Tag: kolektor

  • Inilah 8 Istilah NFT yang Wajib Anda Ketahui dan Pahami

    Setelah aset kripto semakin lazim dikenal masyarakat, sekarang saatnya bagi NFT untuk memancarkan sinarnya. Sebagai topik bahasan yang relatif baru, banyak istilah NFT yang harus diketahui oleh masyarakat pada umumnya maupun kreator serta kolektor yang ingin terjun ke dalam ekosistem tersebut.

    Tambah Pengetahuan dengan Komunitas NFT

    Bagi para kreator dan kolektor yang ingin terjun ke dalam dunia NFT tapi bingung harus mulai dari mana, Anda bisa bergabung dengan komunitas NFT yang tersebar di luar sana. Biasanya, komunitas NFT bisa Anda temukan dengan mudah di Twitter, Discord, Telegram, dan Clubhouse.

    Selain itu, dengan bergabung di komunitas, Anda bisa mengetahui dan mempelajari istilah-istilah NFT yang tentunya cukup terdengar asing di telinga. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah memahami tren dan update terkini seputar NFT tanpa loading terlalu lama.

    Baca Juga: Wow, Ternyata Inilah Penyebab NFT Semakin Booming!

    Istilah NFT yang Wajib Diketahui 

    Nah, berikut terdapat beberapa istilah dalam NFT yang wajib Anda pelajari, antara lain:

    1. Mint

    Mint yang satu ini bukan rasa es krim, ya! Mint dalam dunia NFT diartikan sebagai  kegiatan meng-upload karya seni digital NFT ke dalam sistem blockchain

    2. DYOR

    Merupakan singkatan dari Do Your Own Research, DYOR adalah di saat Anda harus melakukan riset terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Dengan begitu, risiko mengalami kerugian akan berkurang karena Anda tidak menelan perkataan orang mentah-mentah.

    3. Floor Price

    Floor price adalah harga jual terendah suatu NFT pada marketplace dan bukan termasuk harga rata-rata suatu item. Selain itu, floor price otomatis diperbarui secara real-time oleh sistem.

    4. Gas Fee

    Gas fee merupakan biaya yang harus dikeluarkan oleh user ketika Ia sedang melakukan transaksi atau membuat kontrak baru pada sistem blockchain. Satuan gas fee dalam blockchain disebut Gwei.

    Pada blockchain Ethereum, 1 Gwei sama dengan 0,000000001 ETH. Lain halnya pada blockchain Binance Smart Cain (BSC), 1 Gwei sama dengan 0.000000001 BNB. Penyebutan

    Berbicara nominal, gas fee memiliki nominal yang tidak menentu karena di setiap NFT  marketplace memiliki besaran yang berbeda. Selain itu, gas fee juga berlaku saat Anda melakukan minting NFT, karena NFT juga dapat berjalan pada beberapa sistem blockchain, seperti BSC dan Ethereum.

    5. OG

    OG adalah singkatan dari Original Gangster yang merujuk kepada orang-orang yang telah berkecimpung lebih dahulu pada sebuah komunitas, termasuk komunitas NFT. Bisa dibilang, OG adalah orang yang sudah memiliki banyak pengalaman dan ilmu seputar dunia NFT.

    6. WAGMI

    WAGMI atau We All Gonna Make It merupakan perasaan senang yang ditunjukkan seseorang apabila ada orang lain yang mulai paham mengenai dunia NFT dan membeli seni digital NFT.

    7. NGMI

    Merupakan kependekan dari Not Gonna Make It, istilah ini merujuk kepada perasaan menyesal khususnya bagi seseorang yang sudah telanjur mengambil keputusan yang kurang tepat.

    8. FOMO

    Istilah ini bisa dibilang yang paling sering didengar. Yes, FOMO adalah Fear of Missing Out, di mana merujuk kepada perasaan cemas yang dimiliki seseorang akibat ketinggalan suatu tren. 

    Dalam ranah NFT, bisa saja kolektor membeli seni digital NFT dengan terburu-buru karena takut ketinggalan tren. Hal ini dapat merugikan kolektor karena tidak mengambil keputusan dengan matang. Oleh sebab itu, selalu pikirkan keputusan dengan matang dan jangan terburu-buru, ya!

    Itulah 8 istilah dalam NFT yang sering Anda temui pada komunitas NFT maupun media sosial. Jangan ragu untuk mempelajari dan berdiskusi dengan para kreator atau kolektor NFT lainnya, ya! Nah, bagi Anda yang ingin memamerkan seni digital NFT ataupun ingin membelinya, segera bergabung dengan TokoMall, yuk!  



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perbedaan Mengoleksi Seni Konvensional dan Seni Digital NFT

    Pandemi COVID-19 tidak hanya mengubah sektor perekonomian, bidang kesenian pun mengalami perubahan dari segi profil penikmatnya. Dilansir dari Medcom, awalnya kolektor seni didominasi oleh masyarakat yang berusia 60 tahun ke atas. Sedangkan saat pandemi melanda, kolektor seni banyak datang dari kalangan berusia 40 tahun. Tidak hanya itu, pandemi juga memberi kesempatan bagi para kolektor melalui seni digital NFT.

