Tag: Kolaborasi

  • Tokocrypto dan ASRI Kolaborasi Wujudkan Ekosistem Keuangan Inklusif

    Jakarta – Tokocrypto dan ASRI (A subsidiary of agung sedayu group) jalin kemitraan strategis untuk mempercepat ekosistem keuangan yang inklusif di Indonesia. ASRI menjadi retail group pertama di Indonesia, yang bermitra dan terintegrasi langsung dengan crypto assets exchange untuk menawarkan pelanggan mereka kemampuan berinvestasi aset kripto.

    Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto, mengatakan kemitraan ini memberi berbagai keuntungan untuk para mitra, pengguna aplikasi ASRI Living dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Mereka dapat berkesempatan langsung terlibat, serta memahami industri aset kripto yang terus tumbuh di Indonesia.

    “Kolaborasi dengan ASRI ini bertujuan untuk merangkul masyarakat Indonesia secara keseluruhan agar dapat berperan aktif dalam ekosistem aset kripto. Ini juga bentuk upaya kami untuk mengenalkan dan menumbuhkan industri aset kripto hingga blockchain di Indonesia,” kata Kai.

    Baca Juga Tokocrypto Kampanyekan Edukasi Keamanan, Guna Jaga Data Pengguna

    Kolaborasi Tokocrypto dan ASRI

    Ilustrasi kolaborasi Tokocrypto dan ASRI.

    Kolaborasi Tokocrypto dan ASRI Dorong Percepatan Bisnis Digital

    Alexander H. Kusuma, CEO of ASRI, mengatakan bahwa langkah kolaborasi ini merupakan bentuk strategi sekaligus terobosan yang dilakukan ASRI untuk pengembangan bisnis digital perusahaan. ASRI bisa mengakselerasi strategi bisnis digital perusahaan.

    “ASRI sangat antusias untuk menghadirkan layanan baru ini kepada Penyewa dan Pelanggan kami. Kolaborasi ini benar-benar akan melibatkan generasi baru yang intuitif secara digital dan finansial, sehingga dapat mempertegas penerapan strategi bisnis O2O (online-to-offline).”

    Seluruh mitra dan pengguna aplikasi ASRI Living di Indonesia bisa mendapatkan TKO melalui kerja sama ini. Mereka akan mendapatkan kode voucher, tetapi hanya dapat ditukarkan oleh pengguna baru yang saat ini tidak memiliki akun di Tokocrypto dan terdaftar menggunakan kode referral REPTO.

    Baca Juga Fakta Menarik XRP, Aset Kripto Diklaim Paling Moncer untuk Investasi

    kolaborasi Tokocrypto dan ASRI

    Ilustrasi kolaborasi Tokocrypto dan ASRI.

    Cara Dapat Aset Kripto Gratis Hasil Kolaborasi Tokocrypto dan ASRI

    Setiap pengguna baru harus melewati KYC level 1 untuk mengklaim hadiah. Aplikasi ASRI LIVING dan Tokocrypto tersedia di Google Play Store dan Apple Apps Store. Untuk cara lengkapnya bisa simak di sini.

    Kolaborasi ini sejalan dengan kampanye #1TKO1Indonesia yang dijalankan oleh Tokocrypto, untuk memberikan kesempatan kepada lebih dari 270+ juta orang Indonesia untuk merasakan manfaat, serta inovasi teknologi blockchain. Program ini juga dikhususkan untuk merangkul masyarakat Indonesia agar dapat berperan aktif dalam ekosistem aset kripto.

    Sepanjang tahun 2021, investasi aset kripto terus alami tren peningkatan. Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Kementerian Perdagangan, jumlah investor asel kripto mencapai 9,5 juta investor per Oktober 2021, diyakini akhir tahun telah lebih dari 10 juta.

    Pencapaian itu mengalami pertumbuhan lebih dari 138 persen dari 4 juta investor di tahun 2020 lalu. Soal nilai transaksi aset kripto sampai Juli 2021, telah mencapai Rp 478,5 triliun. Per harinya bisa lebih dari Rp 1,7 triliun. Angka ini tumbuh 636 persen dari Rp 65 triliun di tahun 2020.

