Tag: kolesterol

  • Seberapa Efektif Diet dengan Telur Rebus? Begini Kata Pakar


    Jakarta

    Telur rebus merupakan salah satu menu yang kerap dikonsumsi saat diet, yang sering disebut diet telur rebus. Selama diet, makanan utama yang dikonsumsi adalah telur rebus.

    Biasanya, dalam sehari seseorang bisa makan 2-3 butir telur. Lantas, bagaimana cara kerjanya?

    Dikutip dari Everyday Health, ada beberapa versi diet telur rebus. Diet yang paling umum yakni:


    • Sarapan dengan dua butir telur dan satu potong buah.
    • Selain itu mengkonsumsi sayuran yang rendah karbohidrat atau protein opsional.
    • Makan siang dengan telur atau protein rendah lemak, serta sayuran rendah karbohidrat.
    • Makan malam telur atau protein rendah lemak, dan sayuran rendah karbohidrat.

    Lantas, apakah diet telur rebus efektif?

    Secara keseluruhan, diet ini mengandung makanan sehat, tetapi bukan diet yang seimbang dan sehat. Diet telur rebus sangat ketat, sangat rendah kalori, dan hanya tren sesaat.

    “Saya rasa Anda tidak boleh menjalani diet yang mengharuskan Anda terobsesi dengan satu makanan,” kata Lisa Young, PhD, RDN, penulis Finally Full, Finally Slim yang berbasis di New York City.

    Telur menjadi makanan pokok dalam diet ini. Menurut Dr Young, telur rebus memang sehat, tetapi tidak bisa menjadi satu-satunya makanan utama.

    American Heart Association (AHA) mengatakan bahwa orang yang sehat dapat mengkonsumsi hingga satu butir telur per hari, dan orang yang lebih tua dengan kadar kolesterol yang sehat dapat mengonsumsi dua butir telur.

    “Telur merupakan sarapan yang lezat. Telur rebus adalah camilan yang bergizi, tetapi menurut saya mengonsumsi berbagai jenis makanan merupakan cara makan yang lebih sehat,” sambungnya.

    Menurut Dr Young, hal yang baik tentang telur adalah kandungan proteinnya yang tinggi. Satu butir telur rebus berukuran besar mengandung 78 kalori, 6,3 gram (g) protein, 5,3 g lemak, 0,6 g karbohidrat, dan 0 g serat.

    “Telur merupakan protein lengkap dan mengandung nutrisi seperti vitamin D dan kolin,” terang Amy Shapiro, RD, pendiri dan direktur Real Nutrition di New York City.

    Protein lengkap adalah protein yang mengandung semua asam amino esensial dalam jumlah yang cukup. Kolin merupakan nutrisi yang membantu menghasilkan neurotransmitter yang mengatur memori dan suasana hati, serta berbagai fungsi lainnya.

    “Meskipun satu studi kecil telah mengaitkan sarapan berprotein tinggi yang mengandung telur dengan membantu pelaku diet menurunkan berat badan. Tidak ada yang ajaib tentang telur untuk menurunkan berat badan,” beber Shapiro.

    NEXT: Apakah aman menjalani diet telur rebus?

    Jika memiliki riwayat gangguan makan, diet ketat apapun (termasuk diet telur rebus) tidak cocok. Mereka yang hidup dengan kondisi kesehatan kronis, terutama yang memerlukan pengobatan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum membuat perubahan drastis pada pola makan mereka.

    Di sisi lain, orang yang tidak memiliki riwayat gangguan makan atau kondisi kesehatan saat ini cenderung tidak menghadapi masalah kesehatan, jika mereka melakukan diet telur rebus dalam jangka pendek.

    “Saya menganggap ini sebagai diet karpet merah. Ini hanya sesuatu yang bisa dicoba ketika Anda ingin melihat hasilnya dengan cepat dan Anda tidak keberatan merasa dibatasi untuk waktu yang singkat,” tutur Shapiro.

    Ditambah lagi, masih ada kebingungan tentang apakah telur baik, karena mengandung kolesterol makanan. Setiap telur rebus mengandung 186 mg kolesterol.

    Satu studi menyimpulkan bahwa setiap tambahan 300 mg kolesterol makanan yang dikonsumsi per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian akibat penyebab apapun masing-masing sebesar 17 dan 18 persen.

    (sao/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Terbukti Lewat Studi, Ini 5 Teh yang Ampuh Enyahkan Perut Buncit

    Jakarta

    Teh merupakan salah satu minuman yang populer di dunia karena memiliki beragam manfaat kesehatan. Salah satu manfaat yang bisa diperoleh saat seseorang rutin mengonsumsi teh adalah dapat membantu menurunkan berat badan.

    Dikutip dari Everyday Health, penulis buku “365 Snacks for Every Day of the Year” Sarah Koszyk, RDN mengatakan mengonsumsi teh dapat menghemat beberapa ratus kalori daripada seseorang mengonsumsi minuman berkalori tinggi lain.

    “Teh mengandung katekin, yang dapat meningkatkan metabolisme dengan merangsang tubuh untuk memecah lemak lebih cepat dan membakar lebih banyak kalori,” kata Koszyk.


    Katekin merupakan jenis senyawa tanaman dengan sifat antioksidan yang kuat. Menurut penelitian teh sangat kaya akan empat katekin yakni epicatechin (EC), epigallocatechin (EGC), epicatechin gallate (ECG), and epigallocatechin gallate (EGCG).

    Berikut adalah beberapa jenis teh yang mampu membantu menurunkan berat badan.

    1. Teh Hijau

    Teh hijau merupakan jenis teh yang ringan dan pahit. Menurut beberapa penelitian, teh jenis ini memiliki potensi untuk mendukung berat badan.

    Misalnya, satu penelitian menemukan bahwa mereka yang minum dua cangkir teh hijau per hari selama lebih dari sepuluh tahun memiliki persentase lemak tubuh yang lebih rendah dan pinggang yang lebih kecil daripada mereka yang tidak minum teh hijau secara teratur.

