Tag: komunis

  • Sejarah Pondok Pesantren di Subang yang Didirikan di Lingkungan Komunis



    Subang

    Pondok Pesantren Pagelaran III di Desa Gardusayang adalah ponpes tertua di Subang. Dahulu, ponpes ini didirikan di lingkungan komunis. Seperti apa sejarahnya?

    Ponpes Pagelaran III yang sudah ada sejak tahun 1962 didirikan oleh salah satu tokoh agama di Jawa Barat yaitu Kiai Haji Muhyiddin. Ponpes Pagelaran III ini pun sekarang sudah berkembang pesat dan terkenal di masyarakat khususnya di Subang.

    Menurut pengasuh Ponpes Pagelaran III Kiai Haji Arie Gifary, Ponpes yang didirikan oleh Kiai Haji Muhyiddin tersebut terbagi menjadi 3.


    Ponpes Pagelaran I yang terletak di Cimeuhmal, Tanjungsiang, Subang, Ponpes Pagelaran II berada di Kabupaten Sumedang, serta Ponpes Pagelaran III di Cisalak, Subang.

    “Jadi sebelum didirikan Pagelaran III sudah didirikan Pagelaran I dan II. Pagelaran I didirikan padah tahun 1918 sudah satu abad lebih, Pagelaran II 1950 dan yang terakhir di Pagelaran III ini. Kiai Haji Muhyiddin ini terkenal sebagai ulama yang kharismatik di Jawa Barat dan seorang pejuang kemerdekaan,” ujar Arie belum lama ini.

    Arie mengatakan, bukan hanya menjadi ulama di Jawa Barat, sosok dari pendiri Ponpes Pagelaran Kiai Haji Muhyiddin ini juga merupakan salah satu pejuang tanah air yang ikut andil dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

    “Beliau dulu bergabung dengan Hizbullah dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan telah diajukan menjadi salah satu pahlawan nasional di Provinsi Jawa Barat karena telah berjuang bersama dengan santri-santrinya pada saat pertempuran di Bandung,” katanya.

    Arie menceritakan, berdirinya Ponpes Pagelaran III ini berawal dari Kiai Haji Muhyiddin yang diminta oleh masyarakat Cisalak Subang untuk mendirikan sebuah Ponpes untuk memperbaiki akhlak masyarakat sekitar. Sebab, bukan tanpa alasan, dari sejarah yang ada di lokasi tersebut merupakan salah satu basis dari komunis.

    Oleh karena itu, Kiai Haji Muhyiddin yang saat itu masih tinggal di Ponpes Pagelaran II Sumedang hingga akhirnya menyetujui untuk pindah ke Cisalak, Subang dan mendirikan Ponpes Pagelaran III.

    “Karena memang di daerah sini dulunya basis komunis sehingga dibutuhkan seorang tokoh atau ulama untuk memperbaiki akhlak masyarakat yang berada di Cisalak ini. Pada tahun 1962 Kiai Haji Muhyiddin berkenan untuk pindah ke sini dan menamai Pondok Pesantren Pagelaran III, dan Allhamdulilah sampai dengan hari ini sudah lebih dari 52 tahun Pondok Pesantren ini masih eksis berdiri,” ucapnya.

    Setelah Ponpes Pagelaran III berdiri, lanjut Arie, seiring berjalannya waktu Ponpes Pagelaran III ini pun menjadi salah satu Ponpes yang terbilang berkembang dengan sangat cepat.

    Kegiatan santri Ponpes Pagelaran III SubangKegiatan santri Ponpes Pagelaran III Subang Foto: Dwiky Maulana Vellayati/detikJabar

    Hingga saat ini, Ponpes Pagelaran III masih mengusung Ponpes tradisional dengan basis kitab kuning sistem sorogan atau pembelajaran kitab secara individual.

    “Jadi Pondok Pesantren Pagelaran III yang didirikan oleh Kiai Haji Muhyiddin ini merupakan Pondok Pesantren tradisional. Pesantren tradisional ini mengedepankan dengan konsep pendidikan berbasis kitab kuning dengan sistem sorogan dan bandongan lah kalau bahasa dulu. Jadi itulah yang diajarkan,” kata dia.

