mana pun. Misalnya, saham perusahaan. Namun, karena biasanya ada batasan di mana Anda dapat membelanjakan token, token tersebut tidak memiliki likuiditas yang ditawarkan koin.

    Token mudah dibuat

    Hal menarik lainnya tentang token adalah betapa mudah membuatnya. Beberapa jaringan seperti Ethereum menyediakan template di mana kamu dapat menandai token sendiri dan memulai perdagangan.

    Hal ini membuat siapa pun yang memiliki sedikit atau tanpa pengetahuan teknis tentang industri kripto bisa menjadi pembuat pasar. Kamu akan menemukan aktivitas yang tinggi dari jenis token di bursa yang terdesentralisasi, seperti Uniswap.

    Kesimpulan Koin dan Token

    Perbedaan antara koin dan token tidak terlalu jauh tetapi orang harus tahu bahwa keduanya tidak sama. Sebagai investor, koin mewakili teknologi yang ingin dipecahkan oleh blockchain, sedangkan token memiliki beragam kasus penggunaan yang harus dipelajari secara individual.

    Pakar pasar mengatakan bahwa jika seorang investor ingin membeli suatu produk, koin adalah yang terbaik dan jika itu adalah layanan, maka token utilitas dapat digunakan.

    Baca juga: Pedagang Aset Kripto Siap Sambut Hadirnya Bursa Kripto di Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alasan Kripto ‘Koin China’ Filecoin hingga VeChain Hasilkan Untung Besar

    Aset kripto yang dilabeli sebagai ‘koin China,’ seperti Filecoin (FIL), NEO, Conflux (CFX), VeChain (VET), dan Qtum (QTUM) tengah mendapatkan keuntungan yang besar dalam beberapa hari terakhir. Narasi kenaikan harga sejumlah aset kripto tersebut mendapatkan momentum setelah pengumuman Hong Kong yang melegalkan perdagangan kripto efektif 1 Juni 2023.

    Koin China yang langsung mendapat keuntungan dua digit selama seminggu terakhir antara lain Filecoin, NEO, Conflux, VeChain, Qtum. Analis kripto optimis akan adanya reli harga besar-besaran dalam sejumlah aset kripto tersebut.

    Dalam beberapa hari terakhir, semakin banyak ahli kripto di Twitter memperkirakan “Pompa Koin China” akan masuk. Sebagian besar, ini disebabkan oleh kemudahan regulasi di Hong Kong dan prospek pelonggaran di Negeri Tirai Bambu.

    Sentimen Positif

    Ilustrasi aset kripto.
    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Prediksi Harga Polygon (MATIC) Jelang Rilis Beta Mainnet zkEVM

    Pengumuman Hong Kong baru-baru ini yang melegalkan perdagangan kripto untuk penduduknya memicu sentimen bullish dalam komunitas kripto yang memunculkan narasi “China.” Narasi tersebut semakin meningkat selama beberapa minggu terakhir ketika para analis dan influencer kripto men-tweet tentangnya dan membagikan daftar pantauan koin China untuk para traders.

    Menurut laporan, Hong Kong bakal mengatur secara resmi membuat pembelian, penjualan, dan perdagangan kripto sepenuhnya legal untuk semua penduduknya mulai 1 Juni 2023. Pengumuman tersebut telah memicu reli dalam “narasi China” telah meningkat dalam seminggu terakhir.

    Selain rencana Hong Kong, para ahli kripto di Twitter telah memperhatikan bahwa suntikan likuiditas besar-besaran oleh People’s Bank of China (PBoC) bertepatan dengan peningkatan kapitalisasi pasar kripto. Seorang analis berpendapat bahwa narasi pelonggaran China itu nyata dan bank sentral meningkatkan suntikan likuiditasnya pada Februari 2023.

    Karena langkah PBoC ini biasanya diikuti oleh lonjakan harga aset kripto, para ahli bullish pada koin China dan kelanjutan dari tren naik mereka dalam jangka pendek.

    Daftar Koin China

    Daftar aset kripto yang dilabeli 'koin China' sedang masuk fase bullish. Sumber: Miles Duetscher.
    Daftar aset kripto yang dilabeli ‘koin China’ sedang masuk fase bullish. Sumber: Miles Duetscher.