    2. Teh Hitam

    Teh hitam merupakan sumber theaflavin yang lebih baik. Polifenol ini terbentuk saat daun teh hitam dioksidasi. Menurut tinjauan penelitian, polifenol ini dapat memberikan manfaat penurunan berat badan.

    Misalnya, satu penelitian menemukan bahwa pria dan wanita yang minum tiga cangkir teh hitam bubuk per hari mengalami kenaikan berat badan yang lebih sedikit dan lingkar pinggang yang lebih ramping setelah tiga bulan dibandingkan dengan mereka yang tidak minum teh hitam.

    3. Teh Oolong

    Teh oolong mengandung campuran polifenol yang terkandung di teh hijau dan teh hitam yakni katekin (teh hijau) dan theaflavin (teh hitam). Seperti jenis teh lainnya, teh oolong juga mengandung kafein dan dapat meningkatkan penurunan berat badan.

    4. Teh Putih

    Teh putih adalah teh yang paling sedikit diolah dari semua jenis teh, sehingga membuatnya terasa ringan dan lembut. Pengolahan yang minimal juga berarti teh putih mengandung antioksidan anti-inflamasi dan EGCG pembakar lemak dalam jumlah tinggi, menjadikannya minuman yang bermanfaat untuk menurunkan berat badan.

    5. Teh Hibiscus

    Teh ini berasal dari bunga kembang sepatu. Rasanya asam manis mirip seperti cranberry. Teh ini mengandung katekin seperti EGCG dan telah terbukti membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol.

    Dalam sebuah penelitian, orang dewasa yang kelebihan berat badan atau obesitas dan mengonsumsi ekstrak kembang sepatu selama 12 minggu mengalami penurunan berat badan, indeks massa tubuh, lemak tubuh, dan rasio pinggul-pinggang.

    (dpy/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Saran Dokter Gizi agar Body Nggak ‘Lebaran’ di Momen Lebaran


    Jakarta

    Lebaran identik dengan beragam hidangan lezat. Meskipun mengandung gula, lemak, dan garam tinggi, ahli gizi menegaskan bahwa tetap menikmati makanan enak saat hari raya tidak akan merusak diet bagi yang menjalankannya.

    “Sebenarnya, tidak ada satu yang membuat diet menjadi lebih baik atau yang merusak. Jadi gini, mindset-nya diet itukan bukan berarti nggak makan, diet itukan artinya justru pengaturan pola makan,” ungkap spesialis gizi klinik, dr Diana F Suganda, SpGK, M.Kes saat dihubungi detikcom.

    Saat Lebaran, wajar untuk menikmati makanan khas seperti ketupat, opor, kue kering, dan hidangan lainnya. Namun, penting untuk tetap mindful. Artinya, perlu sepenuhnya menyadari makanan yang akan dikonsumsi oleh tubuh.


    “Tetep mindful itu bukan berarti ‘cheating’, kalau cheating kayanya mindsetnya oh bisa bebas nih makan apa aja dan seberapa banyak, banyak-banyak terserah, mungkin makannya apa aja minumnya apa aja, nah nggak bisa,” jelas dr Diana.

    “Nah tetep mindful artinya apa, oke kita tahu sebenarnya seberapa banyak sih yang diperlukan oleh tubuh,” imbuhnya.

    “Tadi kalau misalnya makanan tinggi santan segala macem ya mindful aja, makan sesuai dengan porsi yang tadi tapi ngerasa cukup, ya udah kalau udah siang tadi makan santan dengan ketupat dan sebagainya, ya kalau bisa malem ya bening-bening,” pungkasnya.

    Penting untuk tetap menjaga pola makan dan hindari konsumsi makanan lebaran secara berlebihan. Selain itu juga harus mindful atau memiliki kesadaran penuh terhadap makanan yang akan dikonsumsi oleh tubuh.

    (up/up)



    Sumber : health.detik.com

  • 7 Cara Diet Kolesterol, Daftar Asupan yang Perlu Dikonsumsi dan Dibatasi

    Jakarta

    Diet kolesterol adalah metode hidup sehat dengan menekan kadar zat ini dalam tubuh. Diet juga dilakukan dengan lebih selektif pada asupan yang hendak dikonsumsi.

    Mengutip laman RSUP Dr. Sardjito, diet kolesterol dilakukan untuk menurunkan kadar zat ini dalam darah di atas 250 mg/dl. Diet dilakukan untuk mencegah efek buruk kolesterol bagi tubuh, misal terjadinya gangguan jantung.

    Orang yang memiliki kolesterol tinggi harus memperhatikan makanan yang ingin dikonsumsi. Kadar kolesterol yang tinggi sendiri bisa menyebabkan penyakit stroke atau jantung. Sehingga, diet kolesterol diperlukan.


    7 Cara Diet Kolesterol

    Diet kolesterol bisa dilakukan dengan konsumsi serat, membatasi asupan lemak jenuh, hingga membatasi alkohol. Lemak tetap bisa dikonsumsi namun dengan porsi terkontrol.

    1. Tambahkan Lebih Banyak Serat Larut dalam Makanan

    Mengutip situs Cleveland Clinic, makanan tinggi serat larut membantu mencegah saluran pencernaan menyerap kolesterol. Beberapa contoh makanan ini adalah aneka buah, sayur, dan kacang-kacangan.

    Makanan tersebut membantu menurunkan kadar kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL) dalam darah. Jenis kolesterol ini berisiko menyebabkan obesitas hingga diabetes.

    2. Batasi Asupan Lemak Jenuh

    Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar LDL yang berisiko bagi kesehatan tubuh. Sumber lemak jenuh umumnya ada di protein hewani misal daging merah, unggas, produk susu, dan turunannya.

    Kandungan lemak jenuh juga bisa ditemukan pada makanan yang dipanggang dan digoreng. Konsumsi makanan dengan lemak jenuh perlu dikontrol pada pelaku diet kolesterol.

    3. Hindari Lemak Trans

    Lemak trans adalah jenis kandungan lain yang dapat meningkatkan kadar LDL. Kandungan lemak trans banyak terdapat pada produk olahan misal margarin batangan, kerupuk, dan kentang goreng frozen.