    “Selain itu juga mengembangkan kegiatan majlis taklim dan pendidikan ke masyarakat. Seiring perjalanannya dan Kiai Haji Muhyiddin wafat pada tahun 1973 dan dilanjutkan oleh salah satu putranya Kiai Haji Abdul Qoyum itu kebetulan ayah saya almarhum. Pada jaman Kiai Haji Abdul Qoyum perkembangan pesantren begitu pesat dan mulai didirikan pendidikan-pendidikan normal,” ungkapnya.

    Arie menuturkan, perkembangan dari dunia pendidikan pun terus berjalan. Kini, Ponpes Pagelaran yang telah memiliki ratusan santriwan maupun santriwati tersebut telah mendirikan sekolah formal dengan tingkat SMP, SMA hingga SMK dengan sistem mondok atau boarding.

    “Jadi sistem yang didirikan dan yang dilaksanakan di sini adalah sistem pesantren salafiyah yang mengedepankan pendalaman kitab-kibat tradisional atau kitab-kitab kuning hasil karangan-karangan para ulama Indonesia atau di Dunia,” tuturnya.

    “Yang ke dua kita juga sudah mendirikan sekolah formal itu setingkat SMP, SMA, dan SMK tapi semuanya sistemnya boarding atau wajib mondok. Sehingga menjadi sebuah perpaduan antara sistem pendidikan umum dan pendidikan tradisional dan sekolahnya tentu berbasis pesantren atau SDP disebutnya,” sambungnya.

    Dengan memadukan antara pendidikan umum dan tentunya pendidikan akhlak dari para santri, segi pendidikan di Ponpes Pagelaran III pun menjadi komprehensif karena dilaksanakan di lokasi yang berbeda akan tetapi dengan tujuan yang sama.

    “Model perpaduan ini tentunya menjadi pendidikan yang komprehensif di mana pendidikan umumnya dilaksanakan di sekolah dan pendidikan akhlak pesantrennya dilaksanakan di pesantren. Sehingga membuat perpaduan dengan kurikulum yang sudah kita kemas sehingga bisa menghasilkan lulusan-lulusan terbaiknya yang alhamdulillah saat ini sudah menyebar di Indonesia,” pungkas Arie.

    ——

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Melihat Sisa-sisa Kamp Tahanan PKI di Pulau Kemaro



    Palembang

    Pulau Kemaro jadi saksi bisu penumpasan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Sumatera Selatan. Mari lihat sisa-sisa kamp tahanan PKI di pulau itu.

    Traveler mengenal pulau Kemaro di Palembang sebagai destinasi wisata. Namun, pulau ini ternyata menyimpan sejarah kelam tentang kamp tahanan PKI di bagian ujung timur Pulau Kemaro.

    Luas Pulau Kemaro sekitar 24 Hektar terbagi menjadi dua, yaitu bagian hulu dan hilir. Bagian hulu merupakan permukiman penduduk. Sedangkan bagian hilir dijadikan sebagai lokasi kamp tahanan PKI tahun 1965.


    Setelah Gerakan 30 September 1965, operasi penumpasan PKI dilakukan hingga ke akar-akarnya. Pihak yang dianggap terlibat, anggota, pengurus atau simpatisan PKI dibawa ke Pulau Kemaro menggunakan truk dan kereta api.

    Mereka kemudian dijadikan tahanan politik (tapol) di pulau Kemaro. Menemukan bekas lokasi kamp tersebut di Kemaro tidaklah mudah. Warga sekitar yang berada di seberang Pulau Kemaro tidak mengetahui cerita tentang kamp tahanan PKI.

    Setelah bertanya sana-sini, akhirnya kami bertemu salah seorang warga yang tahu soal kamp tersebut. Ia adalah Ishak (62), penduduk Kampung Air, Pulau Kemaro.

    Sejak tahun 1990, ia tinggal dan bekerja sebagai sopir perahu ketek. Ia mengetahui seluk beluk pulau dari ujung timur hingga barat, termasuk soal kamp tahanan PKI.

    Ishak memandu tim detikSumbagsel menuju ujung timur Pulau Kemaro. Perjalanan menyusuri Sungai Musi sekitar 2 km atau 20 menit menggunakan perahu ketek, satu-satunya transportasi yang bisa digunakan.

