Source : unsplash.com / Lily Banse
Jakarta –
Jutaan orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia, gemar menyantap mi instan. Harganya terjangkau, rasanya nikmat, hingga penyajian yang praktis menjadi alasan mi instan adalah favorit banyak orang.
Tak jarang penggemarnya menyantap mi instan dengan ditambahkan nasi agar kenyang dan kerupuk sebagai side dish. Di warung-warung juga kini menjual menu mi instan dengan aneka topping seperti kornet, keju, hingga sosis.
Padahal, tidak semua makanan dapat disantap bareng mi instan. Kombinasi mi instan dan makanan tertentu bisa membahayakan tubuh dengan meningkatkan risiko hipertensi atau darah tinggi hingga penyakit jantung. Lantas, makanan apa saja yang tidak boleh dimakan bersama?
Kombinasi Mi Instan yang Harus Dihindari
Hindari konsumsi mi instan bersamaan dengan makanan tinggi karbohidrat, lemak, dan asin. Berikut penjelasannya:
1. Nasi
Mengutip laman Universitas Muhammadiyah Surabaya, mi instan mengandung karbohidrat dalam jumlah besar. Dalam 1 porsi ramen instan menyediakan sekitar 27 gram karbohidrat, dilansir Healthline.
Perlu dicatat, sebungkus ramen ada yang berisi 2 porsi. Sehingga orang yang menghabiskan sebungkus mi sekaligus berarti menyantap dua kali lipat jumlah karbohidratnya.
Belum lagi jika mi instan dimakan bersama sepiring nasi. Alhasil, asupan karbohidrat yang disantap lebih banyak sebab nasi sama-sama berkarbohidrat tinggi. Kelebihan karbohidrat dapat memicu risiko obesitas, gangguan pencernaan, hingga diabetes.
Selain nasi, hindari menyantap mi instan dengan makanan tinggi karbohidrat lainnya.
2. Makanan Asin
Mi instan tinggi sodium atau natrium. Jenis mineral tersebut paling banyak ditemukan dalam garam. Satu porsi ramen instan mengandung kisaran 861 miligram sodium. Jika memakan sebungkus ramen maka jumlahnya berlipat ganda.
Apabila mi instan disantap bersama makanan asin tinggi natrium lainnya dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Tekanan darah yang terus melebihi batas normal berisiko mengalami hipertensi alias penyakit darah tinggi.
Oleh karena itu, hindari menyantap mi instan bersamaan makanan tinggi natrium yang identik sangat asin seperti chiki, berbagai hidangan olahan (ultra processed food/UPF), serta makanan cepat saji (fast food).
3. Makanan Berlemak
Kandungan lemak dalam mi instan juga tinggi. Seporsi ramen instan menyediakan 7 gram total lemak dan 3 gram lemak jenuh. Beda hal jika mengkonsumsi sebungkus mi sekaligus yang berarti dua kali lipat jumlah lemak yang terkandungnya.
Mengutip Mayo Clinic, lemak jenuh mampu meningkatkan kadar kolesterol ‘jahat’ (low-density lipoprotein/LDL) dan kolesterol ‘baik’ (high-density lipoprotein/HDL). Tingginya LDL dalam aliran darah bisa memicu risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
Kombinasi Mi Instan yang Bisa Dipilih
Jika ingin menyantap mi instan, pertimbangkan untuk menambahkan sayuran dan protein untuk membuat hidangan yang lebih menyehatkan.
Sayuran segar bantu menambah nutrisi pada hidangan mi instan yang dimakan. Sayuran yang dapat dicampurkan seperti sawi hijau atau pakcoy, sawi putih, wortel, brokoli, jamur, hingga daun bawang.
Karena mi instan rendah protein, bahan makanan seperti telur, ayam, ikan, atau tahu yang dicampurkan dapat menjadi sumber protein yang membuat kenyang lebih lama.
(azn/row)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Mengombinasikan dua jenis makanan sering kali bikin rasanya lebih enak. Namun hindari kombinasi makanan ini karena justru bisa memunculkan efek samping untuk kesehatan.