    4. Makan Ikan Tinggi Asam Omega 3

    Makanan ini perlu dikonsumsi untuk membantu meningkatkan kadar kolesterol baik. Mengutip Medlineplus ikan tinggi asam omega 3 bisa melindungi jantung dari pembekuan darah, peradangan, serta mengurangi risiko serangan.

    Beberapa ikan yang merupakan sumber asam lemak omega 3 yang baik di antaranya yaitu salmon, tuna dan makarel. Jenis makanan ini sebaiknya dikonsumsi minimal dua kali seminggu, dengan pengolahan secukupnya.

    5. Batasi Garam

    Jumlah natrium atau garam yang dikonsumsi tidak boleh lebih dari 2.300 mg, Jumlah ini setara dengan kurang lebih satu sendok teh garam dalam sehari. Porsi tersebut mencakup semua garam yang dikonsumsi, baik yang ditaburkan ketika memasak ataupun saat makanan sudah jadi.

    Membatasi asupan garam tidak menurunkan kolesterol, namun menurunkan risiko penyakit jantung dengan membantu menurunkan tekanan darah. Kamu juga bisa mengurangi asupan garam dengan memilih makanan dan bumbu rendah garam.

    6. Batasi Alkohol

    Alkohol meningkatkan jumlah kalori dalam tubuh, yang berdampak pada berat badan. Kondisi ini ini jika terus berlanjut dapat meningkatkan risiko hipertensi, gangguan jantung, dan diabetes.

    7. Konsumsi Makanan Seimbang

    Untuk bisa mendapat kadar kolesterol yang sehat, penting untuk memakan makanan seimbang. Contoh dari makanan seimbang yaitu, buah-buahan, sayuran, biji-bijian, makanan berprotein, susu, dan lemak.

    Pola makan yang kaya dengan buah-buahan dan sayur-sayuran bisa meningkatkan senyawa penurun kolesterol dalam makanan. Senyawa ini disebut sebagai stanol atau sterol tumbuhan yang bekerja seperti serat larut.

    Cara diet kolesterol tentunya bisa dilakukan dengan mudah dan murah. Pilihan menunya juga tidak mahal serta tersedia dalam banyak pilihan. Diet kolesterol dapat dilakukan tiap saat demi menjaga kesehatan.

    (row/row)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Cara Mengatasi Kolesterol Tinggi Usai Kalap Makan Daging di Malam Tahun Baru

    Jakarta

    Acara bakar-bakaran daging atau pesta barbeque di malam tahun baru bisa memicu kolesterol tinggi. Ada banyak cara mengatasi kolesterol tinggi agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan.

    Memang, makan daging di malam tahun baru sah-sah saja. Hanya saja, suasana perayaan tahun baru sering membuat orang-orang ‘kalap’ dan mengonsumsi daging secara berlebihan.

    Padahal, terlalu banyak mengonsumsi daging bisa membuat kadar kolesterol dalam tubuh meningkat. Jika kolesterol terlalu tinggi, maka dapat memicu sejumlah masalah kesehatan, mulai dari darah tinggi hingga serangan jantung.


    Karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi kolesterol tinggi, khususnya bagi orang-orang yang kalap makan daging saat malam tahun baruan. Apa saja tipsnya?

    Cara Mengatasi Kolesterol Tinggi

    1. Batasi Asupan Lemak Jenuh

    Salah satu cara mengatasi kolesterol tinggi usai kalap makan daging tentunya dengan membatasi konsumsi daging selama beberapa hari ke depan. Daging merah, seperti daging sapi dan kambing, merupakan makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi sehingga dapat memicu kenaikan kolesterol.

    Karena itu, jika memang sudah kelewat kalap makan daging saat malam tahun baruan, maka sebisa mungkin batasi konsumsi daging untuk beberapa hari ke depan agar kolesterol dalam tubuh semakin tidak menjadi-jadi. Sebagai alternatif, bisa dengan mengonsumsi daging ikan yang kaya akan protein dan tentunya rendah lemak jenuh.

    Selain daging, jauhi pula makanan lain yang bisa memicu kenaikan kolesterol, seperti kuning telur dan gorengan.

    2. Ganti Minyak Goreng dengan Minyak Zaitun

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, lemak jenuh dapat memicu kenaikan kolesterol dalam tubuh. Salah satu sumber lemak jenuh yang sering dikonsumsi sehari-hari adalah minyak goreng.

    Umumnya, minyak goreng memiliki kadar lemak jenuh yang sangat tinggi. Kandungan lemak inilah yang sebenarnya memberikan rasa pada masakan. Tapi di saat yang sama, lemak dalam minyak goreng juga bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) dalam tubuh.

    Sebagai alternatif, gunakanlah minyak zaitun sebagai pengganti minyak untuk menggoreng. Selain rendah lemak, minyak zaitun juga kaya akan asam oleat, antioksidan, serta polifenol yang dapat membantu mengatasi peradangan dalam tubuh.

    3. Konsumsi Makanan Berserat

    Memperbanyak konsumsi makanan berserat juga menjadi salah satu cara untuk mengatasi kolesterol tinggi usai kalap makan daging. Serat dapat mengikat lemak pada proses pencernaan, sehingga mencegahnya diserap oleh tubuh. Hal ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL, sehingga mencegah kenaikan kolesterol.

    Serat dapat dengan mudah diperoleh dengan mengonsumsi berbagai jenis buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, oatmeal, dan masih banyak lagi.

    4. Setop Merokok

    Merokok memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap kolesterol. Rokok, baik yang biasa maupun elektrik, memiliki kandungan nikotin dan zat-zat kimia lain yang bisa bisa menurunkan kadar kolesterol baik (high-density lipoprotein/HDL), serta meningkatkan kolesterol LDL dalam tubuh. Seiring waktu, hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya peradangan dan penumpukan plak pada pembuluh darah, yang berujung pada kondisi serius seperti serangan jantung atau stroke.

    5. Berolahraga

    Selain untuk menurunkan berat badan, berolahraga juga bermanfaat untuk mengendalikan kadar kolesterol dalam tubuh. Dikutip dari laman Healthline, olahraga dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL, yang mana sangat dibutuhkan tubuh untuk mencegah terjadinya penyempitan pada pembuluh darah.