    Bekas lokasi kamp tahanan PKI itu jarang dijamah manusia. Sesekali ada anak muda datang untuk bermain atau warga lokal yang mencari kayu. Kapal besar yang bersandar kemudian ditunjuk Ishak.

    Menurutnya, di hadapan kapal itulah lokasi kamp PKI dulu berada. Ketika ditelusuri, tidak ada sisa bangunan sama sekali. Hanya ada hamparan pasir, pohon dan rumput yang sudah meninggi.

    “Sepengetahuan saya, di sinilah tempatnya,” ujar Ishak, Kamis (12/9) lalu.

    Lokasi Kamp Tahanan PKI Itu Sudah Tak Berbentuk

    Dalam jurnal berjudul Tinjauan Historis tentang Fungsi Pulau Kemaru di Palembang, Sumatera Selatan Tahun 1965-2012 yang disusun Anisah, Ali Imron, dan Muhammad Basri dari FKIP Unila, diterangkan bahwa sebelum peristiwa Gerakan 30 September 1965, pulau tersebut ditempati PT Waskita Karya.

    Pulau tersebut menjadi tempat untuk menimbun besi tua. Di sana ada dua bedeng berukuran 7 x 20 meter berbentuk L, berdinding papan jarang, berlantai semen kasar, pintunya satu, dan tidak berplafon.

    Bedeng itu dipakai sebagai tempat tinggal para buruh. Namun setelah peristiwa Gerakan 30 September, bedeng itu dialihfungsikan untuk menahan tahanan politik (tapol) yang dianggap sebagai anggota atau simpatisan PKI.

    Pulau Kemaro menjadi saksi bisu penumpasan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Sumatera. Sejarah kelam yang ditinggalkan yakni tentang kamp tahanan PKI di bagian ujung timur Pulau Kemaro.Pulau Kemaro menjadi saksi bisu penumpasan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) di Sumatera. Foto: Candra Setia Budi

    Namun dalam penelusuran, bangunan bedeng berbentuk L itu sudah tidak ada. Hanya ada pecahan batu bata dan tembok yang hancur menyatu dengan daratan, yang ditumbuhi rumput liar serta pohon.

    Menurut Ishak, bangunan kamp PKI itu tak bertingkat, dan bagian yang terbuat dari batu bata masih teringat jelas olehnya.

    Ishak lalu menunjuk salah satu pohon besar yang sudah tumbang. Menurutnya, itu adalah titik awal bangunan kamp tahanan PKI. Terbentang sepanjang 150 meter ke arah Palembang dan jaraknya jauh dari bibir Sungai Musi.

    “Ini bangunan awalnya. Batasnya itu dari sini (pohon tumbang) sampai ke ujung, memanjang ke arah Palembang sekitar 150 meter,” ceritanya.

    Ishak mengambil pecahan batu bata berwarna oranye yang sudah menyatu dengan pasir. Ia ingat betul batu bata itu bagian dari bangunan kamp tahanan PKI. Tampak juga bongkahan tembok dan genting.

    Dulu terdapat pos penjaga yang berfungsi untuk memantau tahanan supaya tidak kabur. Pos tersebut juga digunakan untuk menghalangi warga lokal memasuki kawasan kamp. Kini, lokasi pos sudah menyatu dengan sungai.

    “Kalau dulu tempat posnya ada, di ujung. Sekarang tidak ada lagi,” tutupnya.

    Sejarawan Benarkan Lokasi Kamp Tahanan PKI di Pulau Kemaro

    Sejarawan Palembang, Dedi Irwanto membenarkan lokasi kamp tahanan PKI yang dijelaskan Ishak. Bagian hilir Pulau Kemaro yang dijadikan kamp kini sudah tidak menyisakan bangunan.

    “Di bagian hilir. Sudah tidak ada lagi (bangunan),” ujar Dedi saat dihubungi, Jumat (13/9) lalu.

    Secara historis, keberadaan tapol tidak lepas dari peristiwa G/30S/PKI. Berdasarkan sumber yang Dedi temukan, ada sekitar ratusan tapol dari berbagai daerah di Sumatera khususnya Palembang, Lampung, Bengkulu dan Jambi ditahan dan dikonsentrasikan di Pulau Kemaro.

    Lokasi kamp di ujung timur Pulau Kemaro karena terdapat bangunan milik PT Wakita Karya yang berfungsi sebagai gudang untuk menyimpan besi pembangunan Jembatan Ampera.

    Ada dua bedeng berukuran sekitar 7 x 20 berbentuk L kemudian berdinding papan. Lantainya terbuat dari semen kasar dan pintunya cuma satu.

    “Setelah tapol diangkut dari berbagai daerah dibawa ke Pulau Kemaro di bagian timur, karena ada bekas gudang tadi,” jelasnya.

    Alasan lainnya, karena lokasi dipisahkan aliran sungai sehingga mudah untuk dijaga. Penduduk setempat dilarang melintas ke area kamp. Batas yang diperbolehkan hanya 200 meter dari pulau. Jika ada yang mendekat langsung ditembak petugas jaga.

    Jumlah pos penjaga yang mengawasi kamp ada 6 yakni di setiap sudut. Pos ini dijaga anggota militer yang baru lulus pendidikan. Aturan itu membuat kamp benar-benar tertutup dari masyarakat umum.

    “Jadi kalau ada perahu yang lewat itu ditembak oleh petugas. Dari 6 pos, ada 4 pos boleh menembak siapapun yang mendekat. Seperti penjara di pulau,” ungkapnya.

    Bukan hanya dijaga ketat, terdapat juga pagar kawat berduri dua lapis setinggi 4 meter. Kehidupan para tahanan berjalan seperti biasa, mereka menjalani berbagai kegiatan yang diatur oleh penjaga. Masa tinggal tahanan PKI berjalan kurang lebih selama tiga tahun dan selesai pada 1967.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikSumbagsel.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Doa Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2024


    Jakarta

    Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober adalah momen bersejarah bagi bangsa Indonesia.

    Di hari tersebut, masyarakat mengenang perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara. Selain mengikuti upacara dan kegiatan peringatan lainnya, membaca doa hari Kesaktian Pancasila menjadi salah satu cara untuk merenungkan nilai-nilai Pancasila dan memperkuat rasa persatuan.

    Doa hari Kesaktian Pancasila juga menjadi wujud syukur kepada Tuhan atas berkat dan anugerah-Nya yang telah menjaga keutuhan bangsa. Dengan berdoa, kita berharap agar Pancasila selalu menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.


    Teks Doa Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2024

    Pada tahun 2024, bacaan doa Hari Kesaktian Pancasila menjadi simbol harapan dan permohonan agar bangsa ini tetap kuat dan bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan. Berikut adalah teks doa yang dilansir dari situs Kemenag RI dan bisa dibacakan untuk memperingati hari penting ini.

    Doa Hari Kesaktian Pancasila

    Bismillahirohmannirrohim

    Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad, wa ‘ala ali sayyidina Muhammad