    Beberapa Alasan Orang Mengoleksi Seni

    Pada umumnya, para kolektor memiliki kepentingan yang berbeda-beda dalam mengoleksi karya seni, beberapa di antaranya terangkum dalam dua poin berikut:

    Bisa dibilang poin pertama ini adalah alasan terbanyak dari para kolektor. Punya hobi dalam mengoleksi barang dan seni mampu memberikan kepuasan batin tersendiri. Semasa hidupnya, seseorang memiliki kebutuhan untuk mengekspresikan diri melalui berbagai hal yang disenanginya, salah satunya dengan mengoleksi karya seni dan barang unik.

    Dari segi psikologis dan emosional, kegiatan mengoleksi karya seni dan barang ini mampu memberikan rasa nyaman. Makanya, tidak heran kalau di luar sana banyak para kolektor yang mengoleksi berbagai hal unik, seperti action figure, miniatur, lukisan, hingga barang pecah belah.

    • Melatih Kemampuan Finansial

    Selain bertujuan untuk memberi kepuasan batin, mengoleksi barang dapat melatih kemampuan seseorang dalam mengalokasikan keuangannya.

    Kok bisa?

    Yep. Selain berlandaskan hobi, tidak jarang kolektor menjadikan barang kumpulan mereka sebagai alat investasi. Para kolektor percaya bahwa barang yang dikoleksinya memiliki prospek harga yang sangat baik di masa depan, terlebih untuk barang antik dan barang dengan edisi terbatas (limited edition).

    Sebelum pandemi COVID-19, banyak pameran karya seni yang dapat dikunjungi oleh masyarakat umum maupun kolektor. Akan tetapi, keadaan memaksa para seniman untuk mengubah cara dalam memamerkan karyanya. Salah satu terobosan dalam bidang seni yang menjadi angin segar bagi seniman maupun kolektor adalah hadirnya seni digital NFT.

    Perbedaan Mengoleksi Seni Konvensional dan NFT

    Ketika NFT hadir, banyak kolektor yang memanfaatkan momentum ini untuk menyalurkan hobinya dengan berselancar ke dalam sistem blockchain dan membeli karya seni digital NFT.

    Lantas, apa perbedaan dari mengoleksi karya seni konvensional dengan seni digital NFT?

    Nah, berikut jawaban yang sudah kami siapkan untuk Anda:

    Karya seni konvensional pada umumnya berkarakteristik 2 dimensi dan 3 dimensi. Bentuk fisik karya seni yang dapat digenggam, dibawa, dan diletakan bisa memengaruhi keamanan dan ketahanan karya seni itu sendiri.

    Karya seni konvensional memiliki risiko kerusakan fisik dan pencurian lebih tinggi, terlebih apabila karya seni tersebut memiliki nilai fantastis. 

    Hal ini berbeda dengan NFT, di mana semua karya seni digital NFT disimpan di dalam sistem blockchain yang memiliki standar keamanan tinggi karena setiap transaksi akan tercatat dan terverifikasi oleh semua pengguna dalam blockchain. Selain itu, seni digital pada NFT sudah secara otomatis dilengkapi oleh kode unik, sehingga terjaga keasliannya.

    Banyak kolektor di luar sana yang rela merogoh kocek untuk mengunjungi berbagai pameran seni di luar negeri. Belum lagi pameran seni sering diadakan saat peak season di mana turis banyak berdatangan membuat biaya akomodasi seperti pesawat dan penginapan semakin membengkak.

    Jika berbicara dari segi biaya, seni digital NFT mampu mengikis biaya tambahan seperti akomodasi. Ini dikarenakan Anda bisa membeli dan mengoleksi seni digital NFT yang tersedia dalam marketplace hanya dengan bermodalkan smartphone maupun laptop kesayangan. 

    Pada umumnya sebuah pameran seni berlangsung dengan periode waktu tertentu. Bagi kolektor yang memiliki kesibukan lain tentu menjadi penghambat, karena para kolektor bisa kehilangan kesempatan untuk memiliki karya seni yang bernilai.

    Tentu hal di atas dapat diminimalisir dengan kehadiran seni digital NFT, karena kolektor bisa mengakses marketplace NFT kapanpun dan di manapun selama 24/7. Hal ini bisa menjadi solusi bagi kolektor yang tidak ingin ketinggalan berbagai seni digital NFT yang potensial.

    Melihat beberapa poin di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kehadiran seni digital NFT tidak hanya dapat memberikan solusi bagi kolektor, tetapi juga bagi para seniman dan kreator yang terdampak karena pandemi COVID-19. 

    Bagi Anda yang ingin membeli seni digital NFT, kini Tokocrypto menghadirkan Tokomall yang dapat menjawab kebutuhan para kolektor. Kunjungi https://mall.tokoscape.com/ dan segera dapatkan seni digital NFT favorit Anda!



    Sumber : news.tokocrypto.com