    Berolahraga pun tidak perlu dengan melakukan latihan yang berat. Cukup dengan berolahraga ringan 30 menit sehari, lima kali dalam seminggu, atau aerobik intens 20 menit sehari, tiga kali seminggu, sudah memberikan dampak yang signifikan dalam menurunkan kolesterol LDL dalam tubuh.

    Simak Video ‘Mitos atau Fakta: Nutrisi Sayur Hilang Bila Dipanaskan’:

    [Gambas:Video 20detik]

    (up/up)



    Sumber : health.detik.com

  • 6 Minuman buat Turunkan Kolesterol Secara Alami, Cocok buat Hidangan Sarapan!


    Jakarta

    Kadar kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko kesehatan yang serius, seperti stroke atau serangan jantung. Tak heran, banyak orang mencari-cari cara untuk menurunkan kadar kolesterol secara alami dalam tubuh.

    Tidak hanya dengan beberapa jenis makanan, sejumllah minuman tertentu dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dengan menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL). Lantas, minuman apa saja sih yang dapat membantu mengontrol kadar kolesterol?

    Dikutip dari Medical News Today, berikut ini adalah 6 minuman yang membantu menurunkan kolesterol dan cocok untuk sarapan.


    1. Teh hijau

    Teh hijau mengandung katekin dan senyawa antioksidan lain yang dapat membantu menurunkan kadar LDL dan kolesterol total.

    Para peneliti dalam studi pada 2020 meneliti efek epigallocatechin gallate (EGCG), antioksidan lain yang bermanfaat dalam teh hijau, pada model manusia, hewan, dan in vitro (di luar organisme hidup).

    Pada model manusia, para peneliti mengaitkan konsumsi teh hijau yang lebih tinggi dengan kadar kolesterol LDL yang lebih rendah. Pada model hewan, EGCG menurunkan tingkat konsentrasi enzim tertentu dan menurunkan kadar kolesterol LDL.

    2. Minuman kedelai

    Kedelai mengandung lemak jenuh yang. Mengganti lemak jenuh dengan produk kedelai dapat membantu mengurangi atau mengelola kadar kolesterol.

    Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan konsumsi 25 gram protein kedelai per hari sebagai bagian dari diet rendah lemak jenuh dan kolesterol untuk membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

    Selain itu, lebih baik mengonsumsi kedelai dalam bentuk utuh dan diproses secara minimal dengan sedikit atau tanpa tambahan gula, garam, dan lemak.

    3. Minuman oat

    Oat mengandung beta-glukan, yang menciptakan zat seperti gel di dalam usus dan berinteraksi dengan garam empedu. Serat larut ini dapat menghambat penyerapan kolesterol dan membantu mengurangi kadar kolesterol.

    Sebuah tinjauan 2018 menunjukkan bahwa minuman oat, seperti susu oat, dapat mengurangi kolesterol yang lebih konsisten daripada produk oat semi-padat atau padat. Segelas susu oat berukuran 250 mL dapat mengandung 1 g beta-glukan.

    4. Jus tomat

    Tomat kaya akan senyawa yang disebut likopen. Senyawa ini dapat meningkatkan kadar lipid dan mengurangi kolesterol LDL.

    Penelitian menunjukkan bahwa mengolah tomat menjadi jus dapat meningkatkan kandungan likopennya. Jus tomat juga kaya akan serat dan niasin yang dapat menurunkan kolesterol.

    Selain itu, sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa jus tomat tawar membantu mengurangi kadar serum kolesterol LDL pada 260 orang dewasa di Jepang dalam setahun.

    5. Smoothies buah beri

    Buah beri kaya akan antioksidan dan serat yang dapat mengurangi kadar kolesterol.

    Secara khusus, antosianin, agen antioksidan dalam buah beri, dapat membantu memperbaiki kadar kolesterol. Buah beri juga rendah kalori dan lemak.

    Untuk membuatnya, blender dua genggam (sekitar 80 gram) buah beri dengan 1/2 cangkir susu rendah lemak atau yogurt dan 1/2 cangkir air dingin.

    Contoh buah beri meliputi:

    • stroberi
    • blueberry
    • blackberry
    • raspberry

    6. Minuman kakao

    Kakao adalah bahan utama dalam cokelat hitam. Kakao mengandung antioksidan yang disebut flavanol yang dapat memperbaiki kadar kolesterol.

    Menurut ulasan tahun 2022, produk kakao dapat mengurangi LDL dan kolesterol total, meskipun mungkin tidak secara signifikan.

    Namun, minuman yang mengandung cokelat olahan dapat mengandung lemak jenuh yang tinggi. Oleh sebab itu, batasi minuman cokelat yang mengandung gula tambahan, garam, dan lemak.

    (vyp/vyp)



    Sumber : health.detik.com

  • Batasi Konsumsinya, 5 Makanan Ini Bisa Tingkatkan Kadar Kolesterol


    Jakarta

    Ketidakseimbangan kolesterol bisa dihindari dengan menjaga pola makan. Salah satunya menghindari sejumlah makanan yang bisa meningkatkan kadar kolesterol secara diam-diam, seperti 5 makanan ini.

    Kolesterol secara alami diproduksi oleh hati, dan bisa ditemukan dalam beberapa makanan, seperti telur, makanan laut, dan daging.

    Dalam jumlah yang sesuai, asupan kolesterol sebenarnya membantu tubuh membangun sel-sel baru agar tubuh berfungsi normal. Kolesterol juga baik untuk kesehatan karena bisa memproduksi vitamin D, sejumlah hormon, dan asam empedu untuk mencerna lemak.


    Namun, jika kadar kolesterol di tubuh berlebihan atau terjadi ketidakseimbangan antara kolesterol baik dan jahat, bisa menyebabkan penyakit serius.

    Kolesterol bisa memengaruhi kesehatan jantung dan arteri. Jika kadar kolesterol LDL (jahat) terlalu tinggi, kolesterol tersebut bisa menumpuk dalam dinding arteri dan membentuk plak. Penumpukan ini mampu menyempitkan dan mengeraskan arteri, dan bisa membatasi aliran darah.