    Baca juga: Fresh Graduate Harus Tahu Skill Paling Dibutuhkan di Industri Blockchain

    Miles Duetscher, seorang analis dan traders kripto membagikan daftar koin China di atas. Pakar percaya bahwa narasi China akan tetap ada dan pemegang token dapat mengharapkan keuntungan lebih lanjut hingga Juni 2023.

    Seperti yang terlihat pada daftar di atas, koin China di 100 aset kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, Filecoin (FIL), VeChain (VET), Neo (NEO) dan Conflux (CFX) telah menghasilkan 76,45%, 26,54%, 29,50% dan 310,15% keuntungan bagi pemegangnya masing-masing.

    Narasi China adalah faktor kunci yang mendorong reli harga besar-besaran di token ini, selain alfa dari pembuat konten China dan pengembangan di masing-masing proyek kripto.

    Pelaku pasar sangat menyukai narasi pada tahun 2023, setelah narasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) yang terinspirasi oleh ChatGPT, dan narasi Metaverse yang terinspirasi oleh laporan pendapatan Meta dan dedikasinya untuk membangun metaverse kripto, narasi China menjadi semakin populer di kalangan traders.

    Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Teknik dan Cara Menghindari Scam Pump and Dump Crypto

    Dalam trading, terdapat istilah “pump and dump crypto”, yaitu kegiatan yang dilakukan untuk melambungkan harga suatu aset kripto, untuk kemudian dihempaskan dan kembali berharga rendah. Namun, strategi ini seringkali disalahgunakan dan membawa malapetaka bagi trader dan investor biasa. Kok bisa? Berikut informasi selengkapnya!

    Apa Itu Pump and Dump Crypto? 

    Nah, meskipun strategi ini sudah marak disalahgunakan dan menjadi suatu scam, perlu diketahui mengenai pengertian dan cara kerjanya agar bisa lebih mudah dikenali ketika sewaktu-waktu terjadi di pasar.

    Sesuai dengan namanya, pump and dump merupakan strategi trading yang mencakup kegiatan pump dan dump terhadap suatu aset kripto. Pump berarti kegiatan membeli suatu aset kripto secara besar-besaran, dengan tujuan mendorong peningkatan harga dan permintaan. Sesaat harganya sudah naik dan menarik banyak pembeli, dilakukan dump, yang artinya menjual kembali aset dalam jumlah besar dan membuat harganya menjadi anjlok.

    Bagaimana cara kerja pump and Dump crypto?

    Nah, biasanya, strategi ini dilakukan oleh sekelompok orang yang cukup berperan di pasar. Kegiatan pump and dump pun biasanya tidak memakan banyak waktu, hanya dalam hitungan menit bahkan detik. Sehingga, sulit bagi trader berskala kecil untuk keluar jika sudah terperangkap dalam jebakan scam tersebut.

    Pump and dump sendiri juga memiliki cara kerja yang terstruktur, lho. Pasalnya, para individu terbiasa untuk saling berkelompok dan berdiskusi untuk merencanakan aksi tersebut dari jauh-jauh hari. Mereka, yang dikenal dengan sebutan scammers, mulai mengumpulkan aset kripto saat masih bervolume rendah alias pump. Setelah cukup banyak aset yang telah dikumpulkan, mereka menentukan “tanggal main” untuk melakukan aksi lanjutan yaitu dump.

    Sedikit atau banyaknya aset yang ditimbun dapat dilihat melalui pergerakan harga aset itu sendiri, nih. Ketika harga aset tersebut melonjak drastis dan banyak menarik investor lain untuk ikut membeli, maka saat itulah para scammers bisa memulai aksi dump. Secara perlahan, scammers mulai menjual kembali aset tersebut, yang membuat harga terjun bebas dan kondisi pasar menjadi kacau.

    Contoh Kasus Pump and Dump

    Dikarenakan pump and dump dianggap sebagai strategi yang bisa dilakukan untuk mengeruk keuntungan, strategi ini justru semakin sering disalahgunakan oleh para oknum di pasar aset kripto, lho. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keuntungan yang dihasilkan setelah melakukan pump and dump ini sangat besar, tetapi aksi ini juga memberikan dampak buruk bagi trader dan investor berskala kecil.

    Hal ini disebabkan karena masih banyak trader pendatang baru yang masih minim pengalaman dan informasi, sehingga tidak sedikit yang ikut terjebak dalam ombak scam pump and dump ini. Sebagai contoh yang baru-baru ini terjadi, yaitu scam yang melibatkan beberapa influencer dari dunia esports dan menyebabkan mereka dikeluarkan dari organisasi yang menaungi mereka.

