Tag: konsumsi protein

  • Tips Diet Wanita yang Sukses Pangkas BB 45 Kg Tanpa Obat, Bisa Ditiru!

    Jakarta

    Georgina Bailey (31) berhasil menemukan cara diet alami yang membantunya menurunkan berat badan secara signifikan. Dalam 18 bulan, Bailey sukses memangkas berat badan hingga 45 kg.

    Dikutip dari Times of India, berat badan awal Bailey adalah 114 kg, kini saat berdiri di atas timbangan, dirinya akan melihat angka 69 kg. Georgina melaporkan bahwa momen kesadarannya adalah ketika ia menyadari bahwa berat badannya memiliki dampak besar pada kehidupan sehari-hari. Ia terus-menerus merasa lelah. Sendi-sendinya terasa nyeri, dan ia merasa tidak nyaman.

    Bukan dengan diet ekstrem, Bailey mengaku memiliki formula ajaib alami untuk proses dietnya. Apa saja ‘rahasia’ diet dari Bailey?


    1. Konsumsi Protein Tanpa Lemak

    Banyak orang menganggap diet adalah tentang makan lebih sedikit. Namun, rutinitas Bailey berbeda. Ia melakukan perubahan cerdas, yakni memahami peran protein.

    Alih-alih mengonsumsi protein tinggi lemak, Bailey memilih makanan tinggi protein rendah lemak seperti dada ayam, ikan putih, dan udang. Protein tanpa lemak memungkinkan porsi yang lebih besar tanpa takut melebihi target kalori.

    2. Makanan Sederhana tapi Berprotein Tinggi

    Bailey rutin berbagi resep melalui Instagram miliknya @georginabaileyfit seperti nasi goreng udang, yang mengandung 28 gram protein dengan 512 kalori.

    Makanan ini dibuat dengan bahan sehari-hari seperti nasi, kacang polong, udang, kecap, dan pasta miso, serta selesai dalam waktu kurang dari 10 menit.

    3. Rutin Berolahraga

    Konsistensi merupakan faktor penting dari sebuah proses penurunan berat badan. Salah satunya adalah rutin berolahraga.

    Bailey tidak langsung melakukan latihan ekstrem seperti angkat beban. Ia memulainya dengan jogging perlahan, hingga akhirnya bisa mengikuti full marathon.

    4. Menikmati Prosesnya

    Salah satu tantangan dalam penurunan berat badan adalah mengubah pola pikir seseorang. Hal inilah yang menjadi kunci apakah seseorang akan lanjut atau berhenti di tengah jalan.

    Bailey mengaku dirinya menikmati setiap proses yang dilalui. Di akhir 18 bulan, ia tidak hanya menurunkan berat badan, tapi jatuh cinta di setiap upaya agar tubuhnya tetap bugar dan sehat.

    (dpy/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Kenali 7 Tanda Kekurangan Protein yang Perlu Diwaspadai


    Jakarta

    Protein merupakan zat gizi makro yang penting dipenuhi kebutuhannya. Jangan sampai kurang mengonsumsi protein. Kenali 7 tanda kekurangan protein yang kerap terlihat.

    Protein punya banyak fungsi untuk tubuh agar sehat dan berfungsi normal. Setelah dikonsumsi, protein dipecah menjadi asam amino yang kemudian dijadikan bahan bakar tubuh untuk membangun otot, memperbaiki jaringan, meningkatkan kekebalan, serta mendukung berbagai fungsi penting.

    Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, rata-rata laki-laki perlu memakan 55 gram protein dan perempuan 45 gram protein setiap hari. Jumlah itu sekitar dua genggaman daging, ikan, tahu, atau kacang-kacangan


    Sayangnya masih banyak orang yang belum mencukupi kebutuhan protein hariannya. Ahli gizi Destini Moody pun mengungkap tanda-tanda jika seseorang kekurangan protein.

    Mengutip Eat This, Not That! (16/1/2024), berikut daftarnya:

    1. Sering sakit

    Kondisi sering sakit diakibatkan oleh sistem kekebalan tubuh yang lemah. Penyebabnya bisa jadi karena asupan protein yang kurang. Moody menjelaskan kaitannya lebih lanjut.