    Akibatnya, jantung berpacu lebih keras dan menyebabkan tekanan darah tinggi hingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Sedangkan kadar kolesterol HDL yang terlalu rendah juga bisa mengkhawatirkan.

    Oleh karena itu, penting untuk menjaga kadar kolesterol seimbang. Caranya dengan menjaga pola makan, termasuk menghindari konsumsi makanan yang bisa meningkatkan kadar kolesterol secara diam-diam.

    Melansir Times of India (22/01/2025), berikut daftarnya.

    1. Daging olahan

    tips membuat sosis panggang ala chef Sulistiyo Suryo NegoroHindari daging olahan seperti sosis yang bisa meningkatkan kolesterol jahat. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Daging olahan, seperti sosis atau bacon memang menjadi makanan yang enak dan praktis dimasak. Sayangnya, makanan-makanan ini bisa mengancam keseimbangan kolesterol.

    Konsumsi daging olahan terlalu sering bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL), yang menyebabkan penumpukan plak dan arteri.

    Di dalam daging olahan juga biasanya terkandung banyak natrium dan pengawet tambahan. Jika dikonsumsi secara berlebihan atau rutin, bisa memengaruhi kesehatan jantung.

    2. Makanan yang digoreng

    ilustrasi ayam goreng tepungPenting juga untuk menghindari gorengan karena tinggi lemak trans, Foto: iStock

    Ayam goreng hingga kentang goreng memang sangat lezat. Namun, makanan ini biasa dimasak dalam minyak yang tinggi lemak trans.

    Lemak trans tidak hanya meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL), tetapi juga menurunkan kolesterol baik (HDL). Kondisi ini bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan jantung.

    Sekalipun makanan itu memiliki label bebas lemak trans, belum tentu benar. Pasalnya, masih banyak yang mengandung minyak terhidrogenasi parsial yang memiliki efek negatif serupa.

    Cara lain untuk menghindarinya yaitu memasak makanan dengan cara dipanggang, dibakar, atau dikukus.

    Makanan lain yang diam-diam bisa meningkatkan kolesterol dapat dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Produk olahan susu penuh lemak

    konsumsi keju dapat kurangi mendengkurSusu atau keju tinggi lemak juga sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Produk olahan susu penuh lemak, seperti susu murni, mentega, dan keju tidak selalu baik untuk kesehatan.

    Memang produk-produk ini menyediakan nutrisi penting, seperti kalsium, tetapi mengonsumsinya secara berlebihan bisa meningkatkan kadar kolesterol seiring berjalannya waktu.

    Pasalnya, di dalamnya banyak mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kolesterol LDL atau kolesterol jahat.

    Lebih baik pilih produk susu atau olahannya yang lebih rendah lemak, seperti susu almond hingga keju kedelai.

    4. Daging merah

    Hereford Irish prime beef fillet, tupinambur, anticucho sauce on white plateTidak selamanya daging merah baik karena bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat. Foto: iStock

    Mengonsumsi daging merah tidak selamanya baik sebagai sumber protein dan zat besi.

    Daging merah juga banyak mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL). Oleh karenanya, penting juga untuk membatasi konsumsi daging ini.

    Pilihlah daging merah tanpa lemak, seperti ayam bagian dada atau ikan. Mengurangi asupan daging merah dan beralih ke sumber protein nabati juga dapat membantu menjaga kadar kolesterol lebih sehat.

    5. Junk food dan camilan

    Junk food atau camilan ringan, seperti keripik, crackers, sampai popcorn instan memang menjadi pilihan menarik. Sayangnya, makanan-makanan ini bisa berkontribusi dalam peningkatan kadar kolesterol LDL dan memicu penyakit jantung.

    Camilan seperti ini biasanya dibuat dengan banyak minyak yang mengandung lemak trans dan lemak jenuh. Makanan ini juga tergolong ultra proses dan memiliki kandungan gula dan garam tambahan.

    Lebih baik mulai menghindari konsumsi makanan-makanan seperti ini. Sebagai gantinya, beralihlah ke camilan lebih sehat, seperti buah-buahan atau kacang-kacangan.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Anna Pelzer

  • 7 Efek dari Minum Kopi Setiap Hari, Baik atau Buruk?

    Jakarta

    Minum kopi setiap hari sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang. Dampak rutin minum kopi bisa signifikan bagi kesehatan tubuh. Mulai dari manfaat kesehatan hingga potensi risiko.

    Tahukah detikers apa saja yang terjadi pada tubuh jika kamu rutin mengonsumsi kopi? Yuk simak ulasan mengenai minuman berkafein ini dalam mempengaruhi tubuh.

    Efek dari Minum Kopi Setiap Hari

    1. Mendukung Kesehatan Otak

    Setelah minum kopi atau kafein apa pun, kita mungkin akan merasa lebih terjaga. Menurut laporan 2015 dalam Practical Neurology, dalam jumlah sedang, kopi bisa membantu fokus dan mencegah rasa kantuk.


    Pendiri dan CEO NY Nutrition Group dan penulis The Core 3 Healthy Eating Plan, Lisa Moskovitz, RDN, mengungkapkan bahwa kafein mengikat reseptor di otak untuk memblokir rasa lelah.

    Selain itu, kopi juga mendukung fungsi kognitif dan memori. Hasil dari meta-analisis Juni 2017 di Clinical Nutrition, menunjukan minum 1-2 cangkir kopi setiap hari dikaitkan dengan tingkat yang lebih rendah dari demensia, Alzheimer, serta penurunan gangguan kognitif lainnya.

    Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut guna memahami cara kafein dan kopi secara khusus bekerja di otak sepenuhnya.

    2. Membantu Memberi Perlindungan pada Jantung

    Efek minum kopi setiap hari selanjutnya yaitu mungkin disertai manfaat untuk melindungi jantung.

    Menurut studi Circulation: Heart Failure Februari 2021, setidaknya minum 1 cangkir kopi berkafein sehari dikaitkan dengan lebih rendahnya insiden gagal jantung.