Kombinasi makanan yang tepat akan berdampak baik untuk kesehatan. Namun sebaliknya, kombinasi yang kurang pas akan menimbulkan efek samping.
Sejumlah makanan sebaiknya tidak dikombinasikan karena berpotensi bahaya buat kesehatan. Ini daftarnya:
1. Telur dan daging olahan yang digoreng
Menu sarapan bisa bervariasi apalagi saat berkesempatan travelling ke negara lain. Di negara Barat, sangat umum menyantap sarapan dengan menu telur dan bacon atau sosis goreng.
Terlihat klasik tapi sebenarnya tidak baik. Bacon dan telur mengandung tinggi protein yang membuat perut perlu waktu lama untuk mencerna.
Menu ini bisa memicu rasa tidak nyaman sehingga lebih baik ganti salah satu dari keduanya dengan buah segar atau sayur.
2. Keju dan kacang
Foto: Istimewa
|
Keju dan kacang-kacangan sering ditemukan pada salad atau roti isi. Kombinasinya sekilas lezat dan menyenangkan, tetapi sesungguhnya bisa meninggalkan rasa ‘penuh’ akibat gas.
Akan lebih baik jika produk susu dikonsumsi secara terpisah atau agak berjarak dengan menu kacang-kacangan.
3. Air dan makanan apapun
Makan sembari minum air putih ternyata bukan ide baik. Melansir dari First Cry, air cenderung melarutkan asam lambung yang penting untuk mencerna makanan.
Asam lambung yang encer bakal sulit untuk memecah makanan sehingga lambung perlu bekerja lebih keras untuk mencerna.
4. Susu dan jeruk
Foto: Getty Images/DianaHirsch
|
Sebaiknya berikan jeda yang cukup antara minum susu dan konsumsi buah-buahan sitrus termasuk jeruk.
Buah-buahan sitrus tinggi asam, sementara susu tinggi gula alami atau laktosa. Kombinasi keduanya bisa memicu gas, kembung dan masalah pencernaan.
Melansir dari India Times, setidaknya beri waktu sekitar 20 menit setelah minum susu kalau ingin makan jeruk.
Selengkapnya di halaman selanjutnya.
5. Pisang dan susu
Pisang dan susu seperti memadukan dua pangan tinggi nutrisi. Keduanya dianggap menu sarapan yang mendukung aktivitas sehari-hari.
Hanya saja, kombinasi pisang dan susu bisa memicu rasa ‘penuh’ dan ‘berat’ di perut. Selain itu, porsi yang kurang tepat malah bisa memicu rasa lemas karena kelebihan kalori.
Kalau ingin dikonsumsi sebagai smoothie, jangan lupa tambahkan bubuk kayu manis atau bubuk pala untuk menghindari rasa tidak nyaman di perut.
6. Buah setelah makan
Foto: Iustrasi iStock
|
Umumnya buah dijadikan makanan penutup setelah makan berat. Padahal ini bukan praktik yang disarankan.
Buah sebaiknya dikonsumsi terlebih dahulu sebelum makan berat sebab buah dicerna tubuh lebih cepat. Sementara itu, makan berat dengan kandungan protein, lemak, dan karbohidrat memakan waktu lama untuk dicerna.
Buah yang dikonsumsi setelahnya malah akan membuat gula pada buah bertahan lebih lama, berfermentasi sehingga memicu masalah perut.
7. Jus dan sereal
Segelas jus tampaknya berdampingan tepat dengan semangkuk sereal. Hal ini sebenarnya kurang pas.
Justru kandungan asam pada jus akan menghambat pemecahan karbohidrat dan memengaruhi aktivitas enzim.
Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “7 Kombinasi Makanan yang ‘Berbahaya’, Jangan Coba-coba“
(adr/adr)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Mi instan sering kali ditambahkan topping atau dimakan bersama makanan lain agar lebih nikmat. Namun hati-hati karena efeknya bisa buruk untuk kesehatan.
