Tag: kondisi bekas

  • 5 Perabotan yang Jangan Dibeli dalam Kondisi Bekas, Ini Akibatnya


    Jakarta

    Membeli barang bekas terutama barang rumah tangga, banyak sekali keuntungannya. Mulai dari mendapatkan barang yang masih bagus tetapi dengan harga yang murah, bisa lebih hemat dalam berbelanja, dan biasanya cukup banyak pilihannya.

    Sensasi saat membeli barang bekas juga tidak kalah seru ketika membeli barang baru. Pembeli tetap perlu jeli terhadap barang yang akan dibeli. Labelnya sebagai barang yang sudah dipakai, tentu ada kemungkinan terdapat kecacatan produk. Semakin banyak cacatnya, biasanya harga yang ditawarkan akan semakin murah. Jangan terlalu cepat tergiur dari harganya, pembeli perlu memikirkan keselamatan saat menggunakannya dan apakah memungkinkan untuk diperbaiki.

    Di luar itu, ada beberapa barang bekas yang memang tidak bisa dipakai lagi, baik kondisinya masih bagus atau rusak. Sebab, barang-barang tersebut memang hanya baik untuk dipakai sekali. Mau alasan apa pun, sebaiknya jangan mengincar barang-barang tersebut di toko barang bekas.


    Dilansir House Beautiful berikut daftar perabotan yang sebaiknya tidak dibeli di tempat barang bekas.

    1. Barang Elektronik

    Barang elektronik seperti TV, mesin cuci, kipas angin, AC, hingga oven biasanya dijual dengan harga yang mahal. Orang-orang yang sedang membeli banyak perabotan sekaligus membutuhkan suatu alternatif. Salah satunya dengan membeli barang bekas untuk menekan pengeluaran.

    Sebelum memutuskan membeli, ketahui dahulu risikonya. Barang elektronik yang berada di tempat bekas biasanya kondisinya tidak begitu bagus. Pembeli juga tidak tahu usia pemakaian barang tersebut pada saat itu. Barang elektronik yang telah lama tidak digunakan bisa menjadi tempat tinggal bagi serangga dan hama. Selain itu, kebanyakan toko barang bekas kondisinya berantakan dan banyak sekali debu. Sebelum memutuskan membeli, lebih baik pertimbangkan akan kebersihan dan kualitas pemakaiannya.

    Jangan sampai setelah membelinya, barang tersebut rusak dan perlu diperbaiki lagi dengan harga yang sama mahalnya dengan barang baru.

    2. Perabotan Bongkar Pasang

    Saat ini sudah banyak produk yang dijual dalam bentuk bisa dibongkar dan dipasang sendiri. Hal ini untuk menghemat ruang ketika pengiriman dan menghindari kerusakan ketika pengiriman. Contoh barang bongkar pasang adalah lemari dan rak.

    Barang seperti ini ternyata sebaiknya dibeli dalam keadaan baru, bukan bekas. Hal ini dikarenakan beberapa material bongkar pasang memiliki kualitas yang rendah sehingga mudah sekali rusak. Sebagai contoh lemari dari kayu yang dicampur dengan material lainnya, mudah sekali rusak apabila terkena air dan kelembapan. Selain itu, bisa pula ada beberapa bagian dari barang tersebut hilang sehingga ketahanannya tidak menjamin dapat dipakai lama.

    3. Kasur

    Banyak kasur dibuang karena kondisinya yang tidak lagi layak seperti pernya muncul, besi kerangka timbul, atau bentuknya yang sudah tidak nyaman digunakan. Selain itu, ada pula kasur yang dibuang karena sudah terendam banjir. Biasanya tanda-tandanya adalah terdapat berkas air di permukaannya.

    Oleh karena itu, membeli kasur di tempat bekas tidak disarankan karena kondisinya yang tidak bersih lagi untuk digunakan. Memakai kasur yang kotor justru dapat menimbulkan masalah baru bagi kesehatan seperti gatal, infeksi pernapasan, hingga alergi. Kasur bekas yang telah dibersihkan juga tidak akan menjamin aman digunakan.

    4. Sofa dan Kursi Berlapis Kain

    Barang lainnya yang sebaiknya tidak dipakai apabila kondisinya bekas adalah sofa dan kursi yang berlapis kain. Hal ini dikarenakan bahan yang lembut tersebut apabila tidak dijaga kebersihannya bisa menjadi sarang kutu busuk. Hama satu ini dapat menggigit manusia dan membuat gatal.

    5. Karpet

    Sama seperti pertimbangan saat membeli sofa dan kasur, karpet juga bisa menjadi sarang hama, kutu, dan noda yang sulit dibersihkan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Beli Helm Arai Bekas? Perhatikan Dua Hal Ini



    Jakarta

    Helm premium seperti Arai tak hanya dijadikan perangkat safety saat berkendara motor, tapi juga acap dijadikan sebagai lifestyle anak motor. Karena harganya yang mahal, ada juga bikers yang memilih opsi membeli Arai kondisi bekas alias second. Beli Arai bekas pakai boleh-boleh saja, asal memperhatikan usianya dan riwayat pemakaiannya.

    Seperti disampaikan Sales & Distribution Manager Prime Gears, Arief R. B, tips pertama saat membeli helm Arai bekas adalah perhatikan umurnya. Lalu tips kedua yang perlu diperhatikan adalah riwayat penggunaannya, apakah helm bekas jatuh atau tidak.


    “Helm ada umurnya ya. Kalau Arai sendiri umurnya 5 tahun. Kalau memang mampunya beli second (nggak masalah), selama kita tahu penjualnya (terpercaya), lalu riwayat pemakaian helmnya, terus pernah jatuh atau enggak gitu. Kalau misalnya memang setelah jatuh, sama dia nggak diapa-apain kan baret tuh pasti ketahuan ya. Tapi kalau ternyata sama dia udah di-repaint, susah juga tahunya,” kata Arief kepada wartawan di Jakarta, Minggu (17/8/2025).

    Menurut Arief, jika helm Arai tersebut sudah pernah jatuh, maka fungsi dari absorber di IPS (Impact Protector System) yang berbahan styrofoam akan berkurang.

    “Masalahnya, kita kan nggak bisa buka IPS-nya buat ngecek ya. Jadi, memang harus kita benar-benar kenal sama penjualnya,” sambung Arief.

    Arief tidak melarang jika memang ada bikers yang ingin membeli helm Arai kondisi seken. Tapi memang hal utama yang perlu diperhatikan adalah tahun produksinya. Di helm Arai di bagian dalamnya tercantum stiker yang bertuliskan tanggal, bulan, dan tahun produksi. Dari situ, konsumen bisa memeriksa kelayakan helm Arai bekas yang hendak dipinang.

    “Kalau sudah lewat lima tahun, ya sudah pasti fungsinya mulai berkurang, karena dia sudah berumur helmnya. Tapi jika helm itu mau dipakai buat harian ya masih-masih aman aja sih, masih bagus lah,” tukas Arief.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com