    Tapi, ada jenis kopi yang diminum mempengaruhi kesehatan jantung. Beberapa penelitian menunjukkan kalau jenis kopi yang tidak disaring, mungkin tidak bisa melindungi kesehatan jantung.

    Misal, dalam sebuah studi tahun 2020 di European Journal of Preventive Cardiology, menyebut orang dewasa berusia di atas 60 tahun yang minum kopi tanpa saringan berisiko lebih tinggi meninggal karena penyakit jantung atau stroke. Hal ini terjadi jika dibandingkan teman-teman mereka yang minum kopi, dengan saringan atau tidak minum kopi sama sekali.

    3. Meningkatkan Kadar Kolesterol

    Kopi juga memiliki pengaruh pada kadar kolesterol. Diterpen adalah zat berminyak dalam kopi, yang bisa menghambat kemampuan alami tubuh untuk memproses dan menghilangkan kolesterol.

    “Meskipun penelitian ini sebagian besar masih dalam tahap studi skala kecil, kami melihat lemak dalam biji kopi, utamanya cafestol dan kahweol (senyawa dalam minyak kopi), bisa menyebabkan peningkatan kolesterol, terutama LDL atau kolesterol ‘jahat’,” ungkap Kylene Bogden, RDN, salah satu pendiri FWDfuel.

    Namun, dosis diterpena tergantung dari seberapa banyak kopi yang diminum dan bagaimana seseorang menyeduhnya.

    Salah satu penelitian tahun 2018 oleh C Condon, dkk, yang dimuat dalam Heart, menemukan kaitan dengan kolesterol tinggi pada orang yang minum 4 atau lebih porsi kopi sehari.

    Diterpen lebih banyak ada pada kopi yang tidak disaring, seperti French press jika dibandingkan dengan kopi yang disaring.

    “Saat kopi melewati penyaring kertas, minyak tidak akan masuk ke cangkir kalian,” ujar Bogden.

    Bagi kamu yang punya riwayat kolesterol tinggi atau masalah jantung, sebaiknya mungkin menghindari jenis kopi yang tidak disaring (setidaknya membatasi seberapa banyak kamu meminumnya).

    4. Meningkatkan Tekanan Darah

    Menurut Bogden, kafein bisa mempersempit pembuluh darah, sehingga mungkin meningkatkan tekanan darah dalam 30 menit pertama setelah dikonsumsi.

    Walaupun tidak sepenuhnya dipahami mengapa ini terjadi, menurut satu hipotesis kafein menghalangi hormon yang memperlebar arteri. Ditambah lagi, tampaknya efek ini kurang umum terjadi pada orang yang sering minum kopi.

    “Jika kamu peminum kopi rutin, kamu mungkin akan mengembangkan toleransi terhadap efek kafein yang bisa meningkatkan tekanan darah,” kata Lisa Moskovitz.

    Namun, Bogden berpendapat bahwa masih banyak orang lain terutama mereka yang stres kronis, yang mengalami efek sebaliknya. Hal ini terjadi karena kafein dapat memicu pelepasan lebih banyak hormon stres.

    Memang, kafein bisa mengaktifkan “kelenjar adrenal untuk menghasilkan lebih banyak adrenalin, yang bisa meningkatkan detak jantung dan menyempitkan pembuluh darah,” ungkap Bogden.

    Kecintaan terhadap kopi kerap dikaitkan dengan umur panjang dan lebih rendahnya kemungkinan mengalami kesehatan kronis.

    “Biji kopi adalah sumber antioksidan penting yang dapat melawan penyakit,” kata Moskovitz.

    menurut Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard TH Chan, konsumsi kopi dalam jumlah sedang atau 2-5 cangkir per hari telah dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, penyakit Parkinson, depresi, dan kematian dini.

    Namun, ada sejumlah faktor tambahan signifikan yang berperan dalam persamaan yakni genetika dan kebiasaan gaya hidup.

    Misalnya, beberapa manfaat kesehatan jangka panjang dari kopi mungkin tidak ada artinya, jika seseorang menambahkan terlalu banyak gula ke dalam kopi.

    “Meskipun beberapa sendok makan krimer dan beberapa sendok teh gula tidak berbahaya, kalau kamu mengonsumsi beberapa porsi masing-masing setiap hari, jumlahnya bisa bertambah seiring waktu,” kata Moskovitz.

    Dalam jangka panjang, asupan gula yang berlebihan akan menyebabkan tekanan darah tinggi, peradangan, penambahan berat badan, diabetes, hingga penyakit hati berlemak.

    Menurut Harvard Health Publishing, semua penyakit tadi berkorelasi dengan risiko lebih besar terkena serangan jantung dan stroke.

    6. Mengganggu Tidur

    Salah satu alasan orang suka minum kopi adalah karena kafein dalam kopi bisa membantu melawan rasa lelah (dalam jumlah kecil).

    Namun menurut Mayo Clinic, kelebihan stimulan atau lebih dari 4 cangkir kafein sehari juga bisa menyebabkan insomnisa, kegelisahan, kegugupan, dan jantung berdebar-debar.

    “Tidur pasti terganggu akibat asupan kafein, bahkan ketika dikonsumsi di pagi hari,” ungkap Bogden.

    Alasan pertama yaitu berkaitan dengan genetika, Ini menentukan kemampuan seseorang untuk memetabolisme kafein secara efektif.

    Faktor kedua adalah usia. Kemampuan seseorang untuk mendetoksifikasi seiring bertambahnya usia menjadi kurang efisien. Hal ini berperan dalam pengaruh kafein terhadap tidur.

    7. Mungkin Mengalami Ketergantungan Kafein

    Kafein mirip seperti obat lain termasuk nikotin atau alkohol. Jadi, semakin banyak dikonsumsi, maka semakin banyak pula yang bisa ditoleransi oleh tubuh, semakin banyak pula yang kamu butuhkan untuk mencapai efek yang diinginkan.

    “Salah satu alasan mengapa kafein begitu menarik adalah karena bagaimana dia membuat kita merasa produktif, energik, waspada, dan termotivasi,” kata Moskovitz.