    Dilansir dari The Motley Fool, beberapa anggota dari FaZe Clan, sebuah organisasi besar yang bergerak di bidang esports asal Amerika Serikat, tertangkap basah ikut serta dalam aksi scam pump and dump pada Juli 2021. Mereka mempromosikan suatu aset kripto baru bernama SaveTheKids, yang bertujuan untuk membantu anak-anak telantar di dunia. 

    Promosi ini tentunya membuahkan hasil, karena telah sukses menarik banyak pembeli dan membuat harganya menjadi meningkat. Setelah itu, pihak yang terlibat di balik token, termasuk para influencer, langsung menjual seluruh aset yang dimiliki. Alih-alih menyisihkan keuntungannya untuk membantu anak-anak telantar, mereka justru kabur dengan membawa sejumlah hasil penjualan dan membuat token tersebut tak ada nilainya. 

    Mekanisme inilah yang sedang marak digunakan oleh para oknum untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri tanpa memedulikan trader lain yang juga berada di pasar. Oleh karena itu, para trader dan investor harus lebih berhati-hati akan pergerakan pasar saat aktivitas trading aset kripto berlangsung.

    Cara Menghindari Scam Pump and Dump

    Sebagai trader dan investor aset kripto, tentunya Anda tidak ingin kan pengalaman Anda di dunia aset kripto terganggu dengan adanya scam pump and dump ini? Nah, ada 3 hal yang bisa Anda lakukan dalam menghindari pump and dump agar tidak terjebak dalam kerugian, yaitu:

    1. Jangan FOMO

    Selain untuk menghindari scam pump and dump, cara ini juga dapat membantu Anda untuk lebih mahir dalam trading di pasar aset kripto, lho. Dengan Anda tidak FOMO atau Fear Of Missing Out, maka Anda lebih bertanggung jawab dalam mengambil keputusan saat trading tanpa harus ikut-ikutan dengan trader lain, dan lebih bisa terhindar dari scam termasuk pump and dump.

    2. Selalu Lakukan Riset

    Berhubungan dengan cara sebelumnya, penting juga bagi Anda untuk selalu melakukan riset, ya. Riset yang dilakukan tentunya harus menyeluruh, mulai dari mendalami asal usul penerbit, melihat penawaran yang diberikan, hingga membaca white paper dari aset kripto yang ingin Anda beli. Anda juga bisa membaca informasi yang update dari sumber terpercaya, seperti Tokonews.

    Selain itu, Anda perlu tahu mengenai kondisi aset kripto tersebut di pasar. Jika aset tersebut masih tergolong kecil tetapi digandrungi secara masif dan dadakan oleh para influencer, maka Anda patut berhati-hati dan menahan diri untuk tidak membelinya lebih dulu, sambil melihat perkembangannya dalam beberapa waktu ke depan.

    3. Waspada Saat Initial Coin Offering (ICO)

    Terakhir, Anda perlu menaruh perhatian lebih terhadap proyek aset kripto yang baru di-listing atau dijual di exchange, yang dikenal dengan sebutan Initial Coin Offering (ICO). Pasalnya, para scammers juga kerap kali memanfaatkan momen ini untuk melakukan aksi pump and dump. Terutama saat momen ICO dari proyek kripto yang potensial tetapi skalanya cenderung kecil.

    Baca Juga: Apa itu ICO (Initial Coin Offering)? Dan Bagaimana Cara Kerjanya?

    Hanya dalam hitungan menit bahkan detik, aset trader bisa langsung lenyap jika terjebak dalam scam yang disebabkan oleh pump and dump crypto. Untuk itu, sebelum trading dan investasi aset kripto, pastikan sudah punya persiapan yang matang dan pilih exchange yang resmi terdaftar di BAPPEBTI agar aman, seperti Tokocrypto. Yuk, daftarkan diri dan selesaikan KYC Anda di www.tokocrypto.com sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Fakta Menarik XRP, Aset Kripto Diklaim Paling Moncer untuk Investasi

    Bicara soal aset kripto, salah satu koin yang paling populer saat ini dan menarik dibahas adalah Ripple (XRP). Koin ini dikenal oleh investor sebagai salah satu aset kripto yang stabil pertumbuhannya. Saat artikel ini ditulis, XRP menduduki posisi ke-7 di CoinMarketCap dengan kapitalisasi pasar yang menyentuh US$ 39,3 miliar.