Mi instan tergolong makanan rekreasional menurut ahli gizi. Karenanya konsumsinya tak boleh terlalu sering. Mi instan kurang mengandung nutrisi untuk menyehatkan tubuh.
Mi instan sendiri sebenarnya sudah cukup “berat”. Terbuat dari tepung terigu atau gandum, ia merupakan sumber karbohidrat utama, mirip seperti nasi.
Ditambah lagi, mi instan biasanya tinggi kalori, natrium, dan mengandung bahan pengawet. Ketika dipadukan dengan makanan yang juga tinggi karbohidrat, lemak, atau zat aditif, makan risiko terhadap kesehatan bisa meningkat jika dikonsumsi terlalu sering.
Beberapa makanan disarankan tidak dimakan bersama mi instan karena kombinasinya kurang menyehatkan. Berikut daftarnya:
1. Nasi
Korean steamed multigrain rice Foto: iStock
|
Makan mi instan pakai nasi? Ini memang combo maut untuk tim “harus pakai nasi”. Sayangnya, ini bukan ide yang baik.
Keduanya sama-sama sumber karbohidrat. Ketika dikonsumsi bersamaan, jumlah asupan karbohidrat bisa melambung tinggi.
Efeknya? Terlalu banyak karbohidrat dapat menyebabkan kenaikan berat badan, meningkatkan kadar gula darah, dan dalam jangka panjang bisa memperburuk risiko diabetes tipe 2.
2. Kerupuk
Kerupuk Foto: Rifki Afifan Pridiasto
|
Kerupuk memang sahabat setia banyak makanan, termasuk mi instan. Namun keduanya punya karakteristik serupa: tinggi karbohidrat, lemak, dan MSG. Ini bukan kombinasi yang ideal, apalagi jika dikonsumsi terlalu sering.
Risiko dari paduan mi instan dan kerupuk bisa meningkatkan sindrom metabolik, yaitu kumpulan kondisi seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kadar lemak tidak normal, dan semua ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
3. Kornet dan keju
Delicious sliced corned beef on cutting board Foto: Getty Images/iStockphoto/fotek
|
Campuran mi instan dengan topping kornet dan keju mungkin terasa nikmat di lidah. Namun ini adalah contoh klasik dari makanan olahan yang digabungkan jadi satu dan itu bisa jadi bencana untuk tubuh Anda.
Kornet dan keju sama-sama tinggi lemak dan kalori. Ditambah lagi, mereka adalah makanan olahan, yang dikenal bisa memicu peradangan dan berbagai penyakit kronis jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Alih-alih menambahkan makanan yang tidak boleh dikonsumsi dengan mi instan, sebaiknya tambahkan beberapa protein seperti telur, ayam, atau daging sapi dan sayuran.
Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Jangan Asal Campur, 3 Makanan Tidak Boleh Dikonsumsi dengan Mi Instan”
(sob/adr)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Alpukat dan pisang adalah dua jenis buah yang sering dijadikan menu sarapan sehat. Sayangnya keduanya tidak boleh dimakan bersamaan. Ini sebabnya!
Pisang dan alpukat kerap disebut sebagai super food karena khasiatnya yang luar biasa untuk kesehatan. Ini tentu saja karena kangdungan sejumlah mineral dan protein serta lemak sehatnya.
Melansir Healthline, pisang merupakan sumber serat, potasium, vitamin B6, vitamin C, dan berbagai antioksidan dan fitonutrien yang sehat.
Pisang merupakan sumber karbohidrat yang kaya, yang terutama terdapat dalam bentuk pati pada pisang mentah dan gula pada pisang matang.
Sama halnya dengan pisang, alpukat juga kaya akan nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh terutama kesehatan jantung. Alpukat adalah sumber nutrisi utama, termasuk lemak sehat dan serat.
Alpukat juga mengandung senyawa anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.
Meski demikian, alpukat termasuk makanan yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan pisang.
Alpukat kaya akan lemak sehat. Foto: Ilust iStock
|
Lantas kenapa makan pisang dan alpukat tidak boleh dimakan bersamaan?