    “Banyak orang tidak tahu bahwa antibodi, molekul dalam sistem kekebalan tubuh yang melawan penyakit, adalah protein,” ujarnya. Ia mengatakan meski seseorang sudah melakukan vaksinasi flu, tapi kalau sistem kekebalan tubuhnya tidak kuat karena kurang makan protein, maka tetap akan terserang flu.

    2. Cepat lelah

    Merasa Lelah Usai Makan? 7 Hal Ini Mungkin Jadi PenyebabnyaFoto: Getty Images/iStockphoto/carlosgaw

    Tanda kekurangan protein selanjutnya adalah cepat merasa lelah. Moody mengatakan ketika seseorang tidak mengasup cukup protein, maka asam amino yang dibutuhkan tubuh tidak terbentuk maksimal.

    Akibatnya, tubuh mulai memecah massa otot untuk menggantikan kebutuhan protein. “Ketika jumlah massa otot yang dipecah banyak, maka akan mengakibatkan kelemahan dan kamu merasa lelah,” ujar Moody.

    3. Suasana hati berubah-ubah

    Suasana hati yang berubah-ubah atau kerap disebut mood swings perlu diwaspadai sebagai ciri kekurangan protein. Ini lantaran protein mempengaruhi produksi neurotransmitter.

    Neurotransmitter adalah bahan kimia yang memungkinkan komunikasi antar sel otak untuk menciptakan suasana hati yang stabil. “Protein membentuk beberapa neurotransmitter di otak yang mengontrol suasana hati, jadi ketika asupan protein rendah, suasana hati Anda mungkin mengikuti,” jelas Moody.

    4. Kuku dan rambut mudah rontok

    Ilustrasi rambut rontokFoto: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur

    Tanda kekurangan protein selanjutnya adalah kuku yang mudah rusak dan rambut yang cepat rontok. Kuku dan rambut sama-sama dibuat dari keratin, protein struktural yang membutuhkan asam amino.

    Jika kamu tidak mengonsumsi cukup protein, maka tubuh tidak dapat memproduksi cukup keratin untuk pertumbuhan, kekuatan, dan pemeliharaan rambut dan kuku. Moody mengatakan, “Mengonsumsi cukup protein akan membuat rambut Anda berkilau, kuku kuat, dan kulit lembut.”

    Selengkapnya di halaman selanjutnya.

    5. Cepat lapar

    Perasaan cepat lapar bisa jadi bukan karena psikologis saja, melainkan tanda kekurangan protein. Penelitian menunjukkan protein adalah zat gizi makro yang paling bikin puas dan kenyang.

    Artinya dengan cukup konsumsi protein maka perasaan cepat lapar bisa dihindari. Moody mengatakan protein mampu membuat rasa kenyang bertahan seharian. Untuk pilihan terbaik, gabungkan dengan konsumsi lemak dan karbohidrat.

    6. Anemia

    Collection iron rich foods as liver, buckwheat, eggs, parsley leaves, dried apricots, cocoa, lentil, bean, blue poppy seed, broccoli, dried mushrooms, peanuts and pistachios on wooden table.Foto: iStock

    Anemia atau kekurangan zat besi ternyata juga bisa disebabkan oleh kekurangan protein. In karena hemoglobin membutuhkan protein untuk proses sintesis.

    Menurut Moody, ada banyak bentuk anemia, salah satunya hypoproteinemia yang berarti kadar protein dalam darah amat rendah. Untuk memastikan diagnosis itu perlu dilakukan cek laboratorium.

    7. Susah turun berat badan

    Kabar penting untuk pelaku diet karena kalau kamu kurang konsumsi protein, maka berat badan akan susah turun. Karenanya coba penuhi kebutuhan protein harian.

    Menurut Harvard Medical School, protein memiliki efek termal yang tinggi, artinya memerlukan lebih banyak kalori untuk dibakar selama proses pencernaan dibandingkan karbohidrat atau lemak. “Ketika beberapa orang tidak mengonsumsi cukup protein, mereka mungkin merasa lebih lapar, atau kurang puas, yang mengakibatkan konsumsi makanan berkalori tinggi lainnya yang hingga memicu penambahan berat badan,” kata Moody.

    (adr/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson