Tag: kompleks masjid al aqsa

  • Lagi, Menteri Garis Keras Israel Datangi Kompleks Masjid Al-Aqsa



    Jakarta

    Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir kembali mendatangi kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. Aksi menteri sayap kanan itu adalah yang kedua kalinya dalam seminggu ini.

    Dilansir kantor berita WAFA, Ben-Gvir menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa pada Selasa (14/10/2025), bertepatan dengan hari terakhir Hari Raya Sukkot Yahudi. Direktorat Wakaf Islam Yerusalem dan sejumlah saksi mengatakan Ben-Gvir memasuki lokasi kejadian di bawah perlindungan ketat polisi Israel.

    Ben-Gvir tampak bersama puluhan ekstremis Israel. Mereka tur halaman Al-Aqsa dan melakukan ritual Talmud di area timur masjid.


    Sebelumnya, Ben-Gvir melakukan pelanggaran serupa pada awal Hari Raya Sukkot Yahudi. Pada Rabu lalu, dia memimpin 1.200 ekstremis memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa. Tindakan ini menuai kecaman luas dari Palestina dan negara-negara Arab.

    Kementerian Luar Negeri Yordania mengecam tur provokatif Ben-Gvir ke tempat suci yang oleh umat Islam juga dikenal sebagai Al-Haram Al-Sharif itu. Ben-Gvir dinilai melanggar status quo dan kesucian situs tersebut.

    “(Ini) merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap status quo historis dan hukum yang mengatur Al-Haram Al-Sharif, dan merupakan penodaan terhadap kesuciannya,” kata Kementerian dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Arab News.

    Ben-Gvir adalah pejabat Israel yang tercatat kerap mengunjungi kompleks Al-Aqsa. Sejak menjabat pada 2022, ia telah menerobos kompleks Masjid Al-Aqsa sebanyak 13 kali menurut Anadolu Agency, termasuk 10 kali sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada Oktober 2023.

    Dewan Wakaf Islam di Yerusalem pada Senin mengatakan kompleks tersebut mengalami “penghancuran terburuk status historis dan hukumnya di zaman modern” khususnya sepanjang 2025. Dalam sebuah pernyataan, mereka menyatakan otoritas Israel dan kelompok Yahudi ekstremis telah melakukan “pelanggaran yang mencolok dan belum pernah terjadi sebelumnya”. Pelanggaran tersebut mencakup serangan besar-besaran ke halaman Masjid Al-Aqsa, melakukan ritual Yahudi seperti Talmud, nyanyian, dan tarian, termasuk pengibaran bendera.

    Masjid Al-Aqsa adalah situs suci ketiga bagi umat Islam. Tempat ini menyaksikan peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan menjadi kiblat pertama umat Islam. Dalam keyakinan Yahudi, kompleks ini dikenal dengan Temple Mount atau Bukit Bait Suci, yang merupakan tempat berdirinya dua kuil kuno Yahudi.

    Selama bertahun-tahun, kompleks Masjid Al-Aqsa menjadi sumber konflik Arab-Israel. Status quo yang berlaku menetapkan hanya umat Islam yang boleh beribadah di sana. Namun, Israel mengizinkan para pemukim memasuki kompleks tersebut sejak 2003.

    (kri/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Menteri Israel Pimpin Ibadah Yahudi di Halaman Masjid Al Aqsa



    Jakarta

    Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memasuki kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem pagi tadi. Dia melakukan ritual yang dinilai melanggar status quo di tempat suci tersebut.

    Dilansir Reuters, Minggu (3/8/2025), dalam sebuah video yang dirilis oleh organisasi Yahudi bernama Temple Mount Administration, terlihat Ben-Gvir memimpin sekelompok orang berjalan di kompleks tersebut. Video lain yang beredar memperlihatkan Ben-Gvir sedang berdoa.


    Departemen Wakaf Islam di Yerusalem yang bertanggung jawab atas situs suci tersebut mengatakan ada sekitar 1.251 pemukim menyerbu halaman Masjid Al Aqsa hari ini. Selama penyerbuan berlangsung, mereka melakukan ritual Talmud, menari, dan berteriak hingga mengganggu kesucian masjid.

    Laporan Jordan News, Minggu (3/8/2025), Ben-Gvir memimpin para pemukim untuk melakukan ritual Talmud di halaman Masjid Al Aqsa. Malam sebelumnya, ia juga memimpin pawai provokatif.

    “Ben-Gvir juga memimpin pawai provokatif para pemukim tadi malam melalui Kota Tua Yerusalem yang diduduki, menandai apa yang dalam tradisi Yahudi disebut sebagai ‘Penghancuran Bait Suci’,” sebut laporan itu.

    Serbuan menteri sayap kanan Israel dan para pemukim Yahudi itu bertepatan dengan peringatan yang mereka sebut “Penghancuran Bait Suci”. Sejumlah organisasi pemukim ekstremis sebelumnya menyerukan penyerbuan ke Masjid Al Aqsa pada Minggu. Kelompok tersebut ingin menjadikan 3 Agustus sebagai “Hari Penyerbuan Terbesar”.

    Eskalasi ini, kata kantor berita WAFA, menyusul gelombang hasutan dan perubahan kebijakan baru-baru ini, termasuk perintah kontroversial Ben-Gvir kepada polisi pendudukan untuk mengizinkan penduduk koloni bernyanyi dan menari di kompleks masjid.

    Aksi provokatif Ben-Gvir telah terjadi berulang kali. Dalam pernyataannya pada Mei lalu, ia terang-terangan menyatakan “doa dan sujud orang Yahudi kini dapat dilakukan di Temple Mount”. Temple Mount adalah sebutan Masjid Al Aqsa di kalangan Yahudi.

    Tindakan tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak karena dinilai melanggar status quo yang berlaku di Masjid Al Aqsa. Aturan yang disepakati selama puluhan tahun hanya mengizinkan umat Islam beribadah di sana, sementara orang Yahudi hanya boleh berkunjung tetapi dilarang berdoa di sana.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com