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemberi

    Anugerahi kami kejujuran dan kerendahan hati

    Anugerahi kami untuk selalu menghargai

    Anugerahi kami kemampuan selalu berbakti

    Anugerahi kami senantiasa pandai mengapresiasi

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Segala

    Yang mengetahui terang dan gelap maksud tujuan

    Yang berkuasa atas kematian dan kehidupan

    Yang menganugerahkan kemuliaan para pahlawan

    Ya Allah, Tuhan yang merajut hati para pendahulu kami

    Mengilhami para pendiri ibu pertiwi

    Meneguhkan Pancasila sebagai falsafah hidup dan jatidiri

    Ya Allah, Tuhan yang melukis takdir di atas lembaran misteri

    Jangan biarkan kami menjadi manusia yang tak tahu diri

    Menggerogoti tiang penyangga rumah tinggal kami

    Ya Allah, Tuhan yang diagungkan dalam setiap helai nafas kehidupan

    Engkaulah pemilik sejati kekuatan dan kesaktian

    Dengan takdir-Mu Pancasila Engkau selamatkan

    Dengan pertolongan-Mu kami selalu bisa menatap masa depan

    Ya Allah, Tuhan yang mencipta segala yang serba indah dan keindahan

    Ya Allah, Tuhan yang mencipta harmoni dalam keberagaman

    Ya Allah, Tuhan yang mencipta Indonesia negeri impian

    Ya Allah, Tuhan yang mencipta Indonesia negeri harapan

    Puji dan syukur akan selalu kami panjatkan

    Wahai Tuhan yang melembutkan hati

    Jauhkan kami dari iri dan dengki

    Jauhkan kami dari amarah yang membakar diri

    Jauhkan kami dari saling mencaci

    Jauhkan kami dari niat saling mencabik dan merusak negeri

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun

    Ampunilah segala dosa dan kesalahan kami, orang tua kami, para pemimpin kami

    Sungguh, ampunan-Mu jauh lebih besar dari apa pun yang ada di bawah kolong

    langit-Mu di akhir zaman nanti

    Wahai Cahaya Maha Cahaya

    Terangi kami menuju jalan cahaya

    Menuju Indonesia Maju nan Sentosa

    Robbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina adzabannar

    Walhamdulillahi robbil ‘alamin

    Ucapan Selamat untuk Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2024

    Memberikan ucapan pada Hari Kesaktian Pancasila tahun 2024 adalah salah satu cara untuk mengekspresikan semangat persatuan dan kesatuan, serta menghormati perjuangan para pahlawan. Dikutip dari situs Universitas Bangka Belitung dan arsip Detikcom, berikut ini adalah beberapa inspirasi ucapan yang bisa Anda sampaikan untuk memperingati hari penting ini.

    Pancasila adalah pondasi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober!

    Selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2024. Mari jadikan Pancasila sebagai pedoman dan pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi Bangsa Indonesia.

    Selamat Hari Kesaktian Pancasila! Lewat Pancasila, kita yang terdiri beragam suku, budaya, bahasa dan agama dapat bersatu dalam satu atap, Indonesia.

    Pancasila hadir sebagai panduan bangsa untuk bersikap, berperilaku, serta bersatu mewujudkan Indonesia tangguh. Selamat Hari Kesaktian Pancasila 2024!

    Mari kita tingkatkan semangat kebangsaan dan rasa cinta pada negara ini! Selamat Hari Kesaktian Pancasila 2024.

    Selamat Hari Kesaktian Pancasila 2024. Mari kita mengimplementasikan nyata nilai-nilai Pancasila.

    Jangan hanya menghafal Pancasila, terapkan juga nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari! Selamat Hari Kesaktian Pancasila ke-59 tanggal 1 Oktober 2024!

    Pancasila adalah dasar negara dan ideologi bangsa. Mari kita jaga kesaktiannya untuk Indonesia sejahtera. Selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila!

    Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya. Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2024.

    Mari bangkit dari segala keterpurukan dan bangkit maju menuju Indonesia adil dan sejahtera. Selamat Hari Kesaktian Pancasila 2024.

    Panduan Penyelenggaraan Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2024

    Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tahun dengan pelaksanaan upacara yang khidmat di berbagai tempat. Agar penyelenggaraan upacara tahun 2024 berjalan lancar dan sesuai aturan, penting untuk memahami panduan resmi yang telah ditetapkan.

    Berikut adalah panduan lengkap seputar Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2024 yang diterbitkan oleh Kemendikbud RI dan bisa dijadikan acuan untuk menyelenggarakan upacara Hari Kesaktian Pancasila dengan tertib dan penuh makna.

    Tentang Hari Kesaktian Pancasila

    Melansir buku Pancasila yang ditulis Hairul Amren Samosir, pada tanggal 30 September 1965, terjadi suatu peristiwa yang dinamakan Gerakan 30 September (G30S). Insiden ini sendiri masih menjadi perdebatan di tengah lingkungan akademisi mengenai siapa penggiatnya dan apa motif di belakangnya.

    Akan tetapi, otoritas militer dan kelompok keagamaan terbesar saat itu menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan usaha PKI mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis, untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia, dan membenarkan peristiwa Pembantaian di Indonesia 1965-1966.

    Pada hari itu, enam jenderal dan satu kapten serta beberapa orang lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yang digambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta.

    Gejolak yang timbul akibat G30S sendiri pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia.

    Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com