    Tercatat mayoritas investor di aset kripto, 40 persen didominasi oleh usia 25-34 tahun. Sementara data internal Tokocrypto, mengungkap secara keseluruhan, 66 persen investor aset kripto di Indonesia berusia 18-34 tahun. Lebih rinci 35 persen (18-24 tahun) dan 31% persen (25-34 tahun). Untuk gender masih didominasi laki-laki, namun persentase perempuan terus meningkat.

    Selengkapnya tentang kolaborasi Tokocrypto dan ASRI dapat dilihat di sini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana dan R3 Berkolaborasi, Buka Era Baru Tokenisasi Aset Dunia Nyata

    Solana kembali menjadi sorotan dalam dunia blockchain setelah menjalin kemitraan strategis dengan R3, perusahaan pengembang teknologi blockchain asal Inggris.

    Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam adopsi blockchain publik oleh institusi keuangan tradisional, dengan tujuan membawa lebih dari $10 miliar aset dunia nyata (Real-World Assets/RWA) ke jaringan Solana.

    Baca Juga: SEC Tunda Keputusan ETF Solana: Apa Dampaknya bagi Pasar Kripto?

    Kemitraan Strategis: R3 dan Solana

    R3, yang dikenal dengan platform blockchain privatnya, Corda, telah lama melayani institusi keuangan besar seperti HSBC, Bank of America, Euroclear, dan Otoritas Moneter Singapura.

    Melalui kemitraan ini, R3 akan mengintegrasikan platform Corda dengan jaringan publik Solana, memungkinkan klien mereka untuk memilih antara menggunakan blockchain privat atau publik sesuai kebutuhan mereka.

    Sebagai bagian dari kesepakatan, Solana Foundation akan melakukan investasi ke R3, dan presidennya, Lily Liu, akan bergabung dalam dewan direksi R3.

    Langkah ini menunjukkan komitmen kedua belah pihak untuk mendorong adopsi blockchain publik dalam sektor keuangan tradisional.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 23 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 23 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Mengapa Solana?

    Solana dipilih oleh R3 setelah evaluasi menyeluruh terhadap protokol terdesentralisasi. Beberapa alasan utama pemilihan ini meliputi:

    • Kecepatan dan Skalabilitas: Solana mampu memproses ribuan transaksi per detik dengan biaya yang sangat rendah.
    • Ekosistem Pengembang yang Kuat: Solana memiliki komunitas pengembang yang aktif dan terus berkembang, mendukung inovasi berkelanjutan.
    • Hubungan dengan Institusi Keuangan: Solana telah bekerja sama dengan institusi keuangan besar seperti BlackRock dan Franklin Templeton dalam proyek tokenisasi aset.

    Implikasi bagi Industri Keuangan

    Tokenisasi aset dunia nyata menawarkan berbagai manfaat bagi industri keuangan, termasuk:

    • Akses Pasar yang Lebih Luas: Investor dapat mengakses berbagai jenis aset dengan lebih mudah dan efisien.
    • Penyelesaian Transaksi yang Lebih Cepat: Blockchain memungkinkan penyelesaian transaksi hampir secara real-time, mengurangi risiko dan meningkatkan efisiensi.
    • Pengurangan Biaya Operasional: Dengan otomatisasi dan transparansi yang ditawarkan oleh blockchain, biaya administrasi dan operasional dapat ditekan.

    Larry Fink, CEO BlackRock, menyebut tokenisasi sebagai “generasi berikutnya” untuk pasar keuangan, menyoroti potensi besar teknologi ini dalam merevolusi cara kerja pasar modal.

    Baca Juga: Solana Terhubung Lintas Rantai dengan Chainlink CCIP

    Masa Depan Tokenisasi dan Blockchain Publik

    Kemitraan antara R3 dan Solana mencerminkan perubahan paradigma dalam industri keuangan, di mana institusi tradisional mulai mengadopsi teknologi blockchain publik untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.