Melansir Times of India, pisang dan alpukat sama-sama mengandung potasium yang cukup tinggi. Asupan potasium yang berlebihan bisa menyebabkan hiperkalemia, yakni kondisi saat kadar potasium jumlahnya terlalu tinggi dalam darah.
Selain itu, keduanya juga merupakan sumber karbohidrat yang jika dimakan berlebihan secara bersamaan tentu akan menambah potensi peningkatan berat badan.
Selain alpukat, ada bahan makanan yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan pisang. Berikut ini sejumlah makanan yang tidak disarankan untuk dikonsumsi bersamaan dengan pisang.
1. Daging merah
Kandungan purin dalam pisang dan protein tinggi dalam daging merah ternyata tidak cocok jika dimakan bersamaan. Para ahli kesehatan percaya dua makanan ini jika dimakan bersama atau berdekatan bisa memicu fermentasi gas di saluran pencernaan.
Daging sapi sumber protein dan zat besi. Foto: GettyImages
|
2. Jeruk
Konsumsi jeruk dan pisang bersamaan bisa memicu masalah pencernaan dan masalah kesehatan lainnya. Mulai dari mual hingga sakit kepala.
3. Es krim
Siapa sangka, ternyata pisang tidak boleh dimakan bersamaan dengan es krim. Pada beberapa orang jika es krim dan pisang dikonsumsi bersamaan bisa memicu rasa tidak nyaman di perut.
4. Susu
Ternyata susu dan pisang tidak boleh dimakan bersamaan. Ini karena pisang dan susu sama-sama mengandung kalori yang tinggi. Satu pisang berukuran sedang saja mengandung 105 kalori, dan susu murni ukuran 250 mililiter mengandung 150 kalori.
Jika keduanya terlalu sering disantap bersamaan, bisa membuat berat badan naik drastis.
(odi/odi)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Pisang tergolong buah menyehatkan karena kaya nutrisi. Namun dalam mengonsumsinya hindari bersama 5 makanan ini agar tidak menimbulkan efek samping terkait kesehatan.
Pisang adalah buah manis nan lembut yang jadi favorit banyak orang Indonesia. Pisang enak dimakan langsung atau dijadikan campuran smoothies hingga adonan bolu.
Melansir Healthline, pisang adalah sumber serat, potasium, vitamin B6, vitamin C, serta kaya akan antioksidan.
Meski demikian, mengkombinasikan pisang dengan makanan-makanan berikut ini sebaiknya tidak dilakukan karena bisa memicu masalah kesehatan. Mulai dari gangguan pencernaan, sakit kepala, hingga menambah berat badan.
Lantas apa saja makanan yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan pisang? Berikut daftarnya melansir berbagai sumber.
1. Jeruk
Makan pisang tidak boleh dicampur dengan buah jeruk. Foto: Getty Images/MmeEmil
|
Konsumsi jeruk dan pisang bersamaan bisa memicu masalah pencernaan dan masalah kesehatan lainnya. Mulai dari mual hingga sakit kepala.
2. Daging merah
Kandungan purin dalam pisang dan protein tinggi dalam daging merah ternyata tidak cocok jika dimakan bersamaan. Para ahli kesehatan percaya dua makanan ini jika dimakan bersama atau berdekatan bisa memicu fermentasi gas di saluran pencernaan.
Makanan yang tidak boleh dicampur dengan buah pisang ada di halaman selanjutnya.
3. Es krim
Makan es krim tidak boleh dicampur dengan buah pisang. Foto: Getty Images/iStockphoto
|
Anda penikmat menu banana split yang lumer di mulut? Sepertinya hobi itu kini harus diurungkan.
Siap sangka, ternyata pisang tidak boleh dimakan bersamaan dengan es krim. Pada beberapa orang jika es krim dan pisang dikonsumsi bersamaan bisa memicu rasa tidak nyaman di perut.
4. Susu
Ternyata susu dan pisang tidak boleh dimakan bersamaan. Mengapa demikian?