    XRP termasuk sebagai salah satu yang paling likuid di antara aset kripto digital lainnya. Pertumbuhannya pun dari tahun ke tahun juga dinilai paling moncer. Misalnya, all-time high pernah terjadi pada 2017 lalu, ia sempat menghebohkan, karena nilainya meroket dari US$ 0,006 jadi US$ 3,84 per keping.

    Selain dipandang menguntungkan, koin XRP punya karakteristik menarik lainnya yang jarang diketahui dan berbeda dengan aset kripto lainnya. Yuk, kita kenal lebih jauh dan tahu fakta dari XRP.

    1. Apa itu XRP dan Bedanya dengan Ripple

    Bagi orang awam sering memandang XRP dan Ripple menjadi satu kesatuan. Padahal, keduanya hal yang berbeda, tetapi sangat terkait satu sama lain. Oleh karena itu, kamu harus memahami keduanya.

    Secara teknis, Ripple adalah platform pembayaran di industri keuangan. Sementara, XRP adalah aset digital yang bekerja secara independen terpisah dari Ripple. Jadi, XRP berperan sebagai jembatan antara berbagai mata uang yang ditransfer pada jaringan Ripple. 

    Awal mula lahirnya Ripple bermula pada 2011, ketika Arthur Britto, Jed McCaleb, dan David Schwartz membentuk tim untuk membuat buku besar XRP (XRP Ledger). XRP Ledger ini adalah blockchain tempat token XRP hidup.

    XRP dirancang sebagai aset kripto open source dan dapat digunakan oleh siapa saja, termasuk Ripple. XRP Ledger berbasis komunitas, yang berarti hanya pengguna yang dapat memutuskan apakah berhasil atau gagal.

    Baca juga: Peter Brandt Memiliki Pandangan Bullish untuk XRP, Bahkan Mencetak ATH Baru

    xrp bullish

    Ilustrasi aset kripto Ripple (XRP).

    1. XRP Dirancang Khusus untuk Percepat Transaksi Perbankan

    Dibanding koin/token aset kripto lain, dari segi tujuan atau use case-nya, XRP salah satu yang paling jelas dan punya prospek baik. Koin ini punya kegunaan untuk menciptakan sistem transfer aset langsung secara real-time yang menawarkan alternatif lebih murah, transparan, dan aman dibandingkan cara transfer pembayaran saat ini.

    Keunggulan XRP dibanding sistem pembayaran lain adalah ia dapat menyelesaikan transaksi dalam 3-5 detik dan dapat menangani 1.500 transaksi per detik yang bisa dilakukan real-time 24/7. Selain itu, XRP terdesentralisasi dengan lebih 140 validator secara global, sehingga dijamin lebih aman dan stabil.

    XRP digadang-gadang bakal menggantikan teknologi keuangan biasa dengan sistem SWIFT yang sejak tahun 1970-an menjadi andalan untuk pengiriman uang lintas negara melalui bank.

    1. XRP Diakui World Economic Forum Bisa Jadi Uang Digital

    Keunggulan lain dari XRP adalah diakui organisasi Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) yang melihatnya relevan sebagai mata uang digital bank sentral (Central Bank Digital Currency/CBDC). 

    Dilaporkan Daily Hodl, WEF mengatakan XRP dianggap sebagai aset kripto yang relevan dalam memfasilitasi CBDC dalam melaksanakan transaksi wholesale, utamanya dalam transaksi intra atau antar layanan pembayaran. Bank sentral di engara manapun dapat memanfaatkan XRP untuk memfasilitasi dan mendukung penggunaan CBDC.

    Beberapa aset digital, seperti Bitcoin, bertujuan untuk menggantikan mata uang yang didukung pemerintah. XRP bekerja dengan mata uang fiat di lebih dari 10 pertukaran digital untuk membantu mentransfer nilai lintas batas dengan cepat dan efisien. XRP tidak dibebankan kurs maupun akun rekening bank.

    Keunggulan transaksi yang dilakukan melalui jaringan ini adalah bisa mengkonversi mata uang fiat menjadi XRP, sebelum kembali dikonversi ke mata uang lainnya. Hal inilah yang membuat biaya transaksi kecil, tetapi prosesnya lebih singkat.