    Dengan lebih dari $10 miliar aset yang akan ditokenisasi melalui kemitraan ini, Solana diposisikan sebagai pemain utama dalam ekosistem tokenisasi aset dunia nyata.

    Langkah ini juga menunjukkan bahwa blockchain publik seperti Solana kini dianggap cukup matang dan aman untuk digunakan dalam operasi keuangan skala besar.

    Sebagai kesimpulan, kolaborasi antara R3 dan Solana menandai tonggak penting dalam evolusi teknologi keuangan, membuka jalan bagi integrasi lebih lanjut antara dunia keuangan tradisional dan inovasi teknologi blockchain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jenna & Kaia Rilis Koleksi Busana Kolaborasi dengan dr. Reisa

    Jakarta

    Jenna & Kaia memperkenalkan koleksi terbaru bertajuk Avery, yang berkolaborasi dengan publik figur inspiratif, dr. Reisa Broto Asmoro. Peluncuran ini menjadi ajang perayaan akan kekuatan, keanggunan, dan nilai-nilai luhur perempuan dalam balutan modest fashion yang elegan.

    Terinspirasi dari makna kata Avery yang melambangkan kebijaksanaan dan kepemimpinan koleksi kolaborasi ini menghadirkan busana dengan siluet tegas, struktur yang kuat, namun tetap memancarkan kelembutan lewat palet warna natural dan detail embellishment yang halus. Setiap potongan busana dirancang untuk merepresentasikan keseimbangan antara ketegasan dan kelembutan, dua karakteristik yang dimiliki setiap perempuan modern.

    “Kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar pakaian. Avery adalah bentuk penghormatan pada perempuan yang menjalani banyak peran dengan penuh dedikasi dan dampak positif,” kata Lira Krisnalisa, Founder sekaligus Creative Chief Officer Jenna & Kaia di Peacock Lounge, Fairmont Hotel Jakarta (16/9/2025).


    Brand Jenna and Kaia menggelar private launching event koleksi terbaru bernama Avery, hasil kolaborasi bersama figur inspiratif, Reisa Broto Asmoro di Peacock Lounge, Fairmont Hotel Jakarta.Brand Jenna and Kaia menggelar private launching event koleksi terbaru bernama Avery, hasil kolaborasi bersama figur inspiratif, Reisa Broto Asmoro di Peacock Lounge, Fairmont Hotel Jakarta. Foto: Gresnia/Wolipop

    Keputusan menggandeng dr. Reisa Broto Asmoro bukan tanpa alasan. Sosoknya yang dikenal sebagai dokter, ibu, public figure, sekaligus advocate untuk kesehatan masyarakat, menjadi cerminan dari perempuan multi-peran.

    “Saya merasa terhormat menjadi bagian dari kolaborasi ini. Sebagai JK Darling, saya memang sudah lama mengenakan Jenna & Kaia. Koleksi mereka selalu terasa personal, dibuat dengan hati, dan memiliki pesan kuat. Kolaborasi ini pun terasa sangat otentik karena begitu diluncurkan, langsung sold out,” ungkap dr. Reisa.

    Lebih jauh, ia menekankan pentingnya dressing with confidence. “Ketika kita merasa nyaman dengan apa yang kita pakai, itu akan tercermin dalam perilaku dan hasil kerja kita. Energi positif itu nyata, dan bisa ditularkan melalui busana yang tepat,” tambahnya.

    Jenna & Kaia memperkenalkan koleksi terbaru bertajuk Avery, yang berkolaborasi dengan publik figur inspiratif, dr. Reisa Broto Asmoro.Jenna & Kaia memperkenalkan koleksi terbaru bertajuk Avery, yang berkolaborasi dengan publik figur inspiratif, dr. Reisa Broto Asmoro. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Dalam sesi talkshow intim, dr. Reisa juga mengangkat hubungan erat antara kenyamanan berpakaian dan kesehatan secara keseluruhan. Menurutnya saat mengenakan pakaian yang nyaman dan sesuai dengan kepribadian, hormon bahagia pun ikut terpacu.