Pisang dan susu sama-sama mengandung kalori yang tinggi. Satu pisang berukuran sedang saja mengandung 105 kalori, dan susu murni ukuran 250 mililiter mengandung 150 kalori.
Jika keduanya terlalu sering disantap bersamaan, bisa membuat berat badan naik drastis.
5. Alpukat
Makan buah pisang tidak boleh dicampur buah alpukat Foto: Ilust iStock
|
Kedua buah ini mengandung potasium yang cukup tinggi. Asupan potasium yang berlebihan bisa memicu hiperkalemia, yakni kondisi saat kadar potasium jumlahnya terlalu tinggi dalam darah.
Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Jangan Makan Pisang Bersamaan dengan 5 Makanan Ini”
(raf/adr)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Kopi kerap ditambahkan rempah hingga buah agar rasanya enak dan manfaat sehatnya bertambah. Lalu untuk kopi dengan campuran lemon, benarkah konsumsinya bikin cepat langsing?
Lemon selama ini terkenal dengan manfaatnya untuk membantu menurunkan berat badan. Kandungan vitamin C yang tinggi pada lemon juga membuatnya bagus untuk meningkatkan imunitas tubuh.
Sementara itu, selama ini kopi tanpa tambahan gula disebut punya banyak manfaat untuk kesehatan, mulai dari mencegah diabetes, mengatur berat badan, hingga mengurangi risiko kanker.
Karena itu, banyak yang percaya mencampurkan kopi dengan lemon bisa membantu menurunkan berat badan. Benarkah demikian?
Sebuah studi pada 2023 dalam jurnal Clinical Nutrition menemukan konsumsi kopi dikaitkan dengan penurunan lemak tubuh.
kopi. Foto: Site News
|
Lalu sebuah penelitian tahun 2008 yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition menemukan lemon dapat membantu menekan penambahan berat badan dan penumpukan lemak tubuh.
Meski demikian, tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa menggabungkan kopi dengan lemon akan membantu menurunkan berat badan.
“Kopi dapat merangsang tingkat energi dan metabolisme, membuat Anda bekerja lebih keras di pusat kebugaran dan pada gilirannya membakar kalori,” kata ahli Ayurveda dan pencernaan Dimple Jangda melansir Healthshots.
Kopi mengandung kafein yang dapat meningkatkan metabolisme dan oksidasi lemak. Lemon juga dapat merangsang metabolisme, tetapi Anda tidak boleh mengonsumsi kopi dengan lemon secara berlebihan dengan tujuan menurunkan berat badan.
Kombinasi ini dapat menyebabkan keasaman dan sensasi terbakar di lambung.
Meski tak ada manfaat langsung untuk menurunkan berat badan, terdapat beberapa manfaat minum kopi dengan lemon. Berikut di antaranya:
1. Mengurangi peradangan Dalam sebuah studi pada 2013 yang diterbitkan dalam Antioxidants, kopi ditemukan memiliki antioksidan paling banyak dibandingkan dengan teh dan anggur merah.
“Kopi mengandung asam klorogenat, dan lemon juga memiliki antioksidan yang dapat membantu tubuh mengurangi stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh,” kata Jangda.
Tidak ada studi tentang kombinasi kopi dengan lemon yang membantu mengurangi peradangan. Namun, tinjauan pada 2021 yang diterbitkan dalam jurnal Antioxidants menunjukkan bahwa antioksidan dalam makanan beraroma jeruk memiliki sifat antiperadangan dan dapat membantu menangkal stres oksidatif dalam tubuh.
2. Meningkatkan imunitas Tiap 100 gram lemon mengandung 53 mg vitamin C, menurut Departemen Pertanian AS. Kopi mengandung antioksidan, sementara lemon merupakan sumber vitamin C yang baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
3. Bantu penyerapan nutrisi Vitamin C dalam lemon dapat membantu penyerapan nutrisi dengan lebih baik.
“Jika ditambahkan ke kopi, vitamin C dapat membantu penyerapan antioksidan dan beberapa senyawa bermanfaat dari kopi dengan lebih baik,” kata Jangda.