    Baca juga: Ternyata Ini Pemicu XRP Naik 50% Lebih dalam Satu Hari!

    Bitcoin, Ethereum, XRP

    Ilustrasi aset kripto Ripple (XRP).

    1. XRP Jadi Aset Digital yang Ramah Lingkungan

    Jika dibandingkan dengan Bitcoin, XRP dianggap lebih ramah lingkungan. Pasalnya, koin ini bukanlah aset kripto yang ‘ditambang’ layaknya Bitcoin. Sehingga, produksinya pun tidak membutuhkan daya komputasi dan energi listrik yang besar.

    Menurut situs resminya Ripple, jika dibandingkan biaya produksi satu keping Bitcoin setara dengan kebutuhan listrik memberi daya pada 3,67 rumah di Amerika Serikat selama satu hari, maka XRP tidak membutuhkan itu semua.

    Jumlah koin XRP yang beredar adalah 100 miliar koin. Memang, jumlah koin XRP juga lebih banyak beredar dibanding Bitcoin yang hanya 21 juta keping. Angka tersebut tidak akan bertambah maupun berkurang.

    1. XRP adalah Aset Digital yang Paling Terukur

    XRP adalah aset digital tercepat dan paling terukur. Dalam rekam jejaknya selama lima tahun ke belakang, teknologi dan tata kelola koin ini sangat andal sehingga siap untuk penggunaan oleh institusional dan perusahaan. 

    Sejak awal, teknologi blockchain yang digunakan XRP Legder dijalankan tanpa masalah telah teruji selama tujuh tahun. Selain itu, XRP Ledger bisa menangani 1.500 transaksi per detik, sementara Bitcoin hanya dapat memproses hingga tujuh transaksi per detik, yang mana pun dapat memakan waktu lebih dari dua jam untuk diselesaikan.

    Para analis menilai XRP masih bisa dijadikan sebagai instrumen trading yang menarik, karena punya volatilitas yang tinggi. Koin XRP sudah resmi terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Jika kamu tertarik dengan koin XRP bisa trading di Tokocrypto yang sudah listing sejak 2018.

    Ripple (XRP) tersedia di Tokocrypto dan dapat diperdagangkan dengan koin/token lain seperti Bitcoin (BTC), Binance Coin (BNB), Ethereum (ETH), Binance USD (BUSD), USD Tether (USDT) dan IDR. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Fan Token Paling Seksi di Kalangan Komunitas

    Fan token kini mencuri perhatian sebagai bentuk digitalisasi loyalitas komunitas, menghubungkan penggemar dengan klub atau brand lewat voting dan akses eksklusif.

    Merespons fenomena ini, CoinMarketCap mencatat market cap sektor ini mencapai kisaran $273 juta, serta volume 24 jam lebih dari $451 juta.

    Berikut tiga fan token yang tengah trending di pasar dan mencuri sorotan dalam komunitas global:

    1. AS Roma Fan Token (ASR)

    • Harga: $5,79
    • Market Cap: $164 juta
    • Volume 24h: $44 juta
    • Performa 7 hari: +145.91%
      Token resmi dari klub Serie A besar ini dipicu hype terkait voting fans dan event klub. Lonjakan besar menunjukkan antusiasme tinggi menjelang keputusan voting fans ataupun pertandingan besar.

    ASR memperbolehkan pemegang token memberi suara dalam polling eksklusif klub dan tombol kekuasaan digital yang diikuti dengan kontroversi serta reward komunitas.

    2. Santos FC Fan Token (SANTOS)

    • Harga: $2,41
    • Market Cap: $30 juta
    • Volume 24h: $14,5 juta
    • Return 30 hari: +32.4%

    Mewakili klub sepakbola Brasil Santos FC, token ini memberikan insight bahwa fan token bukan monopoli klub besar Eropa—komunitas Amerika Selatan juga kuat membentuk likuiditas tinggi dan volatilitas yang terkelola

    3. OG Fan Token (OG)

    • Harga: $5,20
    • Market Cap: $22,4 juta
    • Volume 24h: $14,6 juta
    • Return 7 hari: +10.8%

    OG adalah fan token yang merepresentasikan komunitas gaming dan esports. Tidak ingin ketinggalan klub bola, token ini menawarkan voting hak dan konten eksklusif bagi fans digital global.

    Baca Juga: FC Barcelona Fan Token (BAR) Naik 3,64% di Tengah Volatilitas Tinggi

    Highlights Ekosistem Fan Token

    Menurut data CoinGecko, total market cap fan token sekitar $259 juta dan volume trading sehari bisa mencapai $361 juta, dengan tren kenaikan mingguan yang kuat di ASR, SANTOS, OG, PSG, BAR, GAL, dan ATM.

    Fan token memberikan akses ke polling keputusan klub, merchandise eksklusif, event VIP, staking token untuk reward NFT, dan fitur komunitas blockchain berbasis Chiliz dan Socios.com.

    Kekuatan & Risiko Fan Token

    Aspek Penjelasan
    Likuiditas & Volatilitas ASR dan OG mencatat volume harian puluhan juta—memberi peluang trading, namun volatilitas tinggi.
    Engagement Digital Riset akademis menunjukkan fan token mampu melibatkan hingga ribuan partisipan per poll (±50% pemegang aktif).
    Event-driven momentum Kenaikan biasanya terjadi menjelang event besar, namun bisa langsung koreksi setelah event selesai: “buy the rumor, sell the news” yang klasik.
    Risiko regulasi & spekulasi Token didorong sentimen fans dan hype klub; jika klub tak aktif, token bisa turun drastis.

    Kenapa Tren Ini Layak Disorot?

    1. Hologram Loyalitas Fans – Fan token menjadikan fans bagian dari suara komunitas: mengubah streaming menjadi suara digital.
    2. Komunitas Internasional vs Lokal – Token seperti OG menandakan fan token tidak hanya eksklusif ke sepak bola Eropa.
    3. Monetisasi Fans Sebagai Model Bisnis – Klub makin melihat token sebagai sumber pendapatan baru, bukan hanya suvenir digital.

    Proyeksi & Outlook

    Engagement fan token bisa bertambah jika banyak klub dan brand entertainment membuat fan token sendiri menggunakan platform seperti Chiliz.

    Event seperti Piala Dunia, turnamen besar, atau pengumuman transfer bisa jadi penggerak harga yang tentunya diiringi koreksi setelah event.

    Token seperti ASR, PSG, BAR, ATM kemungkinan tetap dominan, namun fan token untuk esports seperti OG juga menunjukkan bahwa pasar fan token bisa melebar ke kategori digital-native.

    Baca Juga: AS Roma Fan Token (ASR) Naik 38%, Fan Token Kembali Bergema!

    Fan token kini tidak hanya soal koleksi digital atau cerita fans, namun mereka mengubah fans menjadi bagian dari suara dan keputusan.

    AS Roma (ASR), Santos FC (SANTOS), dan OG adalah contoh paling menonjol soal bagaimana fan token bisa jadi alat interaksi sosial sekaligus instrumen perdagangan.

    Jika kamu seorang trader kreatif atau fans komunitas, fan token bisa membuka pintu baru, tapi dengan risiko spekulatif tinggi.

    Nilai token sangat ditentukan oleh engagement digital dan event spesifik klub/brand.




    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Token Kripto Paling Layak Dibeli Sebelum Agustus 2025

    Di tengah fluktuasi pasar, Cryptonomist menyoroti tiga token kripto unggulan yang dianggap paling siap untuk reli sebelum bulan Juli berakhir.

    Analis Jacob Crypto Bury menyebut ketiganya menawarkan keberpihakan besar terhadap pertumbuhan real-world asset tokenization dan DeFi—dukungan vital di tengah tren Web3 yang terus berkembang.

    Inilah tiga token yang paling layak dibeli sebelum bulan Agustus 2025:

    Blockstreet (BLOCK)

    Mengapa Menarik?
    Blockstreet menonjol sebagai proyek altcoin dengan fundamental kuat dan visi besar untuk menjembatani sistem keuangan tradisional (Wall Street) dengan ekosistem Web3 via inisiatif “USD1 economy”.

    Faktor Pendukung:

    • Tim pengembang berpengalaman dari startup bernilai miliaran.
    • Pasokan token yang cukup terbatas, dengan kapitalisasi pasar sekarang sekitar $51 juta, namun likuiditasnya meningkat seiring visibilitas yang tumbuh menjelang konferensi TOKEN2049 di Singapura.
    • Sentimen bullish tetap tinggi meskipun grafik teknikal menunjukkan pola rising wedge (biasanya dianggap sinyal bearish)—yang berarti momentum sentimen bisa bertahan lebih kuat daripada pola teknikal.

    Jika semua berjalan lancar, Blockstreet berpotensi menciptakan lonjakan harga signifikan sebelum Agustus 2025.

    Bitcoin Hyper (HYPER)

    Fokus dan Inovasi:
    HYPER adalah Layer‑2 rollup pertama untuk Bitcoin, yang dibangun di atas framework Solana Virtual Machine (SVM). Tujuannya: menjadikan BTC lebih cepat, lebih murah, serta lebih fleksibel untuk aplikasi DeFi dan NFT.

    Keunggulan:

    • Early investors bisa mendapatkan APY staking hingga 242%, akses eksklusif ke ekosistem tools, airdrop, dan governance.
    • Pasar presale berkembang pesat, dengan token dimanfaatkan juga untuk staking dan tata kelola jaringan.

    Dengan mode staking yang menguntungkan dan dukungan komunitas Solana, HYPER masuk radar sebagai token infrastruktur kripto terpanas di paruh kedua 2025.

    TOKEN6900 (T6900)

    Mengapa Bisa Besar?
    T6900 adalah meme coin bertema S&P500 yang hadir dengan nilai tambah—capital+fun, namun dengan transparansi tinggi:

    • 80% supply sudah dipresale;
    • Tidak ada minting token tambahan;
    • Dev bag aman di-lock selama 5 tahun.

    Dengan modal rendah (harga presale hanya $0.0067), TOKEN6900 berpotensi menjadi penggerak utama di segmen meme coin 2025, apalagi dengan momentum hype yang masih kuat terhadap token berbasis Solana/ETH.

    Dengan kapitalisasi hanya sekitar $1 juta saat presale, potensi upside-nya luar biasa tinggi jika berjalan lancar.

    Baca Juga: 2 Juta Token Mengalir ke Bursa, Tren Bearish Masih Hantui Pi Network

    Apa Makna Ketiga Proyek Ini untuk Pasar Kripto?

    • Diversifikasi Strategis
      Blockstreet mewakili token utilitas tingkat lanjut (RWA & DeFi), Bitcoin Hyper adalah token Layer‑2 revolusioner untuk Bitcoin, dan TOKEN6900 hadir dari komunitas meme dengan potensi eksplosif. Diversifikasi di ketiga angle ini bisa memberi exposure optimal terhadap tren pasar yang berbeda.
    • Momentum Pasar Memungkinkan Breakout Cepat
      Dengan latar pasar kripto global yang kini mendekati valuasi $4 triliun dan dukungan regulasi seperti GENIUS Act serta ETF yang makin diterima, waktu sangat tepat untuk masuk ke proyek sebelum hype meningkat.
    • High Risk – High Reward
      Meskipun ketiganya masih di tahap awal presale – dengan volatilitas tinggi dan risiko kegagalan produksi jelas ada – namun potensi pengembalian bisa sangat besar.

    Rekomendasi Strategis

    • Untuk Investor Jangka Menengah/Panjang: Blockstreet dan Bitcoin Hyper menyasar sektor infrastruktur yang bisa bertahan dan tumbuh jangka panjang.
    • Untuk Spekulan Jangka Pendek: TOKEN6900 adalah opsi agresif bagi yang siap ambil risiko tinggi demi potensi imbal hasil multiliple traveling.

    Risiko yang Harus Diwaspadai

    • Proyek masih tahap presale, artinya belum ada produk jadi; whitepaper dan roadmap harus dicek secara teliti.
    • Likuiditas awal rendah, risiko memindahkan ke exchange atau dump besar-besaran bisa terjadi saat listing.
    • Regulasi dan legal compliance bisa mengubah prospek proyek dalam waktu singkat.

    Baca Juga: DOGE Tetap Raja Koin Meme, Siap Hadapi Pendatang Baru 2025

    Ketiga token tersebut, Blockstreet (BLOCK), Bitcoin Hyper (HYPER), dan TOKEN6900 (T6900), faktanya menawarkan kombinasi unik antara utilitas, hype, dan potensi pertumbuhan cepat.

    Jika Anda mencari peluang kripto sebelum Agustus 2025, ketiganya layak diperhatikan sebagai early-stage pick dengan potensi keuntungan besar.

    Namun selalu diingat: riset pribadi sangat krusial, dan diversifikasi tetap menjadi kunci agar terhindar dari jebakan hype kosong.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com