    “Ini tidak hanya baik untuk suasana hati, tapi juga berdampak pada kinerja otak dan kesehatan jantung,” ujar dr. Reisa.

    Menurutnya, gaya personal tak harus selalu mengikuti tren. Baginya yang terpenting adalah mengenal diri sendiri.

    “Pakaian bisa fleksibel, bisa di-mix and match sesuai kreativitas, asalkan tetap membuat kita merasa nyaman, percaya diri, dan relevan dengan situasi yang kita hadiri,” katanya.

    Peluncuran Avery tidak hanya menampilkan koleksi utama, tetapi juga memperkenalkan Irina Top Special Edition, yang tersedia secara terbatas melalui sistem pre-order. Acara ini turut dimeriahkan dengan sesi beading Beads of Meaning, talkshow inspiratif, serta dukungan dari berbagai brand ternama seperti Shiseido, Bamed, Trueve, Lacoco, dan Polify.

    Dengan hadirnya Avery Collection, Jenna & Kaia berharap setiap JK Darling dapat menemukan makna baru dalam berpakaian, bukan hanya sebagai ekspresi estetika, namun juga sebagai pernyataan diri, tujuan hidup, dan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

    Seluruh rangkaian Avery Collection ini tersedia di butik resmi Jenna & Kaia maupun platform online wesbite jennaandkaia.

    (gaf/eny)

    Sumber : wolipop.detik.com

    Alhamdulillah muslimah sholihah hijab اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Satria SP
  • Buttonscarves dan Kami. Rilis Koleksi Kolaborasi Tema Pemberdayaan Wanita

    Jakarta

    Dua brand lokal yang populer di kalangan hijabers berkolaborasi dan membuat gebrakan terbaru. Ialah Buttonscarves dan Kami. yang berkolaborasi mengeluarkan koleksi untuk memperdayakan wanita.

    Brand Kami. didirikan oleh Istafiana Candarini, Nadya Karina, dan Afina Candarini pada 2009. Sedangkan CEO dan Founder dari Buttonscarves Linda Anggrea mendirikan brandnya sejak 2016.

    Dalam kehidupan sehari-hari, pemilik kedua brand ini saling dekat dan mengenal satu sama lain. Kerap bertemu, tercetus lah ide untuk berkolaborasi bersama.


    Buttonscarves dan Kami. merilis koleksi yang dinamai Kimmonia Series. Istafiana Candarini atau akrab disapa Irin ini mengungkapkan proses awal koleksi kolaborasinya dengan Linda.

    “Kurang lebih selama dua tahun yang lalu ada percakapan yang membahas tentang kolaborasi. Karena pelanggan setia kita minta kita untuk kolaborasi. Dan kita mengiyakan berkolaborasi,” kata Irin saat konferensi pers Buttonscarves x Kami. Kimmonia Exhibition, Senin (12/2/2024) di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan.

    Kolaborasi Buttonscarves dengan Kami. mengeluarkan koleksi yang mengusung tema women empowerment bertajuk Kimmonia SeriesKolaborasi Buttonscarves dengan Kami. mengeluarkan koleksi yang mengusung tema women empowerment bertajuk Kimmonia Series Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Linda menambahkan koleksi Kimmonia tercetus karena dia, Irin dan founder Buttonscarves serta Kami. lainnya kerap berkolaborasi bukan hanya kali ini saja. Persaingan sehat terjadi dan mereka tak takut untuk bertukar pikiran mengenai industri modest fashion.

    “Walau pun toko kita sebelahan, kita saling tukar pikiran dan bertanya tahun depan membahas tren misalnya. Saling improve supplier dan lain-lain,” kata Linda.

    Nadya Karina atau biasa dipanggil Karin yang merupakan creative director Kami. lebih lanjut menjelaskan arti dari Kimmonia yang merupakan nama koleksi kolaborasi dengan Buttonscarves. Kimmonia sendiri berarti perempuan hebat.

    “Kita pilih karena isinya di Buttonscarves dan Kami. itu perempuan semua yang sama-sama seumuran juga. Background kehidupannya sama, bisnisnya sama dan itu kenapa kita pilih nama Kimmonia,” ujarnya.

    Dalam mewujudkan koleksi kolaborasi, membutuhkan proses yang panjang. Karin mengaku banyak belajar lagi tentang kolaborasi.

    “Karena kita kepengen hasil produknya maksimal dan karakter keduanya benar-benar kelihatan. Alhamdulillah teasernya benar-benar antusias kita keluar karakternya,” jelas Karin.

    Kolaborasi Buttonscarves dengan Kami. mengeluarkan koleksi yang mengusung tema women empowerment bertajuk Kimmonia SeriesKolaborasi Buttonscarves dengan Kami. mengeluarkan koleksi yang mengusung tema women empowerment bertajuk Kimmonia Series. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Linda yang merupakan ibu dari empat orang anak ini koleksi kolaborasi ini didominasi motif Kami., sedangkan lay out busana dan hijabnya Buttonscarves. Mereka pun menggabungkan dua logo brand sebagai motif hijab monogram.

    “Karena ada yang mau versinya masing-masing walau berbeda tetap satu. Kenapa tidak berkolaborasi pattern yang dilebur menjadi satu,” jelasnya.

    Irin menambahkan menggabungkan dua DNA brand tidaklah mudah. Ada beberapa ide yang tak bisa diwujudkan bersama.

    “Kalau tantangannya sendiri waktu itu yang nggak jadi itu ada bros. Akhirnya fokus yang mau kita buat sekarang membawa kilas balik Jemima Series akhirnya lebih fresh,” ungkap Irin.

    Salah satu hal menarik dari koleksi kolaborasi ini terdapat elemen kaktus, lilac series dari Buttonscarves dan Jemina Series dari Kami. Ada emblem atau logo hijab dari masing-masing brand yang bisa dibolak-balik.

    Koleksi Kimmonia yang merupakan kolaborasi Buttonscarves dan Kami. ini terdiri dari hijab, busana mulai dari atasan hingga dress serta baju untuk pria dan anak-anak. Harga hijab dibanderol Rp 425 Ribu dan busananya Rp 1,5 Juta.

    Kolaborasi Buttonscarves dengan Kami. mengeluarkan koleksi yang mengusung tema women empowerment bertajuk Kimmonia SeriesKolaborasi Buttonscarves dengan Kami. mengeluarkan koleksi yang mengusung tema women empowerment bertajuk Kimmonia Series. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Tak hanya koleksi hijab, kolaborasi dua brand lokal ini juga mengeluarkan tote bag untuk melengkapi kebutuhan wanita. Untuk koleksi tas ini kata Linda, dia dan tim Kami. juga mencari titik temu untuk tetap mempertahankan dua DNA dari masing-masing brand.

    “Akhirnya ciri khasnya key chain yang bisa dilepas pasang pada tote bag. Sisi depan belakangnya ada logo Buttonscarves dan Kami. koleksi ini juga tersedia untuk pria dan anak-anak,” ujar Linda.

    Irin menegaskan koleksi kolaborasi ini didedikasikan sebagai lambang persahabatan antar kedua brand. Linda menambahkan, mereka juga ingin memberikan contoh kepada pelaku industri untuk bisa mendukung satu sama lain.

    “Di Malaysia itu masih jarang antar lintas modest brand bisa berkolaborasi. Karena berkolaborasi itu ada nilai baik yang lebih banyak. Ada sesuatu hal baru yang didapatkan. Semakin sadar bahwa banyak hal yang bisa improve satu sama lain,” kata Linda.

    (gaf/eny)

    Sumber : wolipop.detik.com

    Alhamdulillah muslimah sholihah hijab اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Satria SP