4. Bagus untuk kulit
masker kopi Foto: Getty Images/iStockphoto
|
Karena sama-sama mengandung antioksidan, kopi dan lemon dipercaya baik untuk kesehatan kulit.
“Vitamin C dalam lemon dapat membantu meningkatkan kesehatan kulit dengan melawan radikal bebas dalam tubuh dan membuang racun. Hal ini dapat meningkatkan kesehatan kulit dan memberikan tampilan yang berseri,” katanya.
Dalam sebuah studi pada 2017 yang diterbitkan dalam jurnal Bioscience, Biotechnology, and Biochemistry, kopi ditemukan efektif dalam meningkatkan hidrasi kulit dan fungsi penghalang kulit.
Menggabungkan kopi dengan lemon mungkin tampak seperti ide yang bagus karena potensi manfaatnya bagi kesehatan. Meskipun keduanya memiliki antioksidan, keduanya mungkin tidak membantu menurunkan berat badan jika digabungkan.
Kombinasi ini juga dapat menyebabkan masalah perut dan gigi. Anda dapat mengonsumsinya secara terpisah karena keduanya sama-sama memiliki tingkat keasaman yang tinggi.
Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Apakah Minum Kopi Campur Lemon Bisa Menurunkan Berat Badan?”
(sob/adr)

Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Mie instan terasa semakin nikmat dengan tambahan pelengkap seperti kerupuk hingga keju. Namun, waspadai kombinasi makanan tersebut karena bisa berefek buruk untuk kesehatan.
Mie instan disebut ahli gizi sebagai makanan rekreasional yang artinya boleh dikonsumsi sesekali untuk menyenangkan selera. Dalam membuatnya, banyak orang berkreasi menambahkan bahan dan pelengkap lain.
Tambahan bahan ini bisa bikin aroma, tekstur, hingga rasa mie instan lebih enak. Bahkan ada tambahan bahan yang sifatnya membuat mie instan lebih mengenyangkan.
Sayangnya tidak semua pelengkap atau topping mie instan bagus untuk kesehatan. Berikut 3 kombinasi bahan mie instan yang bisa membuat kamu sakit:
Nasi
Ilustrasi nasi putih. Foto: Getty Images/iStockphoto/Amarita
|
Perpaduan mie instan dengan nasi seolah menjadi paket lengkap pemuas rasa lapar. Perut langsung kenyang saat semangkuk mie instan dan nasi habis dilahap.
Namun ada bahaya di balik rasa kenyang tersebut. Bahaya itu muncul dari ‘kombo’ karbohidrat yang didapat dari mie instan dan nasi.
Mie instan dan nasi merupakan sumber karbohidrat sederhana. Terlalu banyak asupan karbohidrat berisiko memicu peningkatan berat badan.
Kerupuk
Menikmati semangkuk mie instan kuah dengan kerupuk pedas juga akan terasa nikmat. Namun, perpaduan ini sebenarnya tidak disarankan.
Mie instan dan kerupuk sama-sama merupakan makanan tinggi karbohidrat dan lemak. Keduanya juga umumnya mengandung MSG dalam jumlah tinggi.
Konsumsi kerupuk dan mie instan bisa memicu kenaikan berat badan dan berujung pada sindrom metabolik.
Kornet dan keju
Ilustrasi kornet. Foto: Getty Images/iStockphoto/Raylipscombe
|
Kamu tentu sering menemukan perpaduan mie instan dengan kornet dan keju di banyak warung kopi. Boleh jadi perpaduan ketiganya terasa mengenyangkan. Namun, hati-hati bahaya di baliknya.
Mie instan dan kornet merupakan makanan olahan yang melalui proses panjang. Makanan olahan diketahui bisa memicu peradangan yang jadi pemicu banyak penyakit kronis.
Selain kornet, hindari juga konsumsi mie instan dengan sosis, bakso, dan nugget.
Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Bikin Sakit, Jangan Coba-coba Makan Mi Instan dengan 3 Makanan Ini”
(raf/adr)

Sumber : food.detik.com
|