    Ia menambahkan, jika kamu tidak nyaman bergantung pada kafein, kamu bisa mengurangi ketergantungannya.

    “Kamu bisa menurunkan kekebalan tubuh, atau toleransi, dengan menghentikan konsumsi kopi secara perlahan,” saran Moskovitz.

    (khq/fds)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Brooke Lark

  • 3 Makanan Bebas Kolesterol Ini Bantu Kelola Stress


    Jakarta

    Stress bisa diatasi dengan konsumsi sejumlah makanan sehat. Di antaranya 3 makanan bebas kolesterol ini yang menurut para ahli bisa mengatur tingkat stress.

    Kondisi stress harus diatasi dengan baik. Sebab, seseorang yang sedang mengalami stress berisiko lebih tinggi mengalami gangguan lain yang berkaitan dengan kesehatan.

    Stress bisa menyebabkan pengidapnya mudah merasa lelah, hilang konsentrasi, sampai membuat suasana hati menjadi buruk. Stress juga bisa mengakibatkan pengidapnya memiliki kebiasaan makan buruk yang mengarah pada banyak risiko kesehatan.


    Oleh karena itu, penting untuk mengelola stress. Salah satu caranya dengan konsumsi sejumlah makanan bernutrisi.

    Belum lama ini, ahli gizi, Rujuta Diwekar mengunggah video di Instagram pribadinya untuk mengungkap makanan terbaik yang bisa membantu kelola stress. Makanan ini juga dapat membantu seseorang menjalani gaya hidup lebih sehat.

    Dalam video, Rujuta juga sempat menjelaskan bahwa makanan yang direkomendasikan bebas kolesterol. Sehingga, memakannya dalam jumlah sedang tidak akan berdampak pada kesehatan jantung seseorang.

    Lantas, apa saja makanan sehat yang direkomendasikan? Melansir Times of India (21/09/2023), berikut daftarnya!

    1. Kacang-kacangan

    manfaat kacang-kacangan untuk umur panjangBeberapa jenis kacang dapat menjjadi camilan untuk mengelolla stress.. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Menurut penjelasan ahli gizi ini, kacang merupakan makanan kaya akan vitamin B6 dan magnesium. Makanan ini juga menjadi camilan sore yang ideal dan akan membantu mengurangi kembung.

    Kacang juga disebut-sebut mengandung polifenol yang cenderung dapat membantu meningkatkan memori, mental dan kecepatan proses otak untuk berpikir, yang akhirnya menghasilkan pengurangan kortisol, kecemasan, dan risiko depresi.

    2. Kacang mete

    Tak Bikin Jerawatan, Ini 7 Manfaat Sehat Ngemil Kacang MeteKacang mete juga dikenal dapat membantu mengelola stres. Foto: Getty Images/iStockphoto/ligora

    Kacang mete juga tidak kalah baik. Mereka kaya akan mineral, seperti zat besi dan magnesium yang dapat meningkatkan suasana hati.

    Rujuta mengungkap, kacang mete adalah camilan ideal untuk menangani stress. Kandungan asam amino di dalamnya penting untuk meningkatkan penyerapa serotonin (hormon yang dipercaya sebagai pemberi perasaan nyaman dan senang) di otak. Asam amino ini juga dapat bertindak sebagai pelopor hormon anti depresan.

    Seseorang juga bisa menikmatinya dengan tambahan susu.

    Konsumsi kacang mete juga mampu memberi efek positif pada tingkat stress dan kecemasan karena kaya akan kandungan asam amino.

    Jenis makanan lain yang bisa kelola stress dapat dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Kelapa kering

    Kelapa kering juga ternyata dapat membantu atasi masalah ini,Kelapa kering juga ternyata dapat membantu atasi masalah ini, Foto: Getty Images/~UserGI15633745

    Kelapa kering mungkin terdengar seperti bukan pilihan yang baik. Namun, menurut Rujuta, makanan ini justru sangat baik untuk kesehatan.

    Kelapa kering dapat meningkatkan kesehatan kulit dan rambut karena kandungan asam lauratnya.

    Kelapa kering juga mengandung antioksidan yang dapat menetralkan radikal bebas berbahaya serta dapat berpotensi mengurangi stres oksidatif.

    4. Olahraga

    Bukan makanan, melainkan ahli gizi merekomendasikan untuk rutin berolahraga.

    Jika usai mengikuti kebiasaan makan ini seseorang masih merasa cemas, mulailah untuk latihan fisik.

    Sebab, olahraga dapat membantu mengatur nafsu makan dan membuat seseorang merasa lebih tenang.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Brooke Lark

  • Apa Benar Minum Kopi Bikin Kolesterol Tinggi? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Minum kopi sering dikaitkan dengan penyakit tertentu. Salah satunya meningkatkan risiko kolesterol tinggi. Namun, apakah benar ada kaitan minum kopi dengan kolesterol?

    Kopi memang memberi manfaat bagi kesehatan tubuh. Di sisi lain, kopi juga dapat memberi efek buruk. Salah satunya berkaitan dengan masalah kolesterol.

    Dalam jumlah sedang, kopi tampaknya tidak berdampak pada kolesterol. Namun, jenis kopi tertentu mungkin bisa menyebabkan bahaya pada kadar kolesterol seseorang.


    Untuk mengetahui hubungan antara kopi dan kolesterol lebih lanjut, simak penjelasan berikut, seperti dilansir dari healthcentral.com (28/05/2024).

    1. Apakah minum kopi meningkatkan kolesterol?

    minum kopiMinum kopi bisa berisiko sebabkan kolesterol jika dikonsumsi dengan takaran berlebihan. Foto: Getty Images/Pheelings Media

    Beberapa jenis kopi, khususnya kopi tanpa filter, seperti french press, espresso, atau kopi Turki, mengandung zat disebut diterpen. Menurut harvard TH Chan School of Public Health, zat ini dapat meningkatkan kadar LDL (low density-lipoprotein) atau kolesterol jahat dan trigliserida.

    Zat tersebut melakukannya dengan menghambat metabolisme kolesterol oleh tubuh. Salah satu jenis diterpen yang dikaitkan dengan peningkatan kolesterol adalah cafestol.

    Meskipun demikian, konsumsi kopi dalam jumlah sedang (tidak lebih dari 400 miligram kafein per hari) atau setara dengan tiga sampai empat cangkir tidak berbahaya. Sebab, lebih banyak penelitian yang disebut healthcentral.com menghubungkan konsumsi kopi secara teratur dengan manfaat baiknya dalam penurunan risiko penyakit jantung dan stroke.

    Harmony Reynolds MD, ahli jantung di NYU Langone Health juga mengungkap, “Manfaat kopi bagi kesehatan tampaknya lebih besar dari risikonya.”

    Menurut penelitian yang diterbitkan di Nature, minum kopi dalam jumlah sedang juga tidak dikaitkan dengan risiko penyakit jantung lebih tinggi dan tekanan darah sistolik dan diastolik lebih rendah. Namun, jika kopi dikonsumsi dalam jumlah tinggi, barulah terlihat peningkatan kolesterol LDL (jahat) yang lebih tinggi juga.

    Tentu tidak semua kopi sama. Beberapa jenis kopi tertentu memiliki dampak lebih besar dari jenis kopi lainnya.

    Lantas, jenis kopi apa saja yang berisiko menyebabkan peningkatan kolesterol?

    2. Filter coffee tidak terlalu berisiko memicu kolesterol

    Benarkah Warna Kertas Filter Pengaruhi Rasa Kopi? Ini PenjelasannyaFilter kopi sebenarnya tidak terlalu berisiko meningkatkan kolesterol. Foto: Getty Images/ArtRachen01

    Kopi yang dibuat dengan cara disaring atau filter coffee punya kandungan diterpen paling rendah. Dalam proses brewing, senyawa tersebut dihilangkan oleh kertas saring.

    “Komponennya (diterpen) akan hilang ketika kopi disaring dengan kertas filter,” ujar Dr. Reynolds.

    Sehingga, jika minum banyak kopi jenis ini, kamu tidak perlu begitu khawatir kadar kolesterol akan meningkat.

    Penasaran dengan jenis kopi lain, apakah bisa menyebabkan kolesterol atau tidak? Baca pada halaman berikut ini!

    3. Espresso berpotensi menyebabkan kolesterol

    espressoDalam jumlah banyak, kopi sejenis espresso mungkin memang bisa menimbulkan risiko kolesterol. Foto: Getty Images/grandriver

    Sedangkan kopi yang tidak disaring, seperti espresso menjadi salah satu yang bisa berdampak buruk.

    Kopi seperti ini memiliki tingkat diterpen tinggi dibandingkan kopi filter. Mereka diproses tanpa menggunakan kertas penyaring. Sehingga, tidak ada yang bisa ‘menangkap’ diterpen sebelum kopi akhirnya masuk ke teko atau cangkir kopi.

    Meskipun demikian, kopi espresso atau french press coffee tidak langsung memengaruhi kadar kolesterol jika diminum dalam jumlah sedikit. Jika diminum dalam jumlah banyak, baru bisa memengaruhi kadar kolesterol atau meningkatkan risiko masalah jantung.

    Sebuah penelitian diterbitkan dalam European Journal of Preventive Cardiology terhadap lebih dari 500.000 orang dewasa Norwegia, yang mengonsumsi sembilan atau sepuluh cangkir kopi non-filter setiap hari dikaitkan dengan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular yang risikonya meningkat 25% lebih tinggi.

    4. Kopi tanpa kafein

    Metode penyeduhan memengaruhi jumlah diterpen dalam kopi, bukan tingkat kafeinnya. Sehingga, jenis kopi tanpa kafein yang diseduh dengan kertas saring tetap akan mengandung jumlah diterpen rendah.

    Sedangkan kopi yang diseduh dengan metode french press atau espresso akan tetap mengandung lebih banyak diterpen, lapor temuan yang diterbitkan dalam Journal of AGricultural and Food Chemistry.

    Namun, kemungkinan besar jenis-jenis kopi ini akan berdampak pada kolesterol tergantung pada seberapa banyak kopi yang kamu konsumsi.

    5. Bahan tambahan yang memengaruhi kolesterol

    Penjelasan mengenai racikan kopi pakai krimerWaspada karena krimer atau pemanis lainnya lah yang membuat kopi bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat. Foto: Getty Images/iStockphoto/

    Meskipun kopi hitam yang diminum dalam jumlah sedang tidak dianggap menimbulkan masalah bagi jantung, tetapi campuran bahannya mungkin akan memengaruhi.

    Dr. Reynolds mengungkap, “Terlalu banyak minum kopi ini (kopi dengan tambahan gula atau pemanis) dapat menimbulkan lebih banyak masalah kesehatan yang menghilangkan manfaat asli dari kopi.”

    Oleh karena itu, pastikan untuk mengurangi beberapa jenis tambahan dalam kopi.

    Mulai dari krim atau creamer yang didalamnya mengandung lemak jenuh. Lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL yang jahat. Menurut Mayo Clinic, satu sendok makan creamer mengandung 3,5 gram lemak jenuh.

    Kopi yang diminum dengan tambahan gula atau pemanis lainnya juga bukan pilihan baik. Selain susu murni, krim kental, krim kocok, atau pemanis seperti sirup mengandung banyak gula tambahan.

    Mengonsumsi banyak gula tambahan dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Sebagian gula dapat meningkatkan kadar trigliserida. Oleh karena itu, sebaiknya membatasi bahkan hindari minum kopi dengan tambahan krim, gula, atau pemanis buatan lainnya.

    Minum kopi setiap hari dalam batas wajar (tidak lebih dari 400 mg per hari) tidak akan memengaruhi kadar kolesterol. Namun, perlu diingat, hal ini akan bekerja selama kamu membatasi bahan tambahan, seperti krim atau gula.

    Namun, jika kamu memang menderita kolesterol tinggi, pertimbangkan lagi untuk tidak terlalu banyak minum kopi. Terutama kopi yang diseduh dengan media french press dan lebih baik minum kopi filter.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Jannis Brandt